ANALISIS KUALITAS WEBSITE MEDIACENTER MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)
TUGAS AKHIR
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer pada
Program Studi Sistem Informasi
Oleh:
ADITYA SYAIFUDDIN 11753100113
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU
2023
LEMBAR HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL
Tugas Akhir yang tidak diterbitkan ini terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau adalah terbuka untuk umum, de- ngan ketentuan bahwa hak cipta ada pada penulis. Referensi kepustakaan diperke- nankan dicatat, tetapi pengutipan atau ringkasan hanya dapat dilakukan atas izin penulis dan harus dilakukan mengikuti kaedah dan kebiasaan ilmiah serta menye- butkan sumbernya.
Penggandaan atau penerbitan sebagian atau seluruh Tugas Akhir ini harus memperoleh izin tertulis dari Dekan Fakultas Universitas. Perpustakaan dapat me- minjamkan Tugas Akhir ini untuk anggotanya dengan mengisi nama, tanda pemin- jaman dan tanggal pinjam pada form peminjaman.
LEMBAR PERSEMBAHAN
“Sesungguhnya, atas kehendak Allah seluruhnya dapat terjadi dan tidak ada kekuatan selain adanya bantuan Allah SWT” (QS.Al-Kahfi:99).
Alhamdulillahirabbilalamin, rasa syukur setinggi langit kita haturkan kepa- da Allah SWT, Tuhan Maha Agung, serta shalawat dan salam kita haturkan untuk kekasih Allah SWT, Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Tugas Akhir ini khusus saya hadiahkan untuk kedua orang tua yang sangat berarti bagi kehidupan saya. Teruntuk Ibunda tercinta Rusiah, yang senantiasa men- do’akan, memberikan dukungan, memiliki kesabaran tiada batas, kasih dan sayang tiada henti, kekuatan tiada banding dan cinta yang tidak akan pernah memudar yang tidak akan pernah saya dapat membalasnya. Teruntuk Ayahanda tercinta Alm. Da- suki, semoga beliau bangga dengan perjuangan anaknya dan semoga beliau tenang disisi-Nya. Aamiin ya Allah. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik, ilmu yang saya dapat dapat berguna bagi kehidupan bermasyarakat terkhusus kepada keluarga, tidak menjadikan ini sebagai kesombongan.
vi
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Allhamdulillahhirobbil’alamin. Rasa syukur setinggi langit kita sampaikan hanya kepada Allah Tuhan Maha Agung, berkat limpahan berkah, hidayah dan karunia-Nya, serta usaha dan insentif yang telah disalurkan kepada penulis sehing- ga laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. Sambutan dan bacaan shalawat juga tak lupa selalu tersampaikan hanya kepada Nabi Besar Muhammad SAW, sang pen- guasa alam, kekasih Allah SWT yang bertanggung jawab menuntun umatnya dari alam jahiliyah ke dunia yang begitu kaya akan ilmu pengetahuan yang kita alami saat ini.
Salah satu kriteria akademik yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Univer- sitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau adalah berhasil menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. Dari berbagai sumber telah didapatkan oleh penulis baik itu ara- han, pedoman, dan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung. Tidak lupa, penulis ingin mengucapkan terima kasih dan doanya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Hairunas, M.Ag sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
2. Bapak Dr. Hartono, M.Pd sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi.
3. Bapak Eki Saputra, S.Kom., M.Kom sebagai Ketua Program Studi Sistem Informasi.
4. Ibu Dr. Rice Novita, S.Kom., M.Sc sebagai Penasihat Akademik atas kasih sayangnya sebagai orang tua kedua selama pendidikan.
5. Ibu Zarnelly, S.Kom., M.Sc sebagai dosen pembimbing Tugas Akhir atas segala yang sudah diberikan, berupa waktu, motivasi, do’a dan masukan pada penyelesaian Tugas Akhir ini.
6. Bapak Nesdi Evrilyan Rozanda, S.Kom., M.Sc sebagai Ketua Sidang Tugas Akhir atas waktu, arahan, motivasi, dan bimbingan sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.
7. Ibu Medyantiwi Rahmawita M, ST., M.Kom sebagai dosen Penguji I Tugas Akhir atas waktu, arahan, motivasi dan bimbingan sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.
8. Ibu Mona Fronita, S.Kom., M.Kom sebagai dosen Penguji II Tugas Akhir atas waktu, arahan, motivasi, dan bimbingan sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.
9. Dosen Program Studi Sistem Informasi atas ilmu, nasihat dan bimbingan
yang tak terbatas.
10. Pegawai dan Staff Program Studi Sistem Informasi yang telah bersedia meluangkan waktu dan tenaga membantu dan mempermudah dalam pen- gurusan administrasi Tugas Akhir.
11. Kepada pihak Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak yang telah bersedia menerima saya sebagai peneliti hingga Tugas Akhir ini da- pat selesai.
12. Kepada kedua orang tua tercinta Alm. Bapak Dasuki dan Ibu Rusiah, Se- lalu memberikan semangat, do’a dan nasihat yang tidak mungkin saya da- pat membalasnya, dan Bapak semoga tenang disana dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, semoga Bapak bangga dengan apa yang sudah saya selesaikan. Tiada kata yang pantas selain mengucapkan terimakasih dengan segala pengorbanan yang telah diberikan demi anaknya. Semoga Allah menjawab do’a yang terpanjatkan selama ini untuk melindungi dan menjaga Ibu dan Bapak dimanapun dan kapanpun. Aamiin Ya-Rabbalamin.
13. Kepada ketiga Mas dan Kakakku, Wiratno, Trima Wahyudi, Tri Wahyuni, Windi Rahayu, Novi Riswanda, dan Ifa Fransiska yang tiada henti mem- berikan dukungan, motivasi dan do’a.
14. Kepada Teman dekat, Mira Ulfa, Ian dan Ikhsan yang telah memberi seman- gat, do’a dan sama-sama berjuang untuk Tugas Akhir.
15. Kepada keluarga besar Program Studi Sistem Informasi terkhusus kelas 17A yang bersama-sama sejak awal sampai akhir.
Alhamdulillahpenulisan Tugas Akhir akhirnya telah selesai atas segala up- aya, bantuan, do’a dan dukungan dari segala pihak. Demi kesempurnaan peneli- tian ini penulis menerima kritik dan saran dari pembaca. Kesan dari pembaca berupa saran dan kritik dapat diterima melalui e-mail [email protected] suska.ac.id. Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pekanbaru, 19 Januari 2023 Penulis,
ADITYA SYAIFUDDIN NIM. 11753100113
viii
ANALISIS KUALITAS WEBSITE MEDIACENTER MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)
ADITYA SYAIFUDDIN NIM: 11753100113
Tanggal Sidang: 09 Januari 2023 Periode Wisuda:
Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. Soebrantas, No. 155, Pekanbaru
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi berbanding lurus dengan pesatnya pertumbuhan media infor- masi. Mediacenter adalah situs berita resmi dari Kabupaten Siak yang berfokus pada penyajian beri- ta informasi seputar Kabupaten Siak, baik dalam bentuk portal berita, artikel, gambar maupun video.
Mediacenter Kabupaten Siak berada dibawah naungan Diskominfo Siak. Oleh sebab itu dalam pe- manfaatannya perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas website. Terdapat beberapa permasalahan pada website Mediacenter seperti tampilan yang kurang menarik, terdapat informasi yang tidak akurat, terdapat ketidaksesuaian isi dan judul halaman dan kurang update. Tujuan dar- i penelitian ini adalah mengukur kualitas website berdasarkan kepuasan pengguna menggunakan metode Webqual 4.0, Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (C- SI). Penelitian ini melibatkan 96 responden. Hasil analisis tingkat kesesuaian berada dibawah 100%
dengan rata-rata keseluruhan sebesar 69% yang berarti website belum memenuhi harapan pengguna.
Hasil analisis tingkat kesenjangan bernilai negatif dengan nilai -1,15 yang artinya website belum memenuhi keinginan pengguna. Hasil kuadran IPA menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prio- ritas utama untuk dilakukan perbaikan adalah atribut nomor 3, 4, 5, 6, 11 dan 21. Hasil analisis CSI menunjukkan nilai sebesar 65,83% yang menunjukkan bahwa pengguna merasa cukup puas de- ngan kinerja website. Karena masih ada masalah dengan kegunaan, kualitas informasi, dan interaksi pengguna, dapat dikatakan bahwa pengguna tidak sepenuhnya puas dengan kinerja situs saat ini.
Kata Kunci: Customer Satisfaction Index, Importance Performance Analysis, Mediacenter, Website, Webqual 4.0
ANALYSIS OF THE QUALITY OF MEDIACENTER WEBSITES USING WEBQUAL AND IMPORTANCE PERFORMANCE
ANALYSIS (IPA) ADITYA SYAIFUDDIN
NIM: 11753100113
Date of Final Exam: January 09th 2023 Graduation Period:
Department of Information System Faculty of Science and Technology
State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau Soebrantas Street, No. 155, Pekanbaru
ABSTRACT
The development of information technology is directly proportional to the rapid growth of information media. Mediacenter is the official news site from Siak Regency which focuses on presenting information news about Siak Regency, both in the form of news portals, articles, pictures and videos. The Siak Regency Media Center is under the auspices of the Siak Information and Communication Service. Therefore, in its utilization, it is necessary to evaluate it to improve the quality of the website. There are several problems on the Mediacenter website such as an unattractive appearance, inaccurate information, content discrepancies and page titles, and lack of updates. The purpose of this study is to measure website quality based on user satisfaction using the Webqual 4.0 method, Importance Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index (CSI). This study involved 96 respondents. The results of the analysis of the suitability level are below 100% with an overall average of 69%, which means that the website has not met user expectations. The results of the gap level analysis are negative with a value of -1.15, which means that the website has not fulfilled the user’s wishes. The results of the IPA quadrant show that the attributes that are the top priority for improvement are attribute numbers 3, 4, 5, 6, 11 and 21. The results of the CSI analysis obtained a value of 65.83% which indicates that users are quite satisfied with the current website performance. So it can be concluded that users are still not satisfied with the website’s current performance because there are still problems in terms of usability, quality of information and quality of interaction that make the website not meet user expectations.
Keywords: Customer Satisfaction Index, Importance Performance Analysis, Mediacenter, Website, Wequal 4.0.
x
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ii
LEMBAR PENGESAHAN iii
LEMBAR HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL iv
LEMBAR PERNYATAAN v
LEMBAR PERSEMBAHAN vi
KATA PENGANTAR vii
ABSTRAK ix
ABSTRACT x
DAFTAR ISI xi
DAFTAR GAMBAR xv
DAFTAR TABEL xvi
DAFTAR SINGKATAN xvii
1 PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang . . . 1
1.2 Perumusan Masalah . . . 4
1.3 Batasan Masalah . . . 4
1.4 Tujuan . . . 4
1.5 Manfaat . . . 4
1.6 Sistematika Penulisan . . . 5
2 LANDASAN TEORI 6 2.1 Analisis . . . 6
2.2 Kualitas . . . 6
2.3 Website . . . 7
2.4 Fungsi Website . . . 7
2.5 Kualitas Website . . . 8
2.6 Webqual . . . 8
2.7 Importance Performance Analysis(IPA) . . . 9
2.8 Customer Satisfaction Index(CSI) . . . 11
2.9 Skala Pengukuran . . . 13
2.10 Populasi dan Sampel . . . 13
2.10.1 Populasi . . . 13
2.10.2 Sampel . . . 14
2.11 Teknik Sampling . . . 14
2.12 Alat dan Bahan Penelitian . . . 17
2.13 Pengujian Validitas dan Reliabilitas . . . 18
2.13.1 Uji Validitas . . . 18
2.13.2 Uji Reliabilitas . . . 19
2.14 Teknik Analisis Data . . . 19
2.14.1 Analisis Kesesuaian . . . 19
2.14.2 Analisis Kesenjangan (GAP) . . . 20
2.15 Penelitian Terdahulu . . . 21
2.16 Profil Mediacenter . . . 22
2.16.1 Visi . . . 23
2.16.2 Misi . . . 23
2.16.3 Segmentasi Mediacenter Kabupaten Siak . . . 23
3 METODOLOGI PENELITIAN 24 3.1 Tahap Pendahuluan . . . 25
3.1.1 Menentukan Tempat Penelitian . . . 25
3.1.2 Menentukan Objek Penelitian . . . 25
3.1.3 Menentukan Judul Penelitian . . . 25
3.2 Tahap Perencanaan . . . 25
3.2.1 Mengidentifikasi Masalah . . . 25
3.2.2 Menentukan Data yang Dibutuhkan . . . 26
3.2.3 Menentukan Responden . . . 26
3.3 Tahap Pengumpulan Data . . . 27
3.3.1 Studi Pustaka . . . 27
3.3.2 Observasi . . . 27
3.3.3 Wawancara . . . 27
3.3.4 Pembuatan Kuesioner . . . 27
3.3.5 Penyebaran Kuesioner . . . 28
3.4 Tahap Analisa dan Hasil . . . 28
3.4.1 Uji Validitas dan Reliabilitas . . . 28
xii
3.4.2 Analisis Hasil Kuesioner . . . 28
3.4.3 Rekomendasi Perbaikan . . . 29
3.5 Tahap Dokumentasi . . . 29
3.5.1 Membuat Laporan Penelitian . . . 29
3.5.2 Mempresentasikan Hasil Penelitian . . . 29
4 ANALISA DAN HASIL 30 4.1 Analisis Website Saat ini . . . 30
4.1.1 Analisis Permasalahan Dimensi Usability . . . 31
4.1.2 Analisis Permasalahan Pada Information Quality . . . 33
4.1.3 Analisis Permasalahan Pada Service Interaction Quality . . 33
4.2 Analisis Variabel Webqual . . . 34
4.3 Kuesioner . . . 35
4.3.1 Dimensi Usability Kinerja . . . 35
4.3.2 Dimensi Information Quality Kinerja . . . 36
4.3.3 Dimensi Service Interaction Quality Kinerja . . . 36
4.3.4 Dimensi Usability Harapan . . . 37
4.3.5 Dimensi Information Quality Harapan . . . 37
4.3.6 Dimensi Service Interaction Quality Harapan . . . 38
4.4 Hasil Analisis Deskripsi Responden . . . 38
4.4.1 Berdasarkan Jenis Kelamin . . . 39
4.4.2 Berdasarkan Umur . . . 39
4.4.3 Berdasarkan Tingkat Mengunjungi Website . . . 40
4.5 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas . . . 41
4.5.1 Uji Validitas . . . 41
4.5.2 Uji Reliabilitas . . . 43
4.6 Hasil Pengolahan Data . . . 45
4.6.1 Analisis Tingkat Kesesuaian . . . 45
4.6.2 Analisis Kesenjangan (GAP) . . . 46
4.6.3 Analisis Kuadran IPA . . . 47
4.6.4 Analisis CSI . . . 48
4.7 Hasil dan Pembahasan . . . 49
4.7.1 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas . . . 49
4.7.2 Hasil Pengolahan Data . . . 50
4.7.3 Analisis Hasil Penelitian . . . 52
4.8 Rekomendasi . . . 53
4.8.1 Dimensi Usability . . . 53
4.8.2 Dimensi Information Quality . . . 54 4.8.3 Dimensi Service Interaction Quality . . . 54
5 PENUTUP 55
5.1 Kesimpulan . . . 55 5.2 Saran . . . 56 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN A HASIL WAWANCARA A - 1
LAMPIRAN B SCREENSHOOT MASALAH B - 1
LAMPIRAN C KUESIONER PENELITIAN C - 1
LAMPIRAN D TABEL JAWABAN RESPONDEN D - 1
LAMPIRAN E TABEL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS E - 1
xiv
DAFTAR GAMBAR
2.1 Kuadran IPA . . . 10
2.2 Teknik Sampling . . . 14
2.3 Tampilan Halaman Utama . . . 22
2.4 Tampilan Selection Berita . . . 23
3.1 Metode Penelitian . . . 24
4.1 Tampilan Halaman Utama . . . 30
4.2 Tampilan Website . . . 31
4.3 Tampilan Space Kosong . . . 32
4.4 Tampilan Pengoperasian Website . . . 32
4.5 Tampilan Tidak ada Menu Navigasi . . . 32
4.6 Tampilan Informasi Tidak Akurat . . . 33
4.7 Tampilan Informasi Tidak Update . . . 33
4.8 Tampilan Tidak Ada Menu Komunikasi dengan Website . . . 34
4.9 Diagram Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . . . 39
4.10 Diagram Responden Berdasarkan Umur . . . 40
4.11 Diagram Responden Berdasarkan Tingkat Mengunjungi Website . . 41
4.12 Hasil Kuadran IPA . . . 48
DAFTAR TABEL
1.1 Hasil Pra-Survey . . . 2
2.1 Indikator Webqual . . . 9
2.2 Nilai CSI . . . 12
2.3 Skala Likert . . . 13
2.4 Kriteria Reliabilitas . . . 19
4.1 Permasalahan . . . 30
4.2 Indikator Webqual . . . 34
4.3 Dimensi Usability Kinerja . . . 35
4.4 Information QualityKinerja . . . 36
4.5 Service Interaction QualityKinerja . . . 36
4.6 Dimensi Usability Harapan . . . 37
4.7 Information QualityHarapan . . . 37
4.8 Service Interaction QualityHarapan . . . 38
4.9 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . . . 39
4.10 Deskripsi Responden Berdasarkan Umur . . . 39
4.11 Deskripsi Responden Berdasarkan Tingkat Keseringan . . . 40
4.12 Uji Validitas Kinerja . . . 41
4.13 Uji Validitas Harapan . . . 42
4.14 Uji Reliabilitas Kinerja Setiap Pertanyaan . . . 43
4.15 Uji Reliabilitas Harapan Setiap Pertanyaan . . . 44
4.16 Analisis Tingkat Kesesuaian . . . 45
4.17 Analisis Kesenjangan . . . 47
4.18 Analisis CSI . . . 48
4.19 Atribut yang Harus Diperbaiki . . . 51
4.20 Atribut yang Harus Dipertahankan . . . 51
xvi
DAFTAR SINGKATAN
CSI : Customer Satisfaction Index Diskominfo : Dinas Komunikasi dan Informatika IPA : Importance Performance Analysis Kesbangpol : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik MIS : Mean Importance Score
MSS : Mean Satisfaction Score
S : Setuju
SS : Sangat Setuju
SPSS : Statistical Product and Service Solution STS : Sangat Tidak Setuju
TS : Tidak Setuju
WF : Weight Factor
WS : Weight Score
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan faktor pent- ing dalam meningkatkan kualitas sebuah layanan. Sekarang ini hampir semua kegiatan dilakukan dengan adanya peran teknologi. Pemanfaatan teknologi dibidan- g informasi yakni menggunakan internet. Internet saat ini telah menjadi jembat- an bagi semua informasi, semua informasi bisa didapatkan dengan adanya internet (Napitupulu, 2017).
Adanya website adalah bukti salah satu pemanfaatan internet. Website meru- pakan gabungan halaman yang saling terhubung yang diaplikasikan untuk menya- jikan data berupa teks, gambar, video, dan audio dengan cara menarik perhatian ke beberapa aspek data dan menekankan aspek lainnya (Baiti dan Suprapto, 2017).
Sebagian besar pemerintah, pendidikan, pariwisata, bisnis, dan organisasi lain kini memiliki website mereka sendiri. Dinas Pemerintah Kabupaten Siak adalah salah satu instansi yang memanfaatkan internet.
Mediacenter Kabupaten Siak adalah situs berita resmi dari Kabupaten Siak yang berfokus pada peyajian berita informasi seputar Kabupaten Siak, baik dalam bentuk portal berita, artikel, gambar maupun video. Mediacenter Kabupaten Siak berada dibawah naungan Diskominfo Siak yang beralamat di Kompleks Perkan- toran Tanjungagung, Mempura Kabupaten Siak. Situs berita Mediacenter Kabu- paten Siak resmi dipublikasikan pada tanggal 14 mei 2017. Cakupan berita yang terdapat di situs Mediacenter Kabupaten Siak mengenai berita terbaru terkait infor- masi harian yang ada di sekitar Kabupaten Siak, informasi kecamatan, informasi instansi yang ada di Kabupaten Siak dan informasi tempat wisata yang berada di Kabupaten Siak. Oleh karena itu dikarenakan sejauh ini belum adanya evaluasi un- tuk mengetaui kualitas website berdasarkan persepsi pengguna maka dirasa perlu untuk melakukan analisa kualitas website, sehingga mengakibatkan pihak Media- center tidak mengetahui apakah pengguna puas dengan website yang telah dibuat.
Berdasarkan hasil pra-survey pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak Diskominfo pada situs website Mediacenter Kabupaten Siak ditemukan be- berapa permasalahan yang terdapat pada website tersebut. Penulis melakukan pra- surveydengan menyebar kuesioner online terhadap 30 responden dan menunjukkan hasil bahwa ada beberapa masalah kualitas website Mediacenter yang dipaparkan dalam Tabel 1.1.
Tabel 1.1. Hasil Pra-Survey
No Permasalahan Jumlah
1 Desain tampilan dinilai kurang menarik 28
2 Kendala menemukan berita terdahulu tidak ada fitur navigasi 15
3 Keakuratan Informasi 17
4 Berita update 28
5 Kurang komunikasi pada pihak website 22
Adapun permasalahan diantaranya terdapat menu yang error ketika ditekan.
Sedangkan salah satu kriteria website yang bagus adalah tidak ada link yang rusak atau halaman yang masih dalam pengembangan (Yumarlin, 2016). Selanjutnya ter- dapat beberapa berita yang berkategori tertentu kurang update. Sedangkan idealnya sebuah website adalah memberikan indormasi yang terkini dan akurat (Baiti dan Suprapto, 2017).
Permasalahan selanjutnya yaitu tata letak dengan kesesuaian jenis artikel tidak sesuai, masih banyak ruang kosong sehingga tidak efektif dan ketika pengguna melakukan kesalahan dalam memilih artikel berita dan kemudian memutuskan ingin kembali ke menu sebelumnya, diperlukan navigasi mundur. Ini memaksa pengguna untuk berulang kali kembali ke menu utama untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Selanjutnya yaitu tidak tersedia halaman keluhan pengguna, ada halaman polling untuk kepuasan nilai informasi tetapi tidak berfungsi. Menurut Baiti dan Suprapto (2017), salah satu indikator penting kualitas situs web adalah seberapa mudah dan cepat pengunjung dapat menjelajahinya. Ini terkait langsung dengan seberapa baik situs menjalankan fungsi utamanya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Webqual 4.0 dan Importance Per- formance Analysis. Richard Vidgen dan Stuart Barnes merupakan pencetus dan aw- al menggunakan pendekatan Webqual 4.0. Teknik ini bermanfaat mempelajari situs web langsung dari persepsi pengguna akhir, yang memungkinkan identifikasi ke- senjangan antara pandangan pengguna tersebut dan harapan ideal mereka terhadap situs web. Webqual 4.0 dan Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis website Mediacenter di Kabupaten Siak guna memperbaiki per- masalahan yang telah diketahui. Webqual 4.0 adalah peningkatan metode Servqual yang lebih lama, dan dapat dipakai untuk mengukur kualitas website dalam hal sudut pandang pengguna tentang kinerjanya (Setyorini, 2019).
Berdasarkan pada penelitian Barnes dan Vigen 2002 yang dikutip pada penelitian Nasution (2018) menjelaskan bahwa dalam mengukur kualitas website metode Webqual 4.0 menggunakan tiga tolak ukur diantaranya ialah, kegunaan (usability), kualitas informasi (information quality), dan kualitas interaksi layanan
(service interaction quality).
Metode IPA diaplikasikan sebagai alat untuk mengidentifikasi lebih detail tentang indikator yang diberikan kepada pengguna sudah sesuai atau belum (Liani dan Fikry, 2020). Pada tahun 1977 Martilla dan James pertama kali menemukan IPA dengan tujuan menggunakannya untuk mengevaluasi hubungan antara harapan pelanggan dan penyampaian layanan untuk pengembangan lebih lanjut dari layanan atau kualitas produk atau suatu teknik yang dikenal sebagai analisis kuadran. Ole- h karena itu, setelah banyak penelitian IPA sekarang digunakan di banyak bidang pengetahuan karena kemudahan penggunaan dan penyajian hasil analisis yang je- las, keduanya berkontribusi pada hasil yang diinginkan berupa peningkatan kinerja (Santoso dan Anwar, 2015). Keunggulan metode IPA untuk mengkaji aspek-aspek yang perlu diperbaiki berdasarkan temuan pembobotan dan kesenjangan yang ter- dapat dalam diagram kartesius, serta kelebihan dari pendekatan itu sendiri, dapat dijadikan saran terhadap pengelola Mediacenter sebagai gambaran untuk menen- tukan kualitas yang perlu ditingkatkan dan dipertahankan.
Dalam penelitian ini juga akan menghitung tingkat kepuasan pengguna se- hubungan dengan kualitas layanan yang diberikan oleh website dengan menggu- nakan Customer Satisfaction Index (CSI), CSI adalah teknik analisis kuantitatif yang menghasilkan nilai dalam bentuk persentase berdasarkan tingkat kepuasan pengunjung situs web terhadap layanan yang mereka dapatkan. Mengukur kepuasan pengguna sangat perlu bagi penyedia layanan untuk memahami sejauh mana harapan pengguna mereka telah dipenuhi oleh situs website tersebut (Afifudin, Putri, dan Ummi, 2017).
Penelitian sebelumnya telah dilakukan untuk menganalisis kualitas website pemerintah dalam kaitannya dengan menentukan kepuasan pengunjung menggu- nakan Webqual 4.0 dan Importance Performance Analysis (IPA). Seperti Penelitian Evaluasi Situs Web Pemerintahan menggunakan metode Webqual 4.0 dan IPA S- tudi Kasus: Situs Kecamatan Lowokwaru-Malang yang dilakukan oleh Nasution (2018) dengan menghasilkan bahwa ketiga dimensi tolok ukur dalam metode Mebqual memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Penelitian lain- nya adalah penelitian Pengukuran Kualitas Sistem Informasi Akademik menggu- nakan Metode IPA dan Webqual Dafid (2018) penelitian tersebut menyimpulkan bahwa meningkatkan kepuasan pengguna memerlukan peningkatan situs web de- ngan input dan output sederhana, mengurangi waktu muat, dan memberikan infor- masi yang akurat dan terkini.
Berdasarkan informasi latar belakang yang diberikan, analisis terhadap kua- litas website Mediacenter Pemerintahan Kabupaten Siak diperlukan untuk menen-
3
tukan bagaimana persepsi pengguna terhadap kualitasnya. Penelitian ini menganali- sis menggunakan metode Webqual 4.0 dan Importance Performance Analysis (IPA).
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dijelaskan diatas, dapat dirumuskan permasalahan yang dibahas yaitu Bagaimana kualitas website Media- center Kabupaten Siak menggunakan metode Webqual 4.0 dan IPA.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah penelitian ini adalah:
1. Penelitian ini berfokus menganalasis kualitas website Mediacenter Kabupat- en Siak dengan metode Webqual 4.0.
2. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik Importance Perfor- mance Analysis(IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI).
3. Pengambilan sampling menggunakan teknik Non Probability Sampling yang meliputi Accidental Sampling dengan menggunakan rumus Lemeshow.
4. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 96 orang dengan kriteria yaitu pengunjung yang mengunjungi website Mediacenter Kabupaten Siak.
5. Software untuk mengolah dan menganalisis statistiknya adalah Microsoft Exceldan IBM SPSS 25.
1.4 Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui kualitas website Mediacenter Kabupaten Siak terhadap kepuasan pengguna menggunakan metode Webqual 4.0, Importance Per- formance Analysis(IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI).
2. Mengetahui aspek mana saja dari website Mediacenter Kabupaten Siak yang dianggap kritis oleh pengguna dan harus ditingkatkan sehingga dapat digu- nakan sesuai dengan yang diharapkan pengguna.
3. Mengetahui nilai tingkat kepuasan pengguna terhadap website Mediacenter Kabupaten Siak.
4. Memberikan rekomendasi kepada pihak Mediacenter Kabupaten Siak.
1.5 Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Dapat meningkatkan kepuasan pengguna terhadap website Mediacenter K- abupaten Siak berdasarkan metode Webqual 4.0, Importance Performance AnaIysis( IPA ), serta Customer Satisfaction Index (CSI).
2. Hasil dari penelitian dapat menjadi gambaran dalam memperbaiki atau
melakukan pengembangan pada website Mediacenter Kabupaten Siak kede- pannya.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk membuat proses pembuatan laporan lebih sistematis dan mudah dipahami. Strategi penulisan Tugas Akhir ini tersusun dari lima bab, dengan struktur sebagai berikut:
BAB 1. PENDAHULUAN
Penjelasan tentang latar belakang, rumusan masalah, uraian masalah, tu- juan tugas akhir, dan kelebihan Tugas Akhir, serta sistematika penulisan disertakan dalam bab ini.
BAB 2. LANDASAN TEORI
Bab ini berisi penjelasan mengenai sejarah instansi, analisis, kualitas, web- site, fungsi website, kualitas website, webqual, importance performance analysis, customer satisfaction index, skala pengukuran, populasi dan sampel, teknik sam- pel, alat dan bahan, uji validitas, uji reliabilitas, analisis kesesuaian, analisis gap dan penelitian terdahulu.
BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini membahas mengenai langkah-langkah penulisan penelitian dengan penjelasan pada setiap tahapan perencanaan, pengambilan dan pengumpulan data, pengolahan, dan analisis data, serta tahapan penutup.
BAB 4. ANALISA DAN HASIL
Bab ini berisi pembahasan mengenai analisis website Mediacenter Kabupat- en Siak, analisis variabel webqual 4.0, kuesioner, uji validitas dan reliabilitas, hasil pengolahan data, hasil dan pembahasan, rekomendasi.
BAB 5. PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari hasil Tugas Akhir.
5
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Analisis
Analisis dapat dilihat sebagai proses pengumpulan informasi terperinci ten- tang sesuatu untuk memodifikasi dan menyajikan kembali sesuatu itu di kemudian hari, ketika penyelidikan lebih lanjut terhadap objek telah dilakukan (Rahmaini, 2018). Analisis sistem didefinisikan sebagai studi tentang masalah di berbagai ob- jek yang berbeda dengan tujuan menemukan solusi dengan menggunakan sistem informasi. Saat melakukan analisis sistem, langkah pertama adalah mengidenti- fikasi masalah yang dihadapi dengan menilai objek yang dimaksud, diikuti dengan analisis akar penyebab, identifikasi solusi, dan pemahaman tentang persyaratan ob- jek. Pengamatan, log pertanyaan, wawancara, pengumpulan sampel dari objek yang diamati, dan tinjauan pustaka adalah semua metode pengumpulan data yang layak (Isthafana, 2019).
Dari pernyataan diatas, maka disimpulkan definisi analisis adalah tindakan terencana untuk memecahkan masalah yang diidentifikasi melalui analisis dengan menguraikan masalah yang ada, dengan tujuan akhir untuk mendekatkan beberapa masalah tersebut sehingga dapat diselesaikan bersama.
2.2 Kualitas
Pengertian kualitas menurut Goetsch dan Davis (2014) adalah keadaan yang terus berkembang yang memenuhi dan melampaui harapan dalam hal layanan yang diberikan, barang yang disediakan, orang yang terlibat, proses yang digunakan dan lingkungan sekitar.
Selanjutnya menurut Kotler (2010) kualitas adalah jumlah dari layanan yang mencapai tujuannya dan menampilkan fitur-fiturnya. Kualitas produk dapat dipecah menjadi 8 dimensi yang berbeda. Dimensi ini adalah sebagai berikut:
1. Format, bisa dibedakan secara rinci dengan bentuk lain berdasarkan bentuk, ukuran, dan jenisnya.
2. Kinerja, berkaitan dengan sisi praktis dan fitur utama untuk menarik pelang- gan.
3. Kesesuaian adalah derajat kesesuaian terhadap kriteria yang sudah diten- tukan.
4. Ketahanan adalah durasi berapa lama sebuah produk dapat digunakan.
5. Kehandalan adalah tingkat kemungkinan keberhasilan.
6. Kemudahan perbaikan berkaitan pada betapa mudahnya memperbaiki pro-
duk yang rusak. Pengguna produk harus dapat dengan mudah memperbaiki cacat apa pun yang mereka temui pada produk.
7. Gaya berkaitan dengan tampilan yang diperlihatkan oleh produk.
8. Desain berkaitan dengan bentuk keseluruhan produk.
2.3 Website
Website didefinisikan sebagai gabungan halaman yang mempunyai ke- terikatan satu sama lain yang diaplikasikan untuk menyajikan data berupa teks, gambar, video, dan audio dengan cara menarik perhatian ke beberapa aspek data dan menekankan aspek lainnya (Baiti dan Suprapto, 2017).
Dalam arti lain, sebuah situs web hanyalah kumpulan halaman web yang membentuk domain atau subdomain tertentu di World Wide Web (WWW). Halaman internet adalah salinan tertulis berbentuk tautan hypertext. Hyper Text Markup Lan- guage (HTML) dapat diakses di Hypertext Transfer Protocol (HTTP), yang men- transfer data antara server situs web dan browser web pengguna. Semua situs web berita ini dapat berkontribusi pada jaringan informasi yang masif. Biasanya, peng- guna akan memasukkan URL seperti Homepage.com untuk mengakses halaman utama situs web dan halaman lainnya. URL ini mengonfigurasi halaman situs we- b agar berperilaku seperti hirarki, terlepas dari fakta bahwa hyperlink di halaman tersebut mengonfigurasi pembaca dan mendidik tentang keseluruhan struktur dan alur informasi yang diberikan.
2.4 Fungsi Website
Seperti yang dinyatakan oleh Darmawan dan Permana (2013) sebuah web- sitememiliki beberapa fungsi, antara lain:
1. Promosi
Website merupakan alat promosi utama untuk memperkenalkan lembaga atau instansi.
2. Pemasaran
Websitemerupakan alat pemasaran yang bagus, contoh seperti toko online.
Dengan toko online admin bisa bekerja kapan saja dan dimana saja.
3. Informasi
Dengan website informasi akan didapat dengan mudah karena bersifat digi- tal.
4. Pendidikan
Websitesebagai media pendidikan dapat dimanfaat sebagai media pembela- jaran dan juga berita yang memiliki kandungan isi seputar pendidikan.
5. Komunikasi Website sebagai media komunikasi. Dengan contoh yaitu mem-
7
buat ruang diskusi untuk berbagi data dan menyelesaikan masalah.
2.5 Kualitas Website
Website ideal itu menyajikan informasi terkini dan akurat (Barus dan Suprapto, 2018). Menurut Syaifullah dan Soemantri (2016) menyatakan bahwa para akademisi memecah kualitas situs web dalam lima dimensi:
1. Informasi, mencakup kelengkapan isi, akurasi, dan relevansi.
2. Keamanan, termasuk data pribadi.
3. Kemudahan, termasuk mudah dalam pengoperasian.
4. Kenyamanan, mencakup dampak visual dan emosional, desain inovatif dan daya tarik.
5. Kualitas pelayanan, mencakup kelengkapan secara online, dan kualitas pada layanan.
2.6 Webqual
Webqual 4.0merupakan metode yang memiliki kemampuan untuk menge- tahui kualitas website dari sudut pandang pengguna. Metode ini dikembangkan se- bagai perpanjangan dari kerangka Servqual yang berfokus pada penilaian kualitas layanan dan metode ini sudah banyak digunakan (Winarti dan Munggaran, 2014).
Saat ini, yang sering digunakan dan dikatakan paling andal untuk mengevaluasi kualitas situs web adalah kerangka kerja Webqual.
Webqual4.0 berfokus pada tiga dimensi yaitu kegunaan, kualitas informasi dan kualitas interaksi, didefinisikan sebagai berikut:
1. Usability Quality, kualitas kegunaan memiliki penjelasan, penilaian dan pernyataan mengenai kesan pengunjung terhadap fasilitas menu, kecocokan desai tampilan dan kemudahan dalam pengoperasian.
2. Information Quality, kualitas informasi berkaitan dengan kualitas kedala- man isi informasi, seperti apakah informasi yang ingin disajikan seperti keakuratan informasi, kesesuaian format dan relevansi.
3. Service Interaction Quality, kualitas layanan memiliki penjelasan dan peni- laian mengenai perasaan atas layanan saat menjelajahi situs web.
Kesan pengguna terdiri dari dua komponen persepsi tentang kualitas layanan (nyata) yang dirasakan, serta jumlah antisipasi yang dimiliki pengguna sebelum menggunakan layanan (ideal). Barnes telah belajar dengan bantuan Webqual untuk mengevaluasi kualitas keseluruhan situs web yang dikelola oleh Organisasi Ker- jasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Sebuah situs web yang berkualitas, seperti yang dirasakan dari sudut pandang pengguna, dapat diidentifikasi dengan tingginya tingkat persepsi layanan nyata serta kesenjangan kecil antara persepsi ak-
tual dan ideal dari situs web (gap). Penggunaan pada situs sekolah bisnis digunakan pertama kali, model kualitas situs, juga dikenal sebagai Webqual, memeringkat si- tus web menurut kemudahan penggunaan, pengalaman pengguna, informasi dan komunikasi, dan tingkat integrasi (Barnes, Liu, dan Vidgen, 2001).
Ada beberapa penyesuaian yang dilakukan pada indikator pertanyaan di We- bqual. Indikator pertanyaan setiap dimensi dan atribut yang menjelaskan model webqual akan dijelaskan pada Tabel 2.1 sebagai berikut:
Tabel 2.1. Indikator Webqual
Dimensi Indikator
Usability
1. Kemudahan dalam mengoperasikan 2. Interaksi jelas dan dapat dimengerti 3. Mudah dalam navigasi
4. Mudah untuk digunakan
5. Tampilan yang disediakan menarik 6. Sesuai website dengan jenisnya 7. Membangun rasa terampil 8. Memberikan pengalaman baik
Information Quality
1. Informasi yang diberikan akurat 2. Informasi yang diberikan bisa dipercaya 3. Informasi yang diberikan aktual 4. Informasi yang diberikan relevan
5. Informasi yang diberikan bisa cepat dipahami 6. Menyediakan informasi secara detail
7. Memberikan data sesuai dengan format
Service Interaction Quality
1. Mempunyai kesan dan persepsi baik 2. Merasa aman saat menggunakan website 3. Menjamin data priadi terlindungi 4. Membangun rasa tentram dan nyaman
5. Membangun rasa menjadi bagian dari Mediacenter 6. Mudah berinteraksi dengan pengelola
7. Tingkat kepercayaan terhadap konten yang disajikan.
2.7 Importance Performance Analysis (IPA)
Martilla dan James (1977) adalah orang pertama yang menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), yang bertujuan untuk mengukur korelasi antara persepsi pelanggan kepada suatu produk atau layanan dengan prioritas yang mereka tempatkan untuk meningkatkan kualitasnya. Metode ini juga dikenal seba- gai analisis kuadran. Grafik yang mewakili IPA dibagi menjadi empat bagian.
Penggunaan IPA dalam menghitung kepuasan pelanggan berfungsi seba- gai indikator data yang dapat dikaitkan dengan penyampaian layanan dengan cara
9
meningkatkan pengalaman pelanggan. Penggunaan metode ini yaitu untuk menda- patkan nilai tingkat kepuasan seuatu produk atau jasa guna menentukan apakah end usermengalami apa yang diharapkan atau tidak (Setyorini, 2019).
Tujuan utama IPA adalah untuk menyebarluaskan informasi tentang faktor- faktor yang memiliki keterkaitan antara pelayanan yang tersedia menurut konsumen secara signifikan berpengaruh terhadap komitmen dan loyalitas, dan indikatpr yang perlu pembaruan karena keadaan saat ini. Mengukur tingkat kesesuaian diperlukan dalam pendekatan ini untuk mempelajari seberapa nilai kepuasan pengunjung ter- hadap layanan yang diberikan oleh penyedia layanan. IPA dibagi menjadi empat kuadran sebagaimana terlihat pada Gambar 2.1.
Gambar 2.1. Kuadran IPA
Menurut Setyorini (2019), masing-masing penjelasan kuadran dapat dipa- hami sebagai berikut.
1. Kuadran I: Pertahankan Kinerja (high importance dan high perfomance).
Dianggap sebagai elemen penting dalam kepuasan pelanggan, manajemen harus memastikan keberhasilan lembaga dalam mempertahankan reputasi keunggulannya.
2. Kuadran II: Pertahankan Prestasi (low importance dan high performance).
Kuadran ini dipandang baik dan dibutuhkan baik kinerja maupun kepentin- gannya, dimana kinerja dan kepentingannya memiliki nilai yang sama.
3. Kuadran III: Prioritas rendah (low importance dan low performance).
Manajemen tidak perlu memberikan prioritas yang tinggi pada faktor ini karena pengguna tidak mempunyai ekspektasi tinggi terhadapnya sehingga pelanggan tidak memperhatikan.
4. Kudran IV: Cenderung Berlebihan (high importance dan low performance).
Kuadran ini sering diabaikan sebagai faktor yang tidak penting, padahal kin- erjanya cukup besar.
Metode analisis ini berupaya membangun hubungan antara kebutuhan pengguna dan tingkat kepuasan melalui analisis kesenjangan atau pengujian sensitivitas, yang memungkinkan bisnis untuk tidak hanya mengevaluasi kualitas layanan mereka seperti yang dirasakan oleh pelanggan, tetapi juga untuk menentukan dimensi u- tama dan aspek khusus dari layanan tersebut.
Manajemen sebagai penyedia layanan website dapat menggunakan anali- sis IPA untuk tidak hanya mengevaluasi kualitas layanan secara keseluruhan dari perspektif penggunanya dan untuk mengidentifikasi atribut penting dan perspektif kualitas dari atribut yang dirasa perlu perbaikan (Wicaksono, Susanto, dan Winarno, 2012).
2.8 Customer Satisfaction Index (CSI)
CSI ialah salah satu metode yang dipakai untuk menunjukkan taraf kepuasan pengguna terhadap produk atau layanan berdasarkan survey pendapat mereka yang memperhitungkan tanggapan mereka terhadap pertanyaan tentang masing-masing atribut produk tersebut (Monalisa dan Rizky, 2021). Dalam sebuah penelitian men- gukur CSI sangat penting untuk memahami seberapa besar kesenjangan kepuasan yang ada antara produk dengan apa yang diterima konsumen.
Menurut Tampubolon dan Simanjuntak (2020) terdapat tahapan dalam menghitung tingkat kepuasan menggunakan metode CSI, antara lain:
1. Menentukan Nilai Mean Satisfaction Score (MSS) dan Mean Importance Score(MIS)
Mean importance scoreialah rata-rata tingkat harapan dan MSS ialah rata- rata tingkat kinerja setiap responden, rumus untuk nilai MIS dan MSS bisa kita lihat pada Persamaan 2.1 dan Persamaan 2.2:
Y = MIS = ∑ni=1Yi
n (2.1)
X = MSS =∑ni=1X i
n (2.2)
Keterangan
Yi : Jumlah nilai harapan Xi : Jumlah nilai kinerja n : Jumlah responden
11
2. Menentukan Nilai Weight Factor (WF)
Kuadran ini diyakini bermanfaat dan membutuhkan kinerja dan harapan, di- mana kinerja dan harapan diberi bobot yang sama. Berikutnya ialah mencari nilai Weight Factor, Weight Factor ialah nilai presentasi dari MIS per-atribut terhadap total MIS keseluruhan, rumus Weight Factor dapat kita lihat pada Persamaan 2.3.
W F = MISi
∑kn=1MISi (2.3)
Keterangan
K : Nilai per-atribut harapan ke=k
3. Menentukan Nilai Weight Score (WS)
Langkah selanjutnya adalah skor WS, yaitu nilai hasil perkalian antara nilai WF dan masing-masing karakteristik tingkat kepuasan atau MSS. Rumus WS dapat dilihat pada Persamaan 2.4.
W Si= W Fi × MSSi (2.4)
4. Menentukan Nilai CSI
Rumus CSI yang dapat dilihat pada Persamaan 2.5 berkisar antara 0 sam- pai 1 atau 0 sampai 100, dan nilai kepuasan responden yang paling sering digunakan dalam interpretasi indeks.
CSI =∑i=1p W Si
MS (2.5)
Keterangan
P : Nilai atribut harapan
HS (High Scale): Skala maksimal yang dipakai
CSI dinilai dari 5 bagian yaitu sangat puas sampai tidak puas, 5 bagian terse- but bisa diamati didalam Tabel 2.2 berikut (Tampubolon dan Simanjuntak, 2020).
Tabel 2.2. Nilai CSI
NO Nilai Index Keterangan 1 81% - 100% Sangat Puas 2 66% - 80,99% Puas
Table 2.2 Nilai CSI (lanjutan...) NO Nilai Index Keterangan 3 51% - 65,99% Cukup Puas 4 35% - 50,99% Tidak Puas 5 0% - 34,99% Sangat Tidak Puas
2.9 Skala Pengukuran
Panjang interval terpanjang yang boleh diukur oleh suatu alat ukur tertentu ditentukan oleh skala ukurnya, oleh karena itu alat tersebut hanya dapat digunakan untuk pengukuran kuantitatif jika sesuai dengan spesifikasi skala yang telah diten- tukan sebelumnya (Sugiyono, 2013).
Skala Likert digunakan untuk analisis kuantitatif dalam penelitian ini.
Skala Likert ialah untuk menentukan bagaimana perasaan seseorang terhadap su- atu barang atau pengalaman. Para peneliti telah menunjukkan fenomena ini dengan sangat rinci, menamainya sebagai variabel penelitian dalam prosesnya (Sugiyono, 2013).
Pada penelitian ini skala Likert 4 poin digunakan sebagai skala dari tangga- pan atas pertanyaan dari indikator. Skala Likert 4 poin adalah ukuran persetujuan responden dengan serangkaian pertanyaan yang diberikan, dan kisaran nilai yang mungkin diberikan pada Tabel 2.3.
Tabel 2.3. Skala Likert
Keterangan Nilai
Sangat Setuju 4
Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
2.10 Populasi dan Sampel 2.10.1 Populasi
Populasi mengacu pada kategori statistik yang luas yang mencakup kategori entitas berikut obyek subyek dengan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya oleh peneliti untuk tujuan studi dan penarikan kesimpulan selanjutnya (Sugiyono, 2013).
Dari uraian diatas maka populasi tidak hanya terdiri dari manusia, terma- suk, misalnya, bangunan dan struktur buatan manusia lainnya serta fenomena alam.
Lebih parah lagi, populasi bukan hanya jumlah objek atau subjek studi itu tapi juga mencakup keseluruhan karakteristik dari objek.
13
2.10.2 Sampel
Sampel diartikan sebagai sebagian dari keseluruhan jumlah atau himpunan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Ketika ada populasi yang besar dan akademisi tidak dapat mempelajari semua orang di dalamnya, karena kurangnya sumber daya seperti uang, misalnya. waktu dan tenaga, akademisi dapat meman- faatkan populasi sampel dan karakteristiknya (Sugiyono, 2013).
2.11 Teknik Sampling
Pemilihan sampel untuk penelitian ditentukan dari teknik pengambilan sam- pel. Secara umum, kategori pengambilan sampel terbagi menjadi dua pengambil- an sampel probabilitas dan pengambilan sampel non-probabilitas. Sampling non- probabilitasadalah yang lebih umum dari keduanya (Sugiyono, 2013).
Secara skematis ragam teknik sampling ditunjukkan dalam Gambar 2.2:
Gambar 2.2. Teknik Sampling
1. Probability Sampling
Probability sampling mengacu pada metode pemilihan sampel dari suatu populasi di mana setiap responden bisa digunakan sebagai sampel. Berbagai jenis pengambilan sampel probabilitas meliputi yang berikut ini:
(a) Simple Random Sampling
Sampel dikerjakan dengan cara sistematis, tidak memihak yang tidak memperhitungkan perbedaan kelas sosial dalam populasi, keadaan di- mana prosedur harus diikuti yakni responden dari populasi bersifat ho- mogen.
(b) Propotionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan ketika komponen surveilans populasi tidak ter- distribusi secara merata pada satu strata. Jika sebuah perusahaan mem- pekerjakan pekerja dari berbagai kalangan pendidikan, tenaga ker- ja perusahaan tersebut akan sangat terstratifikasi. Misalnya, jumlah tenaga kerja yang tamat jenjang S sebanyak 45, jenjang S2 sebanyak 30, jenjang STM sebanyak 800, jenjang ST sebanyak 900, jenjang SMA sebanyak 400, dan jenjang SD sebanyak 300. Jenjang pen- didikan tersebut termasuk dalam jumlah sampel yang perlu diperoleh dari mereka.
(c) Dispropotionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menghitung sampel ketika populasi sangat terstratifikasi namun tidak proporsional.
(d) Cluster Sampling
Teknik pengambilan sampel dari area geografis yang luas, seperti selu- ruh Negara, Provinsi, atau Kota, dilakukan melalui penggunaan teknik yang dikenal sebagai pengambilan sampel regional. Sampel diambil menurut distribusi populasi yang sudah ditentukan untuk menentukan kelompok masyarakat yang dijadikan sebagai data yang utama.
2. Nonprobabillity Sampling
Pengambilan sampel dari populasi dimana tidak seluruh anggota dari pop- ulasi bisa digunakan sebagai sampel disebut nonprobability sampling. Be- berapa kelas dapat ditemukan dalam kerangka metode pengambilan sampel nonprobabilitas, dan kategorinya adalah sebagai berikut:
(a) Sampling Sistematis
Pengambilan sampel sistematik adalah praktik pemilihan sampel dari populasi berdasarkan daftar nama dan nomor identifikasi yang telah di- tentukan sebelumnya. Pertimbangkan populasi sampel seratus orang.
Setiap anggota kelompok diberi nomor berurutan dari 1 sampai dengan 100. Pengambilannya acak atau dengan menggunakan nomor apa pun yang nyaman, seperti lima, atau dengan pengambilan sampel acak dar- i sampel yang lebih besar. Di sini, kita akan menggunakan angka 1 sampai 100 sebagai sampel.
(b) Sampling Kuota
Teknik ini diaplikasikan untuk menghasilkan berapa banyak sam- pel dari suatu populasi dengan karakteristik tertentu yang harus dikumpulkan untuk mendapatkan jumlah sampel yang diinginkan.
15
Contohnya seperti penelitian mengenai sikap masyarakat terhadap pelayanan di proyek izin. Besar sampel ditetapkan sebanyak 500 o- rang. Jika pendataan tidak didasarkan pada 500 orang tersebut, ma- ka penelitian dianggap belum selesai karena tidak memenuhi uku- ran sampel yang telah ditentukan (kouta). Jika pengambilan data di- lakukan dalam kelompok minimal lima orang, pengambilan sampel harus melakukan kontak setiap anggota dengan 100 orang yang ada di sampel.
(c) Accidental Samling
Setiap individu yang kebetulan berpapasan dengan seorang peneliti se- cara kebetulan dapat digunakan sebagai sampel asalkan dinilai bahwa orang tersebut adalah sumber informasi yang kredibel. Teknik pemil- ihan sampel ini dikenal sebagai accidental sampling, dan didasarkan pada peristiwa yang terjadi secara acak.
(d) Sampling Purposive
Teknik sampling dengan tujuan tertentu dalam pengambilan sampel mengacu pada metode pengumpulan data yang memperhitungkan tu- juan tertentu. Dalam kasus penelitian, katakanlah, kualitas makanan di sepuluh wilayah berbeda, orang-orang yang berilmu dan berpen- galaman dalam bidang politik merupakan contoh sumber data yang sangat baik untuk melakukan penelitian tentang suasana politik suatu daerah. Penelitian kualitatif, atau penelitian yang menghindari gen- eralisasi yang luas, adalah jenis penelitian yang paling cocok untuk populasi ini.
(e) Sampling Jenuh
Teknik sampel ini berada pada keadaan kelesuruhan dari populasi bisa disebut juga sebagai sampel, maka teknik pengambilan sampelnya dikenal dengan jenuh sampling. Ketika ukuran sampel rendah (kurang dari tiga puluh orang), atau ketika peneliti bermaksud untuk menarik generalisasi yang luas dengan tingkat kesalahan yang tinggi, ini adalah praktik umum yang digunakan. Salah satu ilustrasi semacam ideologi sampling terlihat dalam sensus, dimana setiap peserta diberikan per- lakuan yang sama.
(f) Snowball Sampling
Snowball sampling mengacu pada metode pengumpulan data dimana ukuran sampel dimulai dari kecil dan secara bertahap meningkat.
Kekambuhan jangka panjang ibarat bola salju yang semakin besar.
Pemilihan sampel awalnya satu atau dua orang dipilih namun, jika kedua orang tersebut tidak merasa yakin dengan keakuratan infor- masi yang telah mereka berikan, peneliti akan mencari orang ketiga di tempat lain yang cocok dengan profil tersebut dan dapat mengisi kekosongan informasi yang diberikan oleh dua orang pertama.
Teknik accidental sampling dipilih sebagai teknik dalam pengambilan sam- pel, yakni partisipan akan diikutsertakan jika kebetulan bertepatan dengan peneliti dan dinilai memenuhi kriteria inklusi penelitian, yaitu dalam hal ini adalah anggota populasi Kabupaten Siak yang pernah mengunjungi website Mediacenter Kabupat- en Siak. Karena populasi penelitian ini tidak terhingga, maka peneliti menggu- nakan metode Lemeshow untuk menentukan ukuran sampel dengan lebih presisi (Sujarweni, 2015).
Adapun persamaan Lemeshow dapat kita amati pada Persamaan 2.6.
n=Z2× P × (1 − P)
L2 (2.6)
Keterangan
n : Jumlah Sampel
Z : Skor Z pada Kepercayaan 95% = 1,96 P : Maksimum Estimasi = 0,5
L : Tingkat Ketelitian = 10%
2.12 Alat dan Bahan Penelitian
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang tepat, penting untuk menggu- nakan alat dan bahan yang tepat. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. SoftwareSPSS (Statistical Program For Social Science)
SPSS adalah perangkat lunak aplikasi dengan teknik analisis statistik yang kuat dan antarmuka manajemen data grafis yang intuitif dan ramah peng- guna yang dicapai melalui menu intuitif dan kotak dialog. SPSS banyak digunakan dalam riset pasar, pengembangan produk, jaminan atau kontrol kualitas, dan studi ilmiah.
2. Data Kuesioner
Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner. Informasi konsumen dikumpulkan melalui tautan Google formulir kepada pengguna yang telah mengunjungi situs web Mediacenter Kabupaten Siak.
3. Microsoft Excel
Data penelitian yang diperoleh dari kuisoiner dimasukkan ke dalam spread-
17
sheet Exceluntuk memudahkan pemrosesan aritmatika. Dengan menggu- nakan Microsoft Excel kita bisa mendapatkan hasil seperti jumlah nilai, rata- rata jumlah nilai.
2.13 Pengujian Validitas dan Reliabilitas 2.13.1 Uji Validitas
Validitas merupakan suatu studi diukur dengan seberapa dekat fenomena yang diamati sesuai dengan yang dapat dilihat dan dilaporkan oleh para peneli- ti. Istilah informasi yang disampaikan sesuai dengan yang terjadi selama proses penelitian (Sugiyono, 2013).
Keabsahan (akurasi) suatu alat ukur dikatakan telah mapan jika dapat diper- caya menentukan hal yang harus diukur. Meskipun konsep validitas itu kompleks dan kontroversial, maknanya sangat menentukan dalam penelitian tingkahlaku. Na- mun, makna validitas tidak segera jelas bagi sebagian besar orang (Winarno, 2011).
Uji validitas dapat membantu memutuskan apakah akan valid atau tidak.
Validitas kuisioner tertentu ditetapkan jika, dan hanya jika, pertanyaan yang dia- jukan kepada kuesioner tersebut memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membuat penilaian tentang reliabilitas kuesioner itu sendiri. Validitas pertanyaan kepada kuesioner akan menentukan apakah pertanyaan tersebut dapat dipercaya atau tidak untuk memastikan apa yang diperkirakan (Yusuf, 2016).
Rumus uji validasi berdasarkan teknik korelasi product-moment dapat dili- hat pada Persamaan 2.7.
r= N(∑ xy) − (∑ x ∑ y)
p[N ∑ x2− (∑ x2)][N ∑ y2− (∑ y2)] (2.7) Keterangan
r : Koefisien Korelasi n : Jumlah Sampel x : Skor Pertanyaan y : Skor Total
Uji signifikansi dapat dilakukan untuk menentukan valid atau tidaknya suatu kumpulan data. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai r dan t dalam sebuah tabel dengan df = n-1, dimana n adalah jumlah sampel yang dikumpulkan.
Apabila nilai t yang dihitung lebih besar dari nilai t tabel, maka instrumen penelitian dianggap valid. Rumus signifikansi bisa diamati pada Persamaan 2.8.
D f = N − 2 (2.8)
Keterangan
Df : Tingkat Signifikasi N : Banyaknya Sampel 2.13.2 Uji Reliabilitas
Konsistensi atau stabilitas skor instrumen penelitian ketika diterapkan pada individu yang dapat dilakukan berulang disebut sebagai reliabilitasnya. Wrightstone menulis bahwa reliabilitas adalah ukuran seberapa konsisten atau mantap penguku- ran kedua dan pertama yang dilakukan dengan instrumen yang sama berbeda satu sama lain (Yusuf, 2016). Koefisien reliabilitas Cronbach Alpha adalah salah satu metode yang digunakan pada penelitian evaluasi sumber variasi instrumen pengu- jian. Rumus reliabilitas berikut dapat ditemukan pada Persamaan 2.9.
r= ( k
k= 1)(1 −∑ σba
σta ) (2.9)
Keterangan
r : Reliabilitas Instrumen k : Jumlah pertanyaan Σ: Jumlah variasi butir σ: variasi total
Dengan menggunakan analisis reliabilitas Cronbach Alpha, suatu alat ukur dikatakan reliabel apabila skornya minimal 0,60. Beberapa kriteria reliabilitas ter- cantum di bawah ini dan dirangkum dalam Tabel 2.4 (Rahmaini, 2018):
Tabel 2.4. Kriteria Reliabilitas
Kriteria Koefisien Reliabilitas Sangat reliabel >0,9
Reliabel 0,7 – 0,9 Cukup reliabel 0,4 – 0,7 Kurang reliabel 0,2 – 0,4 Tidak reliabel <0,2
2.14 Teknik Analisis Data 2.14.1 Analisis Kesesuaian
Kinerja situs web dievaluasi berdasarkan persyaratannya melalui proses analisis kompatibilitas. Temuan studi kompatibilitas ini akan menunjukkan apakah fungsi situs web memenuhi kebutuhan dan harapan penggunanya atau tidak (Baiti dan Suprapto, 2017). Analisis kesesuaian dapat dilakukan dengan menggunakan Persamaan 4.6.1.
19
T ki=X i
Yi× 100% (2.10)
Keterangan
Tki: Nilai Tingkat Kesesuaian Xi: Nilai Kinerja ke-i
Yi: Nilai Harapan ke-i
Adapun ketentuan hasil dari kesesuaian pengguna sebagai berikut:
1. Tingkat kesesuaian pengguna > 100%, mengartikan bahwa nilai dar- i layanan yang diberikan sudah memenuhi kualitas atau telah melampaui apa yang paling diharapkan oleh pengguna.
2. Tingkat kesesuaian pengguna = 100%, mengartikan layanan yang diberikan memiliki kualitas yang memuaskan, yang dinilai oleh pengguna itu sendiri.
3. Tingkat kesesuaian pengguna < 100%, Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diberikan tidak memadai atau tidak memenuhi kriteria yang diprioritaskan oleh klien, yang menunjukkan bahwa layanan tersebut tidak memuaskan.
2.14.2 Analisis Kesenjangan (GAP)
Analisis kesenjangan adalah teknik pengukuran untuk menentukan ketidak- sesuaian (kesenjangan) antara harapan pengguna akhir terhadap kinerja variabel ter- tentu (Baiti dan Suprapto, 2017). Analisis kesenjangan adalah perbandingan antara kinerja aktual (persepsi) dan hasil yang diinginkan. Model penyampaian layanan saat ini bergantung pada penyediaan persepsi. Sebaliknya, harapan pengguna (ex- pectasi) adalah proyeksi dari apa yang diinginkan pengguna. Analisis kesenjangan dapat dilakukan dengan menggunakan Persamaan 4.6.2.
Qi(gap) = per f (i) − imp(i) (2.11) Keterangan
Qi(gap): Tingkat Kesenjangan Perf(i): Rata-rata Kinerja Imp(i): Rata-rata Harapan
Jika perhitungan menunjukkan bahwa Qi (gap) = 0 maka sistem berfungsi seperti yang diharapkan dan pengguna puas dengan layanan yang diberikan. Jika hasil menunjukkan positif atau Qi (gap) > 0 maka sistem berfungsi seperti yang diharapkan dan pengguna sangat puas dengan layanan yang diberikan. Namun, jika hasil perhitungan negatif atau Qi (gap) < 0 kinerja sistem saat ini tidak memenuhi harapan pengguna, dan pengguna tidak puas dengan kualitas layanan yang mereka
dapatkan (Rahmaini, 2018).
2.15 Penelitian Terdahulu
Metodologi Webqual 4.0 dan IPA banyak digunakan dalam berbagai masalah dan studi kasus, hasil penelitian terdahulu dirangkum dalam sebagai berikut.
1. Faqih dkk (2020), An Analysis and Measurement of Website Quality Using WebQual 4.0 and Importance Performance Analysis (IPA) Method (A Case Study of Kemiriamba Village Brebes)
Temuan penelitian yang dihasilkan dari penelitian ini pertama, hasil peneli- tian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap website Desa Kemiri- amba sebesar 96,63%, mengartikan bahwa apa yang diharapkan oleh peng- guna belum memenuhi apa yang diharapkan, atau 0% menunjukkan bahwa tingkat kualitas tinggi. Rata-rata gap atau ketidakpuasan pengguna terhadap kinerja website Desa Kemiriamba adalah -0,12, karena harapan pengguna belum terpenuhi. Karena itu, pemeliharaan diperlukan. Kedua, hasil dia- gram Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa indika- tor atau atribut 16 dan 22 perlu segera dilakukan perbaikan dan pengem- bangan.
2. Barus dkk (2018), Analisis Kualitas Website Tribunnews.com Menggunakan Metode Webqual dan Importance Performance Analysis.
Menurut temuan penelitian ini, ketiga faktor tersebut termasuk dalam kate- gori tinggi, dan peserta yang mengaku bahagia melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi secara keseluruhan. Semua variabel tingkat kinerja dan sig- nifikansinya belum selaras secara optimal, yang diukur dengan nilai tingkat keselarasan kinerja masih kurang dari 100%. Adanya masalah ditunjukkan dengan adanya kesenjangan (gap) antara kinerja dan signifikansi semua vari- abel, dimana nilai kinerja belum mencapai nilai nol atau negatif.
3. Diana Apriliani, Muhammad Fikry (2020), Analisa Metode Webqual 4.0 dan Importance Performance Analysis (IPA) pada kualitas situs Detik.com Penelitian ini menghasilkan nilai nejangan sebesar -0,04 sebagai hasil temuannya. Bukti ini menunjukkan bahwa modal kerja yang disediakan masih belum mencukupi kebutuhan penggunanya. Karakteristik keempat belas adalah area peningkatan prioritas tinggi.
4. Apriani et al (2018), analisa kualitas layanan website Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang Menggunakan Metode Webqual 4.0.
Penelitian ini menghasilkan nilai n=tingkat ketegangan sebesar -0,41 atau
21
(0), yang mengartikan bahwa kinerja website kota Kesbangpol masih belum atau hanya sebagian memenuhi harapan pengguna. Atribut A18, A7, A6, A21, A5, dan A8 adalah prioritas tinggi untuk perbaikan di website ini.
5. Rahmaini (2018), Analisis Kualitas Website Akademik Menggunakan Metode Webqual 4.0 dan Importance Performance Analysis (IPA).
Hasil analisis kesejangan dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap a- tribut memiliki nilai negatif; karenanya, situs akademik dari kelima uni- versitas ini masih belum memenuhi harapan penggunanya. STTI ITech merupakan universitas dengan nilai gap terbesar, sedangkan Universitas Gu- nadarma memiliki nilai gap terkecil. Namun, analisis IPA mengungkapkan bahwa kualitas atribut 11, 14, dan 21 perlu ditingkatkan karena berhubun- gan dengan akurasi, kesegaran, detail, dan kemudahan komunikasi dengan universitas.
2.16 Profil Mediacenter
Mediacenter Kabupaten Siak adalah situs berita resmi dari Kabupaten Siak yang berfokus pada peyajian berita informasi seputar Kabupaten Siak, baik dalam bentuk portal berita, artikel, gambar maupun video. Mediacenter Kabupaten Siak berada dibawah naungan Diskominfo Siak yang beralamat di Kompleks Perkan- toran Tanjungagung, Mempura Kabupaten Siak. Situs berita Mediacenter Kabupat- en Siak resmi dipublikasikan pada tanggal 14 mei 2017. Cakupan berita yang ter- dapat di situs Mediacenter Kabupaten Siak mengenai berita terbaru terkait agenda informasi harian yang ada di sekitar kabupaten siak, informasi kecamatan, infor- masi instansi yang ada di Kabupaten Siak dan informasi tempat wisata yang berada di Kabupaten Siak. Adapun tampilan website Mediacenter Kabupaten Siak sebagai berikut Gambar 2.3 dan Gambar 2.4.
Gambar 2.3. Tampilan Halaman Utama
Gambar 2.4. Tampilan Selection Berita 2.16.1 Visi
Memberikan informasi yang berwawasan global dan mendidik.
2.16.2 Misi
1. Menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
2. Menampilkan berita proposional.
3. Mengawal otonomi daerah.
2.16.3 Segmentasi Mediacenter Kabupaten Siak 1. Pemerintah Daerah.
2. Organisasi Masyarakat.
3. Lembaga Sosial.
4. Lembaga Pendidikan.
5. Pelaku Ekonomi.
6. Lembaga Keagamaan.
7. Masyarakat Umum.
8. Mahasiswa dan Pelajar.
23
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
Adapun metodologi penelitian dalam pengerjaan Tugas Akhir ini berisi pen- guraian langkah-langkah pelaksanaan penelitian ini yang dapat dilihat pada Gam- bar 3.1.
Gambar 3.1. Metode Penelitian
3.1 Tahap Pendahuluan
Perencanaan adalah tahap pertama penelitian, dan selama tahap ini sejumlah tugas dan kegiatan dilakukan, yaitu:
3.1.1 Menentukan Tempat Penelitian
Tugas pertama peneliti adalah menemukan tempat yang cocok untuk melakukan studi di sini, peneliti sudah melakukan kunjungan observasi ke banyak lembaga di Kota Pekanbaru dan sudah menetap di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Jalan Sungai Mempura, Kecamatan Mempura, Kabu- paten Siak, Riau 28773.
3.1.2 Menentukan Objek Penelitian
Mengidentifikasi masalah memerlukan pengamatan lapangan langsung dan observasi untuk menemukan masalah yang kemudian dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Wawancara dilakukan dengan pihak Mediacenter Kabu- paten Siak dan staff pengurus konten berita online organisasi tersebut untuk mengumpulkan data penelitian.
3.1.3 Menentukan Judul Penelitian
Setelah dilakukan observasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupat- en Siak serta wawancara bersama pihak staff dan programmer Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak. Oleh karena itu, diambil kesimpulan mengenai judul yang akan digunakan pada akhirnya yaitu analisis kualitas website Mediacen- ter Menggunakan metode Webqual dan IPA.
3.2 Tahap Perencanaan
Tahap berikutnya adalah desain penelitian, dan kegiatan utama pada tahap ini adalah mengidentifikasi permasalahan, setelah masalah teridentifikasi, peneli- ti akan melakukan aktivitas pemecahan masalah, setelah data dibaca dengan teliti, peneliti akan memutuskan data yang diperlukan, peneliti akan menetapkan metodologi untuk mengumpulkan data studi.
3.2.1 Mengidentifikasi Masalah
Identifikasi website untuk menentukan permasalahan yang website Media- center, peneliti akan mengenakan metode Webqual 4.0 dan IPA sebagai tolok ukur.
Para peneliti telah memaparkan konteks masalah yang didapat pada latar belakang, maka peneliti mendapatkan solusi masalah, bagaimana melakukan analisis kuali- tas situs web Mediacenter untuk Kabupaten Siak menggunakan kerangka kerja We- bqual 4.0 dan IPA. Peneliti juga harus ingat untuk menentukan tujuan penelitian,
25
batasan, dan manfaat.
3.2.2 Menentukan Data yang Dibutuhkan
Ketika peneliti perlu mengumpulkan data, pertama-tama mereka menen- tukan informasi apa yang penting. Informasi dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan riset data pada jurnal dan buku. Adapun untuk anali- sis ini dengan mengumpulkan informasi berikut:
1. Data Primer, mencakup informasi yang dikumpulkan dari sumber aslinya (objek penelitian), dan mencakup hal-hal seperti profil Mediacenter Kabu- paten Siak (menguraikan sejarah, visi, dan misi organisasi), segmen dari situs web, dan tangkapan layar situs. Informasi didapatkan secara langsung melalui observasi dan wawancara dengan manajemen puncak dan berba- gai administrator (baik redaktur maupun jurnalis). Informasi diperoleh dari berbagai narasumber.
2. Data Sekunder, mencakup informasi tambahan yang dikumpulkan secara independen dari objek penelitian. Tinjauan literatur tentang topik seperti pengukuran kualitas situs web berdasarkan evaluasi subjektif pengguna da- pat ditemukan di buku, jurnal lokal dan internasional, dan sumber online.
3.2.3 Menentukan Responden
Responden yang berpartisipasi dalam observasi ini dengan mengunjungi websiteMediacenter Kabupaten Siak memenuhi kriteria peran responden. Metode pengambilan sampel bergantung pada proses yang dikenal sebagai pengambilan sampel tidak disengaja yaitu Accidental Sampling, yang merupakan jenis pengam- bilan sampel non-probabilitas. Besarnya populasi penelitian tidak dapat ditentukan, sehingga digunakan teknik Lemeshow untuk mengetahui berapa banyak orang yang harus menjadi sampel. Adapun persamaan Lemeshow dapat kita amati pada Per- samaan 2.6.
Berikut merupakan perincian perhitungannya:
n=1, 962× 0, 5 × (1 − 0, 5)
0, 102 = 96, 04 (3.1)
Berdasarkan hasil rumus Lemeshow yang disajikan sebelumnya, total re- sponden yang mengikuti penelitian adalah 96 orang. Mengacu pada tujuan utama yaitu mengevaluasi kualitas dari website Mediacenter Kabupaten Siak dengan meli- hat feedback yang diberikan oleh pengunjung situs. Setelah itu, kuesioner dise- barluaskan sehingga dapat mencapai jumlah sampel yang diperlukan, dan setelah data terkumpul, diputuskan untuk dianalisis data selanjutnya. Sebagai alat kajian,
peneliti menggunakan kuesioner yang kemudian disebarluaskan kepada para peng- guna atau pembaca situs berita Mediacenter.
3.3 Tahap Pengumpulan Data
Pada bagian ini peneliti mengambil tindakan perhitungan terhadap data dari seluruh kuesioner yang tersedia. Adapun kegiatan penelitian pada tahap ini meliputi:
3.3.1 Studi Pustaka
Langkah pertama dalam pengumpulan data adalah menemukan artikel, buku, dan data tentang topik proyek penelitian saat ini, yaitu tentang menganali- sis situs web menggunakan metodologi Webqual dan analisis kinerja penting (IPA) untuk menemukan jawaban atas masalah yang dihadapi telah diidentifikasi.
3.3.2 Observasi
Observasi website dengan melihat langsung website Mediacenter Kabupat- en Siak evaluasi dilakukan dari segi kemanfaatan, kualitas informasi, dan kuali- tas layanan dengan menggunakan metodologi Webqual. Observasi bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan penggunaan website Mediacenter Kabu- paten Siak sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menginformasikan ketahap penelitian selanjutnya. Adapun permasalahan yang terlihat bisa diamati pada Lam- piran B.
3.3.3 Wawancara
Wawancara dilakukan dengan staff bidang teknlogi informasi dan komu- nikasi oleh:
Nama: Risya Maulidyah Jabatan: Staff bidang TIK NIP: 199607302019022001 Tanggal: 19 April 2021
Adapun isi wawancara dapat dibaca pada Lampiran A.
3.3.4 Pembuatan Kuesioner
Kuesioner penelitian ini dibangun dengan menggunakan skala Likert, dan pertanyaannya berfokus pada dimensi kegunaan, kualitas informasi, dan kualitas interaksi layanan yang ditetapkan oleh Barnes dan Vidgen di Webqual 4.0. Jumlah pertanyaan kuesioner yang digunakan adalah 22. Adapun pertanyaan kuesioner terlampir pada Lampiran C.
27