• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISIS DATA. Gambar 4.1 Sandiaga Salahuddin Uno Sumber:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISIS DATA. Gambar 4.1 Sandiaga Salahuddin Uno Sumber:"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Petra

4. ANALISIS DATA

4.1 Biografi Sandiaga Salahuddin Uno

Gambar 4.1 Sandiaga Salahuddin Uno

Sumber: https://www.Instagram.com/sandiuno/, 2019

Sandiaga Salahuddin Uno merupakan anak bungsu dari dua bersaudara dari pasangan Razif Halik Uno dan Rachmini Rachman yang lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969. Sang ayah bekerja di perusahaan Caltex di Riau, sementara ibunya terkenal sebagai pakar pendidikan kepribadian. Sekitar tahun 1970-an, keluarga Sandiaga akhirnya pindah ke Jakarta dikarenakan sang ayah berhenti bekerja. Selama di Jakarta, Sandiaga mengenyam pendidikan dari SD hingga SMA. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di bangku perkuliahan di Wichita State University, Amerika Serikat dan lulus di tahun 1990 dengan predikat summa cum laude dan memperoleh gelar Bachelor of Business Administration. Tak lama kemudian, Sandiaga pun melanjutkan pasca sarjana Business Administration di George Washington University dengan jalur beasiswa dan lulus dengan IPK 4.0 di tahun 1992 (“Profil: Sandiaga Salahuddin”, 2019).

Suami dari Nur Asiah yang dikaruniai 3 orang anak bernama Anneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno, dan Sulaiman Saladdin Uno ini memiliki perjalanan karir yang panjang dan tidak mudah. Awal karirnya dimulai dari

(2)

sebagai karyawan pada tahun 1990 di Bank Summa. Tiga tahun kemudian, ia pun bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura dan langsung menjabat sebagai Manajer Investasi sekaligus di MP Holding Limited Group pada tahun 1994. Pada tahun 1995, Sandiaga berpindah perusahaan ke NTI Resources Ltd, Kanada dengan jabatan Executive Vice President. Namun sayangnya, krisis moneter tahun 1997 menyebabkan perusahaan menjadi bangkrut dan membuat Sandiaga menjadi pengangguran. Akhirnya, Sandiaga pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan tinggal bersama kedua orang tuanya (“Profil: Sandiaga Salahuddin”, 2019).

Semenjak itu, Sandiaga pun mencoba kembali bangkit dari keterpurukannya dan mulai membangun bisnis. Pada akhir tahun 1997, Sandiaga bersama teman-temannya, salah satunya Rosan Perkasa Roeslani mendirikan perusahaan PT. Recapital Advisors yang bergerak di bidang jasa konsultan keuangan (Wink, August 9, 2018). Perusahaan ini memiliki anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti asuransi jiwa, perbankan, dan sebagainya.

Adapun anak perusahaan dari PT. Recapital Advisors di antaranya Recapital Asset Management, Global Sarana Lintas Artha, Recapital Life Insurance, Recapital General Insurance, Bank Pundi (sekarang BPD Banten), Acuatico yang membawahi Aetra air (Indonesia, Tangerang, Jakarta) dan Acuatico Hanoi, Hotel Grand Kemang, Hotel Mesastila Magelang, Mahaka Media yang membawahi Republika Online dan sejumlah perusahaan periklanan (Pasha, August 24, 2018).

Selanjutnya, di tahun 1998, Sandiaga mendirikan Perusahaan Saratoga Investama Sedaya Tbk bersama Edwin Soeryadjaya dan Michael Soeryadjaya yang merupakan perusahaan holding untuk berinvestasi ke perusahaan-perusahaan besar milik mereka lainnya. Sejak 1998 hingga 2017, terdapat 11 perusahaan yang mereka jadikan sebagai tempat berinvestasi, di antaranya: PT. Mandala Airlines (2011-2014), PT. Deltomed Laboratories (2017), PT. Gilang Agung Persada (2014), PT MGM BOSCO (2016), PT. Agra Energi Indonesia (2015), PT. Amara Plantation (2010), Finders Resources Limited (2013), Interra Resources Limited (2012), PT. Merdeka Copper Gold (2014), PT. Sihayo Gold Limited (2012), dan Sumatera Copper & Gold (2012) (Pasha, August 24, 2018).

(3)

Universitas Kristen Petra

Secara perlahan, Sandiaga mulai membangun perusahaannya dan berhasil.

Ia pun membuka bisnis baru dengan cara membeli perusahaan yang bangkrut, lalu dirapikan dan dijual kembali (“Profil: Sandiaga Salahuddin”, 2019). Hingga kini, bisnisnya berkembang pesat dan memiliki berbagai sektor bisnis, antara lain pertambangan batu bara (Adaro Energy Tbk), otomotif (Mitra Pinansthika Mustika Tbk), perkebunan kelapa sawit (Provident Agro Tbk), pembangkit listrik (Medco Power Indonesia), telekomunikasi (Tower Bersama Infrastructure Tbk), dan infrastruktur (Lintas Marga Sedaya) (Pasha, August 24, 2018).

Berkat kegigihan dan kesuksesannya dalam dunia bisnis, membuat Sandiaga tak luput dari berbagai penghargaan. Ia pernah memperoleh penghargaan Indonesian Enterpreneur of The Year dari Enterprise Asia tahun 2008. Kemudian, di tahun 2009, Sandiaga termasuk sebagai 150 orang terkaya versi Globe Asia. Pada tahun 2011, ia pun kembali mendapat posisi sebagai orang terkaya nomor 37 di Indonesia versi Majalah Forbes. Bahkan, Sandiaga juga pernah dinobatkan oleh Globe Asia sebagai orang terkaya ke-63 di Indonesia (“Profil: Sandiaga Salahuddin”, 2019).

Kecemerlangannya dalam mengelola bisnis akhirnya mengantarkan Sandiaga untuk menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) yang beranggotakan lebih dari 30 ribu pengusaha periode 2005-2008. Salah satu fokusnya adalah pada pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) (Nugroho, August 10, 2018). Tidak hanya itu, Sandiaga juga aktif di KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) dan sempat menduduki jabatan Wakil Ketua Umum bidang usaha UMKM dan koperasi (Susila & Zaihnudin, October 1, 2016).

(4)

Gambar 4.2 Sandiaga yang Gemar Berolahraga di Sela-Sela Kesibukannya Sumber: Trinoviana, February 19, 2019

Selain dunia bisnis, Sandiaga juga dikenal sebagai penggemar dunia olahraga, khususnya lari. Ia pernah berkeliling dunia dan berpartisipasi di 6 World Major Marathons di New York (2011), Berlin (2012), Tokyo (2014), Chicago (2014), Boston (2015), dan London (2015). Ketika usianya 47 tahun, Sandiaga pernah diangkat sebagai Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia menggantikan Hilmi Panigoro (“Profil: Sandiaga Salahuddin”, 2019). Selain olahraga lari, Sandiaga juga aktif bermain basket. Berkat hobinya tersebut, Sandiaga pernah menjadi Manajer Timnas Bola Basket Putri Indonesia di ajang SEA Games tahun 2005 di Filipina (Susila & Zaihnudin, October 1, 2016).

Sukses di dunia usaha dan olahraga, akhirnya Sandiaga pun berkiprah di dunia politik. Sebelum resmi bergabung di Partai Gerindra, Sandiaga hanyalah sebagai konsultan keuangan Prabowo yang bertugas memberi saran dan masukan dari segi keuangan terhadap bisnis Prabowo (Pasha, August 24, 2018). Tidak hanya itu, di tahun 2014, Sandiaga pun terlibat aktif menjadi juru bicara Prabowo di bidang Ekonomi dalam Pilpres 2014 (“Prabowo-Sandi”, 2018). Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada tanggal 6 Februari 2015, Sandiaga resmi masuk ke Partai Gerindra menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina yang bertugas membangun kebijakan mengenai kerakyatan, kewirausahaan, dan UKM (Pasha, August 24, 2018).

(5)

Universitas Kristen Petra

Melihat potensi Sandiaga yang luar biasa, beberapa bulan kemudian di akhir tahun 2015, Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra, menunjuk langsung Sandiaga sebagai calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Anies Baswedan. Diawali dengan keraguan, Sandiaga pun mempelajari segala hal mengenai Jakarta selama tiga bulan lamanya. Setelah turun langsung ke 257 kelurahan, barulah muncul keyakinan dari dalam dirinya bahwa ia memiliki peluang besar di Jakarta dan menang di Pilkada 2017 (Pasha, August 24, 2018).

Berkat usaha dan kerja kerasnya itu, Sandiaga sempat memecahkan rekor muri sebagai kandidat yang paling banyak turun ke lokasi masyarakat yakni 1.300 lokasi (Zulkodri, August 23, 2018). Setelah melewati persaingan yang sengit, akhirnya pasangan Anies-Sandi yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS ini berhasil memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 di putaran kedua dengan perolehan suara 57,96% mengalahkan pasangan Ahok-Djarot (Pasha, August 24, 2018). Tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2017, akhirnya Sandiaga bersama Anies Baswedan dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI periode 2017-2020 (“Profil: Sandiaga Salahuddin”, 2019).

Kini, setelah hampir 10 bulan lamanya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga akhirnya mendapatkan mandat untuk menjadi calon Wakil Presiden RI 2019 bersama Prabowo Subianto periode 2019-2024. Keputusannya ini membuat Sandiaga harus memilih untuk menanggalkan posisinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta (Nugroho, August 10, 2018). Dalam Pilpres 2019 ini, Sandiaga yang berpasangan dengan Prabowo mewakili pasangan calon nomor urut dua serta memperoleh dukungan afiliasi dari Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera (Gatra, September 21, 2018).

(6)

Gambar 4.3 Sandiaga Menyapa Para Milenial Usai Hadir dalam Acara Dialog dengan Milenial Depok, di Margonda, Depok, Jawa Barat

Sumber: Mansur, January 12, 2019

Keseriusan Sandiaga dalam memenangkan Pilpres 2019 bersama pasangannya, dibuktikan melalui gencarnya kampanye akan dirinya di sejumlah tempat. Berikut adalah sejumlah fakta perjalanan Kampanye Sandiaga sejak 11 Agustus 2018 hingga 7 Januari 2019 berdasarkan data Tim Prabowo-Sandi (Mansur, January 12, 2019):

1. Sandiaga menempuh perjalanan panjang untuk mensosialisasikan program-programnya dengan melewati 77 kabupaten, 47 kota, dan 27 provinsi.

2. Sandiaga tidak hanya menyasar pasar dalam memaparkan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan catatan sebanyak 77 pasar, namun juga sebanyak 102 pondok pesantren.

3. Cawapres yang hobi olahraga lari dan basket ini menggunakan sejumlah moda transportasi dalam berkampanye keliling Nusantara, di antaranya pesawat sebanyak 83 kali, kereta 7 kali, dan 1 kali kapal ferry.

4. Jalur terpanjang dalam berkampanye yang pernah ditempuh Sandiaga adalah menempuh beberapa kota dalam waktu 3 malam dan mencapai 5.000 kilometer.

(7)

Universitas Kristen Petra

5. Sandiaga tercatat telah mengunjungi 1000 titik selama masa kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dengan menempuh perjalanan sejauh 107.237,3 kilometer.

Tidak hanya berkampanye secara langsung atau blusukan, Sandiaga juga aktif berkampanye di media sosial. Media sosial dipilihnya sebab Pilpres 2019 merupakan ajang pertarungan memperebutkan pemilihan milenial. Dengan demikian, pemanfaatan strategi komunikasi melalui sosial media berbasis big data dirasa sangat jauh lebih efektif dan optimal selain strategi komunikasi konvensional (Malau, September 26, 2018). Tidak hanya itu, penggunaan media sosial menurut Sandiaga juga dirasa lebih efektif dalam menjaring suara pemilih, termasuk dalam mempengaruhi swing voter atau massa mengambang (Wahidin, October 18, 2018).

Adapun beberapa akun media sosial pribadi yang digunakan Sandiaga sebagai media kampanye dan terdaftar secara resmi di KPU (“Komisi Pemilihan Umum”, September 27, 2018), di antaranya Facebook ‘Sandiaga Salahuddin Uno’

yang dibuat sejak April 2009, disusul Twitter ‘@sandiuno’ yang dibuat sejak April 2010, serta yang terakhir, Instagram ‘@sandiuno’ yang dibuat sejak 6 Juli 2015 dan paling aktif digunakan Sandiaga dalam berkampanye di Pilpres 2019.

4.2 Profil Akun Instagram @sandiuno

Akun resmi Instagram Sandiaga dengan nama @sandiuno ini telah dibuat sejak tanggal 6 Juli 2015. Hingga hari ini (28/3/19), akun Instagram Sandiaga telah berhasil memperoleh 3,9 juta followers dengan following sebanyak 252 akun dan posting-an mencapai 3,297 post. Di dalam akun Instagram Sandiaga ini, dimuat berbagai posting-an dimulai dari foto hingga video yang dilengkapi dengan caption. Tak hanya itu, Sandiaga pun juga memanfaatkan fitur Instagram lainnya, seperti IG Live hingga IGTV dalam berkomunikasi dengan publiknya (Rosana, November 13, 2018).

(8)

Gambar 4.4 Tampilan Akun Instagram Sandiaga Sumber: https://www.Instagram.com/sandiuno/, 2019

Terlepas dari posting-an terkait aktivitas keseharian dan kehidupan Sandiaga, ternyata Instagram telah digunakannya sebagai wadah kampanye dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 (“Eksis di Instagram”, February 24, 2017). Tidak hanya itu, pada Pilpres 2019, Sandiaga pun kembali berkampanye melalui Instagram- nya. Adapun alasan Sandiaga memilih menggunakan Instagram sebagai media kampanyenya sebab dirasa lebih efisien, memiliki jangkauan yang besar, mampu menghimpun aspirasi rakyat, dan memudahkan untuk memperlihatkan citra dirinya di mata publik (Fathurohman, October 19, 2018).

Gambar 4.5 Berbagai Posting-an dalam Akun Instagram Sandiaga Sumber: https://www.Instagram.com/sandiuno/, 2019

(9)

Universitas Kristen Petra

Pada Pilpres 2019, Sandiaga sangat aktif dalam berkampanye di akun Instagram miliknya. Hal ini dibuktikan dari hasil observasi peneliti dalam akun Instagram @sandiuno bahwa jumlah posting-an Sandiaga dimulai dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019 yakni masa awal hingga akhir masa kampanye Pilpres 2019 yang ditetapkan KPU, terdapat sebanyak 1.115 posting-an dengan unggahan sebanyak 1-18 post per harinya. Banyaknya jumlah posting-an Sandiaga di akun Instagram Sandiaga ini pun mengalahkan jumlah posting-an dalam akun Instagram masing-masing kandidat lainnya seperti Instagram

@jokowi.amin yang mewakili pasangan Jokowi-Amin sebanyak 447 posting-an dengan unggahan sebanyak 1-15 post per harinya dan Instagram @prabowo sebanyak 180 posting-an dengan unggahan sebanyak 1-4 post per harinya.

4.3 Isi Dokumen “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia: Adil Makmur bersama Prabowo-Sandi”

Berikut ini adalah isi dokumen resmi awal yang terdapat di situs resmi kpu.go.id serta telah diterima dan diakui secara resmi atau sah oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) berjudul “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia: Adil Makmur bersama Prabowo-Sandi”, yang di mana di dalamnya mencakup visi, misi, dan empat pilar utama “Menyejahterakan Indonesia” yang digunakan sebagai pedoman materi kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019 (“Komisi Pemilihan Umum”, September 27, 2018):

4.3.1 Visi

Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri diatas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

(10)

4.3.2 Misi

1. Membangun perekonomian nasional yang adil, makmur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan dengan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia melalui jalan politik-ekonomi sesuai pasal 33 dan 34 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. Membangun masyarakat Indonesia yang cerdas, sehat, berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam kehidupan yang aman, rukun, damai, dan bermartabat serta terlindungi oleh jaminan sosial yang berkeadilan tanpa diskriminasi.

3. Membangun keadilan di bidang hukum yang tidak tebang pilih dan transparan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui jalan demokrasi yang berkualitas sesuai dengan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

4. Membangun kembali nilai-nilai luhur kepribadian bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, dan bersahabat, yang diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa.

5. Membangun sistem pertahanan dan keamanan nasional secara mandiri yang mampu menjaga keutuhan dan integritas wilayah Indonesia.

4.3.3 Empat Pilar “Menyejahterakan Indonesia”

• Pilar I: Pilar Ekonomi

1. Menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan di bidang ekonomi, dengan mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan mampu bersaing di tingkat dunia.

2. Menciptakan lapangan kerja sebesar-besarnya.

3. Menjaga harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.

4. Mendorong pertumbuhan dunia usaha dan koperasi yang efisien dan unggul.

5. Mendorong pembangunan berkualitas yang mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial ekonomi.

6. Meningkatkan daya beli masyarakat.

(11)

Universitas Kristen Petra

7. Menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru, termasuk pariwisata, ekonomi kreatif, ekonomi digital, startup, industri syariah dan maritim.

8. Mendorong pembangunan ekonomi nasional dengan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan yang berkeadilan sosial.

• Pilar II: Pilar Kesejahteraan Rakyat

1. Mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui penyediaan lapangan kerja dan perbaikan iklim ketenagakerjaan.

2. Memberikan jaminan pemenuhan hak dasar masyarakat bagi fakir miskin, anak terlantar, lansia, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

3. Memastikan seluruh rakyat Indonesia terlindungi oleh Jaminan Sosial.

4. Memperbaiki tata kelola sistem kesehatan dengan mengedepankan ‘Paradigma Sehat’ untuk mewujudkan manusia Indonesia yang tangguh dan berkualitas.

5. Memperbaiki sistem Pendidikan Nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing global.

6. Memperbaiki program kependudukan termasuk hak dan kesehatan reproduksi demi peningkatan kualitas dan produktivitas penduduk untuk memanfaatkan bonus demografi.

7. Memperkuat program ketahanan keluarga sebagai garda terdepan guna mewujudkan Indonesia yang bermartabat, adil dan makmur.

8. Memperkuat program pembinaan olahraga secara menyeluruh, modern dan berjenjang.

(12)

9. Membangun ketersediaan Pangan, Energi, dan Gizi.

• Pilar III: Pilar Budaya dan Lingkungan Hidup

1. Melestarikan keragaman warisan seni budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa.

2. Merevitalisasi dan mendorong pembangunan dan penyebaran sentra kebudayaan, termasuk bioskop rakyat, di seluruh Indonesia.

3. Mengembangkan budaya bahari dalam sistem pendidikan nasional.

4. Memperkuat badan-badan yang ada, dalam merevitalisasi bangunan kuno cagar budaya di seluruh Indonesia.

5. Membangun industri berbasis digital yang berorientasi global dengan memberikan insentif dan modal kepada para pelakunya.

6. Memperluas kewenangan dan peran Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sebagai ujung tombak pengembangan industri yang berbasis ekonomi-budaya.

7. Mendukung pengembangan sumber daya kreatif yang potensial guna meningkatkan jumlah SDM di sektor ekonomi kreatif yang memiliki daya saing.

8. Memperjuangkan hak-hak para pekerja seni, seniman dan artis di Indonesia.

9. Berperan aktif mengatasi perubahan iklim global, sesuai kondisi Indonesia.

10. Memberikan hukuman seberat-beratnya bagi pemilik perusahaan yang terlibat dalam pembalakan liar, kebakaran hutan dan pembunuhan hewan langka yang dilindungi.

11. Merevitalisasi usaha-usaha pelestarian lingkungan menggunakan kearifan lokal, di wilayah-wilayah yang mengalami degradasi lingkungan yang berat.

(13)

Universitas Kristen Petra

12. Meningkatkan perlindungan hewan langka dengan meningkatkan luasan area perlindungan dan konservasi.

• Pilar IV: Pilar Politik, Hukum, dan Hankam

1. Mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui jalan demokrasi.

2. Mewujudkan keutuhan dan integritas wilayah Indonesia dengan memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional.

3. Mewujudkan penegakan hukum yang adil, tidak tebang-pilih, dan transparan.

4. Mewujudkan penerapan reformasi birokrasi yang berkualitas.

5. Memberantas korupsi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dengan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.

6. Mencegah praktik korupsi dalam birokrasi melalui penerapan manajemen terbuka dan akuntabel, termasuk kerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.

7. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif yang berwibawa, disegani, dan dihormati oleh dunia internasional.

8. Membangun kedaulatan maritim yang tangguh dan kuat.

4.4 Uji Reliabilitas dan Validitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sampai sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan (reliable). Suatu penelitian dapat dikatakan reliabel apabila pengukuran yang sama atas data yang sama, maka akan menghasilkan kesimpulan atau hasil akhir yang sama pula (Ardianto, 2010, p.

189). Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian dengan metode analisis isi ini adalah lembar koding yang telah disesuaikan dengan kategori strategi impression management milik Jones & Pittman (1982).

(14)

Penelitian ini menggunakan formula Ole R. Holsti (1969) untuk menghitung reliabilitas dari alat ukur yang akan digunakan peneliti. Berikut adalah rumus untuk menghitung reliabilitas (Holsti, 1969, p. 140):

Keterangan:

M : Jumlah coding yang sama (disetujui oleh masing-masing coder) N1 : Jumlah coding yang dibuat oleh coder 1

N2 : Jumlah coding yang dibuat oleh coder 2

Reliabilitas dari suatu alat ukur penelitian dapat dilihat dari angka koefisien reliabilitas (coefficient reliability) antar-coder yang menunjukkan seberapa besar persentase persamaan antar-coder ketika menilai suatu isi.

Reliabilitas bergerak antara 0 hingga 1, di mana 0 berarti tidak ada satu pun yang disetujui oleh para coder dan 1 berarti persetujuan sempurna di antara para coder.

Semakin tinggi angka reliabilitas, maka semakin tinggi pula reliabilitas (Eriyanto, 2011, p. 290).

Pada formula Holsti ini, angka koefisien reliabilitas minimum yang ditoleransi adalah sebesar 0,7. Dalam artian, jika angka koefisien reliabilitas memperoleh angka sebesar 0,7 atau bahkan lebih besar, maka alat ukur dapat dikatakan reliabel. Namun jika angka koefisien reliabilitas di bawah angka 0,7 berarti alat ukur dikatakan tidak reliabel (Eriyanto, 2011, p. 290). Nuendorf (2002, p. 51) pun mengusulkan jumlah unit studi yang dapat digunakan untuk menguji reliabilitas sekurangnya adalah 10% dari total populasi unit studi (dalam Eriyanto, 2011, p. 299).

Peneliti (Coder 1) dan hakim (Coder 2) yaitu Indira Siedharta, telah melakukan koding terhadap 80 sampel caption Sandiaga dalam akun Instagram

@sandiuno. Adapun jumlah sampel untuk uji reliabilitas ini diperoleh dari 10%

total sampel dalam penelitian ini yakni caption Sandiaga dalam akun Instagram

@sandiuno mulai dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019 dan Reliabilitas Antar-Coder = 2M

N1+N2

(15)

Universitas Kristen Petra

memiliki keterkaitan dengan empat pilar besar “Menyejahterakan Indonesia”, sebanyak 755 caption. Berikut adalah hasil koding yang telah dilakukan oleh peneliti dan hakim seperti yang tertera pada tabel 4.1 di bawah ini di mana “S”

berarti Setuju yang menandakan adanya persetujuan antara peneliti dan hakim dan

“TS” berarti Tidak Setuju yang menandakan tidak adanya persetujuan antara peneliti dan hakim:

No. Indikator Sub Indikator Reliabilitas Antar-

Coder

1. Ingratiation

a) Sifat positif 0,98

b) Persetujuan 1

c) Pujian 0,90

d) Salam 0,99

e) Simpati 0,98

f) Humor 0,99

g) Terima kasih 0,94

h) Motivasi 0,98

2. Intimidation

a) Ancaman 1

b) Marah 1

c) Kekuasaan 0,99

d) Keputusan 0,98

e) Kritikan 0,90

3. Self-Promotion

a) Kemampuan 0,96

b) Optimisme 0,81

c) Pengalaman 0,96

d) Prestasi 0,99

4. Exemplification

a) Ajakan berbuat baik 1

b) Kepentingan masyarakat 0,81 c) Kejujuran dalam bekerja 0,98 d) Kedisiplinan dalam bekerja 0,94 e) Ajakan bertindak positif 0,90

f) Kedermawanan 0,98

5. Supplication

a) Ketidakmampuan 1

b) Kelemahan 1

c) Permintaan bantuan 1

Sumber: Olahan Peneliti, 2019 Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas

(16)

Berdasarkan tabel 4.1 di halaman 72, terlihat bahwa angka reliabilitas antar-coder dari setiap sub indikator yang mewakili setiap indikator strategi impression management telah mencapai angka di atas 0,7 sesuai dengan angka koefisien reliabilitas mininum yang ditoleransi dalam formula Holsti. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat ukur yakni lembar koding yang telah dibuat oleh peneliti dalam penelitian ini dikatakan reliabel.

Di samping uji reliabilitas, peneliti juga melakukan uji validitas. Menurut Eriyanto (2011, p. 260), validitas sangat penting dalam analisis isi karena berkaitan dengan apakah alat ukur yang dipakai dapat secara tepat mengukur konsep yang ingin diukur. Di sini, peneliti menggunakan validitas muka yaitu validitas yang berorientasi pada data untuk menilai seberapa baik alat ukur merepresentasikan informasi yang melekat di dalam dan berasosiasi dengan data yang tersedia (Krippendorff, 1980 dalam Eriyanto, 2011, p. 260). Untuk mengukurnya, maka peneliti melakukan pengecekan pada buku, jurnal dan konferensi yang diselenggarakan oleh komunitas ilmiah di bidang yang diteliti, dan memastikan apakah alat ukur yang dipakai telah diterima sebagai alat ukur yang valid (Eriyanto, 2011, p. 262). Terkait hal tersebut, indikator maupun sub indikator yang dituangkan dalam lembar koding penelitian ini merupakan alat ukur yang valid, sebab peneliti telah mengecek pada buku dan jurnal yang menjadi acuan peneliti (Jones & Pittman, 1982; Bolino & Turnley, 1999; Lee et al., 1999) yang mana sumber-sumber tersebut telah teruji, baik secara validitas dan reliabilitasnya, serta telah banyak digunakan oleh peneliti-peneliti terdahulu (Siedharta, 2017; Dewa, 2017; Satrio, 2017; Sriwigati, 2018).

4.5 Temuan dan Analisis Data

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengkoding data terhadap 755 caption Sandiaga dalam akun Instagram @sandiuno. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini merupakan caption Sandiaga mulai dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019 dan memiliki keterkaitan dengan empat pilar utama “Menyejahterakan Indonesia” yang terdapat dalam dokumen berjudul

“Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia: Adil Makmur bersama Prabowo- Sandi”. Adapun kumpulan caption ini akan terbagi menjadi empat kategori pilar

(17)

Universitas Kristen Petra

di mana pilar-pilar ini merupakan fokus dan cerminan dari visi misi yang diajukan pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019. Keempat pilar yang dimaksud di antaranya yaitu pilar ekonomi, pilar kesejahteraan rakyat, pilar budaya dan lingkungan hidup, serta pilar politik, hukum, dan hankam. Peneliti secara khusus akan melihat strategi impression management yang digunakan oleh Sandiaga selama masa kampanye Pilpres 2019 melalui pesan verbalnya pada 755 caption.

4.5.1 Pilar 1: Ekonomi

Captions yang terdapat dalam akun Instagram @sandiuno, khususnya pada kategori pilar ekonomi ini, meliputi fokus-fokus sebagai berikut: sumber daya manusia; lapangan kerja; harga kebutuhan pokok; dunia usaha dan koperasi;

pembangunan berkualitas; daya beli masyarakat; sumber-sumber pertumbuhan baru, termasuk pariwisata, ekonomi kreatif, ekonomi digital, startup, industri syariah, dan maritim; dan pembangunan ekonomi nasional. Adapun jumlah caption yang termasuk dalam pilar ekonomi adalah sebanyak 567 caption dari total 755 caption. Berikut adalah jumlah koding strategi impression management Sandiaga dalam kategori pilar ekonomi:

Grafik 4.1 Strategi Impression Management Sandiaga dalam Kategori Pilar Ekonomi

231

103

245

490

0 13 100 200 300 400 500 600

Ingratiation Intimidation Self-Promotion Exemplification Supplication

Strategi Impression Management (Pilar Ekonomi)

Jumlah Koding

Sumber: Olahan Peneliti, 2019

(18)

Berdasarkan grafik perhitungan 4.1 di atas, terlihat jelas bahwa strategi exemplification memiliki perolehan jumlah koding tertinggi, yaitu 490 koding (45,29%) jika dibandingkan dengan strategi impression management lainnya.

Selanjutnya, terdapat strategi self-promotion dengan jumlah koding sebanyak 245 koding (22,64%), diikuti dengan strategi ingratiation dengan jumlah koding sebanyak 231 koding (21,35%), kemudian strategi intimidation dengan jumlah koding sebanyak 103 koding (9,52%), dan terakhir, strategi supplication dengan jumlah koding hanya sebanyak 13 koding (1,2%). Adapun jumlah koding dalam setiap strategi di atas menunjukkan total jumlah koding sub indikator yang tampak dari keseluruhan caption di kategori pilar ekonomi. Unggulnya jumlah koding pada strategi exemplification ini, menunjukkan bahwa dalam mengomunikasikan mengenai kategori pilar ekonomi tersebut, Sandiaga ingin mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang berintegritas dan layak secara moral (moral worthiness).

Hasil perhitungan di atas memperlihatkan bahwa hasil jumlah koding tertinggi terletak pada strategi exemplification. Strategi exemplification adalah strategi impression management yang dilakukan untuk mendapatkan kesan berintegritas dan layak secara moral (moral worthiness) dari pihak lain (Jones &

Pittman, 1982, p. 245). Jumlah koding setiap sub indikator pada grafik 4.2 di halaman 76 ini menunjukkan jumlah caption di mana sub indikator tersebut muncul, dan di dalam satu caption, dapat muncul beberapa sub indikator sekaligus. Berikut adalah jumlah koding strategi impression management exemplification secara khusus:

(19)

Universitas Kristen Petra

Strategi exemplification dalam penelitian ini, terbagi menjadi beberapa sub indikator, yaitu: mengajak masyarakat untuk berbuat baik kepada sesama;

menyatakan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat;

menyatakan kejujurannya dalam bekerja; menyatakan kedisiplinannya dalam bekerja; mengajak masyarakat untuk bertindak positif; dan menunjukkan sikap kedermawanan dirinya (Jones & Pittman, 1982; Bolino & Turnley, 1999; Lee et al., 1999). Pada grafik 4.2 di atas, terlihat bahwa sub indikator dalam strategi exemplification yang tampak dan relevan dengan teori adalah menyatakan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat sebanyak 408 koding (83,26%), menyatakan kejujurannya dalam bekerja sebanyak 2 koding (0,41%), menyatakan kedisiplinannya dalam bekerja sebanyak 25 koding (5,1%), mengajak masyarakat untuk bertindak positif sebanyak 53 koding (10,82%), dan menunjukkan sikap kedermawanan dirinya sebanyak 2 koding (0,41%). Dari keseluruhan sub indikator dalam strategi exemplification yang tampak ini, sub indikator yang memperoleh jumlah koding tertinggi adalah menyatakan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat, yakni muncul di dalam 408 caption dari total 490 caption atau setara dengan perolehan persentase sebesar 83,26%.

Grafik 4.2 Strategi Impression Management: Exemplification

Sumber: Olahan Peneliti, 2019

2 53 25 2

408 0

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 Kedermawanan

Ajakan bertindak positif Kedisiplinan dalam bekerja Kejujuran dalam bekerja Kepentingan masyarakat Ajakan berbuat baik

Exemplification

Jumlah Koding

(20)

Menurut Jones & Pittman (1972, p. 245), para pelaku exemplification, secara khas menampilkan dirinya dengan jujur, disiplin, dermawan, dan tidak mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Mengutamakan kepentingan bersama atau orang lain, dalam hal ini masyarakat sama halnya dengan tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri yang menjadi salah satu karakteristik dari pelaku exemplification. Karakteristik ini pun tampak dalam pernyataan Sandiaga di caption Instagram-nya @sandiuno, seperti dalam kutipan berikut:

“Prabowo-Sandi akan selalu berpihak pada rakyat Indonesia dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Ikhtiar kami ialah menghadirkan keadilan ekonomi dengan menghadirkan harga-harga yang terjangkau, serta membuka luas lapangan kerja yang diutamakan untuk rakyat Indonesia, bukan asing.” (Caption Sandiaga terkait “67 persen atau hampir dua per tiga dari ekonomi kita ditopang …”, 13 Desember 2018).

Kutipan di atas menunjukkan bahwa dalam mengomunikasikan kategori pilar ekonomi ini, Sandiaga secara jelas menyatakan tindakannya yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Seperti pernyataan di atas, Sandiaga mengatakan bahwa dirinya bersama Prabowo yang akan selalu berpihak dan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia, terutama dalam menghadirkan keadilan ekonomi, melalui harga terjangkau dan perluasan lapangan kerja. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Sandiaga memang memprioritaskan kepentingan masyarakat Indonesia dibandingkan hal yang lainnya. Dengan menyatakan tindakannya yang mementingkan kepentingan rakyat ini, Sandiaga telah menunjukkan adanya strategi exemplification yakni upaya untuk mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang berintegritas dan layak secara moral (moral worthiness).

Di sisi lain, terlihat pada grafik 4.2 di halaman 76 bahwa terdapat satu sub indikator yang tidak dimunculkan dalam strategi exemplification ini. Sub indikator yang dimaksud adalah mengajak masyarakat untuk berbuat baik kepada sesama. Menurut Jones & Pittman (1982, p. 259), pelaku exemplification akan memberikan contoh sikap mengenai kebaikan atau kelayakan (worthiness) di depan target orang. Farida Agus Setiawati (2006, p. 43) menjelaskan bahwa perilaku yang bermoral adalah perilaku manusia yang baik yang sesuai dengan harapan, aturan, dan kebiasaan yang diterima suatu kelompok masyarakat tertentu

(21)

Universitas Kristen Petra

(dalam Khaironi, 2017, p. 7). Dengan demikian, melalui tindakan mengajak masyarakat untuk berbuat baik kepada sesama, maka termasuk ke dalam salah satu tindakan bermoral, karena pada dasarnya hal ini merupakan tindakan yang baik dan diterima oleh masyarakat. Namun, temuan penelitian tidak mendapati adanya karakteristik ajakan berbuat baik pada keseluruhan caption Sandiaga dalam kategori pilar ekonomi ini. Hal ini tentu sangat disayangkan dan akan jauh lebih baik jika keseluruhan sub indikator dalam strategi exemplification ini dimunculkan untuk semakin memperkuat penunjukan kesan berintegritas dan layak secara moral.

Pada urutan berikutnya, tampak bahwa Sandiaga menggunakan strategi self-promotion, yaitu sebanyak 245 koding atau setara dengan persentase sebesar 22,64%. Strategi self-promotion adalah strategi impression management yang dilakukan untuk mendapatkan kesan kompeten dari pihak lain (Jones & Pittman, 1982, p. 241). Jumlah koding setiap sub indikator pada grafik 4.3 di bawah ini menunjukkan jumlah caption di mana sub indikator tersebut muncul, dan di dalam satu caption, dapat muncul beberapa sub indikator sekaligus. Berikut adalah jumlah koding strategi impression management self-promotion secara khusus:

Grafik 4.3 Strategi Impression Management: Self-Promotion

Sumber: Olahan Peneliti, 2019

31 24

184 6

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 Prestasi

Pengalaman Optimisme Kemampuan

Self-Promotion

Jumlah Koding

(22)

Strategi self-promotion dalam penelitian ini, terbagi menjadi beberapa sub indikator, yaitu: menunjukkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki yang mendukung kinerjanya sebagai pemimpin; menyatakan optimisme dalam bekerja;

menyatakan pengalaman masa lalu yang mendukung; dan menceritakan prestasi yang pernah diraih/ dalam bekerja sebagai pemimpin (Jones & Pittman, 1982;

Bolino & Turnley, 1999). Pada grafik 4.3 halaman 78, terlihat bahwa sub indikator dalam strategi self-promotion yang tampak dan relevan dengan teori adalah menunjukkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki yang mendukung kinerjanya sebagai pemimpin sebanyak 6 koding (2,45%), menyatakan optimisme dalam bekerja sebanyak 184 koding (75,1%), menyatakan pengalaman masa lalu yang mendukung sebanyak 24 koding (9,8%), dan menceritakan prestasi yang pernah diraih/ dalam bekerja sebagai pemimpin sebanyak 31 koding (12,65%).

Dari keseluruhan sub indikator dalam strategi self-promotion yang tampak ini, sub indikator yang memperoleh jumlah koding tertinggi adalah menyatakan optimisme dalam bekerja, yakni muncul di dalam 184 caption dari total 245 caption atau setara dengan perolehan persentase sebesar 75,1%.

Jones & Pittman (1982, p. 241) mengatakan bahwa strategi self-promotion merupakan strategi impression management yang menekankan pada kompetensi.

Pelaku self-promotion pada umumnya akan berusaha untuk meyakinkan target orang bahwa mereka kompeten di dalam satu bidang atau lebih. Untuk memperoleh kepercayaan dari target orang akan kompetensi yang dimiliki, seseorang dapat menunjukkan kepribadiannya yang positif (DeVito, 2013, pp. 76- 77). Karakteristik ini pun tampak dalam pernyataan Sandiaga di caption Instagram-nya @sandiuno, seperti dalam kutipan berikut:

“Kami, Prabowo-Sandi yakin dengan mengamankan pasokan, memastikan rantai distribusi dengan lebih sederhana terbuka dan berkeadilan, kita bisa menghadirkan harga bahan pangan lebih terjangkau buat masyarakat.”

(Caption Sandiaga terkait “Kita sedikit terenyuh dengan data world bank bahwa harga …”, 7 Oktober 2018).

Kutipan di atas menunjukkan Sandiaga yang optimis dengan apa yang akan dilakukannya dan apa yang diinginkannya untuk masyarakat dapat berhasil terwujudkan. Seperti pernyataan di atas, Sandiaga mengatakan bahwa ia bersama Prabowo yakin bahwa dengan upaya-upaya tertentu yang dilakukannya, harga bahan pangan yang terjangkau untuk masyarakat dapat terwujudkan. Dengan

(23)

Universitas Kristen Petra

kepribadiannya yang positif melalui keoptimisan yang ditunjukkannya itu, Sandiaga memperlihatkan keyakinannya akan kompetensinya di mata masyarakat untuk dipercaya dan dapat berhasil dalam mewujudkan harga bahan pangan yang terjangkau atau perbaikan dalam bidang ekonomi. Dengan menyatakan keoptimisannya dalam bekerja, Sandiaga telah menunjukkan adanya strategi self- promotion yakni upaya untuk mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang berkompeten.

Selanjutnya, tampak bahwa Sandiaga menggunakan strategi ingratiation dengan jumlah koding sebanyak 231 koding atau setara dengan persentase sebesar 21,35%. Strategi ingratiation adalah strategi impression management yang dilakukan untuk mendapatkan kesan disukai dari pihak lain (likeable) (Jones &

Pittman, 1982, p. 235). Jumlah koding setiap sub indikator pada grafik 4.4 di bawah ini menunjukkan jumlah caption di mana sub indikator tersebut muncul, dan di dalam satu caption, dapat muncul beberapa sub indikator sekaligus. Berikut adalah jumlah koding strategi impression management ingratiation secara khusus:

Strategi ingratiation dalam penelitian ini, terbagi menjadi beberapa sub indikator, yaitu: menunjukkan sifat-sifat positif yang dimiliki; menyatakan

21

60 10

9 26

98 5

2

0 20 40 60 80 100 120

Motivasi Terima kasih Humor Simpati Salam Pujian Persetujuan Sifat positif

Ingratiation

Jumlah Koding

Grafik 4.4 Strategi Impression Management: Ingratiation

Sumber: Olahan Peneliti, 2019

(24)

persetujuan atas sesuatu hal yang dikemukakan oleh pihak lain; memberikan pujian kepada pihak lain; mengucapkan salam; menyatakan simpati kepada pihak lain, baik dalam bentuk ucapan selamat, belasungkawa, ataupun melalui tindakan bersimpati lainnya; menyatakan sesuatu yang bersifat humor; mengucapkan terima kasih kepada pihak lain atas sesuatu hal yang telah mereka lakukan/

berikan; dan memberikan motivasi kepada pihak lain (Jones & Pittman, 1982;

Bolino & Turnley, 1999; Lee et al., 1999). Pada grafik 4.4 di halaman 80, terlihat bahwa sub indikator dalam strategi ingratiation yang tampak dan relevan dengan teori adalah menunjukkan sifat-sifat positif yang dimiliki sebanyak 2 koding (0,87%), menyatakan persetujuan atas sesuatu hal yang dikemukakan oleh pihak lain sebanyak 5 koding (2,16%), memberikan pujian kepada pihak lain sebanyak 98 koding (42,42%), mengucapkan salam sebanyak 26 koding (11,25%), menyatakan simpati kepada pihak lain, baik dalam bentuk ucapan selamat, belasungkawa, ataupun melalui tindakan bersimpati lainnya sebanyak 9 koding (3,9%), menyatakan sesuatu yang bersifat humor sebanyak 10 koding (4,33%), mengucapkan terima kasih kepada pihak lain atas sesuatu hal yang telah mereka lakukan/ berikan sebanyak 60 koding (25,97%), dan memberikan motivasi kepada pihak lain sebanyak 21 koding (9,1%). Dari keseluruhan sub indikator dalam strategi ingratiation yang tampak ini, sub indikator yang memperoleh jumlah koding tertinggi adalah memberikan pujian kepada pihak lain, yakni muncul di dalam 98 caption dari total 231 caption atau setara dengan perolehan persentase sebesar 42,42%.

Menurut Jones & Pittman (1982, p. 259), target orang dari pelaku ingratiation memiliki keinginan untuk memercayai ketulusan dari pujian atau persetujuan yang ia terima, tepatnya di dalam situasi di mana ia ingin paling disukai. Dengan demikian, melalui pemberian pujian kepada pihak lain, misalnya atas sesuatu yang mereka lakukan atau capai, dapat menunjukkan upaya seseorang untuk mendapatkan kesan disukai dari pihak lain (DeVito, 2013, pp. 74-75).

Karakteristik ini pun tampak dalam pernyataan Sandiaga di caption Instagram- nya @sandiuno, seperti dalam kutipan berikut:

“Ini adalah contoh sukses santripreuner. Pak Mahfudz tidak hanya punya Ponpes tapi juga beberapa restoran Dapur M’riah yang tersebar di Jawa Timur dan mampu menyerap lapangan kerja dan mampu meningkatkan

(25)

Universitas Kristen Petra

ekonomi umat.” (Caption Sandiaga terkait “Laper situesyen di restoran Dapur M’riah, milik …”, 6 Oktober 2018).

Kutipan di atas menunjukkan bahwa Sandiaga memberikan pujian kepada seorang bapak dengan menjadikannya sebagai contoh sosok yang dapat diteladani dan inspiratif. Ia memuji keberhasilan bapak tersebut dikarenakan dengan mendirikan rumah belajar maupun rumah makan, bapak tersebut telah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, seperti tidak hanya dari segi pendidikan, namun juga pada lapangan kerja dan ekonomi umat. Dengan menyatakan pujiannya kepada seorang bapak tersebut, Sandiaga telah menunjukkan adanya strategi ingratiation yakni upaya untuk mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang disukai.

Di samping unggulnya sub indikator memberikan pujian kepada pihak lain dalam strategi ingratiation ini, muncul pula sub indikator menyatakan sesuatu yang bersifat humor sebanyak 10 koding atau setara dengan persentase 4,33%, seperti terlihat pada grafik 4.4 di halaman 80. Menurut Jones & Pittman (1982, p.

235), pelaku ingratiation berupaya untuk mencapai sifat disukai dan untuk dapat disukai oleh orang lain, maka seseorang perlu memiliki karakteristik seperti kehangatan, humor, dapat dipercaya, mempesona, dan daya tarik fisik. Humor tampak menjadi salah satu karakteristik yang dapat ditunjukkan oleh seseorang yang ingin mendapatkan kesan disukai dari pihak lain. Karakteristik ini pun tampak dalam pernyataan Sandiaga di caption Instagram-nya @sandiuno, seperti dalam kutipan berikut:

“Ini saya beli ayam-ayaman produk UMKM lokal di Purwakarta. Saya kasih nama ayam-ayaman ini Owo dan Owi. Ini ayam-ayaman bukan untuk diadu apalagi untuk dibaperin. Biarkan ayam-ayaman ini hidup berdampingan sehingga terwujud ayam-ayaman yang damai dan sejahtera.” (Caption Sandiaga terkait “Ini saya beli ayam-ayaman produk UMKM lokal di …”, 14 November 2018).

Kutipan di atas memperlihatkan bahwa Sandiaga menyatakan humornya di sela-sela aktivitas kampanyenya yang mengundang tawa masyarakat. Di samping menyampaikan fokus utamanya dalam hal UMKM, Sandiaga juga tampak menyempatkan diri untuk menyampaikan hiburan berupa humor agar dapat membuat orang lain suka terhadapnya. Tidak hanya itu, melalui tindakan humor yang ditunjukkannya dalam kategori pilar ekonomi ini, Sandiaga juga terlihat

(26)

berupaya untuk mematahkan pandangan atau persepsi publik akan dunia perpolitikan, dalam hal ini kontestasi Pilpres 2019 yang cenderung dianggap sebagai sesuatu hal yang serius dan menegangkan. Karyono Wibowo, selaku pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI), mengatakan bahwa kontestasi elektoral atau pemilihan tidak terlepas dari adanya segresasi (pengucilan) dan konflik sosial, sehingga masalah politik merupakan masalah yang serius dan juga menegangkan (Sidebang, November 27, 2018). Dengan demikian, hal ini tentu menjadi keunikan tersendiri bagi Sandiaga, sebab melalui tindakan humornya, ia ingin menunjukkan dirinya sebagai calon pemimpin yang mampu membawakan suasana yang berbeda dalam ajang demokrasi Pilpres 2019 ini.

Berikutnya, tampak bahwa Sandiaga menggunakan strategi intimidation dengan jumlah koding sebanyak 103 koding atau setara dengan persentase sebesar 9,52%. Strategi intimidation adalah strategi impression management yang dilakukan untuk mendapatkan kesan ditakuti dari pihak lain (Jones & Pittman, 1982, p. 238). Jumlah koding setiap sub indikator pada grafik 4.5 di bawah ini menunjukkan jumlah caption di mana sub indikator tersebut muncul, dan di dalam satu caption, dapat muncul beberapa sub indikator sekaligus. Berikut adalah jumlah koding strategi impression management intimidation secara khusus:

92 11

0 0 0

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Kritikan Keputusan Kekuasaan Marah Ancaman

Intimidation

Jumlah Koding

Grafik 4.5 Strategi Impression Management: Intimidation

Sumber: Olahan Peneliti, 2019

(27)

Universitas Kristen Petra

Strategi intimidation dalam penelitian ini, terbagi menjadi beberapa sub indikator, yaitu menyatakan ancaman yang ditujukan kepada pihak lain;

menyatakan perasaan marah; menyatakan kekuasaan sebagai pemimpin yang menimbulkan pengaruh negatif kepada pihak lain; menyatakan keputusan yang bersifat menekan dan menakuti pihak lain; dan menyatakan kritikan yang ditujukan kepada pihak lain (Jones & Pittman, 1982; Bolino & Turnley, 1999; Lee et al., 1999). Pada grafik 4.5 di halaman 83, terlihat bahwa hanya terdapat dua sub indikator dalam strategi intimidation yang tampak dan relevan dengan teori, di antaranya yaitu menyatakan keputusan yang bersifat menekan dan menakuti pihak lain sebanyak 11 koding (10,68%) dan menyatakan kritikan yang ditujukan kepada pihak lain sebanyak 92 koding (89,32%). Dari keseluruhan sub indikator dalam strategi intimidation yang tampak ini, sub indikator yang memperoleh jumlah koding tertinggi adalah menyatakan kritikan yang ditujukan kepada pihak lain, yakni muncul di dalam 92 caption dari total 103 caption atau setara dengan perolehan persentase sebesar 89,32%.

Menurut Jones & Pittman (1982, p. 238), pelaku intimidation ingin menerima posisi bahwa ia memiliki sumber daya untuk mengakibatkan rasa sakit dan tekanan serta cenderung melakukan hal tersebut jika ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Ia ingin ditakuti dan dipercaya. Melalui kritikan yang ditujukan kepada target orang, maka dapat mengakibatkan orang yang ditarget menjadi tersinggung atau tersakiti hatinya (Wicaksono, July 31, 2018).

Karakteristik ini pun tampak dalam pernyataan Sandiaga di caption Instagram- nya @sandiuno, seperti dalam kutipan berikut:

“Pembangunan infrastruktur besar-besaran dengan memakan biaya yang besar bahkan harus utang luar negeri seharusnya mampu memberikan dampak langsung untuk seluruh masyarakat, bukan hanya di perkotaan tapi juga di pedesaan. Harga-harga yang kurang terjangkau dan biaya hidup yang masih tinggi memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur kurang bisa dirasa dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat. (Caption Sandiaga terkait “Pembangunan infrastruktur besar- besaran dengan memakan …”, 9 Januari 2019).

Kutipan di atas menunjukkan bahwa secara implisit, Sandiaga menyatakan kritikannya terhadap kinerja pihak tertentu yang dirasanya belum optimal untuk masyarakat, khususnya di pedesaan. Ia merasa bahwa pihak yang mengelola pembangunan infrastruktur kurang begitu berperan dalam menghadirkan dampak

(28)

positif bagi masyarakat. Melalui kritikan ini, Sandiaga secara tidak langsung telah menyinggung dan menyakiti perasaan target orang yang dikritiknya tersebut. Ia ingin menerima posisi dan dipercaya bahwa dirinya memiliki sumber daya yang jauh lebih baik dan mampu untuk masyarakat di bawah kepemimpinannya mendatang, yang pada akhirnya mengakibatkan pihak yang dikritik menjadi lemah di mata masyarakat. Dengan menyatakan kritikannya kepada pihak lain, Sandiaga telah menunjukkan adanya strategi intimidation yakni upaya untuk mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang ditakuti.

Di sisi lain, terlihat pada grafik 4.5 di halaman 83 bahwa terdapat tiga sub indikator yang tidak dimunculkan dalam strategi intimidation ini. Ketiga sub indikator yang dimaksud adalah menyatakan ancaman yang ditujukan kepada pihak lain, menyatakan perasaan marah, dan menyatakan kekuasaan sebagai pemimpin yang menimbulkan pengaruh negatif kepada pihak lain. Menurut Jones

& Pittman (1982, pp. 238-239), pelaku intimidation ingin ditakuti dan dipercaya sehingga karakteristiknya lebih mengarah pada sikap ancaman, marah, hingga menyatakan kekuasaannya untuk menciptakan perasaan tersakiti, rasa tidak nyaman, atau segala bentuk sakit secara fisik. Tidak munculnya ketiga sub indikator dan rendahnya angka pada strategi intimidation (103 koding atau setara dengan persentase sebesar 9,52%) dalam kategori pilar ekonomi ini menunjukkan bahwa Sandiaga memang tidak ingin terkesan sebagai calon pemimpin yang ditakuti. Sebab, perilaku intimidation pada dasarnya dapat membuat seseorang menjadi kurang tertarik dan membuat orang semakin terpisah (Jones & Pittman, 1982, p. 239).

Pada urutan terakhir, tampak bahwa Sandiaga menggunakan strategi supplication dengan jumlah koding sebanyak 13 koding atau hanya setara dengan persentase sebesar 1,2%. Strategi supplication adalah strategi impression management yang dilakukan dengan menyatakan kelemahan dan ketergantungan diri untuk mendapatkan bantuan (Jones & Pittman, 1982, p. 247). Jumlah koding setiap sub indikator pada grafik 4.6 halaman 86 ini menunjukkan jumlah caption di mana sub indikator tersebut muncul, dan di dalam satu caption, dapat muncul beberapa sub indikator sekaligus. Berikut adalah jumlah koding strategi impression management supplication secara khusus:

(29)

Universitas Kristen Petra

Strategi supplication dalam penelitian ini, terbagi menjadi beberapa sub indikator, yaitu menyatakan ketidakmampuan/ ketidakberdayaannya dalam bekerja seorang diri; menyatakan kelemahan diri dalam berbagai hal di hadapan orang lain; dan menyatakan permintaan bantuan kepada pihak lain (Jones &

Pittman, 1982; Bolino & Turnley, 1999; Lee et al., 1999). Pada grafik 4.6 di atas, terlihat bahwa sub indikator dalam strategi supplication yang tampak dan relevan dengan teori adalah menyatakan ketidakmampuan/ ketidakberdayaannya dalam bekerja seorang diri sebanyak 6 koding (46,15%) dan menyatakan permintaan bantuan kepada pihak lain sebanyak 7 koding (53,85%). Dari keseluruhan sub indikator dalam strategi supplication yang tampak ini, sub indikator yang memperoleh jumlah koding tertinggi adalah menyatakan permintaan bantuan kepada pihak lain, yakni muncul di dalam 7 caption dari 13 caption atau setara dengan perolehan persentase sebesar 53,85%.

Menurut Jones & Pittman (1982, p. 247), strategi supplication adalah strategi impression management yang dilakukan dengan menyatakan kelemahan dan ketergantungan diri untuk mendapatkan bantuan. Oleh karena itu, menyatakan permintaan bantuan menjadi salah satu karakteristik dalam strategi ini. Melalui ketidakmampuan yang ditunjukkan seseorang, maka target orang akan

7 0

6

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Permintaan bantuan Kelemahan Ketidakmampuan

Supplication

Jumlah Koding

Grafik 4.6 Strategi Impression Management: Supplication

Sumber: Olahan Peneliti, 2019

(30)

memberikan bantuan yang dapat dilakukannya (DeVito, 2013, p. 77).

Karakteristik ini pun tampak dalam pernyataan Sandiaga di caption Instagram- nya @sandiuno, seperti dalam kutipan berikut:

“Saya dan Pak @prabowo memohon doa dan restu dari seluruh masyarakat Indonesia agar bisa mewujudkan apa yang rakyat Indonesia harapkan, yakni perbaikan dalam ekonomi.” (Caption Sandiaga terkait

“Malam ini kita berkumpul di tempat ini, dan juga terhubung …”, 14 Januari 2019).

Kutipan di atas menunjukkan bahwa Sandiaga secara terang-terangan meminta bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia agar dirinya bersama Prabowo dapat memenangkan Pilpres 2019 dan mewujudkan apa yang diinginkan rakyat Indonesia, khususnya dalam perbaikan ekonomi. Terlihat bahwa ia memerlukan adanya bantuan dari orang lain, dalam hal ini doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia. Melalui permintaan bantuan yang dilakukannya, Sandiaga menunjukkan dirinya yang tidak mampu berdiri sendiri dalam memenangkan Pilpres 2019 jika tanpa adanya bantuan dari masyarakat, sehingga ia berharap masyarakat akan memberikan doa dan restunya. Dengan menyatakan permintaan bantuannya kepada pihak lain, Sandiaga telah menunjukkan adanya strategi supplication.

Di sisi lain, terlihat pada grafik 4.6 di halaman 86 bahwa terdapat satu sub indikator yang tidak dimunculkan dalam strategi supplication ini. Sub indikator yang dimaksud adalah menyatakan kelemahan diri dalam berbagai hal di hadapan orang lain. Menurut Jones & Pittman (1982, p. 247), strategi supplication dimungkinkan untuk dilakukan oleh seseorang yang kekurangan sumber daya sehingga memanfaatkan kelemahan dan ketergantungannya. Tidak mengherankan jika sub indikator menyatakan kelemahan tidak muncul, sebab semakin banyak sub indikator dalam strategi supplication ini ditunjukkan, maka akan membuat Sandiaga yang maju sebagai Cawapres 2019 menjadi terkesan tidak berkompeten.

Hal ini pun sesuai dengan diutarakan oleh Jones & Pittman (1982, p. 260) bahwa strategi self promotion bertentangan dengan strategi supplication. Dalam temuan penelitian ini, strategi self promotion tampak unggul (245 koding atau setara dengan persentase 22,64%) dibandingkan dengan strategi supplication yang mendapati perolehan persentase terendah (hanya sebanyak 13 koding atau setara dengan persentase 1,2%), seperti terlihat pada grafik 4.1 di halaman 74. Dengan

(31)

Universitas Kristen Petra

demikian, ketika seseorang ingin tampak berkompeten, maka tidak mungkin sisi kelemahannya ditunjukkan.

Secara keseluruhannya, dari hasil perhitungan peneliti, jumlah koding pada strategi exemplification sangatlah dominan, khususnya pada sub indikator menyatakan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat, jika dibandingkan dengan strategi impression management lainnya. Menurut Jones & Pittman (1982, p. 245), strategi exemplification adalah strategi impression management yang dilakukan untuk mendapatkan kesan berintegritas dan layak secara moral (moral worthiness) dari pihak lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam mengomunikasikan kategori pilar ekonomi ini selama masa kampanye Pilpres 2019 melalui akun Instagram-nya @sandiuno, Sandiaga ingin mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang berintegritas dan layak secara moral (moral worthiness).

Dominannya strategi exemplification dalam kategori pilar ekonomi ini, didukung dengan pernyataan Sandiaga dalam rapat paripurna DPRD DKI terkait penetapan pemberhentian dirinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dalam pidatonya dikatakan bahwa semasa ia bertugas dengan Anies Baswedan, dirinya berkomitmen untuk mengabdi, konsisten dalam menekan kepentingan pribadi, disertai dengan upaya terus-menerus untuk mengutamakan kepentingan rakyat seperti penumbuhan wirausaha, menjinakkan harga, dan membuka lapangan kerja (Tambun, August 27, 2018). Fakta tersebut memperlihatkan bahwa tidak hanya saat berkampanye dalam Pilpres 2019, Sandiaga memang sejak awal dalam bekerja bertekad untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan dirinya sendiri, khususnya dalam perbaikan ekonomi untuk rakyat yang termasuk ke dalam fokus kategori pilar ekonomi ini. Menurut Jones & Pittman (1982, p. 245), pelaku exemplification secara khas menampilkan dirinya dengan jujur, disiplin, dermawan, dan tidak mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Di samping itu, pelaku exemplification juga harus memiliki konsistensi diri atas apa yang dilakukannya, terutama dalam hal memberikan teladan moral. Dengan demikian, jelas terlihat bahwa fakta dan temuan yang ada telah mendukung teori di mana Sandiaga selalu konsisten dalam mengutamakan kepentingan rakyat yang menjadi salah satu karakteristik dari strategi

(32)

exemplification. Melalui tindakan mengutamakan kepentingan rakyat tersebut, Sandiaga memang terbukti ingin mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang berintegritas dan layak secara moral.

4.5.2 Pilar 2: Kesejahteraan Rakyat

Captions yang terdapat dalam akun Instagram @sandiuno, khususnya pada kategori pilar kesejahteraan rakyat ini, meliputi fokus-fokus sebagai berikut:

lapangan kerja dan ketenagakerjaan; jaminan pemenuhan hak dasar masyarakat;

jaminan sosial; tata kelola sistem kesehatan; sistem pendidikan nasional; program kependudukan; program ketahanan keluarga; program pembinaan olahraga; serta ketersediaan pangan, energi, dan gizi. Adapun jumlah caption yang termasuk dalam pilar kesejahteraan rakyat adalah sebanyak 117 caption dari total 755 caption. Berikut adalah jumlah koding strategi impression management Sandiaga dalam kategori pilar kesejahteraan rakyat:

68

13 36

103

0 2 20 40 60 80 100 120

Ingratiation Intimidation Self-Promotion Exemplification Supplication

Strategi Impression Management (Pilar Kesejahteraan Rakyat)

Jumlah Koding

Grafik 4.7 Strategi Impression Management Sandiaga dalam Kategori Pilar Kesejahteraan Rakyat

Sumber: Olahan Peneliti, 2019

(33)

Universitas Kristen Petra

Berdasarkan grafik perhitungan 4.7 di halaman 89, terlihat jelas bahwa strategi exemplification memiliki perolehan jumlah koding tertinggi, yaitu 103 koding (46,4%) jika dibandingkan dengan strategi impression management lainnya. Selanjutnya, terdapat strategi ingratiation dengan jumlah koding sebanyak 68 koding (30,63%), diikuti dengan strategi self-promotion dengan jumlah koding sebanyak 36 koding (16,22%), kemudian strategi intimidation dengan jumlah koding sebanyak 13 koding (5,85%), dan terakhir, strategi supplication dengan jumlah koding hanya sebanyak 2 koding (0,9%). Adapun jumlah koding dalam setiap strategi di atas menunjukkan total jumlah koding sub indikator yang tampak dari keseluruhan caption di kategori pilar kesejahteraan rakyat. Unggulnya jumlah koding pada strategi exemplification ini, menunjukkan bahwa dalam mengomunikasikan mengenai kategori pilar kesejahteraan rakyat tersebut, Sandiaga ingin mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang berintegritas dan layak secara moral (moral worthiness).

Hasil perhitungan di atas memperlihatkan bahwa hasil jumlah koding tertinggi terletak pada strategi exemplification. Strategi exemplification adalah strategi impression management yang dilakukan untuk mendapatkan kesan berintegritas dan layak secara moral (moral worthiness) dari pihak lain (Jones &

Pittman, 1982, p. 245). Jumlah koding setiap sub indikator pada grafik 4.8 di halaman 91 menunjukkan jumlah caption di mana sub indikator tersebut muncul, dan di dalam satu caption, dapat muncul beberapa sub indikator sekaligus. Berikut adalah jumlah koding strategi impression management exemplification secara khusus:

(34)

Strategi exemplification dalam penelitian ini, terbagi menjadi beberapa sub indikator, yaitu: mengajak masyarakat untuk berbuat baik kepada sesama;

menyatakan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat;

menyatakan kejujurannya dalam bekerja; menyatakan kedisiplinannya dalam bekerja; mengajak masyarakat untuk bertindak positif; dan menunjukkan sikap kedermawanan dirinya (Jones & Pittman, 1982; Bolino & Turnley, 1999; Lee et al., 1999). Pada grafik 4.8 di atas, terlihat bahwa sub indikator dalam strategi exemplification yang tampak dan relevan dengan teori adalah mengajak masyarakat untuk berbuat baik kepada sesama sebanyak 6 koding (5,82%), menyatakan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat sebanyak 42 koding (40,78%), menyatakan kedisiplinannya dalam bekerja sebanyak 4 koding (3,88%), mengajak masyarakat untuk bertindak positif sebanyak 42 koding (40,78%), dan menunjukkan sikap kedermawanan dirinya sebanyak 9 koding (8,74%). Dari keseluruhan sub indikator dalam strategi exemplification yang tampak ini, sub indikator yang memperoleh jumlah koding tertinggi adalah menyatakan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat dan mengajak masyarakat untuk bertindak positif, yakni

9

42 4

0

42 6

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

Kedermawanan Ajakan bertindak positif Kedisiplinan dalam bekerja Kejujuran dalam bekerja Kepentingan masyarakat Ajakan berbuat baik

Exemplification

Jumlah Koding

Grafik 4.8 Strategi Impression Management: Exemplification

Sumber: Olahan Peneliti, 2019

(35)

Universitas Kristen Petra

masing-masing muncul di dalam 42 caption dari total 103 caption atau masing- masing setara dengan perolehan persentase sebesar 40,78%.

Menurut Jones & Pittman (1972, p. 245), para pelaku exemplification, secara khas menampilkan dirinya dengan jujur, disiplin, dermawan, dan tidak mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Mengutamakan kepentingan bersama atau orang lain, dalam hal ini masyarakat sama halnya dengan tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri yang menjadi salah satu karakteristik dari pelaku exemplification. Karakteristik ini pun tampak dalam pernyataan Sandiaga di caption Instagram-nya @sandiuno, seperti dalam kutipan berikut:

“Saya dan Pak @prabowo tidak akan pernah lelah memperjuangkan apa yang rakyat Indonesia butuhkan. Kami akan selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan kesejahteraan rakyat di atas segala-galanya. Sudah saatnya, rakyat mendapatkan apa yang menjadi hak mereka dari negara yang kaya raya ini.” (Caption Sandiaga terkait “Lebih dari 1000 titik saya kunjungi selama 4 bulan …”, 15 Januari 2019).

Kutipan di atas menunjukkan bahwa Sandiaga ingin terlihat sebagai calon pemimpin yang memikirkan kepentingan banyak orang, khususnya masyarakat Indonesia. Seperti pernyataan di atas, Sandiaga mengatakan bahwa dirinya bersama Prabowo yang akan terus berjuang dalam mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan dan hak masyarakat Indonesia. Ia pun juga bertekad akan selalu memprioritaskan kepentingan dan kesejahteraan rakyat dibandingkan hal lainnya.

Dengan menyatakan tindakannya yang mengutamakan kepentingan rakyat ini, Sandiaga telah menunjukkan adanya strategi exemplification yakni upaya untuk mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang berintegritas dan layak secara moral (moral worthiness).

Selain itu, dengan perolehan jumlah koding atau persentase yang sama, adapun sub indikator lainnya yang tampak dari strategi exemplification adalah mengajak masyarakat untuk bertindak positif. Menurut Jones & Pittman (1982, p.

245), pelaku exemplification harus mampu memberikan teladan moral dan tidak hanya mengakuinya begitu saja. Pelaku dapat mempengaruhi orang lain dengan cara menunjukkan keberhasilannya dalam merefleksikan normal-norma sosial tersebut. Salah satu karakteristik yang mencerminkan strategi exemplification adalah dengan mengajak orang lain untuk bertindak positif seperti yang dilakukannya (Lee et all., 1999, p. 720). Karakteristik ini pun tampak dalam

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah daun pada tanaman cabai merah paling tinggi meng gunakan pupuk masyarakat A (338,00 helai) diduga karena pupuk organik tersebut memiliki total unsur hara N, P, K yang

Ibid , hal.. menjadi terbuka kemungkinan untuk memperoleh kredit yang diperlukan dengan menggunakan tanah yang dipunyai sebagai jaminan. Demikian pula dunia perbankan

Untuk faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal hanya faktor keuntungan yang terbukti secara signifikan (pada tingkat keyakinan 95%) mempunyai hubungan negatif

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Melihat dari permasalahan yang telah dijelaskan di atas, yaitu tentang pemberian barang jaminan, dimana barang

Dari hasil pengujian stabilitas sediaan gel untuk pengujian pH, daya lekat dan daya sebar telah memenuhi syarat sediaan gel yang baik dan stabil selama penyimpanan 4

Matlab adalah suatu bahasa pemerograman komputer yang digunakan untuk memecahkan persoalan- persoalan (khususnya bidang teknik), seperti halnya bahasa-bahasa program lainnya

JMLH SAT 1 Penetapan rasio dosen dan mahasiswa sesuai standar ideal Terealisasi rasio dosen dibanding mahasiswa 1 : 20 1:20 Rasio 2 Meningkatnya penyerapan

Penemuan ketujuh-tujuh prinsip teori Takmilah dalam kumpulan puisi yang dikaji membuktikan kumpulan puisi karya Suhaimi Haji Muhammad ini padat dengan nilai-nilai keagamaan