• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. sekarang yang mengolah kata secara digital pola hidup manusia sekarang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. sekarang yang mengolah kata secara digital pola hidup manusia sekarang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Masa pendidikan sudah beranjak jauh dari menulis di batu hingga sekarang yang mengolah kata secara digital pola hidup manusia sekarang terasa sangat berbeda dengan yang dulu kita dipaksa untuk belajar dengan kondisi yang sebelumnya hanya diangan dan masih awam untuk menggunakan media digital.

Menurut undang undang no. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( 2003) “pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya”.

Wabah virus berdampak pada semua aspek kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, politik semua berubah untuk dapat di sesuaikan dengan kondisi seperti ini. Dampak yang dirasakan semua orang dari kalangan anak-anak maupun tua yaitu pada aspek Pendidikan.

Ganasnya virus yang tiap harinya memakan korban hingga ratusan membuat pemerintah ambil sikap untuk meniadakan pembelajaran secara berkelompok sehingga semua pembelajaran dialihkan pada rumah peserta didik masing-masing denga menggunakan media berbasis online yang memungkinkan untuk terjadinya interaksi guru dan peserta didiknya secara

(2)

2

berjauhan denga hal ini problem pembelajaran secara tatap muka dapat terselesaikan dengan baik.

Problem baru muncul kembali dengan terbiasanya peserta didik melihat guru menjelaskan secara langsung dengan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan mengajarkan materi secara privat kepada siswa yang belum mengerti, Membuat teknologi masa depan ini banyak menuai keritikan jika pembelajaran digital ini tidak mudah untuk diserap siswa difokuskan untuk membaca saja dan para guru juga mengeluhkan tidak dapat mengenali karakter siswanya sehingga sulit untuk menentukan metode pembelajaran yang sesuai untuk diberikan oleh karena itu solusi yang dapat membantu guru untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu peran orang tua dalam membantu menafsirkan materi yang disampaikan guru ke pada anak-anaknya cara ini lebih mudah diterapkan karena tidak perlu ada teknologi yang membantu akan tetapi peran orang tua yang sudah mengerti karakter anaknya sehingga memahami metode apa yang cocok untuk anaknya.

Menurut Ismail (2008) ”Pembelajaran memiliki tujuan pokok yaitu menguasai konseptual untuk mengasah kemampuan anak secara mandiri dalam mengatasi permasalahan yang menghampiri”. Pembelajaran berbasis digital memberikan harapan besar bagi semua peserta pendidikan.

Perbaikan-perbaikan maupun penambahan fasilitas dari developer aplikasi sering dilakukan akan tetapi masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh developer itu sendiri yaitu memberikan pembelajaran dengan hati yang mana hanyalah guru yang bisa melakukan hal tersebut dengan cara

(3)

3

bertatap muka dan mempelajari karakter siswanya namun hal tersebut tidak dapat dilakukan karna semua dibatasi oleh digital oleh karena itu untuk membantu guru dalam mengatasi problem tersebut dibutuhkan peran orang tua sebagai pendamping anak-anaknya dalam belajar dengan hal ini peserta didik dapat dipantau langsung daya serap belajarnya namun tidak semua orang tua bisa meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya belajar karena ada kepentingan yang lebih penting dari pada mendampingi putra putrinya belajar mereka juga harus mencari uang untuk menyambung hidup ditengah pandemi seperti ini.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 tentang Standar Nasional pendidikan tahun (2005) ”Pasal 19 sampai 22 bahwa konsep pembelajaran pada satuan instansi pendidikan dilakukan secara inspiratif, interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk aktif mengikuti, serta memiliki ruang untuk prakarsa, kemandirian dan kreativitas sesuai dengan kemampuan yang diminati dan pertumbuhan fisik dengan diikuti pertumbuhan psikologis peserta didik”. Belajar mandiripun menjadi solusi dari kesulitan peran keluarga yang hadir dalam mendukung pembelajaran meski banyak kendala yang dihadapi akan tetapi strategi ini yang satu-satunya dapat diterapkan dari pada mengacuhkan pembelajaran karena merasa tidak pernah mampu untuk menyerap pembelajaran tersebut

Penelitian ini masih baru dilakukan karena pandemi ini masih baru saja terjadi sehingga peneliti akan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari data dilapangan yang seakurat-akuratnya dari responden yang

(4)

4

telah dikualifikasikan oleh peneliti sehingga diharapkan dapat menjadi acuan dalam membuat pemecahan masalah yang timbul ditengah-tengah siswa maupun Guru.

Permasalahan yang timbul di Sekolah Mts Muhammadiyah 1 Malang pada saat pembelajaran online guru mengamati seluruh siswa didalam kelas memberikan respon baik dalam memahami materi yang diberikan akan tetapi saat dilakukannya ujian online yang memiliki durasi waktu didapatkan hasil beberapa siswa yang kurang memahami materi yang telah diberikan oleh guru.

Saat saya mendatangi salah satu siswa mereka mengungkapkan jika pembelajaran secara daring membuat mereka bosan karena hanya di hadapkan dengan layar monitor yang hidup berjam-jam dan semua guru memberikan treadmen yang sama serta disaat kurang memahami materi yang diberikan guru. Mereka lebih memilih berpura-pura mengerti karena malu dengan teman-temannya yang sudah mengerti padahal belum tentu.

Bisa juga murid lain mengalami hal yang sama dapat dilihat dari beberapa siswa mengalami hal serupa, Disaat kurang memahami materi yang diberikan oleh guru mereka bersikap seolah mengerti agar pembelajaran dapat cepat selesai.

Berdasarkan penelitian terdahulu Ningsih and Nurrahmah (2016) yang berjudul “Pengaruh Kemandirian belajar dan Perhatian Orang tua terhadap Prestasi Belajar Matematika” Menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh positif yang signifikan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematika;(2) Terdapat pengaruh positif yang signifikan perhatian orang

(5)

5

tuaterhadap prestasi belajar matematika; dan (3) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kemandirian belajar dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar matematika. Peneliti ingin mengembangkannya dalam situasi pembelajaran berbasi online apakah memiliki hasil yang serupa atau menemukan hasil baru yang di temukan pada lapangan.

Masalah ini sangat memiliki dampak yang besar jika belum memiliki solusi yang tepat, akan ada kendala dalam penyampain materi kepada peserta didik dan kurangnya efisiensi dalam penyerapan materi hal ini menjadi keuntungan kami apabila menemukan solusi tepat karena bidang studi yang saya tekuni juga berada pada pendidikan pancasila dan kewarganegaaraan yang mana pembelajaran saya mengutamakan didikan moral bangsa itu sendiri sehingga memerlukan pembelajaran yang memahami karakter peserta didik untuk mengerti metode yang cocok untuk saya berikan.

1.2. Identifikasi masalah

Berdasarkan gambaran permasalahan yang mendasarasi latar belakang penelitian ini. Diidentifikasikan permasalahan tersebut sebagai berikut.

1.2.1. Metode belajar yang masih kurang sesuai dengan karakter anak.

1.2.2. Keluarga yang kurang memperhatikan proses belajar anak.

1.2.3. Beberapa orang tua mementingkan mencari nafkah dari pada mendampingi anak belajar.

1.2.4. Peserta didik mengalami kebosanan saat pelaksanaan pembelajaran secara virtual.

(6)

6

1.2.5. Guru yang kesulitan dalam memahami karakter belajar peserta didik saat pembelajaran online.

1.3. Rumusan Masalah

1.3.1 Apakah belajar Mandiri Berpengaruh signifikan dalam menunjang prestasi belajar online siswa ?

1.3.2 Apakah pembelajaran didampingi keluarga berpengaruh signifikan dalam menunjang prestasi belajar online siswa ?

1.3.3 Apakah belajar mandiri dan didampingi Keluarga berpengaruh signifikan dalam menunjang prestasi belajar online siswa ?

1.4. Tujuan Penelitian

1.4.1 Untuk mengidentifikasi belajar Mandiri Berpengaruh signifikan dalam menunjang prestasi belajar online siswa.

1.4.2 Untuk mengidentifikasi pembelajaran didampingi keluarga berpengaruh signifikan dalam menunjang prestasi belajar online siswa.

1.4.3 Untuk menganalisis belajar mandiri dan didampingi Keluarga berpengaruh signifikan dalam menunjang prestasi belajar online siswa .

1.5. Manfaat Penelitian 1.5.1. Manfaat Teoritis

Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang peran orang tua dan solusi dari keterbatasan orang tua dalam mendampingi putra-putrinya dalam belajar secara daring. Selain itu mampu dijadikan sebagai bahan acuan dalam menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran berbasis online agar mampu menciptakan calon generasi yang berkwalitas dan memahami materi pembelajaran dengan baik.

(7)

7 1.5.2. Manfaat Praktis

1.5.2.1 Bagi peneliti

Peneliti diharapkan dapat menerapkan pembelajaran yang efisien dengan menggunakan metode yang tepat untuk para peserta didik dalam menggunakan pembelajaran berbasis onlin

1.5.2.2 Bagi Peserta didik

Dari hasil penelitian ini diharapkan siswa mampu meningkatkan serta mengembangkan daya serap belajar dan mulai memunculkan semangat belajar kembali seperti pada saat di sekolahan.

1.5.2.3 Bagi Guru

Dari hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan guru untuk mendidik dan menghasilkan generasi yang bermoral, memudahkan peserta didik dalam menyerap materi yang disampaikan sehingga upaya guru dalam mendidik tidak sia-sia.

1.5.2.4 Bagi Orang tua

Dari hasil penelitian ini orang tua menemukan solusi untuk pembelajaran yang sesuai untuk putra ddan putrinya sehingga dapat dipahami dengan mudah.

1.5.2.5 Bagi sekolah

Sekolah diharapkan mampu memberikan sarana dan prasarana yang mendukung guru dalam memberikan pelajaran peserta didiknya sehingga siswanya dapat berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.

(8)

8 1.5.2.6 Bagi Prodi PPKn FKIP UMM

1.5.2.7 Mampu mencetak mahasiswa yang unggul dan kompetensi serta professional sebagai calon guru PPKn, serta dapat meningkatkan eksistensi Prodi PPKn FKIP UMM.

1.6. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini yaitu dilaksanakan pada lingkup Sekolahan atau instansi pendidikan yang mencakup 3 variabel yang telah ditentukan peneliti yaitu Belajar Mandiri, Belajar didampingi Keluarga serta nilai prestasi belajar siswa. Pengukuran yang digunakan sebagai parameter nilai prestasi belajar peneliti menggunakan salah satu indikator yaitu aspek kognitif. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Malang dengan jumlah siswa kelas VII setiap kelasnya 25 siswa. Responden pada penelitian ini berjumlah 25 siswa yang berasal dari satu kelas VII yang dipilih secara individual oleh guru yang pemilihannya berdasarkan kriteria yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.

Pemilihan mata pelajaran sebagai subyek penelitian disesuaikan oleh kesanggupan sekolah dengan memilih salah satu guru mata pelajaran yang berkesanggupan untuk diadakannya penelitian pada Pembelajarannya.

Pemilihan Mata pelajaran secara random tidak berdampak pada kesulitan penelitian nanti dikarenakan semua guru yang mengajar mata pelajaran pada saat awal pembelajaran berbasis online secara menyeluruh akan memaksa guru menggunakan metode yang sama.

(9)

9 1.7. Penegasan Istilah

Untuk menghindari kemungkinan salah tafsir istilah-istilah yang digunakan dalam judul penulis merasa perlu untuk Mengfokusan istilah-istilah yang terdapat dalam judul dan Pembatasan Permasalahannya.

1.7.1. Strategi

Strategi adalah rancangan, konsep, perencanaan yang akan digunakan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang timbul dari ketidak sanggupan diri dalam mengolahnya sehingga dengan dibuatnya Strategi dapat membantu secara sistematis meredakan sebuah permasalahan.

1.7.2. Belajar Mandiri

Kemampuan Personal dalam mengolah informasi menjadikan sebuah data sehingga dapat diresapi maknanya yang dimana kegiatan ini dilakukan secara berbeda-beda menyesuaikan kemampuan dan karakteristik seseorang.

1.7.3. Pembelajaran

Pembelajaran adalah kegiatan penangkapan informasi serta pengolahan data sehingga dapat diserap oleh peserta didik dari sumber ilmu yang memberikan informasi. Menurut Gagne (1984) “Pembelajaran adalah Bertemunya fenomena-fenomena baru yang mengembangkan sebuah konsep pemikiran di dalam proses belajar”. Lebih lanjut, Gagne (1984) mengemukakan bahwa “pembelajaran menciptakan belajar dengan kondisi eksternal yang harus dikonsepkan untuk mendukung, mengaktifkan, dan mempertahankan proses internal dalam setiap peristiwa belajar”.

(10)

10 1.7.4. Keluarga

Keluarga yaitu unit terkecil masyarakat, golongan,kelompok ataupun ras yang mempengaruhi karakter seseorang dalam kehidupan sehari-hari dimana interaksi selalu dilakukan secara intensif, keluarga terdiri dari ayah, ibu, kakak, adik dan anggota kelompok yang memiliki pengaruh baik dalam kehidupan. Keluarga juga sering mendukung proses tumbuh kembang untuk dididik sesuai dengan karakter keluarga serta mendukung dalam meraih cita-cita.

1.7.5. Siswa

Menurut Nata (2008) “murid adalah sebagai seseorang yang ingin mendapatkan ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan akhirat dengan belajar bersungguh-sungguh”.

1.7.6. Prestasi belajar

Prestasi adalah Keberhasilan seseorang setelah mendapatkan pengalaman mempelajarai sesuatu lalu di terapkannya kembali tanpa ada yang membantu sehingga murni dari kemampuan diri sendiri.

1.7.7. Pembelajaran Online

Proses belajar mengajar secara jarak jauh menggunakan media jejaring internet maupun media digital dalam menjabarkan materinya kegiatan ini dapat dilakukan secara flexibel dimana saja sehingga memudahkan peserta didik dan pendidik dalam memberikan maupun menerima materi.

Referensi

Dokumen terkait

Mengkoordinir dalam memecahkan berbagai persoalan & informasi terkait kepesertaa, Budgetting, regulasi serta strategi dalam mencapai unniversal covegere 2019 di

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang

dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanggulangan

Tidak berhenti sampai disini saja, dalam meningkatkan kualifikasi guru pemerintah juga memberikan bebebrapa pilhan terkait model-model peningkatan kualifikasi guru, diantaranya

Berbagai bentuk kelainan kongenital dan yang diperoleh pada penyakit kardiovaskuler merupakan mekanisme penyebab yang paling sering, tapi struktur yang mirip dapat juga

Dengan demikian, justru adanya konsep ketuhanan dalam Agama Buddha di masa sekarang ini akan memberikan pilihan bebas kepada orang yang masih menginginkannya maupun mereka yang

Sama seperti pada tahap analisis tingkat kematangan saat ini (as-is), penulis melakukan analisis tingkat kematangan tata kelola teknologi informasi yang diharapkan

Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat sebagai Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat