PERANGKAT PEMBELAJARAN Invesment casting
DISUSUN OLEH :
HERU KARYANA
NIP. 19780730 200801 1 003
SELEKSI CALON PENGAJAR PRAKTIK
ANGKATAN 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Tulung Mata pelajaran : Dasar-dasar
Kelas/Semester : X/Gasal
Materi Pokok : Invesment casting Alokasi Waktu : 1 x 10 menit
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
B. KOMPETENSI DASAR
3.2 Mendeskripsikan pengetahuan bahan (ferrous dan non ferrous)
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui pengamatan gambar, animasi dan atau video tanur induksi, siswa dapat mendiskripsikan proses invesment casting.
2. Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang proses invesment casting;
3. Melalui pengumpulan data (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang proses invesment casting.
4. Melalui kategori data proses invesment casting., selanjutnyanya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait dengan proses invesment casting.
D. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Setelah mengikuti pembelajaran siswa diharapkan :
1. Terlibat aktif dalam pembelajaran proses invesment casting.
2. Mampu bekerjasama dalam kegiatan kelompok
3. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tentang keuntungan dan kerugian invesment casting.
4. Mampu menyimpulkan dengan urutan sederhana sampai pada yang lebih kompleks tentang proses invesment casting.
E. MATERI AJAR
Materi yang akan disampaikan kepada siswa adalah sebagai berikut : 1. Penuangan cairan logam
2. Proses invesment casting
3. Keuntungan dan kerugian pengecoran dengan invesment casting
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Scientific Learning 2. Model/Strategi : inquiri learning
3. Metode : diskusi , ceramah, tanya jawab, dan penugasan.
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan : 1
Kegiatan Diskripsi Alokasi
Waktu Pendahuluan 1. Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti
proses pembelajaran, dengan cara menciptakan suasana kelas yang kondusif dengan menunjuk salah satu peserta didik memimpin doa, memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas.
1 menit
2. Guru memberikan apersepsi, dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
3. Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi yang harus dikuasai para peserta didik. Guru harus juga mengingatkan kepada peserta didik bahwa di dalam pembelajaran ini menekankan kebermaknaan pencapaian tujuan dan kompetensi, bukan hafalan.
4. Guru menyampaikan pengenalan penuangan cairan logam.
Inti Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Scientific Learning, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
A. Mengamati
B. Mengamati gambar, animasi dan atau video tentang proses invesment casting
C. Menanya
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang proses invesment casting D. Mengekplorasi
Mengumpulkan data yang dipertanyakan dan menentukan sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang proses invesment casting
E. Mengasosiasi
Mengkatagorikan data dan menentukan hubungan jenis dan fungsi perlatan gambar, selanjutnyanya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait dengan proses invesment casting
F. Membuat Jejaring
Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang proses invesment casting dalam bentuk lisan, tulisan, dan gambar.
8 menit
Penutup 1. Peserta didik bersama-sama guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
2. Peserta didik melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.
3. Peserta didik diberikan penugasan sebagai penguatan dan pemantapan.
1 menit
4. Sebagai refleksi , guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang pelajaran yang baru saja berlangsung serta menanyakan kepada peserta didik apa manfaat yang diperoleh setelah mempelajari topik proses invesment casting.
5. Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan yang akan datang tentang continuous casting.
H. ALAT /BAHAN/ SUMBER BAHAN:
1. Alat:
a. White Board dan Spidol;
b. LCD, Komputer/Laptop;
c. Gambar proses invesment casting dalam file presentasi d. Lembar Observasi
e. Lembar Kerja Diskusi Siswa 2. Sumber Belajar:
a. Hardi Sudjana, Teknik Pengecoran Logam 1, Direktorat Pembinaan SMK, Jakarta, 2008 b. Tata Surdia, Teknik Pengecoran Logam, Bandung
c. Buku referensi dan artikel yang sesuai.
d. www.google.com
I. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 1. Observasi
Proses penugasan diskusi kelompok tentang proses invesment casting 2. Tes
Tes tertulis terkait dengan proses invesment casting
Kepala Sekolah
Heru Karyana, S.Pd., M.Pd
Klaten, Juni 2022 Guru
Heru Karyana, S.Pd., M.Pd NIP. 19780730 200801 1 003 NIP. 19780730 200801 1 003
Lampiran 1:
Penilaian Sikap (Lembar Pengamatan)
LEMBAR PENILAIAN SIKAP
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Tulung Kelas/ Semester : X/ Gasal
Mata pelajaran : Teknologi Mekanik Materi Pokok : Invesment casting Pertemuan ke- : 1
No. Nama Aspek Penilaian Nilai
Akhir Serius Peduli Minat Semangat Kreatif
1
2
3
4
5
6
7
8 9 10
Skor Penilaian:
Interval Predikat N.S
86-100 A Sangat Baik ( SB )
71-85 B Baik
( B )
56-70 C
Cukup ( C )
≤ 55 D
Kurang ( K )
Lampiran 2:
Lembar Kerja Diskusi Siswa
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Tulung Kelas/ Semester : X/ Gasal
Mata pelajaran : Teknologi Mekanik Materi Pokok : Invesment casting Pertemuan ke- : 1
KELOMPOK ……
Anggota
No. Nama Kelas/No. Absen
1. ... ...
2. ... ...
3. ... ...
4. ... ...
TUGAS :
A. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Analisislah proses pembuatan coran dengan investment casting! (score 2)
2. Simpulkan tentang keuntungan dan kerugian pengecoran investment casting! (score 2)
B. Tuliskan jawaban kalian pada tempat yang telah disediakan di bawah ini! Bila tidak cukup, sediakan kertas lain!
JAWAB:
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
………
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
……….
Lampiran 3:
LEMBAR INSTRUMEN PENILAIAN TUGAS DISKUSI
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Tulung Kelas/ Semester : X/ Gasal
Mata pelajaran : Teknologi Mekanik Materi Pokok : Invesment casting Peretemuan ke- : 1
Kelompok :__________________
No. Nama Aspek Penilaian Nilai
Akhir A(soal1) B(soal2)
1
2
3
4
Skor Penilaian:
Interval Predikat N.S
86-100 A Sangat Baik ( SB )
71-85 B Baik
( B )
56-70 C
Cukup ( C )
≤ 55 D
Kurang ( K )
Lampiran 4 :
NILAI KOMPETENSI
Penilaian
Sikap (S) Pengetahuan (P) Ketrampilan (K) ∑NK
Bobot score 10 % 20 % 70 %
Nilai
Nk
∑Nk = 0,1.S + 0,2.P + 0,7.K
Keterangan :
∑Nk = Nilai Kompetensi
Nk = Nilai bobot kompetensi S = Sikap
P = Pengetahuan
K = Ketrampilan
Lampiran 5 :
PEDOMAN PENILAIAN
No Soal Kriteria Nilai
1 1 Data sajian sesuai urutan proses
beserta diagram 81 – 100
Data sajian sesuai urutan proses
tanpa diagram 71 – 80
Data sajian kurang sesuai urutan
proses tetapi disertai gambar 61 – 70 Data sajian kurang sesuai urutan
proses tanpa disertai gambar ≤ 60
Tidak ada data sajian 0
2 2 Data sajian sangat lengkap 81 – 100
Data sajian lengkap 71 – 80
Data sajian kurang lengkap 61 – 70
Data sajian tidak lengkap ≤ 60
Tidak ada data sajian 0
KUNCI JAWABAN SOAL DISKUSI KELOMPOK
1. Proses investment casting
➢ Pola (dari lilin)dibentuk dengan cara injeksi pada cetakan logam
➢ Pola lilin dilapisi dengan bahan pelapis seperti ethil atau sodium silikat untuk menghaluskan permukaan model.
➢ Pola ditempatkan (invested) dalam bahan cetakan seperti pasir resin
➢ Investment dikeringkan melalui pemanasan dari 100-110oC
➢ Pola mencair melalui pori-pori bahan cetakan
➢ Rongga terbentuk sesuai dengan bentuk produk yang diinginkan
➢ Pemanasan dilanjutkan sampai 1000C untuk mengeraskan cetakan tersebut
➢ Penuangan cairan logam ke dalam cetakan
➢ Pembongkaran cetakan
2. Keuntungan dan kerugian investment casting Keuntungan pengecoran investment adalah:
• Excellent permukaan yang telah selesai.
• Tingginya akurasi dimensi.
• Sangat baik untuk bagian rumit.
• Hampir setiap logam dapat dicetak.
• Tidak ada garis flash atau perpisahan.
Kerugian utama adalah biaya keseluruhan. Beberapa alasan untuk biaya tinggi termasuk peralatan khusus, refraktori mahal dan binder, banyak operasi untuk membuat cetakan, banyak tenaga kerja yang diperlukan.
MATERI INVESMENT CASTING
Gips dapat dibuat dari model lilin itu sendiri, metode langsung, atau dari salinan lilin dari model yang tidak perlu dari lilin, metode tidak langsung. Langkah-langkah berikut adalah untuk proses tidak langsung yang dapat mengambil dua hari untuk satu minggu untuk menyelesaikan.
• Produce pola master: pola asli dari lilin, tanah liat, kayu, baja plastik,, atau materi lain.
• Mouldmaking: Sebuah cetakan, yang dikenal sebagai die master, adalah terbuat dari pola master. Pola master dapat dibuat dari logam rendah-leleh-point, baja, atau kayu. Jika pola baja diciptakan kemudian logam rendah-leleh-point dapat dilemparkan langsung dari pola master. cetakan Karet juga dapat dilemparkan langsung dari pola master. Langkah pertama mungkin juga dilewati jika die master mesin langsung ke baja.
• Produce pola lilin: Meskipun disebut sebagai bahan pola pola lilin juga termasuk merkuri plastik dan beku pola Wax dapat dihasilkan dalam salah satu dari dua cara.. Dalam satu proses lilin dituangkan ke dalam cetakan dan berdesir sekitar sampai lapisan bahkan, biasanya sekitar 3 mm (0,12)di tebal, meliputi permukaan bagian dalam dari cetakan. Hal ini diulang sampai ketebalan yang diinginkan tercapai. Metode lain adalah mengisi seluruh cetakan dengan lilin cair, dan biarkan dingin, sampai dengan ketebalan yang diinginkan telah ditetapkan pada permukaan cetakan. Setelah itu sisa lilin dicurahkan lagi, cetakan terbalik dan lapisan lilin dibiarkan dingin dan mengeras. Dengan metode ini lebih sulit untuk mengendalikan keseluruhan ketebalan lapisan lilin. Jika inti diperlukan, ada dua pilihan: lilin larut atau keramik. core lilin larut dirancang untuk mencair dari lapisan investasi dengan sisa pola lilin, sedangkan core keramik tetap menjadi bagian dari pola lilin dan dikeluarkan setelah benda kerja adalah cor.
• Assemble pola lilin: Pola lilin ini kemudian dikeluarkan dari cetakan. Tergantung pada pola lilin beberapa aplikasi dapat dibuat sehingga mereka semua dapat dicetak sekaligus. Dalam aplikasi lain, beberapa pola lilin yang berbeda dapat dibuat dan kemudian dirakit menjadi satu pola yang kompleks. Dalam kasus pertama beberapa pola terpasang pada sariawan lilin, dengan hasil yang dikenal sebagai pola cluster, atau pohon; sebanyak beberapa ratus pola dapat terpasang ke sebuah pohon Foundries sering menggunakan tanda pendaftaran untuk menunjukkan dengan tepat. mana mereka pergi. Pola lilin yang melekat pada sariawan atau satu sama lain dengan menggunakan alat logam dipanaskan Pola lilin juga dapat dikejar, yang berarti garis perpisahan atau berkedip adalah. menggosok yang digunakan logam dipanaskan alat. Akhirnya itu berpakaian, yang berarti setiap ketidaksempurnaan lainnya ditangani sehingga lilin sekarang tampak seperti potongan selesai.
• Investment: Cetakan keramik, yang dikenal sebagai investasi, diproduksi oleh tiga mengulangi langkah: coating, stuccoing, dan pengerasan. Langkah pertama melibatkan mencelupkan cluster ini ke dalam bubur dari bahan tahan api halus dan kemudian membiarkan kelebihan dari setiap tiriskan, sehingga permukaan yang dihasilkan seragam. Bahan ini halus digunakan pertama untuk memberikan permukaan halus selesai dan bereproduksi detail baik. Pada langkah kedua, cluster adalah stuccoe dengan partikel keramik kasar, dengan mencelupkan ke tempat tidur fluidised, menempatkannya di sander-curah hujan, atau dengan menerapkan dengan tangan. Akhirnya, pelapis diperbolehkan mengeras. Langkah-langkah ini diulang sampai investasi tersebut adalah tebal diperlukan, yang biasanya 5 sampai 15 mm (0.2 hingga 0.6 in). Perhatikan bahwa lapisan pertama dikenal sebagai mantel utama. Sebuah alternatif untuk beberapa dips adalah untuk menempatkan cluster yang terbalik didalam labu dan kemudian bahan investasi cair dituangkan ke termos. labu tersebut kemudian bergetar untuk memungkinkan terperangkap udara untuk melarikan diri dan membantu bahan investasi mengisi semua rincian. bahan tahan api yang umum digunakan untuk membuat investasi tersebut: silika, zirkon, berbagai aluminium silikat, dan alumina. Silika biasanya digunakan dalam bentuk leburan silika, tapi kadang-kadang kurasa digunakan karena lebih murah.
Aluminium silikat adalah campuran dari alumina dan silika, dimana umumnya campuran digunakan memiliki kandungan alumina 42-72%; di alumina 72% senyawa ini dikenal sebagai mullite. Selama mantel primer (s), refraktori zirkon berbasis umum digunakan, karena zirkonium kurang cenderung bereaksi dengan logam cair tanah chamotte lain bahan tahan api yang telah digunakan. Sebelum silika, sebuah campuran plester dan tanah Facebook cetakan lama (tanah chamotte) digunakan.Para pengikat digunakan untuk menyimpan bahan tahan api di tempat meliputi: etil silikat (berbasis alkohol dan kimia diatur), silika koloid (berbasis air, juga dikenal sebagai sol silika, ditetapkan oleh pengeringan), natrium silikat, dan hibrida ini dikendalikan pH dan viskositas.
• Dewax: Investasi ini kemudian dibiarkan untuk benar-benar kering, yang dapat mengambil 16 ke 48 jam. Pengeringan dapat ditingkatkan dengan menerapkan vakum atau meminimalkan kelembaban lingkungan. Hal ini kemudian terbalik dan ditempatkan dalam tungku atau autoclave meleleh keluar dan / atau menguapkan lilin. Kebanyakan shell kegagalan terjadi pada saat ini karena malam digunakan memiliki koefisien ekspansi termal yang jauh lebih besar dari bahan investasi di sekitarnya, sehingga lilin dipanaskan mengembang dan mendorong besar tegangan. Dalam rangka meminimalkan menekankan lilin dipanaskan secepat mungkin sehingga permukaan lilin bisa meleleh ke permukaan investasi atau kehabisan cetakan, yang membuat ruang untuk sisa lilin untuk memperluas. Dalam situasi
tertentu mungkin lubang dibor ke dalam cetakan terlebih dahulu untuk membantu mengurangi tekanan. Setiap lilin yang kehabisan cetakan biasanya direcover dan digunakan kembali.
• Burnout & preheating: cetakan ini kemudian dibebani dengan suatu kelelahan, yang memanaskan cetakan antara 870 ° C dan 1095 ° C untuk menghilangkan lilin kelembaban dan residu, dan untuk sinter cetakan. Kadang-kadang pemanasan ini juga sebagai pemanasan awal, tapi kali lain cetakan dibiarkan dingin sehingga dapat diuji. Jika ada yang retak ditemukan mereka dapat diperbaiki dengan bubur keramik atau semen khusus Cetakan dipanaskan untuk memungkinkan logam cair tinggal lebih lama untuk mengisi rincian dan untuk meningkatkan akurasi dimensi, karena cetakan dan pengecoran dingin bersama-sama.
• Pouring: Cetakan investasi ini kemudian ditempatkan ke atas cangkir kedalam bak berisi pasir.
logam mungkin gravitasi dituangkan, tapi jika ada bagian tipis dalam cetakan mungkin diisi dengan menggunakan tekanan udara positif, cast vakum, cast miring, tekanan dibantu menuangkan atau cor sentrifugal.
• Removal: Shell adalah dipalu, media hancur, bergetar, waterjeted, atau kimia terlarut (kadang-kadang dengan nitrogen cair) untuk melepaskan casting. sariawan ini dipotong dan daur ulang. pengecoran kemudian mungkin dibersihkan untuk menghilangkan tanda-tanda proses pengecoran, biasanya dengan gerinda.