• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

16

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penilitian

a. Pengerjaan pengelasan Friction Stir Welding Alumunium AA5083 dengan variasi diameter pin tool 3 mm, diameter pin tool 4mm, diameter pin tool 5 mm dilaksanakan di laboratorium proses produksi VEDC Malang.

b. Pengujian yang meliputi Uji Distorsi, Uji Tarik, dan Uji Impact dilakukan di laboratorium jurusan TEKNIK MESIN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

3.1.2 Waktu penelitian

a. Pengerjaan proses pengelasan Friction Stir Welding akan memakai waktu kurang lebih 3 sampai 7 hari.

b. Pengerjaan proses Uji Tarik, Uji Distorsi, dan Uji Impact menggunakan waktu kurang lebih 2 minggu.

3.2 Alat yang Digunakan Dalam Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Mesin Frais Model LC-20VHA, digunakan untuk proses pengelasan.

b. Penjepit plat, digunakan untuk menjepit spesimen yang akan dilas.

c. Tool HSS, digunakan untuk menyambung spesimen.

d. Dial gauge indikator, digunakan untuk mengukur distorsi spesimen.

(2)

e. Universal Testing Machine, digunakan untuk menguji tegangan tarik spesimen

f. Impact testing, digunakan untuk menguji sifat getas spesimen

3.3 Bahan yang Digunakan Dalam Penelitian

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah aluminium tipe A 5083 dengan tebal 3 mm dengan ukuran dimensi 350 mm x 100 mm.

3.4 Prosedur Penelitian 3.4.1 Tahapan Penelitian

Diagram alur penelitian merupakan langkah-langkah pada pengelasan menggunakan metode friction stir welding (FSW). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram dibawah ini:

(3)

Uji Impact Uji Tarik

Analisis Data

Kesimpulan Selesai Uji Distorsi

Pengujian Awal FSW Studi Literatur

Pembuatan Desain Tool

Data

Pengadaan

Proses Pembuatan Tool dan Alat Cekam

Persiapan Mesin

Proses Pengelasan

Diameter pin tool 3 mm

Preparasi Sampel Variasi Pin tool

Diameter pin tool 5 mm Diameter pin tool 4 mm

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

(4)

3.4.2 Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum melakukan pengujian, dilakukan persiapan beberapa hal.

Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk penelitian adalah:

1. Mesin Frais (Milling Machine).

2. Penjepit Plat.

3. Tool HSS (High Speed Steel).

4. Alumunium AA5083.

5. Dial gauge indikator.

6. Universal Testing Machine.

7. Impact testing.

8. Penggaris.

9. Cekam alat penguji distorsi.

10. Jangka sorong.

3.4.3 Proses Pengelasan

Proses selanjutnya adalah,pengelasan dengan mesin frais, uji distorsi, uji tarik, dan uji impact. Langkah-langkah proses pengelasan yang dilakukan adalah :

a. Memasang Tool FSW pada mesin frais

b. Menyiapkan material alumunium AA5083 dengan tebal 3 mm dengan ukuran dimensi panjang 350 mm dan lebar 100 mm sebanyak 2 buah c. Pemasangan material alumunium AA5083 pada meja frais dengan

posisi Horizontal

d. Menjepit plat dengan pencekam agarrmaterial uji tidak bergeser saat proses pengelasan

(5)

e. Mengatur mesin frais sesuai dengan kebutuhan

f. Melakukan percobaan pengelasan dengan metode Friction Stir Welding (FSW)

Gambar 3.2 Gambar Yang Akan Dilas

3.4.4 Proses Pengujian 1. Uji Distorsi

Pengukuran distorsi menggunakan alat ukur dial gauge indikator.

Cara pengukurannya yaitu dengan menentukannbeberapa titik dengan menentukan beberapa titik dengan jarak tertentu. Titik-titik yang menjadi acuan pengukuran dapat di tentukan sesuai ukuran platyyang digunakan dalam penelitian. Kemudian ditentukan titik-titik dengan ruas horizontal 2 cm dan ruas vertikal 1 cm.

Langkah-langkah pengujian:

1. Membuat garis pada pelat dengan jarak, lebar 1 cm dan panjang 2 cm sehingga menutupi permukaan.

(6)

2. Menjepit kedua sisi plat menggunakan alat khusus.

3. Menempatkan pelat dannjepitannya diatas meja rata dan kalibrasi titik terendahnya pada permukaan plat menggunkan dial indicator

4. Mengukur setiap garis yang telahhdibuat dan catat beberapa nilai distorsi yang didapat dari dial indicator.

2. Uji Tarik

Pengujian Tarik merupakan pemberian gaya atau tegangan tarik terhadap material dengan maksud untuk mengetahui atau mendeteksi kekuatan dari suatu material.(Salendeho, 2013). Setelah melakukan proses pengelasan dengan metode FSW perlu dilakukan pengujian tarik,,bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik, kekuatan luluh dan perpanjangan dari suatu spesimen. Proses pengujian tarik,,menggunakan standar ASTM E8

Langkah-langkah pengujian:

1. Memasukkan data ke komputer untukkmemulai pengujian dari awal.

2. Benda uji mendapatkan bebanntarik dari tenaga hidrolik hingga putus pada beban maksimum tahanan material benda uji.

3. Menghitung seberapa besar penampang dan panjanggbenda uji setelah putus.

4. Mengambil hasil data yang ada pada komputer pengujian untuk dimasukkan dalam perhitungankkekuatan tarik, kekuatan luluh dan perpanjangan material.

(7)

Gambar 3.3 Proses Pengujian Tarik

3. Uji Impact

Pengujian impact merupakan suatu pengujian yang digunakan untuk menentukan sifat-sifat suatu material yang mendapatkan beban dinamis, sehingga dari pengujian ini dapat diketahuisssifat ketangguhan suatu material baik dalam wujud liat maupun ulet serta getas (Nurhafid A. dkk, 2017).

Dasar pengujian impak adalah penyerapanm energi potensial dari pendulum beban yang berayun dari suatu ketinggian tertentu dan menumbuk benda uji sehingga benda ujimmengalami deformasi. Pengujian ini menggunakan metode charpy.

Langkah-langkah pengujian:

1. Sebelum pengujian,

a) memeriksa mesin uji apakah mesinddalam keadaan normal.

b) menyiapkan sampel uji yang sudah dibentuk takiknya,,sesuai dengan ukuran yang ditentukan.

(8)

c) Mengukur luas area di bawah takik dari sampel-sampel uji menggunakan mikrometer/caliper, serta mencatat hasilnya pada lembar data.

2. Pengujian,

a) Mempersiapkan sampel ujiyyang sudah dibentuk takiknya.

b) Menguji satu persatu sampel pada temperatur ruang.

c) Memastikan jarum skala berwarnammerah sebagai jarum penunjuk harga impak material berada pada posisi nol

d) Meletakkan benda uji pada tempatnya dengan takik membelakangi arah datangnya pendulums,

e) Memastikan benda uji tepat berada ditengah.

f) Setelah benda uji siap,,menarik pendulum sesuai sudut yang ditentukan (60 derajat).

g) Kemudian melepas pendulum sehingga pendulum berayun dan menumbuk benda uji.

h) Melakukan pengereman dengan menarik tuas rem sehingga ayunan pendulum dapat berkurang.

i) Mengambil benda uji dan mengulangi pengujian yang sama untuk sampel-sampel lainnya.

Gambar 3.4 Proses Pengujian Impak

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dilakukan untuk menentukan statistik yang akan digunakan dalam mengolah data, dan yang paling utama untuk menentukan apakah menggunakan statistik parametrik atau

Untuk menentukan jumlah armatur yang akan dipasang tiap ruangannya, terlebih dahulu kita harus menentukan intensitas penerangan yang akan digunakan tiap ruangannya. Untuk

Tahap kelima, adalah pengujian (testing), yang dapat digunakan untuk menentukan apakah sistem atau perangkat lunak yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan

Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data primer tentang kebijakan apa saja tentang program Adiwiyata. Untuk mendapatkan informasi tentang program Adiwiyata

Setelah menentukan subjek penelitian dan juga mengetahui dari mana saja data tersebut bersumber, maka selanjutnya adalah menentukan Teknik yang tepat untuk mendapatkan data

Sifat mekanis merupakan kemanpuan suatu material dalam menerima beban mekanis, baik beban statis maupun beban dinamis. Contoh: ketangguhan, kelelehan, kekerasan, ketahanan

Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah data yang digunakan dalam pengujian hipotesis bersifat homogen atau tidak dan pengujian dalam sebuah

13 Mesin Uji Fatik Fatigur Digunakan untuk melakukan pengujian dan mengetahui Perpatahan akhir terjadi ketika material lelah mengalami siklus tegangan dan regangan yang menghasilakan