• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan pendidikan : SMA Negeri 3 Kota Jambi Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : XI MIPA dan IPS/ Ganjil Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1x pertemuan) Materi Pokok : Teks Cerita Pendek

A. Kompetensi Inti

• KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

• KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

4.9 Mengkonstruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen

4.9.1 Mengidentifikasi cerpen dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen

4.9.2 Menyusun sebuah cerpen dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen

4.9.3 Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi hasil kerja dalam diskusi kelas

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran model pembelajaran proyek dengan pendekatan saintifik, peserta didik mampu mengidentifikasi unsur pembangun cerpen, menyusun sebuah cerpen serta mempresentasikan karyanya dengan kreatif, mandiri, berani, bertanggung jawab, disiplin selama proses pembelajaran dan bersikap jujur.

D. Materi Pembelajaran Teks Cerita Pendek

• Unsur-unsur pembangun cerpen

• Mengonstruksi cerpen E. Metode Pembelajaran

Pendekatan : saintifik Model Pembelajaran : proyek

Metode pembelajaran : penugasan, diskusi F. Media Pembelajaran

Media/Alat:

➢ Worksheet atau lembar kerja siswa

➢ Lembar penilaian

➢ Contoh cerpen Bahan :

➢ spidol

➢ papan tulis

➢ laptop

(2)

G. Sumber Belajar

➢ Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI Kemendikbud, tahun 2013

➢ Santoso, dwi Aprisni dan Arifah Rizky Aviliyah, 2021. Buku Interaktif Bahasa Indonesia untuk SMA/MA mata Pelajaran Wajib kelas Xi Semeseter ganjil Yaogayakrta : Intan Pariwara

➢ Buku paket lain yang relevan

➢ Pengalaman peserta didik dan pendidik

➢ Internet

➢ Contoh cerpen

H. Kegiatan Pembelajaran

Langkah-langkah Pembelajaran Durasi

1. Kegiatan Pendahuluan 1) Orientasi

(1) Peserta didik dan pendidik membuka pembelajaran dengan saling berbalas salam pembuka serta berdoa seperlunya.

(2) Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai ejawantah karakter disiplin (3) Memastikan kesiapan peserta didik secara fisik dan psikis.

2) Apersepsi

(1) Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya, misalnya menanyakan materi pengertian, isi, dan jenis-jenis proposal yang telah dipelajari sebelumnya.

(2) Mengaitkan materi struktur proposal kegiatan yang dipelajari dengan pengalaman peserta didik.

(3) Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.

3) Motivasi

(1) Bertanya-jawab tentang manfaat mempelajari sistematika proposal kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.

4) Pemberian Acuan

(1) Menyampaikan materi pelajaran Struktur Proposal kegiatan yang akan dipelajari.

(2) Menyampaikan KI/KD, tujuan pembelajaran serta KKM materi Struktur Proposal kegiatan yang akan dipelajari

(3) Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

15 menit

1. Kegiatan Inti

Sintaks Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

Mengamati ➢ Menyimak

Peserta didik menyimak informasi mengenai materi mengonstruksi cerpen

➢ Mengamati

Peserta didik mengamati contoh-contoh cerita pendek dari berbagai sumber dalam kehidupan nyata, misalnya cerpen dari kliping media cetak, intenet, watpad, dsb.

➢ Peserta didik membaca tentang unsur pembangun cerpen

Pada tahap ini sekaligus mengimplementasikan program literasi

Menanya Peserta didik aktif bertanya jawab mengenai materi mengonstruksi cerpen. Pendidik menjadi mediator, fasilitator, atau moderator. Pertanyaan dapat diajukan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati, baik yang bersifat faktual maupun hipotesis untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin

60 menit

(3)

tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Pertanyaan-pernyataan yang dapat dimunculkan antara lain:

➢ Apa yang dimaksud dengan Merekonstruksi cerpen.?

➢ Apa peran unsur-unsur pembangun cerpen dalam merekonstruksi cerpen?

➢ Bagaimana cara merekonstruksi cerpen yang tepat?

➢ Bagaimanakah materi Merekonstruksi cerpen. itu berperan dalam kehidupan sehari-hari dan karir masa depan peserta didik?

Kegiatan berpikir kritis dapat terimplementasi pada tahap ini.

Mengumpulkan informasi

➢ Secara berkelompok atau mandiri peserta didik membahas contoh cerpen yang telah diamati

sebelumnya. Setiap peserta didik dapat mengajukan pandangannya berdasarkan berbagai informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber.

➢ Peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur

pembangun cerpen. Hasil-hasil identifikasi temuan peserta didik dicatat.

➢ Peserta didik mendaftar ide-ide untuk mengonstruksi sebuah cerpen. Ide-ide dapat diperolah dai

pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lan.

Mengasosiasi/Menalar ➢ Peserta didik mengerucutkan ide-idenya menjadi satu ide yang diarasa paling baik.

➢ Mengumpulkan informasi seputar ide terpilih.

Peserta didik mengelaobari berbagai informasi seputar ide terpilih untuk ditindaklanjuti menjadi konsep atau draft cerpen.

➢ Sebagai tindak lanjut, peserta didik mengonstruksi konsep cerpen dengan memperhatikan unsur pembangun cerpen.

➢ Peseta didik melakukan swasunting atau menyunting konsep cerpen karya teman

➢ Peserta didik memperbaiki konsep cerpen karyanya menjadi sebuah cerita pendek.dengan mempertimbangkan suntingan teman.

Catatan: Pendidik dapat melakukan penilaian sikap peserta didik berdiskusi melalui lembar observasi sikap peserta didik.

Mengomunikasikan ➢ Peserta didik mengomunikasikan hasil mengasosiasi pembelajaran dengan cara membacakan secara lisan cerpen karyanya di depan kelas.

➢ Peserta didik lain memberi tanggapan dengan memberi pertanyaan, kritikan atau sanggahan terhadap presentasi kelompok lain dengan mengedepankan intelektualisme dan kesopanan dalam berbicara.

(4)

2. Kegiatan Penutup Peserta didik :

➢ Menyimpulkan poin-poin penting hasil pembelajaran mengonstruksi cerpen hari itu. Guru dapat menambahkan jika ada yang terlewati oleh peserta didik.

➢ Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran mengonstruksi cerpen yang baru saja dilakukan

➢ Mengagendakan materi atau tugas projek /produk /portofolio yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah, yakni memproduksi teks proposal kegiatan

Pendidik :

➢ Memeriksa pekerjaan siswa berupa produk, yakni cerpen dengn mempertimbangkan unsur pembangunnya.

➢ Proyek/portofolio/produk berupa cerpen diberi nilai, diparaf, serta peringkat.

➢ Memberikan penghargaan kepada penulis cerpen terbaik serta mengagendakan remidela bagi peserta didik yang belum mencapai KKM.

➢ Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan, misalnya dengan meminta penilaian peserta didik.

➢ Menyampaikan rencana materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

➢ Bersama peserta didik menutup pembelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa serta berbalas salam penutup.

15 menit

I. Penilaian

Jenis-jenis penilaian:

1. Sikap (terlampir)

2. Pengetahuan (kuis, esai, terlampir)

3. Keterampilan (mengonstruksi cerpen, terlampir)

Mengetahui Jambi, Jul 2021

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Encu Rusmana, S.Pd., M.Si. Sutoyo, S.S., M.Pd.

NIP.197004141991011001 NIP 197402142006041007

Catatan Kepala Sekolah

...

...

...

...

(5)

Lampiran Penilaian

1. Penilaian Sikap

Jurnal

Hari/Tgl Nama Peserta Didik

Catatan Sikap

Butir sikap Tindak Lanjut

Tanda Tangan Peserta Kidik

Jambi, ... 2022 Guru Mata Pelajaran

Sutoyo, S.S., M.pd.

NIP. 197402142006041007

2. Penialaian Pengetahuan

Kuis, Esai

Cermati cerpen berikut!

TIDAK HARUS SAMA Cerpen Sutoyo

Langkah Bu Sinta mengawas ujian harian tertahan di samping kursi baris kelima. Mata elangnya tertumbuk pada dua sosok siswanya, Rudi dan Daniel. Keduanya selama ini dikenal berprestasi di bidang olahraga di sekolahnya. Mereka duduk bersebelahan di bagian belakang kelas. Kekikukan terpancar dari mimik dan gestur keduanya. Hal itu serta-merta sukses mengundang timbulnya jiwa investigasi Bu Sinta. Gerak-geriknya sangat mencurigakan.

Keringat terlihat bercucuran membanjiri dahi Daniel. Rudi tampak membolak-balik kertas ujian dan lembar jawaban berulang-ulang. Sungguh kontras dengan siswa-siswa lain yang tampak khusuk mengerjakan ujian.

“Rudi, Daniel, kalian bawa berkas ujian ke depan!” perintah peraih penghargaan Guru Berpreastasi tingkat provinsi itu tegas.

Tentu saja hal ini auto membuat semua mata siswa tertuju kepada kedua temannya.

Suasana kelas menjadi tegang mencekam. Para siswa di kelas tidak berani ribut. Suasana

(6)

masih hening, namun mereka saling berpandangan penuh tanda tanya dalam hati, “Ada apa gerangan?”

Rudi dan Daniel menyeret langkah mereka ke depan kelas sembari membawa kursi masing-masing, Mereka tidak protes kepada gurunya, namun jelas terlihat malas-malasan.

Kedua siswa berkulit bersih itu duduk di belakang meja guru. Tak pelak lagi, mereka mengahadap ke siswa-siswa lain secara langsung. Para siswa menatap tajam kedua temannya tersebut. Mereka dapat melihat jelas betapa wajah Rudi dan Daniel terlihat merah padam seperti kepiting rebus menahan malu.

“Ujian kita lanjutkan. Masih ada waktu lima belas menit lagi.” guru setengah baya itu mengingatkan.

”Rudi dan Daniel pun harus melanjutkan ujian kalian di depan.” Perintah Bu Sinta masih dari bagian belakang kelas.

Sejenak mereka melupakan segala tanya tentang Rudi dan Daniel yang terpaksa melanjutkan ujian di depan kelas. Keheningan kembali tercipta di ruang kelas X MIPA 5 SMA Suara Bangsa. Mereka kembali tenggelam dalam nuansa ujian hingga waktu yang disediakan telah usai. Siswa yang duduk di kursi di deretan terakhir bertugas mengambil lembar jawaban.

Ia mengambil semua lembar jawaban siswa-siswa yang duduk di depannya hingga deret paling depan. Semua lembar jawaban kemudian diserahkan kepada guru, kecuali lembar jawaban Daniel dan Rudi. Keduanya masih harus duduk di depan kelas.

Suasana kembali mencekam dalam keheningan. Raut kelelahan di akhir pembelajaran hari itu tergurat jelas di air muka mereka. Namun demikian, kekepoan mereka terhadap kedua teman mereka di depan kelas mampu mengalahkan kelelahan itu. Mereka penasaran ada apa dengan temannya. Mereka juga menanti tindakan apa yang akan dilakukan gurunya.

“Anak-anak, hari ini teman kalian, Rudi dan Daniel menjadi model di kelas kita.” Jelas bu guru yang hari itu mengenakan blus kuning kombinasi hitam.

Penjelasan singkat Bu Sinta itu justru makin membuat para siswa menjadi penasaran dan kepo. Apalagi tatkala guru berparas cantik itu meminta Daniel dan Rudi untuk saling menukarkan hasil ujian mereka. Rudi diminta membacakan hasil ujian Daniel dan sebaliknya.

Rudi dan Daniel pasrah tak berkutik. Keduanya membaca lembar jawaban sesuai perintah guru. Siswa lain diminta untuk menyimak dengan seksama. Setelah mendengar pembacaan keduanya secara lengkap, barulah para siswa menyadari ada yang tidak beres dengan hasil ujian keduanya. Ternyata hasil ujian keduanya sama persis.

Bu Sinta menjelaskan bahwa dalam berbahasa, setiap manusia adalah unik. Tidak ada manusia yang sama dengan manusia lain, bahkan saudara kembar identik sekalipun. Ujian hari itu pun berbentuk esai. Para siswa bebas mengemukakan pendapatnya. Tidak harus sama untuk menyatakan hal yang sama. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa antara Daniel dan Rudi telah terjadi plagiarisme atau contek-contekan. Salah seorang saja yang mengerjakan ujian. Satu orang lainnya pasti hanya mereproduksi hasil kerja temannya. Demikian kesimpulan Bu Sinta panjang lebar. Para siswa manggut-manggut tanda memahami pernyataan gurunya. Kemudian Bu Sinta mempersilakan Daniel dan Rudi untuk menyampaikan pembelaan diri atas insiden yang mereka alami.

(7)

“Kami mengakui bahwa kami memang melakukan tindakan tidak terpuji. Kami contek- contekan tadi ketika masih di belakang. Oleh karena itu, kami mohon maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya di kemudian hari.” Ungkap Rudi terbata-bata sekaligus mewakili Daniel.

“Benar kata Bu Sinta, memang hanya salah satu dari kami yang mengerjakan, dan lainnya mereproduksi. Sayalah yang mengerjakan ujian tadi, Bu.” Jelas Rudi melanjutkan.

“Bukan ding, Bu. Rudi ngaco. Sayalah yang mengerjakannya. Rudi yang menyontek hasil ujian saya.” Timpal Daniel cepat dan berapi-api.

Kongsi antara keduanya pun pecah. Mereka terlibat saling tuduh, saling tuding tentang siapa yang menyontek dan siapa yang diconteki. Keduanya mengaku sebagai yang diconteki.

Peristiwa adu mulut dengan kata-kata tuduhan dan tudingan, lalu berkembang menjadi lebih besar. Berbagai makian, bahkan kata-kata kasar pun tak luput ikut tertumpahkan di depan kelas. Hal ini memicu kehebohan kelas. Beberapa siswa berlarian kesana-kemari tidak jelas mau berbuat apa. Siswa lain ada yang histeris menangis, terutama siswa-siswa perempuan yang melihat peristiwa tersebut. Suasana makin sulit dikendalikan. Pertikaian antara Rudi dan Daniel berubah menjadi adu fisik. Mereka sempat beradu jotos. Alhasil, lebam-lebam terlihat di wajah keduanya.

“Berhenti! Semua istigfar!” suara bu Sinta dengan nada tinggi terdengar melengking untuk menghentikan pertikaian antara Rudi dan Daniel serta kekacauan kelas.

Teriakan Bu Sinta rupaya berhasil meredam amarah seisi kelas dan tensi pun berangsur menyusut. Satu per satu siswa kembali ke tempat duduk masing-masing. Napas yang tadinya tersengal-sengal akibat emosi yang meledak-ledak pun berangsur normal.

Demikian pula dengan wajah-wajah yang tadinya sempat garang dan beringas pun perlahan kembali menjadi wajah-wajah manis anak sekolahan.

“Astagfirullah hal adzim!” ucap seisi kelas yang muslim.

Siswa-siswa nonmuslim mengucap sesuai ajaran agama masing-masing. Seruan istigfar dan ucapan keagamaan lain itu berhasil meredakan atmosfer kelas yang sempat meninggi.

“Hari ini kalian telah belajar karakter. Kalian semua telah terlibat dalam sebuah peristiwa hampir anarkis. Hal ini disebabkan oleh sikap dua teman kalian. Plagiarisme bertentangan dengan karakter bangsa kita.” jelas Bu Sinta tenang.

“Saya masih bingung, Bu?” kata Dimas, sang ketua kelas.

“Ya, hari ini Daniel dan Rudi menjadi model. Mereka adalah aktor dalam peristiwa menyontek ketika ujian. Kalian semua tadi sempat ikut-ikutan menjadi pemeran figuran he he he.” tambah Bu Sinta kalem.

“Maaf, Bu. Kami malah semakin tidak ngeh dengan maksud omongan Ibu barusan,”

balas Rini, siswa termuda di kelas.

Bu Sinta kemudian menjelaskan maksud perkataannya. Secara garis besar, ia mengatakan bahwa perilaku plagiarisme atau menyontek adalah perilaku yang tidak terpuji.

Dunia pendidikan menentang keras plagiarisme. Guru yang telah 10 tahun mengajar di SMA Suara Bangsa itu menambahkan bahwa Daniel dan Rudi sebagai aktor (pelaku) merupakan model atau contoh. Contoh yang baik dapat ditiru, namun contoh yang buruk sungguh hal yang harus dihindari. Baginya, proses lebih penting daripada hasil. Lebih baik ujian yang jujur,

(8)

meskipun hasil nilainya apa adanya daripada nilai tinggi namun diperoleh dengan jalan tidak jujur, misalnya plagiarisme. Ibu dua putra itu percaya bahwa usaha tidak akan menghianati hasil. Proses yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula.

“Menurut kalian, Model yang diperagakan oleh Rudi dan Daniel tadi merupakan contoh yang baik atau buruk?” tanya Bu Sinta retoris.

Tentu saja semua siswa menjawab serempak, “Buruk.”

Bu Sinta mengajak para siswa lain untuk mengkritisi peristiwa plagiarisme di kelas mereka.

“Bu, menurut saya dikeluarkan saja dari sekolah kita. Bikin malu sekolah saja.” Badriah memberi tanggapan.

“Dimaafkan sajalah, Bu. Kan masih remaja juga.” kata Sari ikut nimbrung.

“Huu.. Ya iyalah Sari beropini gitu. Kan dia lagi dekat tuh dengan si Daniel.” timpal Sigit.

Gelak tawa pun pecah di kelas mendengar tanggapan Sigit.

“Agar tidak terulang lagi pada masa mendatang, maka menurut pendapat saya, Ibu sebagai guru harus mengambil tindakan tegas. Jika diperlukan Ibu bisa berkoordinasi dengan wali kelas, guru BK atau dengan kepala sekolah.” saran Dahlia yang merupakan sekretaris OSIS.

Saran Dahlia paling banyak mendapat dukungan para siswa di kelas.

Bu Sinta tampak gembira, mengapresiasi serta berterima kasih kepada seluruh siswa di kelas yang telah memberi saran. Setelah mempertimbangkan masukan dari para siswa, maka Bu Sinta akhirnya mengambil sebuah keputusan. Berkas jawaban ujian Daniel dan Rudi dijadikan barang bukti. Mereka berdua dianggap tidak mengikuti ujian. Sebagai “hukuman”, keduanya diwajibkan mengikuti ujian susulan dengan jumlah soal dua kali lebih banyak,namun dengan waktu yang sama. Selain itu, orang tua kedua siswa akan dipanggil ke sekolah sebagai bentuk laporan serta antispasi terulangnya kasus yang sama di kemudian hari.

“Teng teng teng” lonceng tiga kali menggema membelah dirgantara sekolah pertanda waktu pulang telah tiba. Wajah-wajah lelah seketika berubah menjadi cerah merona gembira.

“Sebelum kita tutup pembelajaran kali ini, ibu minta kalian untuk mengidentifikasi nilai- nilai karakter apa saja yang muncul dalam ‘drama’ pembelajaran kita sore ini. Tugas ini sebagai PR kalian di rumah.” Perintah Bu Sinta kemudian menutup pembalajaran dengan saling berbalas salam dengan siswa. (Jambi, Oktober 2020)

Temukan berbagai unsur pembangun cepen berikut dalam cerpen tersebut!

1. Tema 2. Latar 3. Penokohan 4. Sudut pandang 5. alur

6. amanat

(9)

Rubrik Penilaian Pengetahuan

No Aspek Rambu jawaban Skor Skor

diperoleh

Nilai

1. Tema Plagiarime 10

2. Latar Ruang kelas Xi MIPA 5 SMA Suara Bangsa, pagi hari saat pembelajaran Bahasa Indonesia

15

3. Penokohan Bu Sinta= protagonis, cerdas, tegas, peduli

Rudi, Daniel = antagonis, tidak jujur, tidak bertanggung jawab Para siswa = figuran, protagonis

25

4. Sudut pandang Menggunakan orang ketiga tunggal.

10 5. Alur Maju. Konflik terjadi siswa

menyontek saat ujian. Tokoh utama menyelesaikan konflik tersebt hingga tuntas.

25

6 amanat Bersikap jujur saat ujian, jangan melakukan plagiarisme

15

Skor maksimum 100

Nilai = Skor Diperoleh x 100 Skor Maksimum

3. Penilaian Keterampilan

Konstruksilah sebuaah cerita pendek dengan memperhatikan unsur pembangun cerpen secara kreatif!

Instrumen Penilaian Keterampilan Mengontruksi Cerpen

No Aspek dinilai Skor Skor

Diperoleh

Nilai

1 Isi cerpen 10 – 35

2 Penggunaan Unsur pembangun cerpen

10 – 30

3 kreativitas 5 – 15

4 Penggunaan Ejaan 5 - 10

Skor Maksimal 100

Nilai = Skor Diperoleh x 100 Skor maksimal

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran menyimpulkan unsur pembangun cerpen melalui model pembelajaran discovery learning dan metode diskusi diharapkan peserta didik

Setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan model pembelajar discovery learning dan metode diskusi, siswa mampu menyimpulkan unsur pembangun teks cerpen dengan bukti yang

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran menyimpulkan unsur pembangun cerpen melalui model pembelajaran discovery learning dan metode diskusi diharapkan peserta didik

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran menyimpulkan unsur pembangun cerpen melalui model pembelajaran discovery learning dan metode diskusi diharapkan peserta didik dapat

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran peserta didik dapat menyimpulkan unsur- unsur pembangun karya sastra dengan disertai bukti yang mendukung dari

Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatann saintifik, dengan model saintifik peserta didik dapat menentukan unsur-unsur pembangun cerita pendek, menelaah teks

Dengan pendekatan saintifik dan model discovery learning melalui diskusi kelompok dalam mencermati bacaan, peserta didik diharapkan mampu menyimpulkan unsur-unsur

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pendekatan saintifik dan model pembelajaran discovery learning metode penugasan, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur