3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian yang menguji pengaruh antar variabel, maka jenis penelitian termasuk kausal. Menurut Bhattacherjee (2012, p.
35) bahwa sebuah penelitian termasuk kausal ketika menjelaskan pengaruh antar variabel, variabel yang mempengaruhi variabel lain disebut dengan variabel bebas dan variabel yang dipengaruhi disebut variabel terikat. Dalam penelitian ini akan menguji pengaruh perceived staff competence dan perceived value terhadap kepuasan konsumen di CV Konco Tani.
3.2 Gambaran Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi Penelitian
Populasi penelitian ini adalah keseluruhan konsumen yang melakukan pembelian di CV Konco Tani. Jumlah populasi tidak diketahui secara pasti karena CV Konco Tani tidak menggunakan kartu member untuk pembeli.
3.2.2 Sampel Penelitian
Berdasarkan perkiraan jumlah populasi selama satu bulan tersebut, dilakukan perhitungan jumlah sampel dengan menggunakan rumus lemeshow dengan perhitungan sampel sebagai berikut (Lemeshow, Hosmer, Klar, &
Lwanga, 1990):
Z21- α/2P(1-p) n =
d2
Keterangan:
n = Jumlah sampel penelitian
z = skor z pada kepercayaan 95% = 1,96 p = maksimal estimasi = 0,1
d = alpha (ditetapkan 10%) atau error sampling = 5%
Berdasarkan data-data di atas, maka jumlah sampel (n) adalah sebagai berikut:
1,962- 0,05/20,1(1–0,1)
n = = 96.04 sampel 0,052
Jumlah minimal sampel penelitian sebanyak 96.04 sampel sehingga jumlah angket yang akan dibagikan sebanyak 150 angket dan sampel yang didapat serta layak digunakan dalam penelitian hanya 121 orang responden . Teknik pembagian sampel menggunakan incidental sampling yaitu pembagian sampel kepada pembeli yang kebetulan sedang ditemui melakukan pembelian di CV Konco Tani.
Sampel penelitian yang dipilih disyaratkan memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Usia sampel minimal 17 tahun.
2. Status sampel yang dipilih adalah pengguna produk yang dibeli (bukan orang suruhan).
3. Sampel pernah melakukan pembelian minimal 2 kali terhitung mulai Januari 2018 – Maret 2019, karena dengan pembelian minimal dua kali maka penilaian sampel lebih obyektif terhadap perceived staff competence dan perceived value.
3.3 Jenis dan Sumber Data 3.3.1 Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif karena data dalam penelitian berbentuk skor dari hasil jawaban responden penelitian. Menurut Bhattacherjee (2012, p. 35) bahwa data kuantitatif adalah data numerik. Jawaban responden dalam angket dikuantitatifkan dalam bentuk numerik sesuai dengan pengukuran variabel penelitian yang menggunakan skala likert.
3.3.2 Sumber Data
Sumber data penelitian adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh langsung dari sumbernya yaitu responden penelitian melalui angket yang dibagikan. Sumber data sekunder yang digunakan meliputi: buku dan jurnal ilmiah yang digunakan untuk mendukung teori-teori penelitian.
3.4 Metode dan Prosedur Pengumpulan Data 3.4.1 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei di lokasi CV Konco
Tani untuk membagikan angket. Pengumpulan data melalui angket penelitian yang disusun meliputi tiga bagian, yaitu:
1. Bagian 1, berisi perkenalan kepada responden mengenai maksud dan tujuan pembagian angket sehingga responden tertarik untuk berpartisipasi menilai pengisian angket.
2. Bagian 2, berisi data identitas responden sesuai dengan isian responden mengenai karakteristik demografisnya, meliputi: jenis kelamin, usia, dan pekerjaan.
3. Bagian 3, berisi pertanyaan-pertanyaan variabel penelitian, meliputi:
pertanyaan untuk perceived staff competence, pertanyaan untuk perceived value, dan pertanyaan mengenai kepuasan konsumen.
Pengukuran setiap pernyataan dalam angket menggunakan tujuh skala likert yang meliputi: sangat tidak setuju (skor 1), tidak setuju (skor 2), agak tidak setuju (skor 3), netral (skor 4), agak setuju (skor 5), setuju (skor 6), dan sangat setuju (skor 7).
3.4.2 Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data melalui pembagian angket adalah sebagai berikut:
1. Membagikan angket kepada responden yang bersedia untuk mengisi angket 2. Memeriksa kelengkapan pengisian angket
3. Melakukan input data mengenai pengisian responden dalam program excel dan ditabulasikan (ditampilkan dalam bentuk tabel).
4. Pengolahan data penelitian menggunakan program statistik.
3.5 Definisi Operasional Variabel
Variabel penelitian adalah perceived staff competence, perceived value, dan kepuasan konsumen. Definisi operasional setiap variabel penelitian adalah sebagai berikut:
3.5.1 Perceived Staff Competence
Perceived staff competence adalah pandangan akan keahlian, kemampuan, dan pengetahuan karyawan yang mendukung terhadap penyelesaian pekerjaan yang menjadi tanggung jawab karyawan. Kompetensi karyawan juga ditunjukkan dari pengetahuan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan atau memberikan
layanan kepada konsumen. Pengukuran perceived staff competence diadopsi dari penelitian Lee dan Moghavvemi (2015) dengan indikator sebagai berikut:
1. Pengetahuan akan produk dan jasa
2. Kemampuan karyawan dalam memberikan layanan 3. Kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan
Untuk mengukur variabel perceived staff competence dilakukan
penyebaran angket kepada sejumlah responden. Tiga Indikator tersebut dapat dijabarkan dalam empat item di angket.
3.5.2 Perceived Value
Perceived value adalah value yang dirasakan konsumen selama proses pembelian. Perceived value tidak hanya terfokus pada produk yang dibeli tetapi meliputi semua proses untuk mendapatkan produk tersebut. Pengukuran perceived value diadopsi dari pendapat Sweeney dan Soutar (2001 dalam Walsh, Shiu, dan Hassan, 2013) dengan indikator sebagai berikut:
1. Konsistensi dalam kualitas 2. Perasaan nyaman
3. Harga yang rasional 4. Nilai sosial
Untuk mengukur variabel perceived value dilakukan penyebaran angket kepada sejumlah responden. Empat indikator tersebut dapat dijabarkan dalam tujuh item di angket.
3.5.3 Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen adalah suatu kondisi psikologis konsumen yang merasakan bahwa kinerja jasa sesuai atau melebihi harapan konsumen. Konsumen mencapai kepuasan ketika jasa yang diberikan perusahaan sesuai atau melebihi harapan konsumen. Pengukuran kepuasan konsumen diadopsi dari penelitian Lee dan Moghavvemi (2015) yang meliputi indikator sebagai berikut:
1. Kesesuaian layanan dengan harapan konsumen
Untuk mengukur variabel Kepuasan Konsumen dilakukan penyebaran angket kepada sejumlah responden. Satu indikator tersebut dapat dijabarkan dalam dua item di angket.
3.6 Teknik Analisis Data
3.6.1 Pengujian Asumsi Klasik Regresi
Pengujian asumsi klasik regresi dilakukan untuk memastikan data penelitian memenuhi persyaratan untuk diolah menggunakan statistik penelitian.
Asumsi klasik regresi meliputi empat analisis, yaitu: analisis normalitas, analisis multikolinieritas, analisis autokorelasi, dan analisis heteroskedastisitas.
1. Analisis Normalitas
Pengujian normalitas untuk menguji bahwa data berdistribusi normal.
Menurut Widarjono (2010, p. 111) pengujian bisa dilakukan dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov, dengan ketentuan:
1) Data dinyatakan normal jika nilai signifikansi dari Kolmogorov- Smirnov> 5%
2) Data dinyatakan tidak normal jika nilai signifikansi dari Kolmogorov- Smirnov< 5%
2. Analisis Multikolinieritas
Pengujian multikolinearitas untuk menguji bahwa variable bebas penelitian tidak saling berhubungan secara kuat. Kriteria pengujian multikolinieritas didasarkan pada nilai variance inflation factor (VIF) dan diharapkan di bawah 10 (Widarjono, 2010, p. 90).
3. Analisis Heteroskedastisitas
Menurut Widarjono (2010, p. 84) bahwa uji heteroskedastisitas untuk memastikan bahwa tidak terdapat pengaruh variable bebas dengan variable pengganggu. Uji dilakukan dengan uji park, yaitu jika variable bebas tidak berpengaruh terhadap variable penganggu maka dinyatakan tidak terdapat heterokedastisitas.
3.6.2 Analisis Validitas dan Reliabilitas 1. Analisis Validitas
Analisis validitas untuk mengukur kemampuan pernyataan-pernyataan dalam angket untuk menggali data penelitian. Pernyataan dianggap valid berarti pernyataan angket bisa dipahami oleh keseluruhan responden. Menurut Santosa
dan Ashari (2005, p. 250), analisis validitas didasarkan pada tingkat signifikansi korelasi setiap pernyataan dengan jumlah totalnya dan dinyatakan valid jika tingkat sig. Korelasi setiap pernyataan dengan total < 0,05.
2. Analisis Reliabilitas
Analisis reliabilitas untuk mengukur konsistensi setiap pernyataan dalam angket. Menurut Santosa dan Ashari (2005, p. 251), analisis reliabilitas berdasarkan nilai cronbach alpha dan dinyatakan reliabel ketika nilai cronbach alpha di atas 0,60.
3.6.3 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata dan standar deviasi. Nilai rata- rata menjelaskan tinggi rendahnya tanggapan responden terhadap setiap pernyataan dalam angket, sedangkan standar deviasi menjelaskan tingkat variasi jawaban responden untuk setiap pertanyaan dalam angket. Nilai rata-rata yang semakin tinggi menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap setiap pernyataan angket semakin baik, sedangkan semakin tinggi nilai standar deviasi berarti tingkat keragaman (variasi) jawaban responden semakin tinggi. Nilai rata- rata tanggapan responden dikelompokkan dalam lima kelompok penilaian sebagaimana ditunjukkan Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Pengelompokkan Nilai Rata-Rata Tanggapan Responden No Skala Nilai Rata-Rata Kriteria
1 1,00 – 1,86 Sangat tidak setuju
2 1,87 – 2,72 Tidak setuju
3 2,73 – 3,58 Agak setuju
4 3,59 – 4,44 Netral
5 4,45 – 5,30 Agak setuju
6 5,31 – 6,16 Setuju
7 6,17 – 7,00 Sangat setuju
Sumber: Durianto (2001) dalam Susanti dan Tedjasuksmana (2012, p. 159)
3.6.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda untuk menghuji pengaruh variabel bebas (perceived staff competence dan perceived value) terhadap kepuasan konsumen.
Rumus regresi linier berganda yang digunakan adalah sebagai berikut (Widarjono,
2010, p. 15):
Y = 0 + 1X1+ 2X2
Y = Kepuasan konsumen
0 = Konstanta
X1 = Perceived staff competence X2= Perceived value
i= Nilai koefisien regresi
3.6.5 Analisis Determinasi (R2)
Menurut Widarjono (2010, p. 19) menjelaskan bahwa koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa baik garis regresi sesuai dengan data aktualnya. Koefisien determinasi mengukur persentase total variabel terikat (Y) dijelaskan oleh variabel independen. Nilai maksimal dari R2 adalah 1,00 (100%), dan semakin mendekati nilai satu berarti variabel independen memiliki kemampuan yang semakin besar dalam menjelaskan variabel terikat.
3.6.6 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis mengenai pengaruh variabel perceived staff competence dan perceived value terhadap kepuasan konsumen didasarkan pada nilai sig. t dengan ketentuan yaitu (Widarjono, 2010, p. 26):
1. Jika nilai thitung>tkritis maka variabel bebas yang diuji (perceived staff competence atau perceived value) dinyatakan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
2. Jika nilai thitung<tkritis maka variabel bebas yang diuji (perceived staff competence atau perceived value) dinyatakan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Nilai thitungadalah nilai t yang diperoleh dari statistik regresi, sedangkan nilai tkritis adalah nilai t yang diperoleh dari tabel statistik.