• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia mengkonfirmasi kasus COVID-19 pertama kali pada 2 Maret 2020. Saat itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa di Indonesia terdapat dua orang yang positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan seorang ibu berusia 64 tahun. Kasus ini diduga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan warga negara Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada 14 februari 2020 (detik.com, 26/4/2020).

Virus yang kita kenal dengan COVID-19 itu menyebar di 9 provinsi di Indonesia dalam kurun waktu 2 minggu. Kemudian pada 13 Juli 2021, dilansir dari Worldometers bahwa kasus baru di Indonesia dilaporkan berjumlah 47.899 kasus yang merupakan kasus tertinggi di Asia bahkan dunia (kompas.com, 14/7/2021). Setelah mengalami peningkatan jumlah kasus yang signifikan dan juga berbagai upaya serta kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menangani virus Corona, seperti himbauan mengurangi aktivitas di luar rumah, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan himbauan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan lain sebagainya. Selanjutnya, pemerintah Indonesia berinisiatif untuk memproduksi dan mendistribusi vaksin Covid-19 karena vaksin Covid-19 dapat merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh atau yang disebut dengan antibody yang dapat melawan antigen dari patogen atau Covid-19 masuk ke dalam tubuh manusia (Halodoc.com, 29/3/2020).

Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju penyebaran virus Corona yang diharapkan juga mampu memulihkan ekonomi negara Indonesia telah disampaikan oleh berbagai media, seperti republika.co.id dan detik.com yang dalam judul pemberitaannya mengenai distribusi vaksin Covid-19 banyak menggunakan verba “minta” dan “diminta” yang bermakna meminta jasa (proposal) dalam kajian Linguistik Sistemik Fungsional. Artinya, penulis menempatkan posisi pembaca ataupun partisipan dalam teks tidak setara atau tidak sejajar. Maka dari itu, peneliti tertarik dan ingin mengungkap makna

(2)

interpersonal dalam teks-teks pemberitaan vaksin Covid-19 di Indonesia mengenai distribusi vaksin Covid-19 pada media Online republika.co.id dan detik.com.

Penelitian ini bermula dari penulisan judul berita dalam pemberitaan berbagai media mengenai vaksin Covid-19 yang menggunakan verba “minta” dan

“diminta” yang bermakna meminta barang atau jasa (proposal) dalam kajian Linguistik Sistemik Fungsional, seperti pada enam judul berita yang telah dterbitkan oleh republika.co.id dan detik.com: 1) Jokowi Minta Daerah Kawal Vaksin Covid-19 (republika.co.id, 26/3/2021); 2) Pemerintah Diminta Perbaiki Komunikasi Soal Vaksin Covid-19 (republika.co.id, 12/1/2021); 3) Wapres Minta Polri Kawal Vaksinasi Covid-19 sampai Tuntas (republika.co.id, 16/2/2021); 4) Jokowi minta vaksin jangan distok, segera kirim dan habiskan! (detik.com, 17/7/2021); 5) Pemerintah Diminta Komunikasi yang Baik soal Vaksinasi COVID-19 (detik.com, 11/10/2020); 6) Baru 19 Juta Dosis Disuntikkan, Jokowi Minta Vaksin Massal Digenjot (detik.com, 29/4/2021).

Penelitian ini akan menganalisis makna interpersonal pada media Online republika.co.id dan detik.com dikarenakan kedua media tersebut merupakan media Online yang cukup masif memberitakan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan vaksin dan vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan judul pemberitaan bermakna proposal. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yakni untuk mengungap makna interpersonal dalam pemberitaan Covid-19 karena dalam judul pemberitaannya kedua media tersebut menggunakan klausa-klausa yang mengandung makna interpersonal. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu alasan peneliti memilih republika.co.id dan detik.com sebagai sumber data penelitian.

Alasan lainnya dikarenakan republika.co.id merupakan sebuah media yang kecenderungan target pembacanya ditujukan untuk masyarakat muslim berpendidikan tinggi (Bandara, 2014). Jadi, peneliti akan mengungkap bagaimana status antara penulis dan pembaca ataupun antar partisipan dalam teks, bagaimana penilaian partisipan dalam teks, dan bagaimana tingkat keterlibatan partisipan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 di Indonesia pada republika.co.id sehingga memperlihatkankan kedekatan jarak atau tidak dalam sebuah teks yang merupakan kajian dari makna interpersonal sedangkan detik.com merupakan

(3)

sebuah portal web yang hanya menyajikan berita dan artikel secara daring saja dengan jumlah pengunjung situs rata-rata 1.400.354 perhari (bacamedi.com, 01/01/2021). Maka dari itu, peneliti tertarik untuk menganalisis pemberitaan vaksin Covid-19 pada detik.com untuk mengetahui makna interpersonal pada media tersebut.

Penelitian ini adalah penelitian yang akan mengungkap makna interpersonal. Pada tahap status, peneliti akan menganalisis struktur mood dan modalitas sedangkan pada tahap afek, peneliti akan mengungkap penggunaan polaritas dan sistem leksis. Sementara itu, pada tahap kontak peneliti akan menganalisis penggunaan sistem leksis dan sistem klausa dalam pemberitaan vaksin Covid-19 dalam 6 teks berita dari republika.co.id dan detik.com. Dalam 6 teks pemberitaan vaksin Covid-19 dari republika.co.id dan detik.com tersebut terdapat struktur mood proposisi dan proposal, modalitas, polaritas, leksis, sistem leksis dan sistem klausa. Artinya, 6 teks berita dari republika.co.id dan detik.com sudah mencukupi kebutuhan sumber data yang dibutuhkan peneliti untuk menguungkap makna interpersonal.

Pada penelitian ini, peneliti akan menganalisis makna interpersonal untuk mengungkap status sosial antar partisipan (status), penilaian partisipan kepada partisipan lain (afek), dan tingkat keterlibatan partisipan (kontak) dalam permberitaan vaksin Covid-19 di Indonesia pada republika.co.id dan detik.com.

Penelitian dengan topik makna interpersonal pernah dilakukan oleh Huang (2014), dan Koutchade (2016). Namun dalam penelitian mereka (Huang (2014) dan Koutchade (2016)) belum berfokus pada status, afek, dan kotak. Huang (2014) belum menjelaskan hubungan peran atau status sosial antar partisipan, belum menjelaskan mengenai penilaian partisipan kepada partisipan lain dan belum menjelaskan tingkat keterlibatan partisipan dalam kajiannya. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian tersebut belum berfokus pada status, afek, dan kontak.

Sementara itu, penelitian Koutchade (2016) juga belum mendeskripsikan status, afek, dan kontak karena hanya berfokus pada fungsi makna interpersonal sebagai alat pertukaran makna dalam drama yang berjudul “A Play of Giants” dengan mengungkap penggunaan sistem MOOD dan modalitas serta menjelaskan fungsi sistem MOOD dan modalitas dalam drama tersebut.

(4)

Penelitian makna interpersonal lainnya dengan berbagai sumber data pernah dilakukan oleh Chafidzoh (2020), Khaofia (2018), Mulia (2015), Amalia, Subandono, Faliynati & Thresia (2018), Hulu (2019), Hadiayi (2019), Yang (2017), Samsudin (2019) dan Fatoni, Santosa, dan Djatmika (2020). Penelitian Mulia (2015) berfokus pada fungsi makna interpersonal sebagai alat pertukaran makna dalam bahasa yang digunakan oleh staf Housekeeping dan Food and Beverage. Sementara itu, Chafidzoh (2020), Khaofia (2018) dan Fatoni, Santosa, dan Djatmika (2020) menggunakan sumber data yang berbeda. Chafidzoh (2020) bertujuan untuk mengkaji penggunaan pilihan sistem MOOD dalam percakapan humor klasik berbahasa Arab sedangkan Khaofia (2018) bertujuan untuk mengidentiifkasi tipe modalitas yang digunakan dalam sebuah talkshow.

Sementara itu, Fatoni, Santosa, dan Djatmika (2020) menginvestigasi dan menyelidiki makna interpersonal dalam yel-yel disampaika oleh supporter Holligan.

Penelitian Chafidzoh (2020) dan Khaofia (2018) belum mendeskripsikan penilaian penulis terhadap partisipan lain sedangkan Mulia (2015) belum mendeskripsikan hubungan peran dan status sosial, penilaian partisipan kepada partisipan lain, dan tingkat keterlibatan partisipan dalam sebuah wacana.

Sementara itu, penelitian Amalia, Subandono, Faliynati & Thresia (2018), Hulu (2019), Hadiayi (2019), Yang (2017), Samsudin (2019) belum mendeskripsikan penilaian penulis terhadap partisipan lain dan tingkat keterlibatan di antara peserta dalam teks. Terakhir, Fatoni, Santosa, dan Djatmika (2020) belum mendeskripsikan tingkat keterlibatan partisipan dalam sebuah wacana.

B. Kebaruan Penelitian

Penelitian dengan topik makna interpersonal pernah dilakukan oleh Huang (2014), Koutchade (2016), Chafidzoh (2020), Khaofia (2018), Mulia (2015), Amalia, Subandono, Faliynati & Thresia (2018), Hulu (2019), Hadiayi (2019), Yang (2017), Samsudin (2019), dan Fatoni, Santosa & Djatmika (2020). Namun, dalam penelitian mereka (Huang (2014), Koutchade (2016), dan Mulia (2015) belum menjelaskan hubungan peran atau status sosial antar partisipan, belum menjelaskan mengenai penilaian partisipan kepada partisipan lain, dan belum

(5)

menjelaskan tingkat keterlibatan partisipan dalam wacana yang diteliti sedangkan Chafidzoh (2020) dan Khaofia (2018) belum mendeskripsikan penilaian penulis terhadap partisipan lain dalam suatu wacana. Sementara itu, penelitian Amalia, Subandono, Faliynati & Thresia (2018), Hulu (2019), Hadiayi (2019), Yang (2017), Samsudin (2019) belum mendeskripsikan penilaian penulis terhadap partisipan lain dan tingkat keterlibatan di antara peserta dalam teks. Terakhir, penelitian Fatoni, Santosa, dan Djatmika (2020) merupakan sebuah penelitian makna interpersonal yang menganalisis sistem MOOD, modalitas, dan polaritas dalam pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional. Penelitian Fatoni, Santosa, dan Djatmika (2020) sudah menganalisis status dan afek dibuktikan dengan deskripsi dari analisis MOOD, modalitas, dan polaritas. Namun, dalam penelitian mereka (Fatoni, Santosa, dan Djatmika: 2020) belum mendeskripsikan tingkat keterlibatan di antara peserta dalam teks yang menunjukkan kedekatan jarak yang dapat dilihat dari analisis sismtem leksis, abstaksi ataupun teknikalitas dan lain sebagainya.

Berdasarkan penelitian di atas, maka celah penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Penelitian ini akan mendeskripsikan struktur teks dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com.

2. Penelitian ini akan mendeskripsikan status yang direpresentasikan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com.

3. Penelitian ini akan mendeskripsikan afek yang direpresentasikan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com.

4. Penelitian ini akan mendeskripsikan kontak yang direpresentasikan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Bagaimanakah struktur teks berita mengenai vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com?

(6)

2. Bagaimanakah status direpresentasikan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com?

3. Bagaimanakah afek direpresentasikan dalam pemberitaan vaksin Covid- pada republika.co.id dan detik.com?

4. Bagaimanakah kontak direpresentaskan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Mendeskripsikan struktur teks dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com.

2. Mendeskripsikan status yang direpresentasikan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com.

3. Mendeskripsikan afek yang direpresentasikan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com.

4. Mendeskripsikan kontak yang direpresentaskan dalam pemberitaan vaksin Covid-19 pada republika.co.id dan detik.com.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat baik pada bidang keilmuan (teori) maupun pada dimensi penggunaan (praktis). Adapun manfaat penelitian ini diuraikan sebagaimana berikut.

1. Secara teoretis penelitian ini memberi sumbangan pengembangan ilmu linguistik, terutama bagi kajian Linguistik Sistemik Fungsional.

2. Penelitian ini juga akan bermanfaat bagi pengembangan teori linguistik, khususnya ranah makna interpersonal yang merupakan bagian dari teori Linguistik Sistemik Fungsional (LSF).

3. Secara praktis penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai makna interpersonal dalam teks berita pada pemberitaan vaksin Covid-di Indonesia pada republika.co.id dan detik.com.

(7)

4. Penelitian ini merupakan penelitian analisis wacana dan juga dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian sejenis.

(8)

8

Referensi

Dokumen terkait

Dari definisi operasional di atas, maka yang peneliti maksud dengan judul Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Bahasa Jawa Ketrampilan Mendengarkan

Ikan lele asap yang dihasilkan dari dua jenis asap cair yang digunakan menghasilkan rasa yang berbeda, panelis dapat membandingkan ikan lele asap yang menggunakan

Selain kekayaan alam, wisata di desa Bengkaung juga tak kalah menarik, salah satunya adalah dusun Pelolat yang merupakan tempat tertinggi di wilayah Lombok Barat

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2016, perlu menetapkan Peraturan Bupati Ketapang tentang Alih

Sebagai negara yang bermayoritas penduduk agama Islam, Pancasila sendiri yang sebagai dasar negara Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh agama yang tertu- ang dalam sila

Hasil perhitungan pada tabel 1 menunjukkan bahwa perhitungan evapotranspirasi dari keempat metode tersebut mempunyai selisih yang cukup signifikan jika dibandingkan

Memanfaatkan kesesuaian visi dan misi dengan kondisi kepariwisataan, sebagai landasan untuk menambah daya tarik wisata melalui kondisi ekonomi, sosial budaya yang

Yang dimaksud pekerjaan timbunan adalah penimbunan/pengurugan kembali yang dipadatkan pada pasangan batu dan timbunan/urugan tanggul dengan menggunakan bahan timbunan