7
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
BAB II
LANDASAN TEORI
2. 1 Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah salah satu bagian di dalam teknologi informasi terutama sistem informasi yang berbasis komputer dan manajemen Sistem Informasi berbasis komputer, yang dipakai untuk melakukan pengambilan keputusan [4]. Sistem pendukung keputusan ini ditujukan untuk menentukan keputusan yang sesuai dan memerlukan bobot preferensi dan nilai kriteria di dalam melakukan pembuatan Sistem Pendukung Keputusan sehingga dapat menganalisa dengan benar [2].
Sistem pendukung keputusan ini membantu dalam menentukan keputusan di dalam situasi yang tidak terstruktur maupun semiterstruktur.
Sistem pendukung keputusan juga menyediakan pemodelan, pengambilan informasi dan pemanipulasian data di dalam sistem informasi yang interaktif. Pengambilan suatu keputusan adalah hasil dari berbagai alternative yang dipilih dengan mekanisme tertentu agar mendapatkan keputusan terbaik [5].
8
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
UML (Unified Modeling Language) Menurut Rosa dan Shalahuddin (2014:133), berpendapat bahwa UML (Unified Modeling Language) adalah
“Salah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requerement, membuat analisa & desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorintasi objek”.
Sedangkan Mulyani (2016:48) mengatakan UML (Unified Modeling Language) adalah “Sebuah teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis sebagai alat untuk pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem”. Dari beberapa penjelasan teori tersebut dapat disimpulkan bahwa UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa yang sering digunakan untuk membangun sebuah sistem perangkat lunak dengan melakukan penganalisaan desain dan spesifikasi dalam pemrograman berorintasi objek. UML (Unified Modeling Language) memiliki diagram-diagram yang digunakan dalam pembuatan aplikasi berorintasi objek, diantaranya (Rosa dan Shalahuddin, 2014:155): 13
1. Use Case Diagram Use Case Diargam merupakan pemodelan untuk melakukan (behavior) sistem informai yang akan dibuat. Use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.
2. Activity Diagram Activity Diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Perlu diperhatikan
9
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
3. Class Diagram Class Diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.
4. Sequence Diagram Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara yang dikirimkan dan diterima antar objek. Untuk menggambarkan diagram sekuen maka harus diketahui objekobjek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek
2. 2 Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Metode Simple Additive Weighting ini dapat berguna untuk membuat keputusan dengan menentukan bobot bagi setiap atribut. Hasil akhir di dalam skor yang diperoleh dilakukan dengan cara menjumlahkan keseluruhan hasil perkalian antara bobot dan rating setiap atribut. Setiap rating di dalam atribut telah di normalisasi dari atribut sebelumnya [5]. Di
10
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
bawah ini merupakan Langkah-langkah penyelesaian menggunaikan metode Simple Additive Weighting (SAW) menurut [6]:
1. Di dalam menentukan kriteria adalah hal utama yang penting untuk menjadi acuan dalam menentukan kriteria dalam pengambilan keputusan.
2. Setiap alternatif di dalam kriteria harus dicocokan sesuai dengan rating.
3. Di dalam menentukan matriks X keputusan harus berdasarkan kriteria dan melakukan normalisasi matriks X sesuai dengan persamaan jenis atribut sehingga memperoleh matriks yang ternormalisasi R.
4. Skor akhir didapatkan dari hasil pengurutan (ranking) yaitu penjumlahan dari perkalian dari matriks yang sudah ternormalisasi R dengan vektor bobot (Matriks W) dan hasil yang didapatkan adalah nilai terbesar yang dapat menentukan keputusan terbaik.
Metode SAW memiliki kelebihan yaitu melakukan penilaian secara sesuai sehingga akurat karena berdasarkan bobot preferensi dan nilai kriteria yang sudah ditentukan. Metode SAW juga digunakan untuk memilih alternatif terbaik dari beberapa alternatif yang ada sesuai dengan pengurutan tiap ranking setelah melakukan penilaian nilai akhir untuk setiap kriteria maupun atribut [6].
11
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
Berikut merupakan rumus Algoritma SAW : 2.2.1 Rumus Normalisasi
Gambar 2. 1 Metode SAW
- Rumus Normalisasi SAW : Keterangan :
a. Rij = Nilai rating kinerja yang ternormalisasi.
b. Xij = Nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria.
2.2.2 Rumus Value of Preference
Gambar 2. 2 Rumus Value of Preference
- Rumus Value of Preference : Keterangan :
a. Vi = Ranking untuk setiap alternatif
12
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
b. Wj = Nilai bobot dari setiap kriteria.
c. Rij = Nilai rating kerja yang ternormalisasi
2. 3 Metode TOPSIS
Metode TOPSIS adalah metode yang dikenalkan pertama kali oleh Yoon dan Hwang pada tahun 1981. Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) adalah metode pendukung keputusan yang memiliki alternative pilihan seperti alternative dari jarak terendah untuk solusi yang ideal secara positif dan jarak tertinggi dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dan keputusan multikriteria [4].
Metode ini berguna untuk menyelesaikan permasalahan seperti multi criteria decision making (MCDM). Metode TOPSIS ini memiliki
pengertian dan konsep yang cukup sederhana sehingga mudah dipahami, memiliki kemampuan di dalam mengukur kinerja dari alternatif keputusan dan memiliki komputasi yang efisiensi. Berikut ini merupakan langkah-langkah di dalam menggunakan metode TOPSIS menurut [4]
adalah sebagai berikut:
Gambar 2. 3 Rumus TOPSIS
13
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
• Ai = (i = 1, 2, 3, . . . , m ) adalah alternatif-alternatif,
• Xj = ( j = 1, 2, 3, . . . ,n ) adalah atribut dimana performansi alternatif diukur, xij
• Xij adalah performansi alternatif AI dengan acuan atribut XJ. 1. Membuat salah satu matriks keputusan.
Matriks keputusan ini ditujukan kepada alternatif yang akan dievaluasi berdasarkan kriteria.
2. Matriks keputusan yang akan dibuat harus sudah ternormalisasi dan terbobot.
3. Membuat matriks untuk solusi ideal positf dan negatif.
4. Melakukan perhitungan separasi.
5. Melakukan perhitungan pendekatan setiap solusi ideal poitif dan melakukan alternatif perangkingan.
2. 4 Use Kuesioner
Kuesioner merupakan alat pengumpulan data primer dengan metode survei untuk memperoleh opini responden. Kuesioner dapat digunakan untuk memperoleh informasi terkait Siswa-Siswi SMA, SMK yang menentukan kriteria yang sesuai dengan karakter Siswa-Siswi dalam mencari perguruan tinggi dan jurusan yang tepat. Teknik yang dipakai dalam pengumpulan data kuesioner adalah Jumlah pertanyaan yang menyangkut dengan pemilihan perguruan tinggi dan jurusan. [7]
14
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
2. 5 DATABASE
Database merupakan Suatu kumpulan data yang sudah dibuat dan disimpan didalam komputer yang kemudian di olah menjadi sebuah informasi. [8]Dalam pembuatan database dapat menggunnakan XAMPP untuk mengaktifkan sebuah database, PHPMyadmin, LARAGON, SQLyog, Command Promt, dan aplikasi lainnya yang dapat support dalam pembuatan database.
2. 6 PHP (Pre-Processor Hypertext)
PHP (Pre-Processor Hypertext) merupakan Bahasa pemograman yang di ciptakan untuk membuat web. Salah satu manfaat pada saat menggunakan PHP adalah untuk menghubungkan halaman sebuah web dengan Database.
2. 7 PHPMyAdmin
PHPMyAdmin adalah sebuah perangkat lunak yang dibuat dalam Bahasa pemrograman PHP yang berfungsi untuk membuat administrasi database [9]. PHPMyadmin juga berfungsi untuk aplikasi yang menjembatani dalam pembuatan database yaitu mengelola data.
2. 8 HTML (Hypertext Markup Language)
HTML(Hypertext Markup Language) Merupakan sebuah Bahasa pemrograman yang berfungsi untuk membuat halaman sebuah web supaya
15
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
dapat menampilkan berbagai macam informasi berupa tulisan maupun gambar. Seiring perkembangan zaman sebuah web sangat dibutuhkan bagi semua kalangan. Oleh karena itu web sangat dibutuhkan dan semakin lama semakin berkembang sehingga HTML masih selalu dikembangkan agar dapat menciptakan sebuah halaman web yang baik dan mempermudah untuk mengaksesnya.[8]
2. 9 CSS (Cascading Style Sheet)
CSS (Cascading Style Sheet) merupakan sebuah Bahasa pemrograman yang berfungsi untuk membuat sistem pendukung keputusan dalam pembuatan web. Selain itu CSS juga berfungsi untuk mengatur tampilan sebuah web, contohnya seperti, pengaturan tata letak border, mengatur ukuran gambar, mengatur ukuran tulisan, memberikan warna background web, mengatur jarak antar baris, mengatur jenis Font-nya, dll.
[8].
2. 10 Penelitian Terdahulu
Penelitian sebelumnya dijadikan referensi untuk melakukan pembuatan sistem pendukung keputusan untuk memilih perguruan tinggi swasta dan penjurusan berbasis Web. Berikut ini beberapa penelitian terdahulu pada tabel 2.1. yang digunakan untuk menjadi acuan di dalam pengukuran antara lain:
16
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
Table 2. 1 Penelitian Terdahulu Nama
Penulis
Nama jurnal
Judul Permasala han
Metode Hasil dan Simpulan Aeni
Hidayah (2017)
Studia Informatik a: Jurnal Sistem Informasi, 10(2), 2017, 127- 134
Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Pegawai Dengan Metode Profile Matching
pengumpula n berkas belum cukup mengingat semua karyawan membaca papan informasi.
Menggun akan meted Profile Matching .
dapat mengolah penilaian Asesmen Kompeten si dalam bentuk peringkat.
Adianto (2017)
Prosiding Seminar Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e-ISSN 2540-7902 dan p-
SISTEM PENDUKUN G
KEPUTUSA N
PEMILIHAN RUMAH TINGGAL DI
PERUMAH
Permintaan konsumen dalam memiliki rumah atau hunian khususnya di kota Samarinda membuat
Menggun akan metode Simple Additive Weightin g (SAW)
Sistem penentuan rumah dapat membantu memberik an
rekomend asi kepada calon
17
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
Nama Penulis
Nama jurnal
Judul Permasala han
Metode Hasil dan Simpulan ISSN
2541- 366X
AN
MENGGUN AKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) (STUDI KASUS:
KOTA SAMARIND A) Tomy
konsumen harus teliti dalam memilih rumah yang sesuai dengan kriteria- kriteria yang diinginkan.
pembeli rumah berdasark an sistem sesuai dengan data yang dimasukk an oleh admin.
Muzakkir (2017)
ILKOM Jurnal Ilmiah Volume 9 Nomor 3 Desember 2017
PENERAPA N METODE TOPSIS UNTUK SISTEM PENDUKUN G
KEPUTUSA N
PENENTUA N
Masalah penentuan keluarga miskin karena Kemiskinan merupakan permasalaha
Menggun akan metode TOPSIS
Sistem yang digunakan pada mampu mengatasi kelemaha n-
18
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
Nama Penulis
Nama jurnal
Judul Permasala han
Metode Hasil dan Simpulan KELUARGA
MISKIN PADA DESA PANCA KARSA II
n yang sulit untuk ditangani.
kelemaha n yang terdapat pada sistem yang lama dan
memberik an hasil yang akurat dalam penentuan Keluarga Miskin Raden
Ajeng Yosua Ariane Amos Wiseso,
ULTIMA InfoSys, Vol. IX, No. 1 | Juni 2018
Sistem Pendukung Keputusan Dalam Penentuan Penerima Beasiswa PT BFI Finance Indonesia
19
Sistem Pendukung Keputusan…, Renaldy, Universitas Multimedia Nusantara
Nama Penulis
Nama jurnal
Judul Permasala han
Metode Hasil dan Simpulan Johan
Setiawan (2018)
Tbk
Menggunaka n Metode Profile Matching
Dari table 2.1 diatas menjelaskan 3 penelitian terdahulu yang membuat sistem pendukung keputusan juga. Perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang dibuat adalah menggunakan metode yaitu SAW untuk membuat sistem pendukung keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta dan penjurusan berbasis Web yang ditujukan untuk Siswa-Siswi yang ingin melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada penelitian terdahulu menjadi refrensi untuk membuat sistem pendukung keputusan yaitu menentukan kampus dan jurusan yang sesuai berdasarkan nilai bobot dan nilai preferensi.