• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ilmiah JUMANSI STINDO Medan Vol. 2 No. 3 Desember 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ilmiah JUMANSI STINDO Medan Vol. 2 No. 3 Desember 2020"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA

PT. ALINDOBAJA PERKASA MEDAN Oleh

Rizal P. Lubis, SE, M. Si Dosen Univ. Pancabudi Medan

ABSTRAK

PT. Sari Surya Perwira adalah merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Kontruksi Sipil & Mekanikal. Permasalahan dalam penelitian ini, baik secara simultan dan parsial Insentif Finansial Dan Insentif Non Finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Sari Surya Perwira Medan. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner dengan membagikan daftar pertanyaan kepada responden sebanyak 43responden melalui bantun program Statitical Product Service Solution (SPSS) Versi 18.00, Dari hasil uji Fhitung sebesar 187.492 dengan tingkat signifikan 0,00. Karena Fhitung 187.492 > Ftabel 1.44 dan probabilitas signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00 < 0,05, maka model regresi dapat dikatakan bahwa Insentif Finansial dan Insentif Non Finansial secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Berdasarkan Uji-t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat. Uji pengaruh Insentif Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Pada PT. Sari Surya Perwira Medan nilai thitung 6.865 > ttabel1.295 dengan signifikan 0,000< 0,050, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari Insentif Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Uji pengaruh Insentif Non Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Pada PT. Sari Surya Perwira Medan nilai thitung 4.130 > ttabel 1.295 dengan signifikan 0,000 > 0,050, artinya secara parsial terdapat pengaruh dan signifikan dari Insentif Non Finansial Terhadap Kepuasan Kerja. Uji determinasi (R2) besarnya adjusted R square sebesar 0.899 hal ini berarti 89.9% variasi Kepuasan Kerja yang bisa dijelaskan dengan variabel independen Insentif Finansial dan Insentif Non Finansial sedangkan sisanya (100% - 89.9% = 10.1%) dapat dijelaskan dengan variabel independen lainnya yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini.

Kata Kunci : Insentif Finansial, Insentif Non Finansial dan Kepuasan Kerja Karyawan

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian.

Dalam dunia kerja dewasa ini tenaga kerja atau karyawan senantiasa mempunyai kedudukan yang penting karena tanpa karyawan suatu perusahaan tak dapat melaksanakan aktivitasnya. Dengan karyawan yang terampil dan penuh dedikasi serta mempunyai kualitas yang bisa diandalkan, sedapatnya mereka lebih diperhatikan agar karyawan tidak merasa jenuh dan karyawan akan lebih berusaha mempunyai citra yang baik dihadapan pimpinannya. Semakin berkembangnya usaha yang dijalani, lembaga atau instansi mampu diharapkan terus meningkatkan usaha dan menciptakan produktivitas yang tinggi serta karyawan yang mampu berprestasi kerja secara optimal dalam bentuk efektivitas kerja.

Efektivitas kerja merupakan keseluruhan pelaksanaan aktivitas-aktivitas jasmaniah dan rohaniah yang dilakukan manusia untuk mencapai suatu tujuan tertentu, seperti yang dikemukakan oleh Harits (2012:109). Efektivitas berasal dari kata efektif yang mempunyai arti berhasil atau mencapai sasaran. Sejalan dengan

yang dikemukakan oleh

Handayaningrat, (2010:16-17), memberikan pengertian efektivitas sebagai berikut. “Efektivitas adalah

pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Jelasnya bila sasaran atau tujuan telah tercapai sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya adalah efektif. Jadi kalau tujuan sasaran itu tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, pekerjaan itu tidak efektif”.

Dalam setiap pekerjaan yang diperhatikan dalam efektivitas kerja adalah keberhasilan suatu lembaga atau instansi dalam menjalankan tugasnya. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan kerja yang dilakukan harus dapat memberikan hasil optimal dari para karyawannya dengan memanfaatkan potensi yang ada. Efektivitas kerja karyawan dapat dicapai jika didukung oleh para pemimpin yang mengawasi kerjanya oleh sebab itu, dengan kesadaran disiplin kerja dari masing-masing individu atau pengawasan dari pimpinannya itu merupakan hal yang sangat penting demi kelancaran pekerjaan yang dikerjakan.

Pimpinan selain jadi motor penggerak juga berfungsi sebagai pengawas. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan pekerjaanya dapat berjalan dengan lancar agar tujuan organisasi dapat tercapai. Disiplin kerja yang baik dapat berdampak baik juga terhadap karyawannya, karena mereka akan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sehingga merekapun dapat berkonsentrasi terhadap tugasnya. Karyawan merupakan fokus utama

(3)

dari pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan harus dapat menunjukan prestasi yang baik dan mempunyai disiplin yang tinggi.

PT. Alindobaja Perkasa Medan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Konstruksi bangunan. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan di perusahaan tersebut di temukan beberapa fenomena-fenomena yang yang berhubungan dengan efektivitas kerja karyawan di sebabkan oleh kurangnya disiplin kerja karyawan seperti sering terlambatnya masuk kantor, sering tidak masuk kerja menyebabkan banyaknya pekerjaan yang terlantar hal ini mengakibatkan efektivitas kerja terganggu. Masih kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap penilaian kinerja karyawan seperti karyawan yang berprestasi kurang diperhatikan sehingga menyebabkan efektif dalam bekerja menurun.

Dengan demikian, efektivitas sangat ditentukan oleh adanya sumber daya yang baik, terutama menyangkut sumber daya manusia, yaitu di tingkat manajerial dan juga pelaksana.

Berdasarkan latar belakang dan fenomena di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian skripsi dengan judul: “Pengaruh

Disiplin Kerja Dan Pengawasan Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Karyawan Pada PT. Alindobaja Perkasa Medan”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan,

maka penulis merumuskan

permasalahan yang mendasari penelitian ini :

1. Apakah disiplin kerja berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT. Alindobaja Perkasa Medan.

2. Apakah pengawasan kerja berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT. Alindobaja Perkasa Medan.

3. Apakah disiplin kerja dan pengawasan kerja berpengaruh secara simultan terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT. Alindobaja Perkasa Medan.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Disiplin Kerja

a. Pengertian Disiplin Kerja

Menurut Rivai & Sagala (2013:825) disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku dan untuk meningkatkan kesadaran juga kesediaan seseorang agar menaati semua peraturan dan norma sosial yang berlaku di suatu perusahaan.

Sejalan dengan Rivai & Sagala, bagi Sintaasih & Wiratama

(4)

(2013:129), disiplin kerja adalah merupakan tindakan manajemen untuk mendorong kesadaran dan kesediaan para anggotanya untuk mentaati semua peraturan yang telah ditentukan oleh organisasi atau perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku secara sukarela.

semua tugasnya dengan baik, bukan atas paksaan. Dengan paparan tersebut disiplin kerja memang dibutuhkan untuk suatu perusahaan

dalam kaitannya untuk

mempermudah dan melancarkan perusahaan dalam mencapai tujuannya, karena disiplin kerja yang tertanam pada setiap karyawan akan memberikan kesediaan mereka dalam mematuhi dan menjalankan aturan yang telah di

tetapkan demi memajukan

perusahaan.

Menurut Rivai & Sagala (2013:824) semakin baik disiplin yang dilakukan oleh karyawan disuatu perusahaan, maka semakin besar prestasi kerja yang dapat dihasilkan. Sebaliknya, tanpa disiplin yang baik, sulit bagi perusahaan mencapai hasil yang optimal.

b. Pentingnya Disiplin Kerja

Adapun sebenarnya dengan disiplin kerja ini terdapat manfaat yang bisa dirasakan oleh pihak perusahaan dan karyawan, antara lain:

1) Bagi Organisasi atau Perusahaan Disiplin kerja akan menjamin tata tertib dan kelancaran pelaksanaan setiap tugas, sehingga

nantinya dapat diperoleh hasil yang optimal.

2) Bagi Karyawan

Bagi karyawan akan diperoleh suasana yang menyenangkan dan kondusif, sehingga nantinya dapat menambah semangat kerja dalam melaksanakan setiap tugas yang diembannya. Hal tersebut nantinya akan membuat karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh kesadaran serta dapat mengembangkan tenga dan pikirannya seoptimal mungkin. Singkatnya, disiplin dibutuhkan untuk tujuan organisasi yang lebih jauh lagi dan agar dapat menunjang kelancaran segala aktivitas dalam organisasi, agar tujuannya dapat dicapai secara maksimal.

c. Jenis Sanksi Disiplin Kerja

Menurut Sastrohadiwiryo (2015:293) ada beberapa tingkat dan jenis sanksi disiplin kerja yang umumnya berlaku dalam suatu organisasi yaitu:

1) Sanksi Disiplin Berat, 2) Sanksi Disiplin Sedang, 3) Sanksi Disiplin Ringan,

g. Indikator Disiplin Kerja

Indikator-Indikator yang mempengaruhi disiplin kerja

menurut Hendri Simamora

(2014:746) adalah sebagai berikut:

1) Kepatuhan pada

peraturan

2) Efektif dalam bekerja 3) Tindakan korektif 4) Kehadiran tepat waktu

(5)

5) Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu

2. Pengawasan Kerja a. Pengertian Pengawasan

Kata “Pengawasan” berasal dari kata “awas” berarti “penjagaan”. Istilah pengawasan dikenal dalam ilmu manajemen dengan ilmu administrasi yaitu sebagai salah satu unsur dalam kegiatan pengelolaan.

George R Terry berpendapat bahwa istilah “control” sebagaimana dikutip Muchsan, artinya : “control

is to determine what is

accomplished, evaluate it, and apply corrective measures,if needed to ensure result in keeping with the

plan “ (Pengawasan adalah

menentukan apa yang telah dicapai, mengevaluasi dan menerapkan tindakan korektif, jika perlu memastikan sesuai dengan rencana) (Muchsan, 2015 : 97). berpendapat bahwa pengawasan adalah kegiatan untuk menilai suatu pelaksanaan tugas secara de facto, sedangkan tujuan pengawasan hanya terbatas pada pencocokkan apakah kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan sebelumnya (dalam hal ini berwujud suatu rencana/plan) (Muchsan, 2015 : 38)

b. Faktor-Faktor Yang

Mempengaruhi Pengawasan

Menurut Mulyadi (2007:770), beberapa factor yang mempengaruhi pengawasan adalah:

1) Perubahan yang selalu terjadi baik dariluar maupun dari dalam organisas;

2) Kompleksitas organisasi memerlukan pengawasan formal karena adanya desentralisasi kekuasaan;

3) Kesalahanatau penyimpangan

yang dilakukan anggota

organisasi memerlukan

pengawasan.

d. Dimensi dan Indikator Pengawasan Kerja

Dimensi dan indikator yang terdapat dalam pengawasan kerja menurut Sondang siagian (2014:35) terdapat tiga mekanisme yang positif mempengaruhi kinerja, antara lain :

1) Kontrol Masukan 2) Kontrol Perilaku 3) Kontrol Pengeluaran 3. Efektivitas Kerja a. Pengertian Efektivitas Kerja

Suatu pekerjaan dikatakan efektif apabila dapat mencapai tujuan sebagaimana yang direncanakan dengan menggunakan segala sumber daya yang telah direncanakan pula.

Menurut Nurhardjo (2011:38) “Efektifitas kerja mencerminkan sikap, kemampuan serta keahlian

seorang karyawan dalam

menyelesaikan suatu pekerjaan secara tepat”.

Menurut Hasibuan

(2013:105), efektivitas merupakan suatu keadaan keberhasilan kerja yang sempurna sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

(6)

Berdasarkan pada pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa efektivitas kerja adalah penyelesaian pekerjaan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang sesuai dengan waktu dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dari defenisi di atas dapatlah kiranya diinterpretasikan bahwa efektivitas kerja mengandung arti tentang penekanan pada segi waktu

yang dibutuhkan untuk

menyelesaikan suatu pekerjaan, dimana semakin cepat pekerjaan itu terselesaikan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, maka akan semakin baik pula efektivitas kerja yang dicapai. Demikian pula sebaliknya dengan semakin lamanya pekerjaan tersebut terselesaikan, maka semakin jauh pula pekerjaan tersebut dari keefektifannya.

b. Pengukuran Efektivitas Kerja

Menurut Campel yang dikutip Ricard M, Steers (2008:45) untuk mengukur efektivitas kerja ada beberapa variable yang biasa dipergunakan yaitu: 1. Kesiagaan 2. Kemangkiran 3. Semangat kerja 4. Motivasi, 5. Kepuasan kerja 6. Beban Pekerjaan 7. Waktu Menyelesaikan Tugas

c. Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas kerja

Menurut Denison yang

diterjemahkan oleh Khairul Saleh (2010:18), ada empat faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja yaitu:

1) Karakteristik Organisasi 2) Karakteristik Lingkungan 3) Karakteristik Pekerja 4) Kebijakan dan Praktek

Manajemen

d. Indikator Efektifitas Kerja

Indikator-indikator efektivitas kerja menurut Siagian (2017:151), adalah sebagai berikut :

1) Standar waktu yang telah ditentukan

2) Hasil pekerjaan yang dicapai

3) Biaya pengeluaran sesuai dengan rencana

B. Kerangka Konseptual.

Kerangka konseptual

merupakan hubungan yang berkaitan antara satu konsep dengan konsep lainnya atau variabel satu dengan variabel lainnya yang sedang atau akan diteliti (Notoadmojo, 2013:85). Berdasarkan uraian teoritis dan latar belakang masalah di atas, maka berikut kerangka konseptual dari penelitian yang dilakukan, yaitu :

(7)

Gambar 2.1. Kerangka Konseptual

Sumber : Diolah Penulis, 2020

D. Hipotesis

Dari pengertian hipotesis tersebut, penulis merumuskan hipotesis dalam penelitian ini yaitu :

1. Disiplin kerja berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT. Alindobaja Perkasa Medan.

2. Pengawasan kerja

berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas kerja

karyawan pada PT.

Alindobaja Perkasa Medan. 3. Disiplin kerja dan

pengawasan kerja

berpengaruh secara simultan terhadap efektivitas kerja

karyawan pada PT.

Alindobaja Perkasa Medan.

BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian

Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini maka

akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.”

B. Tempat

Tempat penelitian dilakukan pada PT. Alindobaja Perkasa Medan. beralamat di Jalan Marelan Raya 53 Kabupaten/Kota Medan

C. Populasi dan Sampel / Jenis dan Sumber

1. Populasi

Jadi populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang didalamnya terdapat jumlah objek yang dijadikan sumber data. Maka yang menjadi populasi dalam penelitian adalah seluruh karyawan PT. Alindobaja Perkasa Medan yang berjumlah 37 orang

2. Sampel

Berdasarkan pendapat

tersebut, maka dalam penelitian ini jumlah yang akan dijadikan sampel adalah seluruh populasi yang ada yaitu sebanyak 37 karyawan yang akan di jadikan

DISIPLIN KERJA (X1) (Setyaningdyah, 2013:145) PENGAWASAN KERJA (X2) Winardi (2011:224) EFEKTIVITAS KERJA (Y) (Nurhardjo, 2011:38)

(8)

responden, maka penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian populasi.

D. Definisi Operasional Variabel Penelitian

1. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah memberikan pengertian terhadap konstruk atau

variabel dengan

menspesifikasikan kegiatan

atau tindakan yang

diperlukan peneliti untuk

mengukur atau

memanipulasinya.

2. Variabel Penelitian

Variabel merupakan sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, apa yang akan diteliti oleh peneliti sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data

merupakan kegiatan yang penting bagi kegiatan penelitian, karena pengumpulan data tersebut akan menentukan berhasil tidaknya suatu penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Angket 2. Observasi 3. Dokumentasi

F. Teknik Analisa Data

Dalam penelitian kualitatif sumber data dipilih dan disesuaikan dengan tujuan penelitian adalah :

1. Uji Validitas

Valid artinya data yang diperoleh melalui kuisioner dapat menjawab tujuan penelitian berdasarkan jumlah n ( sampel/responden) pada derajat kebebasannya rtable (df = n-k ) harus lebih dari (< ) 0.30.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah ukuran yang menujukkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian

keperilakukan mempunyai

keandalan sebagai alat ukur, diantaranya di ukur melalui konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke waktu jika fenomena yang diukur tidak berubah

3. Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan analis regresi, lebih dulu diuji kelayakan model Regresi Berganda (Multiple regression) agar perkiraan menjadi tidak bias, maka dilakukan beberapa uji asumsi klasik yang harus dipenuhi yaitu:

a. Uji Normalitas

Uji distribusi normal adalah uji untuk mengukur apakah data kita memiliki distribusi normal

b. Uji Multikolonearitas

Multikolinearitas adalah kondisi terdapatnya hubungan linier atau korelasi yang tinggi

(9)

antara masing-masing variabel independen dalam model regresi.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguju apakah dalam sebuah model regresi terdapat ketidak samaan variance dari residual suatu pengamatan lainnya.

4. Model Analisis Regresi Berganda

Model analisis data yang digunakan persamaanya adalah sebagai berikut : Y = α + β1X1 + β2X2 + ∈ Dimana : Y = Efektivitas Kerja α = Intercept β1, β2 = Koefisien Regresi X1 = Disiplin Kerja X2 = Pengawasan Kerja ∈ = Kesalahan 5. Pengujian Hipotesis a. Uji F Menurut Ghozali (2012 : 98) Uji Statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau variabel terikat.

b. Uji t

Menurut Ghozali (2012: 98) Uji beda t-test digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen yang digunakan

dalam penelitian ini secara individual dalam menerangkan variabel dependen secara parsial.

c. Koefisien Determinasi

Menurut Ghozali (2012: 97) koefisien determinasi (R2) merupakan alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau satu.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Singkat PT. Alindobaja Perkasa Medan

PT. Alindobaja Perkasa Medan merupakan perusahaan jasa

konstruksi nasionalisasi

berkedudukan di Medan. Perusahaan ini bidang usaha konstruksi seperti jasa konstruksi spesialis dan industri penunjang konstruksi. Pada era seperti saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa informasi menjadi salah satu sumber daya utama pada suatu organisasi untuk meningkatkan daya saing terhadap para pesaingnya. Oleh karena itu setiap organisasi mencoba untuk menerapkan sistem atau teknologi informasi agar dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam proses bisnis, juga agar mampu memberikan nilai

(10)

tambah yaitu berupa competiteve

advantage dalam persaingan bisnis. 2. Penyajian Data

Data yang diperoleh selama penelitian akan disajikan kepada seluruh Karyawan PT. Alindobaja Perkasa Medan sebanyak 37 orang yang dijadikan responden. Dengan jumlah seluruh dari pertanyaan sebanyak 24 item, terdiri dari item pertanyaan Variabel X yaitu : Disiplin Kerja (X1), Pengawasan Kerja (X2), dan Variabel Y yaitu : Efektivitas Kerja.

Sebagai alat ukur dalam penelitian ini disediakan 5 (lima) alternatif jawaban, yaitu :

a. Sangat setuju (SS) dengan skor 5 b. Setuju (S) dengan skor 4 c. Kurang setuju (KS) dengan skor 3 d. Tidak setuju (TS) dengan skor 2

e. Sangat tidak setuju (STS) dengan skor 1

Berikut data berdasarkan karakteristik yang dapat diperoleh dari Karyawan PT. Alindobaja Perkasa Medan adalah sebagai berikut:

a. Hasil Distribusi Variabel Disiplin Kerja (X1)

b. Hasil Distribusi Variabel Pengawasan Kerja (X2)

c. Hasil Distribusi Variabel Efektivitas Kerja (Y)

3. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

a) Uji Validitas

Apabila setiap

pertanyaan bernilai > 0,30 maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid (sah).

Tabel Hasil Uji Validitas Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted X1.1 60.05 558.997 .746 . .973 X1.2 60.08 562.965 .815 . .972 X1.3 60.22 555.841 .889 . .972 X1.4 60.51 561.146 .913 . .972 X1.5 59.59 575.859 .646 . .973 X1.6 60.08 562.965 .815 . .972 X1.7 60.22 555.841 .889 . .972 X1.8 60.49 574.868 .644 . .973 X2.1 59.81 568.491 .676 . .973 X2.2 59.43 576.030 .582 . .974 X2.3 60.00 568.833 .640 . .974 X2.4 60.03 569.138 .654 . .973 X2.5 59.38 583.575 .502 . .974 X2.6 60.49 553.757 .935 . .971 X2.7 60.22 555.841 .889 . .972 X2.8 60.08 562.965 .815 . .972 Y1 60.49 567.868 .857 . .972 Y2 60.49 553.757 .935 . .971 Y3 59.51 573.035 .667 . .973

(11)

Y4 59.89 565.821 .707 . .973

Y5 59.65 568.623 .659 . .973

Y6 60.54 555.366 .903 . .971

Y7 60.08 562.965 .815 . .972

Y8 60.22 555.841 .889 . .972

Sumber pengolahan spss versi 18.00

Dari data didapat semua nilai koefisien melebihi angka 0,30 hal ini dapat dinyatakan bahwa semua butir pertanyaan dan skor yang didapat adalah valid (sah).

b) Uji Reliabilitas

Reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai

Cronbach’s Alpha> 0,60.

Tabel Hasil Uji Reliabilitas

Berdasarkan Tabel, terdapat

cronbach’s alpha sebesar 0,974 >

0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa konstruk pertanyaan yang telah disajikan pada responden yang terdiri dari 24 item, baik didalam

variabel Disiplin Kerja (X1), Pengawasan Kerja(X2), dan Efektivitas Kerja (Y) adalah reliable atau bisa diterima dan dikatakan handal.

4. Teknik Analisis Data a. Uji Asumsi Klasik

1) Uji Normalitas

Gambar 4. Histogram Uji Normalitas

Sumber pengolahan spss versi 18.00

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

Cronbach's Alpha Based on

Standardized Items N of Items

(12)

Berdasarkan gambar 4.1, hasil pengujian normalitas data diketahui bahwa data telah berdistribusi

secara normal, dimana histogram diatas memiliki

garis melengkung

membentuk seperti lonceng.

Gambar 4.2 PP Plot Uji Normalitas

Sumber pengolahan spss versi 18.00 Berdasarkan Gambar, terlihat

di atas bahwa distribusi dari titik-titik pada Disiplin Kerja (X1), Pengawasan Kerja (X2) dan efektivitas Kerja (Y) menyebar disekitar garis diagonal yang dapat disimpulkan bahwa data yang disajikan dapat dikatakan normal. 2) Uji Multikolinieritas

Tolerance

mengukur variabelitas bebas yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh

variabel lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF/tolerance).

Nilai cutoff yang dipakai untuk menunjukkan ada atau tidaknya multikolinieritas adalah :

VIF > 1 = ada multikolinieritas

Tolerance < 0,1 = tidak ada multikolinieritas

Tabel Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa

Sumber pengolahan spss versi 18.00

Berdasarkan Tabel diatas bahwa angka VIF variabel Disiplin

Kerja (X1) adalah 3.917, Pengawasan Kerja (X2), 3.917, dan lebih besar dari 1 (satu) dan nilai

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients Collinearity Statistics

B

Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -,757 1,193

Disiplin Kerja (X1) ,568 ,095 ,570 ,255 3,917

(13)

tolerance Disiplin Kerja (X1) adalah 0.255, Pengawasan Kerja (X2) adalah 0.255 lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan model

regresi bebas gangguan

multikolinieritas.

3) Uji Heteroskedasitas

Uji heteroskesdisitas menunjukan adanya nilai varian (residu) tidak konstan. Apabila thitung > ttabel, berarti terjadi heteroskedasitas atau sebaliknya homoskedasitas atau dapat terlihat dari probabilitas signifikan > 0,05.

Gambar 4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber pengolahan spss versi 18.00

Berdasarkan Gambar di atas titik-titik secara acak atau tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas. Hal ini menunjukkan tidak terjadi heteroskedasitas pada model regresi, sehingga model regresi ini layak dipakai untuk penelitian ini.

5. Pengujian Hipotesis

a) Uji Pengaruh Serempak (simultant)

Tujuan dari Uji Fhitung adalah untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh bersama-sama (serempak) variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

Tabel Hasil Uji F ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2499,675 2 1249,838 199,024 ,000a

Residual 213,514 34 6,280

Total 2713,189 36

a. Predictors: (Constant), Pengawasan Kerja (X2), Disiplin Kerja (X1) b. Dependent Variable: Efektivitas Kerja (Y)

(14)

Berdasarkan Tabel diatas, bahwa uji F menghasilkan nilai

Fhitung sebesar 199.024 dengan

tingkat signifikan 0,00. Karena Fhitung199.024 > Ftabel 3.28 dan probabilitas signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00 < 0,05, maka model regresi dapat dikatakan bahwa Disiplin Kerja dan Pengawasan Kerja secara serempak

berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Kerja.

Persamaan Regresi Linier Berganda

Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis data dalam statistika yang seringkali

digunakan untuk mengkaji

hubungan antara beberapa variabel dan meramal suatu variabel.

Tabel Persamaan Regresi Linier Berganda Coefficientsa

a. Dependent Variable: Efektifitas Kerja(Y) Berdasarkan Tabel diatas, diperoleh persamaan regresinya adalah Y = -0.757 + 0.568 X1 +

0.448 X2. Konstanta sebesar -0.757

menyatakan jika tidak ada variabel bebas (bernilai 0) maka variabel terikat tetap diversifikasi Disiplin Kerja (X1) sebesar 0.568, Pengawasan Kerja (X2) sebesar

0.448 dapat disimpulkan hipotesis 2 diterima.

b) Uji Pengaruh Parsial

Hasil uji pengaruh variabel disiplin kerja dan pengawasan kerja terhadap efektivitas kerja pada PT. Alindobaja Perkasa Medan pada tabel berikut ini :

Tabel Hasil Uji-t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -,757 1,193 -,634 ,530 Disiplin Kerja (X1) ,568 ,095 ,570 5,991 ,000 Pengawasan Kerja (X2) ,448 ,101 ,423 4,446 ,000

a. Dependent Variable: Efektivitas Kerja(Y)

Sumber pengolahan spss versi 18.00

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) -,757 1,193 Disiplin Kerja (X1) ,568 ,095 ,570 Pengawasan Kerja (X2) ,448 ,101 ,423

(15)

Uji-t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat. Adapun uji menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Uji pengaruh disiplin kerja terhadap efektifitas kerja pada PT. Alindobaja Perkasa Medan

Berdasarkan Tabel diatas

terlihat bahwa disiplin kerja nilai thitung 5.991 > ttabel 1.306 dengan signifikan 0,000 < 0,050, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari disiplin kerja terhadap efektivitas kerja

2) Uji pengaruh pengawasan kerja terhadap efektivitas kerja pada PT. Alindobaja Perkasa Medan

Berdasarkan Tabel terlihat bahwa pengawasan kerja nilai thitung 5.991 > ttabel 1.306 dengan signifikan 0,000 > 0,050, artinya secara parsial terdapat pengaruh dan signifikan dari pengawasan kerja terhadap efektivitas kerja.

c) Koefisien Determinasi

Hasil uji determinasi (R2) dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi pada tabel berikut :

Tabel Hasil Uji Determinasi Model Summaryb

Model

R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,960a ,921 ,917 2,506

a. Predictors: (Constant), Pengawasan Kerja (X2), Disiplin Kerja (X1) b. Dependent Variable: Efektivitas Kerja (Y)

Berdasarkan Tabel di atas bahwa besarnya adjusted R square sebesar 0.917 hal ini berarti 91.7% variasi efektivitas kerja yang bisa dijelaskan dengan variabel independen disiplin kerja dan pengawasan kerja sedangkan sisanya (100% - 91.7% = 8.3%) dapat dijelaskan dengan variabel independen lainnya yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini.

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Dari penjabaran yang telah di paparkan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama sebagai berikut.

1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Nilai F hitung sebesar 199.024 dengan tingkat signifikan 0,00. Karena F hitung 199.024 > F tabel 3.28 dan probabilitas signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00 < 0,05, maka model regresi dapat

(16)

dikatakan bahwa Disiplin Kerja dan Pengawasan Kerja secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Kerja.

2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa :

a) Variabel disiplin kerja terhadap efektifitas kerja pada PT. Alindobaja Perkasa Medan, nilai thitung 5.991 > ttabel 1.306 dengan signifikan 0,000 < 0,050, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari Disiplin Kerja Terhadap Efektivitas Kerja

b) Variabel pengawasan kerja terhadap efektivitas kerja pada PT. Alindobaja Perkasa Medan, nilai thitung 5.991 > ttabel 1.306 dengan signifikan 0,000 > 0,050, artinya secara parsial terdapat pengaruh dan signifikan dari pengawasan kerja terhadap efektivitas kerja.

3. Berdasarkan besarnya adjusted R

square sebesar 0.917 hal ini

berarti 91.7% variasi efektivitas kinerja yang bisa dijelaskan dengan variabel independen disiplin kerja dan pengawasan kerja sedangkan sisanya (100% - 91.7% = 8.3%) dapat dijelaskan dengan variabel independen lainnya yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis mencoba untuk

memberikan saran yang mungkin berguna bagi PT. Alindobaja Perkasa Medan sebagai berikut:

1) Salah satu indikator pada variabel disiplin kerja yaitu indikator ketepatan waktu masih dalam tingkat rendah dibandingkan dengan indikator yang lain. Untuk itu, saran dari penulis perlu memberikan perhatian khusus untuk lebih menghargai waktu dan semua karyawan berdasarkan golongan dianggap sama sanksi tetap berlaku jika pimpinan kurang memperhatikan ketepatan waktu dalam bekerja agar tidak

menghambat tercapainya

efektivitas kerja di PT. Alindobaja Perkasa Medan

2) Pengawasan dapat dilakukan dengan cara melakukan evaluasi secara berkala, dimana setiap karyawan dinilai baik oleh rekan sekerja, maupun bawahan dari karyawan tersebut yang pada akhirnya dilakukan penilaian terhadap hasil evaluasi tersebut dinilai oleh manajemen sehingga karyawan merasa terawasi guna menghindari penilaian buruk dalam evaluasi dan pemberian tindak lanjut oleh manajemen baik berupa sanksi ataupun teguran apabila memperoleh penilaian buruk dalam evaluasi.

3) Salah satu indikator pada variabel efektivitas kerja yaitu indikator kuantitas kerja masih lebih rendah dibandingkan dengan indikator yang lainnya. Oleh karena itu, dalam peningkatan kuantitas kerja

(17)

untuk mencapai efektivitas kerja karyawan, maka disini perlu adanya perhatian karyawan dalan penempatan jabatan apakah sudah sesuai dengan kemampuan karyawan atau kurang tepat dan apabila kuantitas karyawan ini masih saja rendah pemimpin perlu mengevaluasi dengan adanya pendidikan dan latihan.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin Abdul Rachman, 2011, Administrasi Pemerintahan Dalam Pembangunan, CV. Haji Mas Agung.

Jakarta.

Arikunto Suharsini, 2012, rosedur Penelitian, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Ghozali, 2012, Aplikasi Analisis

Multivariate dengan

Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Harits, 2012, Dasar-Dasar

Managemen. Ghalia

Indonesia. Jakarta.

Handayaningrat, 2010, Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta : CV Hajimasagung.

Hasibuan, 2012, “Manajemen Sumber Daya manusia”. Jakarta: PT Bumi Aksara Harlie, 2010, ”Pengaruh Disiplin

kerja, Motivasi dan

Pengembangan Karier

Terhadap Kinerja Pegawai

Negeri Sipil Pada

Pemerintah Kabupaten Tabalong di Tanjung Kalimantan Selatan”. Jurnal

Manajemen dan

Akuntansi.Vol. 11 No. 2, Oktober 2010; 117-124. Hendri Simamora, 2014, Manajemen

Sumber Daya Manusia, Yogyakarta; STIE

YKPN.

Handoko, 2009, Manajemen Sumber

Daya Manusia. Dian

Rakyat. Jakarta

Hasan, 2012, Manajemen Bisnis Syari’ah Kaya di Dunia

Terhormat di

Akhirat,Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Leonard D. White, 2008,

Introduction To The Study Of Public Administration. Fourth Edition. The Mc Millan Co. New York. Moekijat, 2013, Manajemen

Personalia dan Sumber Daya Manusia, Mandar Maju, Jakarta.

Muchsan, 2015, Pengukuan Kinerja Sektor Publik”. Penerbit

BPFE Yogyakarta:

Yogyakarta.

Mulyadi, 2007, Sistem Akuntansi: Jakarta: Salemba Empat Notoadmojo, 2013, Metodologi

Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta Nurhardjo, 2011, Manajemen

Sumber Daya Manusia, Aksara,Jakarta

(18)

Rivai & Sagala, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan”

penerbit Murai Kencana: Jakarta.

Setyaningdyah, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sutrisno, 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia Masa Kini. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Gambar

Gambar 2.1. Kerangka Konseptual
Tabel Hasil Uji Validitas
Gambar 4.  Histogram Uji Normalitas
Gambar 4.2  PP Plot Uji Normalitas
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian Kartika (2014), pembuatan pupuk organik cair dengan menambahkan ekstrak daun kelor sebanyak 40% berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy

Dalam penelitian tersebut memberikan hasil bahwa pendidikan pemilik, pemahaman teknologi, karakteristik kualitatif laporan keuangan dan besarnya ukuran usaha memiliki

Penelitian Eken Patmasari,dkk 2016 tentang Pengaruh Pelayanan, Sanksi, Sistem Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Bumi dan Bangunan

Orientasi etika ( ethical orientation atau ethical ideology ) berarti mengenai konsep diri dan perilaku pribadi yang berhubungan dengan individu dalam diri

Dengan demikian komponen kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat mengalami perubahan dengan diawali dari komponen tujuan dengan menentukan sasaran yang jelas

Berdasarkan uji hipotesis pada penelitian ini, terdapat pengaruh (secara parsial) dan signifikan antara variabel Etika Profesi terhadap Kualitas Hasil Audit.Hasil ini

mendapatkan suatu balas jasa dari perusahaan. Perusahaan memiliki harapan atas kompensasi yang telah dibayarkan kepada karyawan akan meningkatkan

Cash ratio secara parsial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap dividend payout ratio dikarenakan besarnya dividen yang akan dibayarkan akan sangat