• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan sebab akibat dengan cara tertentu berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada, kemudian mencari kembali faktor yang diduga menjadi penyebabnya melalui pengumpulan data dengan melakukan perbandingan diantara data yang terkumpul/ diteliti (Sumarni dan Wahyuni, 2006).

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian 3.2.1 Populasi

Populasi didefinisikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2008). Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Yogyakarta.

(2)

3.2.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008). Metode pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan nonprobabilitas sampling, yaitu apabila setiap elemen populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Penelitian ini menggunakan sampel berdasarkan kemudahan (convenience sampling), yang mengumpulkan informasi dari elemen populasi yang tersedia pada saat dilakukannya penelitian untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah beberapa auditor pada masing-masing Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. Adapun kriteria yang ditetapkan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah partner, manajer, auditor senior, dan auditor junior yang bekerja di Kantor Akuntan Publik.

3.3 Variabel Penelitian

Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (Sugiyono, 2010). Setiap variabel pada dasarnya bersumber dari konsep. Konsep sendiri bersifat abstrak, tetapi belum menunjuk pada obyek-obyek tertentu yang konkret. Suatu konsep disebut variabel jika ia menampakkan variasi pada

(3)

obyek-obyek yang ditunjukkan pada tingkat realitas (empiris) sehingga dimungkinkan dilakukan pengukuran.

Dengan demikian setiap variabel yang akan diteliti, diukur melalui operasionalisasi variabel berikut :

1. Variabel Dependen

Skeptisisme Profesional Auditor (Y)

Skeptisisme profesional auditor adalah sikap yang harus dimiliki oleh auditor dalam melaksanakan tugasnya sebagai akuntan publik yang dipercaya oleh publik dengan selalu mempertanyakan dan tidak mudah percaya atas bukti-bukti audit. Untuk rnengukur seberapa besar skeptisisme profesional auditor, maka digunakan 5 skenario situasi audit. Indikator dari 5 skenario audit tersebut adalah (1) related party transaction, (2) motivasi klien untuk melakukan misstate, (3) kualitas komunikasi klien dengan auditor, (4) klien yang baru pertama diaudit, (5) indikasi klien bermasalah (Suraida, 2005). Pengukurannya melalui kuesioner yang diberikan pada responden melalui serangkaian situasi dan skenario menggunakan skala likert lima point.

2. Variabel Independen (X) a. Pengalaman (X1)

Pengalaman audit adalah pengalaman auditor dalam melakukan audit laporan keuangan baik dari segi lamanya waktu maupun banyaknya penugasan yang pernah ditangani. Pengalaman audit diukur melalui lamanya waktu pengalaman di bidang audit serta

(4)

banyaknya assigment yang ditangani oleh auditor yang bersangkutan (Suraida, 2005). Kuesioner yang digunakan mengacu pada kuesioner yang digunakan oleh Suraida (2005), skala pengukurannya adalah skala likert 1 sampai 5.

b. Kompetensi (X2)

Kompetensi adalah keahlian profesional yang dimiliki oleh auditor sebagai hasil dari pendidikan formal, ujian profesional maupun keikutsertaan dalam pelatihan, seminar, simposium dan lain-lain (Suraida, 2005). Variabel kompetensi auditor diukur rnelalui banyaknya sertifikat/ijasah yang dimiliki serta keikutsertaannya dalam pelatihan-pelatihan, simposium dalam negeri, simposium luar negeri, seminar dalam negeri, seminar luar negeri dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual. Kuesioner yang digunakan mengacu pada kuesioner yang digunakan oleh Suraida (2005), skala pengukurannya adalah skala likert 1 sampai 5.

c. Etika (X3)

Secara umum etika didefinisikan sebagai nilai-nilai tingkah laku atau aturan-aturan tingkah laku yang diterima dan digunakan oleh suatu golongan tertentu atau individu (Suraida, 2005). Variabel etika/locus of control external meliputi kepribadian/locus of control internal, kesadaran etis dan kepedulian pada etika profesi. Kuesioner yang digunakan mengacu pada kuesioner yang

(5)

digunakan oleh Suraida (2005), skala pengukurannya adalah skala likert 1 sampai 5.

d. Situasi Audit (X4)

Faktor-faktor situasi berpengaruh secara positif terhadap skeptisisme profesional auditor. Faktor situasi seperti situasi audit yang memiliki risiko tinggi (irregularities situation) mempengaruhi auditor untuk meningkatkan sikap skeptisisme profesionalnya. Menurut Arrens (2007), situasi seperti kesulitan untuk berkomunikasi antara auditor lama dengan auditor baru terkait informasi mengenai suatu perusahaan sebagai auditee akan mempengaruhi skeptisisme. Kuesioner yang digunakan mengacu pada kuesioner yang digunakan oleh Suraida (2005), skala pengukurannya adalah skala likert 1 sampai 5.

e. Independensi (X5)

Indepedensi akuntan publik merupakan salah satu karakter yang sangat penting untuk profesi akuntan publik dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap kliennya. Dalam melaksanakan pemeriksaan, akuntan publik memperoleh kepercayaan dari klien dan para pemakai laporan keuangan untuk membuktikan kewajaran laporan keuangan yang disusun dan disajikan oleh klien. Menurut Kurnia Rahayu (2010), independen artinya tidak mudah dipengaruhi karena auditor melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum. Klien dapat mempunyai kepentingan yang berbeda, bahkan

(6)

mungkin bertentangan dengan kepentingan para pemakai laporan keuangan. Demikian pula, kepentingan pemakai laporan keuangan yang satu mungkin berbeda dengan pemakai yang lainnya. Kuesioner yang digunakan mengacu pada kuesioner yang digunakan oleh Suryaningtiyas (2007) yang dimodifikasi. Skala pengukurannya adalah skala likert 1 sampai 5.

3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Akuntan Publik yang berada di Yogyakarta. Peneliti melakukan penelitian pada bulan Juni-Juli 2015. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara Pengalaman, Kompetensi, Etika, Situasi Audit dan Independensi terhadap Skeptisisme Profesional Auditor. Penyebaran kuesioner dilakukan selama ± 1 bulan. Daftar Kantor Akuntan Publik yang ada di Yogyakarta adalah sebagai berikut:

1. KAP Bismar, Muntalib & Yunus 2. KAP Drs. Henry & Sugeng 3. KAP Drs. Inaresjr Kemalawarta 4. KAP Drs. Soeroso Donosapoetro 5. KAP Kumalahadi & Sugeng Pamudji 6. KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan 7. KAP Drs. Hadiono

(7)

3.5 Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Menurut Monica (2013), data primer adalah data yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumber utamanya. Data ini diperoleh secara langsung dari subyek penelitian yang merupakan jawaban dari kuesioner penelitian. Referensi kuesioner dalam penelitian ini adalah Suraida (2005) dan Suryaningtiyas (2007).

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode survei, yaitu suatu cara penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta atau gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara langsung ke Kantor Akuntan Publik (KAP) tempat responden bekerja.

3.6 Teknik Penyebaran Kuesioner

Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada masing-masing Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Yogyakarta. Peneliti menyebarkan kuesioner pada bulan Juni 2015. Dari 8 (delapan) KAP yang dituju, hanya 7 (tujuh) KAP yang bersedia menerima kuesioner yang disebarkan peneliti. Satu KAP tidak menerima kuesioner peneliti dikarenakan sedang sibuk, KAP yang menolak kuesioner adalah KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta. Kemudian setelah disebarkan, kuesioner ini ditinggal untuk diisi oleh auditor pada masing-masing KAP. Lalu ± 1

(8)

bulan kemudian, kuesioner ini diambil kembali untuk digunakan sebagai data dalam penelitian ini.

3.7 Model dan Teknik Analisis Data 3.7.1 Statistik Deskriptif

Statistik desktiptif ini digunakan untuk memberikan gambaran mengenai demografi responden penelitian. Data demografi tersebut antara lain : jenis kelamin, usia, jabatan, pendidikan terakhir, serta lama bekerja menjadi auditor. Alat analisis data ini disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi yang memaparkan kisaran teoritis, kisaran aktual, rata-rata dari standar deviasi.

3.7.2 Uji Kualitas Data 3.7.2.1Uji Validitas

Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji siginifikan dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df) = n – 2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Untuk menguji apakah r masing-masing indikator valid atau tidak, bandingkan nilai Correlated Item Total Correlation

dengan hasil perhitungan r tabel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilainya positif maka butir atau pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2011).

(9)

3.7.2.2Uji Reliabilitas

Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas yang digunakan adalah One Shot atau pengukuran sekali saja, dimana pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Ghozali, 2011).

3.7.2.3Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda atau mulliple regression analysis

adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua atau lebih variabel independennya (Santoso, 2000). Pengujian atas variabel-variabel penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan atau tidak antara semua variabel independen terhadap skeptisisme profesional auditor secara simultan. Persamaan regresinya dapat dirumuskan sehagai berikut:

(10)

Keterangan : Y = Skeptisisme Profesional 0 = Konstanta 1 - 5 = Koefisien Regresi X1 = Pengalaman X2 = Kompetensi X3 = Etika X4 = Situasi Audit X5 = Independensi E = Error Term

Arti koefisien  adalah jika nilai  positif (+) hal tersebut menunjukkan hubungan searah antara variabel bebas dengan variabel tidak bebas. Dengan kata lain peningkatan/penurunan variabel bebas akan disertai dengan peningkatan/ penurunan variabel tidak bebas. Sedangkan jika nilai

 negative (–) hal tersebut menunjukkan hubungan yang berlawanan antara variabel bebas dengan variabel tidak bebas. Setiap peningkatan variabel bebas akan diikuti dengan penurunan variabel tidak bebas, begitupun sebaliknya.

3.7.3 Uji Hipotesis

3.7.3.1Uji Siginifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individu dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2011).

(11)

3.7.3.2Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua infomasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011).

Menurut Gujarati (2003) jika dalam uji empiris didapat nilai adjusted R2 negatif, maka nilai adjusted R2 = R2 = 1 sedangkan jika nilai R2 = 0, maka adjusted R2 = (1 – k)(n – k). Jika k > 1, maka adjusted R2 akan bernilai negatif (Ghozali, 2011).

Referensi

Dokumen terkait

dan strategi umum (grand strategy) yang akan mencapai pilihan yang paling dikehendaki. { Mengembangkan sasaran tahunan

pada gambar 35 berikut. User DB KMS KMS Extend Searching Show employee list Download attachment Storage User Show my profile DB KMS KMS Edit Save Cancel Extend Extend Extend

Mengenai kerjasama ini dikemukakan pula oleh Teuku May Rudi dalam bukunya Teori Etika dan kebijakan Hubungan Internasional, yaitu sebagai berikut : kerjasama

PERTAMA : Menetapkan cara untuk menyepakati waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan yang mencerminkan kesepakatan bersama dengan masyarakat (melalui

ProducƟ on (Ton) Rerata Produksi/ Yield (Kg/Ha) Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja (TK) TBM/ Immature TM/ Mature TTM/TR/ Damaged Jumlah/ Total 1. JAKARTA JAWA BARAT BANTEN JAWA

Terkadang sering menjadi masalah yaitu banyak program tiap tahun hanya sekedar copy paste (salin dan tempel) dari program tahun sebelumnya. Tak jarang juga

Atas nama Direksi PT Tempo Scan Pacific Tbk dan entitas anak (“Tempo Scan”) kami ingin memberikan laporan yang berkaitan dengan kinerja keuangan dan kegiatan usaha inti Tempo

Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dijelaskan bahwa hukum kewarisan adalah hukum yang mengatur tentang pemindahan hak pemilikan harta peninggalan (tirkah) pewaris,