1
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA
PEMBELAJARAN PAI DI SMP N 1 WIROSARI
KABUPATEN GROBOGAN
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam
Oleh
THOHA ZAMRONI
11109140
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
5
6
PERSEMBAHAN
Skripsi ini aku persembahkan untuk orang-orang yang telah membantu, mendorong,
mendampingi, dan menyemangatiku dalam perjalanan mewujudkan impianku….
o Kepada Bapak Syamsu dan Ibu Umi Mukaromah ….
Terimakasih untuk segalanya…. Tiada kata-kata yang bisa ku ucapkan untuk
mewakili semua kekagumanku……. Maafkan anak mu yang selalu menyusahkan bapak dan ibu…
o Kepada kakak-kakaku mbak dian, mbak imam, mas dwi……. Terimakasih atas bantuannya…. Dan nasehatnya….
o Kepada seluruh keluarga besarku……. Yang senantiasa dalam naungan ridho Allah…
o Kepada seluruh teman-teman kelas PAI E angkat 2009…. Sukses buat semuanya
Untuk orang yang aku cintai. . . “Munirotul Azizah” yang dengan sabarnya
7
KATA PENGANTAR
Segala puji kehadirat Sang Maha Esa, Allah SWT atas kehidupan dan penghidupan yang telah diberikan. Sholawat salam kepada Nabiku Muhammad
SAW, semoga kami termasuk hamba yang mendapatkan bagian kebaikanmu. Amin. Sebuah kewajiban yang tidak dapat ditawar dalam melengkapi persyaratan guna memperoleh gelar sarjana pada INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
Salatiga Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (PAI), maka dengan segala daya dan upaya penulis merampungkan karya ilmiah dalam bentuk skripsi dengan judul
“IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PROSES PEMBELAJARAN PAI DI SMP N 1 WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN”
Dengan selesainya penyusunan skripsi ini, penulis menyampaikan terimakasih
setulusnya kepada:
1. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, bapak Dr. Rahmat
Hariyadi, M.Pd.
2. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga, bapak Suwardi, M.Pd.
3. Ketua Jurusan PAI IAIN Salatiga, ibu Siti Rukhayati, M.Pd.
4. Pembimbing skripsi, Bapak Achmad Maemun, M.Ag. yang telah membantu
8
5. Segenap dosen dan karyawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, yang dengan sengaja maupun tidak sengaja turut memperlancar proses
penyusunan skripsi ini.
6. Segenap guru dan kiyaiku, khususnya KH. Mahfudz Ridwan beserta keluarga
yang selalu memberiku inspirasi dan pengalaman dalam hidup.
7. Ustadz Muhamad Hanif, M.Hum. beserta istri yang telah membimbingku selama dipondok.
8. Kedua Orang tuaku, Bapak Syamsu dan Ibu Umi Mukaromah yang telah melahirkanku, berkat doa dan kerja keras engkau, aku bisa seperti ini.
9. Segenap teman-teman kelas E, yang tidak pernah aku lupakan, banyak kenangan telah kita lalui
10.Teman-teman bermain PS, Utomo, Roji, Ochim, Wahib, Andre, Roykhan,
yang telah menemani disaat kesepian.
11.Teman-teman dan Saudara di Edi Mancoro, Rozaq, Topik, Akrom, Arba‟,
Sugi‟ dan seluruh santri Edi Mancoro yang selalu menghadirkan semangat
dalam menuntut ilmu
12.Kakak-kakak ku mbak Immade, mbak Dian, mas Dwi irawan yang selalu
menjadi inspirasi dan menjadi tempat keluh kesah ku
9
Tiada balasan bagi kebaikan kalian kecuali kebaikan itu sendiri, semoga apa yang pernah penulis dapatkan dari kalian menjadi manfaat dan barokah bagi kita
semua. Amin.
Dengan segenap kesadaran, penulis mengakui bahwa masih banyak
kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Besar harapan penulis atas segala respon, saran dan kritik dari pembaca yang budiman. Semoga karya kecil ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mengambil manfaat darinya. Amin.
Salatiga, 11 April 2015
Penulis
10
ABSTRAK
Zamroni, Thoha, 2015. Implementasi Kurikulum 2013 Pada Proses Pembelajaran PAI Di SMP N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan. Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Institut Agama Islam Negeri. Pembimbing: Achmad Maemun. M.Ag.
Kata Kunci: Implementasi Kurikulum 2013, Proses Pembelajaran
Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran PAI di SMP N 1 wirosari kabupaten grobogan. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah: (1) Bagaimana implementasi kurikulum2013 dalam proses pembelajaran PAI di SMPN 1 wirosari kabupaten grobogan, (2) apa faktor pendukung dan penghambat implementasi kurikulum 2013, (3) upaya apa yang di lakukan untuk mengatasi hambatan dalam kurikulum 2013?.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data-data yang diperoleh dari obyek penelitian dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, yang kemudian dilakukan analisis dengan cara mendiskripsikan data dari informan, mereduksi data sesuai kebutuhan penelitian kemudian dianalisis oleh penulis, disimpulkan untuk menjawab tujuan penelitian.
11
DAFTAR ISI
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
PENGESAHAN KELULUSAN ... iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iv
MOTTO ... v
PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... x
DAFTAR ISI ... xi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Fokus Penelitian ... 3
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 4
E. Penegasan Istilah ... 5
F. Metode Penilitian ... 7
G. Tahap-tahap Penelitian ... 11
H. Sistematika Penulisan ... 12
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kurikulum 2013 ... 14
1. Pengertian Kurikulum 2013 ... 14
2. Karakteristik Kurikulum 2013 ... 15
12
B. Pengembangan Kurikulum 2013 ... 17
1. Landasan Pengembangan Kurikulum 2013 ... 17
2. Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013 ... 19
3. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 ... 20
C. Pembelajaran Kurikulum 2013 ... 32
1. Definisi Pembelajaran ... 32
2. Prinsip Pembelajaran Kurikulum 2013 ... 33
3. Karakteristik Pembelajaran Kurikulum 2013 ... 33
4. Perencanaan Pembelajaran ... 35
5. Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 ………... 39
D. Penilaian Kurikulum 2013 ... 43
1. Pengertian Penilaian ………... 43
2. Prinsip-Prinsip Penilaian Kurikulum 2013 ……… 43
3. Ruang Lingkup Penilaian ……… 45
4. Karakteristik Penilaian Kurikulum 2013 ……… 46
5. Teknik dan Instrumen Penilaian Kurikulum 2013 ……….. 47
E. Pendidikan Agama Islam ……… 49
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ……… 49
2. Dasar Pendidikan Agama Islam ……… 50
3. Tujuan Pendidikan Agama Islam ……….. 52
4. Fungsi Pendidikan Agama Islam ……….. 52
5. Karakteristik Pendidikan Agama Islam ……… 54
13
6. Data Guru ………. 60
7. Keadaan Siswa ………. 62
8. Kegiatan Pembelajaran ………. 63
9. Ekstrakurikuler ………. 65
B. Temuan Penelitian……….. . 66
1. Profil Responden ... 66
2. Implementasi Kurikulum 2013 ……… 67
3. Faktor Pendukung … ... 70
4. Faktor Penghambat ……… . 72
5. Solusi Mengatasi Hambatan ………. .. 74
BAB IV PEMBAHASAN A. Implementasi Kurikulum 2013 Pada Proses Pembelajaran PAI di SMP N 1 Wirosari ... . 76
B. Faktor Pendukung ... . 77
C. Faktor Penghambat ……... . 80
D. Solusi Mengatasi Hambatan ………. .. 83
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 84
B. Saran-saran ... 86 DAFTAR PUSTAKA
14 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat mendasar. Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk membentuk manusia
yang berbudi pekerti luhur dan berwawasan luas serta menjadi manusia yang unggul dalam berbagai bidang keilmuan dan keahlian. Salah satu sarana untuk memperoleh pendidikan adalah melalui pendidikan formal. Untuk mencapai
tujuan pendidikan yang diinginkan perlu adanya suatu kerangka acuan yang tersruktur dan sistematis yang sesuai tuntutan zaman.
15
Ketentuan ini terkait dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan umum, dan dapat diperolehnya pekerjaan dan
kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Pemberlakuan Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 tahun 2013 tentang
perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2008 tentang standar nasional pendidikan telah menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia pendidikan di Indonesia karena dengan berlakunya Peraturan Pemerintah
tersebut berlakulah kurikulum yang baru yaitu kurikulum 2013 sebagai ganti kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum KTSP yang harus diganti dengan
kurikulum baru yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, lokal, nasional dan global yang semakin berkembang.
Di dalam kurikulum 2013 lebih ditekankan pada pendidikan karakter,
terutama pada tingkat dasar, yang akan menjadi fondasi bagi tingkat berikutnya. Pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 bertujuan untuk
meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlaq mulia peserta didik secra utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan
pendidikan. Melalui implementasi kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi sekaligus berbasis karakter, dengan pendekatan tematik dan kontekstual
16
Dalam kurikulum 2013, pendidikan karakter dapat dimasukkan dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam
kurikulum. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan dan dihubungkan dengan
konteks kehidupan sehari-hari. Pada umunya pendidikan karakter menekankan pada keteladanan, penciptaan lingkungan, dan pembiasaan melalui berbagai tugas keilmuan dan kegiatan kondusif. Dengan demikian;
apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dikerjakan oleh peserta didik dapat membentuk karakter mereka (Mulyasa:2014).
Di antara berbagai bidang studi yang ada dalam kurikulum 2013, salah satu bidang studi yang berbasis kompetensi dan berbasis karakter adalah Pendidikan Agama Islam, karena materi-materi yang ada di dalamnya sarat
dengan pendidikan karakter dan akhlaq mulia. Sebagai mata pelajaran yang lebih mengedepankan karakter dari pada kognitifnya, masih banyak
kekurangan dalam proses pembelajarannya, mulai dari lemahnya kreativitas guru dalam menyampaikan materi, waktu yang sedikit, minimnya sarana pendukung pembelajaran, serta rendahnya partisipasi orang tua murid.
Dengan di berlakukannya kurikulum 2013 diharapkan proses pembelajaran PAI lebih efektif dan memberikan kontribusi yang nyata dalam pembentukan
17
“IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMPN 1 WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN”.
B. Fakus Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diambil
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran PAI di SMP N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan?
2. Apa faktor pendukung dan penghambat implementasi kurikulum 2013? 3. Upaya apa yang di lakukan untuk mengatasi hambatan dalam kurikulum
2013?
C. Tujuan Penelitian
Berpijak pada permasalahan di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah:
1. Untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran PAI
2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi
kurikulum 2013
3. Untuk mengetahui upaya yang di lakukan dalam mengatasi hambatan pada
18
Dengan mengetahui implementasi kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran PAI di SMP N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan, kita bisa ambil
manfaat sebagai berikut: 1. Secara teoretik
a) Penelitian ini dapat menambah khasanah keilmuan dalam ilmu pendidikan dan pembelajaran di jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga. b) Memberikan sumbangan ilmiah bagi kalangan akademis untuk
mengadakan penelitian dan riset baru tentang Kurikulum yang ada di Indonesia.
2. Secara praktis
a) Bagi institusi atau lembaga terkait, informasi yang ada dapat dijadikan sebagai rujukan supaya lebih meningkatkan pembelajaran yang
menunjang perilaku dalam pendidikan sehingga berdapak pada mutu lulusan yang akan dihasilkan.
b) Bagi para pendidik, hasil survey ini bermanfaat sebagai masukan dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran, hendaknya memerhatikan materi yang akan disampaikan, seyogyanya mampu
menanamkan pendidikan karakter sesuai dengan kurikulum 2013. Sehingga pada akhirnya nanti siswa tidak hanya berkemampuan secara
kognitif namun juga afektif, dan psokomotor.
19
serta menentukan kompetensi yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
E. Penegasan Istilah
1. Implementasi
Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan. Dalam konteks kurikulum, implementasi merupakan desain yang mencakup aktifitas pengajaran dalam bentuk interaksi antara
guru dan siswa dibawah naungan sekolah (Nurdin dan Usman:2003). 2. Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang mulai diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014. Kurikulum ini adalah pengembangan dari kurikulum yang telah ada sebelumnya, baik
Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tahun 2006. Hanya
saja yang menjadi titik tekan pada Kurikulum 2013 ini adalah adanya peningkatan dan keseimbangan yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan (Fadlillah, 2014:16).
3. Pembalajaran
Pembelajaran dalam bahasa Inggris disebut learning yang artinya
20 4. Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan
ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al Quran dan Al Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman (Majid, 2014:11).
Menurut Zakiyah Daradjat dalam buku Abdul Majid, Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta
didik agar senantiasa dapat memhami kandungan ajaran agama Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.
F. Metode Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini digunakan karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, dan bukan angka-angka.
Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor, prosedur penelitian yang melibatkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan
pelau yang dapat diamati (Moloeng, 2002:3).
21
mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, catatan atau memo dan dokumen lainnya. Dalam penelitian ini
yang akan diamati adalah bagaimana implementasi kurikulum 2013 proses pemebalajaran PAI di SMP N 1 Wirosari.
2. Kehadiran Peneliti
Sesuai dengan pendekatan yang digunakan, yakni deskriptif kualitatif maka kehadiran peneliti dilapangan menjadi mutlak adanya. Karena dalam
penelitian kualitatif, peneliti menjadi “key instrument” atau alat peneliti utama. Peneliti mengadakan sendiri pengamatan atau wawancara tak
berstruktur, sering hanya menggunakan buku catatan. selain itu guna menunjang perolehan informasi yang valid, peneliti akan menggunakan alat rekam atau kamera, dan peniliti tetap memegang peranan utama
sebagai alat penelitian. 3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan dengan alasan belum pernah ada yang melakukan penelitian serupa di tempat tersebut. Alasan lainnya adalah ketertarikan penulis terhadap proses
pembelajaran PAI dengan Kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013 yang baru diberlakukan.
4. Sumber Data
22
adanya, tanpa dipengaruhi dengan sengaja. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data, yakni:
a. Sumber Data Primer (utama)
Sumber data utama adalah sumber informasi yang langsung
mempunyai wewenang dan tanggung jawab terhadap pengumpulan dan penyimpanan data (Ali, 1993:42).
Merupakan sumber pokok yang memuat ide-ide awal tentang
suatu bahan kajian. Dalam hal ini yang menjadi sumber data utama adalah Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Guru PAI untuk
menggali data tentang bagaimana implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran PAI, bagaimana faktor pendukung dan penghambat, serta bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi
hambatan tersebut.
b. Sumber Data Sekunder (pendukung)
Sumber data pendukung merupakan data-data yang digunakan untuk memperkuat sumber data utama atau data yang didapat dari sumber bacaan dan berbagai sumber lainnya.
Sumber data pendukung di sini adalah buku-buku yang terkait dengan proses pembelajaran Kurikulum 2013.
5. Prosedur Pengumpulan Data Data diperoleh dengan cara:
23
Yakni, suatu proses interaksi dan komunikasi yang bertujuan mendapatkan informasi dengan cara bertanya jawab langsung kepada
responden. Peneliti akan melakukan wawancara kepada Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Guru PAI. Hal ini dilakukan untuk
menggali informasi tentang implementasi Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran PAI di SMP N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan.
b. Observasi atau pengamatan
Pengamatan terhadap situasi yang terjadi di lokasi penelitian. Dalam hal ini penulis nggunakan metode Observasi Partisipatif pasif
yakni peneliti mengemati namun tidak mengikuti kegiatan subyek penelitian.
c. Dokumentasi
Catatan kegiatan yang menunjukkan sejumlah fakta dan data yang tersimpan dalam bahan penelitian yang bisa berbentuk gambar
foto, video atau rekaman wawancara, naskah, atau berkas-berkas dan dokumentasi pendukung lainnya. Seluruhnya dapat digunakan sebagai penguat seluruh informasi.
6. Analisis Data
Analisis data kualitatif (Bogdan & Taylor 1992) adalah upaya yang
24
memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Display data, peneliti menyajikan semua data yang diperolehnya dalam bentuk uraian atau laporan terinci.
b. Reduksi data, peneliti memotong data-data yang tidak perlu untuk dibuang. Laporan-laporan yang diambil hanya yang pokok saja, difokuskan pada hal-hal yang penting.
c. Verifikasi data, sejak mulanya peneliti berusaha untuk mencari makna data yang dikumpulkannya, kemudian disimpulkan untuk menjawab
tujuan penelitian.
7. Pengecekan Keabsahan Data
Sebagai upaya membuktikan bahwa data yang diperoleh adalah benar-benar valid, maka peneliti menggunakan cara triangulasi metode, yakni
menggali data atau informasi yang diperoleh dari satu pihak di cek kebenarannya dengan cara memperoleh data itu dari sumber lain, misalnya dari pihak kedua, ketiga, keempat dan seterusnya dengan menggunakan
metode yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan membandingkan informasi tentang hal yang sama yang diperoleh dari berbagai pihak, agar terhindar
25
Dalam melakukan penelitian ini, penulis melalui empat tahap sebagai berikut:
1. Tahap sebelum ke lapangan
Penulis menentukan fokus penelitian yang akan menjadi pokok
pembahasan, selain itu penulis melakukan konsultasi kepada pembimbing dalam penyusunan proposal penelitian, dilanjutkan penyelesaian perijinan lokasi penelitian.
2. Tahap pekerjaan lapangan
Penulis melakukan pengumpulan bahan yang berkaitan dengan
wawancara, observasi dan dokumentasi penelitian. Pada tahap ini penulis memulai terjun ke lapangan tempat penelitian tersebut di lakukan.
3. Tahap analisis data
Meliputi analisis data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi
dan wawancara mendalam. 4. Tahap Penulisan Laporan
Meliputi kegiatan penyusunan hasil penelitian dari semua rangkaian
kegiatan pengumpulan data sampai pada pemberian makna. Selain itu peneliti melakukan konsultasi kepada pembimbing guna penyusunan
laporan selengkapnya. H. Sistematika Penulisan
26
1. Adapun pada bagian awal ini terdiri dari: sampul, lembar berlogo judul, persetujuan pembimbing, pengesahan kelulusan, pernyataan keaslian
tulisan, mtto dan persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar table dan lampiran-lampiran. Pendahuluan: berisi latar belakang masalah,
fokus penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, penegasan istilah, metode penelitian.
2. Bagian Inti.
Pada bagian ini terdiri dari beberapa bab, yaitu:
Bab I pendahuluan, memuat tentang latar belakang masalah, fokus
penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, metode penelitian, tahap-tahap penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II kajian pustaka, memuat tentang kurikulum 2013, pengembangan kurikulum 2013, pembelajaran kurikulum 2013, penilaian
dalam kurikulum 2013, pengertian Pendidikan Agama Islam, dasar Pendidikan Agama Islam, Karakteristik Pendidikan Agama Islam, tujuan pendidikan Islam.
Bab III hasil penelitian, memuat tentang paparan data yang meliputi; letak geografis, sejarah berdirinya, struktur organisasi, keadaan
27
Bab IV pembahasan, memuat tentang implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1
Wirosari, hambatan dan daya dukung implementasi kurikulum 2013 serta solusi mengatsi hambatan dalam implementasi kurikulum 2013.
Bab V penutup, memuat tentang kesimpulan dan saran 3. Bagian Akhir
Pada bagian ini memuat daftar rujukan dan lampiran-lampiran.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kurikulum 2013
1. Pengertian Kurikulum 2013
Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 bahwa tujuan pendidikan nasioanal adalah
28
demokratis serta bertanggung jawab. Dalam menggapai tujuan pendidikan tersebut, tentu tidak bisa terlepas dari kurikulum pendidikan.
Maka dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mulai tahun ajaran 2013/2014
menerapkan kurikulum baru yang bernama Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini adalah pengembangan dari kurikulum yang telah ada
sebelumnya, baik Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis
pada tahun 2004 maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tahun 2006. Hanya saja yang menjadi titik tekan pada Kurikulum 2013 ini
adalah adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skill yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan (Fadlillah, 2014:16). Dalam konteks ini, Kurikulum 2013 berusaha untuk
lebih menanamkan nilai-nilai yang tercermin pada sikap dapat berbanding lurus dengan keterampilan yang diperoleh peserta didik melalui
pengetahuan di bangku sekolah. Dengan kata lain, antara soft skill dan hard skill dapat tertanam secara seimbang, berdampingan, dan mampu
diaplikasikan dalam kehidupan sahari-hari sehingga dapat berpengaruh
dan menentukan kesuksesan dalam kehidupan selanjutnya. 2. Karakteristik Kurikulum 2013
29
a. Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan
intelektual dan psikomotorik;
b. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
c. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
d. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
e. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang
dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran;
f. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing
elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan
proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
g. Kompetensi dasar dikembangkan berdasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat dan memperkaya antar mata pelajaran dan jenjang
30
a. Meningkatkan mutu pendidikan dengan menyiapkan soft skill dan hard skill melalui kemampuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
dalam rangka menghadapi tantangan global yang terus berkembang. b. Membentuk dan meningkatkan sumber daya manusia yang produktif,
kreatif, inovatif sebagai modal pembangunan bangsa dan Negara Indonesia.
c. Meringankan tenaga pendidik dalam menyampaikan materi dan
menyiapkan administrasi mengajar, sebab pemerintah telah menyiapkan semua komponen kurikulum beserta buku teks yang
digunakan dalam pembelajaran.
d. Meningkatkan peran serta pemerintah pusat dan daerah serta warga masyarakat secara seimbang dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat
satuan pendidikan.
e. Meningkatkan persaingan yang sehat antar satuan pendidikan tentang
kualitas pendidikan yang akan dicapai. Sebab sekolah diberikan keleluasaan untuk mengembangkan kurikulum 2013 sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi
daerah (Fadlillah, 2014: 25).
B. Pengembangan Kurikulum 2013
1. Landasan Pengembangan Kurikulum 2013
31 a. Aspek Filosofis
Filosofis adalah landasan penyusunan kurikulum yang didasarkan
pada kerangka berfikir dan hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Landasan filosofis kurikulum 2013, yaitu:
1) Filosofis Pancasila yang memberikan berbagai prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan.
2) Filosofis pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai
akademik, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat. b. Aspek Yuridis
Aspek yuridis adalah suatu landasan yang digunakan sebagai paying hokum dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Landasan yuridis yang digunakan antara lain:
1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2) RPJMN 2010-2014 sektor pendidikan yang berisi tentang perubahan metodologi pembelajaran dan penataan kurikulum. 3) Inpres No. 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas
Pembangunan Nasional; Penyempurnaan Kurikulum dan Metodologi Pembelajaran Aktif berdasarkan Nilai-Nilai Budaya
32
4) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
5) Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi
Kurikulum 2013 c. Aspek Konseptual
Aspek konseptual adalah suatu landasan yang didasarkan pad aide atau
gagasan yang diabstraki dari peristiwa konkret. Landasan konseptual antara lain:
1) Revelansi pendidikan
2) Kurikulum berbasis kompetensi, dan karakter
3) Proses pembelajaran yang meliputi: aktifitas belajar, output
belajar, dan outcome belajar. 4) Pembelajaran kontekstual
5) Pembalajaran aktif
6) Penilaian yang valid, utuh, dan menyeluruh.
2. Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013
33
a. Pengembangan kurikulum dilakukan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
b. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi
daerah, dan peserta didik.
c. Mata pelajaran merupakan wahana untuk mewujudkan pencapaian kompetensi.
d. Standar kompetensi lulusan dijabarkan dari tujuan pendidikan nasional dan kebutuhan masyarakat, Negara, serta perkembangan global.
e. Standar isi dijabarkan dari standar kompetensi lulusan. f. Standar proses dijabarkan dari standar isi.
g. Standar penilaian dijabarkan dari standar kompetensi lulusan, standar
isi, dan standar proses.
h. Standar kompetensi lulusan dijabarkan ke dalam kompetensi inti.
i. Kompetensi inti dijabarkan ke dalam kompetensi dasar yang dikontekstualisasikan dalam suatu mata pelajaran.
j. Kurikulum satuan pendidikan dibagi menjadi kurikulum tingkat
nasional, daerah, dan satuan pendidikan.
1) Tingkat nasional dikembangkan Pemerintah Pusat
2) Tingkat daerah dikembangkan Pemerintah Daerah
34
k. Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta member ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psokologis peserta didik. l. Penilaian hasil belajar berbasis proses dan produk.
m. Proses belajar dengan pendekatan ilmiah (Mulyasa, 2014:81-82).
3. Elemen Perubahan Kurikulum 2013
Elemen-elemen perubahan dalam Kurikulum 2013 antara lain sebagai
berikut:
a. Standar Kompetensi Lulusan
Berdasarkan Permendikbud No 54 Tahun 2013, standar
kompetensi lulusan adalah kriteria mengenai klualifikasi kemampuan lulusan yang emncakup sikap, pengetahuan, serta keterampilan.
Standar kompetensi lulusan didalam kurikulum 2013 untuk SMP meliputi dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
TABEL 1.1 Standar Kompetensi Lulusan
35
Dimensi Kualifikasi Kemampuan
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai yang dipelajari disekolah atau sumber lain sejenis.
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
(Permendikbud No. 54 tahun 2013)
Dalam standar kompetensi lulusan tersebut sudah sejalan dengan tujuan PAI yang dijelaskan dalam dimensi sikap bahwasanya
peserta didik setelah menempuh pendidikan di satuan pendidikan, diharapkan bisa memiliki prilaku yang mencerminkan orang beriman, berkhlak mulia, berilmu, percaya diri dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaanya.
36
sekolah maupun diluar sekolah untuk menghasilkan lulusan yang diharapkan sesuia dengan kurikulum 2013 dan tujuan PAI
b. Standar Isi
Menurut Permendikbud No 64 tahun 2013 tentang standar isi
pendidikan dasar dan menengah, dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan ditetapkan bahwa Standar Isi
adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Ruang lingkup materi dirumuskan berdasarkan kriteria
muatan wajib yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, konsep keilmuan, dan karakteristik satuan pendidikan dan
program pendidikan. Selanjutnya, tingkat kompetensi dirumuskan berdasarkan kriteria tingkat perkembangan peserta didik, kualifikasi
kompetensi Indonesia, dan penguasaan kompetensi yang berjenjang.
37
TABEL 1.2 Standar Isi
No Tingkat Kompetensi Tingkat Kelas
1. Tingkat 0 TK/RA
2. Tingkat 1
Kelas 1 SD/MI/SDLB/Paket A
Kelas II SD/MI/SDLB/Paket A
3. Tingkat 2
Kelas III SD/MI/SDLB/Paket A
Kelas IV SD/MI/SDLB/Paket A
4. Tingkat 3
Kelas V SD/MI/SDLB/Paket A
Kelas VI SD/MI/SDLB/Paket A
5. Tingkat 4
Kelas VII SMP/MTs/Paket B
Kelas VIII SMP/MTs/Paket B
6. Tingkat 4A Kelas IX SMP/MTs/Paket B
7. Tingkat 5
Kelas X SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/Paket C kejuruan
Kelas XI SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/Paket C kejuruan
8. Tingkat 6 Kelas XII SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/Paket C kejuruan
38
Masing-masing Tingkat Kompetensi mencakup 2 (dua) tingkat kelas, kecuali Tingkat Kompetensi 4A dan 6 hanya mencakup 1 (satu)
tingkat kelas. Tingkat Kompetensi 4A merupakan kemampuan peralihan jenjang pendidikaan dasar ke pendidikan menengah dan
Tingkat Kompetensi 6 merupakan kemampuan peralihan pendidikan menengah ke jenjang pendidikan tinggi.
Berdasarkan tingkat kompetensi tersebut ditetapkan
kompetensi yang bersifat generik yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kompetensi yang bersifat spesifik dan
ruang lingkup materi untuk setiap muatan kurikulum. Secara hirarkis, kompetensi lulusan digunakan sebagai acuan untuk menetapkan
kompetensi yang bersifat generik pada tiap tingkat kompetensi.
Kompetensi yang bersifat generik mencakup 3 (tiga) ranah yakni sikap, pengetahuan dan keterampilan. Ranah sikap dipilah
menjadi sikap spiritual dan sikap sosial. Pemilahan ini diperlukan untuk menekankan pentingnya keseimbangan fungsi sebagai manusia seutuhnya yang mencakup aspek spiritual dan aspek sosial
sebagaimana diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian, kompetensi yang bersifat generik terdiri atas 4 (empat)
39
TABEL 1.3 Kompetensi Generik
Kompetensi Deskripsi kompetensi
Sikap Spiritual 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
Sikap Sosial 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, displin, tanggung jawab, paduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaanya.
Pengetahuan 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
Keterampilan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
(Permendikbud No 64 tahun 2013)
c. Standar Proses
Berdasarkan Permendikbud No 65 tahun 2013 tentang Standar
40
mengenai pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar proses dikembangkan
mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No 19
tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No 32 tahun 2013 tentang perubahan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang standar
nasional pendidikan.
Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam proses pembelajaran untuk semua jenjang pendidikan standar proses
yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di ruang
kelas, tetapi juga di lingkungan masyarakat. Dalam hal ini, guru bukan satu-satunya sumber belajar. Selain itu, sikap tidak hanya diajarkan
41
kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
d. Standar Penilaian
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Terkait dengan Kurikulum 2013 ini, kriteria penilaian hasil belajarnya sebagai berikut.
1) Penialian berbasis kompetensi
2) Pergeseran dari penilaian melalui tes, menuju penilaian otentik
3) Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan), yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
4) Penilaian tidak hanya level Kompetensi Dasar (KD) tetapi juga kompetensi inti dan Standard Kompetensi Lulusan (SKL)
5) Mendorong pemanfaatan portofolio yang di buat siswa sebagai instrumen utama penilaian
e. Struktur kurikulum
Berdasarkan Permendikbud No 68 tahun 2013 tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum sekolah menengah pertama/madrasah
42
Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti,
integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut: a) Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap
spiritual;
b) Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
c) Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan;
d) Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
2) Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan
memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta
ciri dari suatu mata pelajaran.
Berikut adalah contoh Kompetensi Dasar Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti Kelas VII,
Tabel 1.4 Kompetensi Dasar Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Kelas VII
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1. Menghayati Al-Quran sebagai implementasi dari pemahaman rukun iman.
2. Beriman kepada Allah SWT
3. Beriman kepada malaikat Allah SWT
43
5. Menunaikan shalat wajib berjamaah sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam
6. Menunaikan shalat Jumat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Jumu„ah (62): 9
7. Menunaikan shalat jamak qasar ketika bepergian jauh (musafir) sebagai implementasi dari pemahaman ketaatan beribadah
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
1. Menghargai perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah (2): 42 dan hadis terkait
2. Menghargai perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru sebagai implementasi dari Q.S. Al-Baqarah (2): 83 dan hadis terkait
3. Menghargai perilaku empati terhadap sesama sebagai implementasi dari Q.S. An-Nisa (4): 8 dan hadis terkait
4. Menghargai perilaku ikhlas, sabar, dan pemaaf sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. An-Nisa (4):146, Q.S. Al Baqarah (2):153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134, dan hadis terkait
5. Menghargai perilaku amanah sebagai implementasi dari Q.S. Al-Anfal (8): 27 dan hadis terkait
6. Menghargai perilaku istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman QS Al-Ahqaf (46): 13 dan hadis terkait
7. Menghargai perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi dari pemahaman sifat Allah (Al-‟Alim, al-Khabir, as-Sami‟, dan al-Bashir) dan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55):33 serta hadis terkait
8. Meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Mekah dan Madinah
9. Meneladani sikap terpuji khulafaurrasyidin
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
1. Memahami makna al-Asmaul-Husna: Al-‟Alim, al -Khabir, as-Sami‟, dan al-Bashir
2. Memahami makna iman kepada malaikat berdasarkan dalil naqli
3. Memahami kandungan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadits terkait tentang menuntut ilmu.
44
Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 serta hadis terkait tentang ikhlas, sabar, dan pemaaf 6. Memahami makna amanah sesuai kandungan Q.S.
Al-Anfal (8): 27 dan hadis terkait
7. Memahami istiqamah sesuai kandungan Q.S. Al-Ahqaf (46): 13 dan hadis terkait
8. Memahami ketentuan bersuci dari hadas besar berdasarkan ketentuan syari‟at Islam
9. Memahami ketentuan shalat berjamaa 10. Memahami ketentuan shalat Jumat 11. Memahami ketentuan shalat Jamak Qasar
12. Memahami sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Mekah
13. Memahami sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Madinah
14. Mengetahui sikap terpuji khulafaurrasyidin
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
1. Menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan orang yang meneladani al-Asmaul-Husna: Al-‟Alim, al-Khabir, as-Sami‟, dan al-Bashir.
2. Menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada malaikat.
3. Membaca Q.S. Al- Mujadilah (58):11, Q.S. Ar-Rahman (55): 33, Q.S. An-Nisa (4): 146, Q.S. Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan tartil
4. Menunjukkan hafalan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11, Q.S. Ar-Rahman (55): 33, Q.S. An-Nisa (4):146, QS. Al Baqarah (2):153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan lancar.
5. Mencontohkan perilaku empati terhadap sesama sesuai kandungan QS An-Nisa (4): 8 dan hadis terkait
6. Membaca Q.S.An-Nisa (4): 146, Q.S. Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan tartil 7. Menunjukkan hafalan Q.S. An-Nisa (4):146, QS.
Al Baqarah (2):153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan lancer
8. Mencontohkan perilaku amanah sesuai kandungan Q.S. Al-Anfal (8): 27 dan hadis terkait
9. Mencontohkan perilaku istiqamah sesuai kandungan QS. Al-Ahqaf (46): 13 dan hadis terkait 10. Mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas besar 11. Mempraktikkan shalat berjamaah
12. Mempraktikkan shalat Jumat
45
14. Menyajikan strategi perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. periode Mekah
15. Menyajikan strategi perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. periode Madinah
16. Mencontohkan perilaku terpuji dari khulafaurrasyidin
(Permendikbud No 68 tahun 2013)
3) Beban Belajar
Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus
diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.
a) Beban belajar di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah
Tsanawiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu. b) Beban belajar satu minggu Kelas VII, VIII, dan IX adalah 38
jam pembelajaran.
c) Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
d) Beban belajar di Kelas VII, VIII, dan IX dalam satu semester
paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu.
e) Beban belajar di kelas IX pada semester ganjil paling sedikit 18
minggu dan paling banyak 20 minggu.
f) Beban belajar di kelas IX pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan paling banyak 16 minggu.
g) Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu.
46
Tabel 1.5 Alokasi Waktu Mata Pelajaran
MATA PELAJARAN
(Permendikbud No 68 tahun 2013)
f. Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan yang berada di luar
program tertulis di dalam kurikulum. Pada Kurikulum 2013, ekstrakurikuler dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1) Untuk tingkat SD: pramuka (wajib), UKS, PMR, Bahasa Inggris
2) Untuk tingkat SMP: pramuka (wajib), OSIS, PMR, dan lain-lain 3) Untuk tingkat SMA: pramuka (wajib), OSIS, PMR, dan lain-lain
4) Untuk tingkat SMK: pramuka (wajib), OSIS, PMR, dan lain-lain C. Pembelajaran Kurikulum 2013
1. Definisi Pembelajaran
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau
47
Surya (2011:116) menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Pembelajaran berasal dari kata dasar belajar, yaitu suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan
keterampilan, memperbaiki prilaku, sikap, dan mengukuhkan kepribadian
(Suyono dan Harianto, 2011:9). Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentnag Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa
pembelajaran ialah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
2. Prinsip Pembelajaran Kurikulum 2013
a. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu. b. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar
berbasis aneka sumber belajar.
c. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.
d. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran kompetensi. e. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu.
48
g. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisik (hard skill) dan keterampilan mental (soft skill). (Fadlillah, 2014:174)
3. Karakteristik Pembelajaran Kurikulum 2013 a. Pendekatan pembelajaran
Pembelajaran Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan scientific dan tematik-integratif. Pendekatan scientific ialah
pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dilakukan
melalui proses ilmiah (mengamati, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan).
Pendekatan tematik terintegrasi dimaksudkan bahwa dalam pembelajaran tersebut dibuat per tema dengan mengacu karakteristik peserta didik dan dilaksanakan secara integrasi antara tema satu
dengan yang lain maupun antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain.
b. Kompetensi lulusan
Dalam konteks ini, kompetensi lulusan berhubungan dengan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penentuan
kompetensi ini mengacu pada teori tentang taksonomi tujuan pendidikan yang sudah dikenal secara luas di kalangan ahli
pendidikan. Berdasarkan teori taksonomi tersebut capaian
49
pendidikan di berbagai negara dilakukan secara adaptif sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengadopsi taksonomi dalam bentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas “menerima,
menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan”. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas “mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta”.
Keterampilan diperoleh melalui aktivitas “mengamati, mananya,
mencoba, manalar, menalar, menyaji, dan mencipta”. Harapannya,
setelah selesai menempuh bangku pendidikan, peserta didik
mempunyai kemampuan hard skill dan soft skill yang mumpuni yang menjadi dasar dalam menentukan keberhasilan dimana dan kapanpun
peserta didik berada (Fadlillah, 2014: 178). c. Penilaian
Pada kurikulum 2013, proses penilaian pembelajaran
menggunakan pendekatan penilaian otentik. Penilaian otentik adalah penilaian secara utuh, meliputi kesiapan peserta didik, proses, dan
50
meliputi, sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sebab, untuk ketiga kompetensi tersebut ada instrumen penilaian masing-masing.
4. Perencanaan Pembelajaran
Rencana pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mengacu pada standar isi. a. Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk
setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat: 1) Identitas mata pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/Paket C Kejuruan) 2) Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas 3) Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai
kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah,
kelas, dan mata pelajaran.
4) Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait
muatan atau mata pelajaran.
5) Tema (khusus SD/MI/SDLB/Paket A)
51
7) Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
8) Penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengelolaan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
9) Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun.
10)Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak atau elektronik,
alam sekitar atau sumber balajar yang relevan. b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajara
peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar. Komponen RPP terdiri atas:
1) Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan 2) Identitas mata pelajaran atau tema/subtema 3) Kelas/semester
4) Materi pokok
5) Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk
52
6) Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja oprasional yang dapat diamati dan diukur,
yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 7) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.
8) Materi pelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.
9) Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembalajaran agar peserta didik
mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai.
10)Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran.
11)Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak atau elektronik,
alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan
12)Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup.
13)Penilaian hasil belajar. c. Prinsip Penyusunan RPP
53
1) Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar,
kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik. 2) Partisipasi aktif pes erta didik.
3) Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar,
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian.
4) Pengembangan budaya membaca dan menulisnya dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
5) Pemberian unpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan,
dan remedi.
6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
54
8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara integrasi, sistematis, dan efektif sesuia dengan situasi dan kondisi.
5. Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 a. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran
1) Alokasi waktu jam tatap muka pembelajaran a) SD/MI : 35 Menit
b) SMP/MTs : 40 Menit
c) SMA/MA : 45 Menit d) SMK/MAK : 45 Menit
2) Buku teks pelajaran
Buku teks pelajaran digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan peserta
didik.
3) Pengelolaan kelas
a) Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik sesuai dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran b) Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran
harus dapat didengar baik oleh peserta didik
c) Guru wajib menggunakan kata-kata santun, lugas dan mudah
dimengerti oleh peserta didik
55
e) Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan dalam penyelenggaraan proses pendidikan.
f) Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respon dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran
berlangsung
g) Guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.
h) Guru berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
i) Pada tiap awal semester, guru menjelaskan kepada peserta
didik silabus mata pelajaran
j) Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan
b. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
1) Kegiatan pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a) Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk
mengikuti proses pembelajaran.
56
dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal nasional, dan internasional
c) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
d) Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uaraian kegiatan sesuai silabus
2) Kegiatan inti
Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode
pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.
a) Sikap
Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima,
menjalankan, menghargai, menghayati, hingga mengamalkan.
Seluruh aktivitas pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong siswa untuk melakukan aktivitas
57
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui,
memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga
mencipta. c) Keterampilan
Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus
mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan.
3) Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama siswa baik secara individu maupaun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
a) Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan
manfaat langsung maupun tidak langsung dari pembelajaran yang telah berlangsung.
b) Memberi umpan balik terhadap proses dan hasil belajar.
c) Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individu maupun kelompok.
d) Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
58 1. Pengertian Penilaian
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, penilaian diartikan sebagai
proses, cara, atau pembuatan nilai. Niali dapat berupa angka maupun deskripsi yang diberikan untuk mengetahui kualitas suatu produk tertentu.
Menurut kemendikbud, penilaian adalah proses mengumpulkan informasi/bukti melalui penguykuran, menafsirkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasi bukti-bukti hasil pengukuran.
2. Prinsip-Prinsip Penilaian Kurikulum 2013
a) Objektif berarti penilaian berbasis pada standard dan tidak dipengaruhi
oleh faktor subjektivitas penilaian
b) Terpadu berarti penilaian oleh pendidik diklakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan
c) Ekonomis berarti penilaian yang efektif dan efisien dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelapoannya
d) Transparan (terbuka) berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat di akses oleh semua pihak
e) Akuntabel berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada
pihak internal sekolah maupun ekternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya
59
Selain keenam prinsip tersebut, terdapat prinsip penilaian yang lain
sebagaimana tercantum dalam Permendikbud no. 81A tahun 2013, sebagai
berikut:
a) Sahih berarti penilaian diambil dari data yang mencerminkan
kemampuan yang diukur
b) Adil berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik
c) Menyeluruh dan berkesinambungan berarti penilaian oleah pendidik mencakup semua aspek kompetensi
d) Sistematis berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang berlaku
e) Beracuan kriteria berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan
3. Ruang Lingkup Penilaian Kurikulum 2013
a) Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara
komprehensif mulai dari input, proses, output
b) Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta
didik secara reflektif
60
d) Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan
e) Ulanhan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik f) Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran
g) Ulangan akhir semester
h) Ujian Tingkat Kompetensi (UTK) merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui tingkat
pencapaian kompetensi
i) Ujian Multi Tingkat Kompetensi (UMTK) merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui tingkat
pencapaian kompetensi j) Ujian Nasional
k) Ujian Sekolah/Madrasah
4. Karakteristik Penilaian Kurikulum 2013 a) Belajar tuntas
Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan, peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan
61
pun, hanya waktu yang dibutuhkan yang berbeda. Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk meteri yang sama,
dibandingkan peserta didik pada umumnya. Guru dituntut lebih kreatif dan humanis kepada seluruh peserta didik dalam menciptakan
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.
b) Otentik
Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu. Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh
peserta didik, tetapi lebih menakankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
c) Berkesinambungan
Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar peserta didik,
memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus-menerus dalam bentuk penilaian proses, dan berbagai hasil ulangan secara
berkelanjutan.
d) Berdasarkan acuan kriteria
Adalah penilaian yang berdasarkan ketuntasan minimal yang
62
Teknik penilaian yang dapat dipilih dapat berupa tertulis, lisan, prooduk, portofolio, unjuk kerja, proyek, pengamatan, dan penilaian
diri.
5. Teknik dan Instrumen Penilaian Kurikulum 2013
a) Penilaian sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan jurnal
1) Observsi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indra.
2) Penilaian diri merupakan tekinik penlaian dengan cara meminta peserta didik untuk menggunakan kekurangan dan kelabihan dirinya dalam konteks pencaian kompetensi.
3) Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan
pencapain kompetensi
4) Jurnal merupakan cacatan pendidik di dalam dan di lur kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan
kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku b) Penilaian pengetahuan
63
1) Instrument tes tertulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar salah, menjodohkan, dan uraian.
2) Instrument yes lisan berupa tada pertanyaan
3) Instrument penugasan berupa, pekerjaan rumah atau proyek.
c) Penilaian keterampilan
Pendidik penilaian kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaan yang menuntut peserta didik
mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktek, proyek, dan portofolio.
1) Tes Praktek adalah penilain yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi
2) Proyek adalah tugas-tugas belajar yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun
lisan dalm waktu tertentu.
3) Penilaian Portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang
tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam
kurun waktu tertentu.
64
a) Substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai
b) Konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk
instrumen yang digunakan
c) Penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai
dengan tingkat perkembangan peserta didik E. Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati,
hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran Islam dari sumber utamanya kitab suci Al Quran dan hadits melalui kegiatan bimbingan, penagajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman
(Abdul Madjid, 2014:11).
Menurut Zakiyah Daradjat (1987:287) Pendidikan Agama Islam
adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami kandungan ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta
menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.
Jadi, Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang
65
pengajran/pelatihan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Dasar Pendidikan Agama Islam
Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam disekolah mempunyai dasar
yang kuat. Dasar tersebut menurut Zuhirini dkk. Dalam buku Abdul Majid (2014: 13) dapat ditinjau dari berbagai segi yaitu sebagai berikut:
a) Dasar yuridis
Yakni dasar pelaksanaan pendidikan agama yang berasal dari perundang-undangan yang secara langsung/tidak langsung dapat
menjadi pegangan dalam melaksanakan pendidikan agama di sekolah secara formal. Dasar yuridis formal tersebut terdiri dari tiga macam. 1) Dasar ideal, yaitu dasar falsafah negara Pancasila, sila pertama:
Ketuhanan Yang Maha Esa.
2) Dasar struktural/kontitusional, yaitu UUD 45 dalam bab XI pasal
29 ayat 1 dan 2, yang berbunyi: 1). Negara berdasarkan atas Kutuhanan Yang Maha Esa; 2). Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan
beribadah menurut agama dan kepercayaan itu.
3) Dasar oprasional, yaitu Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2007
66 b) Dasar religious
Yakni dasar yang bersumber dari ajaran Islam. Menurut ajaran
Islam pendidikan agama adalah perintah dari Tuhan dan merupakan perwujudan ibadah kepada-Nya. Dalam Al-Qur‟an banyak ayat yang menunjukkan perintah tersebut, antara lain:
1) Q.S Al-Nahl ayat 125: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu
dengan hikmah dan pelajaran yang baik………..”
2) Q.S Ali-Imran ayat 104: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
kapada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar……….”
3) Al Hadis: “sampaikanlah ajaran kepada orang lain walaupun
hanya sedikit.”
c) Dasar psikologis
Yakni dasar yang berhubungan dengan aspek kejiwaan kehidupan
bermasyarakat. Hal ini didasarkan bahwa dalam hidupnya, manusia baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dihadapkan pada hal-hal yang membuat hatinya tidak tenang dan tidak tentram
sehingga memerlukan adanya pegangan hidup, pegangan hidup yang dimaksud adalah agama.
3. Tujuan Pendidikan Agama Islam
67
penghayatan, pengalaman serta pengamalan peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi menusia muslim yang terus berkembang dalam
keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Abdul madjid,
2014:16).
4. Fungsi Pendidikan Agama Islam
Menurut Abdul Majid (2014: 13), fungsi pendidikan agama islam adalah
sebagai berikut: a) Pengembangan
Yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. b) Penanaman nilai
Sebagai pedoman hidup untuk mencari kabahagiaan hidup di dunia
dan di akhirat.
c) Penyesuaian mental
Yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya