Studi
eksperimen
Pengaruh
Penambahan
Biodiesel
Jatropha
Curcas
35%-65% pada
motor diesel putaran
konstan
Disusun
oleh:
Erwin Widhiarto
NRP. 2101 100 051
Jurusan
Teknik
Mesin
Institut
Teknologi
Sepuluh
Nopember
5 Juli
2006
Alami, sumber daya alam untuk bahan bakar yang dapat diperbarui seperti minyak yang berasal dari sayur-sayuran, tumbuh-tumbuhan dapat secara kimiawi dipakai sebagai tambahan pada bahan bakar solar dengan sebutan biodiesel. Pembuatan biodiesel melalui proses transesterifikasi. Bahan dasar pembuatan
biodiesel melalui senyawa – senyawa organic. Diharapkan karena dari organic maka pembakarannya bersih dan aman untuk lingkungan. Dalam hal ini tanaman yang
dijadikan biodiesel adalah jarak pagar (Jatropa Curcas). Sebagai alternatif biodiesel jatropha curcas diharapkan dapat menggantikan ketergantungan terhadap solar.
Untuk itu ingin diketahui seberapa jauh kemungkinan penggunaannya pada motor diesel. Uji coba dilakukan dengan menggunakan diesel 4 langkah 1 silinder dengan beban air dan digunakan bahan bakar campuran antara biodiesel dan solar. Dengan komposisi Biodiesel 35 per sen sampai 65 per sen.
Dari percobaan ini didapatkan bahwa biodiesel jatropha curcas dapat
menggantikan solar sebagai ketergantungn terhadap minyak bumi, meskipun daya yang diasilkan cenderung turun akan tetapi ternyata emisi gas buang yang dihasilkan cenderung lebih bersih.
Kata kunci : biodiesel, jatropha curcas
, unjuk kerja, emisi
,Transesterifikasi.Menipisnya kandungan minyak bumi
Indonesia, ditandai dengan mulai impor
solar
Masih
sedikitnya Kajian dan penelitian
mengenai Jatropha Curcas
Kadar
polusi yang semakin meningkat
Perbedaan unjuk kerja sebuah mesin
diesel menggunakan bahan bakar
Biodiesel sebagai campuran solar
Polusi udara hasil pembakaran yang
dihasilkan masin diesel berbahan bakar
solar masih terlalu tinggi
Mencari kelebihan lain bahan bakar
biodiesel
1.
Percobaan ini menggunakan mesin diesel empat
langkah KAMA KM178FS, yang ada di
Laboratorium Bahan Bakar dan Motor
Pembakaran Dalam Teknik Mesin ITS.
2.
Percobaan ini menggunakan putaran konstan
1800 rpm.
3.
Kondisi mesin tersebut dalam keadaan standart.
4.
Dalam analisa tidak membandingkan perubahan
kimia yang terjadi akibat pembuatan maupun
pembakaran campuran bahan bakar antara solar
dan biodiesel jatropha curcas ( jarak
pagar
).
5.
Kondisi temperatur udara sekitar dianggap ideal.
Batasan Masalah
Mengetahui perubahan unjuk kerja dari
mesin diesel yang dihubungkan dengan
pengaruh pencampuran antara biodiesel
(minyak jarak ) dan solar.
Mengetahui komposisi pencampuran yang
mampu menghasilkan unjuk kinerja terbaik
dari mesin diesel.
Hasil dari penelitian ini diharapkan
dapat menjadi informasi bagi para
pengguna mesin diesel tentang
pengaruh campuran biodiesel Jatropha
Curcas
( minyak jarak ) dan solar
terhadap unjuk kerja dari mesin diesel
Definisi
biodiesel
menurut
ketentuan
Original Equipment Manufacturer ( OEM )
adalah
mono alkil
ester dari
asam
lemak
rantai
panjang
yang terbuat
dari
minyak
nabati
atau
hewani
dan
memenuhi
standart
spesifikasi
ASTM D-6751 untuk
dimanfaatkan
sebagai
bahan
bakar
pada
mesin
diesel.
Penelitian k pramanik (2002)
tentang
“Properties and use of jatropha
curcas
oil and diesel fuel blends in compression ignition engine”
menyimpulkan
bahwa:
Densitas
yang lebih
tinggi
daripada
campuran
minyak
jatropha
curcas
mengakibatkan
lebih
banyak
bahan
bakar
yang terkonsumsi
untuk
displacement dari
plunger dalam
fuel injection pump yang sama.
Penurunan thermal effisiensi yang sebanding dengan kenaikan proporsi
dari minyak jatropha harus melengkapi kekurangan dari minyak
jatropha yang mempunyai kharakteristik pembakaran miskin
dikarenakan viskositasnya yang tinggi dan volatility yang rendah.
Penelitian Candra Hadi
Winata (2005)
tentang
“Kajian
Karakteristik
Semprotan
Biodiesel Minyak
Jarak
Pada
Injektor
Motor Diesel
”menyimpulkan bahwa:
Sudut semprotan
yang dihasilkan oleh biodiesel minyak jarak murni
menghasilkan sudut semprotan yang lebih kecil yaitu 14 derajat,
Kurang teratomisasi dengan baik. Akan tetapi penetrasi semprotan
biodiesel cenderung lebih panjang
Penelitian Bari, T.H. Lim, C.W. Yu (2001)
tentang
“
Effects of preheating of crude palm oil (CPO) on
injection system, performance and emission of a diesel engine
”
menyimpulkan
bahwa
:
Viskositas
daripada
CPO (crude palm oil ) pada
temperatur
kamar
masih
sangat
tinggi
untuk
dialirkan. Untuk
menurunkan
viskositasnya
maka
CPO perlu
untuk
dipanaskan
F.K Forson,E.K
eduro,E.Hammond-Donkoh
– Jatropha murni, solar murni dan campuran antara solar minyak jatropha menunjukkan Unjuk Kerja yang serupa.
– Penambahan minyak jatropha ke solar kelihatannya sangat effektif dalam mengurangi temperature gas buang. Hal in dikarenakan dalam minyak jatropha banyak mengandung oksigen.
– Minyak jatropha dapat digunakan sebagai aditif ignition accelerator ketika sekitar 2,6 per sen minyak ditambahkan ke dalam solar.
– Minyak jatropha dengan komposisi 2,6 per sen memiliki prospek untuk menjadi pengganti bahan bakar murni solar.
11 10 15 14 0.00% 25 ml 2 3 1 13 12 5 6 9 8 4 7 Keterangan: Keterangan: 1.
1. Tangki bahan bakar Tangki bahan bakar 2.
2. Filter bahan bakarFilter bahan bakar 3.
3. Gelas ukur 25 mlGelas ukur 25 ml 4.
4. Pompa bahan bakarPompa bahan bakar 5.
5. InjektorInjektor
6.
6. Filter udaraFilter udara 7.
7. Pengukur Pengukur ΔΔP intakeP intake 8.
8. Gas analyzerGas analyzer 9. 9. Thermocouple Thermocouple exhaust exhaust 10. 10. Thermocouple Thermocouple engine engine 11.
11. Thermocouple oliThermocouple oli 12.
12. Fix couplingFix coupling 13.
13. Water brakeWater brake Dynamometer
Dynamometer
14.
14. Pompa airPompa air 15.
15. Tandon airTandon air
•
Tahap
I
Ignition delay period
•
Tahap
II
Rapid or uncontrolled
combustion
•
Tahap
III
Controlled combustion
•
Tahap
IV
After burning
Properties Campuran Bahan Bakar
No. Properties units
ASTM Test Methods B0 B 35 B 40 B 45 B 50 B 55 B 60 B 65 B100 1 Density at 15 °C kg/m³ 847.60 857.70 859.70 860.90 863.30 865.20 866.70 868.20 877.25 2 Spesific gravity at 15°C - 0.85 0.86 0.86 0.86 0.86 0.87 0.87 0.87 0.88 3 API - D 1300 35.44 33.48 33.09 32.86 32.41 32.05 31.76 31.48 29.80 5 CetaneCalculated Index 48.86 49.36 49.49 49.73 49.89 49.76 49.82 49.73 50.02 6 Kinematic Viscosity at 40°C mm2/s 3.96 4.08 4.11 4.10 4.14 4.17 4.18 4.19 4.34 7 Kinematic Viscosity at 100°C mm2/s 1.49 1.55 1.56 1.57 1.57 1.58 1.59 1.59 1.71 8 Flash point °C D 93 76.67 35.00 139.00 147.33 151.00 162.33 173.33 172.67 212.33 9 NilaiKalor
Atas(NKA) Kkal/Kg D 240 11553.70 10654.03 10632.20 10544.07 10529.77 10524.67 10465.70 10439.23 9332.35 10 NilaiKalor
Bawah(NKB) Kkal/Kg D 241 10918.22 10057.91 10029.10 9931.49 9915.50 9913.48 9864.54 9842.55 8768.58 11 Sulphur
lanjutan properties campuran bahan bakar
No. Properties units ASTM Test Methods B0 B 35 B 40 B 45 B 50 B 55 B 60 B 65 B100
12 Distilation D 86
Initial Boiling Point °C 209.33 235.33 239.67 243.33 249.00 251.00 252.33 255.33 301.33
10% Recovery °C 222.67 245.00 251.00 252.00 256.67 260.33 264.33 270.00 314.67 20% Recovery °C 234.33 264.33 268.67 275.33 272.33 281.00 282.00 281.33 324.67 30% Recovery °C 249.00 279.33 280.33 285.67 291.67 294.00 294.67 299.00 331.00 40% Recovery °C 259.00 285.33 286.00 290.00 296.33 299.33 300.67 310.33 339.00 50% Recovery °C 271.00 291.00 295.67 299.67 306.00 309.33 313.33 316.33 348.33 °F 519.80 555.80 564.20 571.40 582.80 588.80 596.00 601.40 659.00 Recovery at 300°C % 59.67 51.83 50.67 50.33 48.67 40.50 44.33 34.50
-unjuk kerja pada berbagai campuran biodiesel
11.11% 1.63 0.56 94.09 0.65 8.92 46.16 8.47 22.22% 2.97 1.02 170.89 0.41 14.11 40.09 10.73 33.33% 8.53 2.92 491.55 0.22 25.87 32.55 35.00 44.44% 9.63 3.30 554.92 0.22 25.99 22.45 38.00 55.55% 12.63 4.33 727.73 0.23 25.59 16.81 82.33 66.66% 13.40 4.59 771.89 0.24 24.52 15.13 95.97 77.77% 14.47 4.96 833.33 0.25 22.80 12.91 96.02 88.88% 14.57 4.99 839.09 0.28 20.39 11.42 97.13 100.00% 14.07 4.50 756.27 0.32 18.25 11.19 98.40 B0load Torsi Daya (Hp) Bmep (Kpa) Bsfc (Kg/Hp.Jam) η (%) A/F
soot 11.11% 1.03 0.35 59.52 1.02 6.26 46.61 0.47 22.22% 2.20 0.75 126.73 0.55 11.49 40.16 0.63 33.33% 5.40 1.85 311.06 0.29 21.96 31.08 7.93 44.44% 8.33 2.86 480.03 0.26 24.24 21.95 18.13 55.55% 9.53 3.27 549.16 0.26 24.81 19.39 44.92 66.66% 12.47 4.27 718.13 0.26 24.16 14.20 72.93 77.77% 13.43 4.60 773.81 0.28 22.85 12.26 86.73 88.88% 14.20 4.87 817.97 0.33 19.44 10.30 96.47 100.00% 13.93 4.46 749.10 0.42 15.33 8.89 97.03 B45
load Torsi Daya (Hp) Bmep (Kpa) Bsfc (Kg/Hp.Jam) η (%) A/F
Lanjutan unjuk kerja pada berbagai campuran biodiesel
11.11% 0.57 0.19 32.66 2.21 2.93 39.20 0.40 22.22% 1.73 0.59 99.65 0.80 8.09 35.16 2.23 33.33% 5.00 1.71 288.02 0.48 13.47 20.27 9.10 44.44% 7.67 2.63 441.63 0.40 16.33 15.86 15.07 55.55% 8.80 3.02 506.91 0.38 16.99 14.34 21.70 66.66% 11.93 4.09 687.40 0.34 19.05 11.70 60.27 77.77% 12.70 4.35 731.57 0.36 18.00 10.25 71.50 88.88% 13.43 4.60 773.81 0.40 16.11 8.56 81.93 100.00% 13.27 4.24 713.44 0.51 12.77 7.21 82.33 B100load Torsi Daya (Hp)
soot Bmep (Kpa) Bsfc (Kg/Hp.Jam) η (%) A/F
11.11% 0.87 0.30 49.92 1.25 5.11 44.50 2.03 22.22% 1.50 0.51 86.41 0.82 7.82 39.47 1.90 33.33% 4.97 1.70 286.10 0.31 20.80 31.18 5.77 44.44% 7.73 2.65 445.47 0.30 21.70 20.76 17.07 55.55% 9.53 3.27 549.16 0.29 22.01 16.80 26.00 66.66% 12.13 4.16 698.93 0.29 22.34 13.40 68.27 77.77% 13.10 4.49 754.61 0.31 20.55 11.08 87.40 88.88% 13.60 4.66 783.41 0.32 20.05 9.73 93.63 100.00% 13.40 4.29 720.43 0.40 15.92 8.21 95.53 A/F B60
load Torsi Daya (Hp) Bsfc (Kg/Hp.Jam) η (%)
soot Bmep (Kpa)
Grafik bhp fungsi beban variasi Biodiesel jatropha curcas
Daya terhadap Beban0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 0% 20% 40% 60% 80% 100% Beban (% ) Da y a (h p ) B0 B45 B60 B100
Grafik Torsi fungsi Beban variasi Biodiesel jatropha curcas
Torsi terhadap Beban0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 0% 20% 40% 60% 80% 100% Beban (% ) Tor si ( lb f. ft ) B0 B45 B60 B100
BMEP terhadap Beban 0.00 100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 700.00 800.00 900.00 0% 20% 40% 60% 80% 100% Beban (% ) BM E P ( k p a ) B0 B45 B60 B100
Bsfc terhadap Beban 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% Beban(% ) B sfc (K g /h p .ja m ) B0 B45 B60 B100
Grafik
Air Fuel Ratio fungsi
beban variasi
Biodiesel jatropha
curcas
Air fuel ratio terhadap Beban0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00 45.00 50.00 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% Beban(% ) a ir f u el r a ti o B0 B45 B60 B100
Eff.thermal terhadap Beban 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% Beban(%) e ff. the r m a l( % ) B0 B45 B60 B100
soot terhadap Beban 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% Beban(% ) so o t(%) B0 B45 B60 B100
Kesimpulan
Penggunaan bahan bakar campuran penambahan Biodiesel Jatropha Curcas pada solar standard dengan kondisi engine standard menghasilkan unjuk kerja yang lebih rendah akibat beberapa nilai propertiesnya yang masih dibawah solarDaya, torsi dan bmep untuk masing-masing bahan bakar campuran menunjukkan penurunan yang signifikan. Prosentase penurunan daya terbesar yang diperoleh masing-masing bahan bakar bila dibandingkan terhadap bahan bakar solar adalah campuran biodiesel didapat bahwa torsinya turun 12,37 per sen pada komposisi biodiesel B45, 16,39 persen pada B60 dan 18,28 persen pada B100.
Untuk Bsfc, rata-rata dengan penggunaan bahan bakar campuran akan menunjukkan bsfc yang lebih besar bila dibandingkan penggunaan bahan bakar solar. Ini berarti bahan bakar dengan penambahan Biodiesel Jatropha akan lebih boros jika
dibandingkan dengan solar standard.
Effisiensi termis paling tinggi adalah effisiensi termis menggunakan bahan bakar
solar. Rata-rata untuk semua bahan bakar campuran Biodiesel Jatropha Curcas B45, B60,dan B100 masih dibawah solar. Prosentase penurunan effisiensi termis adalah sebesar 7,32 per sen pada B45, B60 sebesar 15,05 per sen, dan B100 sebesar 32,75 per sen.
Komposisi menengah antara biodiesel jatropha curcas dan solar standard dapat menurunkan emisi gas buang. Terbukti pada B45 turun 27,71%, 25,89% pada B60, dan 38,70% pada B100.
Saran
Karena viskositas kinematisnya yang tinggi maka sebaiknya
dilakukan modifikasi pengkondisian bahan bakar yaitu dengan
melakukan pemanasan bahan bakar campuran biodiesel jatropha
curcas sebelum masuk ruang bakar.
Perlu dicoba penggunaan turbocharger atau supercharger sehingga
selain temperatur udara mengalami kenaikkan, tekanan dan jumlah
udara masuk akan lebih besar sehingga pembakaran akan lebih
sempurna.
Perlu dilakukan penelitian mengenai komponen yang tahan terhadap
Biodiesel Jatropha Curcas untuk mengalirkan bahan bakar biodiesel
ke ruang bakar.
Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang menyangkut ketahanan
komponen-komponen engine semisal piston, silinder maupun
injektor bahan bakar.
SEKIAN
SEKIAN
mohon
mohon
kritik
kritik
dan
dan
saran
saran
demi
demi
kesempurnaan
kesempurnaan
tugas
tugas
akhir
akhir
ini
ini
DAFTAR ISI
Judul
Abstrak
Latar Belakang
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Biodiesel
Referensi
Instalasi Pengujian
Flowchart
Spesifikasi Alat
Uji
Properties Bahan
Bakar
Unjuk
kerja
Grafik
Kesimpulan
Saran
Gambar
Prosedur
Pengambilan
data
Transesterifikasi
Keunggulan
Biodiesel
Tabel
Properties
Daftar Grafik
Daya
Torsi
BMEP
Bsfc
Effisiensi Thermal
Soot
Air Fuel Ratio
K pramanik
Candra
Hadi
Bari
F.K Forson
All
Daftar Gambar
Engine Kama 178 FS
Water Brake Dynamometer
Pengukur
U
P Intake
Stopwatch
Biodiesel Jatropha
Curcas
Exhaust Gas Analyzer
Buah
Jatropha
Curcas
Bungkil
Daftar Alat Pengujian
Engine
Water Brake Dynamometer
Stopwatch
Exhaust Gas Analyzer
Air Flow Meter
Torsi
Daya
Brake Mean Effective Pressure
Brake Specific Fuel Consumption
Efisiensi Thermis
Opasitas
Air Fuel ratio
Density, specific gravity, API gravity
Kinematic Viscosity
Flash Point
Sulphur Content
Distilation
Cetane Number
Calorific Value
Prosedur pengambilan data
a.
Persiapan
pengujian
¾ Pemeriksaan kerapatan baut-baut pada sambungan poros dan bantalan motor diesel
¾ Pengecekan kondisi bosch pump, saluran bahan bakar, minyak pelumas dan kondisi air pendingin.
¾ Pemeriksaan posisi keseimbangan lengan dinamometer dan persiapan anak timbangannya
¾ Persiapan alat ukur pengujian yang digunakan seperti stopwatch.
b.
Pengujian Metode
pengujian
yang dilakukan
adalah
constan
speed
¾ Engine dihidupkan memakai bahan bakar solar kemudian dilakukan pemanasan sampai temperatur olie 50 ± 5 º C.
¾ Setelah mencapai temperatur kerja, masukkan campuran Biodiesel dan solar lalu tunggu kurang lebih 20 menit untuk memastikan tidak ada solar yang masih terbakar.
¾ Atur speed control lever untuk mencapai putaran yang diinginkan (1800 rpm).
¾ Pengambilan data dimulai dengan tekanan pompa 38 psi sampai pada tekanan pompa 22 psi
Lanjutan Prosedur pengambilan data
¾ Check kembali putaran engine, jika lebih rendah dari yang
direncanakan yaitu 1800 rpm, maka atur dengan menaikkan posisi speed control lever.
¾ Setelah putaran engine konstan, maka pengukuran konsumsi bahan bakar, temperatur dan emisi dari gas buang dapat dilakukan.
¾ Mencatat besar Torsi untuk tiap kenaikan beban
¾ Mencatat waktu yang diperlukan engine untuk mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 25 ml.
¾ Mencatat emisi gas buang.
¾ Mengulang prosedur mulai awal sampai akhir untuk setiap variasi komposisi bahan bakar. Untuk setiap variasi komposisi diambil data sebanyak tiga kali.
c.
Akhir
Pengujian
• Matikan seluruh lampu beban, dan putar saklar pembebanan dinamometer kearah kiri (off).
• Turunkan putaran engine perlahan-lahan dengan menarik speed control lever kebawah.
Pengambilan Data
Data yang akan diambil dalam penelitian adalah :
Beban dinamometer
(lbf)
Waktu
konsumsi
bahan
bakar
tiap
25 ml
(ml/detik)
Emisi
gas buang
U
P Intake
Temperatur
Pengujian density dilakukan berdasarkan
standar ASTM D 1298-99.
Peralatan :
•
Hydrometer density
•
Thermometer type ASTM 12C
•
Cylinder gelas
kapasitas
500 ml
•
Astm
IP
Measurement table
.
Pengujian kinematic viscosity dilakukan berdasarkan
standar ASTM D 445. Peralatan :
–
Viskometer tube
–
Viskometer holder
–
Pengontrol temperatur
–
Bath
–
Stop watch.
–
Pompa
isap
Kinematic Viskosity
Pengujian
flash point
dilakukan berdasarkan standar ASTM
D 93. Peralatan :
•
Pensky-Martens Close Cup
.
•
Cawan
pembakaran.
•
Alat
penyulut.
•
Termometer
ASTM 9C atau
ASTM 9F.
•
Termometer
ASTM 10C atau
ASTM 10F.
Pengujian kandungan belerang dilakukan berdasarkan
standar ASTM D 4294-01. Peralatan :
•
Energy-dispersive X-ray Fluoresence
Analyzer.
•
Source of X-ray Excitation
•
Sample Cells
•
X-ray Detector
•
Filters
•
Signal Conditioning
•
Display or Printer
Sulphur Content
Pengujian distilasi dilakukan berdasarkan standar ASTM D
86.
Peralatan
:
– Labu distilasi kapasitas 125 ml.
– Gelas ukur kapasitas 100 ml.
– Thermometer ASTM 7C dan ASTM 8C.
– Distillation Apparatus lengkap dengan :
» Condenser and cooling bath.
» Shield.
» Heater and regulator.
» Flask support .
Pengujian distilasi dilakukan berdasarkan
standar ASTM D 240/241. Peralatan :
•
Oxygen bomb calorimeter.
•
Calorimeter controller.
•
Oval bucket.
•
Auto charger.
•
water heater.
•
Water cooler.
•
Retrofit kit
•
Thermometer
•
Fuse wire
•
Tray/sample cup
Nilai Kalor
Nama
: KAMA.
Model : KM 178FS.
Tipe : Motor diesel 4-langkah,
vertikal, berpendingin udara.
Jumlah silinder
:
Single-cylinder.
Sistem pembakaran
: Direct Injection
Combustion (DI).
Diameter x langkah
: 78 mm x 62 mm.
Volume langkah
: 296 cc.
Compression ratio : 20 :1
Power
: 3,7 kW/1500 rpm,
4 kW/1.800 rpm
Engine
Water Brake Dynamometer
Merk
: DYNOmite.
Ukuran
: 7”
single
rotor
absorber.
Kebutuhan air
: minimum 1 G.P.M.
Tekanan air
: minimum 8 Psi.
dynamic pressure.
Kemampuan
:
pengukuran sampai
kira-kira 20 hp.
Ketelitian torsi: 0,1 lb.ft
Produksi
: Land and Sea Inc. PO
Box 96. North Salem.
Exhaust Gas Analyzer
•
Merk
: Opacimeter
•
Type
: 8701-G
•
Relative humidity
: 0 –
95%
•
Voltage
: 230 V +10% -
15%
•
Engine speed
: all rpm
•
Capacity
: 0 –
99,9%
•
Resolution
: 0,1%
•
Error penyimpangan
: ±
2%
Merek
: Ricard
Alcock
Viscous Flow Air Meter
Tipe
: P7021
Maximum flow
: 25 x 10-3 m3/s
Panjang
keseluruhan
: 510 mm
Diameter :
130
mm
Meter element
: Panjang 3 in
Diameter 0,034 in
Produksi
: G. Cussons Ltd. 102,
Great Clowes
Street,
Manchester M7 9RH England.
O
O
||
||
CH
2- O - C - R
1CH
3- O - C - R
1|
| O
O
CH
2- OH
| ||
||
|
CH - O - C - R
2+ 3 CH
3OH =>
CH
3- O - C - R
2+ CH - OH
|
(KOH)
|
| O
O
CH
2- OH
| ||
||
CH
2- O - C - R
3CH
3- O - C - R
3Triglyceride methanol
mixture of fatty esters glycerin
Brake Horse Power
( )
( )
( )
Torsi
R
P
(rpm)
engine
Putaran
N
m
r
dinamomete
lengan
Panjang
R
lbf
r
dinamomete
pada
terbaca
yang
gaya
Scala
P
:
dimana
HP
33000
N
R
P
2
bhp
=
×
=
=
=
×
×
×
=
π
Brake horse power (
Brake horse power (
bhp
bhp
).
).
Merupakan
Merupakan
daya
daya
yang dihasilkan
yang
dihasilkan
engine
engine
yang
yang
diukur
diukur
pada
pada
poros
poros
keluaran
keluaran
Hal
Torsi
Torsi (T) adalah ukuran kemampuan engine untuk
menghasilkan kerja.
(
kgf_m
)
N
4500
bhp
min
1
s
60
hp
1
s
m
kgf
75
N
bhp
N
bhp
T
×
=
×
×
=
=
dimana
:
P = Beban
yang ditunjukkan
pada
dynamometer (N)
Effisiensi Thermis
Effisiensi thermis
adalah
ukuran
besarnya
pemanfaatan
panas
dari
bahan
bakar
untuk
dirubah
menjadi
tenaga
mekanik
(power)
%
100
x
diberikan
yang
Panas
terpakai
yang
Tenaga
th
=
η
100%
Q
.
Sfc
632
×
=
thη
dimanasfc = pemakaian: bahan bakar spesifik(kg/hp-jam)
Q = panas pembakaran bahan bakar (LHV) (kcal/kg bahan bakar)
Brake Specific Fuel
Consumption
Specific fuel consumption,
Specific fuel consumption,
merupakan
merupakan
karakteristik
karakteristik
konsumsi
konsumsi
bahan
bahan
bakar
bakar
pada
pada
engine.
engine.
Pada
Pada
umumnya
umumnya
dinyatakan
dinyatakan
dalam
dalam
dalam
dalam
grams per horsepower
grams per horsepower
-
-
hour,
hour,
sehingga
sehingga
:
:
)
.
/
(
bhp.t
m.3600
hr
hp
kg
bsfc
=
dimana
:
m = massa
pemakaian
bahan
bakar
selama
t
(kg)
t = waktu
pemakaian
bahan
bakar
(detik)
Brake Mean Efective
Pressure
Brake mean effective pressure
Brake mean effective pressure
(
(
bmep
bmep
).
).
Tekanan
Tekanan
efektif
efektif
rata
rata
-
-
rata yang
rata yang
didefinisikan
didefinisikan
sebagai
sebagai
tekanan
tekanan
hipotetis
hipotetis
yang
yang
bekerja
bekerja
pada
pada
keseluruhan
keseluruhan
langkah
langkah
piston,
piston,
sehingga
sehingga
bisa
bisa
dirumuskan
dirumuskan
dengan
dengan
:
:
dimana
dimana :: Bmep
Bmep = = tekanantekanan efektif efektif ratarata--rata (kgf/cm2)rata (kgf/cm2) L =
L = panjang panjang langkah langkah (m)(m) A =
A = luas luas piston (cm2)piston (cm2) N =
N = putaran putaran engine (rpm)engine (rpm) Z =
Z = jumlah jumlah putaran putaran yang yang diperlukan diperlukan untuk untuk menyelesaian menyelesaian satu
satu siklus siklus engine, engine, n =1
n =1 untuk untuk engine 2 engine 2 langkahlangkah, , dan dan n = 2 n = 2 untuk untuk engine 4 engine 4 langkah
langkah.. I =
I = jumlah jumlah silindersilinder
I
N
A
L
Z
bhp
bmep
×
×
×
×
=
ρ
C
ΔP
K
m
udara=
x
x
x
•s
O
H
x
SG
x
Vol.
=
m
bb 2 bbρ
• bb udaram
m
A/F
• •=
Air Fuel Ratio
Mass flow
udara= konsumsi udara (kg/detik)
K
= air flow meter calibration
= 7,34 x 10
-5m
3/detik
Δ
P
= beda tekanan intake (mmK
H
2O)
C
= temperature correction for
meter calibrated at
20
oC
ρ
udara= densitas udara (kg/m
3) =
1,225 kg/m
3bb
Mass flow bb= konsumsi bahan bakar (kg/detik) Vol. = volume gelas ukur (ml) = 25 ml
SG = specific gravity bahan bakar
S = waktu untuk menghabiskan sejumlah m (detik)
Hubungan antara
spesific gravity dan API
gravity
(
15
)
131
.
5
60
pada
gravity
spesific
141.5
−
=
C
F
API
o o131.5
API
141.5
gravity
+
=
Specific
Grafik penelitian k pramanik (2001)
Grafik Penelitian
Candra Hadinata (2005)
Grafik Penelitian . Bari, T.H. Lim,
C.W. Yu (2001)
Lanjutan Grafik Penelitian . Bari,
T.H. Lim, C.W. Yu (2001)
Lanjutan Grafik Penelitian . Bari,
T.H. Lim, C.W. Yu (2001)
Grafik Penelitian F.K Forson,E.K
eduro,E.Hammond-Donkoh
Brake thermal efficiency terhadap
Torsi
Grafik Penelitian F.K Forson,E.K
eduro,E.Hammond-Donkoh
Grafik Penelitian F.K Forson,E.K
eduro,E.Hammond-Donkoh
Grafik Penelitian F.K Forson,E.K
eduro,E.Hammond-Donkoh
Grafik Penelitian F.K Forson,E.K
eduro,E.Hammond-Donkoh
Per sen oksigen terhadap Torsi Per sen oksigen terhadap Torsi
Grafik Penelitian F.K Forson,E.K
eduro,E.Hammond-Donkoh
Grafik Penelitian F.K Forson,E.K
eduro,E.Hammond-Donkoh
Keunggulan Biodiesel dibandingkan Solar
Keunggulan minyak biodiesel dibandingkan dengan
minyak solar konvensional adalah sebagai berikut :
•
Bilangan setana tinggi, yakni ukuran baik
tidaknya kualitas solar berdasar sifat
antiknocking
dalam ruang bakar pada saat solar
dibakar,
•
Titik kilat tinggi, yakni temperatur terendah yang
dapat menyebabkan uap biodiesel dapat
menyala, sehingga biodiesel lebih aman dari
bahaya kebakaran pada saat disimpan maupun
pada saat didistribusikan dari pada solar,
•
Tidak mengandung sulfur dan benzen yang
Lanjutan kelebihan biodiesel daripada
solar
•
Mempunyai sifat lubrikasi mesin yang lebih baik dari
pada solar,
•
Emisi pembakaran biodiesel lebih ramah lingkungan,
yakni hasil pembakaran lebih sempurna dari pada solar
dan tidak menghasilkan gas bakar yang bersifat
karsinogenik,
•
Dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa
dalam berbagai komposisi Oleh karena itu, tidak
memerlukan modifikasi mesin apapun.
•
Dapat mengurangi asap hitam dari gas buang mesin
diesel secara signifikan walaupun penambahan hanya
5%-10% volume biodiesel kedalam solar.
Torsi Terhadap Beban
torsi terhadap beban
0.00
2.00
4.00
6.00
8.00
10.00
12.00
14.00
16.00
0.00%
20.00%
40.00%
60.00%
80.00%
100.00%
beban
to
rs
i
B0 B35 B40 B45 B50 B55 B60 B65 B100Daya Terhadap Beban
Daya terhadap beban
0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% beban Daya ( H P ) B0 B35 B40 B45 B50 B55 B60 B65 B100