• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PERSYARATAN TEKNIS UMUM PELAKSANAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PERSYARATAN TEKNIS UMUM PELAKSANAAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SPESIFIKASI TEKNIS – Pembangunan Perbaikan Arsitektur dan Struktur Gedung B BBPOM

1

BAB III

PERSYARATAN TEKNIS UMUM PELAKSANAAN

Pasal 01. PERATURAN TEKNIS

1. Untuk pelaksanaan pekerjaan ini digunakan lembar-lembar ketentuan-ketentuan dan

peraturan seperti tercantum di bawah ini :

a. SNI No. 19/2000 atau ISO-IEC 17025/2000 diubah menjadi ISO-IEC

17025/2005 tentang Persyaratan Umum Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi.

b. Undang-undang No. 17/2004 tentang Pengelolaan Keuangan Negara.

c. Undang-undang RI No. 18/1999 tentang Jasa Konstruksi

d. Peraturan Pemerintah RI. No. 28/2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat

Jasa Konstruksi.

e. Peraturan Pemerintah RI. No. 29/2000 tentang Penyelenggaraan Jasa

Konstruksi.

f. Peraturan Pemerintah RI No. 30/2000 tentang Penyelenggaraan Pembiayaan Jasa

Konstruksi.

g. Peraturan pemerintah RI No. 18/1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan

Berbahaya dan Beracun.

h. Kepres RI. No. 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa beserta

perubahannya.

i. Kepres nomor tentang LPND Badan POM

j. Kep. Men. Kimraswil No. 322/KPTS/M/2002 tentang Pembinaan Teknis Bangunan

Gedung.

k. Kep. Men. Kimraswil No. 257/KPTS/M/2002 tentang Standart Dokumen Jasa

Konstruksi.

l. Keputusan Kepala Badan POM. Nomor HK.00.05.21.4232 Tahun 2004 tentang

Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan POM No. 05018/SK/BPOM Tahun 2001 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit pelaksana Teknis di Lingkungan Badan POM.

m. PBI’71(NI.2) : Peraturan Beton Bertulang tahun 1971

n. PUIL 1977 : Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia th1977

o. PKKI 1981 : Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia tahun 1981

p. PPI : Pedoman Plumbing Indonesia

(2)

SPESIFIKASI TEKNIS – Pembangunan Perbaikan Arsitektur dan Struktur Gedung B BBPOM

2

r. PUBI 1982 : Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesi tahun 1982

s. PPIUG 1983 : Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung th.1983

t. DTPI 1970 : Persyaratan Umum dari Dewan Teknik Pembangunan Ind.

u. NFPA : Persyaratan untuk Pencegahan dan Pemadam Kebakaran

v. Peraturan Dinas Keselamatan Kerja dari DEPNAKER

w. Peraturan PDAM tentang Instalasi air Minum

2. Jika ternyata pada rencana kerja dan syarat-syarat ini terdapat

kelainan/penyimpangan dari peraturan-peraturan sebagaimana dinyatakan dalam ayat (1) di atas, maka rencana kerja dan syarat-syarat ini yang mengikat.

Pasal 02. PEMAKAIAN UKURAN

1. Penyedia Jasa tetap bertanggung jawab dalam menepati semua ketentuan yang

tercantum dalam rencana kerja dan syarat-syarat dan gambar kerja berikut tambahan dan perubahannya.

2. Penyedia Jasa wajib memeriksa kebenaran dari ukuran-ukuran keseluruhan maupun

bagiannya dan segera memberitahukan pengawas tentang setiap perbedaan yang ditemukannya di dalam rencana kerja dan syarat-syarat dan gambar kerja maupun dalam persetujuan tertulis dari pengawas.

3. Pengambilan ukuran-ukuran yang keliru dalam pelaksanaan, di dalam hal apapun

menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa, oleh karena itu Penyedia Jasa diwajibkan mengadakan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap gambar-gambar dan dokumen yang ada.

Pasal 03. BUKU LAPORAN HARIAN

Penyedia Jasa harus menyediakan buku harian untuk mencatat semua petunjuk-petunjuk, keputusan-keputisan , dan detail-detail penting dari pekerjaan.

Pasal 04. PERALATAN

1. Penyedia Jasa diharuskan mempersiapkan alat-alat yang diperlukan

2. Kerusakan pada bagian atau keseluruhan dari alat-alat tersebut harus segera

(3)

SPESIFIKASI TEKNIS – Pembangunan Perbaikan Arsitektur dan Struktur Gedung B BBPOM

3

Pasal 05. MUTU TENAGA KERJA

Tenaga Kerja yang dugunakan hendaknya dari tenaga-tenaga ahli/terlatih dan

berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan dalam spesifikasi maupun petunjuk Pengawas.

Pasal 06. INFORMASI SITE

1. Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa harus benar-benar memahami

kondisi/keadaan site atau hal-hal lain yang mungkin akan mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah memperhitungkan segala akibatnya.

2. Penyedia Jasa harus memperhatikan secara khusus mengenai peraturan lokasi tempat

kerja, penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung.

3. Penyedia Jasa harus mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, RKS dan

agenda dalam dokumen lelang, guna penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Pasal 07. KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN

1. Selama berlangsungnya pembangunan, kebersihan halaman, kantor, gudang, los kerja

dan bagian dalam bangunan yang dikerjakan harus tetap bersih dan tertib, bebas dari bahan bekas, tumpukan tanah dan lain-lain. Kelalaian dalam hal ini dapat menyebabkan pengawas memberi perintah menghentikan seluruh pekerjaan dan Penyedia Jasa harus menanggung seluruh akibatnya.

2. Penimbunan bahan-bahan yang ada dalam gudang-gudang maupun yang berada di

halaman bebas, harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kelancaran dan keamanan pekerjaan/umum dan juga agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh pengawas maupun Pengguna Jasa.

3. Penyedia Jasa wajib membuat urinoir dan WC untuk pekerja pada tempat-tempat

tertentu yang disetujui oleh pengawas demi terjaminnya kebersihan dan kesehatan dalam kegiatan.

4. Para pekerja Penyedia Jasa tidak diperkenankan untuk :

a. Menginap ditempat pekerjaan kecuali dengan ijin pengawas/Pengguna Jasa.

(4)

SPESIFIKASI TEKNIS – Pembangunan Perbaikan Arsitektur dan Struktur Gedung B BBPOM

4

c. Membawa masuk penjual-penjual makanan, minuman, rokok dan sebagainya di

tempat pekerjaan.

d. Keluar masuk lokasi pekerjaan dengan bebas.

5. Peraturan lain mengenai ketertiban akan dikeluarkan oleh pengawas atau Pengguna

Jasa pada waktu pelaksanaan.

Pasal 08. TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR

Pada keadaan apapun, dimana pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Pengawas tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaan tersebut sesuai dengan Kontrak maupun Peraturan Pemerintah yang berlaku.

Pasal 09. PEKERJAAN DAN BAHAN-BAHAN

Pekerjaan dan Bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan macamnya seperti yang disebut dalam spesifikasi ini, gambar rencana, petunjuk Pengawas dilapangan, harus tecakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, biaya tak

terduga,keuntungan, biaya penggantian atas kerusakan atas milik pihak ketiga dan kerja-kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja.

Pasal 10. PEMERINTAH DAN PENYEDIAAN BAHAN DAN BARANG

1. Bila dalam RKS disebut nama dan pabrik pembuat dari suatu bahan dan barang, maka

dalam hal ini dimaksud untuk menunjukan tingkat mutu bahan dan barang yang digunakan.

2. Setiap penggantian nama dan pabrik pembuat dari suatu bahan dan barang harus

disetujui oleh perencanaan/Pengguna Jasa dan bila tidak ditentukan dalam RKS serta gambar kerja maka bahan dan barang tersebut diusahakan dan disediakan oleh Penyedia Jasa yang harus mendapat persetujuan dahulu dari pengawas atau Pengguna Jasa.

3. Contoh bahan dan barang yang akan digunakan dalam pekerjaan harus segera

disediakan atas biaya Penyedia Jasa, setelah disetujui oleh pengawas atau Pengguna Jasa, harus dianggap bahwa bahan dan barang tersebut yang akan dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan nanti.

4. Contoh bahan dan barang tersebut, disimpan oleh pengawas atau Pengguna Jasa

untuk dijadikan dasar penolakan bila ternyata bahan dan barang yang dipakai tidak sesuai tidak sesuai kualitas maupun sifatnya.

(5)

SPESIFIKASI TEKNIS – Pembangunan Perbaikan Arsitektur dan Struktur Gedung B BBPOM

5

5. Dalam mengajukan harga penawaran, Penyedia Jasa harus sudah memasukkan sejauh

keperluan biaya untuk pengujian berbagai bahan dan barang. Tanpa mengingat jumlah tersebut , Penyedia Jasa tetap bertanggung jawab pula atas biaya pengujian bahan dan barang yang tidak memenuhi syarat atas perintah pengawas atau Pengguna Jasa.

Pasal 11. PERBEDAAN DALAM DOKUMEN

1. Jika terdapat perbedaan-perbedaan antara gambar kerja dan RKS ini, maka Penyedia

Jasa harus menanyakannya secara tertulis kepada pengawas/perencana dan Penyedia Jasa harus keputusan tersebut.

2. Ukuran-ukuran yang terdapat dalam gambar yang terbesar dan terakhirlah yang

berlaku dan ukuran dengan angka adalah yang harus diikuti dari pada ukuran dengan angka adalah yang harus diikuti dari pada ukuran dengan skala dari gambar-gambar, tetapi jika mungkin ukuran ini harus diambil dari pekerjaan yang telah selesai.

3. Apabila ada hal-hal yang disebut pada gambar kerja, RKS atau dokumen, yang

berlainan atau bertentangan, maka ini harus diartikan bukan untuk menghilangkan satu terhadap lainnya. Tetapi untuk menegaskan msalahnya. Kalau terjadi hal ini maka diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis atau yang mempunyai bobot biaya yang tinggi.

4. Penyedia Jasa tidak dibenarkan mengajukan biaya tambahan atau menarik

keuntungan apabila dalam hal ini terdapat perbedaan antara Item Pekerjaan dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi, Dalam hal ini Penyedia Jasa wajib melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi ini tanpa biaya tambahan.

5. Apabila terdapat perbedaan antara :

a. Gambar arsitektur dengan gambar struktur, maka yang dipakai sebagai pegangan

dalam ukuran fungsional adalah gambar arsitektur, sedangkan untuk jenis dan kualitas bahan dan barang adalah gambar struktur.

b. Gambar struktur dengan gambar mekanikal, maka yang dipakai sebagai pegangan

dalam ukuran kualitas dan jenis bahan adalah gambar mekanikal.

c. Gambar arsitektur dengan gambar elektrikal, maka yang dipakai sebagai pegangan

dalam ukuran fungsional adalah gambar arsitektur, sedangkan untuk ukuran dan kualitas bahan adalah gambar elektrikal.

(6)

SPESIFIKASI TEKNIS – Pembangunan Perbaikan Arsitektur dan Struktur Gedung B BBPOM

6

Pasal 12. GAMBAR KERJA (SHOP DRAWING)

1. Jika terdapat kekurangan-kekurangan penjelasan dalam gambar kerja, atau

diperlukan gambar tambahan/gambar detail atau untuk memungkinkan Penyedia Jasa melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan, maka Penyedia Jasa harus membuat gambar tersebut tersebut dalam rangkap 3 (tiga) dan biaya atas pembuatan gambar tersebut menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa. Pekerjaan berdasarkan gambar tersebut baru dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari pengawas.

2. Gambar kerja hanya berubah apabila diperintahkan secara tertulis oleh Pengguna

Jasa, dengan mengikuti penjelasan dan pertimbangan dari perencana.

3. Perubahan rencana ini harus dibuat gambarnya yang sesuai dengan apa yang

diperintahkan oleh Pengguna Jasa, yang jelas memperlihatkan perbedaan antara gambar kerja dan gambar perubahan rencana.

4. Gambar tersebut harus diserahkan kepada pengawas untuk disetujui sebelum

dilaksanakan.

Pasal 13. GAMBAR SESUAI PELAKSANAAN PEKERJAAN (ASBUILT DRAWING)

1. Semua yang belum terdapat dalam gambar kerja baik karena penyimpangan,

perubahan atas perintah Pengguna Jasa/pengawas, maka Penyedia Jasa harus membuat gambar-gambar yang sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan, yang jelas memperlihatkan perbedaan antara gambar kerja dan pekerjaan yang dilaksanakan.

2. Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) berikut kalkirnya (gambar

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana hubungan budaya organisasi (keterlibatan, konsistensi, penyesuaian, dan misi) dengan produktivitas kerja

BAB VI KONSEP DASAR DAN PROGRAM DASARPERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

Pengaruh Model Education Gymastics terhadap Peningkatan Gerak Dasar Guling Depan dalam Pembelajaran Senam Lantai.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Dari hasil perhitungan aliran daya berbantuan program ETAP ( Electrical Transient Analyzer Program ) dapat diambil kesimpulan bahwa sistem jaringan

Kelompok Kerja Jasa Konsultansi Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Lamandau telah menetapkan peringkat teknis untuk Pekerjaan Pengadaan Software Aplikasi Sistem

bahwa dalam rangka tertib administrasi dan standarisasi organisasi dan tata kerja Sekretariat Dewan Pengurus, Korps Pegawai Negeri Sipil

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati beberapa permasalahan yang terkait dengan peraturan permainan bola voli dan latihan dasar permainan bola volic.

Penelitian ini berhubungan dengan analisis terhadap ideologi penerjemahan dan kualitas terjemahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ideologi penerjemahan; 2)