• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS PEMBELAJARAN JARAK JAUH BIDANG MATEMATIKA TERAPAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SILABUS PEMBELAJARAN JARAK JAUH BIDANG MATEMATIKA TERAPAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

A. Pembelajaran 2

1. Silabus

SILABUS PEMBELAJARAN JARAK JAUH BIDANG MATEMATIKA TERAPAN

N o STANDAR KOMPE TENSI KOMPE TENSI DASAR

INDIKATOR MATERI TUGAS

BUKTI BELAJAR WA K-TU SUM-BER BEL-AJAR KON TEN INDIKA TOR 8 . Memecahk an masalah dengan konsep teori peluang Mendeskri psikan kaidah pencacah a, permutasi dan kombinasi Menghitu ng peluang suatu kejadian Kaidah pencacahan, permutasi dan kombinasi digunakan dalam menentukan banyaknya cara menyelesaikan suatu masalah Peluang suatu kejadian dihitung dengan menggunakan rumus Kaidah pencacahan permutasi dan kombinasi Peluang suatu kejadian Penug asan Tes tertulis 5 5 Sumargo, Chr H. (1984). Pendahul uan Teori Kemungki nan dan Statistika . Bandung: ITB. Liu, C. L. Dasar-Dasar Matemati ka (1995) Diskret. Edisi Kedua. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta 2. Tujuan

Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan peserta diklat dapat: 1. Mendefinisikan peluang suatu kejadian.

2. Membedakan peluang kejadian saling bebas, saling lepas, dan peluang bersyarat.

3. Menentukan nilai peluang suatu kejadian.

(2)

3. Uraian Materi

PELUANG

A. Nilai Kemungkinan Suatu Peristiwa

Dalam teori kemungkinan banyak ditemui dan dibicarakan masalah peristiwa atau kejadian, terjadi atau tidaknya peristiwa itu, dan cara menentukan nilai kemungkinan terjadinya. Banyak peristiwa yang terjadi tetapi yang kita perhatikan bisa jadi hanya beberapa saja. Biasanya bagi suatu peristiwa yang kita inginkan, kita akan berusaha mencari dalam berapa carakah peristiwa itu bisa terjadi. Nilai kemungkinannya dirumuskan sebagai berikut:

“ Jika peristiwa A yang kita inginkan dapat terjadi menurut r cara diantara n

cara kejadian, dan n cara ini mempunyai peluang yang sama untuk terjadi

(equally likely), maka nilai kemungkinan peristiwa A ialah r/n dan ditulisP(A) = r/n”

B. Menentukan Nilai Kemungkinan

Langkah yang dapat ditempuh untuk memudahkan pencarian nilai kemungkinan suatu peristiwa A ialah sebagai berikut:

1. Menentukan semua hal yang bisa terjadi, misalnya adanhal. Semua hal yang bisa terjadi itu disebut titik sampel.

2. Menentukan nilai kemungkinan setiap titik sampel. Jika setiap titik sampel mempunyai peluang yang sama untuk terjadi, nilai kemungkinannya1/n. 3. Mencari titik sampel yang termasuk dalam peristiwa A, misalnya ada rbuah.

MakaP(A)=r/n

C. Kejadian dan Ruang Sampel

Kejadian adalah himpunan dari beberapa atau seluruh titik sampel atau dinyatakan bahwa kejadian merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. Ruang sampel adalah himpunan dari semua hasil yang mungkin, yang dihasilkan oleh suatu percobaan. Ruang sampel dinyatakan oleh S.

Jika S adalah ruang sampel, A adalah kejadian peristiwa terjadi dan A kejadian bukan A maka:

(3)

1. P(S)= 1 2. 0P(A)1 3. P( A )= 1 –P(A)

Perhatikan contoh berikut ini:

Pada percobaan untuk mengetahui daya tumbuh kedelai dari 100 biji kedelai ternyata hanya 85 biji kedelai yang tumbuh.

Pada contoh tersebut : ruang sampelnya adalah 100 biji kedelai , kejadiannya 85 biji kedelai yang tumbuh. Sehingga peluang daya tumbuh kedelai tersebut adalah 85/100= 0,85

D. Frekuensi Relatif

Misalkan untuk mengetahui daya tumbuh biji kedelai varietas baru di BBI Hortikultura diadakan uji coba. Dari 1.000 biji kedelai yang dipilih secara acak ternyata yang tumbuh 870 biji, sehingga frekuensi relatifnya adalah:

100 85 1000

850

Atau jika ditulis dalam bentuk persen menjadi 85%. Maka daya tumbuhnya adalah 85%. Dari contoh tersebut maka frekuensi relative dinyatakan sebagai hasil bagi antara kejadian yang muncul dengan banyaknya percobaan.

Frekuensi relatif dari suatu kejadianAdinyatakan dengan:

Frel = banyaknya kejadian yang muncul Banyaknya percobaan

Kadang dinyatakan dalam persen (%) yaitu Frel =n(A)/N x 100% E. Frekuensi Harapan

Bila Anda membeli benih yang sudah disertifikasi tentu akan tertulis persentase daya tumbuhnya, misalnya Anda membeli jagung dengan persentase daya tumbuhnya 92%. Jagung akan ditanam untuk luas lahan 1 ha dengan jarak tanam 20 x 50 cm. Jika perlubang diisi 1 biji/butir, tentu jumlah jagung yang dibutuhkan 100.000 biji. Berapa jumlah jagung yang diharapkan tumbuh? Atau berapa biji cadangan yang harus disediakan?

Untuk memudahkan hal tersebut, Anda harus memahami konsep frekuensi harapan.

(4)

Frekuensi harapan dari suatu kejadian adalah hasil kali dari peluang kejadian

P(A) dengan banyaknya percobaanN.

Fharapan = P(A)x N

Sehingga dari permasalahan di atas diperoleh : Peluang daya tumbuh :P(A) = 92%

N = 100.000 biji jagung

Jadi jagung yang diharapkan tumbuh adalah 100 100.000 92.000 92

x

Sedangkan cadangan jagung untuk menyulam dibutuhkan minimal = 100.000 – 92.000 = 8.000 biji

F. Peluang Kejadian Saling Lepas

Dua kejadian merupakan kejadian yang saling lepas bila kejadian tersebut tidak dapat terlaksana secara bersamaan waktunya. Jika A dan B dua kejadian saling

lepas maka AB = . Maka peluang dua kejadian saling lepas dinyatakan

denganP(AB) = P(A) + P(B).

Sedangkan peluang kejadian yang tidak saling lepas adalah : P(AB) = P(A) + P(B) - P (AB).

Contoh1:

Dalam suatu kotak berisi 10 buah apel merah yang diberi nomor 1 sampai dengan 10, kemudian diambil tanpa melihat kedalam kotak, berapa kemungkinannya terambil apel dengan nomor ganjil atau kelipatan 4, misalkan: K1 adalah kejadian apel bernombor ganjil terambil

K2 adalah kejadian apel bernomor kelipatan 4 terambil

Dari dua kejadian K1 dan K2 ini saling lepas/memisah, artinya dua kejadian ini tidak saling mempengaruhi atau tidak terjadi secara bersama. Bila K1 terjadi maka K2 tidak terjadi dan sebaliknya.

(5)

Suatu kotak berisi 10 buah jambu merah, 30 buah jambu putih, 20 buah jambu hijau dan 15 buah jambu kuning. Sebuah jambu diambil secara acak dari kotak itu. Hitunglah peluang bahwa jambu yang terambil:

a. kuning atau merah

b. bukan kuning atau merah

G. Peluang Kejadian Saling Bebas

Dua buah kejadian disebut saling bebas jika kejadian salah satu dari kejadian itu atau tidak terjadinya tidak mempengaruhi terjadinya kejadian yang lain. Jika A

dan Bdua kejadian saling bebas maka peluang kejadian saling bebas adalah P(A

dan B) = P(A) x P(B).

Sedangkan peluang kejadian yang tidak saling bebas adalah terjadinya kedua kejadian itu secara serentak mempunyai kemungkinan. Peluangnya adalah P(A dan B) = P(A). P(BA)

Sebagai contoh; lahirnya seorang anak laki-laki sebagai seorang anak pertama bagi seorang ibu tidak akan mempengaruhi kemungkinan lahirnya seorang anak laki-laki atau perempuan untuk anak kedua dari ibu tersebut.

G. Peluang Bersyarat

Nilai peluang bersyarat suatu peristiwa A bila diketahui peristiwa B telah terjadi, ditulis P(A|B), dirumuskan sebagai berikut

) ( ) ( ) ( B P B A P B A P   , dengan P(B) 0 sehingga P(AB) P(ABC).P(B) Contoh:

Sebidang tanah ditanami jenis kacang-kacangan yang terdiri dari 30% kacang tanah, 20% kacang kedelai, 35% kacang panjang, dan sisanya jenis kacang yang lain. Diketahui 35% batang kacang tanah, 15% batang kacang kedelai, 20% batang kacang panjang, dan 10% batang jenis yang lain kena hama. Bila secara acak seorang mencabut sebatang di antaranya dan ternyata kacang tersebut kena hama, berapakah nilai kemungkinan kacang itu adalah jenis

(a) Kacang tanah (b) kacang kedelai

(6)

(c) kacang panjang

Penyelesaian:

Misalkan kejadian T = yang dicabut kacang tanah, K = yang dicabut kacang kedelai, J = yang dicabut kacang panjang, L = yang dicabut jenis kacang yang lain, dan H = kacang itu kena hama.

P(T) = 0,30, P(K) = 0,20, P(J) = 0,35, dan P(L) = 0,15. Bila dicari maka P(H) = 0,220 dan

(a). 0,48 220 , 0 105 , 0 ) ( ) ( ) (     H P H T P H T P (b). 0,14 220 , 0 030 , 0 ) ( ) ( ) (     H P H K P H K P (c). 0,32 220 , 0 070 , 0 ) ( ) ( ) (     H P H J P H J P

(7)

4. Tugas

1.Setelah Anda membaca dan mempelajari materi pembelajaran 2, buatlah resumenya (boleh diambil dari referensi lain)!

2.Tentukan ruang sample dari percobaan berikut: a. 3 dadu yang dilempar bersamaan

b. Jenis kelamin dari 3 orang anak suatu keluarga yang belum diketahui 3.Dalam suatu kotak terdapat 5 benih kacang tanah yang berwarna merah dan

10 benih kacang tanah yang berwarna putih. Bila satu benih kacang tanah diambil tanpa pengembalian, berapakah peluang terambilnya bila:

a. merah pada pengambilan pertama b. putih pada pengambilan ke dua.

4.Persentase daya tumbuh buncis 96% akan ditanam pada lahan seluas 0,5 ha dengan jarak tanam 20 x 50 cm. Jika perlubang diisi 1 butir. Berapa jumlah buncis yang dibutuhkan? Dan berapa jumlah benih buncis yang diharapkan tumbuh serta berapa jumlah biji buncis cadangan yang harus disediakan. 5.Suatu mesin otomatis membuat sekrup dan langsung mengisikannya ke dalam

kotak. Bila satu kotak dari 100 kotak paling sedikit ada satu sekrup yang rusak, maka dengan menganggap hasil ini bebas tentukanlah nilai kemungkinan 3 buah kotak berikutnya bila

a. Masing-masing memuat sebuah sekrup atau lebih yang rusak b. Masing-masing tak memuat satu pun sekrup yang rusak.

6.Hasil produksi suatu pabrik, 40% berasal dari mesin I dan 60% dari mesin II. Rata-rata 9 dari 1000 barang yang dihasilkan oleh mesin I dinyatakan rusak, sedang sebuah dari 250 barang yang dihasilkan mesin II rusak. Bila suatu hari kita mengambil sebuah barang dari pabrik itu dan ternyata rusak, berapa nilai kemungkinan barang itu hasil produksi

a. Mesin I b. Mesin II

7.Berdasarkan pengalaman Anda ketika mengajarkan materi pembelajaran ini di kelas, metode dan strategi pembelajaran seperti apa yang pernah Anda lakukan? Seberapa perlukah alat peraga atau peragaan dilakukan? Bagaimana hasilnya?

(8)

5. Evidence of Learning dan indikatornya

No Soal Evidence of Learning Indikator

1 Rangkuman Pembelajaran 2 - definisi

- contoh soal

2. Jawaban soal - tabel

- diagram panah

- himpunan pasangan berurutan

3. Jawaban soal - pencacahan

- percobaan

- penggunaan rumus

4. Jawaban soal - analisis

- penggunaan rumus

5. Jawaban soal - pencacahan

- penggunaan rumus

6. Jawaban soal - analisis

- penggunaan rumus

7. Jawaban soal - minimal 2 strategi pembelajaran

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Liu, C. L. (1995). Dasar-Dasar Matematika Diskret. Edisi Kedua. PT Gramedia

Pustaka Utama. Jakarta

Sumargo, Chr H. (1984). Pendahuluan Teori Kemungkinan dan Statistika.

Bandung: ITB.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, penelitian ini ditujukkan untuk menguji konsep penelitian terdahulu mengenai experiential marketing dan kaitannya dengan kepuasan konsumen pada situs

Tujuan artikel ini adalah untuk memperkirakan luas RTH di Kota Palangkaraya berdasarkan tiga ukuran, yaitu: 1) luas wilayah; 2) jumlah penduduk; dan 3) kebutuhan oksigen untuk

GratisMusic Download Drama Korea Sub Indo,Drama Korea Mp4,Drama Korea KumpulMovieIndo akan membagikan Drama Korea School (2017) Subtitle Indonesia 720p DVDScr Download Film

Namun seiring perkembangan kebutuhan serta kesibukan para penggunanya, disamping juga sifat 'memanjakan' yang diberikannya, fasilitas tersebut tidak hanya menggantikan peran surat

1. Modul IPA Terpadu berbasis SETS pada tema makanan sehat dan tubuhku mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1) berbentuk modul cetak untuk siswa dan untuk guru

Dari total pemakaian sendiri tahun 2015, UP Suralaya adalah unit yang paling banyak mengkonsumsi energi listrik untuk pemakaian sendiri yaitu sebesar 5,62%, kemudian UPJP Kamojang

Dari tabel diatas sangat terlihat pada program sekolah sangat mendukungnya pelaksanaan penerapan pendidikan karakter yang peduli lingkungan, meliputi pelaksanaannya