ANALISIS FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI AUDITOR
SWITCHING PADA
PERUSAHAAN
SUB SEKTOR INDUSTRI DASAR &
KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA
EFEK INDONESIA TAHUN 2018
Mohammad Sofyan, S.E., M.M
9/24/2020
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
◦ Pengujian Hipotesis
Jenis Analisis Multivariat
Peubah Dependen
Jenis Data Peubah Independen Jumlah
Peubah Jenis Data
Analisis Regresi Linier
Sederhana/Berganda 1 Metrik Metrik/Non-Metrik
Analisis Regresi Logistik 1 Non-Metrik Metrik/Non-Metrik
Analisis Diskriminan 1 Non-Metrik Metrik/Non-Metrik
Analisis Konjoin 1 Non-Metrik Non-Metrik
Analisis Kanonikal >1 Metrik Metrik
Manova >1 Metrik Non-Metrik
• Datametrikmerupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran suatu objek. Data yang termasuk didalamnnya adalah
data dalam skala interval atau rasio.
• Data non-metrikmerupakan data kualitatif yang diperoleh dari pengkategorian suatu objek, dan data yang termasuk didalamnnya.
TEKNIK DEPEDENSI ANALISIS MULTIVARIAT
• Suatu metode Analisis Multivariat dimana peubah atau kumpulan peubah yang diidentifikasi sebagai peubah dependen dapat diprediksi atau dijelaskan oleh peubah independen
• Analisis Multivariat adalah metode pengolahan peubah dalam jumlah yang banyak, dimana tujuannya adalah untuk mencari pengaruh peubah-peubah tersebut terhadap suatu obyek secara simultan
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
◦ Pengujian Hipotesis
Jenis Analisis Multivariat
Jenis Data
Analisis Faktor
Metrik/Non-Metrik
Analisis Kluster
Metrik/Non-Metrik
Analisis Koresponden
Metrik/Non-Metrik
Analisis Skala Multidimensional
Non-Metrik
TEKNIK INTERDEPEDENSI ANALISIS MULTIVARIAT
Analisis Multivariat yang melibatkan analisis secara simultan dari semua peubah dalam satu kumpulan, tanpa membedakan antara peubah dependen ataupun independen
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
◦ Pengujian Hipotesis
• Regresi logistik adalah sebuah pendekatan untuk membuat model prediksi seperti halnya regresi linear atau yang biasa disebut dengan istilah Ordinary Least Squares (OLS) regression.
• Perbedaannya adalah pada regresi logistik, peneliti memprediksi peubah dependen yang berskala dikotomi. Skala dikotomi yang dimaksud adalah skala data nominal dengan dua kategori, misalnya: Ya dan Tidak, Baik dan Buruk atau Tinggi dan Rendah.
• Apabila pada OLS mewajibkan syarat atau asumsi bahwa error varians (residual) terdistribusi secara normal. Sebaliknya, pada regresi logistik tidak dibutuhkan asumsi tersebut sebab mengikuti distribusi logistik
Analisis Regresi Logistik
Identifikasi
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit ◦ Pengujian Hipotesis
Ln
=
𝑃 𝑆𝑊𝐼𝑇𝐶𝐻 1−𝑃 𝑆𝑊𝐼𝑇𝐶𝐻=
α + β
1X
1+
β
2X
2+
β
3X
3+
ε
Keterangan :
Ln
=
𝑃 𝑆𝑊𝐼𝑇𝐶𝐻1−𝑃 𝑆𝑊𝐼𝑇𝐶𝐻
= Dummy peubah auditor switching (katagori 1 untuk
perusahaan yang melakukan pergantian KAP dan 0
untuk perusahaan yang tidak melakukan pergantian
KAP)
α
= Konstanta
β
1,β
2,
β
3= Koefisien Regresi
X
1= Opini Audit
X
2= Pergantian Manajemen
X
3= Ukuran perusahaan
ε
= epsilon/tingkat kesalahan
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
◦ Pengujian Hipotesis
N0 Variabel Indikator Skala Sumber Data
1 Opini Audit
(Yusriwarti (2019), Wanda Fauziyyah1 Jullie J. Sondakh2 I
Gede Suwetja3(2019))
Variabel opini audit menggunakan variabel dummy. Maka jika perusahaan menerima wajar tanpa pengecualian maka diberi nilai 1. Sedangkan jika perusahaan opini menerima opini wajar dengan pengecualian maka diberi nilai 0.
Nominal Laporan Keuangan
2 Pergantian Manajemen
(Juli Is Manto1* Dewi Lesmana
Manda2(2018) )
Variabel pergantian manajemen menggunakan variabel dummy. Jika terdapat pergantian direktur utama dalam perusahaan maka akan diberikan nilai 1. Sedangkan jika tidak terdapat pergantian direktur utama dalam perusahaan, maka diberikan nilai 0
Nominal Laporan Keuangan
3 Ukuran Perusahaan
(Yusriwarti (2019)) Size = Ln (Total Asset) Rasio Laporan Keuangan
4 Auditor Switching
( Yusriwarti (2019), Apriyeni Salim, Sri Rahayu (2014))
Variabel tersebut untuk pengukuran auditor switching ini menggunakan variabel dummy, dimana bila sebuah perusahaan melakukan pergantian auditor yang berbeda diberi nilai 1 dan jika tidak diberi nilai 0.
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
◦ Pengujian Hipotesis
•
Berdasarkan output tersebut, tidak ada data yang outlier.
•
Data outliers
adalah data yang menyimpang terlalu jauh dari data lainnya dalam
suatu kelompok. Data ini mengakibatkan model menjadi kurang baik sehingga
harus dikeluarkan dari model penelitian.
•
Seandainya ada outlier, maka tampilan akan berubah dalam bentuk tabel
yang berisi daftar sampel yang menjadi outlier beserta nilai
Studentized
Block 0: Beginning Block
• Tabel Iteration History pada block 0 atau saat peubah independen tidak dimasukkan dalam model • n=42 mendapatkan Nilai -2 Log Likelihood: 34,450.
• Degree of Freedom (df) = N–1 = 42-1=41.
• Chi-Square (X2) Tabel Pada df 41 dan Probabilitas 0.05 = 56,942.
• Nilai -2 Log Likelihood (34,450) < X2 tabel (56,942), menunjukkan bahwa model sebelum memasukkan peubah independen adalah FIT dengan data.
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
◦ Pengujian Hipotesis
•
Perlu diingat jika pada
OLS
untuk menguji
signifikansi simultan menggunakan uji F,
sedangkan
pada
regresi
logistik
menggunakan nilai
Chi-Square
dari selisih
antara
-2 Log likelihood
sebelum variabel
independen masuk model dan
-2 Log
likelihood
setelah variabel independen masuk
model. Pengujian ini disebut juga dengan
Block 1: Method Enter
• Tabel Iteration history Block 1 atau saat peubah independen
dimasukkan dalam model:
• n=42.
• Degree of Freedom (DF) = n –
jumlah peubah independen –1 = 42-3-1= 38.
• Chi-Square (X2) Tabel Pada df 38 dan Prob 0.05 = 53,584.
• Nilai -2 Log Likelihood (34,450) < X2 tabel (53,584), menunjukkan bahwa model dengan memasukkan
peubah independen adalah FIT dengan data.
• Hal ini sama denganBlock Beginningdi atas, di mana saat sebelum variabel independen
dimasukkan ke dalam model, model FIT dengan data.
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
Block 1: Method Enter
•
Nilai Chi Square 30,940 > Chi Square tabel pada df 3 (jumlah peubah independen
3) yaitu 7,815 atau dengan signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) menunjukkan bahwa
penambahan peubah independen dapat memberikan pengaruh nyata terhadap
model.
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
Block 1: Method Enter
•
Nilai
Chi Square
tabel untuk df 1 (Jumlah variabel independen
–
1) pada taraf
signifikansi 0,05 adalah sebesar 3,842.
•
Nilai
Chi Square Hosmer and Lemeshow
hitung 1,291 < Chi Square table 3,841
atau nilai signifikansi sebesar 0,996 (> 0,05) menunjukkan bahwa model dapat
diterima dan pengujian hipotesis dapat dilakukan sebab tidak ada perbedaan
signifikan antara model dengan nilai observasinya.
Hosmer and Lemeshow Test adalah uji Goodness of fit test (GoF), yaitu uji untuk menentukan apakah model yang dibentuk sudah tepat atau tidak. Dikatakan tepat apabila tidak ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya.
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
Block 1: Method Enter
•
Tabel
Model Summary
: Untuk melihat kemampuan peubah independen
dalam menjelaskan peubah dependen, digunakan nilai
Cox & Snell R
Square
dan
Nagelkerke R Square.
•
Nilai-nilai tersebut disebut juga dengan
Pseudo R-Square
atau jika pada
regresi linear (OLS) lebih dikenal dengan istilah
R-Square
.
•
Nilai
Nagelkerke R Square
sebesar 0,521 dan
Cox & Snell R
Square
0,931,
yang
menunjukkan
bahwa
kemampuan
peubah independen dalam menjelaskan peubah dependen adalah sebesar
52,1%, sisanya sebesar 47,9% dipengaruhi faktor lain di luar model.
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
Block 1: Method Enter
• Jumlah Perusahaan tidak melakukan pergantian KAP 35 + 1 = 36 Perusahaan. Dari 36 perusahaan, terdapat perusahaan yang memang tidak melakukan pergantian KAP dan yang seharusnya tidak melakukan penggantian KAP namun melakukan penggantian KAP sebanyak 1 perusahaan.
• Jumlah Perusahaan yang melakukan pergantian KAP 1 + 5 = 6 perusahaan. Dari 6 perusahaan, terdapat 1 perusahaan yang seharusnya melakukan pergantian KAP, namun tidak melakukan penggantian KAP dan yang seharusnya memang melakukan penggantian KAP sebanyak 5
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
Block 1: Method Enter
• Seluruh peubah independen memiliki nilai Wald (Sig) > 0,05, artinya masing-masing peubah mempunyai pengaruh parsial yang tidak signifikan terhadap Auditor Switching di dalam model. Mungkin yang berpengaruh signifikan adalah financial distress dan Komite Audit.
• Nilai EXP (B) atau disebut juga ODDS Ratio. Peubah opini audit dengan ODDS Ratio 0,00. Perusahaan yang menerima Opini Wajar tanpa pengecualian, karena memang tidak melakukan pergantian KAP. Nilai B = Logaritma Natural dari 0,000 =-10,189. Oleh karena nilai B bernilai negatif, maka Opini Audit berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Auditor Switching.
• Pergantian Manajemen memiliki ODDS Ratio 1,710. Perusahaan yang tidak melakukan pergantian direktur utama, memiliki kecenderungan tidak melakukan pergantian KAP. Oleh karena nilai B bernilai positif, maka Pergantian Manajemen berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Auditor Switching.
• Ukuran Perusahaan memiliki ODD Ratio 0,093. Oleh karena nilai B bernilai negatif, maka Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Auditor Switching.
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit
◦ Pengujian Hipotesis
Block 1: Method Enter
•
M
enunjukkan bahwa tidak ada nilai koefisien korelasi antar variabel yang
lebih besar dari 0,8, atau dengan kata lain tidak terdapat adanya gejala
multikolinieritas yang terjadi antar peubah independen.
◦ Pengertian Analisis Regresi Logistik
◦ Model Analisis Regresi Logistik
◦ Identifikasi Data Outlier
◦ Goodness of Fit