• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kekuatan Hukum Visum et Repertum sebagai Pembuktian Tindak Pidana Perkosaan (Studi Kasus Pengadilan Negeri Sungguminasa)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kekuatan Hukum Visum et Repertum sebagai Pembuktian Tindak Pidana Perkosaan (Studi Kasus Pengadilan Negeri Sungguminasa)"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

UPAYA PEMBUKTIAN PENUNTUT UMUM ATAS DASAR VISUM ET REPERTUM DAN PERTIMBANGAN HAKIM MEMUTUS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Studi Putusan Pengadilan Negeri

Pokok masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah “bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pembuktian visum et repertum dalam tindak pidana

Peranan Visum et repertum dalam pembuktian tindak pidana pembunuhan dengan racun yaitu bahwa visum memili peranan yang sangat penting karena merupakan suatu alat bukti yang sah..

Seperti halnya dalam tindak pidana perkosaan Allah juga telah memberikan bekas-bekas yang mereka tinggalkan atas perbuatan mereka sehingga dengan adanya

 baru dilakukan setelah tindak pidana perkosaan berlangsung lama sehingga tidak lagi ditemukan tanda- tanda kekerasan pada diri korban, hasil pemeriksaan yang tercantum dalam visum

Tindak pidana perkosaan adalah suatu kejahatan yang cukup mendapat perhatian dikalangan masyarakat. Untuk membuktikan telah terjadi perkosaan diperlukan alat bukti

Peran Visum Et Repertum dalam Pembuktian Untuk menjatuhkan pidana, hakim harus yakin dengan “sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah” Terdakwa telah melakukan suatu tindak pidana

Ketentuan Pasal 133 ayat 1 dan 2 ini biasa dikenal dengan permintaan keterangan ahli yang dituangkan dalam laporan atau “visum et repertum” yang meskipun dalam ketentuan KUHAP tidak