• Tidak ada hasil yang ditemukan

KADAR HEMATOKRIT, GLUKOSA DAN UREA DARAH KAMBING KACANG YANG MENDAPAT PAKAN DENGAN SUMBER PROTEIN BERBEDA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KADAR HEMATOKRIT, GLUKOSA DAN UREA DARAH KAMBING KACANG YANG MENDAPAT PAKAN DENGAN SUMBER PROTEIN BERBEDA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Kambing Kacang merupakan salah satu bangsa kambing lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Kambing Kacang memiliki beberapa keunggulan yaitu daya adaptasi yang baik, kemampuan reproduksi yang baik dan produksi karkas yang tinggi sehingga berpotensi untuk membantu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Kelemahannya hingga sekarang, peternakan rakyat kurang memperhatikan pakan yang diberikan pada kambing yang dipelihara sehingga produktivitasnya belum optimal. Perbaikan produktivitas kambing Kacang dapat dilakukan dengan memberikan pakan yang berkualitas baik dalam jumlah yang cukup (Yuliantonika et al., 2013).

(2)

2

Peningkatan produktivitas dapat dicerminkan dari status gizi pada ternak. Untuk mengetahui status gizi pada ternak dapat diukur melalui parameter darah, dalam hal ini kadar hematokrit, glukosa dan urea darah. Fungsi dari perhitungan hematokrit darah adalah sebagai indikator status gizi ternak. Glukosa dan urea darah berhubungan dengan fungsi hati dalam metabolisme pakan. Glukosa darah digunakan sebagai indikator aktivitas metabolisme energi dan pemanfaatan karbohidrat pada pakan. Urea darah digunakan sebagai indikator metabolisme protein dan pemanfaatan protein pakan dalam tubuh.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemberian pakan konsentrat 3 kali dan 6 kali/hari tidak berpengaruh terhadap kadar hematokrit, glukosa dan

Komposisi Tubuh Kambing Kacang akibat Pemberian Pakan dengan Sumber Protein yang Berbeda, dan penelitian yang terkait dengan karya ilmiah ini adalah hasil dari

Karya Ilmiah yang berjudul: Potongan Komersial Karkas Kambing Kacang diberi Pakan dengan Sumber Protein Berbeda, serta yang penelitian terkait dengan karya ilmiah

Sumber protein yang masuk abomasum ruminansia adalah: a) protein pakan dan saliva yang lolos dari aktivitas mikrobia dari retikulo-rumen, b) protein mikroba yang dapat

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pakan dengan imbangan hijauan dan konsentrat ransum berbeda terhadap protein susu dan urea darah sapi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tongkol jagung dalam ransum pakan komplit yang diwafer terhadap konsentrasi amonia cairan rumen, pH dan urea

Hasil menunjukkan bahwa pemberian kadar protein dan rasio energi protein pakan berbeda, memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kinerja pertumbuhan (jumlah konsumsi pakan,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Jawa yang diberi pakan dengan tingkat protein yang berbeda mempunyai nilai kadar glukosa darah yang tidak berbeda nyata (P > 0,05), baik