• Tidak ada hasil yang ditemukan

43114 ID penentuan fermentasi kulit buah kakao dengan phanerochaete chrysosporium ev

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "43114 ID penentuan fermentasi kulit buah kakao dengan phanerochaete chrysosporium ev"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.  Kandungan nutrien, bahan terlarut (%) dan pH substrat sebelum dan setelah fermentasi
Tabel 2 Perubahan kandungan nutrien substrat setelah fermentasi
Tabel 3.  Kandungan neutral detergent fiber (NDF), acid detergent fiber (ADF), hemiselulosa, selulosa, lignin (%) dan rasio selulosa lignin (RSL) substrat sebelum dan setelah fermentasi

Referensi

Dokumen terkait

Dan faktor dosis dan lama hari masing-masing memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Sedangkan interaksi

Hasil penelitian KBKATF yang diperoleh adalah pengolahan dengan dosis inokulum dan lama fermentasi memberikan pengaruh terhadap peningkatan kualitas gizi dari produk fermentasi

chrysosporium 10 7 CFU ml -1 dengan lama fermentasi 10 hari dapat digunakan sebagai acuan dosis inokulan dan lama fermentasi yang optimum bagi penurunan kandungan serat

Dan faktor dosis dan lama hari masing-masing memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Sedangkan interaksi

Dan faktor dosis dan lama hari masing-masing memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Sedangkan interaksi

Fermentasi kulit buah kakao selama 7 hari memperlihatkan nilai lignin yang paling rendah dikarenakan waktu fermentasi selama 7 hari merupakan puncak dari pertumbuhan

Tingginya kandungan bahan kering hari ke 5 fermentasi hal ini disebabkan oleh semakin banyak kapang yang tumbuh maka semakin banyak juga zat makanan yang ada pada

Peningkatan kandungan total asam dapat disebabkan karena semakin lama waktu fermentasi yang digunakan bakteri asam laktat akan memiliki waktu yang lebih lama dalam merombak karbohidrat