• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dosis dan Fermentasi Kulit Buah Markisa (Passiflora edulis var.edulis) oleh Phanerochaete chrysosporium Terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Pakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Dosis dan Fermentasi Kulit Buah Markisa (Passiflora edulis var.edulis) oleh Phanerochaete chrysosporium Terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Pakan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1. Pengolahan Tepung KBM fermentasi Phanerochaete chrysosporium

Kulit Buah Markisa (KBM) SEGAR

Dicuci Jemur dibawah sinar matahari (3 hari) Dicacah Digiling

Tepung KBM

Disterilkan/diautoclave (15 menit, 1210C)

Tepung KBM + Phanerochaete chrysosporium

Fermentasi selama 0, 7, 14, 21 hari (suhu kamar, Dosis 104 & 106 CFU/g, 1,18 ml suspensi spora untuk

1 gram Tepung KBM)

Pengeringan

Dioven (24 jam, 600C)

(2)
(3)

Lampiran 3. Hasil Analisis Proksimat Tepung Kulit Buah Markisa (KBM) fermentasi

(4)

Lampiran 4. Hasil Analisis Proksimat Tepung Kulit Buah Markisa (KBM) fermentasi

(5)
(6)

The SAS System 13:47 Thursday, November 16, 2015 4

(7)
(8)
(9)

The SAS System 13:47 Thursday, November 16, 2015 14

(10)
(11)
(12)

The SAS System 13:47 Thursday, November 16, 2015 24

The GLM Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Serat Kasar

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the experimentwise error rate.

Alpha 0.05 Error Degrees of Freedom 16 Error Mean Square 0.247554

Number of Means 2 3 4 Critical Range .6090 .6386 .6571

Means with the same letter are not significantly different.

Duncan Grouping Mean N Lama hari

A 39.5700 6 0

B 38.1850 6 7

C 36.8667 6 21

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang terbaik secara matematis adalah pada perlakuan P 1 (Pakan dengan penambahan 25% tepung kulit buah markisa fermentasi) namun analisis terhadap data tidak menunjukkan

Dan faktor dosis dan lama hari masing-masing memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Sedangkan interaksi

Dan faktor dosis dan lama hari masing-masing memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Sedangkan interaksi

Dan faktor dosis dan lama hari masing-masing memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Sedangkan interaksi

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh dari pemanfaatan tepung Kulit Buah Markisa (KBM) fermentasi Phanerochaete chrysosporium sebagai ransum dalam bentuk pelet

Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung kulit buah markisa fermentasi Phanerochaete chrysosporium pada level 30% dalam ransum dapat meningkatkan bobot potong,

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Pemanfaatan kulit buah markisa yang difermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium dalam ransum bentuk pelet dapat

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan tepung kulit buah markisa yang difermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium dengan berbagai level dalam ransum memberikan