20
Universitas Kristen Petra 3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode ini sebagai metode ilmiah karena memenuhi kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional dan sistematis (Sugiyono, 2009).
3.2. Gambaran Populasi dan Sampel
Populasi merupakan keseluruhan jumlah pada objek yang sesuai dengan kriteria yang akan digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008-2013.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut (Sugiyono, 2009). Dalam menentukan jumlah sampel, peneliti menggunakan data pengamatan yang diperoleh dari laporan keuangan selama periode 2008-2013 pada perusahaan manufaktur.
Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut:
a. Perusahaan manufaktur yang pernah di listing pada tahun 2008- 2013 akan digunakan sebagai sampel
b. Perusahaan yang memiliki laporan keuangan lengkap dan dalam kurs Rupiah
3.3. Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yaitu data yang telah diolah dan disajikan oleh pengumpul data sekunder dan pihak lain. Data sekunder dalam penelitian ini terdiri dari spesifikasi rasio keuangan yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan yang diambil dalam periode 2008-2013.
Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).
21
Universitas Kristen Petra 3.4. Metode Pengumpulan Data
Menurut Arikunto (2010), metode pengumpulan data adalah cara – cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data seperti secara dokumentasi yang merupakan metode pengumpulan data bersumber dari kertas berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, laporan, jurnal dan sebagainya.
Dalam penelitian ini, peneilti mengunakan alat pengumpulan data berupa dokumen laporan keuangan perusahaan manufaktur dalam periode tahun 2008-2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang dikumpulkan dari BEI (Bursa Efek Indonesia) yang kemudian di saring sehingga sesuai dengan kriteria sampel setelah itu diolah lebih lanjut sehingga menjadi data sekunder.
3.5. Definisi Operasional
3.5.1. Variabel Dependen
Konsep : Financial Distress
Definisi Operasional : Kondisi di mana hasil operasi perusahaan tidak cukup untuk memenuhi kewajiban perusahaan (Insolvency) sehingga suatu perusahaan mengalami kesulitan keuangan dan dapat terancam mengalami kebangkrutan.
Indikator Empirik :
Z = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 0,999X5 (3.1)
Dimana:
Z = bankruptcy index
X1 = working capital / total assets X2 = retained earnings / total assets
X3 = earnings before interest and taxes / total assets X4 = market value of equity / book value of debt X5 = sales / total assets
22
Universitas Kristen Petra
Dari hasil perhitungan model Altman diperoleh nilai Z-Score yang dibagi dalam tiga kategori sebagai berikut:
a. Jika nilai Z > 2,99 maka perusahaan termasuk dalam kategori tidak pailit.
b. Jika nilai 1,80 < Z < 2,99 maka perusahaan termasuk dalam kategori grey area.
c. Jika nilai Z < 1,81 maka perusahaan termasuk dalam kategori pailit.
Akan tetapi pada penelitian ini akan menggolongkan hasil dari nilai Z-score menjadi 2 kategori, yaitu perusahaan yang termasuk Financial distress pada batas nilai Z-score ≤ 1,8 dan selebihnya perusahaan termasuk non-Financial distress.
3.5.2. Variabel Independen
Konsep : Insider Ownership
Definisi Operasional : Kepemilikan saham oleh pihak internal perusahaan yang aktif dalam pengambilan keputusan, termasuk direktur dan komisaris.
Indikator Empirik :
INSD = Total kepemilikan saham pihak manajerial x100% Jumlah saham yang beredar (3.2)
Konsep : Institutional Ownership
Definisi Operasional : Kepemilikan saham oleh pihak eksternal perusahaan, seperti institusi lain atau induk perusahaan dengan syarat tanpa ada keterlibatan dari pihak/perusahaan oleh pemerintah.
Indikator Empirik :
INST = Total kepemilikan saham oleh pihak institusi x100% Jumlah saham yang beredar (3.3)
23
Universitas Kristen Petra
Konsep : Firm Size
Definisi Operasional : Ukuran perusahaan yang dapat dilihat dari total asset yang dimiliki oleh perusahaan.
Indikator Empirik :
SIZE = ln Total Assets (3.4)
Konsep : Sales Growth
Definisi Operasional : Kenaikan penjualan dari tahun ke tahun.
Indikator Empirik :
SG = Δ Penjualan tahun sekarang dan sebelumnya
Penjualan tahun sebelumnya (3.5)
Konsep : Stock Volatility
Definisi Operasional : Fluktuasi pergerakan harga saham tiap closing price per tahun sekarang dan tahun sebelumnya.
Indikator Empirik :
STVL = STD return saham (3.6) Dimana:
STD = Standard Deviasi
r saham = Δ Harga closing price tahun sekarang dan sebelumnya Harga closing price tahun sebelumnya
Konsep : Financial Leverage
Definisi Operasional : Proporsi seluruh aktiva yang didanai oleh hutang.
Indikator Empirik :
LEV = Total Hutang/Total Aktiva (3.7) Dimana:
Total hutang = hutang lancar + hutang tidak lancar Total aktiva = aktiva lancar + aktiva tetap
24
Universitas Kristen Petra 3.6. Teknik Analisis Data
Analisa deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2009). Analisis data dalam penelitian ini dilakukan baik secara manual maupun komputerisasi, yaitu dengan menggunakan Microsoft Office Excel 2007 dan program SPSS 20. Setelah data dikelompokan dengan menggunakan teknik pengolahan data, kemudian data tersebut dianalisis dengan metode yang dipilih. Analisis data dalam penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam rumusan masalah tentang pengaruh Insider Ownership, Institutional Ownership, Firm Size, Sales Growth, Stock Volatility dan Financial Leverage terhadap prediksi Financial Distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 – 2013.
3.6.1. Analisa deskriptif
Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2004). Analisa deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai data agar dapat diinterpretasikan lebih baik. Uji statistik dalam analisa ini bertujuan untuk menguji hipotesis dari penelitian yang bersifat deskriptif.
3.6.2. Regresi Logistik
Pada penelitian ini akan menggunakan regresi logistik. Penggunaan analisis regresi logistik adalah karena variabel dependen bersifat dikotomi (tepat dan tidak tepat). Regresi logistik tidak memerlukan asumsi klasik dikarenakan variabel terikat yang terdapat pada regresi logistik merupakan variabel dummy (0 dan 1), sehingga tidak memerlukan pengujian tersebut.
Regresi logistik dapat digunakan untuk memodelkan hubungan antara 2 kategori (binary) variabel hasil (variabel dependen) dan dua atau lebih variabel penjelas (variabel independen). Estimasi model regresi logistik untuk
masing-25
Universitas Kristen Petra
masing variabel bebas memberikan perkiraan efek variabel tersebut terhadap variabel terikat setelah menyesuaikannya dengan variabel bebas lainnya pada pemodelan tersebut (Yamin dan Kurniawan, 2009).
Kriteria penelitian ini hanya ada dua yaitu, 0 = mengalami financial distress dan 1 = tidak mengalami financial distress. Model regresi logistik pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ln ( 𝜋
1− 𝜋 ) = α + β1 INSD + β2 INST + β3 SIZE+ β4 SG + β5 STVL + β6 LEV + ε
(3.8)
Dimana:
π0 = Perusahaan Financial Distress ( Z-score ≤ 1,8 ) 𝜋1 = Perusahaan non-Financial Distress ( Z-score > 3) α = Konstanta
β1 – β6 = Koefisien regresi logistik ε = Error term
3.6.2.1. Omnibus Test of Model Coefficients
Uji ini dilakukan untuk melihat apakah variabel–variabel independen secara simultan berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen.
Hipotesis statistik pada uji ini adalah:
H0: Variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
H1: Variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen.
Kriteria yang harus dipenuhi adalah: a. p-value > 0,05, maka H0 diterima b. p-value < 0,05, maka H0 ditolak
3.6.2.2. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui bagaimana variabel independen menjelaskan variabel dependen (Ghozali, 2011). Koefisien determinasi akan dilihat pada kolom nagelkerke r square. Tujuan dari
26
Universitas Kristen Petra
koefisien determinasi adalah untuk melihat seberapa besar variabel independen mampu menerangkan dengan baik variabel dependen penelitian. Apabila presentase nagelkerke r square semakin besar, maka model regresi biner logistik akan semakin baik. Artinya, variabel dependen dapat diterangkan dengan baik oleh variabel independen (Ghozali, 2009).
H0: Model tidak dapat menerangkan pengaruh independen terhadap dependen
H1: Model dapat menerangkan pengaruh independen terhadap dependen
Kriteria yang harus dipenuhi adalah: a. p-value > 0,05, maka H0 ditolak b. p-value < 0,05, maka H0 diterima
3.6.2.3. Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit Test
Uji ini digunakan untuk melihat kelayakan suatu model regresi logistik. Uji ini akan menghasilkan nilai hosmer and lemeshow statistic yang selanjutnya akan menghasilkan nilai signifikansi. Uji ini dapat mengukur ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual (Ghozali, 2009).
Hipotesis statistik pada uji ini adalah:
H0: Model yang dihipotesakan tidak fit dengan data. H1: Model yang dihipotesakan fit dengan data.
Kriteria keputusan untuk hosmer and lemeshow adalah:
a. Jika p-value > 0,05, maka model persamaan regresi logistik layak digunakan.
b. Jika p-value < 0,05, maka model persamaan logistik tidak layak digunakan.
3.6.2.4. Variable in the Equation (Uji Wald)
Uji ini dilakukan untuk melihat apakah variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen (Yamin dan Kurniawan, 2009).
27
Universitas Kristen Petra
Hipotesis statistik 1 pada uji ini adalah: H0: b1; b2; b3; b4; b5; b6 = 0
H1: b1; b2; b3; b4; b5; b6 ≠ 0 Kriteria keputusan untuk uji Wald:
a. Apabila signifikansi > 0,05, maka H0 diterima b. Apabila signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak