SOAL UJIAN
SOAL UJIAN
SELEKSI C
SELEKSI CALON PESER
ALON PESERTA OLIMPIADE
TA OLIMPIADE SAINS NASIONA
SAINS NASIONAL
L 2018
2018
TINGKAT KABUPATEN / KOTA
TINGKAT KABUPATEN / KOTA
Waktu: 3 jam
Waktu: 3 jam
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
TAHUN 2018
TAHUN 2018
FISIKA
FISIKA
Hak Cipta Hak Cipta Dilindungi Undang-undang Dilindungi Undang-undangKEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
Tes Seleksi OSN 2018 Bidang FISIKA
Tes Seleksi OSN 2018 Bidang FISIKA
TINGKAT KABUPATEN/KOTA
TINGKAT KABUPATEN/KOTA
Waktu: 3 Jam
Waktu: 3 Jam
Petunjuk: Petunjuk: UntukUntuk polinom: polinom: 1313 x x 55
–
–
45 45 x x 22 + 32 = 0, + 32 = 0,Salah satu solusinya adalah:
Salah satu solusinya adalah: x x = 1,215 = 1,215
1.
1. (10 poin) Pada tahun 1899 Max Planck memperkenalkan suatu sistem satuan universal sehingga(10 poin) Pada tahun 1899 Max Planck memperkenalkan suatu sistem satuan universal sehingga besaran-besaran
besaran-besaran fisika fisika dapat dapat dinyatakan dinyatakan dalam dalam tiga tiga satuan satuan Planck Planck yaitu yaitu massa massa Planck Planck M M pp,, panjang
panjang PlanckPlanck L L pp, dan waktu Planck, dan waktu Planck T T pp. Ketiga satuan Planck tersebut dapat dinyatakan. Ketiga satuan Planck tersebut dapat dinyatakan dalam tiga konstanta alamiah dalam mekanika kuantum serta dalam teori relativitas khusus dan dalam tiga konstanta alamiah dalam mekanika kuantum serta dalam teori relativitas khusus dan relativitas umum yaitu konstanta Planck tereduksi
relativitas umum yaitu konstanta Planck tereduksi ħ ħ = = hh/2/2 = 1,05 x 10 = 1,05 x 10-34-34 Js, Js, kelajuan kelajuan cahayacahaya dalam ruang hampa
dalam ruang hampa cc = 3,0 x 10 = 3,0 x 1088 m/s, m/s, dan kondan konstanta gravitasi stanta gravitasi umumumum GG = 6,67 x 10 = 6,67 x 10-11-11 Nm Nm22 kg kg-2-2.. Ketiga satuan Planck ini
Ketiga satuan Planck ini M M pp,,L L pp,,dandanT T ppdapat dituliskan dalam bentuk: (i)dapat dituliskan dalam bentuk: (i) M M p p == M M p p ((ħħ,, cc,, GG););
(ii)
(ii) L L p p = = L L p p ( (ħħ,, cc,, GG); ); dan dan (iii)(iii) T T p p = = T T p p ( (ħħ,, cc,, GG).).
(a)
(a) Tentukan bentuk akhir dari tiga persamaan (i), (ii), dan (iii) di atas yang menampilkan secaraTentukan bentuk akhir dari tiga persamaan (i), (ii), dan (iii) di atas yang menampilkan secara eksplisit ketergantungan
eksplisit ketergantungan M M pp,, L L pp,, dandanT T pp kepada kepada ,, cc, dan, dan GG..
(b)
(b) Hitung nilai numerik dari ketiga satuan PlanckHitung nilai numerik dari ketiga satuan Planck M M pp,, L L pp,, dandanT T pp dalam sistem satuan SI. dalam sistem satuan SI.
Selanjutnya dengan menggunakan ketiga satuan Planck di atas dapat pula dibentuk 4(empat) Selanjutnya dengan menggunakan ketiga satuan Planck di atas dapat pula dibentuk 4(empat) satuan Planck lainnya yaitu energi Planck
satuan Planck lainnya yaitu energi Planck E E pp M M ppc c 22, kecepatan Planck, kecepatan Planck v v pp L L pp//T T pp ,,
percepatan Planck
percepatan Planck a a pp L L pp//T T pp22, dan rapat massa Planck, dan rapat massa Planck
3 3 p p p p p p M M //L L .. (c)
(c) Hitung nilai numerik dariHitung nilai numerik dari E E pp,,v v pp,, a a pp dandan
pp dalam sistem satuan SI. dalam sistem satuan SI.Jawab: Jawab:
Dari persamaan Planck
Dari persamaan Planck E E dapat diperoleh satuan dari dapat diperoleh satuan dari yaitu energy x waktu (Js), yaitu energy x waktu (Js), sehingga dimensi fisis dari
sehingga dimensi fisis dari adalah adalah
22 11
ML ML T T
. Sementara itu dimensi. Sementara itu dimensi c c dan dan G G berturut-turut berturut-turut
adalah adalah
11 LT
LT
c
c
dan dan
G G M M 11L L 33T T 22.. (a)z z y y x x LT LT M M L L T T T T ML ML T T ML ML 00 00
((
22 11))
((
11))
((
11 33 22))
diperoleh persamaan-persamaan diperoleh persamaan-persamaan 0 0 2 2 ,, 0 0 3 3 2 2 ,, 1 1 z z x x y y z z x x y y z z
x x
yang menghasilkan nilai-nilai
yang menghasilkan nilai-nilai x x y y z z 11//22 sehingga akhirnya diperoleh sehingga akhirnya diperoleh
G
G
c
c
M
M
pp // (ii) ((ii) (2 poin2 poin) Dengan cara serupa di atas, selanjutnya dari bentuk) Dengan cara serupa di atas, selanjutnya dari bentuk L L pp m m c c n n G G k k diperoleh diperoleh
hasil:
hasil: m m k k ,, 22m m n n 33k k 11, dan, dan m m n n 22k k 00 sehingga sehingga m m n n k k //3311//22..
Akhirnya diperoleh Akhirnya diperoleh 3 3 p p G G c c L L // (iii) (
(iii) (2 poin2 poin) Dari bentuk) Dari bentuk T T c c G G
p
p diperoleh diperoleh ,, 22
33
00 , dan , dan1 1 2 2
sehingga diperoleh nilai-nilai sehingga diperoleh nilai-nilai
//5511//22. Dengan demikian. Dengan demikiandihasilkan bentuk akhir dihasilkan bentuk akhir
5 5 p p G G c c T T // (b)
(b) ((2 poin2 poin) Nilai numerik ketiga satuan Planck) Nilai numerik ketiga satuan Planck M M pp,, L L pp,, dandanT T pp dalam sistem SI: dalam sistem SI:
kg
kg
10
10
18
18
2
2
88 p p c c //G G ,, M M , , pp 33 116262 10103535mm G G //c c ,, L L ,, 55 553939 1010 4444ss p p G G //c c ,, T T (c)(c) ((2 poin2 poin) Menghitung nilai numerik dari) Menghitung nilai numerik dariE E pp,,v v pp,, a a pp dandan
pp dalam sistem SI: dalam sistem SI:JJ 10 10 96 96 1 1 99 2 2 p p p p M M c c ,, E E , , v v pp L L pp//T T pp c c ,, 5151 22 2 2 p p p p p p L L //T T 55,,58581010 m/sm/s a a , , 3 3 96 96 3 3 p p p p p p M M //L L
5
5
,,16
16
10
10
kg/m
kg/m
2.
2. (10 poin) Sebuah peluru ditembakkan ke atas dengan kecepatan awal dan sudut elevasi tertentu(10 poin) Sebuah peluru ditembakkan ke atas dengan kecepatan awal dan sudut elevasi tertentu dari permukaan tanah. Ketika peluru tersebut berada pada ketinggian
dari permukaan tanah. Ketika peluru tersebut berada pada ketinggian H H 11 untuk pertama dan untuk pertama dan
kedua kalinya, selang waktu antara keduanya adalah
kedua kalinya, selang waktu antara keduanya adalah T T 11. Sedangkan ketika peluru tersebut. Sedangkan ketika peluru tersebut
berada
berada pada pada ketinggianketinggian H H 22 untuk pertama dan kedua kalinya, selang waktu antara keduanya untuk pertama dan kedua kalinya, selang waktu antara keduanya
adalah
adalah T T 22. Asumsikan. Asumsikan H H 22 H H 11 dan dan T T 11 T T 22. Tentukan:. Tentukan:
a.
a. Selang waktu ketika peluru tersebut berada pada ketinggianSelang waktu ketika peluru tersebut berada pada ketinggian H H 33 untuk pertama dan kedua untuk pertama dan kedua
kalinya, dinyatakan dalam
kalinya, dinyatakan dalam H H 11,, H H 22,, H H 33,, T T 11 dan T danT 22..
b.
b. Syarat untukSyarat untuk H H 33 (dinyatakan dalam (dinyatakan dalam H H 11,, H H 22,, T T 11 dan dan T T 22) agar selang waktu pada soal (a) ada) agar selang waktu pada soal (a) ada
nilainya. nilainya.
Jawab: Jawab: a.
a. ((7 poin7 poin) Persamaan gerak peluru adalah) Persamaan gerak peluru adalah
2 2 2 2 1 1 0 0sinsin gt gt v v y y
dengandengan vv00 = kecepatan awal peluru dan = kecepatan awal peluru dan = sudut elevasi. Pada ketinggian = sudut elevasi. Pada ketinggian H H 11, persamaan, persamaan
gerak peluru adalah gerak peluru adalah
0 0 sin sin 11 0 0 2 2 2 2 1 1 vv H H gt gt
dengan solusi untuk waktu
dengan solusi untuk waktu t t 11 dan dan
2 2 t t adalah adalah g g gH gH v v v v t t 11 2 2 2 2 0 0 0 0 2 2 ,, 1 1 2 2 sin sin sin sin ..
Selisih waktu antara
Selisih waktu antara t t 11 dan dan t t 22 adalah adalah T T 11, sehingga, sehingga
g g gH gH vv t t t t T T 11 2 2 2 2 0 0 2 2 1 1 1 1 2 2 sin sin 2 2
yang jika dikuadratkan dapat dinyatakan dalam bentuk yang jika dikuadratkan dapat dinyatakan dalam bentuk
1 1 2 2 1 1 2 2 4 4 1 1 2 2 2 2 0 0 sinsin g g T T 22gH gH vv
Untuk kasus ketinggian
Untuk kasus ketinggian H H 22 dengan selang waktu dengan selang waktu T T 22, persamaannya sama seperti di atas., persamaannya sama seperti di atas.
2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 1 1 2 2 2 2 0 0 sinsin g g T T 22gH gH vv
Dengan demikian berlaku Dengan demikian berlaku
2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 4 4 1 1 g g T T 22 gH gH g g T T 22gH gH
Sehingga diperoleh percepatan gravitasi
Sehingga diperoleh percepatan gravitasi g g yang dapat dinyatakan sebagai yang dapat dinyatakan sebagai
2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 2
))
((
8
8
T T T T H H H H g g ..Untuk kasus ketinggian
Untuk kasus ketinggian H H 33 dengan selang waktu dengan selang waktu T T 33, maka selang waktu, maka selang waktu T T 33 dapat dapat
dinyatakan sebagai: dinyatakan sebagai: g g gH gH vv T T 33 2 2 2 2 0 0 3 3 2 2 sin sin 2 2 g g gH gH gH gH T T g g 22 1122 11 33 4 4 1 1 22 22 2 2 g g H H H H T T 22 88(( 11 33)) 1 1 )) (( )) (( 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 3 3 1 1 2 2 1 1 H H H H T T T T H H H H T T 3 3 T T )) (( )) (( 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 3 3 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 H H H H T T T T H H H H T T H H T T .. b.
b. ((3 poin3 poin) Syarat agar nilai) Syarat agar nilai T T 33 ada adalah nilai ada adalah nilai yang berada di dalam akar harus tak negatif.yang berada di dalam akar harus tak negatif.
Jika diasumsikan
Jika diasumsikan H H 22 H H 11 maka maka
0
0
))
((
1122 2222 3 3 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 H H T T H H H H T T T T T T 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 3 3 T T T T H H T T H H T T H H ..3.
3. (14 poin) Sebuah bola berongga berdinding tebal dimana jari-jari dinding luar dan dinding(14 poin) Sebuah bola berongga berdinding tebal dimana jari-jari dinding luar dan dinding dalamnya masing-masing adalah
dalamnya masing-masing adalah R R00 dan dan R R11. . Densitas Densitas bola bola padapada R R11<< rr << R R00 dianggap homogen, dianggap homogen,
. Bola menggelinding ke bawah tanpa slip dari keadaan diam pada suatu bidang miring, dan. Bola menggelinding ke bawah tanpa slip dari keadaan diam pada suatu bidang miring, dan kecepatannya saat mencapai dasar bidang miring adalah
kecepatannya saat mencapai dasar bidang miring adalah vv00. Bila bidang miringnya licin dan. Bila bidang miringnya licin dan
bola
bola menuruni menuruni bidang bidang miring miring dari dari keadaan keadaan dan dan posisi posisi yang yang sama sama dengan dengan yang yang pertama, pertama, makamaka kecepatannya saat mencapai dasar bidang miring menjadi 5
kecepatannya saat mencapai dasar bidang miring menjadi 5vv00/4. Tentukan:/4. Tentukan:
a.
a. Jari-jari girasi bola berongga tersebut terhadap suJari-jari girasi bola berongga tersebut terhadap sumbu yang melalui pusat bola;mbu yang melalui pusat bola; b.
b. Perbandingan nilaiPerbandingan nilai R R11// R R00; dan; dan
c.
c. Perbandingan volume rongga bola terhadap volume total Perbandingan volume rongga bola terhadap volume total bola.bola. Jawab
Jawab:: a.
a. ((6 poin6 poin) Dari kekekalan energy diperoleh:) Dari kekekalan energy diperoleh: EK
EK ff == EP EP ii ½½ mvmv22 + ½ + ½ I I 22 = = mghmgh
Ketika bola menggelinding tanpa slip, maka:
Ketika bola menggelinding tanpa slip, maka: vv = = R R dan untuk bola
dan untuk bola I I = = mRmRGG22, , maka maka (( R RGG = jari-jari girasi) : = jari-jari girasi) :
mgh
mgh = ½ = ½ mvmv0022 + ½ + ½ mRmRGG22 ( (vv00// R R00))22 = ½ mv = ½mv0022 {1 + ( {1 + ( R RGG// R R00))22} } (1)(1)
Ketika bola meluncur dengan slip, berlaku
Ketika bola meluncur dengan slip, berlaku = = 0 0 sehingga:sehingga: mgh
mgh = ½ = ½ mm (5(5vv00/4)/4)22 = ½ = ½ mvmv0022(25/16) (25/16) (2)(2)
substitusi persamaan (2) ke (1) diperoleh: substitusi persamaan (2) ke (1) diperoleh:
9/16 = (
9/16 = ( R RGG// R R00))22. . Jadi Jadi jari-jari jari-jari girasi girasi bola bola berongga:berongga: R RGG = 3 = 3 R R00/4./4.
b.
b. ((5 poin5 poin) Katakan bagian bola yang pejal itu memiliki densitas sebesar) Katakan bagian bola yang pejal itu memiliki densitas sebesar . Maka massa bola. Maka massa bola berongga tersebut adalah:
berongga tersebut adalah: m
m = (4 = (4 /3) (/3) ( R R0033 - - R R1133))
dan momen inersianya dapat dinyatakan dalam bentuk: dan momen inersianya dapat dinyatakan dalam bentuk:
2 2 1 1 3 3 1 1 2 2 0 0 3 3 0 0 3 3 4 4 5 5 2 2 3 3 4 4 5 5 2 2 R R R R R R R R I I
Sementara jari-jari girasi dipenuhi oleh persamaan: Sementara jari-jari girasi dipenuhi oleh persamaan:
3 3 0 0 1 1 5 5 0 0 1 1 2 2 0 0 3 3 1 1 3 3 0 0 5 5 1 1 5 5 0 0 2 2 1 1 1 1 5 5 2 2 5 5 2 2 R R R R R R R R R R R R R R R R R R m m I I R RGG Masukan nilaiMasukan nilai R RGG dari soal a) diatas, sehingga diperoleh: dari soal a) diatas, sehingga diperoleh:
33 0 0 1 1 5 5 0 0 1 1 1 1 1 1 32 32 45 45 R R R R R R R R
2 2 0 0 1 1 3 3 0 0 1 1 45 45 32 32 1 1 45 45 13 13 R R R R R R R RDengan menggunakan prinsip trial and error, diperoleh solusi: Dengan menggunakan prinsip trial and error, diperoleh solusi:
R
R11// R R00 = 0,823. = 0,823.
c.
c. ((3 poin3 poin) Perbandingan volume rongga terhadap volume totalnya adalah:) Perbandingan volume rongga terhadap volume totalnya adalah:
00,,823823
33 00,,557557.. 3 3 0 0 1 1 0 0 1 1
R R R R V V V V4.
4. (13 poin) Sebuah partikel bermassa(13 poin) Sebuah partikel bermassa mm diikat pada ujung tali tegar tak bermassa dengan panjangdiikat pada ujung tali tegar tak bermassa dengan panjang L
L. Ujung tali satunya dipasang tetap. Partikel tersebut diputar dengan kecepatan sudut konstan. Ujung tali satunya dipasang tetap. Partikel tersebut diputar dengan kecepatan sudut konstan
z z ˆˆ
sehingga bergerak dalam bidang horisontal
sehingga bergerak dalam bidang horisontal xy xy. Sudut antara tali dengan sumbu vertikal. Sudut antara tali dengan sumbu vertikal z
z adalah adalah . Percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi g g ke arah sumbu ke arah sumbu z z negatif. negatif. a.
a. Jika sudut konstanJika sudut konstan 00 adalah sudut antara tali dengan garis vertikal sehingga adalah sudut antara tali dengan garis vertikal sehingga mm berada berada
pada bidang horisontal yang
pada bidang horisontal yang tetap, tentukantetap, tentukan 00 dinyatakan dalam dinyatakan dalam L L,, g g dan dan ..
b.
b. Ketika partikel tersebut sedang berotasi terhadap sumbu vertikal, sudutKetika partikel tersebut sedang berotasi terhadap sumbu vertikal, sudut 00 dapat divariasidapat divariasi
dengan sudut infinitesimal
dengan sudut infinitesimal (( 00 ) sehingga partikel tersebut juga melakukan gerak) sehingga partikel tersebut juga melakukan gerak
osilasi terhadap
osilasi terhadap .. Tentukan kecepatan sudut osilasiTentukan kecepatan sudut osilasi dinyatakan dalam dinyatakan dalam L L,, g g dan dan ..
Jawab: Jawab: a.
a. ((4 poin4 poin) Diagram gaya disajikan pada Gambar disamping ini.) Diagram gaya disajikan pada Gambar disamping ini.
Kesetimbangan gaya vertikal Kesetimbangan gaya vertikal
co coss T T mg mg (1)(1)Gaya horisontal sama dengan gaya sentripetal Gaya horisontal sama dengan gaya sentripetal
sinsin sin sin 2 2 2 2 T T L L m m r r m m (2)(2)
Gabungan (1) dan (2) menghasilkan Gabungan (1) dan (2) menghasilkan
2 2 cos cos L L g g
2 2 0 0 arccos arccos L L g g (3)(3) b.b. ((9 poin9 poin) Untuk menentukan persamaan gaya ketika) Untuk menentukan persamaan gaya ketika divariasi, divariasi, T T cocoss dan dan mg mg diuraikan ke diuraikan ke
arah tegaklurus
arah tegaklurus T T , berturut-turut menjadi, berturut-turut menjadi T T cocoss sinsin dan dan mg mg sinsin . Lihat gambar di bawah. Lihat gambar di bawah
ini. ini.
Persamaan gaya pada arah tegaklurus
Persamaan gaya pada arah tegaklurus TT adalahadalah
mg mg mama mLmL
TT coscos sinsin sinsin (4)(4)
Mengingat Mengingat 00 (5)(5) dengan
dengan << 1 ( << 1 (sinsin dan dan coscos 11), maka), maka
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 1 1 0 0 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 cos cos sin sin cos cos 2 2 sin sin 2 2 cos cos 2 2 cos cos 2 2 sin sin )) 2 2 2 2 sin( sin( 2 2 sin sin sin sin cos cos (6) (6) 0 0 0 0 0 0 0 0 00
))
sin
sin
cos
cos
cos
cos
sin
sin
sin
sin
cos
cos
sin(
sin(
sin
sin
(7)(7)
(8)(8)Dengan menggunakan persamaan (1), (5)
Dengan menggunakan persamaan (1), (5) (8), persamaan (4) menjadi (8), persamaan (4) menjadi
mg mg mLmL
TT
(cos
(cos
00sin
sin
00cos
cos
2
2
00))
(sin
(sin
00 cos
cos
00))
mg mg mg mg mg mg mLmL
mg mg
00
00
0 0 0 0 2 2 0 0 2 2 00 sinsin coscos
cos cos )) sin sin (cos (cos sin sin
0 0 0 0 2 2 cos cos sin sin L L g g (9) (9)Dari persamaan (9) di atas maka kecepatan sudut osilasi adalah Dari persamaan (9) di atas maka kecepatan sudut osilasi adalah
22 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 0 0 0 0 2 2 2 2 11 )) // (( )) cos cos 1 1 (( cos cos sin sin L L g g L L g g L L g g L L g g 2 2 1 1 L L g g 5.
5. (17 poin) Tinjau sistem disamping ini yang terdiri dari(17 poin) Tinjau sistem disamping ini yang terdiri dari tiga buah massa
tiga buah massa mm11,,
2 2
m
m dan dan mm33yang saling lepas.yang saling lepas.
Seluruh gerakan sistem berada pada bidang horisontal. Seluruh gerakan sistem berada pada bidang horisontal. Batang
Batang mm22 dengan panjang 3 dengan panjang 3 L L dipasang pada poros dipasang pada poros
licin. Massa
licin. Massa mm33 yang hampir menyentuh batang yang hampir menyentuh batang mm22
berada
berada pada pada posisi posisi berjarak berjarak 22 L L dari poros. Massa dari poros. Massa mm11
bergerak
bergerak lurus lurus dengan dengan kecepatankecepatan vv00 dengan arah dengan arah
tegak lurus batang dan akan menumbuk batang pada tegak lurus batang dan akan menumbuk batang pada jarak
jarak L L dari poros. Semua tumbukan yang terjadidari poros. Semua tumbukan yang terjadi bersifat
bersifat lenting lenting sempurna. sempurna. Untuk Untuk selanjutnya selanjutnya dalamdalam perhitungan,
perhitungan, gunakangunakan mm11 mm22 mm33 mm. Setelah. Setelah
tumbukan terjadi, tentukan: tumbukan terjadi, tentukan: a.
a. KecepatanKecepatan mm11 dan kecepatan dan kecepatan mm33 serta kecepatan sudut batang serta kecepatan sudut batang
2 2
m m ,,
b.
b. Perbedaan momentum sudut total dan perbedaan energi kinetik sistim.Perbedaan momentum sudut total dan perbedaan energi kinetik sistim.
Jawab: Jawab:
a.
a. ((12 poin12 poin) Asumsikan bahwa peristiwa tumbukan dapat dibagi menjadi dua bagian. Tinjau) Asumsikan bahwa peristiwa tumbukan dapat dibagi menjadi dua bagian. Tinjau tumbukan pertama, yaitu
tumbukan pertama, yaitu mm11 menumbuk batang menumbuk batang
2 2
m
m secara lenting sempurna. Momentum secara lenting sempurna. Momentum
sudut sistem terhadap poros sebelum tumbukan pertama adalah sudut sistem terhadap poros sebelum tumbukan pertama adalah
L L mv mv L L v v m m L Lawal awal 11 00 00 . . (1)(1)
Momen inersia batang
Momen inersia batang mm22 terhadap poros adalah terhadap poros adalah 22 22 22
3 3 1
1mm ((33 L L)) 33mLmL
I
I . Misalkan. Misalkan
kecepatan sudut batang
kecepatan sudut batang mm22 setelah tumbukan pertama adalah setelah tumbukan pertama adalah
1 1
, serta kecepatan translasi, serta kecepatan translasi
1 1
m
m setelah tumbukan pertama adalah setelah tumbukan pertama adalah
1 1
v
v . Momentum sudut sistem terhadap poros setelah. Momentum sudut sistem terhadap poros setelah
tumbukan pertama adalah: tumbukan pertama adalah:
1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1vv L L I I
mvmv L L 33mLmL
m m L Lakhir akhir . . (2)(2)Kelestarian momentum sudut pada tumbukan pertama: Kelestarian momentum sudut pada tumbukan pertama:
1 1 2 2 1 1 0 0 L L mvmv L L 33mLmL mv mv L L v v v v 3 3 1 1 0 0 1 1 . . (3)(3)
Energi kinetik sistem sebelum tumbukan pertama adalah Energi kinetik sistem sebelum tumbukan pertama adalah
2 2 0 0 2 2 1 1 2 2 0 0 1 1 2 2 1 1mmvv mvmv EK
EK awal awal (4)(4)
Energi kinetik sistem setelah tumbukan pertama adalah Energi kinetik sistem setelah tumbukan pertama adalah
2 2 1 1 0 0 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 3 )) 3 3 ((
L L v v v v mL mL mv mv I I v v m m EKEK akhir akhir (5)(5)
Kekekalan energi kinetik sistem: Kekekalan energi kinetik sistem:
2 2 1 1 0 0 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 0 0 2 2 1 1 3 3 )) 3 3 ((
L L v v v v mL mL mv mv mv mv 2 2 1 1 0 0 3 3 1 1 2 2 1 1 2 2 0 0 vv ((vv vv )) v v (6)(6)Persamaan terakhir di atas dapat disusun menjadi: Persamaan terakhir di atas dapat disusun menjadi:
0 0 2 2vv1122 vv00vv11vv0022
0
0
))
2
2
)(
)(
((
vv11vv00 vv11vv00 Solusi yang trivial adalah
Solusi yang trivial adalah vv11vv00 dan dan
11 00. Solusi nontrivial yang dicari adalah. Solusi nontrivial yang dicari adalah0 0 2 2 1 1 1 1 vv v v dan dan vv00// L L 2 2 1 1 1 1 . . (7)(7)
Hasil di atas menyatakan bahwa sesaat setelah tumbukan pertama,
Hasil di atas menyatakan bahwa sesaat setelah tumbukan pertama, mm11 berbalik arah dengan berbalik arah dengan
kecepatan
kecepatan 1122vv00 menjauhi batang menjauhi batang mm22, sedangkan batang, sedangkan batang mm22 berotasi (dengan arah berotasi (dengan arah
berlawanan jarum jam jika dilihat dari atas) dengan kecepatan sudut
berlawanan jarum jam jika dilihat dari atas) dengan kecepatan sudut vv00// L L
2 2 1 1 .. b.
b. Sekarang tinjau tumbukan kedua. Momentum sudut sistem (Sekarang tinjau tumbukan kedua. Momentum sudut sistem ( mm22 dan dan mm33 saja) sebelum saja) sebelum
tumbukan kedua adalah tumbukan kedua adalah
L L mv mv I I L Lawal awal 00 2 2 3 3 1 1 (8)(8)
Misalkan kecepatan sudut batang
Misalkan kecepatan sudut batang mm22 setelah tumbukan kedua adalah setelah tumbukan kedua adalah 22, serta kecepatan, serta kecepatan
translasi
translasi mm33 setelah tumbukan kedua adalah setelah tumbukan kedua adalah vv22. Momentum sudut sistem (. Momentum sudut sistem (mm22 dan dan mm33 saja) saja)
setelah tumbukan kedua adalah setelah tumbukan kedua adalah
L L mv mv mL mL L L v v m m I I L Lakhir akhir 22 33 2222 33 22 22 22 22 . . (9)(9)
Kekekalan momentum sudut pada tumbukan kedua: Kekekalan momentum sudut pada tumbukan kedua:
L L mv mv mL mL L L mv mv00 22 22 22 2 2 3 3 33 22 L L v v v v 6 6 4 4 3 3 00 22 2 2
(10)(10)Energi kinetik sistem (
Energi kinetik sistem (mm22 dan dan mm33 saja) sebelum tumbukan kedua adalah saja) sebelum tumbukan kedua adalah
2 2 0 0 8 8 3 3 2 2 0 0 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 I I ((33mLmL )()(vv //22 L L)) mvmv EK
EK awal awal (11)(11)
Energi kinetik sistem (
Energi kinetik sistem (mm22 dan dan mm33 saja) setelah tumbukan kedua adalah saja) setelah tumbukan kedua adalah
2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 0 0 24 24 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 I I mm vv mLmL mvmv mm((33vv 44vv )) mvmv EK
EK akhir akhir (12) (12)
Kekekalan energi kinetik sistem: Kekekalan energi kinetik sistem:
2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 0 0 24 24 1 1 2 2 0 0 8 8 3 3mvmv mm((33vv 44vv )) mvmv (13)(13)
yang akhirnya akan memberikan solusi nontrivial
yang akhirnya akan memberikan solusi nontrivial berupaberupa
0 0 7 7 6 6 2 2 vv v v dan dan 22 vv00//1414 L L. . (14)(14)
Setelah tumbukan kedua,
Setelah tumbukan kedua, mm11 bergerak dengan kecepatan bergerak dengan kecepatan vv00//22 berlawanan arah gerak mula- berlawanan arah gerak
mula-mula, batang
mula, batang mm22 berputar berputar dengan dengan kecepatan kecepatan sudutsudut vv00//1414 L L searah jarum jam (jika dilihat searah jarum jam (jika dilihat
dari atas) dan
dari atas) dan mm33 bergerak lurus meninggalkan batang dengan kecepatan bergerak lurus meninggalkan batang dengan kecepatan 00
7 7 6 6vv .. c.
c. ((5 poin5 poin) Dapat ditunjukkan konsistensi nilai momentum sudut awal dan akhir maupun energi) Dapat ditunjukkan konsistensi nilai momentum sudut awal dan akhir maupun energi kinetiknya.
kinetiknya.
Sebelum tumbukan pertama, momentum sudut total sistem adalah
Sebelum tumbukan pertama, momentum sudut total sistem adalah mvmv00 L L..
Setelah tumbukan kedua, momentum sudut total sistem adalah Setelah tumbukan kedua, momentum sudut total sistem adalah
L L mv mv L L v v m m L L v v mL mL L L v v m m L L (( 00//22)) ((33 22)()( 00//1414 )) ((66 00//77)()(22 )) 00 ..
Sebelum tumbukan pertama, energi kinetik total sistem adalah
Sebelum tumbukan pertama, energi kinetik total sistem adalah 2211mvmv0022..
Setelah tumbukan kedua, energi kinetik total sistem adalah Setelah tumbukan kedua, energi kinetik total sistem adalah
2 2 0 0 2 2 1 1 2 2 0 0 2 2 1 1 2 2 0 0 2 2 2 2 1 1 2 2 0 0 2 2 1 1mm(( vv //22)) ((33mLmL)) (( vv //1414 L L)) mm((66vv //77)) mvmv EK EK ..
6.
6. (18 poin) Suatu bola pejal A bermassa(18 poin) Suatu bola pejal A bermassa mm11 dan berjari dan berjari
–
–
jari jari
bergerak dengan kecepatan bergerak dengan kecepatan
ke kearah sebuah benda B bermassa
arah sebuah benda B bermassa mm22 >> >> mm11 dengan sisi melengkung seperti terlihat dengan sisi melengkung seperti terlihat pada gambar dipada gambar di
bawah ini. bawah ini.
Bola A kemudian melintasi permukaan benda B hingga terpental secara vertikal ke atas relatif Bola A kemudian melintasi permukaan benda B hingga terpental secara vertikal ke atas relatif terhadap benda B, lalu bola terjatuh melewati lintasan yang sama. Asumsikan lantainya licin terhadap benda B, lalu bola terjatuh melewati lintasan yang sama. Asumsikan lantainya licin dan bola terhempas sangat tinggi sehingga dimensi balok dapat diabaikan,
dan bola terhempas sangat tinggi sehingga dimensi balok dapat diabaikan,
a) Apabila gaya gesek bola-balok diabaikan, tentukan waktu tempuh bola kembali ke titik a) Apabila gaya gesek bola-balok diabaikan, tentukan waktu tempuh bola kembali ke titik
semula! semula!
b) Apabila gaya gesek bola-balok tidak diabaikan
b) Apabila gaya gesek bola-balok tidak diabaikan, tentukan ketinggian maksimum bola!, tentukan ketinggian maksimum bola! Jawab
Jawab:: a)
a) ((8 poin8 poin) Pada saat bola terhempas ke atas, bola dan balok bergerak bersama-sama secara) Pada saat bola terhempas ke atas, bola dan balok bergerak bersama-sama secara horizontal.
horizontal.
Kekekalan momentum horizontal: Kekekalan momentum horizontal:
==
→→
==
11
Karena tidak ada gesekan, berlaku hukum kekekalan energi: Karena tidak ada gesekan, berlaku hukum kekekalan energi:
1122
==1122((
))1122
22
maka maka
((
−−
))==
==
=1−
=1−
++
==
√ √
++
33
Waktu selama bola di udara: Waktu selama bola di udara:
==22
==22
44
dan jarak horizontal yang telah ditempuh: dan jarak horizontal yang telah ditempuh:
==
==22
==22
55
Setelah itu, bola akan bergerak ke arah sebaliknya. Setelah itu, bola akan bergerak ke arah sebaliknya. Kekekalan momentum berlaku:
Kekekalan momentum berlaku:
m m11 m m22
A
A
B
B
==
66
dan dari kekekalan energi: dan dari kekekalan energi:
1122
==1122
1122
77
lalu lalu
==
−−
==
−−
−−
==
−−22
−− 22
−−
==00
==
±±
−−−−
==
±±
KarenaKarena
≠≠
, maka kecepatan balik:, maka kecepatan balik:
==−−
−−
8
8
Dan waktu tempuh balik: Dan waktu tempuh balik:
′′
== −−
==22
−−==22
−−
99
Waktu tempuh total Waktu tempuh total
=
=
′′
==22
−−
didapat: didapat:
==22
−− 10
10
b) (
b) (10 poin10 poin) Sama seperti sebelumnya, kita tinjau kekekalan momentum pada arah horizontal:) Sama seperti sebelumnya, kita tinjau kekekalan momentum pada arah horizontal:
′′
==
==
11
11
Awalnya kita asumsikan bola berputar tanpa slip di tepi atas balok setelah terjadi transfer Awalnya kita asumsikan bola berputar tanpa slip di tepi atas balok setelah terjadi transfer energi.
energi.
Maka terjadi perubahan momentum sudut: Maka terjadi perubahan momentum sudut:
Δ=Δ=Δ 12
Δ=Δ=Δ 12
Karena pengurangan kecepatan setara dengan
Karena pengurangan kecepatan setara dengan
ΔΔ
==
ΔΔ
, maka, makaΔ=(
Δ=(
−−
′′
))==−−00==
′′
lalu didapat lalu didapat
′′
==
11
==
11
11
13
13
Ketinggian maksimum yang dicapai bola apabila tidak slip di akhir: Ketinggian maksimum yang dicapai bola apabila tidak slip di akhir:
ℎℎ==
22 ==
′′
22 11
11
12
12
Karena ada kemungkinan masih tetap slip di akhir sehingga
Karena ada kemungkinan masih tetap slip di akhir sehingga
′′
≤<
≤<
, maka didapat, maka didapat ketinggian maksimum yang dicapai bola:ketinggian maksimum yang dicapai bola:
22 ≤≤ℎℎ<<
′′
22
22 11
11
≤ℎ<
≤ℎ<
22
13
13
Untuk kasus bola pejal,
Untuk kasus bola pejal,
==
::7.
7. (18 poin) Sebuah silinder pejal massa(18 poin) Sebuah silinder pejal massa M M menggelinding tanpa slip menuruni bidang miring menggelinding tanpa slip menuruni bidang miring diam bersudut elevasi
diam bersudut elevasi
, dengan kecepatan, dengan kecepatan
. Seseorang ingin menghentikan silinder tersebut. Seseorang ingin menghentikan silinder tersebut dengan memberikan beban. Pada pusat silinder tersebut dikaitkan tali sehingga tali membentuk dengan memberikan beban. Pada pusat silinder tersebut dikaitkan tali sehingga tali membentuk sudutsudut
terhadap permukaan bidang miring. Di ujung lain tali tersebut, diikatkan ke sebuah terhadap permukaan bidang miring. Di ujung lain tali tersebut, diikatkan ke sebuah bebanbeban balokbalok mm yang memiliki massa sama dengan silinder. Diketahui koefisien gesek antara yang memiliki massa sama dengan silinder. Diketahui koefisien gesek antara balok dan bidang miring adalah
balok dan bidang miring adalah
serta percepatan gravitasi adalah serta percepatan gravitasi adalah g g . Asumsikan gesekan beban. Asumsikan gesekan beban mampu menghentikan gerak silinder. Tentukanlah:mampu menghentikan gerak silinder. Tentukanlah: a.
a. Jarak yang ditempuh silinder hingga berhenti!Jarak yang ditempuh silinder hingga berhenti! b.
b. Syarat sudutSyarat sudut
yang dapat memenuhi asumsi di atas (nyatakan dalam yang dapat memenuhi asumsi di atas (nyatakan dalam dan dan )!)!Jawab: Jawab: a.
a. ((12 poin12 poin) Agar silinder dapat berhenti, torsi akibat gaya geseknya harus dapat memperkecil) Agar silinder dapat berhenti, torsi akibat gaya geseknya harus dapat memperkecil kecepatan sudutnya, maka gaya gesek harus berarah turun mengikuti permukaan bidang kecepatan sudutnya, maka gaya gesek harus berarah turun mengikuti permukaan bidang miring.
miring.
Diagram gaya pada silinder: Diagram gaya pada silinder:
Persamaan gaya pada silinder searah permukaan bidang miring
Persamaan gaya pada silinder searah permukaan bidang miring
Σ=
Σ=
::sin
sin
−cos=
−cos=
Persamaan torsi pada silinder (
Persamaan torsi pada silinder (
Σ=
Σ=
::−−
==1122
−−
==1122
Dengan mensubstitusi
Dengan mensubstitusi
, didapatkan:, didapatkan:sin−cos=
sin−cos=3322 …1
…1
==
Diagram gaya pada beban: Diagram gaya pada beban:
Persamaan gaya pada beban searah permukaan bidang miring: Persamaan gaya pada beban searah permukaan bidang miring:
cossin−
cossin−
==
Persamaan gaya pada beban arah tegak lurus permukaan bidang miring: Persamaan gaya pada beban arah tegak lurus permukaan bidang miring:
sin−cos=0
sin−cos=0
Dengan
Dengan
==
, substitusikan, substitusikan
::cossin
cossinsin−cos
sin−cos= …2
= …2
Substitusikan
Substitusikan
dari persamaan dari persamaan11
dan dan22
, sehingga didapatkan, sehingga didapatkan
::==−−cos−sin
cos−sin−sin
331tan
1tan22
−sin1tan
1tan
22
Dengan memasukan nilai
Dengan memasukan nilai
==
, didapatkan:, didapatkan:==−−cos−sin
cos−sin2tan
53tan 22
53tan
2tan
Persamaan gerak hingga silinder berhenti: Persamaan gerak hingga silinder berhenti:
00==
2
2
==−−
22
==
[−
[−
]]
b.
b. ((6 poin6 poin) Agar silinder dapat berhenti, maka) Agar silinder dapat berhenti, maka