• Tidak ada hasil yang ditemukan

22 (TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYDA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "22 (TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYDA)"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN

SURAT KEPUTUSAN PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN Nomor: 022/KEP/III.0/B/2011

Tentang:

TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYAWARAH DAERAH KE-10 MUHAMMADIYAH LAMONGAN

Bismillahirrahmanirrahim Pimpinan Daerah Muhammadiyah:

Membaca : Keputusan Musyawarah Daerah Ke-10 Muhammadiyah Lamongan.

Menimbang : 1. bahwa Keputusan Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan telah diambil secara sah sesuai ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah;

2. bahwa oleh karena itu perlu segera ditanfidzkan dengan surat keputusan agar dapat segera dilaksanakan;

Mengingat : 1. Anggaran Dasar Muhammadiyah Pasal 13, 26, dan 34; 2. Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah Pasal 12, 15, 25, dan 30;

M E M U T US K A N :

Menetapkan : KEPUTUSAN PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH L A M O N G A N TENTANG TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYAWARAH DAERAH KE-10 MUHAMMADIYAH LAMONGAN Pertama : Menanfidzkan Keputusan Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan

yang dilangsungkan pada tanggal 19-20 Muharram 1432 H bertepatan tanggal 25-26 Desember 2010 di Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan seperti tersebu dalam lampiran surat keputusan ini.

Kedua : Keputusan Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dan rujukan dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan di Cabang, dan Ranting serta Unsur Pembantu Pimpinan Persyarikatan, kecuali keputusan yang memerlukan tindak lanjut akan disusun dalam aturan tersendiri.

(2)

Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Lamongan

Pada tanggal : 27 Rabiul Awwal 1432 H 02 Maret 2011 M

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan

Ketua,

Drs. K.H. ABD. HAKAM MUBAROK, Lc. NBM. 749.567

Sekretaris,

Drs. SHODIKIN, M.Pd. NBM. 682.414

(3)

Lampiran Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Nomor : 022/KEP/III.0/B/2011

Tentang : Tanfidz Keputusan Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan

KEPUTUSAN

MUSYAWARAH DAERAH KE-10 MUHAMMADIYAH LAMONGAN

Bismillahirrahmanirrahim

Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan yang diselenggarakan pada tanggal 19-20 Muharram 1432 H bertepatan tanggal 25-26 Desember 2010 bertempat di Mantup, setelah menyimak dan mencermati dengan seksama:

1. Sambutan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. A. Fattah Wibisono, M.A. pada upacara Pembukaan Musyawarah Daerah di Gedung Mayangkara Mantup;

2. Sambutan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Drs. H. M. Sulthon Amien, MM, 3. Sambutan Bupati Lamongan (H. Fadeli, MM)

4. Laporan Pimpinan Daerah Muhammadiyah periode 2005-2010 yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Drs. H. Mustofa Nur, MM

5. Program Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Periode 2010-2015 6. Rekomendasi Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan

7. Hasil pemilihan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan periode 2010 - 2015;

8. Tanggapan, pendapat, pembahasan, saran dan usul-usul peserta Musyawarah Daerah yang disampaikan dalam Sidang Pleno dan Sidang Komisi;

M E M U T U S K A N :

I. PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN PERIODE 2010 – 2015

A. Mengesahkan hasil pemilihan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan periode 2010 - 2015 sebanyak 11 orang dari hasil pemilihan 45 calon yang diajukan oleh Panitia Pemilihan, sesuai urutan perolehan suara, sebagai berikut:

1. Drs. K.H. Abdul Hakam Mubarok, Lc. 2. K.H. Kusnan Sumber, S.Ag.

3. Drs. H. Mustofa Nur, MM 4. K.H. Abdul Hamid Muhanan, Lc. 5. H. Subagio, SE

6. K.H. Afnan Anshori 7. H. Ahmad Zaini, B.Sc. Eng. 8. Drs. Shodikin, M.Pd.

9. Drs. K.H. Ali Hilmy, MA., M.Ag. 10. Drs. K.H. Moh. Nadjih Bakar, M.si 11. Drs. K.H. Munadji

B. Menetapkan Drs. K.H. Abdul Hakam sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan periode 2010 – 2015.

II. BADAN PEMBANTU PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN PERIODE 2010-2015.

Mengesahkan Badan Pembantu Pimpinan yang dibentuk di Tingkat Daerah Lamongan sebagaimana berikut :

1. Majelis Tarjih dan Tajdid 2. Majelis Tabligh

3. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah 4. Majelis Pendidikan Kader

5. Majelis Pelayanan Kesehatan Umum 6. Majelis Pelayanan Sosial

(4)

8. Majelis Wakaf dan Kehartabendaan 9. Majelis Pemberdayaan Masyarakat 10. Majelis Hukum dan HAM

11. Majelis Lingkungan Hidup 12. Majelis Pustaka dan Informasi

13. Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting 14. Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan 15. Lembaga Penelitian dan Pengembangan 16. Lembaga Penanggulangan Bencana 17. Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah 18. Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik 19. Lembaga Seni Budaya dan Olahraga

III. LAPORAN PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN PERIODE 2005-2010

Menerima Laporan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamong a n periode 2005-2010 yang disampaikan dalam Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan di Mantup.

IV. PROGRAM PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN PERIODE 2010-2015

Mengesahkan Rancangan Program Muhammadiyah Periode 2010-2015 sebagai PROGRAM PIMPIAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN PERIODE 2010-2015 dengan beberapa perubahan/tambahan sebagaimana tersebut pada lampiran 1.

V. REKOMENDASI MUSYAWARAH DAERAH KE-10

Mengesahkan Rekomendasi Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan dengan beberapa perubahan/tambahan sebagaimana tersebut pada lampiran 2.

Lamongan, 20 Muharram 1432 H 26 Desember 2010 M Pimpinan Sidang, K.H. AFNAN ANSHORI Lampiran I KEPUTUSAN

MUSYDA KE-10 MUHAMMADIYAH TENTANG

PROGRAM PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN PERIODE 2010-2015

A. GAMBARAN UMUM

Program Muhammadiyah adalah rencana kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan visi yang ditetapkan dan ingin dicapai oleh organisasi. Program Muhammadiyah merupakan perwujudan dari usaha Persyarikatan untuk mencapai tujuan Muhammadiyah. Program merupakan serangkaian langkah berencana dan berkesinambungan dalam rangka merealisasikan misi Muhammadiyah, baik sebagai gerakan Islam yang menjalankan misi dakwah dan tajdid, maupun sebagai bagian dari umat Islam dan komponen bangsa Indonesia.

Pada program lima tahunan sebagaimana program jangka panjang, ditetapkan dua aspek yaitu visi pengembangan dan program pengembangan. Visi pengembangan adalah kondisi yang ingin diwujudkan sebagai tujuan dari setiap program Muhammadiyah. Adapun program pengembangan adalah rencana kegiatan yang pelaksanaannya dijabarkan dalam bentuk jenis-jenis kegiatan dari program Muhammadiyah tersebut.

Program Muhmmadiyah dikategorisasikan ke dalam dua aspek yaitu program umum dan program perbidang. Program umum merupakan rangkaian kegiatan yang bersifat lintas aspek dan lintas

(5)

majelis/lembaga yang koordinasinya langsung oleh Persyarikatan atau Majelis/Lembaga tertentu atau badan lain yang dimandati Pimpinan Persyarikatan untuk menjadi coordinator dalam pelaksanaan program tersebut. Adapun program perbidang merupakan rencana kegiatan yang bersifat aspek tertentu yang pelaksanaannya di bawah Majelis/Lembaga tertentu.

B. VISI, MISI DAN PELAKSANAAN 1. Visi Ideal Muhammadiyah

Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. 2. Misi

a. Menegakkan Tauhid yang murni bedasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

b. Menyebarluaskan dan memajukan Ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahihah/maqbulah.

c. Mewujudkan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

3. Prinsip Pelaksanaan Program

a. Prinsip Ketauhidan: maksudnya program Muhammadiyah hendaknya merupakan perwujudan dari iman, tauhid dan ibadah kepada Allah.

b. Prinsip Kerahmatan: maksudnya program Muhammadiyah hendaknya merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi kerahmatan ajaran Islam.

c. Prinsip Kekhalifahan: maksudnya program Muhammadiyah hendaknya merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi kekhalifahan umat Islam dalam mengelola kehidupan.

d. Prinsip Kerisalahan: maksudnya program Muhammadiyah hendaknya merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi kerisalahan umat Islam, yaitu dakwah amar makruf nahi munkar dalam arti yang luas.

e. Prinsip Kemaslahatan: maksudnya program Muhammadiyah hendaknya memperhatikan Kemaslahatan umum.

f. Prinsip Kemajuan: maksudnya program Muhammadiyah merupakan rangkaian kegiatan yang membawa pada pencapaian keberhasilan usaha dalam mencapai tujuan gerakan.

g. Prinsip Rasionalitas dan Kailmuan: bahwa program Muhammadiyah direncanakan dan dilaksanakan secara rasional dengan memperhatikan dan memanfaatkan secara proporsional ilmu pengetahuan dan teknologi yang memungkinkan.

h. Prinsip Kreatifitas Lokal dan Desentralisasi Proporsional: maksudnya perencanaan dan pelaksanaan program Muhammadiyah di tiap tingkatan pimpinan serta organisasi otonom dan amal usaha, di samping mengacu pada program Muhammadiyah hasil keputusan Muktamar, hendaknya disusun dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan permasalahan dan potensi sumber daya lokal, dengan memadukan secara seimbang dan proporsional antara pendekatan sentralistik (top-down) dan pendekatan desentralistik (bottom-up).

i. Prinsip Fleksibilitas, Efektifitas, dan Efisiensi : maksudnya pelaksanaan program Muhammadiyah hendaknya fleksibel, tepat sasaran dan memanfaatkan sumber daya dengan efisien.

C. LANDASAN PROGRAM

1. Al-Qur’an dan As-Sunnah Al-Maqbulah 2. Nilai-nilai Dasar Persyarikatan:

a. Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah b. Kepribadian Muhammadiyah

c. Khittah Perjuangan Muhammadiyah

d. Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah e. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

f. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah. D. TUJUAN

1. Meningkat dan berkembangnya organisasi dan jaringan untuk menjadi gerakan Islam yang maju, profesional, dan modern.

2. Meningkat dan berkembangnya sistem gerakan dan amal usaha yang unggul dan mandiri bagi terciptanya kondisi dan faktor-faktor pendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

3. Meningkat dan berkembangnya peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan umat, bangsa, dan dinamika global.

E. PRIORITAS PROGRAM

1. Pengembangan kuantitas ranting sehingga mencapai jumlah 100% ranting dari jumlah desa/kelurahan, meningkatkan kualitas kinerja, pimpinan di semua tingkatan (PDM, Cabang dan Ranting) dengan penguatan manajemen dan sarana prasarana perkantoran yang representatip sehingga Muhammadiyah menjadi organisasi dakwah yang makin berdaya.

(6)

2. Pengembangan kaderisasi, kualitas ideologi serta pengembangan pemikiran dan nilai-nilai keagamaan di kalangan pimpinan dan anggota sebagai penggerak Persyarikatan agar Muhammadiyah semakin berfungsi sebagai gerekan pencerahan bagi masyarakat.

3. Pengembangan dan peningkatan amal usaha dan praksis sosial yang unggul dengan memperluas program ekonomi dan pemberdayaan masyarakat sebagai basis kekuatan kemandirian.

4. Peningkatan peran serta Muhammadiyah sebagai penggerak dinamika sosial dalam penguatan masyarakat, termasuk advokasi terhadap kebijakan layanan publik yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak sehingga terwujud kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

F. PROGRAM UMUM PERSYARIKATAN

1. Konsolidasi dan Pengembangan Kelembagaan a. Visi Pengembangan

Teraktualisasikannya prinsip-prinsip, idealisme, dan konsep-konsep dasar gerakan serta berkembangnya kualitas institusi organisasi yang menunjukkan keunggulan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang maju/modern serta berperan aktif-strategis dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan perkembangan global.

b. Program Pengembangan

1) Mengintensifkan dan memasyarakatkan Manhaj Gerakan Muhammadiyah (Muqaddimah, Kepribadian, Khittah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup, Pedoman Hidup Islami, dan lain-lain) sebagai sumber inspirasi, acuan, dan tuntunan dalam seluruh lingkungan organisasi dan anggota Persyarikatan.

2) Mengembangkan Ideopolitor (ideologi, politik, dan organisasi), up-grading, refreshing, dan pengajian-pengajian atau kajian-kajian pimpinan yang diselenggarakan di semua lini organisasi untuk meningkatkan komitmen, wawasan, dan aksi gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.

3) Meningkatkan dan mengembangkan model-model pembinaan jama’ah dan peran Muhammadiyah di akar-rumput.

4) Meningkatkan kapasitas organisasi dan kepemimpinan yang lebih efektif sehingga organisasi dan kepemimpinan tidak bertumpu pada figur tetapi lebih berbasis sistem.

5) Memperkuat organisasi Muhammadiyah sebagai basis gerakan kultural yang menjangkau segenap lapisan masyarakat dengan komitmen keumatan/kemasyarakatan yang kuat dan konsisten.

6) Mengintensifkan pembinaan Cabang dan Ranting yang lebih tersistem disertai pemetaan yang akurat serta mengembangkan Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai prioritas penting sehingga dalam masa kerja 2010-2015 minimal tercapai 85% desa telah berdiri Ranting Muhammadiyah.

7) Mengefektifkan manajemen masjid dan mushalla yang dikelola Muhammadiyah sebagai basis gerakan Persyarikatan di akar-rumput.

8) Meningkatkan, mengembangkan, dan menerapkan pengawasan dan pembinaan keuangan termasuk pelaporan yang terstandar dan regular di seluruh tingkatan pimpinan persyarikatan, amal usaha, dan isntitusi-institusi Muhammadiyah dengan regulasi yang tersistem.

9) Meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kunjungan ke cabang/ranting, dan perlu menjadi prioritas kepada tingkat pimpinan Persyarikatan yang sangat memerlukan pembinaan. 10) Menumbuhkembangkan ranting di semua desa/kelurahan, serta mendirikan ranting di

beberapa amal usaha yang dipandang perlu dan memungkinkan.

11) Mengembangkan komunikasi dengan memanfaatkan teknologi informasi di seluruh cabang. 12) Pengamanan aset Persyarikatan (masjid, mushalla, panti asuhan, dan amal usaha) secara

legal dan melarang kegiatan partai politik serta kegiatan lain yang bertentangan dengan kaidah Persyarikatan di aset-aset Muhammadiyah.

13) Konsolidasi dan komunikasi terstruktur dengan semua ortom, majelis, dan lembaga tingkat daerah serta turba ke cabang-cabang minimal dua kali dalam satu periode.

14) Kajian tentang masalah-masalah internal maupun eksternal yang dihadapi oleh Persyarikatan.

2. Pemberdayaan Anggota dan Keluarga

a. Visi Pengembangan: Berkembangnya kuantitas, kualitas, kapasitas anggota dan kader Muhammadiyah serta kualitas keluarga yang berbasis kehidupan keluarga sakinah dalam kehidupan masyarakat sebagai wujud keberhasilan dakwah Muhammadiyah.

b. Program Pengembangan

1) Mengembangkan model-model pengembangan jumlah anggota secara proaktif sebagai bagian penting dari strategi gerakan yang bersifat ekspansif untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah.

2) Meningkatkan model-model pengembangan kualitas anggota yang strategis dengan pembinaan keluarga sakinah, pendidikan, kesehatan, dan amal usaha Muhammadiyah.

(7)

3) Meningkatkan perhatian dan usaha secara serius yang berkaitan kesejahteraan dan masa depan kader sebagai bagian penting dari transformasi peran kader dalam lingkup persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa.

4) Menggalang potensi kader Muhammadiyah yang tersebar di berbagai lembaga pemerintahan (eksekutif, legislatif, yudikatif, dan institusi-institusi Negara lainnya) dan lembaga-lembaga profesi serta institusi-institusi strategis lainnya untuk pengembangan visi dan misi persyarikatan.

5) Meningkatkan usaha-usaha pembinaan keluarga sakinah disertai penyebarluasan tuntunan-tuntunan praktis di lingkungan keluarga Muhammadiyah maupun masyarakat sebagaimana dituntunkan oleh Tarjih dan pengembangan model keluarga sakinah yang disusun Aisyiyah sebagai bentuk keteladanan yang baik (uswah hasanah) dari model kehidupan keluarga dalam masyarakat.

3. Pengembangan Kemitraan

a. Visi Pengembangan : Berkembangnya kualitas dan intensitas hubungan organisasi yang menunjukkan peran strategis dan keterlibatan proaktif Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang maju/modern dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan perkembangan global.

b. Program Pengembangan

1) Membangun kekuatan Muhammadiyah agar berperan sebagai tenda besar bagi umat dan bangsa dalam rangka mengemban misi kerahmatan.

2) Meningkatkan komunikasi, jaringan, dan kerjasama dengan organisasi-organisasi Islam, organisasi kemasyarakatan, dan kekuatan-kekuatan strategis tingkat kabupaten Lamongan dalam ikhtiar membangun tatanan kehidupan yang damai, maju, adil, makmur, bermartabat, dan berperadaban utama.

3) Membentuk dan mengembangkan simpul-simpul aksi kepedulian terhadap berbagai persoalan umat menuju ke arah kesejahteraan bersama.

G. PROGRAM PER-BIDANG

1. Bidang Tarjih, Tajdid, dan Pemikiran Islam

a. Visi Pengembangan: Berkembangnya fungsi tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam yang mendorong peran Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang kritis, dinamis, dan proaktif dalam menjawab problem dan tantangan aktual sehingga Islam menjadi sumber pemikiran, moral, dan praktis sosial kehidupan umat, bangsa, dan perkembangan global yang kompleks.

b. Program Pengembangan

1. Menyegarkan dan mengembangkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat yang multikultural dan kompleks disertai dengan perumusan Risalah Islamiyah, tafsir Al-Quran, dan pemikiran-pemikiran keislaman lainnya yang komprehensif.

2. Memperluas dan mensosialisasikan Konsep Islamiyah dan produk-produk pemikiran di bidang tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam yang menjadi pandangan, pedoman, bimbingan, acuan, dan tuntunan dalam kehidupan masyarakat seperti Himpunan Putusan Tarjih, Fatwa Agama, Keluarga Sakinah, Fikih Tata Kelola, dan hasil-hasil Musyawarah Tarjih.

3. Meningkatkan dialog dan kerjasama dengan majelis/lembaga dan ortom tingkat daerah dalam pelaksanaan program.

4. Kajian tentang manhaj Tarjih dan masalah-masalah aktual/mendesak, serta penyusunan tuntunan ibadah praktis.

5. Peningkatan kecakapan dan penguasaan teknologi Informasi bagi para ulama tarjih dalam kegiatan kertarjihan.

6. Mengembangkan kapasitas/kompetensi kelembagaan dan kader ulama bidang tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam termasuk pembinaan kader hisab dan falak serta kelompok pemikir Islam untuk memperkokoh dan mengembangkan Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan dan kepentingan menghadapi perkembangan yang kompleks dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan tantangan global.

7. Menghusakan beasiswa bagi kader ulama Muhammadiyah. 2. Bidang Tabligh

a. Visi pengembangan: Berkembang gerakan tabligh Muhammadiyah dalam pembinaan keagamaan yang bersifat meneguhkan dan mencerahkan pada berbagai kelompok sosial yang luas sehingga Islam dihayati, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi rahmatan lil-alamin di tengah dinamika masyarakat Indonesia yang kompleks.

(8)

1) Kaderisasi calon muballigh dan muballighat melalui pelatihan-pelatihan dan lomba pidato di semua sekolah Muhammadiyah.

2) Pembentukan korp muballigh dan pembuatan peta dakwah serta penyusunan pedoman menghadapi berbagai aliran dan paham keagamaan yang tidak sesuai dengan paham dengan keagamaan Muhammadiyah serta menghadapi gejala-gejala pemurtadan.

3) Menghidupkan dan mengembangkan berbagai jenis pengajian di lingkungan Persyarikatan dan umat Islam disertai pengembangan materi, pendekatan, metode yang menarik dan tepat sasaran, serta meningkatkan keyakinan, pemahaman, dan pengamalan Islam yang lebih mendalam/substansi yang menghadirkan Islam berwajah rahmatan lil-‘alamin.

4) Mengoptimalkan pengelolaan masjid dan mushalla sebagai sarana pembinaan keislaman dan aktifitas keumatan yang sensitif terhadap masalah serta dinamika kehidupan masyarakat setempat.

5) Memanfaatkan berbagai media seperti, media cetak, dan elektronika untuk kegiatan dakwah agar ajaran Islam yang mencerahkan dan menyejukkan dapat dirasakan oleh masyarakat luas dalam kehidupan sehari-hari.

6) Pendataan masjid dan mushalla Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan. 7) Menata kelembagaan dan kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di

masjid-masjid Muhammadiyah sehingga menjadi wadah penanaman pendidikan agama sejak dini yang efektif, serta mengupayakan bantuan Insentif kepada guru TPA bagi Ranting yang lemah.

8) Mengadakan kegiatan-kegiatan dakwah di tempat-tempat khusus, seperti: di Lembaga Permasyarakatan (LP), Rumah Sakit (RS), Rumah Singgah, dll.

3. Bidang Pendidikan

a. Visi pengembangan: Berkembangnya ciri khas pendidikan Muhammadiyah yang unggul, holistik, berkarakter, sebagai wujud aktualisasi gerakan dakwah dan tajdid dalam membentuk manusia sempurna sebagaimana tujuan pendidikan Muhammadiyah.

b. Program Pengembangan

1) Menyusun Roadmap keunggulan pendidikan Muhmmadiyah baik tingkat dasar, menengah dan pesantren dalam berbagai aspeknya, termasuk pemetaan sumber daya insani, karakteristik keunggulan, fasilitas, tata kelola, kepemimpinan, dan lain-lain yang mendukung pengembangan kualitas pendidikan Muhammadiyah di tengah persaingan yang tinggi.

2) Menetapkan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang bermutu.

3) Mewujudkan pusat-pusat keunggulan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan sebagai model pengembangan pendidikan yang bermutu tingkat dasar, menengah, dan pesantren.

4) Meningkatkan peran dan fungsi pendidikan Muhammadiyah sebagai lembaga publik dengan memperluas akses dan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang bermakna bagi diri, keluarga dan masyarakat.

5) Meningkatkan peran dan fungsi lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat pembelajaran yang mencerahkan, mencerdaskan dan memberdayakan peserta didik sehingga menjadi manusia yang bertaqwa, berilmu pengetahuan, terampil, berkepribadian kuat, mandiri, berorientasi ke masa depan dan bertanggung jawab.

6) Mengoptimalkan peran dan fungsi lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai media dakwah Islam melalui usaha untuk memperluas dan memperdalam pemahaman agama, mengamalkan ibadah berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

7) Mengembangkan model pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di seluruh jenjang pendidikan sehingga dapat memberikan pencerahan dalam beragama dan menumbuhkan komitmen ber-Muhammadiyah.

8) Memperkuat peran pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat pengkaderan dengan pembinaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TS) sebagai organisasi intra kurikuler melalui pengembangan kegiatan intra dan ekstra kurikuler. 9) Meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah sehingga memenuhi delapan

Standar Nasional Pendidikan (SNP) serta mendorong lembaga pendidikan berstatus mandiri dan berstandar internasional dengan keunggulan khusus dalam bidang akademik, agama, akhlak mulia, dan kecakapan hidup.

(9)

10) Meningkatkan kemampuan profesional pendidik melalui peningkatan jenjang pendidikan, pelatihan, penyelenggaraan forum akademik dan pengembangan lembaga profesi yang memungkinkan terjadinya transfer keahlian di antara civitas akademika.

11) Meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kemampuan persyarikatan dan meritokrasi dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan hidup masyarakat setempat, loyalitas, pengabdian, kreatifitas dan profesionalitas.

12) Mengembangkan budaya good governance, hidup sehat, anti korupsi, dan kejujuran sebagai gerakan kebudayaan yang merupakan perwujudan, pengamalan, dan internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. 13) Mengembangkan dan memperkuat kemandirian pendidikan Muhammadiyah

melalui pengembangan dan optimalisasi tradisi filantropi pendidikan, partisipasi masyarakat, unit usaha ekonomi, dan kerjasama yang tidak mengikat baik ideologis maupun politik.

14) Meningkatkan kerjasama dan kemitraan dalam berbagai bidang antara lembaga pendidikan Muhammadiyah, Persyarikatan, Majelis, Pemerintah, Masyarakat, dam Lembaga Sosial baik di dalam maupun luar negeri sebagi usaha meningkatkan mutu pendidikan.

15) Mengembangkan sister school antara sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi Muhammadiyah dengan lembaga pendidikan di luar negeri sebagai usaha meningkatkan mutu dan mengembangkan gerakan Muhammadiyah di dunia internasional.

16) Memperkuat ukhuwah dan silaturrahim antar lembaga pendidikan melalui penyelenggaraan kegiatan musabaqah, konferensi, olimpiade, turnamen olahraga, festival kesenian, dan kegiatan lain sehingga menumbuhkan semangat, kebanggaan, dan persatuan antara warga Muhammadiyah.

17) Memfasilitasi kegiatan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kerjasama dan pengembangan jaringan penelitian di dalam dan di luar negeri.

18) Mendorong dan melaksanakan penelitian tentang Muhammadiyah sebagai usaha pemetaan dan pengembangan gerakan Muhammadiyah secara lebih sistematis dan berkesinambungan untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

19) Memberikan penghargaan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berprestasi untuk menumbuhkan semangat ber-Muhammadiyah dan mendorong kepeloporan dan keteladanan di kalangan warga Persyarikatan.

20) Mengembangkan kualitas kepemimpinan, tata kelola keuangan, peraturan-peraturan yang terpadu dan berstandar, pemanfaatan IT (Information Technology), penjaminan mutu, dan sebagai perangkat penting lainnya yang mendukung pengembangan keunggulan pendidikan Muhammadiyah di pesantren, pendidikan das dan menengah.

21) Mengembangkan pusat kaderisasi khusus yang dipadukan secara tersistem dalam lembaga pendidikan Muhammadiyah tertentu seperti untuk kepentingan kader tarjih/tajdid/pemikiran Islam, kader muballigh, dan kader persyarikatan lainnya.

22) Mewujudkan tata kelola sistem pendidikan Muhammadiyah sesuai dengan peraturan dan pedoman yang telah diputuskan sehingga terjalin kerjasama antara pimpinan amal usaha pendidikan dan pimpinan persyarikatan. 4. Bidang Pengkaderan

a. Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas anggota dan kader Muhammadiyah sebagai pelaku gerakan yang memiliki keunggulan kapasitas komitmen ideologis dan mampu memajukan serta menyebarluaskan peran Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan umat bangsa dan perkembangan global.

b. Program Pengembangan

1) Mengintensifkan pelaksanaan Pengkaderan Muhammadiyah dan menjadikan pengkaderan sebagai budaya organisasi di seluruh tingkatan pimpinan, amal usaha dan institusi – institusi yang berada dalam struktur Persyarikatan.

2) Melaksanakan program pengkaderan formal untuk pimpinan dan anggota dengan menyelenggarakan Pelatihan Instruktur secara berjenjang untuk tingkat cabang sekurang–kurangnya 3 kali dalam satu periode.

(10)

3) Menyelenggarakan Baitul Arqom dan Darul Arqom tingkat cabang untuk mengembangkan kompetensi kader dan pimpinan.

4) Mengoptimalkan pendayagunaan pilar–pilar pengkaderan di lingkungan Persyarikatan yakni di keluarga organisasi otonom, lembaga pendidikan dan amal usaha Muhammadiyah.

5) Bekerjasama dengan Majelis, Sekolah, Madrasah dan Pesantren (Dikdasmen) untuk optimalisasi peran Perguruan Muhammadiyah sebagai wahana kaderisasi dan pembinaan ideologi.

6) Koordinasi dengan ortom – ortom pada setiap jenjang dalam kegiatan kaderisasi serta transformasi kader dengan melibatkan dan memberi pengalaman yang proporsional kepada kader AMM dalam berbagai aktifitas Persyarikatan.

7) Pemetaan Sumber Daya Insani yang dimiliki Persyarikatan pada semua lini organisasi di Kabupaten Lamongan.

8) Melaksanakan ideopolitor ( Ideologi, Politik dan Organisasi) bagi pimpinan di lingkungan Pimpinan Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah untuk meneguhkan komitmen ideologis, memperluas visi dan pemikiran dan mengembangkan organisasi sebagai instrument gerakan Islam.

9) Meningkatkan proses transformasi kader dengan banyak melibatkan dan memberi peran yang proporsional kepada kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dalam berbagai aktifitas Persyarikatan.

10) Bekerjasama dengan Majelis Tarjih dan Tabligh membentuk Forum Kajian Tafaqquh Fiddin (Seperti Kajian Tafsir Qur’an dan Hadits) di smua tingkat pimpinan 2 kali dalam 1 bulan.

5. Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat a. Visi Pengembangan

Berkembangnya fungsi pelayanan kesehatan dan kesejahteraan yang unggul dan berbasis Penolong Kesengseraan Oemoem (PKO) sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kemajuan hidup masyarakat khususnya kaum dhu’afa sebagai wujud aktualisasi dakwah Muhammadiyah.

b. Program Pengembangan

1) Meningkatkan sistem penyelenggaraan/pengelolaan Amal Usaha bidang kesehatan dan kesejateraan masyarakat ( AUMKESSOS) yang unggul dan berbasis PKO ( Penolong Kesengsaraan Oemoem)/ Al-Ma’un dengan manajemen terpadu, tata kelola, pengawasan standar pelayanan dan mutu, dan pengelolaan IPO ( Input – Proses – Output) yang berkualitas utama sehingga mampu bersaing dan menjangkau masyarakat luas.

2) Mengoptimalkan jaringan Amal Usaha bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (AUMKESSOS) melalui kerjasama internal dan eksternal, teknologi informasi, pengembangan koperasi, konsep satelit klinik dan bentuk-bentuk jejaring lainnya yang membawa pada keunggulan secara kolektif.

3) Meningkatkan kualitas sumberdaya amal usaha bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (AUMKESSOS) melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja AUMKESOSS, pendidikan promosi, daya dukung fasilitas, dan berbagai skill yang mengembangkan keunggulan.

4) Mengoptimalkan standar pelayanan kesehatan melalui standardisasi pelayanan AUMKES, pengembangan rumah sakit dengan layanan unggulan di Lamongan, optimalisasi pelayanan AUMKES terhadap permasalahan kesehatan masyarakat dan penanggulangan bencana, dan peningkatan jumlah AUMKES sebagai Satelit Klinik Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di setiap kecamatan (cabang Muhammadiyah).

5) Mengoptimalkan penanggulangan masalah kesehatan masyarakat (Flu Burung, Flu Babi, TBC,HIV/AIDS, dan sebagainya), kampanye kesadaran hidup sehat dan bersih, kampanye dan penyuluhan kesehatan reproduksi, serta kampanye dan penyuluhan anti narkoba.

6) Meningkatkan standarisasi pelayanan di lingkungan AUMSOS dengan meningkatkan jumlah AUMSOS di setiap cabang, yang menitikberatkan pada perlindungan anak dan korban kekerasan, pengembangan konsep asuhan keluarga, pengembangan pusat perlindungan anak, dan pendidikan di lingkungan lembaga pemasyarakatan anak.

7) Meningkatkan dan mengoptimalkan sistem penanggulangan bencana dalam bentuk jejaring simpul-simpul tanggap darurat, rehabilitasi bencana di lingkungan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana, peningkatan kapasitas kader, relawan, dan pengelolaan penanggulangan bencana.

(11)

8) Meningkatkan keterpaduan kesiapan AUMKESOS dalam penanggulangan bencana, peningkatan kualitas tanggap darurat, peningkatan kualitas manajemen dan pengadaan logistic tanggap darurat, serta advokasi dan rehabilitasi pasca bencana.

9) Mengembangkan jenis-jenis/ model-model pelayanan kesehatan dan pelayanan social baru yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat di akar-rumput yang bersinergi dengan rumah sakit dan panti asuhan sebagai wujud gerakan Al-Ma’un/ PKO.

10) Pengembangan pola anak asuh non panti untuk peningkatan kesejahteraan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

11) Mengoptimalkan AUMKESOS menjadi tempat penyemaian kader Muhammadiyah.

6. Bidang Wakaf dan ZIS a. Visi Pengembangan

Berkembangnya kemampuan dan pengorganisasian umat untuk berwakaf, berzakat, berinfaq, dan bershadaqah serta meningkatnya sistem pengelolaan, jalinan kepedulian, dan pelayanan bagi kaum dhu’afa yang menumbuhkan keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

b. Program Pengembangan

1) Inventarisasi dan arbitrase harta benda persyarikatan yang diperoleh dari wakaf serta mengintensifkan pelaksanaan, penertiban, pengelolaan sertifikasi tanah-tanah wakaf Muhammadiyah.

2) Sertifikasi tanah-tanah milik Muhammadiyah, untuk diatasnamakan Persyarikatan. 3) Sosialisasi bentuk wakaf tunai dan wakaf produktif agar dapat dilaksanakan secara

efektif.

4) Memanfaatkan tanah wakaf kosong untuk hal-hal produktif dan kegiatan-kegiatan lain sesuai fungsinya.

5) Membentuk Lembaga ZIS sehingga memiliki fungsi yang efektif, produktif dan akuntabel dalam melaksanakan kegiatan.

6) Meningkatkan pembinaan dan jaringan lembaga-lembaga ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) sehingga memiliki fungsi yang efektif, produktif, akuntabel dalam menjalankan kegiatannya.

7. Program Bidang Ekonomi a. Visi Pengembangan

Berkembangnya kapasitas dan bangkitnya kembali etos ekonomi Muhammadiyah untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan.

b. Program Pengembangan

1) Membentuk dan mengembangkan lembaga keuangan mikro koperasi dan BMT/BTM sebagai wadah kerja sma dan pemberdayaan antar pelaku usaha ekonomi di lingkungan persyarikatan menuju pada kekuatan dan kemandirian Muhammadiyah sebagai gerakan ekonomi.

2) Membentuk dan mengembangkan usaha/bisnis ritel barang konsumsi dan usaha-usaha unggulan yang memiliki nilai tambah yang tinggi disertai dengan dukungan permodalan, sumberdaya manusia, dan jaringan yang kuat di seluruh lingkungan persyarikatan.

3) Meningkatkan pembinaan kualitas sumberdaya manusia pelaku usaha ekonomi umat melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan konsultasi bisnis yang intensif dan sistematis.

4) Peningkatan gerakan ekonomi di kalangan warga Muhammadiyah disertakan pembentukan mentalitas dan budaya kewirausahaan serta berbagai pelatihan sehingga terbangun kondisi dan infrastruktur Muhammadiyah sebagai kekuatan ekonomi.

5) Mengembangkan modal pemberdayaan ekonomi yang berskala mikro, kecil, dan menengah yang didasarkan atas kekuatan sendiri sebagai wujud cita-cita kemandirian ekonomi umat.

6) Pendirian BUMM di daerah dalam rangka melakukan sinergi dan jejaring ekonomi Muhammadiyah di Lamongan.

7) Menginventarisasikan Lembaga Keuangan yang dimiliki oleh Majelis Ekonomi. 8) Membentuk Himpunan Pengusaha Muhammadiyah (HPM).

8. Bidang Pemberdayaan Masyarakat

a. Visi Pengembangan: Meningkatnya kapasitas, daya saing, posisi tawar, dan itensitas pemberdayaan masyarakat berbasis misi Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) dan

(12)

gerakan al-Ma’un menuju kehidupan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban.

b. Program Pengembangan

1) Meningkatkan jaringan hubungan dan kerjasama baik di lingkungan Persyarikatan maupun lembaga-lembaga lain yang memiliki kepedulian pada pengembangan civil society atau masyarakat madani sejalan dengan prinsip gerakan Muhammadiyah. 2) Meningkatkan advokasi dan pendampingan terhadap kelompok miskin, buruh, dan

kelompok dhu’afa/mustadh’afin lainnya untuk memiliki akses, usaha, dan kekuatan kemandirian.

3) Meningkatkan kapasitas keahlian, modal, produksi, dan distribusi usaha-usaha di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha-usaha lainnya yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

4) Meningkatkan perhatian, kepedulian, dan advokasi kepada kelompok difabel untuk memperoleh hak-hak dasar dan kesejahteraan dalam kehidupannya.

5) Mengupayakan advokasi kebijakan publik yang tidak sensitif dan tidak memihak kepada kaum miskin, dhu’afa, dan mustadh’afin.

6) Mengembangkan pusat penanganan krisis (crisis center) di pusat, wilayah dan daerah sebagai wahana penanggulangan krisis yang dihadapi masyarakat terutama masyarakat miskin, dhu’afa, dan mustadh’afin.

9. Bidang Lingkungan Hidup

a. Visi Pengembangan: Berkembangnya kesadaran dan perilaku ramah lingkungan di kalangan masyarakat serta warga Muhammadiyah sebagai wujud dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar dalam penyelamatan lingkungan hidup.

b. Program Pengembangan

1) Mengintensifkan sosialisasi sadar dan perilaku ramah lingkungan dalam berbagai model aksi penyelamatan lingkungan.

2) Mengembangkan pendidikan lingkungan hidup guna membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan di seluruh tingkatan dan lini organisasi sehingga Muhammadiyah menjadi pioner dalam gerakan lingkungan.

3) Mengintensifkan kerjasama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta dan komunitas-komunitas masyarakat , dalam penyelamatan lingkungan dan mengembangkan pembangunan berkelanjutan.

4) Melakukan advokasi terhadap korban perusakan lingkungan. 10. Bidang Seni Budaya

a. Visi pengembangan: Berkembangnya seni budaya yang bernapaskan Islam dan mencerahkan akal budi manusia sebagai makhluk yang berperadaban mulia.

b. Program pengembangan

1) Mengembangkan apresiasi kesenian, kesusastraan, dan pariwisata yang Islami dan memberikan nuansa kehalusan budi dan spiritual Islami dalam kehidupan warga persyarikatan, umat, dan masyarakat luas.

2) Mengembangkan pendidikan seni budaya Islami melalui lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas jama’ah.

3) Menggerakkan kegiatan kesenian di cabang-cabang dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai sarana dakwah cultural.

4) Melakukan rasionalisasi dan demitologisasi terhadap cerita-cerita rakyat yang berkembang di masyarakat sehingga menjadi cerita yang Islami dan bersih dari bid’ah dan khurafat.

5) Pementasan seni melalui pertunjukan langsung atau lewat media massa sebagai wadah ekspresi diri dan sebagai media da’wah.

6) Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan seni-budaya Islami.

7) Memanfaatkan media massa cetak dan elektronik sebagai sarana dalam pengembangan program seni budaya dalam Muhammadiyah.

8) Mendirikan Sanggar Seni Budaya Da’wah Islami. 11. Bidang pustaka dan Informasi

a. Visi Pengembangan: Terbangunnya budaya pustaka dan informasi sebagai organisasi Islam modern di tengah dinamika perkembangan masyarakat yang kompleks.

b. Program Pengembangan

1) Pengadaan perpustakaan yang memadai di kantor daerah dan cabang terutama bahan pustaka yang berisi dokumen-dokumen Persyarikatan (buku, skripsi, tesis, disertai, hasil penelitian dll) sehingga mudah menjadi rujukan public.

2) Mendorong warga untuk mengembangkan minat baca sebagai pengamalan perintah iqra’ sekaligus sebagai upaya memperluas wawasan dengan mengadakan

(13)

kajian buku ke-Islaman dan ke-Muhammdiyahan, serta secara terus-menerus mengikuti perkembangan persyarikatan dengan berlangganan majalah MATAN. Sedangkan bagi lembaga pendidikan harus memiliki sarana perpustakaan yang memadai yang difungsikan secara optimal sebagai pusat kegiatan keilmuan.

3) Memanfaatkan majalah MATAN sebagai majalah persyarikatan untuk saran publikasi kegiatan di semua tingkatan sekaligus sebagai sumber informasi resmi dari PP dan PWM Jawa Timur kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat luas. 4) Mengoptimalkan pemanfaatan dan pelayanan kepada media massa (cetak dan

elektronik), serta mengaktifkan website sebagai sarana penyebaran informasi dan syiar kegiatan Muhammadiyah.

5) Pelatihan tenaga public relation di tingkat daerah agar dapat mengkomunikasikan kegiatan Muhammadiyah kepada masyarakat luas.

6) Menyusun database profil, kegiatan, amal usaha di lingkungan Muhammadiyah. 7) Membangun database dan sistem informasi Muhammadiyah Daerah Lamongan,

bekerjasama dengan lembaga penelitian dan pengembangan di lingkungan PTM. 8) Mendirikan Stasiun Radio dan Stasiun TV untuk Syi’ar Pendidikan da Dakwah. 12. Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia

a. Visi Pengembangan: Berkembangnya kesadaran dan advokasi di lingkungan persyarikatan atas persoalan-persoalan hokum dan hak asasi manusia yang dihadapi masyarakat sebagai wujud da’wah dan amar ma’ruf nahi munkar.

b. Program Pengembangan

1) Memperluas jaringan dan usaha peningkatan kesadaran di lembaga Muhammadiyah dalam melakukan advokasi dan pemberdayaan atas persoalan-persoalan hukum dan hak asasi manusia yang dihadap masyarakat khususnya kaum dhu’afa.

2) Proaktif dalam mengembangkan solidaritas regional menyangkut ketidakadilan, HAM dan kemanusiaan atau SARA.

3) Kajian tentang hukum dan perundang-undangan yang berlaku dan menyempurnakan peraturan organisasi seiring dengan perkembangan tuntutan akan adanya perubahan, misalnya saham dalam AUM dan sinergi dalam suatu jenis AUM.

4) Sosialisasi persyarikatan Muhammadiyah sebagai badan hukum, khususnya di kalangan pejabat yang terkait dengan asset-aset Muhammadiyah.

13. Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik

a. Visi Pengembangan: Berkembangnya partisipasi dan peran warga Muhammadiyah dalam dinamika kebangsaan yang didasari oleh prinsip akhlaqul karimah dan Khittah perjuangan menuju terwujudnya kehidupan bangsa dan negara yang lebih maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat.

b. Program Pengembangan

1) Mengintensifkan kajian-kajian khusus tentang isu-isu strategis serta kebijakan nasional/provinsi/kabupaten yang menyangkut hajat hidup rakyat dan menjadi bahan bagi penyikapan Muhammadiyah dalam menghadapi persoalan-persoalan bangsa dan Negara.

2) Kajian berbagai isu aktual dan kebijakan pemerintah yang menyangkut kehidupan rakyat banyak, untuk member solusi pemikiran pada Pimpinan Persyarikatan. 3) Silaturrahim berkelanjutan dengan institusi legislatif, eksekutif, yudikatif, ormas dan

LSM sebagai upaya penyamaan visi, misi dalam mengawal reformasi pembangunan di segala bidang.

4) Berpartisipasi secara aktif dan kreatif dalam upaya penguatan masyarakat sipil, serta penegakan demokrasi yang lebih substantif dan berperadaban mulia.

5) Membangun jalinan dan jaringan yang sinergis antar kader dan simpatisan yang berada di lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, dan lembaga-lembaga strategis Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa dan Negara.

6) Menbentuk posko-posko gerakan anti korupsi dan penyalahgunaan jabatan (abuse of power) dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih (good governance).

7) Pembinaan warga agar memiliki kepekaan terhadap persoalan-persoalan pembangunan dan politik lokal, dalam rangka melakukan social control sekaligus sebagai social support terhadap seluruh proses pembangunan di segala bidang. 14. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

a. Visi Perkembangan: Berkembangnya relasi dan budaya yang menghargai perempuan berbasis ajaran Islam yang berkeadilan gender dan terlindunginya anak-anak dari berbagai ancaman menuju kehidupan yang berkeadaban utama.

(14)

1) Meningkatkan usaha-usaha advokasi terhadap kekerasan anak dan perempuan serta human trafficking yang merusak kehidupan keluarga dan masa depan bangsa. 2) Meningkatkan usaha dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam mencegah dan

mengadvokasi kejahatan human trafficking (penjualan manusia) yang pada umumnya menimpa anak-anak dan perempuan.

3) Menyusun dan menyebarluaskan pandangan Islam yang berpihak pada keadilan gender disertai tuntunan-tuntunan produk Majelis Tarjih dan sosialisasinya yang bersifat luas dan praktis.

4) Mengembangkan model advokasi berbasis dakwah dalam menghadapi berbagai bentuk ekploitasi terhadap perempuan dan anak di ruang public yang tidak kondusif seperti di penjara, pabrik, dan tempat-tempat yang dipandang rawan lainnya.

(15)

Lampiran II

KEPUTUSAN

MUSYDA KE-10 MUHAMMADIYAH LAMONGAN TENTANG

REKOMENDASI MUSYDA KE-10 MUHAMMADIYAH LAMONGAN

Perkembangan Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan menunjukkan kecenderungan yang makin menggembirakan. Secara kuantitatif ditandai dengan bertambahnya jumlah PCM dan PRM. Juga perkembangan amal usaha baru, dan banyak lagi berupa perluasan amal usaha yang sudah ada. Secara kualitatif juga mengalami peningkatan terutama dalam bidang kegiatan, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah lain sering berkunjung untuk mempelajari langkah-langkah yang dilakukan Muhammadiyah Daerah Lamongan karena dinilai berprestasi baik. Untuk itu kemajuan yang telah dicapai hendaknya menjadi modal untuk membangun Muhammadiyah ke depan yang lebih baik lagi sehingga kehadiran Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan semakin dapat dirasakan manfaatnya bagi seluruh masyarakat di kabupaten ini.

Namun karena Muhammadiyah bukan satu-satunya faktor penentu dalam pembangunan Lamongan, maka lembaga-lembaga lain seperti partai-partai politik, ormas-ormas Islam dan penyelenggara Negara hendaklah didorong untuk terus bekerja keras memberikan pengabdian yang terbaik untuk masyarakat.

Sehubungan dengan hal itu, Musyda ke-10 Muhammadiyah Lamongan di Mantup menyampaikan rekomendasi internal dan eksternal.

A. Internal

1. Setiap kader yang bersedia dipilih menjadi Pimpinan Persyarikatan hendaknya didasari niat yang kuat semata-mata untuk mengabdi kepada Allah melalui Persyarikatan. Karena itu setiap kader yang terpilih jangan pernah menggunakan kesempatan itu untuk kepentingan diri sendiri atau kepentingan lain yang tidak sejalan dengan misi Muhammadiyah.

2. Melakukan penertiban atau pembubaran yayasan atau lembaga lain dalam tubuh Persyarikatan karena berpotensi menimbulkan konflik dan hilangnya aset Persyarikatan.

3. Setiap kader yang terpilih menjadi pimpinan Persyarikatan di semua jenjang di Kabupaten Lamongan agar aktif dalam kegiatan Persyarikatan dengan bekerja sepenuh hati. Jika ternyata hasil kerja tidak baik atau tidak bisa aktif, yang bersangkutan hendaknya mengundurkan diri atau bersedia direposisi. 4. Berbagai aliran dan faham keagamaan belakangan ini banyak muncul dan berusaha mempengaruhi

masyarakat termasuk warga Muhammadiyah. Karena itu setiap pimpinan Muhammadiyah hendaknya meningkatkan pengetahuan agama agar bisa membedakan aliran yang benar dan yang salah. Pada gilirannya dapat memberi pencerahan kepada warga, simpatisan dan masyarakat secara keseluruhan. 5. Dalam menetapkan pimpinan amal usaha supaya dilakukan seleksi secara ideologis maupun

profesional, sehingga amal usaha itu dapat berkembang dengan cepat dan baik serta berfungsi sebagai media dakwah persyarikatan.

6. Setiap Pimpinan Persyarikatan di semua jenjang hendaknya aktif memakmurkan masjid Muhammadiyah di tempat masing-masing, sehingga kegiatan masjid itu tidak diisi oleh kelompok atau faham lain yang berbeda dengan faham keagamaan Muhammadiyah. Cara ini juga bertujuan menggerakkan ranting di tempat itu karena masjid adalah salah satu pusat kegiatan ranting.

7. Mengembangkan Muhammadiyah pada tingkat cabang dan ranting sebagai ujung tombak perjuangan di akar rumput dengan membuat beberapa model sebagai ranting percontohan.

8. Muhammadiyah bertekat terus menerus ikut aktif dalam pemberantasan korupsi dengan prinsip harus dimulai dari diri sendiri. Karena itu sistem manajemen keuangan di Persyarikatan harus dilakukan dengan administrasi yang tertib, transparan dan akuntabel serta memberi sanksi tegas kepada setiap pelaku korupsi dan manipulasi.

9. Meningkatkan peran amal usaha sebagai sarana dakwah untuk mempercepat gerakan dakwah Muhammadiyah. Hal ini sesuai tujuan awal Persyarikatan mendirikan amal usaha.

10. Mengembangkan pemikiran politik yang bermoral dan berkeadaban sehingga tercipta kesamaan wawasan dan kedewasaan sikap bagi seluruh warga dalam menghadapi persoalan-persoalan politik di daerah secara tepat dan cepat.

11. Menjalin komunikasi yang baik dan produktif dengan kader dan simpatisan Muhammadiyah yang berada di lembaga-lembaga Negara dan partai politik secara di institusi-institusi lain.

12. Lagu “Sang Surya” dengan syair ciptaan Djarnawi HadiKusumo adalah lagu yang mampu menyentuh hati warga. Namun sampai sekarang belum diketahui penggubahnya karena itu perlu dilakukan

(16)

penelitian kemudian mencantumkan nama pencipta lagu itu bersama nama Djarnawi Hadikusumo sebagai pencipta syair karena Muhammadiyah adalah organisasi yang menghargai hak cipta dan karya orang lain.

13. Mendorong peningkatan penyebaran majalah MATAN dan SUARA MUHAMMADIYAH sebagai sebagai media informasi, komunikasi dan dakwah Muhammadiyah yang ada di Persyarikatan serta menerbitkan Buletin Jum’at.

14. Membangun pusat pendidikan dan pelatihan tingkat wilayah untuk peningkatan kualitas pimpinan Persyarikatan dan amal usaha.

15. Pimpinan Pesyarikatan di semua lini supaya memperhatikan pola pembinaan kader secara intensif dan terencana sebagai upaya peningkatan SDM yang berkualitas antara yang lain dengan melibatkan angkatan muda dalam kegiatan Persyarikatan.

16. Mendesak kepada semua Pmpinan Persyarikatan di semua lini untuk emperhatikan pola pembinaan kader secara intensif dan terencana dalam upaya peningkatan SDM yang berkualitas.

17. Memperkokoh posisi HW, IPM dan Tapak Suci di lingkungan Perguruan Muhammadiyah.

18. Mengusahakan JASKESMAS dan ASKES bagi warga Muhammadiyah agar bisa dilayani RSM Lamongan. 19. Agar Pimpinan Persyarikatan dan Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lbih selektif dalam

penerimaan karyawan baru khususnya terkait dengan wawasan ideologi dan bila dalam perjalanan terbukti menyimpang dari standar wawasan dan ideologi Muhammadiyah hendaknya keberadaannya ditinjau kembali.

20. Mendesak kepada Pimpinan Darah Muhammadiyah Lamongan terpilih untuk lebih memperhatikan keberadaan eksekutif/kesekretariatan PDM Lamongan agar nasib dan kesejahteraannya setaraf dengan dengan amal usaha lainnya, semisal RSM Lamongan sesuai dengan pendidikan dan lama pengabdiannya agar mereka dapat secara fulltime membantu tugas-tugas Pimpinan Persyarikatan secara profesional.

21. Muhammadiyah Lamongan dalam melaksanakan dakwahnya harus menyentuh bidang garap petani, nelayan, peternak, pedagang kaki lima dan orang-orang pinggiran.

22. Sudah saatnya Muhammadiyah Lamongan mempunyai Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) seperti SPBU, BPR, dsb.

23. Pimpinan Periode 2010-2015 hendaknya menunjukkan Universitas Muhammadiyah di Lamongan. B. Eksternal

1. Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa kepada rakyat, penghianatan terhadap cita-cita kemerdekaan dan pelanggaran serius kepada Negara. Korupsi di Indonesia bukan semata-mata faktor kebutuhan untuk pemenuhan hajat hidup melainkan disebabkan kerakusan. Karena itu pemberantasan korupsi harus dilakukan secara sistemik dan komprehensif melalui jalur politik, hukum dan kebudayaan. Muhammadiyah dengan semua pihak membangun dan mengembangkan budaya anti korupsi melalui jalur, sosial dan keagamaan.

2. Kejahatan korupsi telah melibatkan jaringan eksekutif, penegak hukum, parlemen, partai politik, lembaga perbankan termasuk lembaga pendidikan dan keagamaan. Karena itu pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan tegas, konsisten, transparan, akuntabel, adil dan tidak diskriminatif. 3. Mengajak semua organisasi keagamaan dan organisasi sosial lainnya untuk tidak menerima bantuan

dari pemerintah dan pihak lain yang berbau korupsi.

4. Penegakan hukum masih terkendala oleh berbagai penyimpangan seperti makelar kasus, mafia hukum dan penegakan hukum semu. Karena itu Muhammadiyah mendesak agar pemerintah dan lembaga Negara menjadikan reformasi penegakan hukum sebagai prioritas utama. Muhammadiyah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan gerakan moral yang lebih masif demi terlaksananya reformasi lembaga penegakan hukum.

5. Islamophobia yang merupakan wawasan dan pandangan ketakutan dan kebencian terhadap Islam tanpa dasar adalah sikap yang mereduksi hakikat peradaban dan keadaban umat manusia, bertentangan dengan hak asasi serta berbahaya bagi terwujudnya perdamaian dunia. Muhammadiyah menyerukan agar Islamophobia dengan segala manifestasinya dihentikan dan diganti dengan dialog dan kerjasama antar peradaban dengan menjunjung tinggi persaudaraan dan kemanusiaan.

6. Meluruskan makna jihad menurut Islam berkaitan dengan isu terorisme dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

7. Mendorong terciptanya kerukunan antar pemeluk agama melalui pendalaman masing-masing ajaran agama bagi pemeluknya dan menghormati agama-agama lain. Juga mendorong kerukunan intern pemeluk agama dengan menghindari segala bentuk politisasi, penyelewengan dan penodaan agama. 8. Menolak revisi dan atau pencabutan SKB tiga menteri yang mengatur pendirian tempat ibadah dan

penyebaran agama.

9. Dalam memasuki dinamika kehidupan bangsa di tengah pergulatan dunia yang penuh tantangan diperlukan revitalisasi karakter bangsa ke arah manusia Indonesia yang berkarakter kuat. Karena itu Muhammadiyah memandang pendidikan nasional harus menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian penting dan strategis, bukan hanya berupa sopan santun, tetapi karakter dalam arti luas

(17)

seperti ketulusan, keterpercayaan, kejujuran, keberanian, ketegasan, punya prinsip dan punya sifat-sifat khusus lainnya yang mencerminkan mental positif .

10. Muhmmadiyah memandang birokrasi sebagai lembaga Negara yang penting dalam melayani, membantu, mempermudah dan mendesak pemerintah untuk menciptakan tata kelola pemerintah yang baik dengan reformasi birokrasi sebagai prioritas utama melalui peningkatan kinerja dan kedisiplinan pegawai, perbaikan sistem pelayanan dan penerapan meritokrasi yang adil.

11. Muhammadiyah memandang kaum pekerja termasuk dalam kelompok kaum dhu’afa yang harus memperoleh perlindungan dan pembelaan. Karena itu peraturan dan perundang-undangan yang mengatur kaum pekerja hendaklah memberikan jaminan dan perlindungan HAM pekerja.

12. Mendesak kepada pemerintah untuk lebih sungguh-sungguh memberikan perlindungan kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, dengan bersikap lebih proaktif mengingat masih terus terjadi jatuh korban akibat perlakuan yang sangat tidak manusiawi. Pemerintah harus lebih selektif terhadap perusahaan pengirim tenaga kerja, menindak tegas bila terjadi pelanggaran, minta pertanggungjawaban jika TKI yang dikirim mengalami perlakuan sewenang-wenang.

13. Demokrasi merupakan pilihan politik yang tepat untuk bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi demokrasi harus disertai dengan etika, supremasi hukum dan kepemimpinan yang kuat agar tidak menimbulkan anarki dan tirani kekuasaan. Karena itu Muhammadiyah mengajak semua komponen bangsa untuk mengutamakan etika dan moralitas dalam berdemokrasi, bukan ketamakan kekuasaan. 14. Sudah waktunya dipikirkan dengan sunguh-sungguh sistem pergantian kepala darah (Pemilukada)

yang demokratis, damai, adil, murah dan konstitusional, tidak menggunakan politik uang dan tidak menimbulkan kekerasan seperti yang sekarang sering terjadi.

15. Muhammadiyah mendorong agar semua media cetak dan elektronika menekankan prinsip edukasi dan informasi yang konstruktif, serta tidak mengorbankan moral masyarakat dan masa depan generasi muda. Media di tuntut untuk tidak semata-mata mengejar keuntungan.

16. Mengakkan keadilan ekonomi dengan mengangkat kesejahteraan kaum marginal, seperti buruh, tani, nelayan, pedagang asongan, kaki lima, anak jalanan, yatim piatu, pengemis, gelandangan dan lainnya 17. Mendesak agar seluruh aparat penegak bertindak secara adil dan tidak kompromi terhadap segala

bentuk kejahatan, tidak menjualbelikan hukum, tidak memeras rakyat, tidak menghianati amanat rakyat dan aparat penegak hukum bersedia dihukum seberat-beratnya bila berprilaku tidak jujur dan tidak adil.

18. Memberantas segala bentuk perjudian, NAPZA, pornografi dan pornoaksi serta berbagai bentuk kemaksiatan yang lain.

19. Mencegah berkembangnya budaya yang bertetangan dengan ajaran agama. 20. Menbangun kesadaran hukum bagi seluruh warga masyarakat daerah Lamongan.

21. Mendesak tokoh-tokoh agama agar memiliki moralitas publik dan budaya yang tidak merusak proses demokratisasi dan pencerahan bangsa.

22. Menyampaikan masukan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamongan 2011-2015 kepada Bupati Lamongan dengan rincian sebagai berikut :

a. Bidang Pendidikan

1) Guru swasta yang diangkat menjadi PNS mohon ditempatkan kembali kepada sekolah asal masing-masing untuk pemerataan peningkatan mutu pendidikan.

2) Perlunya Pemberian reward bagi guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi.

3) Pembangunan sarana prasarana pendidikan untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan.

4) Pemberian bantuan imbal swadaya harus memperhatikan keseimbangan antara negeri dan swasta. Agar proyek DAK dilaksanakan dengan swakelola.

5) Pemerataan tenaga pendidikan harus segera diwujudkan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan

6) Pemberian bea siswa bagi fakir miskin tidak hanya mulai semester I b. Bidang Ekonomi

1) Perlu adanya regulasi pembatasan perijinan, tentang pendirian waralaba di kecamatan-dikecamatan dalam rangka membangkitkan ekonomi kerakyatan.

2) Pemda Kab. Lamongan Perlu melakukan pengembangan dan pembinaan yang lebih intensif Lembaga-Lembaga keuangan di Tingkat Daerah yang berbasis syariah

3) Mendorong dan membina produk lokal untuk menjadi produk unggulan eksport. 4) Menghidupkan pasar-pasar tradisional sebagai basis ekonomi kerakyatan. c. Bidang Sosial Keagamaan

1) Agar dilakukan pendataan pemeluk agama dan tempat badah.

2) Menertibkan pendirian tempat ibadah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. 3) Menolak aliran sesat di Kab. Lamongan dalam rangka meningkatkan kerukunan umat

(18)

4) Menertibkan dan merehabilitasi anak jalanan , gelandangan dan pengemis wilayah Kab. Lamongan.

5) Merealisasikan Gedung Islamic Center dan Masjidnya yang berfungsi untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

6) Memberantas/menertibkan warung remang-remang dan tempat kemaksiatan lainnya. 7) Pemkab. Lamongan meninjau ulang pemberian izin cafe-cafe, karaoke serta tempat hiburan

lainnya yang diindikasi menjadi tempat kemaksiatan. 8) Perda perjudian dan miras agar silaksanakan secara efektif. d. Bidang Lingkungan Hidup (Lingk Hidup)

1) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah mohon diadakan pada bukan hanya di empat lokasi (Lamongan, babat, paciran, brondong saja) tetapi juga di 27 Kecamatan.

2) Penataan mekanisme kerja sama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan Pemerintah Kab. Lamongan agar diperjelas tentang aturan bagi hasil antara petani dan perhutani.

3) Peningkatan sosialisasi dan pemberdayaan penyuluh dan kelompok tani di bidang pembuatan dan pemanfaatan pupuk dan pestisida organik sebagai alternatif kelangkaan dan mahalnya pupuk dan pestisida.

4) Mendorong program Green and Clen tidak hanya ditingkat perkotaan saja tetapi sampai tingkat kecamataan dan pedesaan.

e. Bidang Pertanahan

1) Perlunya adanya kemudahan dan sosialisasi dalam hal pensertifikatan tanah sampai tingkat desa.

2) Perlu adanya perhatian yang khusus terhadap :

- Bantuan dana/ kres program dari pemkab di dalam penyelesaian sertifikasi tanah-tanah wakaf.

- Kemudahan birokrasi dan pelayanan dari BPN f. Bidang Infra Struktur Sarana Jalan

1) Agar dilakukan percepatan pembangunan infra struktur sarana jalan baik jalan kabupaten maupun jalan poros desa.

2) Mengtamakan pembangunan sarana jalan yang menuju lembaga-lembaga pendidikan. g. Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

1) Optimalisasi Penertiban dan pembinaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 2) Membangun Balai Latihan Kerja bagi tenaga kerja.

3) Rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat pasca bencana.

4) Pendampingan dan Pemberdayaan masyarakat perikanan darat dan air tawar di Kabupaten Lamongan

h. Bidang Sei Budaya dan Olahraga

1) Pariwisata harus mempertahankan nilai-nilai lokal dan relegius. 2) Mengembangkan seni-seni lokal yang bernuansa relegius.

3) Mendorong Persela untuk lebih mandiri, sehingga uang APBD lebih bermanfaat untuk kepentingan masyarakat luas.

4) Keseimbangan dana masing-masing cabang olah raga hendaknya ditinjau ulang oleh koni, Kecenderungan masih mengaanakemaskan Persela dibanding cabang olah raga lainnya. i. Bidang Kesehatan

Pelayanan Jamkesda dan jamkesmas serta Askes PNS hendaknya dapat dilayani di RS/ BP swasta yang memenuhi standart pelayanan kesehatan Pemerintah Daerah. Dalam rangka lebih mempercepat dan mempermudah pelayanan di bidang kesehatan kepada masyarakat.

j. Bidang Pustaka dan Informasi

1) Buku yangberjudul “Lamongan dalam Angka” hendaknya disebar sampai ke UPT di tingkat kecamatan bahkan lembaga sekolah/ lembaga pemerintahan di tingkat desa/ kelurahan. 2) Buku yang ada di Perpustakaan Daerah hendaknya dapat memenuhi kebutuhan buku

(19)

Lampiran 3

PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN SURAT KEPUTUSAN

Nomor : 01/KEP/III.0/B/2011 Tentang :

SUSUNAN PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN PERIODE 2010 – 2015

Bismillahirrahmanirrahim

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan :

Membaca : Keputusan Musyawarah Daerah ke-10 Muhammadiyah Lamongan di Mantup pada tanggal 25-26 Desember 2010.

Menimbang : 1. bahwa untuk ketertiban dan kelancaran jalannya organisasi, perlu segera ditetapkan Susunan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan periode 2010 – 2015.

2. bahwa anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Periode 2010 – 2015 sebanyak 11 orang hasil pemilihan dalam Musyda ke-10.

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.

2. Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Nomor : 12/KEP/II.0/D/2011, tentang Penetapan Ketua dan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Periode 2010 – 2015.

Berdasar : Keputusan rapat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan periode 2010 – 2015 tanggal 12 Januari 2011.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Tentang Susunan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Periode 2010 - 2015.

Pertama : Menetapkan susunan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Periode 2010 – 2015, adalah sebagai berikut :

Ketua : Drs. K.H. Abdul Hakam Mubarok, Lc. Wakil Ketua : K.H. Kusnan Sumber, S.Ag.

Wakil Ketua : Drs. H. Mustofa Nur, MM Wakil Ketua : K.H. Abdul Hamid Muhanan, Lc. Wakil Ketua : H. Subagio, SE.

Wakil Ketua : K.H. Afnan Anshori

Wakil Ketua : Drs. H.M. Nadjih Bakar, M.Si. Wakil Ketua : Drs. K.H. Ali Hilmy, MA., M.Ag. Sekretaris : Drs. Shodiqin, M.Pd.

Wakil Sekretaris : H. Ahmad Zaini, B.Sc, Eng. Bendahara : Drs. H. Munadji

Kedua : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Lamongan Pada tanggal : 07 Shafar 1432 H.

12 Januari 2011 M. Ketua,

Drs. K.H. Abdul Hakam Mubarok, Lc. NBM. 749.567

Sekretaris,

Drs. Shodiqin, M.Pd. NBM. 682.414 Tembusan :

1. Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta 2. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur

(20)

Lampiran 4

PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN SURAT KEPUTUSAN

Nomor : 02/KEP/III.0/B/2011 Tentang :

PEDOMAN DAN TATA KERJA PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH LAMONGAN PERIODE 2010 – 2015

Bismillahirrahmanirrahim

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan :

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor : 158/KEP/I/0/B/2010 tanggal 11 Ramadhan 1431 H/21 Agustus 2010 M, tentang Pedoman dan Tata Kerja Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2010 – 2015;

2. Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor : 224/KEP/I/0/B/2010 tanggal 19 Dzulhijjah 1431 H/27 Oktober 2010 M, tentang Perubahan Nomenklatur Unsur Pembantu Pimpinan Persyarikatan Periode 2010 – 2015; Menimbang : 1. Bahwa kedudukan, susunan, pembagian tugas dan tata kerja Pimpinan Daerah

sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan tersebut di atas perlu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

2. Bahwa penyesuaian pedoman dan tata kerja dimaksud perlu dituangkan dalam surat keputusan;

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah; 2. Keputusan Musyda ke-10 Muhammadiyah Lamongan;

Berdasar : Pembahasan dan Keputusan Rapat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan pada tanggal 19 Januari 2011 di Lamongan;

M E M U T U S K A N :

Menetapkan : Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Tentang Pedoman dan Tata Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Periode 2010 – 2015

BAB I KEDUDUKAN

Pasal 1

Pimpinan Daerah adalah pimpinan Persyarikatan yang memimpin Muhammadiyah dalam daerahnya serta melaksanakan kebijakan pimpinan di atasnya.

BAB II TUGAS DAN FUNGSI

Pasal 2 Pimpinan Daerah bertugas :

1) Menetapkan kebijakan Muhammadiyah Daerah Lamongan berdasarkan kebijakan Pimpinan di atasnya, Keputusan Musyawarah Daerah, Musyawarah Pimpinan tingkat Daerah dan Rapat Pimpinan tingkat Daerah.

2) Mentanfidzkan Keputusan Musyawarah Daerah, Musyawarah Pimpinan tingkat Daerah, Rapat Pimpinan tingkat Daerah, Rapat Kerja Pimpinan tingkat Daerah, Rapat Kerja Unsur Pembantu Pimpinan tingkat Daerah dan mengesahkan keputusan permusyawaratan Ortom tingkat Daerah.

3) Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan/instruksi Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, serta Unsur Pembantu Pimpinannya.

Pasal 3

Untuk melaksanakan tugas tersebut pada pasal 2, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Membimbing dan meningkatkan amal usaha serta kegiatan Cabang dan Ranting sesuai kewenangannya. 2. Membina, membimbing, mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan Unsur Pembantu Pimpinan

dan Organisasi Otonom tingkat Daerah.

3. Memimpin gerakan dan menjadikan Daerah sebagai pusat administrasi serta pusat pembinaan organisasi dan sumberdaya manusia.

(21)

4. Menetapkan rencana kegiatan Persyarikatan berdasarkan Program Persyarikatan yang diputuskan oleh Musyda dan Musypim tingkat Daerah.

5. Memimpin pelaksanaan kegiatan serta keputusan Musyda dan Musypim tingkat Daerah.

6. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan serta keputusan Musyda dan Musypim tingkat Daerah.

BAB III PRINSIP KERJA

Pasal 4

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya harus selalu berpedoman pada prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Berpijak pada landasan gerak Muhammadiyah, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, Khittah Perjuangan Muhammadiyah serta pemikiran-pemikiran mendasar lainnya yang menjadi dasar nilai dan norma gerakan.

2. Memelihara kultur/tradisi dalam berorganisasi yang selama ini menjadi khazanah kearifan warga dan pimpinan Muhammadiyah seperti dalam mengembangakn sikap moderat, maju dan suka beramal. 3. Menjalankan keputusan Muktamar Muhammadiyah, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

Muhammadiyah, peraturan-peraturan/qaidah-qaidah yang berlaku dalam Persyarikatan serta Keputusan Musywil dan Musyda yang diwujudkan dalam rencana strategis yang sesuai dengan prinsip dan kultur dalam Muhammadiyah.

4. Melaksanakan komitmen anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan yang ditandatangani seluruh anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Periode 2010 – 2015, secara amanah dan konsisten.

5. Berorientasi pada kerja sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditentukan. Menjalankan sistem kepemimpinan kolektif – kolegial dengan mengikuti tata kerja serta menjaga kekompakan, ukhuwah dan produktivitas dalam menjalankan kepemimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Periode 2010 – 2015.

6. Melaksanakan kepemimpinan dengan tiga fungsi penting secara komplementer/terpadu yaitu menjalankan kebijakan hasil Muktamar, Musywil Jawa Timur, Musyda ke-10 Lamongan dan misi gerakan, memainkan peran-peran strategis keumatan – kebangsaan – kemanusiaan serta melakukan pelayanan-pelayanan organisasi/warga Persyarikatan.

BAB IV

SUSUNAN DAN PERSONALIA Pasal 5

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan terdiri dari 11 orang telah dipilih oleh Musyda ke-10 Muhammadiyah Lamongan yang merupakan kesatuan kolektif dengan susunan dan personalia sebagai berikut :

Ketua : Drs. K.H. Abdul Hakam Mubarok, Lc. Wakil Ketua : K.H. Kusnan Sumber, S.Ag.

Wakil Ketua : Drs. H. Mustofa Nur, MM Wakil Ketua : K.H. Abdul Hamid Muhanan, Lc. Wakil Ketua : H. Subagio, SE.

Wakil Ketua : K.H. Afnan Anshori

Wakil Ketua : Drs. H.M. Nadjih Bakar, M.Si. Wakil Ketua : Drs. K.H. Ali Hilmy, MA., M.Ag. Sekretaris : Drs. Shodiqin, M.Pd.

Wakil Sekretaris : H. Ahmad Zaini, B.Sc, Eng. Bendahara : Drs. H. Munadji

BAB V PEMBAGIAN TUGAS

Pasal 6

Pimpinan Daerah merupakan kesatuan yang bulat dan tersistem dalam organisasi.

Pembagian tugas dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan tugas dan fungsi. Oleh karena itu setiap anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan dalam menjalankan tugasnya wajib melakukan dan memelihara hubungan, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi secara terus menerus.

Referensi

Dokumen terkait

Lembaga survei Media Research Center (MRC) merupakan lembaga yang sering melakukan survei setiap ada pilkada di Indonesia, tak terkecuali di Aceh, namun dari hasil

Fasilitas ini berupa sebuah perencanaan Apartemen Sewa yang berlokasi di Tangerang Selatan tepatnya di Jalan BSD Grand Boulevard yang disekitarnya terdapat

Hikmah merupakan kemampuan da’i dalam memilih, memilah dan menyelaraskan teknik dakwah dengan kondisi objek mad’u. Disamping itu juga al-hikmah merupakan kemampuan da’i

 Kegiatan water bombing ditangani oleh Satgas Penanggulangan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Barat..  Tanggal 8 September 2016 dilakukan

Jika pada pembahasan pertama tentang penangkal petir merupakan pengetahuan awal, maka pada pembahasan yang kedua ini lebih menekankan kepada perencanaan dan dasar teknis

Penelitian ini mengkaji mengenai kebijakan pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam industri migas di Kabupaten Bojonegoro sesuai Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2011

dan keyakinan kemampuan diri santri Pondok Pesantren Nurul Huda sudah cukup baik dan dapat dibuktikan dengan mereka membuat sendiri materi yang akan dikhitābahkan

Pereobaan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh pemberian pakan alami Tetraselmis chu ii dan Skeletonema costatum terhadap kandungan asam lemak omega-3