MAKALAH KEPRIBADIAN DAN EMOSI
MAKALAH KEPRIBADIAN DAN EMOSI
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar Belakang MasalahLatar Belakang Masalah
Perilaku organisasi merupakan sebuah kajian yang mempelajari tentang tingkah laku Perilaku organisasi merupakan sebuah kajian yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dimulai dari tingkah laku individu, kelompok, dan tingkah laku ketika berorganisasi, manusia dimulai dari tingkah laku individu, kelompok, dan tingkah laku ketika berorganisasi, serta pengaruh perilaku individu terhadap kegiatan organisasi dimana mereka melakukan dan serta pengaruh perilaku individu terhadap kegiatan organisasi dimana mereka melakukan dan bergabung dalam org
bergabung dalam organisasi tersebut.anisasi tersebut.
Dalam upaya
Dalam upaya pencappencapaian aian tujuatujuan n orgorganisasianisasi, , perilaperilaku ku orgaorganisasi dapat nisasi dapat memainmemainkankan peran
peran pentingnya pentingnya dalam dalam perkembangan perkembangan organisasi organisasi dengan dengan melihat melihat sudut sudut pandang pandang tingkahtingkah laku individu atau kelompok yang dapat memberikan pengaruh terhadap apa yang kita sebut laku individu atau kelompok yang dapat memberikan pengaruh terhadap apa yang kita sebut den
dengan gan kinkinerja erja orgorganianisasisasi. . SalSalah ah satsatu u yanyang g berberkaitkaitan an dendengan gan perperilakilaku u ororganganisasisasi i adaadalahlah kepribadian dan emosi.
kepribadian dan emosi. Di
Di daldalam am sebusebuah ah ororganganisasisasi, i, kepkepribribadiadian an dan dan emoemosi si akaakan n sansangat gat memmempenpengargaruhiuhi individu dalam menjalankan tugasnya (kinerja). Tanpa disadari, faktor kepribadian dan emosi individu dalam menjalankan tugasnya (kinerja). Tanpa disadari, faktor kepribadian dan emosi menjadi salah satu penentu keberhasilan kinerja yang dicapai oleh suatu organisasi. aka menjadi salah satu penentu keberhasilan kinerja yang dicapai oleh suatu organisasi. aka dari itu,
dari itu, sangat diperlusangat diperlukan bagi kan bagi seseoranseseorang g untuk tahu dan untuk tahu dan mengmengerti tentang kepribadiaerti tentang kepribadian n dandan em
emososi, i, babaik ik dadari ri segsegi i pepengngertertiaian, n, ciciri!ri!ciciriri, , dadan n babagigianan!b!bagagiaian n lailainnnnyaya. . PePemamakakalahlah mengharapkan setelah membaca karya tulis ini, selanjutnya pembaca mampu menguasai mengharapkan setelah membaca karya tulis ini, selanjutnya pembaca mampu menguasai ma
mateteri ri tetentntanang g kekeprpribibadadiaian n dadan n ememososi, i, dadan n didihahararapkpkan an jujuga ga pepembmbacaca a akakan an dadapapatt menempatkan dirinya di dalam sebuah organisasi. "arena, keberhasilan sebuah organisasi menempatkan dirinya di dalam sebuah organisasi. "arena, keberhasilan sebuah organisasi akan ditentukan oleh setiap individu di dalam organisasi itu sendiri.
akan ditentukan oleh setiap individu di dalam organisasi itu sendiri.
B.
B. Rumusan MasalahRumusan Masalah #.
#. $pa defenisi kepribadian, ciri!ciri, perkembangan kepribadian, dan tipe!tipe kepribadian serta$pa defenisi kepribadian, ciri!ciri, perkembangan kepribadian, dan tipe!tipe kepribadian serta pengaruhnya terhadap organisasi%
&. $pa definisi emosi, macam!macam emosi, bentuk!bentuk emosi dan pengaruhnya terhadap individu%
C. Tuuan Pem!ahasan
#. 'ntuk mengetahui tentang defenisi kepribadian, ciri!ciri, perke mbangan kepribadian, dan tipe! tipe kepribadian serta pengaruhnya terhadap organisasi.
&. 'ntuk mengetahui defenisi emosi, macam!macam emosi, bentuk!bentuk emosi dan pengaruhnya terhadap individu.
BAB II PEMBAHASAN
A. Ke"r#!a$#an
%. Pengert#an Ke"r#!a$#an
"ata kepribadian atau personality dalam bahasa nggris berasal dari bahasa unani kuno proposan atau persona yang artinya topeng yang biasa dipakai artis dalam teater. Para artis itu bertingkah laku sesuai dengan ekspresi topeng yang dipakainya, seolah!olah topeng itu me*akili ciri kepribadian tertentu. "onsep a*al dari pengertian personality adalah tingkah laku yang ditampakkan ke lingkungan sosial, kesan mengenal diri yang diinginkan agar dapat ditangkap oleh lingkungan sosial. Dalam istilah ilmiah pengertiannya berkembang menjadi lebih bersifat internal, yaitu sesuatu yang relatif permanen menuntun, mengarahkan,
dan mengorganisir aktivitas manusia.#+#
Terdapat beberapa pengertian berbeda tentang kepribadian yang dikemukakan oleh para pakar kepribadian. asing!masing para pakar kepribadian membuat definisi sendiri! sendiri sesuai dengan paradigma yang mereka yakini dan fokus analisis dari teori yang
mereka kembangkan. -erikut beberapa contoh definisi kepribadian&+&
a. /ilai sebagai stimulus sosial, kemampuan menampilkan diri secara mengesankan (0ilgard dan ar1uis).
1[1] Abu Bakar M. Luddin, Psikologi Konseling, (Bandung: Citapustaka Media
Perintis, 2011), ha. 12!.
b. "ehidupan seseorang secara keseluruhan, individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuan bertahan dan membuka diri, kemampuan memperoleh pengalaman (Stern).
c. 2rganisasi dinamik dalam sistem psikofisiologis seseorang yang menentukan model penyesuaiannya yang unik dengan lingkungannya ($llport).
d. Pola trait!trait yang unik dari seseorang (3uilford).
e. Seluruh karakteristik seseorang atau sifat umum banyak orang yang mengakibatkan pola yang menetap dalam merespon suatu situasi (Pervin).
f. Seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil yang menentukan keumuman dan perbedaan tingkah laku psikologik (verfikir, merasa, dan gerakan) dari seseorang dalam
*aktu yang panjang dan tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologik saat iu (addy dan -urt).
g. Suatu lembaga yang mengatur organ tubuh yang sejak lahir sampai mati tidak pernah berhenti terlibat dalam pengubahan kegiatan fungsional (urray).
h. Pola khas dan fikiran, perasaan dan tingkah laku yang membedakan orang yang satu dengan lainnya dan tidak berubah lintas *aktu dan situasi (Phares).
"epribadian atau personality pada dasarnya merupakan karakteristik psikologis dan perilaku individu yang sifatnya relatif permanen (karena terbentuk oleh *aktu yang cukup lama) yang membedakan satu individu dengan individu lainnya. Dalam komteks organisasi, seorang manajer atau pemimpin organisasi dituntut untuk dapat memahami kepribadian dari setiap individu agar manajer atau pemimpin organisasi bisa mengetahui bagaimana cara terbaik untuk menghadapi mereka. emahami kepribadian adalah termasuk hal mendasar
yang perlu dipahami oleh para manajer atau pemimpin organisasi.4+4
&. C#r#'C#r# Ke"r#!a$#an
Dari penjelasan definisi yang sudah dikemukakan sebelumnya, ada lima persamaan
yang menjadi ciri dari kepribadian, yaitu5+5
a. "epribadian bersifat umum, kepribadian menunjuk kepada sifat umum seseorang, fikiran, kegiatan dan perasaan yang berpengaruh secara sistemik terhadap seluruh tingkah lakunya.
%[%] &rnie 'isnaati ue dan *urniaan ae+uah, Pengantar Manajemen,
(akarta: *en-ana 2010), ha. 21.
/[/] Abu Bakar M. Luddin, Psikologi Konseling, (Bandung: Citapustaka Media
b. "epribadian bersifat khas, kepribadian dipakai untuk menjelaskan sifat individu yang membedakan dia dengan orang lain, seperti tanda tangan atau sidik jari, bagaimana individu berbeda dengan individu lainnya.
c. "epribadian berjangka lama, kepribadian dipakai untuk menggambarkan sifat individu yang a*et, tidak mudah berubah sepanjang hayat. "alau terjadi perubahan biasanya bersifat bertahap atau akibat merespon sesuatu kejadian yang luar biasa.
d. "epribadian bersifat kesatuan, kepribadian dipakai untuk memandang diri sebagai unit tunggal, struktur atau organisasi internal dipotetik yang membentuk kesatuan dan konsisten. e. "epribadian dapat berfungsi baik atau berfuungsi buruk, kepribadian adalah cara bagaimana
orang berada di dunia. $pakah dia tampil dalam tampilan yang baik, kepribadiannya sehat dan kuat. $tau tampil sebagai burung yang lumpuh yang berarti kepribadiannya menyimpang atau lemah.
6iri kepribadian sering dipakai untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa orang senang dan mengapa susah, berhasil atau gagal, berfungsi penuh atau berfungsi sekadarnya.
(. Perkem!angan Ke"r#!a$#an
"epribadian seseorang seperti yang kita lihat sekarang, tidaklah diba*a sejak lahir, Sigmund 7reud dalam $bu -akar . 8uddin, mengatakan kepribadian telah terbentuk pada akhir tahun kelima dari kelahiran dan perkembangan selanjutnya merupakan penghalusan
struktur dasar itu.9+9
$llport dalam buku yang sama, juga menegaskan bah*a individu dari lahir mengalami perubahan!perubahan yang penting. $nak yang baru lahir dilengkapi keturunan! keturunan, dorongan!dorongan, nafsu dan reflek mengisap, merekam gerakan namun belum punya sifat dan kepribadian. emiliki potensi fisik dan tempramen yang aktualisasinya tergantung kepada perjembangan dan kematangan. elalui aktivitas umum yang menjadi sumber tingkah laku yang bermotif. Sifat!sifat khas seorang anak baru dapat dilihat pada umur & tahun. Perkembangan itu mele*ati garis!garis yang berganda. -ermacam!macam mekanisme atau prinsip!prinsip dipakai untuk mendeskripsikan mengenai perubahan!
perubahan sejak kanak!kanak sampai de*asa.:+:
[] Ibid., ha. 12.
anusia adalah organisme yang pada *aktu lainnya merupakan makhluk biologis, lalu berubah menjadi individu yang egonya selalu berkembang, struktur sifat!sifatnya meluas dan merupakan inti dari tujuan!tujuan dan aspirasi masa depan. Pada orang de*asa faktor yang menentukan tingkah laku adalah trait yang terorganisasikan dan selaras. Trait ini timbul dalam berbagai cara dari perlengkapan!perlengkapan yang dimiliki. Tujuan yang akan dicapai serta aspirasi!aspirasi masa depan merupakan motif utama dalam perubahan kepribadian.
Pribadi yang telah de*asa itu pada dasarnya harus memiliki hal!hal sebagai berikut;+;
a. <=tension of self, yaitu hidupnya tidak harus terikat secara sempit kepada kegiatan!kegiatan yang erat hubungannya dengan kebutuhan serta ke*ajiban yang langsung, dia harus dapat mengambil bagian dan menikmati bermacam!macam kegiatan. Suatu hal yang penting dari e=tension of self ialah proyeksi ke masa depan melalui perencanaan dan harapan.
b. Self objectification yang terdiri dari komponen humor dan insight, insight adalah kecakapan hidup untuk mengerti dirinya, sedangkan humor tidak hanya berarti kecakapan untuk mendapatkan kesenangan dan hal yang menerta*akan saja, melainkan juga kecakapan untuk mempertahankan hubungan positif dengan dirinya sendiri dan objek!objek yang disenangi serta menyadari adanya ketidakselarasan dalam hal ini.
c. 7alsafah hidup, maksudnya individu itu harus dapat objektif dan menikmati kejadian!kejadian dalam hidupnya, juga mesti ada latar belakang yang mendasari segala sesuatu yang dikerjakannya yang dapat memberinya arti dan tujuan. >eligi merupakan salah satu hal yang penting dalam falsafah hidup seseorang.
"epribadian seseorang tumbuh dan berkembang melalui proses sebagai berikut?+?
a. ndividualisme, yakni suatu proses menjadi manusia, perubahan masa bayi yang sangat bergantung menjadi tidak bergantung. Proses ini membantu manusia memperluas kesadaran
identitas pribadinya, penerimaan dirim kepastian akan dirinya.
b. Sosialisasi, yaitu suatu proses dinamis dimana individu mempelajari keterampilan! keterampilan, informasi dan pemahaman kebutuhan, berhubungan secara efektif dengan orang lain. Proses sosialisasi berlangsung dengan mementingkan hubungan antara individu dalam kelompok.
"["] Ibid., ha. 1%1.
c. ntegrasi, yaitu suatu proses yang mengkombinasikan, mengorganisir, dan mengerjakan bersama bagian!bagian yang berbeda atau sifat khas dari seseorang individu menuju ke
tingkat yang lebih tinggi sebagai suatu keseluruhan yang kompleks. ). Per!e$aan Ke"r#!a$#an
enurut @illiam arston, tipe kepribadian seseorang dapat diketahui berdasarkan observasi terhadap pola perilaku yang ditampilkannya. Tipe kepribadian tersebut terdiri atas tipe dominant , inspiring , supportive, dan cautious. >incian karakteristik dari tiap!tiap tipe
kepribadian tersebut adalah sebagai berikutA+A
A. T#"e *D+m#nant, "ata!kata
penjelas
Dominan, pengatur, penuntutBbanyak permintaan, tegas, tekun, pelaku.
Pola pikir 8akukanC @ujudkanC >aih kemenanganC 0asilC
0al yang disukai
"egiatan, kompetisi, kerja keras, melakukan sesuatu, tantangan, mendapatkan hasil, menjadi pimpinan, menyelesaikan tugas!tugas.
ereka adalah orang yang
-erorientasi pada tujuan, tidak mudah puas, percaya diri, tabah, tekun, menyadari pentingya prestasi.
Dimotivasi oleh Tantangan, pilihan, pengendalian.
8ingkungan yang dibutuhkan
"ebebasan, ke*enangan, kegiatan yang bervariasi, kesempatan berkembang.
3aya komunikasi "omunikasi lugasBterus terang.
"elemahan "urang sensitif terhadap orang lain, kurang bisa santai,
kurang sabar. B. T#"e *Ins"#r#ng,
"ata!kata penjelas
-ersemangat, berpengaruh, penting, interaktif, mngesankan, berminat pada hubungan dengan orang lain.
Pola pikir adi bintang pertunjukan, bersenang!senang, dan gembiraC
0al yang disukai
empengaruhi orang lain, rencana jangka pendek, membuat orang terta*a, melakukan banyak halBkegiatan, berbincang! bincang dengan orang lain, prestise, dipandang penting. ereka adalah
orang yang
-anyak bicara, pandai memulai hubungan, menyenangkan, cenderung membesar!besarkan, mudah gembira, senang menonton.
[] Masganti it, Perkembangan Pesera Didik , (Medan: Perdana Pubishing,
Dimotivasi oleh Penghargaan, persetujuan, popularitas. 8ingkungan yang
dibutuhkan
Prestise, hubungan persahabatan, kesempatan untuk
mempengaruhi orang lain, kesempatan untuk mengilhami orang lain, kesempatan untuk mengemukakan ide.
3aya komunikasi -ersabat dan komunikasi informal.
"elemahan
"urang bisa mengelola *aktu, kurang realistis, kurang mendengarkan orang lain, kurang memperhatikan penyelesaian tugas.
C. T#"e *Su""+rt#-e, "ata!kata
penjelas
Pendukung, kokoh, tabahBteguh hati, ramah, peka, sentimentil.
Pola pikir /etral. -ergaullah dengan semua orang. Tidak ada konflik.
0al yang disukai Perdamaian, harmoni, ketentraman hati, kelompok
persahabatan, kerja tim, menolong orang lain, kerjasama. ereka adalah
orang yang
-erorientasi kelompok, sahabat, koorperatif, teman setia, peka terhadap kebutuhan orang lain, mau memahami dan
menerima orang lain.
Dimotivasi oleh "eamanan, penghargaan, kepastianBjaminan.
8ingkungan yang dibutuhkan
@ilayah khusus, identifikasi dengan kelompok, pola kerja yang mapan, situasi yang stabil, lingkungan yang konsisten.
3aya komunikasi "omunkasi yang hangat, terbuka, tulus.
"elemahan Sulit bila harus menghadapi perubahan, tidak mampu
mengatakan ETidakF, sulit bertindak bebasBindependen. D. T#"e *Caut#+us,
"ata!kata penjelas
0ati!hati, penuh perhitungan, mampu, konsisten, pemikir, dan teliti.
Pola pikir
"erjakan sesuatu dengan benar dan sempurna. $pa rencanya% Sudahkan mempertimbangkan segala sesuatunya% $pa tujuan sesungguhnya% engapa%
0al yang disukai
"onsistensi, kerja hebat, mengerjakan dengan tepat,
informasiBdata, nilai, kualitas, segala sesuatu berjalan dengan benar, ada perencanaan, prosedur, kejujuran.
ereka adalah orang yang
-erorientasi pada prosedur, mengabdikan diri pada tugas, terfokus pada detail, logis, akurat, menaruh rasa hormat.
Dimotivasi oleh a*aban berkualitas, keunggulan, nilai.
3aya komunikasi "omunikasi yang logis, tepat, dan detail.
"elemahan
$nalisis berlebihan, kurang mampu menepati deadline, perfeksionis, kurang mampu mengekspresikan perasaan,
. T#"e Ke"r#!a$#an
>enee -aron dan <liGabeth @agele dalam arganti Sit, menyatakan ada sembilan
tipe kepribadian manusia, yaitu#H+#H
a. Perfeksionis. 2rang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
b. Penolong. Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan peranan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
c. Pengejar prestasi. Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
d. >omantis. 2rang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri
sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghiindari citra diri yang biasa!biasa saja.
e. Pengamat. 2rang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki ja*aban.
f. Pencemas. 2rang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
g. Petualang. Tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan
hal!hal yang menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.
h. Pejuang. Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri,
kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
i. Pendamai. Para pendamai termotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu
dengan orang lain dan menghindari politik. B. Em+s#
%. Pengert#an Em+s#
Perasaan atau emosi merupakan gejala afektif pada keji*aan manusia yang dihayati secara subjektif, yang pada umumnya bersentuhan secara langsung dengan gejala pengenalan. Dalam realitas terdalam, perasaan atau emosi ji*a tidak bersifat tetap, baik dalam bentuknya maupun kadarnya. Sakit dengan pedih, cinta dengan sayang, adalah bentuk perasaan yang berbeda dan memiliki ukuran kedalaman emosi yang berbeda. Perbedaan itu dilatarbelakangi
oleh kepribadian dan keadaan hati seseorang.##+##
enurut Daniel 3oleman dalam uhammad $li dan uhammad $srori, emosi dimaknai sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap!luap. 6haplin dalam buku yang sama mendefinisikan emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan!perubahan yang
disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku.#&+#&
stilah emosi kurang lebih dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang muncul dari organisme manusia. <mosi adalah suatu pengalaman yang sadar yang mempengaruhi kegiatan jasmani, yang menghasilkan penginderaan organis dan kenstetis dan ekspresi yang menampak, serta dorongan!dorongan dan suasana perasaan yang kuat. Pada hakikatnya, suatu emosi adalah suatu pengalaman yang sadar, kompleks, dan meliputi unsur perasaan,yang mengikuti keadaan fisiologis dan mental, yang muncul serta penyesuaian batiniha, dan yang mengekspresikan dirinya dalam tingkah laku yang menampak. <mosi tidak sama dengan dorongan atau keinginan atau kehendak atau pun motif. Tetapi terdapat suatu hubungan sebab akibat antara emosi dengan hal tersebut. 7ungsi suatu emosi meliputi perubahan fisiologis.
Tingkah laku yang menampak, perasaan!perasaan dan tekanan!tekanan.#4+#4
&. Te+r#'te+r# Pr+ses Tera$#n/a Em+s#
a. Te+r# 0ames'Lange
Teori amer!8ange emosi berpendapat bah*a sebuah peristi*a menyebabkan
rangsangan fisiologis terlebih dahulu dan kemudian seseorang menafsirkan rangsangan ini. Setelah interpretasi dari rangsangan terjadi seseorang mengalami emosi. 6ontohnya, seseorang berhalan menyusuri lorong gelap larut malam dan dia mendengarkans esuatu. $da suara jejak di belakangnya dan dia mulai gemetar, jantungnya berdetak lebih cepat, dan
11[11] sean3 Marian3, Psikologi Umum, (Bandung: Pustaka etia, 2010), ha.
221.
12[12] Muha44ad Ai dan Muha44ad Asrri, Psikologi Remaja (Perkembangan
Peserta Didik), (akart: Bu4i Aksara, 2011), ha. !2.
1%[1%] Abu Ah4adi dan M. 54ar, Psikologi Umum, (uraba3a: Bina 64u, 12),
napasnya semakin dalam. Dia melihat perubahan!perubahan fisiologis dan menafsirkannya
sebagai situasi yang menakutkan kemudian, maka dia mengalami rasa takut.#5+#5
!. Te+r# Mer#am Bar$
Teori eriam -ard berpendapat bah*a seseorang mengalami rangsangan fisioogis dan emosional pada saat yang sama, tetapi tidak melibatkan peran pikiran atau perilaku lahiriah. 6ontoh ketika seseorang berjalan menyusuri lorang gelap larut malam dan dai mendengarkan sesuatu. $da suara jejak kaki dibelakannya, dia mulai gemetar, jantungnya berdetak lebih cepat, dan pernapasannya menjadi lebih dalam dan pada saat yang sama dia
merasa takut.#9+#9
1. Te+r# S1ha1hter'S#nger
enurut Teori ini, suatu peristi*a pertama menyebabkan rangsangan fisiologis, kemudian seseorang harus mengidentifikasi alasan untuk stimulus ini dan kemudian dia mendapat pengalaman yang disebut emosi. 6ontoh ketika seseorang berjalan menyusuri lorang gelap larut malam dan dai mendengarkan sesuatu. $da suara jejak kaki dibelakannya, dia mulai gemetar, jantungnya berdetak lebih cepat, dan pernapasannya menjadi lebih dalam. Setelah melihat ini rangsangan dia menyadari kenyataan bah*a dia berjalan menyusuri lorong gelap sendirian, perilaku ini berbahaya dan hal itu menyebabkan dia merasakan emosi
takut.#:+#:
$. Te+r# La2arus
Teori 8aGarus menyatakan bah*a pikiran harus datang sebelum emosi atau rangsangan fisiologis. Dengan kata lain, seseorang harus terlebih dahulu berfikir tentang situasi, sebelum dia mengalami emosi. 6ontoh ketika seseorang berjalan menyusuri lorang gelap larut malam dan dai mendengarkan sesuatu. $da suara jejak kaki dibelakannya, dan dia
1/[1/] Masganti it, Perkembangan Pesera Didik , (Medan: Perdana Pubishing,
2010), ha. 102.
1[1] Ibid., ha. 10%.
pikir mungkin perampok sehingga dia mulai gemetar, jantungnya berdetak lebih cepat, dan
pernapasannya menjadi lebih dalam dan pada *aktu takut pengalaman yang sama.#;+#;
(. Ma1am'ma1am Perasaan
Perasaan pada umumnya dibagi dua, yakni perasaan senang dan perasaan tidak senang. Perasaan senang merupakan suasana hati yang cerah direspons oleh keadaan tubuh yang atraktif. Dinamika tubuh ketika menerima perasaan senang berbeda dengan ketika menerima perasaan tidak senang. isalnya perasaan senang itu terlihat jelas pada anak sekolah yang berteriak!teriak kegirangan, berpesta ria ketika ujian akhir nasionalnya dinyatakan lulus. Perasaan tidak senang adalah suasana hatiyang menolak peristi*a yang berkaitan dengan dirinya yang jauh dari sesuatu yang diharapkan. Tidak senang adalah perasaan yang sama dengan perasaan senang jika dilihat dari alat yang meresponnya, yakni hati atau ji*a yang terdalam. Perasaan pun dapat memperlihatkan diri ke dalam bentuk perbuatan fisik yang dapat ditafsirkan oleh orang lain. isalnya, murid yang tidak lulus,
menjerit, menangis, merangkul ibunyam atau bahkan merobek ijaGah.#?+#?
enurut Palland dalam >oeslany arliany, ada tiga golongan perasaan manusia yang
merupakan gejalan keji*aan, yaitu#A+#A
a. Perasaan!perasaan yang aktual, yakni yang berhubungan dengan kejadian yang dihadapi sekaran, yang disebut dengan perasaan!perasaan present.
b. Perasaan yang berhubunan dengan sesuatu yang belum terjadi, yakni harapan.
c. Perasaan yang berhubungan dengan peristi*a masa lalu, semacam hantu yang menakutkan, sehingga sering dikatakan menghantui perasaan, misalnya perasaan merasa bersalah karena seorang suami tidak menemani istrinya yang melahirkan, kemudian sang istri meninggal dunia saat melahirkan.
). Bentuk'!entuk Em+s#
1"[1"] Ibid., ha. 10/.
1$[1$] sean3 Marian3, Psikologi Umum, (Bandung: Pustaka etia, 2010), ha.
22/.
eskipun emosi itu sedemikian kompeksnya, namun Daniel 3oleman dalam uhammad $li dan uhammad $srori mengidentifikasi sejumlah kelompok emosi, yaitu&H+&H
a. $marah, di dalamnya meliputi brutal, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan, dan kebencian patologis.
b. "esedihan, di dalamnya meliputi pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, kesepian, ditolak, putus asa, dan depresi.
c. >asa takut, di dalamnya meliputi cemas, takut, gugup, kha*atir, *as*as, perasaan takut sekali, sedih, *aspada, tidak tenang, ngeri, panik dan fobia.
d. "enikmatan, di dalamnya meiputi bahagia, gembira, raing puas, riang, senang, terhibur, bangga, kenikmatan indra*i, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang, senang sekali,
dan mania.
e. 6inta, di dalamnya meliputi penerimaan, persahabatan, keperc ayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, dan kasih sayang.
f. Terkejut, di dalamnya meliputi terkesiap, takjub, dan terpana.
g. engkel, di dalamnya meliputi hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, dan mau muntah. h. alu, di dalamnya meliputi rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib, dan hati
hancur lebur.
. Pengaruh Em+s# Terha$a" In$#-#$u
<mosi merupakan perkembangan yang sempurna dari suatu pola tingkah laku individu. <mosi itu mempunyai banyak nilai kehidupan dan dapat bekerja bagi kegembiraannya atau bagi perlindungannya. Pribadi yang matang emosinya siap untuk mengontrol tingkah lakunya. Tetapi keputusan!keputusan yang diambilnya sendiri akan cenderung dikondisi oleh pengalaman!pengalaman emosionalnya. -erikut beberapa pengaruh emosi terhadap individu&#+&#
a. Pengaruh em+s# terha$a" t#ngkah laku
Perasaan takut, marah, kasih sayang, kegembiraan, rasa ingin tahu, dan cemburu berfungsi sebagai kekuatan!kekuatan pendorong. ereka mendorong seorang individu menuju kegiatan konstruktif. ereka berpartidipasi dalam bentuk!bentuk tingkah laku yang
20[20] Muha44ad Ai dan Muha44ad Asrri, Psikologi Remaja (Perkembangan
Peserta Didik), (akart: Bu4i Aksara, 2011), ha. !%.
21[21] Abu Ah4adi dan M. 54ar, Psikologi Umum, (uraba3a: Bina 64u, 12),
destruktif. Pemilihan kontrol terhadap tingkah laku. "arenanya, menjadi sangat penting selama terjadi pengalaman emosional. $kibat emosi terhadap tingkah laku individu berbeda! beda karena umur dan tingkat perkembangannya. -iasanya individu mengalami situasi!situasi yang memaksa mereka mencapai kede*asaan. Perbuatan kontrol emosional soerang yang telah de*asa sangat beguna, tidak saja untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk setiap orang muda yang terpengaruh oleh contoh!contohnya. <mosi dapat dikontrol sedemikian rupa sehingga berperan melayani individu dan bukan merupakan tuannya.
!. Pengaruh em+s# terha$a" kea$aan asman#
<mosi memberikan pengaruh besar pada perencanaan dan proses jasmani lainnya. "etakutan yang berlebih!lebihan, kemarahan yang kuat dan kebimbangan yang dalam, dapat menimbulkan akibat!akibat yang merugikan kesehatan. "elenjar!kelenjar pencernaan dalam mulut, dalam perut, dan dalam seluruh saluran pencernaan dipengaruhi oleh gangguan emosional. -iasanya suasanan!suasana emosi yang tenang dan menggembirakan akan menjadikan kelenjar!kelenajar pencernaan berfungsi dengan sebaik!baiknya.
1. Pengeruh em+s# "a$a 3ungs#'3ungs# la#nn/a.
-iasanya gangguan bicara seperti gagap itu disebabkan gangguan emosi. "eadaan seperti itu sering terjadi pada masa!masa remaja. Pengaruh emosi marah merupakan sumber daru kesulitan bicara dan kelaian jasmaniah lainnya. -ila individu dibebaskan dari gangguan emosi, bicaranya relatif normal, tetapi bila seorang individu dalam keadaan emosi, maka akan menunjukkan penyimpangan cara berbicara.
BAB III PENUTUP
A. S#m"ulan
#. "ata kepribadian atau personality dalam bahasa nggris berasal dari bahasa unani kuno
proposan atau persona yang artinya topeng yang biasa dipakai artis dalam teater. "epribadian atau personality pada dasarnya merupakan karakteristik psikologis dan perilaku individu yang sifatnya relatif permanen (karena terbentuk oleh *aktu yang cukup lama) yang membedakan satu individu dengan individu lainnya.
6iri kepribadian adalah, bersifat umum, bersifat khas, berjangka lama, bersifat kesatuan, dapat berfungsi baik atau berfungsi buruk.
"epribadian seseorang seperti yang kita lihat sekarang, tidaklah diba*a sejak lahir. anusia adalah organisme yang pada *aktu lainnya merupakan makhluk biologis, lalu berubah menjadi individu yang egonya selalu berkembang, struktur sifat!sifatnya meluas dan merupakan inti dari tujuan!tujuan dan aspirasi masa depan.
Tipe kepribadian seseorang dapat diketahui berdasarkan observasi terhadap pola perilaku yang ditampilkannya. Tipe kepribadian tersebut terdiri atas tipe dominant , inspiring , supportive, dan cautious.
Tipe!tipe kepribadian antar lain, perfeksionis, penolong, pengejar prestasi, romantis, pengamat, pencemas, petualang, pejuang, pendamai.
&. stilah emosi kurang lebih dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang muncul dari organisme manusia. <mosi adalah suatu pengalaman yang sadar yang mempengaruhi kegiatan jasmani, yang menghasilkan penginderaan organis dan kenstetis dan ekspresi yang menampak, serta dorongan!dorongan dan suasana perasaan yang kuat.
Perasaan pada umumnya dibagi dua, yakni perasaan senang dan perasaan tidak senang. Perasaan senang merupakan suasana hati yang cerah direspons oleh keadaan tubuh yang atraktif. Perasaan tidak senang adalah suasana hatiyang menolak peristi*a yang berkaitan dengan dirinya yang jauh dari sesuatu yang diharapkan.
-entuk!bentuk emosi antara lain, amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel, malu.
<mosi merupakan perkembangan yang sempurna dari suatu pola tingkah laku individu. <mosi itu mempunyai banyak nilai kehidupan dan dapat bekerja bagi kegembiraannya atau bagi perlindungannya. Pribadi yang matang emosinya siap untuk mengontrol tingkah lakunya. Tetapi keputusan!keputusan yang diambilnya sendiri akan cenderung dikondisi oleh pengalaman!pengalaman emosionalnya. <mosi dapat berpengaruh terhadap tingkah laku,
terhadap keadaan jasmani, dan pada fungsi!fungsi lainnya.
B. Saran
#. Dengan mengetahui defenisi dan konsep tentang kepribadian dan emosi diharapkan pembaca dapat menerapkannya di dalam dunia organisasi dan mampu menjadi individu yang berkarakter dan dapat memahami individu lainnya.
DA4TAR PUSTAKA
$li, uhammad, and uhammad $srori. Peikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik). akarta -umi $ksara, &H##.
. 8uddin, $bu -akar. Psikologi Konseling. -andung 6itapustaka edia Perintis, &H##. arliany, >oesleny. Peikologi Umum. -andung Pustaka Setia, &H#H.
Sit, arganti. Perkembangan Peserta Didik. edan Perdana Publishing, &H#H.
Sule, <rnie Tisna*ati, and "urnia*an Saefullah. Pengantar Manajemen. akarta "encana, &H#H.