PEMODELAN MATEMATIK ROL PENGGULUNG
PADA INDUSTRI METALIZING
Yaya Finayani
1, Sudarno
2, Muhammad Alhan
31Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Pratama Mulia Surakarta Jl. Haryo Panular 18A Surakarta, 57149 Telp 0271 712637 2Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Pratama Mulia Surakarta
Jl. Haryo Panular 18A Surakarta, 57149 Telp 0271 712637 3Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Pratama Mulia Surakarta
Jl. Haryo Panular 18A Surakarta, 57149 Telp 0271 712637 Email: [email protected]
Abstrak
Mesin metallizing merupakan salah satu mesin produksi PT. Tomoko Daya Perkasa yang memiliki kontruksi system rol guna melakukan proses transportasi web material untuk pelapisan aluminium pada plasticSistem transportasi web material pada Mesin Metallizing terdapat 4 jenis rol yaitu rol pengumpan, main drum roll , tension roll serta rol penggulung.
Model matematik system
transportasi web material mesin metalizing terbentuk dari dua persamaan yaitu persamaan
dinamik gaya tegang dan persamaan dinamik kecepatan. Persamaan matematik system rol
mesin metalizing merupakan system MIMO (multi input multi output) dengan jumlah input
sebanyak 4 input yaitu gaya putar rol penggulung, gaya putar tension roll, gaya putar rol
penggulung, kecepatan sudut main drum roll, serta 4 output yaitu gaya tegang antara rol
penggumpan dengan main drum roll, gaya tegang antara main drum roll dengan tension
roll, gaya tegang antara tension roll dengan rol penggulung, kecepatan main drum roll.
Dari 4 model matematik fungsi alih pada bagian sistem rol pengggulung mesin metallizing
diperoleh 2 persamaan fungsi alih yang tidak berubah waktu (time invarying)
๐บ
32๐ dan
๐บ
33๐ , sedangkan 2 persamaan fungsi alih berubah waktu (time varying) ๐บ
31๐ dan
๐บ
34๐ . Hasil simulasi keempat model fungsi alih bagian rol penggulung dengan uji
masukan unit step diperoleh letak pole -0,83; -0.50; -0,25; -0,24 sedangkan letak zero
๐บ
31๐ pada -0,25; ๐บ
32๐ di -0.25 dan 0,00; ๐บ
33๐ pada 0,00; -0,83; -0,25 ๐บ
34๐ di
-0,83; -0,50. -0,25. Dengan diskritisasi tustin waktu sampling 0,5 detik diperoleh model
fungsi alih diskrit kawasan z fungsi alih bagian rol penggulung dalam orde 4.
Kata kunci:diskritisasi; mesin metalizing; model matematik; rol penggulung;tustin
Pendahuluan
Industri metallizing merupakan industri yang produksinya melakukan proses pelapisan aluminium foil pada plastik untuk pembungkus makanan, salah satu industri metallizing tersebut yaitu PT. Tomoko Daya Perkasa Metallizing Industri Surakarta. Dalam melaksanakan proses produksinya PT. Tomoko Daya Perkasa menggunakan mesin-mesin produksi diantaranya mesin metallizing dan mesin rewinder (Finayani, dkk, 2012-2013), mesin-mesin tersebut terdiri dari beberapa rol diantaranya rol pengumpan, main drum rol, tension rol dan rol penggulung sedangkan tiap-tiap rol terhubung dengan motor listrik, untuk mesin metallizing menggunakan motor dc sedangkan mesin rewinder menggunakan motor induksi 3 fasa.
Untuk mengetahui karakteristik suatu sistem dalam hal ini sistem rol dalam mesin metallizing atau mesin rewinder atau akan melakukan analisis teknik pengendalian lebih lanjut dari sistem tersebut dibutuhkan model matematis. PT. Tomoko Daya Perkasa Metallizing Industry merupakan salah satu industry plastik melakukan system transfortasi web, web adalah sebidang material yang diproses dan dihasilkan secara kontinu dalam suatu proses di industry. Sistem transportasi web terdiri dari rol yang digerakkan oleh rangkaian penggerak motor DC. Web harus melalui beberapa bagian pengolahan dari proses yang berkelanjutan secara kontinu yaitu rol penggulung. Penanganan web meliputi hubungan yang berkaitan dengan transportasi dan dan pengendalian material web.. Contoh system transportasi web yaitu pada proses aluminum foil di PT. Tomoko Daya Perkasa, untuk mendapatkan
kualitas produksi sesuai yang diharapkan selama proses transportasi web diperlukan teknik pengendalian lebih lanjut seperti teknik pengendalian ketegangan web dan kecepatan penggerak rol.
Dalam melakukan analisis dan desain sistem kendali, sistem fisis harus dibuat model fisisnya. Model fisis harus dapat menggambarkan karakteristik dinamis sistem tersebut secara memadai. Model matematis diturunkan dari hukum-hukum fisis sistem tersebut, dinamika sistem mekanis dimodelkan dengan hukum Newton, hukum Hooke dan hukum Konservasi Massa. Sedangkan dinamika sistem elektrik dimodelkan dengan hukum Kirchoff, hukum Ohm. Model matematis merupakan suatu sistem dari kumpulan persamaan yang menggambarkan dinamika suatu sistem secara memadai serta harus dimodelkan secara lengkap.
Penelitian tentang pemodelan matematik, metode diskritisasi tustin serta sistem rol pada industri, telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Model sistem transportasi web material yang terdiri dari tiga bagian rol yaitu rol pengumpan, master speed dan rol penggulung (Knittel, dll 2002). Pemodelan sistem transportasi web material berupa persamaan dinamik gaya tegang dan persamaan dinamik kecepatan (Pagilla dkk 2007). Pada industri metallizing terdapat mesin metallizing dan mesin rewinder untuk menjalankan proses produksinya, dengan motor penggerak motor dc untuk mesin metallizing, sedangkan motor induksi 3 fasa penggerak mesin rewinder (Finayani, dkk 2013). Pemodelan dan simulasi sistem control magnetic levitation ball, penelitian ini melihat fenomena pelayangan benda melalui pengontrol kuat medan magnet elektrik serta rentang kestabilan tinggi benda yang ditayangkan. (Wibowo, dkk 2011). Pemodelan matematik pada kontrol umpan balik kecepatan motor dc yang disimulasikan dalam bentuk pemodelan analog dan digital ( Petras, 2009). Pemodelan waktu diskrit MCS (minimal control synthesis) menggunakan metode MRAC (model reference adaptive control) (Bernardo, dkk 2013).
Bahan dan Metode Penelitian Mesin metalizing
Mesin metallizing merupakan salah satu jenis mesin produksi PT. Tomoko Daya Perkasa Metallizing Industry yang dengan fungsi melakukan proses pelapisan aluminium pada plastik. Adapun bentuk Mesin Metallizing tersebut dapat ditunjukkan beberapa gambar di bawah ini:
( a ) ( b )
Gambar 1 Mesin Metallizing ( a ) tampak depan ( b ) tampak belakang
Gambar 1(a) menunjukkan dokumentasi mesin metalizing, terlihat panel operator untuk mengoperasikan mesin tersebut. Sedangkan Gambar 1 (b) terlihat bagian belakang mesin metalizing, tampak kontruksi rol mesin tersebut juga motor penggerak mesin yang merupakan jenis motor DC. Motor DC yang digunakan salah satunya tipe 1GF5 dengan spesifikasi tegangan 400V โ 600V, koneksi delta, frekuensi 50 โ 60 Hz, daya keluaran 2,45 โ 76 kW arus keluaran 14 โ 14,5 A, daya motor DC yang digunakan di PT. Tomoko mencapai 33 kW. Teknik pengendalian urutan proses secara digital menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) pada mesin metallizing. Salah satu urutan proses yang dikontrol yaitu pengaturan kecepatan motor DC yang merupakan salah satu komponen penggerakmesin metallizing. PLC yang digunakan PT. Tomoko Daya Perkasa tipe PLC SIMOREG. (Finayani, 2012). Gambar 2 menunjukkan bagian pompa vakum mesin metalizing yang berfungsi untuk mengeluarkan molekul-molekul gas dari dalam sebuah ruangan tertutup untuk mencapai tekanan vakum
,
sehingga proses pelapisan aluminium foil dapat merekat dan mengkilap pada plastic, ba gian ini digerakkan oleh motor induksi 3 fasa.Pemodelan matematik system rol pada mesin metallizing
Hasil pengamatan serta diskusi yang dilakukan di PT. Tomoko Daya Perkasa Metallizing Industry diperoleh informasi bahwa kontruksi system rol pada Mesin Metallizing ditunjukkan pada monitor mesin tersebut yang diperlihatkan Gambar 3, Mesin Metallizing memiliki 4 jenis rol utama yaitu unwinder roll (rol Pengumpan), Main
Drum roll (rol pengendali kecepatan, master speed(Pagilla, 2007)), Tension roll (mengatur ketegangan material, identik dengan rol proses (Paggilla, 2007), rewinder roll (rol penggulung) dengan tiap-tiap rol digerakkan oleh motor dc.
( a ) ( b )
Gambar 2 ( a) Tampilan Layar Monitor Mesin Metallizing (b) Kontruksi Rol Mesin Metallizing
Gambar 2 (a) dan (b) dapat dirumuskan model system rol Mesin Metallizing PT. Tomoko Daya Perkasa identik dengan Model Transportasi Web Material (Pagilla, 2007) yang diperlihatkan Gambar 3.
Model Matematik dari Mesin Metallizing dirumuskan sebagai berikut: Bagian rol pengumpan (unwinder),
๐ฟ1๐ 1= ๐ด1๐ธ1 ๐1โ ๐0 + ๐0๐0โ ๐1๐1 (1)
Bagian Main Drum
๐ฝ1
๐ 1๐ 1= ๐2โ ๐1 ๐ 1+ ๐1๐ข1โ ๐๐1
๐ 1 ๐1 (2)
Bagian Tension Roll:
๐ฟ2๐ 2= ๐ด2๐ธ2 ๐2โ ๐1 + ๐1๐1โ ๐2๐2 (3)
Bagian rol penggulung (rewinder)
๐ฟ3๐ 3= ๐ด3๐ธ3 ๐3โ ๐2 + ๐2๐2โ ๐3๐3 (4)
Gambar 3 Sistem Transportasi Web Material
Persamaan 1 - 4 yang merupakan model matematik system transportasi web material yang terdiri dari persamaan dinamik gaya tegang dan persamaan dinamik kecepatan (Pagilla, 2007) digunakan untuk merumuskan model matematik system rol Mesin Metallizing adalah:
Bagian Rol Pengumpan, persamaan dinamik gaya tegang ๐ 1= ๐1๐ ๐1 ๐ก๐1โ ๐1 ๐ 0(๐ก) ๐๐ก ๐0โ ๐1 ๐ฟ1๐1 , dengan ๐1= ๐ด๐ธ ๐ฟ1, ๐0,. (5)
Bagian Rol Main Drum, persamaan dinamik kecepatan
Rol pengumpan
Rol penggulung
Tension roll
Main Drum roll
๐ฝ๐ ๐ฝ๐ ๐ฝ๐ ๐ฝ๐ ๐ป๐ ๐ป๐ ๐ป๐ ๐ฝ๐ ๐ฝ๐ ๐ผ๐ ๐ผ ๐ ๐ผ๐ ๐ผ๐ ๐ป๐ ๐ป๐ ๐ฝ ๐ป๐ ๐ ๐ฝ๐ Controller Controller Controller Controller LC LC LC M0 M1 M2 M3
๐ 1=๐ ๐ฝ1 1๐2โ ๐ 1 ๐ฝ1๐1+ ๐1 ๐ฝ1๐1โ ๐๐1 ๐ฝ1 ๐1, (6)
Bagian Tension Roll, persamaan dinamik gaya tegang ๐ 2= ๐2๐ ๐2 ๐ก๐2โ ๐2 ๐ 1 ๐๐ก๐1+ ๐1 ๐ฟ2๐1โ ๐2 ๐ฟ2๐2 , dengan, ๐2= ๐ด๐ธ ๐ฟ2 (7)
Bagian Rol Penggulung, persamaan dinamik gaya tegang ๐ 3= ๐3๐ 3๐(๐ก) ๐ก ๐3โ ๐3 ๐ 2 ๐๐ก๐2+ ๐2 ๐ฟ3๐2โ ๐3 ๐ฟ3๐3 dengan, ๐3= ๐ด๐ธ ๐ฟ3 (8) Keterangan rumus
U0 = masukan gaya putar bagian rol pengumpan,
T1 = gaya tegang keluaran antara bagian rol pengumpan (unwind) dan main drum. L1 = jarak antara rol pengumpan dan main drum roll
U1 =masukan gaya putar bagian main drum J1 = inersia main drum roll
R0 =radius dari rol pengumpan R1 = radius dari rol main drum n1 =ratio gear
bf1 = koefisien friksi
T2 =gaya tegang keluaran web antara bagian main drum roll dengan tension roll, U2 =gaya putar masukan bagian tension roll
L2 = jarak antara rol main drum dengan bagian tension roll R2 =radius dari tension roll
U3 =masukan gaya putar bagian rol penggulung
T3 = gaya tegang keluaran antara bagian tension roll dengan rol penggulung (rewind) L3 =jarak antara rol bagian tension roll dengan rol penggulung.
R3 = radius dari rol rol Penggulung A = luas permukaan web, E = modulus elastisitas dari web ๏ท = kecepatan sudut,
kt =konstanta gaya putar,
Dari persamaan 6 - 8 dirumuskan model matematik system transportasi web material mesin metalizing dalam bentuk variable ruang keadaan (state space) diperoleh model sebagai berikut:
๐1 ๐ 2 ๐ 3 ๐ 1 = โ๐1 ๐ฟ1 0 0 0 ๐1 ๐ฟ2 โ ๐2 ๐ฟ2 0 0 0 ๐2 ๐ฟ3 โ ๐3 ๐ฟ3 0 โ๐ 1 ๐ฝ1 ๐ 1 ๐ฝ1 0 โ ๐๐1 ๐ฝ1 ๐1 ๐2 ๐3 ๐1 + โ๐1 ๐ 0(๐ก) ๐๐ก ๐1 ๐ 1 ๐๐ก 0 0 0 โ๐2๐ ๐1 ๐ก ๐2 ๐ 2 ๐๐ก 0 0 0 โ๐3 ๐ 2 ๐๐ก ๐3 ๐ 3(๐ก) ๐๐ก 0 ๐1 ๐ฝ1 0 0 ๐0 ๐1 ๐2 ๐3 (9)
Model matematik rol penggulung mesin metallizing
Pemodelan Matematik Rol Penggulung Mesin Metallizing diperoleh dengan menggunakan persamaan 9 dilanjutkan dengan menentukan determinan โ = ๐ ๐ผ โ ๐ด sebagai berikut:
๏ท Menentukan ๐ ๐ผ โ ๐ด : ๐ 0 0 0 0 ๐ 0 0 0 0 ๐ 0 0 0 0 ๐ โ โ๐๐ฟ11 0 0 0 ๐1 ๐ฟ2 โ ๐2 ๐ฟ2 0 0 0 ๐2 ๐ฟ3 โ ๐3 ๐ฟ3 0 โ๐ 1 ๐ฝ1 ๐ 1 ๐ฝ1 0 โ ๐๐1 ๐ฝ1 = ๐ +๐๐ฟ11 0 0 0 โ๐1 ๐ฟ2 ๐ + ๐2 ๐ฟ2 0 0 0 โ๐2 ๐ฟ3 ๐ + ๐3 ๐ฟ3 0 ๐ 1 ๐ฝ1 โ ๐ 1 ๐ฝ1 0 ๐ + ๐๐1 ๐ฝ1 (10) ๏ท Menentukan ๐ ๐ผ โ ๐ด : ๐ 4+ ๐๐1 ๐ฝ1 + ๐3 ๐ฟ3+ ๐2 ๐ฟ2+ ๐1 ๐ฟ1 ๐ 3+ ๐3 ๐ฟ3 ๐๐1 ๐ฝ1 + ๐2 ๐ฟ2 ๐๐1 ๐ฝ1 + ๐2 ๐ฟ2 ๐3 ๐ฟ3+ ๐1 ๐ฟ1 ๐๐1 ๐ฝ1 + ๐1 ๐ฟ1 ๐3 ๐ฟ3+ ๐1 ๐ฟ1 ๐2 ๐ฟ2 ๐ 2+ ๐2 ๐ฟ2 ๐3 ๐ฟ3 ๐๐1 ๐ฝ1 + ๐1 ๐ฟ1 ๐3 ๐ฟ3 ๐๐1 ๐ฝ1 + ๐1 ๐ฟ1 ๐2 ๐ฟ2 ๐๐1 ๐ฝ1 + ๐1 ๐ฟ1 ๐2 ๐ฟ2 ๐3 ๐ฟ3 ๐ + ๐1 ๐ฟ1 ๐2 ๐ฟ2 ๐3 ๐ฟ3 ๐๐1 ๐ฝ1
(11) ๏ท Menentukan matriks adjoint ๐ ๐ผ โ ๐ด +
๐ +๐๐ฟ11 0 0 0 โ๐1 ๐ฟ2 ๐ + ๐2 ๐ฟ2 0 0 0 โ๐2 ๐ฟ3 ๐ + ๐3 ๐ฟ3 0 ๐ 1 ๐ฝ1 โ ๐ 1 ๐ฝ1 0 ๐ + ๐๐1 ๐ฝ1 + (12)
Dari proses pemodelan system rol mesin metalizing diperoleh 4 (empat) buah model persamaan matematis bagian Rol Penggulung yaitu
๐บ31 ๐ = โ๐1๐ 0๐๐ก ๐1 ๐ฟ2๐2๐ฟ3 ๐ + โ๐1๐ 0๐๐ก ๐1๐ฟ2๐2๐ฟ3 ๐๐1 ๐ฝ 1 โ (13) ๐บ32 ๐ = โ๐2๐ 1๐๐ก ๐2 ๐ฟ3 ๐ 2+ ๐1๐ 1๐๐ก ๐1๐ฟ2๐2๐ฟ3 + โ๐2๐ 1๐๐ก ๐2๐ฟ3 ๐๐1 ๐ฝ 1+๐2๐ฟ3๐1๐ฟ1 ๐ + ๐1๐ 1๐๐ก ๐1๐ฟ2๐2๐ฟ3 ๐๐1 ๐ฝ 1 + โ๐2๐ 1๐๐ก ๐1๐ฟ2๐2๐ฟ3 ๐๐1 ๐ฝ 1 โ (14)
Empat model matematis fungsi alih bagian Rol Penggulung Mesin Metallizing diperoleh 2 (dua) buah fungsi alih yang berubah waktu (time varying) yaitu ๐บ31 ๐ dan ๐บ34 ๐ dikarenakan terdapat variable ๐ 0 (radius rol
pengumpan yang time varying) dan ๐ 3 (radius rol penggulung yang time varying) dengan keempat model
matematis ber-orde 4.
Metode Penelitian
Metode penelitian dijelaskan melalui diagram alir berikut ini,
Gambar 4 Diagram Alir Metode Penelitian Mulai
Pengamatan cara kerja mesin metallizing di PT.Tomoko Daya Perkasa Pengamatan kontruksi rol pada mesin metallizing
Pengamatan motor penggerak tiap-tiap rol dari mesin metallizing
Pengambilan data model rol penggulung pada mesin metallizing yang selanjutnya dijadikan plant pada penelitian ini
Melakukan perhitungan pemodelan rol penggulung menggunakan hukum-hukum fisika dan hukum-hukum-hukum-hukum rangkaian listrik
Hasil pemodelan disimulasikan menggunakan MATLAB 7.04 Analisis hasil simulasi dan Pembahasan, Pembuatan Bahan Ajar
Kesimpulan
Hasil dan Pembahasan
Dari proses pemodelan system rol mesin metalizing diperoleh 4 (empat) buah model persamaan matematis bagian Rol Penggulung yaitu model matematis fungsi alih bagian Rol Penggulung Mesin Metallizing diperoleh 2 (dua) buah fungsi alih yang berubah waktu (time varying) yaitu ๐บ31 ๐ dan ๐บ34 ๐ dikarenakan terdapat variable
๐ 0 (radius rol pengumpan yang time varying) dan ๐ 3 (radius rol penggulung yang time varying) dengan keempat
model matematis ber-orde 4.
Empat model matematik dalam fungsi alih bagian Rol Penggulung Mesin Metallizing disimulasikan dengan pemrograman Matlab menggunakan parameter hasil penelitian Pagilla,2007.. Simulasi juga dilakukan dengan memberikan masukan unit step untuk keempat fungsi alih untuk melihat karakteristik respon, hasil simulasi fungsi alih dalam kawasan bidang s dan kawasan bidang z dengan metode tustin waktu sampling 0,5 detik.
Hasil simulasi ungsi Alih
Dengan menggunakan parameter Tabel 1 diperoleh bentuk fungsi alih bidang s sebagai berikut:
๐บ31 ๐ =๐ 4+1,837๐ 3+1,151๐ โ15,7๐ โ3,926๐ 2+0,2931๐ +0,02617 (18) Fungsi alih G31(s) dalam orde 4 memiliki letak zero di -0,25 letak pole -0,83; -0,50; -0,25; -0,24. Fungsi alih dalam bentuk diskrit kawasan z dengan waktu sampling 0,5 detik,
๐บ31 ๐ง =โ0,17๐ง
4โ0,36๐ง3โ0,06๐ง2โ0,28๐ง+0,15
๐ง4โ3,19๐ง3+3,81๐งโ2,012๐ง+0,396 (19)
Fungsi alih G31(z) ini pada kondisi radius rol pengulung penuh material yaitu perbandingan gaya tegang tension rol-rol penggulung dengan torsi motor rol-rol pengumpan merupakan fungsi alih berubah waktu tergantung besarnya radius rol pengumpan.
๐บ32 ๐ = โ5,11๐
2โ1,286๐ +2.22๐โ016
๐ 4+1,837๐ 3+1,151๐ 2+0,2931๐ +0,02617 (20)
G32(s) memiliki letak zero di dua titik yaitu -0,25 dan 0,0 sedangkan letak pole sama dengan pole G31(s) merupakan fungsi alih antara gaya tegang gaya tegang tension rol-rol penggulung dengan torsi motor main drum. Sedangkan fungsi alih kawasan z adalah:
๐บ32 ๐ง =โ0,22๐ง
4โ0,026๐ง3โ0,42๐ง2โ0,026๐ง+0,195
๐ง4โ3,19๐ง3+3,81๐งโ2,012๐ง+0,396 (21)
Fungsi alih antara gaya tegang tension rol- torsi motor tension rol G33(s) adalah ๐บ33 ๐ = โ10,12๐
3โ10,96๐ 2โ2,108๐
๐ 4+1,837๐ 3+1,151๐ 2+0,2931๐ +0,02617 (22)
Dengan letak zero di tiga titik 0,0; -0,83; -0,25 dan letak pole sama dengan fungsi alih G31(s) dan G32(s) adapun fungsi alih kawasan z,
๐บ33 ๐ง =โ0,212๐ง
4+3,25๐ง3+0,89๐ง2โ3,25๐ง+1,22
๐ง4โ3,19๐ง3+3,81๐งโ2,012๐ง+0,396 (23)
Fungsi alih selanjutnya antara gaya tegang tension rol- torsi motor rol penggulung G34(s) merupakan fungsi alih time varying yang berubah tergantung besarnya radius rol penggulung, memiliki 3 letak zero pada titik 0,83; -0,505; -0,25 dengan pole yang sama G31(s); G32(s) dan G34(s).
๐บ ๐ =๐ 4+1,837๐ 20๐ 3+31,77๐ 3+1,51๐ 2+15,11๐ +2,1042+0,293๐ +0,02617 (24) Fungsi alih bidang z dari G34(s),
๐บ34 ๐ง =8,782๐ง
4โ11,53๐ง3โ4,764๐ง2+11,6๐งโ3,94
๐ง4โ3,19๐ง3+3,81๐งโ2,012๐ง+0,396 (25)
Hasil simulasi step respon
Untuk mengetahui karakteristik ke-4 fungsi alih bagian rol penggulung mesin Metallizing digunakan uji masukan unit step dengan hasil sebagai berikut, G31(s) dengan masukan unit step terlihat Gambar 6 dan 7 dengan data-data ditunjukkan Tabel 1.
Tabel 1 Data Step Respon Fungsi Alih trise (detik) tsettling (detik) tpeak (detik) Mp G31(s) 10,9 19,9 46,4 0 G32(s) NaN 23,0 4,3 0 G33(s) 0 21,2 2,6 Inf G34(s) 8,8 15,7 42,2 0
( a ) ( b ) Gambar 5. (a) Step Respon G31(s) ; (b) Step Respon G32(s)
( a ) ( b )
Gambar 6 (a)
Step Respon G
33(s) ; (b)
Step Respon G34(s)Tabel 2 menunjukkan informasi step respon dari keempat karakteristik G31(s), G32(s), G33(s), G34(s) pada kondisi radius rol pengumpan penuh material dan radius rol penggulung kosong material. Diperoleh informasi waktu naik terbesar pada fungsi alih G31(s) yaitu gaya tegang antara tension rol-rol penggulung/torsi motor rol pengumpan 10,9 detik, waktu penetapan terbesar G32(s) fungsi alih gaya tegang tension rol-rol penggulung/torsi motor main drum sebesar 23 detik, waktu puncak fungsi alih G31(s) 46,4 detik, tidak terjadi overshoot.
Kesimpulan
Kesimpulan penelitian ini adalah:
1. Mesin Metallizing terdapat 4 jenis rol yaitu unwinder roll (rol pengumpan), main drum roll (rol pengendali kecepatan), tension roll (rol pengendali ketegangan material) serta rewinder roll (rol penggulung) dengan masing-masing rol menggunakan penggerak motor DC.
2. Model matematik system transportasi web material mesin metalizing terbentuk dari dua persamaan yaitu persamaan dinamik gaya tegang dan persamaan dinamik kecepatan.
3. Persamaan matematik system rol mesin metalizing merupakan system MIMO (multi input multi output) dengan jumlah input sebanyak 4 input yaitu gaya putar rol penggulung, gaya putar tension roll, gaya putar rol penggulung, kecepatan sudut main drum roll, serta 4 output yaitu gaya tegang antara rol penggumpan dengan main drum roll, gaya tegang antara main drum roll dengan tension roll, gaya tegang antara tension roll dengan rol penggulung, kecepatan main drum roll.
4. Model matematik fungsi alih pada bagian sistem rol pengggulung mesin metallizing diperoleh 2 persamaan fungsi alih yang tidak berubah waktu (time invarying) G32 s dan G33 s , sedangkan 2 persamaan fungsi alih
berubah waktu (time varying) G31 s dan G34 s .
5. Hasil simulasi keempat model fungsi alih bagian rol penggulung dengan uji masukan unit step diperoleh letak pole -0,83; -0.50; -0,25; -0,24 sedangkan letak zero G31 s pada -0,25; G32 s di -0.25 dan 0,00; G33 s pada
0,00; -0,83; -0,25 G34 s di -0,83; -0,50. -0,25.
6. Dengan diskritisasi tustin waktu sampling 0,5 diperoleh bentuk model fungsi alih diskrit kawasan z fungsi alih bagian rol penggulung dalam orde 4.
Daftar Pustaka
Ashry, M., Abou-Zayed, U., Breikin,Tim., 2005, Design and Implementation of a Time Varying Local Optimal Controller Based on RLS Algorithm for Multivariable System, Control Systems Centre, The University of Manchester, PO BOX 88, M60 IQD UK.
Bernardo d.M., Gaeta d.A., Montanaro.U., Olm.M.J., Santini.S., 2013., Experimental Validation of The Discrete-Time MCS Adaptive Strategy, Control Engineering Practice: 21(2013) 847-859.
Finayani. Yaya, Alhan M., Salechan., Suharyanto, Firmansyah. E., 2012., Studi Pengendalian Motor Listrik di Industri sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Materi dan Strategi Pembelajaran, Penelitian Hibah Pekerti Tahun 2012 โ 2013, Teknik Elektro Politeknik Pratama Mulia Surakarta.
Pagilla R. P, Siraskar. B.N, Dwivedula.V.R., 2007, Decentralized Control of Web Processing Lines, IEEE Transactions On Control Systems Technology, Vol.15 No.1, January 2007.
Petras I., 2009, Fractional Order Feedback Control of A DC Motor,Journal of Electrical Engineering, Vol. 60, No.3, 2009, 117-128
Wibowo B.D., Sutomo.S., 2011.,Pemodelan dan Simulasi Sistem Control Magnetic Levitation Ball, Jurnal Tenik Mesin ROTASI Vol.13, No.2, April 2011: 1-7. Prenhallindo, Jakarta
Ucapan Terimakasih