• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 1 BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 2.1 Deskripsi Makro Lokasi Penelitian

Wiyurejo merupakan suatu desa yang dapat dicapai dengan waktu tempuh ± 1,5 jam dari kabupaten Malang dan memiliki waktu tempuh dari kecamatan pujon ± ¼ jam. Desa ini memiliki luas keseluruhan ± 1211,141 ha.. Di desa ini terdapat 4 dusun yaitu dusun Borah, Bagean, Wiyurejo dan Kalangan. Namun seara administratif hanya 2 dusun yang diakui atau dicatat dalam administratif pemerintahan di desa Wiyurejo, yaitu dusun Wiyurejo dan dusun Kalangan. Jumlah penduduk terbesar berada di dusun Wiyurejo dan Kalangan. Di sebelah utara desa Wiyurejo berbatasan dengan Hutan/Perhutani, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Pujon Lor dan Desa Ngroto, sebelah timur berbatasan dengan desa Pandesari, dan sebelah barat berbatasan dengan desa Madiredo

Sesuai dengan bentang lahan Desa Wiyurejo, yang terdiri dari : lahan persawahan seluas ± 195,5 ha. Dan lahan pemukiman hanya seluas ± 22,5 ha.

Keadaan tanah di areal sawah desa subur karena mendapatkan pengairan yang didapat dari curah hujan sebesar 300 mm/th.

Sebagian besar lahan yang ada dimanfaatkan untuk ladang/tegalan penduduk yaitu seluas ± 196,7 ha yang digunakan untuk mencari rumput untuk pakan ternak dan juga ditanami jagung atau tumbuhan lainnya.. Sedangkan sekitar 24,281 Ha dimanfaatkan untuk fasilitas umum.

Jalan-jalan di desa Wiyurejo sebagian besar telah beraspal, namun karena berada di daerah dataran tinggi, jalanan di desa Wiyurejo cukup terjal.

(2)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 2 2.1.1 Potensi Penduduk

Dari pencatatan data yang diperoleh dari profil Desa Wiyurejo tahun 2010 diketahui bahwa jumlah penduduk desa ini pada tahun 2010 berjumlah 5358 jiwa. Jumlah tersebut terbagi menjadi beberapa tingkat pendidikan yang kami lampirkan dalam tabel sebagai berikut.

Tabel 2.1.1 Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Wiyurejo

Uraian Jumlah

Jumlah penduduk usia 3-6 tahun yang masuk TK dan Kelompok

Bermain Anak 145

Jumlah penduduk sedang SD/sederajat 589

Jumlah penduduk yang Pendidikan Terakhirnya SD/sederajat 2940

Jumlah penduduk tidak tamat SD/sederajat 506

Jumlah penduduk sedang SLTP/sederajat 29

Jumlah penduduk yang Pendidikan Terakhirnya SLTP/sederajat 112

Jumlah penduduk sedang SLTA/sederajat 8

Jumlah penduduk tidak tamat SLTP/Sederajat 14

Jumlah penduduk yang Pendidikan Terakhirnya SLTA/Sederajat 58

Jumlah penduduk sedang D-1 2

Jumlah penduduk sedang D-2 4

Jumlah penduduk yang Pendidikan Terakhirnya D-2 3

Jumlah penduduk sedang S-1 8

Jumlah penduduk yang Pendidikan Terakhirnya S-1 11

Jumlah penduduk sedang S-2 1

Jumlah penduduk yang Pendidikan Terakhirnya S-3 -

(3)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 3 Berdasarkan tabel 2.2.1 dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk di Desa Wiyurejo memiliki tingkat pendidikan rendah dengan jumlah penduduk sebanyak 2940 memiliki pendidikan terakhir SD/sederajat. Namun kondisi dewasa ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran pendidikan hal ini terbukti dengan jumlah penduduk yang masih menempuh pendidikan SD sebanyak 589 Jiwa (lihat tabel 2.1) hal ini dikarenakan adanya program pendidikan wajib belajar 9 dan 12 tahun (lihat tabel 2.2) .

Tabel 2.1.2 Wajib Belajar 9 Tahun dan 12 Tahun

Uraian Jumlah

Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang tamat sekolah 589

Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang tidak sekolah 21

Jumlah penduduk usia 7-15 tahun 610

Jumlah penduduk usia 7-18 tahun yang tamat sekolah 592

Jumlah penduduk usia 7-18 tahun yang tidak sekolah 22

Jumlah penduduk usia 7-18 tahun 610

Sumber : Profil Desa Wiyurejo 2010

Dari tabel 2.2.2 dapat dilihat bahwa jumlah penduduk yang berusia 7-15 tahun telah tamat sekolah, hal ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia tersebut telah lulus SD dan SMP sedangkan penduduk usia 7-18 tahun juga telah tamat sekolah berarti penduduk yang memasuki usia 18 tahun telah lulus SMA.

(4)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 4 2.1.2 Keadaan Sosial Ekonomi

Keadaan sosial budaya disini menggambarkan tentang keadaan masyarakat di desa Wiyurejo yang meliputi unsur-unsur tentang kependudukan, seperti perekonomian yang meliputi pertanian, peternak, sarana prasarana dan lain-lain. Tabel 2.1.3 Status kepemilikan lahan pertanian

Uraian Jumlah

Jumlah Penduduk 5358

Memiliki kurang 1 ha 946

Memiliki 1,0 - 5,0 ha 12

Memiliki 5,0 - 10 ha 0

Memiliki lebih dari 10 ha 0

Jumlah Keluarga yang memiliki tanah Pertanian 958

Jumlah Keluarga Yang Tidak Memiliki 442

Jumlah Total Keluarga Petani 1400

(5)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 5 Tabel 2.1.4 Jenis Tanaman dan Hasil Produktivitas Tanaman

Uraian Luas Produksi

Jagung 16 13 Padi sawah 2,5 2 Cabe 1,5 0,5 Bawah merah 3,5 2 Tomat 3 6 Sawi 5 20 Kentang 7 6 Kubis 6 25 Wortel 11 7

Sumber : Profil Desa Wiyurejo tahun 2010

Dari tabel 2.3.2 menjelaskan tentang produktivitas tanaman yang rata-rata ditanam di lahan desa Wiyurejo mayoritas masyarakatnya menanam Kubis yang rata-rata hasil panen yang dihasilkan sebesar 25 kg, yang kedua adalah sawi, sekali penen yang dihasilkan rata-rata sebesar 20 kg, yang ketiga adalah jenis tanaman jagung sekali panen yang dihasilkan rata-rata 13 kg, dan jenis tanaman yang terakhir adalah Wortel sebanyak 7 kg. Mayoritas penduduk desa wiyurejo yang bermata pencaharian sebagai petani hanya digunakan sebagai mata pencaharian sampingan karena pertanian adalah mata pencaharian musiman.

(6)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 6 Tabel 2.1.5 Kepemilikan Ternak

Uraian Jumlah Pemilik

Jumlah Penduduk 5358

Kerbau 0

Babi 0

Ayam kampong 1605

Jenis ayam broiler 0

Bebek 148 Kuda 0 Kambing 66 Domba 0 Angsa 0 Burung puyuh 0 Kelinci 77 Burung wallet 0 Anjing 0 Sapi 1472

(7)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 7 Dari tabel 2.3.3 terlihat Pujon dijadikan sebagai sentra susu sapi perah, penduduk desa Wiyurejo banyak yang memiliki sapi perah dan menjadikannya sebagai mata pencaharian utama. Mayoritas penduduk yang bermata pencaharian peternak bertempat tinggal di Dusun Kalangan. Jumlah penduduk yang memiliki sapi adalah 1472, kemudian ada juga penduduk yang memiliki ayam kampung, bebek dan kambing.

Tabel 2.1.6 Produksi Peternakan

Uraian Volume Susu (ton) 432 Kulit (ton) 0 Telur (ton) 0 Daging (ton) 0 Madu (ton) 0 Bulu (ton) 0

Air liur burung walet (ton) 0

Minyak (ton) 0

Hiasan/lukisan (ton) 0

Cinderamata (ton) 0

(8)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 8 Dalam sektor peternakan, hasil produksi utama adalah susu. Sejak dulu susu sapi perah menjadi sentra produksi di kawasan Pujon umumnya dan desa Wiyurejo pada khususnya, sampai saat ini pun hasil produksi hewan ternak berupa susu perah menjadi suatu ciri khas kecamatan Pujon itu sendiri.

Tabel 2.1.7 Ketersediaan Lahan Hijauan Pakan Ternak

Uraian Volume

Luas tanaman pakan ternak (rumput gajah, dll) (ha) 12

Produksi hijauan makanan ternak (Ton) 7

Luas lahan gembalaan (ha) 0

Dipasok dari luar Kelurahan (ton) 3

Disubsidi dinas (Ton) 0

Sumber : Profil Desa Wiyurejo tahun 2010

2.1.3 Agama

Sebagian besar penduduk Desa Wiyurejo menganut agama Islam,. Hal ini diimbangi dengan tingkat religiusitas mereka yang tergolong tinggi. Di desa ini sendiri memiliki beberapa masjid dan mushola yang digunakan sebagai simbol dari kegiatan keagamaan.

Kegiatan-kegiatan yang bernafaskan Islam sering diadakan di desa ini. Misalnya, pengajian rutin yang diikuti oleh bapak-bapak, ibu-ibu serta para remaja di sekitar Desa Wiyurejo. Kegiatan dasawisma pun masih sering diikuti oleh ibu-ibu yang kegiatannya juga meliputi pengajian. Selain itu, perayaan hari besar agama Islam juga rutin dilaksanakan di desa ini. Misalnya, Perayaan Maulid Nabi Muhamad,

(9)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 9 SAW. Selain kegiatan tadi, para ta’mir masjid juga mengadakan pelatihan baca Al-Qur’an yang biasa disebut TPA/TPQ untuk anak-anak usia 5 tahun ke atas. Kegiatan tersebut dilaksanakan ba’da Ashar dan ba’da Maghrib.

2.1.4 Sarana dan Prasarana

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat penduduk desa Wiyurejo membutuhkan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat membantu memperlancar kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut data mengenai sarana dan prasarana yang terdapat didesa ini.

Tabel 2.1.9 Daftar Fasilitas Umum Desa Wiyurejo

No Jenis fasilitas Ada Tidak Ada

1 Masjid/Musholla V - 2 Ponkesdes V - 3 Lapangan Olahraga V - 4 Jembatan V - 5 Koperasi V - 6 Pos Kamling - v 7 Makam V - 8 TK/RA V - 9 SD/MI V - 10 Balai Desa V -

(10)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 10 Tabel 2.1.9 Penggunaan Tanah Fasilitas Umum

Uraian luas (ha)

tanah kas desa/ kelurahan 2

Tanah Bengkok 15.563

Tanah Titi Sara 0

Kebun Desa 0

Sawah Desa 0

Lapangan Olahraga 0,96

Perkantoran pemerintah 0,264

Ruang publik/taman kota 0

Tempat pemakaman desa/umum 0,71

Tempat pembuangan sampah 0

Bangunan sekolah/perguruan tinggi 0,944

Pertokoan 0

Fasilitas pasar 0

Terminal 0

Tanah utk Jalan 3,84

Total Luas 24.281

(11)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 11 Penggunaan fasilitas umum di desa wiyurejo memang sebagai bukti dari ketersediaan berbagai sarana dan prasarana di desa ini, dari tabel diatas diketahui bahwa memang fasilitas desa pada umumnya lebih dari 20 fasilitas yang tersedia. Tabel 2.1.10 Penggunaan Tanah

No Uraian

Luas (Ha)

Keterangan

1. Tanah sawah

1. Sawah Irigasi Teknis 2. Sawah Irigasi Semi Teknis 3. Sawah Tadah Hujan 4. Sawah Pasang Surut

93 Ha 102,5 Ha 0 Ha 0 Ha 2. Tanah kering 1. Tegal/Ladang 2. Pemukiman 3. Pekarangan 196,7 Ha 22,1 Ha 4,5 Ha

Pemanfaatan tanah di desa ini pada umumnya adalah jenis tanah yang digunakan untuk tegal/ ladang sebesar 196,7 ha kemudian dimanfaatkan juga untuk sawah irigasi semi teknis sebesar 102, 5 Ha dan juga banyak pemanfaatan tanah lainnya.

(12)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 12 2.1.5 Organisasi Sosial

Terdapat beberapa organisasi sosial di Desa Wiyurejo yang berjalan aktif baik organisasi yang berhubungan dengan peternakan seperti kelompok ternak, anggota koperasi KSSP,dan lain sebagainya. Selain itu juga ada organisasi sosial lainnya seperti PKK, koperasi wanita,posyandu dan lain sebagainya. Struktur pemerintahannya dipegang oleh kepala desa yang bertugas sebagai pemimpin desa tersebut. Setiap dusun terdapat penanggung jawab sendiri yang dipimpin oleh seorang kepala dusun. Dalam menjalankan roda pemerintahannya kepala desa dibantu oleh perangkat desa selain itu juga terdapat kaur-kaur yang menangani dalam bidangnya masing-masing yakni urusan keuangan, pembangunan, dan kepala urusan umum desa.

(13)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 13 2.2 Deskripsi Struktur Sosial Di Desa Wiyurejo

Desa Wiyurejo merupakan desa yang sudah memiliki pemerintahan terstruktur, dimana pemerintahan tertinggi di pegang oleh Kepala Desa dan di bantu oleh perangkat desa diantaranya adalah Sekertaris Desa, Kepala Urusan (Kaur) yang terdiri dari Kaur kesejahteraan, Kaur Keamanan, Kaur Pemetengan, dan Kaur Sarana dan Prasarana, dan 3 Kepala Dusun (Dusun Kalangan, Wiyu, dan Borah). Disamping jabatan formal yang ada di desa Wiyurejo, juga ada bebrapa jabatan informal diantaranya adalah Ketua PKK, Ketua Koperasi Wanita, Kepala Kelompok Ternak, dan Ketua Dasawisma.

2.2.1 Keadaan Struktur Sosial Masyarakat (Aktivitas Sosial Masyarakat Sebagai Peternak)

Masyarakat Desa Wiyurejo mayoritas mempunyai aktivitas keseharian sebagai peternak dimana sebagian waktu keseharian mereka tersita oleh kegiatan beternak. Kegiatannya meliputi beberapa kegiatan yang terdapat pada tabel di bawah ini.

(14)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 14 Tabel 2.2.1 Aktifitas keseharian penduduk desa

JAM KEGIATAN

03.30 – 04.00 Memberi makan dan minum sapi perah

04.00 – 04.30 Membersihkan kandang

04.30 – 05.00 Memerah susu

05.00 – 06.00 Menyetorkan susu ke post

06.00 – 08.00 Mencari rumput untuk pakan ternak 08.00 – 12.30 Aktifitas di luar peternakan

12.30 – 14.00 Istirahat

14.00 – 14.15 Memberi makan dan minum sapi perah

14.15 – 14.30 Membersihkan kandang

14.30 – 15.00 Memerah susu

15.00 – 16.00 Menyetorkan susu ke post

16.00 – 17.00 Mencari rumput untuk pakan ternak 17.00 – 03.30 Aktifitas di luar peternakan

Dari kegiatan peternak yang kami dapatkan dari observasi lapangan tersebut, kegiatan beternak mempengaruhi intensitas masyarakat peternak sekitar dalam berinteraksi dengan tetangga sekitar mereka. Akan tetapi walaupun waktu mereka banyak tersita oleh kegiatan beternak, namun mereka menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan tetangga sekitar sehingga struktur sosial mereka masih bersifat

(15)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 15 sederhana yang merupakan ciri-ciri dari masyarakat pedesaan dengan struktur sosial yang sederhana.

2.2.2 Peranan Yang Ada Di Desa Wiyurejo

Peranan merupakan salah satu faktor pembentuk struktur sosial. Di Desa Wiyurejo mayoritas penduduknya adalah peternak, sehingga peranan yang ada di Desa Wiyurejo sebagian besar dipengaruhi oleh peternak. Selain itu, terdapat peranan-peranan lain yang membentuk struktur di Desa Wiyurejo. Peranan-peranan tersebut dapat juga dilihat dari struktur organisasi maupun struktur pemerintahan di Desa Wiyurejo. Misalnya saja peranan kepala pemerintahan dipegang oleh Kepala Desa sebagai pemerintahan tertinggi pada desa tersebut. Selain itu terdapat peranan organisasi lain yang ikut membentuk struktur sosial yang ada di Desa Wiyurejo. Seperti PKK, organisasi peternak, Koperasi wanita, dan KSSP ( Koperasi Susu SAE Pujon).

Selain peranan dalam struktur organisasi, terdapat peranan lain yang muncul dan membentuk struktur sosial di Desa Wiyurejo. Seperti peranan tokoh-tokoh masyarakat yang dijadikan panutan warga sekitar dalam berbagai bidang. Misalnya tokoh agama, yang dijadikan panutan dalam pernikahan. Pamong desa yang dijadikan panutan dalam berbagai pengurusan tanah, dan lain sebagainya.

2.2.3 Faktor-faktor Pendukung Aktivitas Struktur Sosial

Selain kegiatan peternak yang mempengaruhi terbentuknya struktur sosial Desa Wiyurejo, terdapat kegiatan lain yang mempengaruhi terbentuknya struktur sosial. Kegiatan tersebut seperti kegiatan dasawisma yang rutin dilaksanakan di Desa ini. Dalam kegiatan dasawisma, terjadi interaksi antar warga dimana interaksi tersebut turut membentuk struktur sosial.

(16)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 16 Aktivitas non-peternakan di Desa Wiyurejo juga mendukung terbentuknya struktur sosial di Desa Wiyurejo. Misalnya saja kegiatan di bidang pertanian, perdagangan, dan kegiatan lainnya. Pertanian merupukan sektor terbesar kedua setelah peternakan yang menjadi faktor pembentuk struktur sosial masyarakat desa Wiyurejo. Namun kami lebih memfokuskan pada terbentuknya struktur sosial di kalangan peternak masyarakat Desa Wiyurejo.

(17)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 17 2.3 Karakteristik Responden

Karakteristik responden pada penelitian yang berjudul tentang “ Dinamika Struktur Sosial Masyarakat peternak sapi Desa Wiyurejo”, dapat diukur dari variabel identitas responden dan keadaan sosial ekonomi peternak kedua variabel tersebut sangat menentukan untuk mengetahui gambaran umum masyarakat desa wiyurejo dan mendukung data penelitian. Berikut ini, kami akan menjelaskan tentang karakteristik responden melalui variabel identitas responden

Identitas responden, dalam analisis data kuantitatif ini dengan mengunakan item-item pertanyaan berupa: nama responden, usia, jenis kelamin, status responden, pendidikan terakhir responden, jumlah anggota keluarga inti, kategori umur keluarga responden, jumlah tanggungan keluarga.

Tabel 3.1 Jenis Kelamin Responden

No Keterangan Frekeunsi %

1 Laki – laki 32 64 %

2 Perempuan 18 36 %

Jumlah 50 100 %

Sumber : item pertanyaan no. 4 / koding no. 3

Jenis kelamin responden yaitu laki-laki sebanyak 64% sedangkan wanita sebanyak 36% dari jumlah tersebut dapat diketahui bahwa penduduk laki-laki desa wiyurejo mayoritas bekerja sebagai peternak sedangkan sisanya adalah penduduk desa wanita, jumlah 64 % tersebut kami interpretasikan dari jumlah sampling yang kami ambil yaitu sebanyak 50 responden.

(18)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 18 Tabel 3.2 Status Responden

No Keterangan Frekeunsi % 1 Belum menikah 2 4 % 2 Sudah menikah 48 96 % 3 Duda 0 0 % 4 Janda 0 0 % Jumlah 50 100 %

Sumber : Sumber : item pertanyaan no. 5 / koding no. 4

Selanjutnya adalah interpretasi tabel tentang status responden antara lain: responden yang belum menikah 4%, sudah menikah 96% berarti status responden pada umumnya telah berkeluarga.

(19)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 19 Tabel 3.3 Tingkat Pendidikan Responden

No Keterangan Frekeunsi % 1 Tidak sekolah 2 4% 2 Tidak tamat SD 3 6% 3 Tamat SD/ sederajat 22 44% 4 Tamat SMP/ sederajat 14 28% 5 SMA/ sederajat 8 16% 6 D3/ S1 1 2% 7 S2 0 0% Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 6 / koding no. 5

Tingkat pendidikan responden antara lain: responden yang tamat SD sederajat adalah 44%, tamat SMP sederajat adalah 28%, Tamat SMA 16% dari hasil tabel frekuensi diatas dapat dilihat bahwa pendidikan peternak rata-rata 44% hal ini nantinya akan mempengaruhi variabel-variabel lain selain itu, asumsi kita mengapa tingkat pendidikan responden rendah karena mereka masih menganggap pendidikan belum begitu penting dalam mendukung kegiatan mereka sebagai peternak.

(20)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 20 Tabel 3.4 Jumlah Anggota Keluarga Inti Responden

No Interval Jumlah Frekeunsi %

1 0 – 1 0 0 % 2 2 -3 21 42 % 3 4 -5 23 46 % 4. 6 – 7 3 6 % 5. 8 – 9 3 6 % 6. > 10 0 0 % Jumlah 50 100 %

Sumber : item pertanyaan no. 7 / koding no. 6

Jumlah anggota keluarga inti responden mayoritas berjumlah 2-3 dengan persentase 42%, 4-5 anggota persentasenya 46% dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pada umumnya masyarakat desa wiyurejo memiliki keluarga dengan kuantitas lebih dari 2 anak.

Tabel 3.5 Kategori Usia Anggota Keluarga Responden

No Keterangan Frekeunsi %

1 Produktif (<55 tahun) 44 88%

2 Tidak produktif (>55tahun) 6 12%

Jumlah 50 100%

(21)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 21 Kategorisasi usia responden terbagi menjadi 2 yaitu usia produktif dan usia tidak produktif dengan jumlah 88% untuk usia produktif (< 55tahun) dan jumlah 12% untuk usia tidak produktif (> 55 tahun) dari usia tersebut dapat diketahui bahwa peternak desa wiyurejo tergolong pada usia produktif.

Tabel 3.6 Jumlah Tangguan Responden

No Interval Jumlah Frekeunsi %

1 0 – 1 6 12 % 2 2 - 3 35 71 % 3 4 – 5 6 12 % 4 6 – 7 2 4 % 5 8 – 9 0 0% 6 > 10 0 0% Jumalh 49 100 %

Sumber : item pertanyaa no. 10 / koding no. 8

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa rata – rata jumlah tanggungan responden adalah 2 – 3 jiwa yaitu sebesar 71 % dimana dalam taraf tersebut dalam satu keluarga hanya terdiri dari keluarga inti saja.

(22)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 22 B. Status Sosial Ekonomi Peternak

Tabel 3.7 Status Kepemilikan Rumah

No Keterangan Frekeunsi %

1 Milik pribadi 47 94%

2 Milik orang tua/ warisan 2 4%

3 Milik saudara 0 0%

4 Sewa/ kontrak/ kos 0 0%

5 Lainnya 1 2%

Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 11/ Koding no. 9

Status kepemilikan rumah responden antara lain: milik pribadi sebanyak 94%, status milik orang tua atau warisan sebanyak 4%, dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar peternak memiliki rumah pribadi yang digunakan untuk mendukung aktivitas peternakannya.

(23)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 23 Tabel 3.8 Luas Lahan Rumah Yang Dimiliki Responden (m2)

No Keterangan Frekeunsi % 1 0-80 25 50% 2 81-161 13 26% 3 162-242 8 16% 4 243-323 2 4% 5 324-404 1 2% 6 405 > 1 2% Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 12/ Koding 10 -12

Luas lahan rumah yang dimiliki responden mayoritas berada dalam ukuran ± 80 m2 yaitu sebesar 50% sedangkan untuk responden yang memiliki luas banguan rumah luas atau sebesar 405 m2 keatas hanyalah 2%. Dari tabel ini dapat dilihat bahwa luas rumah yang dimiliki mayoritas warga desa wiyurejo tergolong menengah atau bahkan sempit apabila dilihat dari bagaimana luas bangunan rumah rata – rata masyarakat desa.

(24)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 24 Tabel 3.9 Pekerjaan Sampingan Responden

No Keterangan Frekeunsi %

1 Ya 38 76%

2 Tidak 12 24%

Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 13/ Koding no. 13

Peternak memang sebagai pekerjaan utama responden namun ada juga peternak juga yang memiliki pekerjaan sampingan sebanyak 76% dan yang tidak memiliki pekerjaan sampingan sebanyak 24%.

Tabel 3.10 Jenis Pekerjaan Sampingan Responden

No Keterangan Frekeunsi % 1 Petani 29 76% 2 Pemecah batu 1 3% 3 Pedagang 5 13% 4 Wiraswasta 1 3% 5 PNS 0 0% 6 Guru 0 0% 7 Lainnya 2 5% Jumlah 38 100%

(25)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 25

Sumber : item pertanyaan no. 14/ koding 14

Jenis pekerjaan sampingan responden sebagian besar petani sebanyak 76%, pedagang sebanyak 13%, dan wiraswasta 3% dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pekerjaan sampingan sebagai petani merupakan alternatif lain selain sebagai peternak, namun petani pada umumnya dianggap sebagai pekerjaan musiman yang hasil panennya belum pasti. Selain itu pedagang merupakan alternatif pekerjaan yang kedua seperti: membuka toko kecil-kecilan dirumah.

Tabel 3.11 Status Kepemilikan Hewan Ternak Respoden

No Keterangan Frekeunsi %

1 Milik pribadi 49 98%

2 Milik orang lain/ buruh 0 0%

3 Milik orang tua/ keluarga/ warisan 1 2%

Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 15 / koding no. 15

Status kepemilikan hewan ternak terbagi menjadi 3 kategori yaitu: milik pribadi, milik orang lain, dan milik orang tua namun dari data yang kami peroleh milik pribadi sebanyak 98%, milik orangtua atau turun temurun sebanyak 2% , hal ini menunjukkan bahwa sapi yang diperah dan dijadikan sumber mata pencaharian adalah milik pribadi.

(26)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 26 Tabel 3.12 Rata – rata Produktivitas Susu Sapi Responden Per liter

No Keterangan Frekeunsi % 1 0 -14 8 21 % 2 15 – 29 16 42 % 3 30 – 44 8 21 % 4 45 – 59 2 5 % 5 60 -74 2 5 % 6 > 75 2 5 % Jumlah 38 100 %

Sumber : item pertanyaan no. 16 / koding no. 16 - 17

Rata-rata produktivitas susu yang dihasilkan per-hari adalah 15-29 liter dengan total persentase 42%, yang kedua adalah 0-14 liter denagn persentase 21% dan 15-29 liter dengan persentase 21%, dari jumlah diatas dapat diketahui bahwa produktivitas susu sangat penting untuk kehidupan peternak, karena dengan produktivitas susu peternak dapat memnuhi kebutuhan hidupnya

(27)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 27 Tabel 3.13 Lahan Yang Dimiliki Responden

Sumber: item pertanyaan no. 17 / koding 18, 23, 28, 33

Kepemilikan lahan juga mnejadi tolak ukur dalam penelitian ini karena jika responden memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani maka kepemilikan lahan menjadi faktor pendukung yang cukup penting, responden yang memiliki sawah sebanyak 52%, memiliki ladang 28%, kebun sebanyak 2%. Jadi, dapat diketahui bahwa sebagian responden memiliki sawah yang digunakan untuk menanam tanaman musiman.

No Keterangan

Frekuensi %

Ya Tidak Jumlah Ya Tidak Jumlah

1. Sawah 26 24 50 52% 48% 100%

2. Ladang 14 36 50 28% 72% 100%

3. Kebun 1 49 50 2% 98% 100%

(28)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 28 Tabel 3.14 Luas Lahan Yang Dimiliki Responden

No. Keterangan Frekuensi %

1 Sawah 0-1072 15 58% 1073-2145 4 15% 2146-3218 2 8% 3219-4291 1 4% 4292-5364 3 12% 5365 < 1 4% Jumlah 26 100% 2 Ladang 0-974 7 50% 975-1949 2 14% 1950-2924 3 21% 2925-3899 1 7% 3900 < 1 7% 0% Jumlah 14 100% 3 Kebun 8000 1 100% Jumlah 1 100%

(29)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 29 Luas lahan yang dimiliki responden yaitu sawah dengan rata-rata luasnya 0-1072 m, ladang rata-rata luasnya 0-974 dengan persentase 50%, sedangkan untuk lahan yang berupa kebun yang memiliki hanya 1 responden dengan luas 8000 m.

Tabel 3.15 Jenis Tanaman Yang Dimiliki Responden

Sumber : item pertanyaan no. 18 / koding no. 42 - 48

Jenis tanaman yang ditanam oleh responden yang bermata pencaharian sampingan sebagai petani adalah wortel sebanyak 42 %, jagung sebanyak 24 %, singkong sebanyak 14%, kubis sebanyak 12%, tanaman lainnya sebanyak 28% seperti ( kacang kapri, sawi), pada saat kami melakukan penelitian ini tanaman yang paling banyak ditanam adalah wortel.

No Keterangan

Frekuensi %

Ya Tidak Jumlah Ya Tidak Jumlah

1. Apel 0 50 50 0% 100% 100% 2. Wortel 21 29 50 42% 48% 100% 3. Singkong 7 43 50 14% 86% 100% 4. Tomat 2 48 50 4% 96% 100% 5. Kubis 6 44 50 12% 88% 100% 6. Jagung 12 38 50 24% 76% 100% 7 Lainnya 16 34 50 32% 68% 100%

(30)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 30 Tabel 3.16 Pendapatan Responden dari Pekerjaan Pokok (Peternak)

No. Interval Penghasilan (Rp.) Frekuensi %

1 Peternak 0-2486 35 85 2487-4973 4 10 4974-7460 0 - 7461-9947 0 - 9948-12434 1 2 12435 < 1 2 Jumlah 41 100 2 Non-peternak 0-3307 33 75 3308-6615 6 14 6616-9923 0 - 9924-13231 1 2 13232-16539 16540 < 2 2 5 5 Jumlah 44 100 3 Jumlah 0-3441 3442-6883 6884-10325 10326-13767 13768-17209 17210 < 38 6 0 1 1 2 79% 13% 0% 2% 2% 4% Jumlah 48 100%

(31)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 31 Dari tabel di atas kami dapat menunjukkan rata – rata pendapatan responden dari pekerjaan pokok sebagai peternak yang berada di Rp 2.486.000, 00 berkisar antara 35 responden atau 85 % sedangkan untuk responden yang berada di di kisaran Rp. 12.435.000, 00 hanya 1 responden. Bila di lihat pendapatan dari pekerjaan sampingan ( non – peternakan ) Rp. 3.300.000, 00 sebanyak 35 responden atau 75 %. Yang memiliki pendapatan di kisaran Rp. 12.000.000,00 hanya 1 responden atau 2%. Jadi total pendapatan seluruhnya mayoritas berada di kisaran Rp. 3.300.000,00. Dari sini dapat dilihat bahwa tingkat ekonomi masayarakat desa Wiyurejo tregolong menegah hal inilah yang menyebabkab mereka lebih memilih untuk menjadi peternak.

Tabel 3.19 Rata – rata Pengeluaran Responden Perbulan untuk Keperluan Diluar Peternakan No Keterangan Frekeunsi % 1 0-899 38 76% 2 900-1799 9 18% 3 1800-2699 2 4% 4 2700-3599 0 0% 5 3600-4499 0 0% 6 4500 < 1 2% Jumlah 50 100%

(32)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 32 Rata – rata pengeluaran responden perbulan berkisar di antara Rp. 900.000,00 sebanyak 38 responden atau sebesar 76 %, sedangakan untuk responden yang memiliki biaya pengeluaran diatas Rp. 4.500.000,00 hanya satu responden atau sebesar 2 %.

Tabel. 3.20 Rata – rata Pengeluaran Responden Perbulan Untuk Peternakan

No Keterangan Frekeunsi % 1 0-191 2 6 2 192-383 5 15 3 384-575 9 27 4 576-767 6 18 5 768-965 7 21 6 977 < 4 12 Jumlah 33 100

Sumber : item pertanyaan no. 21 / koding no. 69 -73

Rata – rata pengeluaran responden perbulan untuk keperluan ternak berkisar di antara Rp. 600.000,00 sebanyak 9 responden atau sebesar 27 %, pengeluaran di antara Rp. 800.000,00 sebanyak 7 responden atau sebesar 21 %.

Tabel 3.21 Adakah perubahan harga susu yang dipengaruhi oleh kualitas susu

(33)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 33

1 Ya 48 96%

2 Tidak 2 4%

Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 22 / koding no.74

Perubahan harga susu di desa wiyurejo pada dasarnya dipengaruhi oleh kualitas susu sapi, untuk mengetahui pertanyaan diatas dari data yang kami dapat di lapangan ternyata responden 96% menjawab ya, dan sisanya menjawab tidak yaitu 4%. Peubahan harga susu mungkin saja bisa terjadi secara berfluktuasi tergantung dari stabilitas kualitas susu yang dihasilkan oleh peternak desa wiyurejo.

Tabel 3.22 Faktor – faktor Penentu Kualitas Susu

Sumber : item pertanyaan no. 23 / koding no. 75 -79

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas susu antara lain: usia sapi, kualitas makanan sapi, kualitas minuman sapi, dan kebersihan kandang namun dari 50 responden kebanyakan merekan menjawab kualitas makanan dan minuman sapi No Keterangan

Frekuensi %

Ya Tidak Jumlah Ya Tidak Jumlah

1. Usia sapi 28 20 48 58% 42% 100% 2. Kualitas makanan sapi 44 4 48 92% 8% 100% 3. Kualitas minum sapi 45 3 48 94% 6% 100% 4. Kebersihan kandang sapi 39 9 48 81% 19% 100% 5. Lainnya 13 35 48 28% 72% 100%

(34)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 34 masing-masing sebanyak 94% dan 92% , sedangakan kebersihan kandang juga mempengaruhi sebesar 58%. Dari jumlah data diatas diketahui bahwa memang faktor pangan sangat mempengaruhi hasil perahan susu sapi, selain itu peternak juga harus sering memperhatikan kesehatan sapinya agar sapi yang diperah menghasilkan susu sapi yang berkualitas.

Tabel 3.23 Adakah Perubahan Kondisi Ekonomi Responden Setelah Menjadi Peternak

No Keterangan Frekeunsi %

1 Ya 40 80%

2 Tidak 10 20%

Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 24 / koding no. 80

Dalam pertanyaan berikut ini, kami melihat perubahan ekonomi masyarakat desa Wiyurejo setelah menjadi peternak dan sebanyak 80% menjawab ya, bahwa status ekonomi mereka mengalami perubahan sedangkan yang 20% menjawab tidak mengalami perubahan.

(35)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 35 Tabel 3.24 Alasan Perubahan Kondisi Ekonomi Menjadi Lebih Baik

Sumber : item pertanyaan no. 25/ koding no. 81 - 85

Alasan peternak menjawab keadaan ekonominya berubah karena mereka telah memiliki penghasilan pasti sebanyak 85%, sedangkan untuk para peternak yang menjawab karena kebutuhannya telah terpenuhi sebanyak 80%, dan untuk para peternak yang menjawab karena penghasilannya meningkat sebanyak 85% dari data diatas dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk desa wiyurejo lebih memilih jalan aman untuk memenuhi kebutuhannya.

No Keterangan

Frekuensi %

Ya Tidak Jumlah Ya Tidak Jumlah

1. Telah memiliki penghasilan pasti 34 6 40 85% 15% 100% 2. Kebutuhan terpenuhi 32 8 40 80% 20% 100% 3. Penghasilan meningkat 34 6 40 85% 15% 100% 4. Kesejahteraan meningkat 29 11 40 72.50% 27.50% 100% 5. Status sosial meningkat 21 19 40 52.50% 47.50% 100%

(36)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 36 Tabel 3.25 Alasan Perubahan Kondisi Ekonomi Menjadi Lebih Buruk

Sumber : item pertanyaan no. 26/ koding no. 86 – 90

Alasan peternak menjawab keadaaan ekonominya tidak lebih baik karena mereka beranggapan setelah menjadi peternak keadaan ekonominya menjadi menurun (80%) , patokan harga susu yang tinggi sebanyak 10%, dan karena tidak ada alternatif penjualan lain sebanyak 20% oleh karena itu meskipun penghasilan mereka pasti namun penghasilan mereka menurun terlebih lagi jika kualitas susu yang dihasilkan buruk.

No Keterangan

Frekuensi %

Ya Tidak Jumlah Ya Tidak Jumlah

1. Penghasilan lebih menurun 8 2 10 80% 20% 100% 2. Patokan harga susu rendah 0 10 10 0% 100% 100% 3. Patokan kualitas susu yang sangat tinggi 1 9 10 10% 90% 100% 4. Tidak ada alternatif penjualan lain 2 8 10 20% 80% 100% 5. Tidak ada alternatif pekerjaan lain 0 10 10 0 100% 100%

(37)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 37 Tabel 3.26 Kepemilikan Tabungan

No Keterangan Frekeunsi %

1 Ya 31 62%

2 Tidak 19 38%

Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 27 / konding 91

Kepemilikan tabungan pada masyarakat desa wiyurejo, mayoritas mereka menjawab ya sebanyak 62% dan tidak sebanyak 38% hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kesadaran untuk menyimpan uangnya dalam berbagai bentuk, yang penjelasan selanjutnya akan dijelaskan pada tabel bawah ini.

Tabel 3.27 Bentuk Tabungan yang dimiliki responden

No Keterangan

Frekuensi %

Ya Tidak Jumlah Ya Tidak Jumlah

1. Uang di rumah 7 24 31 23% 77% 100% 2. Hewan ternak 16 15 31 52% 48% 100% 3. Tanah 9 22 31 29% 71% 100% 4. Perhiasan 7 24 31 23% 77% 100% 5. Uang di bank/ koperasi 15 16 31 48% 52% 100% 6. Lainnya 12 19 31 39% 61% 100%

(38)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 38

Sumber : item pertanyaan no. 28 / koding 92 - 97

Wujud tabungan yang dimiliki oleh keluarga di desa wiyurejo berupa: uang dirumah, hewan ternak, tanah, perhiasan, uang di bank atau koperasi. Dari jumlah tersebut angka yang paling tinggi yaitu hewan ternak dengan presentase 52%, uang di bank atau koperasi dengan presentase 48% dan perhiasan dengan presentase 23%. Dari data ini dapat diketahui bahwa hewan ternak merupakan bentuk tabungan yang paling mungkin dimiliki oleh masyarakat desa.

Tabel 3.28 Kondisi Rumah Responden

No Keterangan Kondisi

Frekuensi

Jumlah

%

Ya Tidak Ya Tidak Jumlah

1 Lantai Koding no. 98 Tanah 8 42 50 16% 84% 100% Semen 12 38 50 24% 76% 100% Tegel 6 44 50 12% 88% 100% Keramik 24 26 50 48% 52% 100% 2 Dinding Koding no. 99 Bambu 1 49 50 2% 98% 100% Triplek 1 49 50 2% 98% 100% Kayu 0 50 50 0% 100% 100% Tembok 48 2 50 96% 4% 100% 3 Tanah Koding no. 100 Ijuk 0 50 50 0% 100% 100% Seng 0 50 50 0% 100% 100% Asbes 2 48 50 4% 96% 100% Genteng 48 2 50 96% 4% 100%

(39)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 39

Sumber : item pertanyaan no. 29

Kondisi rumah responden yang paling dominan adalah kondisi lantai dominan terbuat dari keramik (48%), dinding dominan terbuat dari tembok (96%), atapnya terbuat dari genteng (96%). Dari kondisi rumah dapat diketahui bahwa kondisi rumah mereka tergolong cukup baik dan dengan kondisi layak huni dari segi fisik bangunannya.

Tabel 3.29 Klasifikasi Kekayaan Berdasarkan Kepemilikan Hewan Ternak Responden No Keterangan Frekeunsi % 1 Kaya 4 8% 2 Sedang 16 32% 3 Miskin 30 60% Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 30 / koding no. 101

Dari jumlah kepemilikan hewan ternak, peternak di desa wiyurejo digolongakan menjadi 3 kategori yaitu kategori miskin, menengah, dan kaya. Dalam kepemilikan hewan ternak 8% peternak digolongkan dalam peternak kaya, 32% digolongkan sebagai peternak sedang dan 60% digolongkan sebagai peternak miskin. Dari data diatas dapat diketahui bahwa harga hewan sapi menjadi faktor penentu kekayaan seseorang.

(40)

Kelompok 7 Desa Wiyurejo 40 Tabel 3.30 Klasifikasi Kekayaan Berdasarkan Kepemilikan Barang Responden

No Keterangan Frekeunsi %

1 Kaya 2 4%

2 Sedang 11 22%

3 Miskin 37 74%

Jumlah 50 100%

Sumber : item pertanyaan no. 31/ koding no. 102

Jumlah kepemilikan barang juga digolongkan dalam 3 kategori yaitu kaya sebanyak 4%, sedang 22%, miskin 74% , barang yang dimaksud disini adalah barang-barang elektronik, alat transportasi, dan yang paling penting kepemilikan barang-barang ini juga berhubungan dengan alat-alat peternakan seperti: kaleng susu yang terbuat dari aluminium yang digunakan untuk tiap pagi dan sore untuk menyetor hasil susunya ke pos. Indikator seseorang dikatakan kaya apabila memiliki 1 mobil atau lebih, dikatakan sedang apabila memiliki 2 motor atau lebih, dan dikatakan miskin apabila hanya memiliki 1 motor atau tidak memiliki. Untuk barang – barang elektronik lainnya tidak dapat memberikan pengaruh yang besar untuk penentuan tingkat kekayaan seseorang.

Gambar

Tabel 2.1.1 Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Wiyurejo
Tabel 2.1.2 Wajib Belajar 9 Tahun dan 12 Tahun
Tabel 2.1.3 Status kepemilikan lahan pertanian
Tabel 2.1.6 Produksi Peternakan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kutipan hasil wawancara tersebut sebagai bukti pendukung kesimpulan. Kesimpulannya adalah Paroki Santo Petrus dan Paulus Klepu telah memiliki prosedur pencatatan

Perwakilan caleg laki-laki dan perempuan yang tercapai adalah juga merupakan upaya partai yang mengusahakan caleg-caleg berkualitas untuk ikut berpartisipasi di pileg 2014 di

Pada hari Senin tanggal empat belas bulan April tahun dua ribu empat belas bertempat di Balai Desa Alasmalang Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas telah

Model terbaik adalah hasil pemodelan dari metode RKU yang ditambahkan peubah boneka pada data presipitasi GCM dengan time lag berdasarkan bentuk model yang lebih

(2) Hasil Evaluasi Ruang Terbuka Hijau Taman Kota dan jalur hijau jalan dilakukan penataan ulang tanaman yang terdapat di masing-masing lokasi penelitan dengan

Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman Pada Pekerja Kontraktor di PT.. Surabaya: Universitas

PPS Desa Kedungjambangan dalam rangka Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD PPS Desa Kedungjambangan dalam rangka Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota Tahun 2014.

Masjid Jami Nurul Farah Masjid Al-Islam RS-PELNI Masjid Al-kheir SDN 01,03 petamburan Pos Forkabi 1.. JAKARTA TIMUR Pos FPI. Rusun Petamburan