ABDIMAS
Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Pembagian Masker dan Penyanitasi Tangan sebagai Bentuk Kepedulian Mahasiswa KKN UNNES BMC 2020 Terhadap Rendahnya Tingkat Kewaspadaan
Masyarakat Terdampak di Zona Hijau.
, , , Universitas Negeri Semarang
Abstrak
Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak dapat melakukan kegiatan apapun dan bahkan akan menghambat semua yang akan kita lakukan. Kesehatan harus selalu dijaga sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Di masa pandemi seperti sekarang, menjaga kesehatan dan kebugaran diri menjadi hal yang sangat krusial. Tubuh harus dalam keadaan sehat selalu agar terhindar dari virus yang dapat menyerang tubuh kapanpun dan dimanapun. Selain itu, adaptasi kebiasaan baru harus diterapkan agar terhindar dari segala penyakit yang mengintai. Salah satu adaptasi kebiasaan baru yang harus dilakukan adalah penggunaan masker ketika berpergian. Selain itu, penyanitasi tangan juga harus dibawa untuk keadaan dimana harus membersihkan tangan setelah memegang sesuatu yang dapat menjadi awal mula masuknya virus kedalam tubuh karena kurangnya menjaga kebersihan tubuh. Pandemi virus corona ini dapat dengan mudah untuk menjangkiti manusia karena hanya dengan sedikit droplet saja, maka virus sudah dapat masuk dan menjadikan tubuh sebagai inangnya. Virus corona dapat memasuki tubuh melewati kontak tubuh dan bagian tubuh yang memiliki kemungkinan untuk masuk tubuh seperti mata, hidung, dan mulut. Untuk mencegah kontak langsung kepada bagian tubuh yang memungkinkan terjangkiti, maka penggunaan masker sangat dianjurkan karena efektif untuk mencegah penularan virus dari pembawa kepada yang lain. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan masih sangat rendah. Masyarakat masih menganggap enteng pandemi yang terjadi. Penggunaan masker dan Penyanitasi tangan masih sangat jarang dikarenakan masyarakat merasa sudah aman ketika memasuki adaptasi kebiasaan baru, dan juga wilayah yang mereka tinggali sudah memasuki zona hijau. Untuk itu, Mahasiswa KKN BMC melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat sekitar agar masyarakat kembali sadar akan kewaspadaan menjaga kesehatan tubuh.
PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak dapat melakukan kegiatan apapun dan bahkan akan menghambat semua yang akan kita lakukan. Kesehatan harus selalu dijaga sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Di masa pandemi seperti sekarang, menjaga kesehatan dan kebugaran diri menjadi hal yang sangat krusial. Tubuh harus dalam keadaan fit selalu agar terhindar dari virus yang dapat menyerang tubuh kapanpun dan dimanapun. Selain itu, adaptasi kebiasaan baru harus diterapkan agar terhindar dari segala penyakit yang mengintai. Salah satu adaptasi kebiasaan baru yang harus dilakukan adalah penggunaan masker ketika berpergian. Selain itu, penyanitasi tangan juga harus dibawa untuk keadaan dimana harus membersihkan tangan setelah memegang sesuatu yang dapat menjadi awal mula masuknya virus kedalam tubuh karena kurangnya menjaga kebersihan tubuh. Penularan virus ini terjadi umumnya melalui droplet dan kontak dengan virus kemudian virus dapat masuk ke dalam mukosa yang terbuka. Suatu analisis mencoba mengukur laju penularan berdasarkan masa inkubasi, gejala dan durasi antara gejala dengan pasien yang diisolasi. Analisis tersebut mendapatkan hasil penularan dari 1 pasien ke sekitar 3 orang di sekitarnya, tetapi kemungkinan penularan di masa inkubasi menyebabkan masa kontak pasien ke orang sekitar lebih lama sehingga risiko jumlah kontak tertular
dari 1 pasien mungkin dapat lebih besar (Handayani 2020). Virus corona dapat memasuki tubuh melewati kontak tubuh dan bagian tubuh yang memiliki kemungkinan untuk masuk tubuh (mukosa) seperti mata, hidung, dan mulut. Untuk mencegah kontak langsung kepada bagian tubuh yang memungkinkan terjangkiti, maka penggunaan masker sangat dianjurkan karena efektif untuk mencegah penularan virus dari pembawa kepada yang lain.
Dimasa Adaptasi Kegiatan Baru atau pelonggaran setelah adanya karantina mandiri maupun PSBB, kita tetap harus melaksanakan protokol kesehatandengan menggunakan masker, jaga jarak ideal, rajin mencuci tangan dengan sabun, olahraga
teratur, dan jaga asupan gizi. Selain itu, perhatikan juga situasi dan kondisi tempat bekerja, sejauh mana kegiatan daring (online) bisa didahulukan daripada luring (offline). Jika terpaksa harus tetap bekerja di kantor atau harus melakukan kegiatan luar ruang, selalu lakukan :
1. Saat kembali ke rumah, jangan bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum mandi. 2. Segera mencuci pakaian dan
masker dengan deterjen. Jangan menggantung pakaian dan masker yang telah dipakai di luar rumah.
3. Bersihkan handphone, tas, benda lain dengan disinfektan. 4. Tingkatkan daya tahan tubuh
dengan asupan yang bergizi serta istirahat cukup.
5. Jaga kesehatan mental dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama keluarga.
Lalu, ada pula pembagian zona atau kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran virus corona Covid-19. Penanganan COVID-19 telah merincikan empat level kriteria zonasi daerah berdasarkan warna, sebagai indikator kategori risiko COVID-19 yang dilihat dari tingkatan transmisi atau penyebarannya.
Beberapa kriteria wilayah ini mulai dari wilayah berisiko (Paramita
2020):
1. Zona Hijau (Tidak Terdampak) 2. Zona Kuning (Risiko Rendah) 3. Zona Orange (Risiko Sedang) 4. Zona Merah (Risiko Tinggi)
Meskipun demikian, menurut Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 data
penyebaran Covid-19 bersifat sangat dinamis. Karena itu terdapat daerah-daerah yang sebelumnya mungkin tidak terdampak, namun dapat berubah menjadi daerah-daerah dengan risiko rendah.
Begitu juga ada daerah dengan risiko rendah yang dapat berpindah menjadi zona risiko sedang, ataupun sebaliknya.Untuk itu di zona
manapun kamu berada saat ini, tetap disiplin menerapkan protokol
kesehatan. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan masih sangat rendah. Masyarakat masih menganggap enteng pandemi
yang terjadi. Penggunaan masker dan Penyanitasi tangan masih sangat jarang dikarenakan masyarakat merasa sudah aman ketika
memasuki adaptasi kebiasaan baru, dan juga wilayah yang mereka tinggali sudah memasuki zona hijau. Untuk itu, Mahasiswa KKN BMC melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat sekitar agar masyarakat kembali sadar akan kewaspadaan menjaga kesehatan tubuh.
METODE
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode penyuluhan dan penerjunan langsung ke lokasi penelitian. Penyuluhan diberikan kepada masyarakat dengan materi penyuluhan yaitu pentingnya menggunakan masker di masa pandemi Corona. Media yang digunakan dalam penyuluhan yaitu berupa masker yang sekaligus dibagikan kepada masyarakat saat penerjunan langsung ke lokasi penelitian.
Kegiatan yang dilakukan terkait dengan beberapa pihak (stakeholder), yaitu antara lain.
1. Petugas kesehatan, yang bersama-sama bersinergi untuk memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan sebagai objek penelitian atau sasaran pemberian handsanitizer atau alat kesehatan.
2. Para kader dan pejabat desa, terkait dengan perizinan lokasi penelitian.
3. Para pedagang dan masyarakat sekitar lokasi penelitian, yang merupakan objek penelitian atau sasaran pemberian masker atau alat kesehatan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Novel Corona Virus (2019-nCoV) merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus ini berasa dari Cina. Novel Coronavirus merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS. Diketahui virus ini sudah mewabah di Wuhan, China pada bulan Desember 2019. Lalu pada awal Januari WHO sudah mengidentifikasi virus tersebut sebagai Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang kemudian pada Februari, WHO mengumumkan nama resmi virus ini adalah COVID-19. Virus Corona ini adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan flu biasa hingga penyakit yang seperti MERS atau SARS. Gejala klinis dari virus ini berupa demam, batuk dan pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan, serta letih dan lesu (Kesehatan 2020). Pemerintah sudah menghimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir, karena pemerintah telah menyediakan beberapa solusi sebagai cara pencegahan dari virus ini, diantaranya rajin cuci tangan pakai sabun (CTPS), menggunakan masker apabila sedang batuk dan pilek, konsumsi gizi seimbang dengan memperbanyak sayur dan
buah, berhati-hati bila berkontak langsung dengan hewan, rajin berolahraga dan diimbangi dengan istirahat yang cukup, hindari mengkonsumsi daging yang tidak dimasak, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan bila mengidap batuk, pilek dan sesak nafas.
Alat Perlindungan Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya (Ardian 2019). Dalam hal ini, dapat diartikan bahwa APD merupakan salah satu media yang mampu membantu kita dalam menghindari terjadinya penyebaran COVID-19. APD yang sangat mudah digunakan dan didapat guna mencegah terjadinya penularan COVID-19 yaitu masker dan handsanitizer. Kedua APD tersebut cukup membantu dan mudah diperoleh, namun kesadaran masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap masih terbilang cukup rendah.
Menurut Gerungan (1998: 21) yang dikutip dalam jurnal ―LATAR BELAKANG RENDAHNYA KESADARAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK PEREMPUAN‖ disebutkan bahwa kesadaran adalah suatu aktivitas jiwa dalam hubungannya dengan lingkungan yang menyadari adanya benda-benda di sekiar kita. Kesadaran seseorang berbeda – beda, ada yang memiliki kesadaran tinggi, sedang, dan rendah (Muamaroh 2013). Sering
ditemukannya masyarakat yang bepergian keluar rumah tanpa memperhatikan dan mengenakan protokol kesehatan yang telah pemerintah anjurkan. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap masih terbilang cukup rendah. Dengan adanya hal tersebut, maka kelompok KKN UNNES BMC 2020 wilayah Cilacap mengambil tindakan yang dijadikan sebagai program kerja kelompok yaitu melakukan donasi APD berupa masker dan handsanitizer. Sasaran yang kami tuju yaitu rumah sakit dan masyarakat sekitar. Handsanitizer didonasikan kepada pihak RSUD Majenang, dengan jumlah 4 botol yang berukuran 500ml dan 4 botol yang berukuran 50ml, serta masker yang merupakan jenis masker 2 lapis dengan jumlah 120 masker didonasikan kepada masyarakat sekitar Pasar Genteng Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap dan 50 masker didonasikan kepada pihak RSUD Majenang. Semua jenis donasi yang diserahkan dapat diterima dengan baik oleh pihak RSUD Majenang juga masyarakat sekitar Pasar Genteng. Bersamaan dengan dilaksanakannya pembagian donasi masker di Pasar Genteng, dilaksanakan juga penyuluhan secara singkat terhadap masyarakat terkait pentingnya menggunakan masker. Masyarakat mampu menerima penyuluhan dan memahami dengan baik, serta antusias dalam pelaksanaan kegiatan ini.
KESIMPULAN
Covid-19 atau disebut juga virus corona yang kian merajalela di tanah air, membuat masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak diperbolehkan keluar rumah atau melakukan aktivitas yang bertujuan agar tidak menambah jumlah korban yang tertular covid-19. Covid-19 ini erat kaitannya dengan aspek kesehatan dimana kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Karena dengan tubuh yang sehat maka kita dapat beraktivitas dan terhindar dari segala macam penyakit. Beberapa cara yang dapat dilakukan guna mencegah dan melindungi diri dari serangan virus corona ini yaitu dengan penggunaan masker dan penyanitas tangan. Penggunaan masker yang baik dan benar dianggap mampu mencegah tertular virus yang keluar dari hidung dan mulut. Penyanitasi tangan juga dianggap dapat membunuh kuman yang tinggal di telapak tangan sehingga saat pandemi ini muncul masker dan penyanitasi tangan menjadi barang yang sangat langka dan banyak dicari oleh masyarakat karena takut terkena virus corona. Namun semakin kesini masyarakat menjadi acuh tak acuh, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah dan mencuci tangan atau menggunakan penyanitasi tangan meskipun daerah mereka sudah masuk zona hijau dan memasuki adaptasi kebiasaan baru. Kami mahasiswa dari Universitas Negeri
Semarang yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Bersama Melawan Covid-19 (KKN UNNES BMC 2020) memilih program kerja ―Donasi Alat Pelindung diri : Masker dan Hand sanitizer‖ karena melihat kondisi masyarakat yang masih kurang peduli dengan diri mereka sendiri dan orang lain dengan tidak memakai masker. Donasi yang kami lakukan adalah dengan memberikan alat pelindung diri : masker dan handsanitizer kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Majenang sebagai salah satu Rumah Sakit yang menangani pasien covid-19 di daerah Majenang dan sekitarnya. Selain itu kami juga membagikan masker kepada masyarakat umum di sekitar pasar genteng, Kecamatan Cimanggu, karena Kecamatan Cimanggu salah satu wilayah yang memiliki pasien positif corona terbanyak di wilayah Cilacap. Sehingga kami memilih daerah tersebut untuk dibagikan masker sebagai bentuk kepedulian kami guna mengurangi jumlah masyarakat yang tertular virus corona. Jadi, dari kegiatan tersebut pihak Rumah Sakit sangat berterimakasih karena sudah membantu para tenaga medis dengann memberikan bantuan berupa masker dan handasanitizer yang merupakan alat yang dibutuhkan guna menangani virus corona (covid—19), serta masyarakat di sekitar pasar genteng kecamatan cimanggu juga sangat antusias dan berterimakasih atas bantuan yang kami berikan, kami berharap dengan begitu masyarakat akan kembali sadar dan peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang disekililing
mereka, serta ada rasa kepedulian dengan saling mengingatkan untuk menggunakan masker saat akan berpergian.
SARAN
1. Bagi Pemerintah khususnya Pemerintah daerah Kabupaten Cilacap, perlu membuat peraturan terkait penggunaan masker agar masyarakat lebih peduli lagi dalam menggunakan masker. Kemudian melalakukan sosialisasi terkait pentingnya menggunakan masker oleh pihak puskesmas, rumah sakit dan lain-lain. Selanjutnya membuat spanduk tentang himbauan untuk menggunakan masker dan dipasang di tempat-tempat umum.
2. Kepada masyarakat umum diharap dapat menaati protocol kesehatan meskipun berada di zona hijau dan memasuki masa adaptasi baru namun tetap harus menjaga kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan rajin cuci tangan atau menggunakan penyanitasi tangan. Dalam hal ini yang perlu diutamakan adalah kesadaran masyarakat sendiri yang harus ditingkatkan terutama akan kesehatan, karena kepedulian dan kesadaran masyarakat akan hal itu masih kurang dan perlu ditinngkatkan., tentunya agar virus corona ini lekas hilang dan tidak ada lagi yang tertular
maka perlu kerjasama dari berbagai pihak seperti pemerintah, rumah sakit atau puskesmas dan masyarakat umum, semua ikut andil dalam memberantas virus corona (covid-19) ini.
3. Kami mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang erat kaitannya dengan mengabdi kepada masyarakat juga ikut serta dalam melawan covid-19 dengan kegiatan yang positif sesuai dengan program kerja guna mengurangi dan memberantas virus tersebut. Dengan tetap memperhatkan protokol kesehatan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat saat melakukan bagi donasi.
4. Bagi peneliti selanjutnya untuk bisa mengembangkan variabel penelitian dan lokasi yang diteliti lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Ardian, Lusdiyati. ―Determinan
Kepatuhan Penggunaan Alata Pelindung Diri (APD) Pada Bagian Produksi 1 Shift 1 PT. KUTAI TIMBER INDONESIA Kota Probolinggo.‖ http://repository.unej.ac.id. 2019. http://repository.unej.ac.id/bitst ream/handle/123456789/9246 4/Lusdiyati%20Ardian-142110101198.pdf?sequence= 1&isAllowed=y (diakses Agustus 14, 2020).
Handayani, Diah. ―Penyakit Virus Corona 2019.‖ JUrnal
Respirologi Indonesia, 2020:
40.
Kesehatan, Kementerian. Informasi
Tentang Virus Corona
(COVID-19). 25 Januari 2020.
http://promkes.kemkes.go.id/in formasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus (diakses Agustus 14, 2020).
Muamaroh. ―LATAR BELAKANG RENDAHNYA KESADARAN ORANGTUA.‖ Educational
Psychology Journal, 2013.
Paramita, Mindy. Bersiap dengan
Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) . 2020.
https://skata.info/article/detail/6 90/bersiap-dengan-adaptasi-kebiasaan-baru-new-normal (diakses Agustus 14, 2020).