42 4.1 Sejarah Singkat Kementerian Kehutanan
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Kehutanan, mengamanatkan bahwa pengurusan hutan pada hakekatnya adalah untuk mendapatkan manfaat hutan yang sebesar-besarnya secara serbaguna dan lestari baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi kemakmuran masyarakat.
Pembentukan kehutanan sebagai suatu rangkaian usaha diarahkan dan direncanakan untuk memanfaatkan dan mendayagunakan sumber daya hutan secara maksimal dan lestari. Tujuannya adalah untuk memadukan dan menyimbangkan manfaat hutan dengan fungsi hutan dalam keharmonisan yang dapat berlangsung secara paripurna.
Untuk dapat menampung tugas dan fungsi pokok tersebut maka sesuai dengan Surat Keputusan President Nomor 15 Tahun 1984 Struktur Organisasi Departemen Kehutanan ditetapkan sebagai berikut:
1. Menteri
2. Sekretariat Jenderal 3. Inspektorat Jenderal
5. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial
6. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam 7. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan
8. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 9. Pusat Pendidikan dan Latihan Kehutanan
10. Kantor Wilayah Kementerian Kehutanan di Wilayah
Pada hakekatnya pembangunan kehutanan adalah untuk mendapatkan manfaat hutan yang sebesar-besarnya secara serbaguna dan lestari baik secara langsung maupun tidak langsung bagi kemakmuran masyarakat. Agar usaha-usaha dan kegiatan yang berkaitan dengan pengurusan hutan tersebut dapat terselenggara dengan baik maka diperlukan wadah atau sarana kelembagaan yang dapat menampung seluruh aktivitas kegiatan dibidang kehutanan.
4.1.1 Visi Misi Kementerian Kehutanan
Berdasarkan arahan umum kerangka pembangunan nasional, tugas dan fungsi Kementerian Kehutanan, serta permaslahan yang dihadapi dalam pembangunan kehutanan dalam lima tahun kedepan, maka Visi Kementerian Kehutanan tahun 2010-2014 dalam penyelenggaraan pembangunan kehutanan adalah : “Hutan Lestari Untuk Kesejahteraan Masyarakat yang
Berkeadilan”.
Untuk mewujudkan visi diatas, maka misi dan tujuan masing-masing misi, ditetapkan sebagai berikut :
1. Memantapkan kepastian status kawasan hutan serta kualitas data dan informasi kehutanan. Misi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepastian kawasan hutan sebagai dasar penyiapan prakondisi pengelolaan sumberdaya hutan secara lestari.
2. Meningkatkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) untuk memperkuat kesejahteraan rakyat sekitar hutan dan keadilan berusaha. Misi tersebut bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi pengelolaan hutan produksi.
3. Memantapkan penyelenggaraan perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. Misi tersebut bertujuan menurunkan gangguan keamanan hutan dan hasil hutan dalam penyelenggaraan perlindungan dan konservasi sumberdaya alam.
4. Memelihara dan meningkatkan fungsi dan daya dukung daerah aliran sungai (DAS) sehingga dapat meningkatkan optimalisasi fungsi ekologi, ekonomi Dn sosial DAS. Misi ini bertujuan meningkatkan kondisi, fungsi dan daya dukung daerah aliran sungai (DAS), sehingga dapat mengurangi resiko bencana alam, dan dikelola secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
5. Meningkatkan ketersediaan produk teknologi dasar dan terapan serta kompetensi SDM dalam mendukung penyelenggaraan pengurusan hutan secara optimal. Misi ini bertujuan untuk menyediakan informasi ilmiah dalam pengelolaan hutan lestari, baik dalam tatanan perumusan kebijakan maupun kegiatan teknis pengelolaan hutan di lapangan, serta tersedianya
SDM kehutanan yang professional melalui pendidikan dan pelatihan serta penyuluhan kehutanan.
6. Memantapkan kelembagaan penyelenggaraan tata kelola kehutanan Kementerian Kehutanan. Tujuan utama misi ini adalah penyediaan perangkat peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan hutan lestari, peningkatan penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) bidang kehutanan dan terlaksananya tertib administrasi pada Kementerian Kehutanan.
4.1.2 Logo Kementerian Kehutanan
Keterangan :
1. Gambar Lambang Departemen Kehutanan 2. Gambar Lambang Gerakan Pramuka
Warna Lambang Saka Wanabakti terdiri dari:
1. Warna dasar coklat
2. Warna gambar lambang Departemen Kehutanan hijau, biru, hitam 3. Warna gambar lambang lambing Gerakan Pramuka kuning
4. Warna tulisan hitam
Arti kiasan lambang Saka Wanabakti
1. Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup. 2. Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai
sarana pendukung pembangunan nasional.
3. Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
4. Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
5. Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
6. Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabakti.
7. Keseluruhan lambing Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan
hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
4.1.3 Stuktur Organisasi dan Perincian Tugas Bidang di Kementerian Kehutanan
• Menteri
Menteri kehutanan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan dibidang kehutanan, yang antara lain adalah :
1. Perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis dibidang kehutanan.
2. Pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidng dan tugasnya 3. Pengelolaan barang milik kekayaan Negara yang menjadi tanggung
jawabnya
4. Pengawasan atas pelaksanaan tugasnya
5. Penyampaian laporan hal evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada presiden
• Staff Ahli
1. Staff ahli Bidang Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kelembagaan dan sumberdaya manusia
2. Staff ahli Bidang Ekonomi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi
3. Staff ahli Bidang Lingkungan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah lingkungan hidup
4. Staff ahli Bidang Kemitraan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemitraan kehutanan
5. Staff ahli Bidang penanganan Perkara Kehutanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perkara kehutanan
• Inspektorat Jenderal
1. Penyiapan perumusan kebijakan pengawasan
2. Pelaksanaan pengawasan kinerja, keuangan, dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri
3. Pelaksanaan urusan administrasi Inspektoral Jenderal 4. Penyusunan laporan hasil pengawasan
• Sekretariat Jenderal
1. Koordinasi kegiatan Kementerian
2. Penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian
3. Penyelenggaraan hubungan kerja dibidang administrai dengan Kementerian Koordinator, Kementerian Negara, Kementerian lain, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, dan Lembaga lain yang terkait 4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri
• Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
1. Penyiapan perumusan kebijakan Kementerian di bidang pengelolaan daerah aliran sungai, bina rehabilitasi hutan dan lahan, bina perhutanan sosial dan perbenihan tanaman hutan
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai, bina rehabilitasi hutan dan lahan, bina perhutanan sosial dan perbenihan tanaman hutan
3. Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang pengelolaan daerah aliran sungai, bina rehabilitasi hutan dan lahan, bina perhutanan sosial dan perbenihan tanaman hutan
4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai, bina rehabilitasi hutan dan lahan, bina perhutanan sosial dan perbenihan tanaman hutan
5. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal • Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan
1. Penyiapan perumusan kebijakan Kementerian di bidang pembinaan pengembangan hutan alam, pembinaan pengembangan hutan tanaman, pembinaan iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan serta pembinaan pengelolaan dan pemasaran hasil hutan
2. Pelaksanaan kebijakan dibidang pemanfaatan hutan produksi dan industry primer hasil hutan sesuai peraturan perundang-undang yang berlaku
3. Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang pembinaan rencana pemanfaatan hutan produksi, pembinaan
pengembangan hutan alam, pembinaan pengembangan hutan tanaman, pembinaan iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan serta pembinaan pengelolaan dan pemasaran hasil hutan
4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang pembinaan rencana pemanfaatan hutan produksi, pembinaan pengembangan hutan alam, pembinaan pengembangan hutan tanaman, pembinaan iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan serta pembinaan pengelolaan dan pemasaran hasil hutan
5. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal • Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan
1. Penyiapan perumusan kebijakan Kementerian Kehutanan di bidang penyusunan rencana dan statistic kehutanan, investasi dan perpetaan hutan, pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan serta pembentukan wilayah pengelolaan kawasan hutan
2. Pelaksanaan kebijakan penyusunan rencana dan statistic kehutanan, inventarisasi dan perpetaan hutan, pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan serta pembentukan wilayah pengelolaan kawasan hutan
3. Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dibidang penyusunan rencana dan statistic kehutanan, inventarisasi dan perpetaan hutan, pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan serta pembentukan wilayah pengelolaan kawasan hutan
4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur dibidang penyusunan rencana dan statistic kehutanan, inventarisasi dan perpetaan hutan, pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan serta pembentukan wilayah pengelolaan kawasan hutan
5. Pelaksanaan administrasi Badan
• Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
1. Koordinasi, penyusunan program dan pembinaan kerjasama penelitian dan pengembangan hutan dan konservasi alam, hutan tanaman, hasil hutan, serta sosial ekonomi dan kebijakan kehutanan.
2. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan hutan dan konservasi alam, hutan tanaman, hasil, serta sosial ekonomi dan kebijakan kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan hutan dan konservasi alam, hutan tanaman, hasil hutan, serta sosial ekonomi dan kebijakan kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Pelaksanaan administrasi badan.
• Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan
1. Penyusunan rencana dan program serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Departemen.
2. Pengembangan tenaga kependidikan dan pelatihan, system dan tata cara penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
4. Pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 5. Pelaksanaan urusan dan tata usaha dan rumah tangga pusat.
• Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan
1. Perumusan rencana dan program penyuluhan kehutanan yang meliputi penyusunan rencana, program, evaluasi dan pelaporan, pengembangan metode dan materi penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.
2. Pembinaan dan pelayanan kegiatan penyuluhan serta pemberdayaan masyarakat.
4.1.4 Profil Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan
Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kehutanan.
Dalam melaksanakan tugas Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi, yaitu:
a. Koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan
b. Pembinaan dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan c. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan
d. Pembinaan dan penyelenggaraan Organisasi dan tata laksana, kerja sama dan hubungan masyarakat
e. Koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum
f. Penyelenggaraan pengelolaan barang milik atau kekayaan Negara g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan Sekretariat Jenderal terdiri atas :
1. Biro Perencanaan
Biro perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama dalam negeri, penyusunan rencana makro, program, anggaran, evaluasi, pelaporan, dan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri di lingkungan Kementerian b. Penyiapan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan, dan program,
serta anggaran termasuk anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian
c. Penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana, program dan anggaran di lingkungan Kementerian
d. Pengelolaan data dan informasi Kementerian
Bagian Program Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program, dan anggaran di lingkungan Kementerian.
2. Biro Humas
Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan Nomor 123/Kpts-II/2001 tanggal 4 April tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Kehutanan dan telah diubah dengan peraturan Menteri Kehutanan No. P 13/Menhut-II/2005 tanggal 6 Mei 2005, Pusat Informasi mempunyai tugas pokok melaksanakan analisis informasi dan pengembangan jaringan kerja kemitraan kehutanan.
3. Biro Kepegawaian
Biro Kepegawain mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pembinaan, perencanaan, pengembangan, tata usaha, dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan pelaporan, pembinaan dan pengembangan pegawai
b. Penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi pengembangan karier analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai, serta penyusunan formasi, pengadaan pegawai di lingkungan Kementerian
c. Pelaksanaan administrasi kepangkatan, pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Kementerian
d. Pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian e. Penyiapan bahan koordinasi, pembinaan dan pelaksanaan administrasi
jabatan fungsional di lingkungan Kementerian
f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro
4. Biro Hukum
Biro Hukum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan undangan, penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan, pengelolaan dokumentasi hokum dan pemberian bantuan hokum serta pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. Penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dibidang kehutanan
b. Evaluasi, penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan
c. Pelaksanaan penanganan perkara dan bantuan hokum
d. Pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan dilingkungan Kementerian, serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan
5. Biro Keuangan
Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi teknis urusan keuangan, pembinaan teknis Badan Usaha Milik Negara dan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. Penyiapan koordinasi dan pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja, serta investasi pemerintah di lingkungan Kementerian
b. Penyiapan koordinasi dan pembinaan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Layanan Umum di lingkungan Kementerian
c. Penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemungutan, pencatatan penyetoran dan pelaporan penerimaan Negara bukan pajak dan dana bagi hasil sember daya alam kehutanan
d. Penyiapan koordinasi dan pembinaan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi serta pelaksanaan tata laksana keuangan di lingkungan Kementerian e. Penyiapan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan
keuangan di lingkungan Kementerian
f. Pelaksanaan urusan tatausaha dan rumah tangga Biro
6. Biro Umum
Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kerumahtanggan dan perlengkapan di lingkungan Kementerian, serta pelayanan administrasi pimpinan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Umum menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. Pelaksanaan urusan tata persuratan, kearsipan dan dokumentasi Kementerian
b. Pelaksanaan pelayanan administrasi pimpinan c. Pelaksanaan urusan keprotokolan
d. Pelaksanaan urusan rumahtangga dan Kementerian
e. Pelaksanaan urusan perlengkapan di lingkungan Kementerian
4.1.5 Visi dan Misi Sekretariat Jenderal
Visi :
“Tersedianya Data dan Informasi Yang Komprehensif dan Aktual serta Terciptanya Opini Publik yang Positif dibidang Pembangunan Hutan dan Kehutanan”.
Misi :
1. Meningkatkan kerjasama dibidang informasi dengan lembaga pemerintahan, lembaga non pemerintahan, lembaga tinggi Negara
2. Membangun informasi melalui analisis dan penyajian informasi
4.1.6 Majalah Kehutanan Indonesia
4.1.6.1 Rubik Majalah Kehutanan Indonesia • Dari Redaksi • Editorial • Suara Rimbawan • Laporan Utama • Reportase • Gallery KFK • Artikel
• Tips & Trik Fotografi
4.1.6.2 Susunan Redaksi • Pelindung :
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan • Penanggung Jawab :
Kepala Pusat Hubungan Masyarakat • Redaktur :
Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat Hubungan Masyarakat • Editor :
Kepala Sub Bidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah Pusat Hubungan Masyarakat
• Reporter :
Ary Setyadi, Setyadi Purnawarman, Firdaus, Primadita Diah P. • Desain Grafis :
Rudi Antoro • Sekretaris :
Ahyani
• Diterbitkan oleh :
Pusat Humas Kementerian Kehutanan STTN No. 1162/SK/Ditjen PPG/SST/1987 Tanggal 6 November 1987
No. ISSN : 0216681
4.1.6.3 Alamat Redaksi
Pusat Humas Kementerian Kehutanan Ged. Manggala Wanabakti Blok I Lantai 1
Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat Telp. (021) 5730118, 5730119 Fax. (021) 5710484
Email : [email protected]
4.2 Hasil Penelitian
Berdasarkan pada hasil perhitungan sampel sebanyak 89 responden yang merupakan karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan. Peneliti ini dilakukan dengan penarikan sampel dengan teknik proportionate stratified
random sampling. Berdasarkan data yang diperoleh dari sampel tersebut adalah
hasil penelitian yang berkaitan dengan Efektifitas Media Internal “Majalah Kehutanan Indonesia” Sebagai Media Informasi Karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan. Hasil data yang di peroleh setelah di kategorikan
menurut kelompoknya masing-masing, dibuat kedalam bentuk tabel yang diuraikan secara rinci.
4.2.1 Karakteristik Responden
Dalam penelitian ini peneliti menjelaskan karakteristik responden. Karakteristik responden perlu dijelaskan untuk mengetahui terhadap siapa penelitian ini dilakukan. Peneliti perlu menyebarkan kuesioner kepada karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan.
Responden yang diberikan kuesioner diukur dan dilihat berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan usia, dan berdasarkan lama berkerja.
Tabel 4.2.1
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Frekuensi Presentase (%)
1 Laki-laki 41 46%
2 Perempuan 48 54%
Total 89 100%
Berdasarkan dari hasil jawaban 89 responden, jika ditinjau dari jenis kelamin diketahui sebagian besar jenis kelamin responden adalah perempuan, yaitu sebanyak 48 orang dengan presentase 54%. Dan untuk responden laki-laki sebanyak 41 orang dengan presentase 46%. Berikutnya adalah tabel hasil penelitian mengenai usia:
Tabel 4.2.2
Responden Berdasarkan Usia
No. Usia Frekuensi Presentase (%)
1 <20 tahun 0 0% 2 20-30 tahun 15 17% 3 30-40 tahun 23 26% 4 40-50 tahun 33 37% 5 >50 tahun 18 20% Total 89 100%
Hasil penelitian pada tabel 4.2.2 menunjukkan jumlah responden pada usia 40-50 tahun sebanyak 33 responden dengan presentase 37%, usia 30-40 tahun sebanyak 23 responden dengan presentase 26%, usia lebih dari 50 tahun sebanyak 18 responden dengan presentase 20%, usia 20-30 tahun sebanyak 15 responden dengan presentase 17%, dan usia kurang dari 20 tahun sebanyak 0 responden dengan presentase sebesar 0%. Berikutnya adalah tabel hasil penelitian mengenai lama bekerja di Sekretariat Jenderal:
Tabel 4.2.3
Responden Berdasarkan Lama Bekerja
No. Masa Kerja Frekuensi Presentase (%)
1 0-1 tahun 0 0%
2 1-5 tahun 21 24%
3 5-10 tahun 31 35%
4 >10 tahun 37 41%
Total 89 100%
Hasil penelitian pada tabel 4.2.3 menunjukkan jumlah responden yang lama bekerja lebih dari 10 tahun sebanyak 37 responden dengan presentase 41%, lalu dengan lama bekerja lama bekerja 5-10 tahun sebanyak 31 responden dengan
presentase 35%, serta dengan lama bekerja 1-5 tahun sebanyak 21 responden dengan presentase 24%, sedangkan responden yang lama bekerja 0-1 tahun sebanyak 0 responden dengan presentase 0%.
4.2.2 Pengukuran Efektifitas
Berdasarkan operasional konsep penelitian yang peneliti uraikan pada bab III, peneliti menyusun 25 pertanyaan yang berhubungan dengan keefektifan media internal “Majalah Kehutanan Indonesia” yang digunakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan sebagai media informasi karyawan. Dari jawaban-jawaban responden didapatkan data-data sebagai berikut:
4.2.2.1 Penerima Pesan Majalah Kehutanan Indonesia
Tabel 4.2.4
Karyawan Mengetahui Adanya Majalah Kehutanan Indonesia n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 66 74%
2 Setuju 20 22%
3 Ragu-Ragu 3 4%
4 Tidak Setuju 0 0%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Berdasarkan tabel 4.2.4 dapat diketahui sebesar 74% responden menjawab sangat setuju dan 22% responden menjawab setuju bahwa karyawan mengetahui adanya Majalah Kehutanan Indonesia. Selebihnya 4% responden yang menjawab ragu-ragu. Dan tidak ada responden yang memilih tidak setuju ataupun sangat tidak setuju.
Tabel 4.2.5
Karyawan Menerima Majalah Kehutanan Indonesia n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 63 71%
2 Setuju 23 26%
3 Ragu-Ragu 3 3%
4 Tidak Setuju 0 0%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: kuesioner no.2
Berdasarkan tabel 4.2.5 terlihat bahwa 71% responden menyatakan sangat setuju karyawan menerima Majalah Kehutanan Indonesia, selebihnya 26% responden menjawab setuju, serta 3% responden yang menjawab ragu-ragu, 0% responden menjawab tidak setuju, dan 0% responden menjawab sangat tidak setuju. Dari hasil tersebut menyatakan bahwa sebagian besar responden menyetujui bahwa karyawan menerima Majalah Kehutnan Indonesia.
Tabel 4.2.6
Karyawan Senang Membaca Isi Majalah n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 60 67%
2 Setuju 22 25%
3 Ragu-Ragu 6 7%
4 Tidak Setuju 1 1%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner no.3
Berdasarkan tabel 4.2.6 terlihat bahwa sebesar 67% responden menyatakan sangat setuju bahwa karyawan senang membaca isi majalah, selebihnya 25% responden setuju, 7% responden menjawab ragu-ragu, 1% responden menjawab tidak setuju, dan 0% responden menjawab sangat tidak setuju. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan senang membaca isi Majalah Kehutanan Indonesia.
Tabel 4.2.7
Karyawan Bertambah Dan Menerima Pengetahuannya Tentang Informasi-Informasi Mengenai Program Penanaman 1Miliyar Pohon Baik
Di Perkotaan Maupun Di Daerah n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 24 27%
2 Setuju 47 53%
3 Ragu-Ragu 16 18%
4 Tidak Setuju 2 2%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner no. 4
Berdasarkan tabel 4.2.7 terlihat bahwa 53% responden menyatakan setuju bahwa karyawan bertambah dan menerima pengetahuannya tentang informasi-informasi mengenai program penanaman 1Miliyar pohon baik di perkotaan maupun di daerah, serta 27% responden menjawab sangat setuju, 18% responden menjawab ragu-ragu, 2% responden menjawab tidak setuju dan 0% menjawab sangat tidak setuju. Maka dari hasil tersebut menyatakan bahwa sebagian besar responden setuju akan bertambah dan menerima pengetahuannya tentang informasi-informasi mengenai program penanaman 1Miliyar pohon baik di perkotaan maupun di daerah.
Tabel 4.2.8
Tertarik Membaca Isi Majalah n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 61 68%
2 Setuju 21 24%
3 Ragu-Ragu 7 8%
4 Tidak Setuju 0 0%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No 5
Berdasarkan tabel 4.2.8 hasil penelitian bahwa 68% responden menjawab sangat setuju bahwa karyawan tertarik membaca isi majalah, 24% responden menjawab setuju, 8% responden menjawab ragu-ragu, serta 0% responden menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Maka dapat dikatakan sebagian besar responden sangat sejutu tertarik untuk membaca isi Majalah Kehutanan Indonesia.
4.2.2.2 Isi Majalah Kehutanan Indonesia
Tabel 4.2.9
Majalah Kehutanan Indonesia Memuat Informasi Aktivitas Organisasi Pusat n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 48 54%
2 Setuju 34 38%
3 Ragu-Ragu 6 7%
4 Tidak Setuju 1 1%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No 6
Hasil penelitian pada tabel 4.2.9 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebesar 54% menyatakan sangat setuju bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memuat informasi tentang aktivitas organisasi pusta, selebihnya 38% responden menjawab setuju, 7% responden menjawab ragu-ragu, serta 1% responden menjawab tidak setuju dan 0% responden menjawab sangat tidak setuju. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pada umumnya Majalah Kehutanan Indonesia memuat informasi tentang aktivitas organisasi pusat.
Tabel 4.2.10
Majalah Kehutanan Indonesia Memuat Detail Tentang Peraturan Perusahaan
n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 45 51%
2 Setuju 37 41%
3 Ragu-Ragu 7 8%
4 Tidak Setuju 0 0%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No 7
Dari tabel 4.2.10 diatas terlihat bahwa sebanyak 51% responden menjawab sangat setuju, 41% responden menjawab setuju dan hanya 8% responden menjawab ragu-ragu, serta 0% responden yang menjawan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hal ini dapat diartikan bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memuat detail tentang peraturan perusahaan.
Tabel 4.2.11
Majalah Kehutanan Indonesia Memuat Seputar Penanaman 1Miliyar Pohon n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 29 33%
2 Setuju 40 45%
3 Ragu-Ragu 17 19%
4 Tidak Setuju 1 1%
5 Sangat Tidak Setuju 2 2%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 8
Berdasarkan tabel 4.2.11 menunjukkan 45% responden menjawab setuju bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memuat seputar penanaman 1miliyar pohon. Selebihnya 33% responden menjawab sangat setuju, lalu 19% responden menjawab ragu-ragu, serta 2% responden menjawab sangat tidak setuju dan 1% responden menjawab tidak setuju.
Tabel 4.2.12
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Isi Berita Yang Dapat Dipertanggung Jawabkan
n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 65 73%
2 Setuju 22 25%
3 Ragu-Ragu 2 2%
4 Tidak Setuju 0 0%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No 9
Berdasarkan tabel 4.2.12 terlihat 73% responden menyatakan sangat setuju Majalah Kehutanan Indonesia memiliki isi berita yang dapat dipertanggung jawabkan, 25% responden menyatakan setuju, 2% responden menyatakan ragu-ragu.
4.2.2.3 Ketepatan Waktu Majalah Kehutanan Indonesia
Tabel 4.2.13
Majalah Kehutanan Indonesia Selalu Terbit Sebulan Sekali n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 44 49%
2 Setuju 39 44%
3 Ragu-Ragu 6 7%
4 Tidak Setuju 0 0%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 10
Berdasarkan tabel 4.2.13 menyatakan bahwa 49% responden menjawab sangat setuju, 44% responden menjawab setuju, 7% responden menjawab ragu-ragu, lalu 0% responden menjawab tidak setuju dan 0% responden menjawab sangat tidak setuju. Maka artinya adalah karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan menyatakan sangat setuju Majalah Kehutanan Indonesia selalu terbit sebulan sekali.
Tabel 4.2.14
Majalah Kehutanan Indonesia Selalu Diterima Pegawai Setiap Sebulan Sekali
n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 40 45%
2 Setuju 31 35%
3 Ragu-Ragu 8 9%
4 Tidak Setuju 8 9%
5 Sangat Tidak Setuju 2 2%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 11
Hasil dari tabel 4.2.14 menyatakan bahwa 45% responden menjawab sangat setuju akan selalu diterimanya Majalah Kehutanan Indonesia oleh pegawai setiap sebulan sekali, 35% responden menjawab setuju, 9% responden menjawab ragu-ragu, 9% responden menjawab tidak setuju, serta 2% responden menjawab sangat tidak setuju. Dengan begitu karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa Majalah Kehutanan Indonesia selalu diterima oleh pegawai setiap sebulan sekali.
4.2.2.4 Media Majalah Kehutanan Indonesia
Tabel 4.2.15
Majalah Kehutanan Indonesia Sebagai Media Informasi Seluruh Kegiatan Instansi
n =89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 26 29%
2 Setuju 42 47%
3 Ragu-Ragu 18 20%
4 Tidak Setuju 2 3%
5 Sangat Tidak Setuju 1 1%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 12
Berdasarkan hasil tabel 4.2.15 di atas dapat disimpulkan 76% responden menjawab sangat setuju dan setuju bahwa Majalah Kehutanan Indonesia sebagai media informasi. 20% responden menjawab ragu-ragu, lalu 3% responden menjawab tidak setuju, serta 1% responden menjawab sangat tidak setuju. Maka dapat disimpulkan bahwa Majalah Kehutanan Indonesia sebagai media informasi seluruh kegiatan instansi.
Tabel 4.2.16
Majalah Kehutanan Indonesia Sebagai Media Edukasi Bagi Karyawan SekJen Kemenhut
n = 89
No. Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 18 20%
2 Setuju 45 51%
3 Ragu-Ragu 16 18%
4 Tidak Setuju 9 10%
5 Sangat Tidak Setuju 1 1%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 13
Dari hasil tabel 4.2.16 terdapat 51% responden yang setuju Majalah Kehutanan Indonesia sebagai media edukasi karyawan SekJen Kemenhut, 20% responden yang sangat setuju, sedangkan 18% responden yang menyatakan ragu-ragu, 10% responden yang tidak setuju, dan hanya 1% responden yang sangat tidak setuju.
Tabel 4.2.17
Majalah Kehutanan Indonesia Sebagai Saluran Sosialisasi Tentang Seluruh Kegiatan Penanaman Yang Dilakukan Oleh Menteri Kehutanan
n =89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 23 26%
2 Setuju 56 63%
3 Ragu-Ragu 6 7%
4 Tidak Setuju 3 3%
5 Sangat Tidak Setuju 1 1%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 14
Hasil penelitian pada tabel 4.2.17 terlihat banyak karyawan yang memilih setuju dan sangat setuju dan sedikit sekali karyawan yang memberikan jawaban negatif. Responden memilih setuju sebanyak 63% dan responden yang memilih sangat setuju sebanyak 26%.
4.2.2.5 Format Majalah Kehutanan Indonesia
Tabel 4.2.18
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Layout Menarik Perhatian Karyawan Untuk Membacanya
n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 18 20%
2 Setuju 56 63%
3 Ragu-Ragu 9 10%
4 Tidak Setuju 3 4%
5 Sangat Tidak Setuju 3 3%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No.15
Berdasarkan hasil pada tabel 4.2.18 menunjukan hasil yang baik karena 63% responden menjawab setuju bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memiliki layout menarik perhatian karyawan untuk membacanya, hal ini berarti baik dalam membudidayakan membaca majalah ketimbang membuka website instansi.
Tabel 4.2.19
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Cover Yang Tepat Sesuai Isi Berita, Menarik, Atraktif
n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 21 24%
2 Setuju 56 63%
3 Ragu-Ragu 10 11%
4 Tidak Setuju 1 1%
5 Sangat Tidak Setuju 1 1%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 16
Pada tabel 4.2.19 menunjukan reponden sebesar 63% setuju dan sebesar 24% menjawab sangat setuju, artinya setuju dan bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memiliki cover yang tepat sesuai isi berita, menarik, atraktif. Hal ini perlu terus dijaga agar menjadi minat baca para karyawan terus tumbuh sehingga terus dapat diterapkan.
Tabel 4.2.20
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Warna Yang Menarik, Penuh Warna, Dan Sesuai Dengan Layout
n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 24 27%
2 Setuju 50 56%
3 Ragu-Ragu 12 14%
4 Tidak Setuju 2 2%
5 Sangat Tidak Setuju 1 1%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 17
Berdasarkan pada tabel 4.2.20 menunjukkan 56% responden menjawab setuju dan 27% responden menjawab sangat setuju, yang artinya lebih dari 80% responden setuju Majalah Kehutanan Indonesia memiliki warna yang menarik, penuh warna, dan sesuai dengan layout. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan SekJen Kemenhut telah menerapkan kedisiplinan dalam membaca majalah internal.
Tabel 4.2.21
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Huruf Menarik Perhatian n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 34 38%
2 Setuju 34 38%
3 Ragu-Ragu 9 10%
4 Tidak Setuju 2 3%
5 Sangat Tidak Setuju 10 11%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 18
Pada tabel 4.2.21 terdapat 38% responden menjawab sangat setuju dan setuju, namun terdapat 11% responden yang menjawab sangat tidak setuju, 10% responden menjawab ragu-ragu, 3% responden menjawab tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memiliki huruf menarik perhatian para pembacanya.
Tabel 4.2.22
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki
Rubik Lengkap Dan Memenuhi Keingin-tahuan Karyawan n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 18 20%
2 Setuju 53 60%
3 Ragu-Ragu 7 8%
4 Tidak Setuju 6 7%
5 Sangat Tidak Setuju 5 5%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 19
Berdasarkan tabel 4.2.22 terlihat 80% responden menjawab setuju dan sangat setuju bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memiliki rubik lengkap dan memenuhi keingin-tahuan karyawan Sekretariat Jenderal, namun tedapat 12% responden menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Tabel 4.2.23
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Jumlah Halaman Yang Konsisten n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 25 28%
2 Setuju 43 48%
3 Ragu-Ragu 19 22%
4 Tidak Setuju 2 2%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 20
Dilihat dari hasil tabel 4.2.23 terdapat 76% responden menjawab setuju dan sangat setuju, namun terdapat 22% responden menjawab ragu-ragu. Maka dapat diartikan bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memiliki jumlah halaman yang konsisten dari awal penerbitan.
Tabel 4.2.24
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Materi Sesuai Konsep Awal Yang Disepakati
n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 45 51%
2 Setuju 33 37%
3 Ragu-Ragu 8 9%
4 Tidak Setuju 2 2%
5 Sangat Tidak Setuju 1 1%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 21
Berdasarkan tabel 4.2.24 dapat dilihat bahwa 88% responden sangat setuju dan setuju Majalah Kehutanan Indonesia memiliki materi sesuai konsep awal yang disepakati, namun terdapat 9% responden menjawab ragu-ragu, 2% responden tidak setuju, dan 1% responden sangat tidak setuju.
Tabel 4.2.25
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Cara Penyampaian Rubik Yang Penempatan Gambar Dan Tulisan Yang Tidak Tumpang Tindih
n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 32 36%
2 Setuju 41 46%
3 Ragu-Ragu 13 14%
4 Tidak Setuju 2 3%
5 Sangat Tidak Setuju 1 1%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 22
Berdasarkan tabel 4.2.25 dapat dilihat bahwa 46% responden sangat setuju dan 36% responden memilih sangat setuju Majalah Kehutanan Indonesia memiliki cara penyampaian rubik yang penempatan gambar dan tulisan tidak tumpah tindih. materi sesuai konsep awal yang disepakati, namun terdapat 14% responden menjawab ragu-ragu, 3% responden tidak setuju, dan 1% responden sangat tidak setuju.
4.2.2.6 Sumber Majalah Kehutanan Indonesia
Tabel 4.2.26
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Sumber/Informan Yang Dipercaya n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 57 64%
2 Setuju 21 24%
3 Ragu-Ragu 7 8%
4 Tidak Setuju 2 2%
5 Sangat Tidak Setuju 2 2%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 23
Berdasarkan tabel 4.2.26 menunjukan angka yang bervarian banyak responden yang positif. Berdasarkan data yang diperoleh yaitu responden yang memilih sangat setuju sebanyak 64% responden, yang memilih setuju sebanyak 24% responden, yang memilih ragu-ragu sebanyak 8% responden, sebanyak 2% responden yang memilih tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Tabel 4.2.27
Majalah Kehutanan Indonesia Memiliki Sumber/Informan Yang Ahli Bidangnya
n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 43 48%
2 Setuju 38 43%
3 Ragu-Ragu 5 6%
4 Tidak Setuju 2 2%
5 Sangat Tidak Setuju 1 1%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 24
Berdasarkan tabel 4.2.27 menunjukan hasil dari banyaknya responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 48% responden bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memiliki sumber atau informan yang ahli dalam bidangnya. Berdasarkan data yang diperoleh yaitu 43% responden memilih setuju, ragu-ragu 6% responden, tidak setuju 2% responden, dan 1% responden memilih sangat tidak setuju Majalah Kehutanan Indonesia memiliki sumber atau informan yang ahli dalam bidangnya.
Tabel 4.2.28
Orang-orang Dalam Susunan Redaksi Berkompeten Di Bidangnya n = 89
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 64 72%
2 Setuju 19 21%
3 Ragu-Ragu 4 5%
4 Tidak Setuju 2 2%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 89 100%
Sumber: Kuesioner No. 25
Berdasarkan tabel 4.2.28 terlihat banyaknya karyawan memilih sangat setuju bahwa Majalah Kehutanan Indonesia memiliki orang-orang dalam susunan redaksi kompeten di bidangnya dengan 72% responden sangat setuju, 21% responden setuju, sedangkan meragukan sekitar 5% responden, serta tidak setuju 2% responden, dan 0% responden sangat tidak setuju.
4.2.3 Pengukuran Dimensi Efektivitas
Berdasarkan uraian yang peneliti bahas pada bab 3 (tiga), dimana peneliti menggunakan meteode Likert Summating Rating (LSR), yang memberikan nilai batas bawah dan batas atas untuk menentukan hasil penelitian dan nilainya adalah sebagai berikut:
4.2.3.1 Dimensi Penerima
Pada dimensi penerima, dalam kuesioner yang disebarkan kepada karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan, peneliti memberikan 5 pertanyaan. Dari jawaban yang diperoleh, untuk dimensi ini didapat data sebagai berikut:
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 274 62%
2 Setuju 132 29%
3 Ragu-Ragu 36 8%
4 Tidak Setuju 3 1%
5 Sangat Tidak Setuju 0 0%
Total 445 100%
Terlihat jelas dari tabel diatas bahwa pada umumnya responden memberikan jawaban positif untuk dimensi penerima. Hal ini dikatakan bahwa karyawan yang merupakan penerima informai dari Majalah Kehutanan Indonesia sudah mengerti dan sadar bahwa Majalah Kehutanan Indonesia dibuat untuk para karyawan.
Dari setiap nilai yang diperoleh, maka perhitungan batas-batas nilai yang sesuai dengan metode Likert adalah:
Batas Bawah (B)
89 x 1 x 5 = 445
Batas Atas (A)
89 x 5 x 5 = 2225 Selisih (N) 2225 – 445 = 1780 Q1 = B + N/4 445 + 1780/4 = 890 Q2 = B + N/2 445 + 1780/2 = 1335 Q3 = B+N.3/4 445 + (1780 x 3)/4 = 1780
Berdasarkan data dari jawaban responden yang merupakan kelompok dimensi penerima, dengan:
No Jawaban Responden Frekuensi Nilai Jumlah
1 Sangat Setuju 274 5 1370
2 Setuju 132 4 528
3 Ragu-Ragu 36 3 108
4 Tidak Setuju 3 2 6
5 Sangat Tidak Setuju 0 1 0
Total 445 2012
445 890 1335 1780 2225
Batas Bawah Q1 Q2 Q3 Batas Atas
2012
Dari nilai-nilai batas bawah, batas atas dan quartil yang ada maka dapat terlihat posisi jumlah nilai untuk dimensi penerima ada di antara Q3 dan Batas Atas (jumlah nilai 2012). Posisi nilai tersebut dapat diketahui bahwa Majalah Kehutanan Indonesia sangat efektif dalam memberikan informasi kepada karyawan Sekretariat Jenderal Kemeneterian Kehutanan sebagai penerima informasi yang menjadi target sasaran.
4.2.3.2 Dimensi Isi
Berdasarkan kuesioner yang disebarkan, untuk dimensi isi dari Majalah Kehutanan Indonesia terdapat 4 pertanyaan dan didapatkan hasil jawaban sebagai berikut:
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 188 53%
2 Setuju 132 37%
3 Ragu-Ragu 26 7%
4 Tidak Setuju 8 2%
5 Sangat Tidak Setuju 2 1%
Total 356 100%
Secara kumulatif, sebagian besar responden memberikan jawaban sangat setuju dan setuju untuk dimensi isi dari Majalah Kehutanan Indonesia. Hasil ini dapat dikatakan bahwa isi dari Majalah Kehutanan Indonesia sudah cukup baik dan sesuai dengan kebutuhan karyawan. Tetapi masih banyak yang memilih ragu-ragu 7%. Berarti dari pihak redaksi dan manajeman harus memperhatikan sebagaian kecil dari responden yang memeberikan jawaban ragu-ragu dan tidak setuju untuk dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan isi dari Majalah Kehutanan Indonesia dimasa mendatang.
Untuk melihat keefektifan dimensi isi dari Majalah Kehutanan Indonesia, sesuai dengan metode Likert yang peneliti gunakan maka perhitungan batas-bats nilai adalah sebagai berikut:
Batas Bawah (B)
89 x 1 x 4 = 356
Batas Atas (A)
89 x 5 x 4 = 1780 Selisih (N) 1780 – 356 = 1424 Q1 = B + N/4 356 + 1424/4 = 445 Q2 = B + N/2 356 + 1424/2 = 1068 Q3 = B+N.3/4 356 + (1424 x 3)/4 = 1424
Berdasarkan data dari tabel 4.2.11 - 4.2.15 yang merupakan kelompok dari dimensi isi, jumlah nilai dari 4 pertanyaan tersebut adalah:
No Jawaban Responden Frekuensi Nilai Jumlah
1 Sangat Setuju 188 5 940
2 Setuju 132 4 528
3 Ragu-Ragu 26 3 78
4 Tidak Setuju 8 2 16
5 Sangat Tidak Setuju 2 1 2
Total 356 1564
365 445 1068 1424 1780
Batas Bawah Q1 Q2 Q3 Batas Atas
1564
Dari nilai-nilai batas bawah, batas atas, dan quartil yang ada diatas makadapat terlihat posisi jumlah nilai untuk dimensi isi berada diantara Q3 dan Batas Atas. Dari posisi nilai tersebut dapat diketahui isi dari informasi yang disampaikan dalam Majalah Kehutanan Indonesia sudah sangat efektif dalam
memenuhi kebutuhan informasi karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan.
4.2.3.3 Dimensi Ketepatan Waktu
Pada dimensi ketepatan waktu dari Majalah Kehutanan Indonesia, peneliti memberikan 2 buah pertanyaan dan dapat hasil jawaban seperti tabel dibawah ini:
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 83 47%
2 Setuju 70 39%
3 Ragu-Ragu 15 8%
4 Tidak Setuju 8 5%
5 Sangat Tidak Setuju 2 1%
Total 178 100%
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden terbanyak memilih sangat setuju dan setuju hal ini merupakan jawaban yang sangat positif dari para responden. Kondisi ini menggambarkan bahwa pada dimensi ketepatan waktu sangat baik, tepat dan cepat sampai hingga karyawan bisa menikmati Majalah Kehutanan Indonesia tepat pada waktunya. Untuk mengetahui seberapa efektifnya Majalah Kehutanan Indonesia dari dimensi ketepatan waktu yang digunakan, maka perhitungan batas-batas nilai yang sesuai dengan metode Likert adalah :
Batas Bawah (B)
89 x 1 x 2 = 178
Batas Atas (A)
89 x 5 x 2 = 890 Selisih (N) 890 – 178 = 712 Q1 = B + N/4 178 + 712/4 = 356 Q2 = B + N/2 178 + 712/2 = 442 Q3 = B+N.3/4 178 + (712 x 3)/4 = 712
Berdasarkan data dari tabel 4.2.13 – 4.2.14 yang merupakan kelompok dimensi ketepatan waktu, jumlah nilai dari kedua tabel tersebut adalah:
No Jawaban Responden Frekuensi Nilai Jumlah
1 Sangat Setuju 83 5 415
2 Setuju 70 4 280
3 Ragu-Ragu 15 3 45
4 Tidak Setuju 8 2 16
5 Sangat Tidak Setuju 2 1 2
Total 178 758
178 356 442 712 890
Batas Bawah Q1 Q2 Q3 Batas Atas
758
Dari nilai-nilai batas atas, batas bawah, dan quartil yang ada di atas maka dapat terlihat posisi jumlah nilai untuk dimensi ketepatan waktu sangat efektif dalam hal ketepatan waktu terkait dengan hal pendistribusian Majalah Kehutanan Indonesia untuk sampai ke pembacanya dan juga tepat waktu dalam memberikan informasi yang dibutuhkan pada saat yang tepat.
4.2.3.4 Dimensi Media
Pada dimensi media dari Majalah Kehutanan Indonesia, peneliti memberikan 3 pertanyaan dan didapat hasil jawaban seperti tabel dibawah ini :
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 67 25%
2 Setuju 141 53%
3 Ragu-Ragu 42 16%
4 Tidak Setuju 14 5%
5 Sangat Tidak Setuju 3 1%
Total 267 100%
Dilihat dari besarnya persentase sebesar 53% untuk jawaban setuju ini merupakan hasil yang positif diberikan oleh responden. Menggambarkan media dari Majalah Kehutanan Indonesia memang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan juga kebutuhan si pembacanya dalam hal ini karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan. Untuk mengetahui seberapa efektifnya Majalah Kehutanan Indonesia dari dimensi media, maka perhitungan batas-batas nilai yang sesuai dengan metode Likert adalah :
Batas Bawah (B)
89 x 1 x 3 = 267
Batas Atas (A)
89 x 5 x 3 = 1335 Selisih (N) 1335 – 267 = 1068 Q1 = B + N/4 267 + 1068/4 = 534 Q2 = B + N/2 267 + 1068/2 = 801 Q3 = B+N.3/4 267 + (1068 x 3)/4 = 1068
Berdasarkan dari tabel 4.2.15 - 4.2.17, yang merupakan kelompok dari dimensi media, jumlah nilai dari kedua tabel terdebut adalah :
No Jawaban Responden Frekuensi Nilai Jumlah
1 Sangat Setuju 67 5 335
2 Setuju 141 4 564
3 Ragu-Ragu 42 3 126
4 Tidak Setuju 14 2 28
5 Sangat Tidak Setuju 3 1 3
Total 267 1056
267 534 801 1068 1335
Batas Bawah Q1 Q2 Q3 Batas Atas
1056
Dari nilai-nilai batas bawah, batas atas dan quartil yang ada maka dapat terlihat posisi jumlah nilai untuk dimensi media berada diantara Q2 dan Q3. Dari posisi nilai tersebut dapat diketahui media yang digunakan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan sebagai saluran informasi bagi karyawan melalui Majalah Kehutanan Indonesia sudah efektif sebagai media informasi untuk para karyawan dan pimpinan.
4.2.3.5 Dimensi Format
Berdasarkan kuesioner yang disebarkan, untuk dimensi format dari Majalah Kehutanan Indonesia peneliti memberikan 8 pertanyaan. Dari hasil jawaban yang diterima didapat hasil sebagai berikut:
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 218 31%
2 Setuju 366 51%
3 Ragu-Ragu 87 12%
4 Tidak Setuju 19 3%
5 Sangat Tidak Setuju 22 3%
Total 712 100%
Dari data jawaban yang didapat, format media yang saat ini digunakan oleh Majalah Kehutanan Indonesia cukup baik, baik dari segi penggunaan kalimat, pengambialan judul, pemilihan gambar, warna dan layout yang cukup menarik minat pembaca. Maka perhitungan batas-batas nilai yang sesuai dengan metode Likert adalah :
Batas Bawah (B)
89 x 1 x 8 = 712
Batas Atas (A)
89 x 5 x 8 = 3560 Selisih (N) 3560 – 712 = 2848 Q1 = B + N/4 712 + 2840/4 = 890 Q2 = B + N/2 712 + 2848/2 = 1780 Q3 = B+N.3/4 712 + (2848 x 3)/4 = 2848
Berdasarkan data dari tabel 4.2.18 – 4.2.25 yang merupakan kelompok dari dimensi format, jumlah nilai dari nilai-nilai tabel tersebut adalah :
No Jawaban Responden Frekuensi Nilai Jumlah
1 Sangat Setuju 218 5 1090
2 Setuju 366 4 1464
3 Ragu-Ragu 87 3 261
4 Tidak Setuju 19 2 38
5 Sangat Tidak Setuju 22 1 22
Total 712 2875
712 890 1780 2848 3560
Batas Bawah Q1 Q2 Q3 Batas Atas
2875
Dari nilai-nilai batas bawah, batas atas dan quartil yang ada maka dapat terlihat posisi jumlah nilai untuk dimensi format berada di antara Q3 dan Batas Atas. Posisi nilai tersebut dapat diketahui bahwa format yang digunakan Majalah Kehutanan Indonesia untuk diterima oleh target sasaran cukup efektif sehingga media itu sangat menarik untuk dibaca oleh karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan.
4.2.3.6 Dimensi Sumber
Untuk dimensi sumber dari Majalah Kehutanan Indonesia, peneliti memberikan 3 pertanyaan kepada responden dan diperoleh jawaban sebagai berikut :
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase %
1 Sangat Setuju 164 61%
2 Setuju 76 29%
3 Ragu-Ragu 18 7%
4 Tidak Setuju 6 2%
5 Sangat Tidak Setuju 3 1%
Total 267 100%
Dari data diatas hamper seluruh responden percaya kepada tim redaksi dan manajemen yang merupakan sumber informasi yang ada didalam Majalah Kehutanan Indonesia, meskipun ada juga responden yang meragukan sumber informasi. Hal ini dimungkinkan karena kurang jelas pihak redaksi dalam mencantumkan sumber atau ada beberapa informasi yang mungkin kurang atau tidak membantu karyawan dalam mengtasi sebuah persoalan. Namun pada para responden mempercayai penuh bahwa berita berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kebenerannya.
Perhitungan batas-batas nilai yang sesuai dengan metode Likert untuk menentukan keefektivitasan dimensi sumber dalam Majalah Kehutanan Indonesia adalah sebagai berikut:
Batas Bawah (B)
89 x 1 x 3 = 267
Batas Atas (A)
89 x 5 x 3 = 1335 Selisih (N) 1335 – 267 = 1068 Q1 = B + N/4 267 + 1068/4 = 534 Q2 = B + N/2 267 + 1068/2 = 810 Q3 = B+N.3/4 267 + (1068 x 3)/4 = 1068
Berdasarkan data dari tabel 4.2.26 - 4.2.28 yang merupakan kelompok dari dimensi sumber, jumlah nilai dari tiga tabel tersebut adalah :
No Jawaban Responden Frekuensi Nilai Jumlah
1 Sangat Setuju 164 5 820
2 Setuju 76 4 304
3 Ragu-Ragu 18 3 54
4 Tidak Setuju 6 2 12
5 Sangat Tidak Setuju 3 1 3
Total 267 1193
267 534 810 1068 1335
Batas Bawah Q1 Q2 Q3 Batas Atas
1193
Dari nilai-nilai batas bawah, batas atas, dan quartil yang ada maka dapat terlihat posisi jumlah nilai untuk dimensi sumber berada diatas quartil 3. Posisi nilai tersebut dapat diketahui bahwa yang memberikan informasi (sumber) dalam
Majalah Kehutanan Indonesia sudah sangat efektif dan dipercaya oleh karyawan sebagai penerima informasi.
4.2.3.7 Hasil
Untuk melihat keefektifan Majalah Kehutanan Indonesia dari setiap dimensi peneliti meneliti tersebut diatas, maka secara umum penilaian keseluruhan dari penelitian yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
1. Batas Bawah (B)
Jumlah responden x skor terendah (1) x jumlah pertanyaan 89 x 1 x 25 = 2225 (B)
2. Batas Atas (A)
Jumlah responden x skor tertinggi (5) x jumlah pertanyaan 89 x 5 x 25 = 11125 (A) 3. Selisih (N) Range (A-B) 11125 – 2225 = 8900 (N) Quartil I (Q1) = B + N/4 = 2225 + 8900/4 = 4450 Quartil II (QII) = B + N/2 = 2225 + 8900/2 = 6675
Quartil III (QIII) = B + N.3/4
= 2225 + (8900 x 3)/4 = 8900
Berdasarkan hasil perhitungan jumlah nilai dari setiap jawaban responden, maka jumlah penilaian yang didapat adalah:
No Jawaban Responden Frekuensi Nilai Jumlah
1 Sangat Setuju 994 5 4970
2 Setuju 920 4 3680
3 Ragu-Ragu 221 3 663
4 Tidak Setuju 57 2 114
5 Sangat Tidak Setuju 33 1 33
Total 2225 9460
Dari perhitungan presentase dan nilai keefektifan Majalah Kehutanan Indonesia diatas, maka secara keseluruhan dari hasil jawaban yang diberikan responden adalah sebagai berikut:
2225 4450 6675 8900 11125 Sangat tidak efektif Tidak efektif efektif Sangat efektif
Batas Bawah Q1 Q2 Q3 Batas Atas
4.3 Pembahasan
Majalah Kehutanan Indonesia merupakan media internal yang ada di Kementerian Kehutanan sebagai media informasi karyawan. Majalah Kehutanan Indonesia ini menyajikan berbagai jenis rubrik yang dalam menyampaikan informasinya kepada karyawan sehingga minat karyawan kepada Majalah Kehutanan Indonesia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari hasil penyebaran kuesioner kepada karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan berdasarkan indicator efektivitas media internal sebagai media informasi karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan.
Dari hasil penelitian yang di peroleh bahwa jumlah responden perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki yaitu 54% responden perempuan dan sisanya 46% responden laki-laki. Hal ini tidak mempengaruhi apa-apa, karena penggunaan Majalah Kehutanan Indonesia ini tidak dikhususkan baik perempuan maupun laki-laki. Berdasarkan usia lebih banyak sebagai responden Majalah Kehutanan Indonesia yang berusia sekitar 40-50 tahun sebanyak 37% responden. Data selanjutnya responden berdasarkan lama bekerja di bagian Sekretariat Jenderal lebih banyak karyawan yang lama bekerja lebih dari 10 tahun sebanyak 41% responden dibandingkan karyawan yang hanya 1-5 tahun bekerja sebesar 24% ini menunjukan bahwa karyawan Sekeratiat Jenderal Kementerian Kehutanan kebanyak karyawan yang sudah berpengalaman dalam bekerja.
Berdasarkan penilaian keseluruhan kuisioner dari responden diperoleh total skor jawaban sebesar 9460, kemudian setelah dimasukan kedalam skala Likert, dan hasil penelitian menunjukan nilai terletak diantara Q3 dan Bata Atas yang berarti hasilnya SANGAT EFEKTIF. Dengan demikian, merujuk pada hasil penelitian tersebut di atas, keberadaan Majalah Kehutanan Indonesia dinilai sangat efektif bagi karyawan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan.
Efektif berarti mempunyai pengaruh, efek atau akibat, memberi hasil yang memuaskan, memanfaatkan waktu yang sebaik-baiknya dan berhasil guna. Komunikasi yang efektif merupakan sarana agar tujuan yang sudah ditetapkan akan tercapai sesuai dengan target yang sudah direncanakan. Kriteria komunikasi yang efektif terdiri dari adanya penerima pesan, isi pesan, ketepatan waktu, media, format, dan sumber.
Menurut Andre Hardjana, efektifitas dan efisiensi komunikasi dapat diukur berdasarkan hal-hal berikut yaitu peneria (penerima pesan vs penerima pesan yang dituju), isi (yang diterima vs yang dimaksudkan), ketepatan waktu (sesuai jadwal vs menyimpang jadwal), media (saluran yang digunakan dan saluran yang dimaksud), format (struktur yang diterima vs saluran yang dikirim), dan sumber (orang yang melakukan vs bertanggung jawab).46
46