SISTEM INFORMASI PERKEBUNAN KABUPATEN PASAMAN BARAT
AINUL QOLBI
PROGRAM STUDI CHIEF INFORMATION OFFICER FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG Wisuda Periode Juni 2013
PERSETUJUAN PEMBIMBING
SISTEM INFORMASI PERKEBUNAN KABUPATEN PASAMAN BARAT
AINUL QOLBI
Artikel ini disusun berdasarkan tesis Ainul Qolbi untuk persyaratan wisuda periode Juni 2013 yang telah direviu dan disetujui oleh kedua pembimbing
1
SISTEM INFORMASI PERKEBUNAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Ainul Qolbi1, Syahril2, Muhammad Adri3
Program Studi Chief Information Officer Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Email: [email protected]
Abstrak
Permasalahan data dan informasi data pada Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat adalah sulitnya mendapatkan data terbaru (up to date). Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membangun sistem informasi perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi perkebunan Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Subyek penelitian meliputi pengelola data dan informasi Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat. Objek penelitian adalah sistem pengelolaan data yang sedang berjalan saat ini. Pembangunan sistem informasi perkebunan menggunakan metode FAST (Framework for the Application of System Teckniques), bahasa pemrograman PHP, database MySQL dan berbasis Web. Hasil dari penelitian ini adalah tersedianya sistem informasi perkebunan Kabupaten Pasaman Barat yang bergunakan untuk membantu pengolahan data meliputi proses memasukkan, menggunakan dan mengubah data. Petugas kecamatan dapat meng-input data kecamatan yang menjadi tanggungjawabnya. Proses pengelolaan data lainnya dilakukan oleh pengelola data kabupaten. Dan masyarakat dapat menggunakan data yang ditampilkan pada website Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat.
Abstract
The problem in managing data and information at Dinas Perkebunan solve the problem, agriculture information system needed to be developed. This research aimed to develop information system at Kabupaten Pasaman Barat. This research was development research. The subject of this research was the data and information officers of Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat. The object of this research was the data managing system which was in progress. The development agriculture information system used FAST (Framework for the Application of System Teckniques) method, PHP, MySQL database and web based. The result of this research was the establishment of agriculture information system which was useful assist the data managing that included inputing data, using data and
changing data. The officers of kecamatan could input the data which was their responsibility. The other process of data managing were done by data officers of kabupaten. The society could use the data which was showed at the website of Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat.
Kata Kunci: FAST, Database Perkebunan, Sistem Informasi.
Pendahuluan
Data dan informasi yang berkualitas sangat diperlukan organisasi sebagai dasar dalam menentukan rencana strategis (Renstra Pusdatin Pertanian 2006-2009:1). Tujuan disusunnya data perkebunan adalah memberi pedoman dalam penyusunan program pembangunan perkebunan untuk mencapai visi dan misi dari Dinas Perkebunan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat, memberi pedoman kepada seluruh unit kerja Dinas Perkebunan, menjadi acuan utama dalam penyusunan perencanaan strategis Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat, membangun sistem akuntabilitas terhadap kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat dibidang perkebunan sebagai salah satu upaya penetapan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance), memberikan pedoman kepada Pemerintah Pusat dan Propinsi dalam memberikan bantuan dana untuk pembangunan usaha perkebunan dan memberi pedoman bagi terciptanya keterpaduan, kebersamaan dan tanggung jawab para pelaku pengembangan usaha perkebunan. (Buku Statistik Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat, 2011:2-3).
Dalam Renstra Dinas Perkebunan Pasaman Barat (2011-2015:21) disebutkan bahwa salah satu kebijakan pengembangan perkebunan adalah pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) perkebunan. Kebijaksanaan
ini terdiri dari penyediaan layanan informasi yang akurat, tepat dan cepat bagi semua pihak yang membutuhkan melalui pengembangan SIM perkebunan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) perkebunan serta jejaring (Net Working) pelaku usaha perkebunan.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pemerintahan meningkatkan efisiensi, efektifitas, tranparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan (Wedhasmara, 2008:13). Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi memberikan nilai tambah khususnya yang berkaitan dengan peningkatan mutu proses kerja di bidang pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Seperti dalam hal pelaksanaan pelayanan yang meliputi penyimpanan, pengelolaan dan penyampaian informasi yang lebih mudah, mengeliminasi sekat-sekat organisasi birokrasi, serta membentuk sistem manajemen dan proses kerja yang memungkinkan instansi-instansi pemerintah bekerja secara terpadu.
Saat ini pengolahan data di Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat telah menggunakan komputer. Namun belum menggunakan perangkat lunak pengolah data yang dibuat khusus untuk kegiatan tersebut. Perangkat lunak pengolah data yang digunakan saat ini adalah Microsopt Office Excel. Dalam operasionalnya ada beberapa kelemahan yang ditemui, baik dalam entry data, proses, maupun output. Selain itu, aplikasi ini juga mempunyai kelemahan dalam penyusunan dan pengorganisasian data dalam file. Data yang disimpan tidak terstruktur dan teroganisir, sehingga menyulitkan apabila akan dilakukan pemanggilan, up date dan editing.
Pengelolaan data perkebunan Kabupaten Pasaman Barat dilakukan oleh 1 (satu) orang pengelola data kabupaten dan 11 (sebelas) orang petugas data kecamatan. Data yang dilaporkan petugas kecamatan masih dalam bentuk tulis tangan sehingga terjadi kesulitan dalam menginput dan melaporkan data yang berasal dari 11 (sebelas) kecamatan dan 3 (tiga) bidang lainnya. Kesulitan ini juga disebabkan oleh keterlambatan pelaporan data dari petugas kecamatan ke pengelola data kabupaten. Hal ini mengakibatkan keterlambatan pengolahan data oleh pengelola data kabupaten karena sedikitnya waktu untuk menginput dan mengolah data. Selain itu, petugas data juga merangkap tugas lain. Pada akhirnya, keterlambatan data ini mengakibatkan sulitnya mendapatkan data terbaru bagi semua pihak yang membutuhkan.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan judul “Pembangunan Sistem Informasi Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat“. Sistem informasi ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan data dan informasi perkebunan yang efisien, tepat guna serta terjamin mutu dan kualitasnya. Dengan adanya sistem informasi perkebunan diharapkan dapat mengubah sistem kerja konvensional menjadi terkomputerisasi.
Pengertian sistem informasi menurut O’Brien (2007:45) adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi. Kelayakan sistem informasi yang dibangun ditentukan oleh kualitas informasi yang dihasilkan. Menurut Kumorotomo (2001)
kualitas sistem informasi terdiri dari relevan, akurat, tepat waktu, ketersediaan, mudah dipahami, bermanfaat, keandalan, konsisten.
Sistem informasi yang dibangun merupakan sistem informasi manajemen (SIM). Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa. Output informasi digunakan oleh manager maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah (Davis, 1992 dalam Fatrianto, 2012).
Sistem Informasi Manajemen dapat digambarkan sebagai bangunan piramida. Manajemen lini bawah untuk melaksanakan prosedur dan metode yang telah ditentukan. Lapisan berikutnya berisi informasi teknis yang digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari. Lapisan selanjutnya berisi informasi taktis yang digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah. Lapisan puncak berisi informasi strategis yang digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang (Amsyah, 2004).
Pengembangan sistem informasi menggunakan metode FAST (Framework for the Application of System Teckniques). Metode ini dipilih karena dikembangkan dari praktek terbaik yang telah ditemui dalam banyak referensi. FAST adalah sebuah kerangka kerja yang cukup fleksibel untuk berbagai jenis proyek dan strategi. Sebuah proyek dimulai dengan beberapa kombinasi dari masalah, peluang dan petunjuk dari pengguna dan diakhiri dengan sebuah solusi bisnis kerja untuk komunitas pengguna (Whitten & Bentley, 2007:79). Alat bantu pemodelan sistem terdiri dari flow map, diagram konteks, diagram arus data
(DAD), Entity Relationship Diagram (ERD) dan model normalisasi (Jogiyanto, 2001). Masalah keamanan merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sistem informasi (Patrick, 1998 dalam Rahardjo, 2005:1). Menurut G. J. Simons dalam Rahardjo (2005:2), keamanan informasi adalah cara untuk mencegah penipuan (cheating) atau mendeteksi adanya penipuan disebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik. Dalam penelitian ini menggunakan 3 macam keamanan yang terdiri dari sistem autentikasi dengan sistem login, kriptografi HMAC MD5 dan cookie dan status sesi.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Subyek penelitian meliputi pengelola data dan informasi Dinas Perkebunan Pasaman Barat. Objek penelitian yaitu sistem pengelolaan data saat ini. Jenis data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh melalui kajian kepustakaan. Instrumen penelitian terdiri dari daftar kisi-kisi wawancara, check-List observasi, flow map, diagram konteks, Data Flow Diagram, perancangan basis data, ERD, perancangan antar muka.
Pembangunan sistem informasi perkebunan menggunakan metode FAST (Framework for the Application of System Teckniques). Metode FAST terdiri dari 8 (delapan) tahap. Dalam penelitian ini hanya menggunakan 7 (tujuh) tahap yang terdiri dari definisi lingkup, analisis masalah, analisis kebutuhan, desain logis, analisis keputusan, desain dan integrasi fisik serta konstruksi dan pengujian.
Uji coba sistem informasi perkebunan bertujuan untuk mengetahui apakah sistem informasi perkebunan yang dirancang dapat mendukung pengelolaan data
dan informasi di Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat. Uji coba dilakukan dengan pengetesan pemasukan laporan bulanan oleh 11 (sebelas) orang petugas kecamatan dan 1 (satu) orang pengelola data kabupaten. Uji coba dimulai dengan memasukkan beberapa data misalnya data luas areal tanaman, data potensi pengembangan perkebunan, data TDUP dan UIP Perusahaan dan lain-lain kemudian mencoba membuat laporan dan mengoperasikan sistem secara keseluruhan. Dan dilihat hasilnya apakah sistem dapat digunakan dengan lancar dan tidak terjadi kemacetan. Selanjutnya dilakukan wawancara terhadap user untuk melihat kualitas sistem informasi yang dibangun.Uji coba dilakukan untuk menilai: apakah sistem yang dibangun sederhana; apakah data dan informasi yang dihasilkan telah lengkap; apakah data dan informasi yang dihasilkan telah akurat; apakah data dan informasi yang dihasilkan mudah diakses; apakah data dan informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh tepat waktu; apakah data dan informasi yang dihasilkan bermanfaat serta apakah data dan informasi yang dihasilkan reliabel dan mudah dipahami.
Perancangan Sistem Informasi Perkebunan Definisi Lingkup
Tabel 1. Definisi Masalah Dan Rencana Pemecahannya
ITEM PERMASALAHAN SISTEM MANUAL RENCANA PENYELESAIAN Efisiensi Informasi belum disajikan secara akurat, relevan dan tepat waktu.
Sistem informasi mampu menghasilkan informasi secara akurat, relevan dan tepat waktu.
Proses dan kontrol Proses pengelolaan data dilakukan secara manual,
menggunakan aplikasi berbasis komputerisasi,
sehingga kemungkinan kesalahan besar. Tidak ada proteksi terhadap data sehingga kehilangan data sering terjadi.
sehingga meminimalkan kesalahan.
Dengan adanya username dan password diharapkan hak akses tergantung pada status user sehingga sistem tidak akan dapat diakses oleh sembarang orang.
Penyimpanan data
Data masih disimpan dalam file (paper base).
Data disimpan dalam bentuk file dalam basis data.
Analisis Masalah
Permasalahan yang ada di Dinas Perkebunan Pasaman Barat adalah laporan data dari petugas data kecamatan masih dalam bentuk tulis tangan dan sering terjadi keterlambatan laporan; input data oleh petugas kabupaten memerlukan waktu yang lama karena banyaknya data yang harus diinput., sementara petugas data juga merangkap tugas lain; data-data masih disimpan dalam bentuk fisik yang membutuhkan banyak kertas dan tempat; sulitnya mendapatkan data terbaru yang pada akhirnya keterlambatan pengolahan data akan berakibat pada proses pelayanan permintaan data serta proses pengambilan keputusan karena data dan informasi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan kebijakan.
Analisis Kebutuhan
Gambar 1. Flow Map yang sedang Berjalan
Gambar 2. Flow Map yang Dirancang
Gambar 4. DFD Level 0
Gambar 5. DFD Level 1 Admin Kabupaten
Gambar 6. DFD Level 1 Admin Kecamatan
Gambar 7. DFD Level 1 User
Gambar 8. ERD
Analisis Keputusan
Hasil observasi yang telah dilakukan memberikan kemungkinan pengembangkan sistem informasi perkebunan. Pertimbangan pengembangan tersebut antara lain: sumber daya manusia yang mengoperasikan komputer; fasilitas yang dimiliki Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat; target jadwal
penyelesaian program dan kemungkinan resiko yang timbul akibat penerapan program yakni perubahan kebiasaan sistem manual menjadi terkomputerisasi.
Desain dan Integrasi Fisik
Desain dan integrasi fisik merupakan perancangan antar muka (desain struktur menu, perancangan input dan perancangan output) dan perancangan basis data.
Konstruksi dan Pengujian
Konstruksi dan pengujian merupakan bagian dari hasil dan pembahasan.
Hasil dan Pembahasan
Deskripsi pengelolaan data saat ini adalah sebagai berikut, petugas data kecamatan membuat laporan bulanan secara manual dengan tulis tangan dan mengantarkan sendiri laporan tersebut ke Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat dan diserahkan kepada pengelola data kabupaten. Pengelola data kabupaten akan mengoreksi data-data yang masuk dan melakukan validasi jika ada data yang tidak valid. Kemudian data yang telah valid diinput dengan menggunakan aplikasi MS. Excell. Kemudian untuk berbagai keperluan, laporan data perkebunan dicetak dan disahkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat. Selanjutnya pihak yang membutuhkan data bisa menggunakan data yang telah disahkan.
Sistem informasi yang akan dibagun sebagai berikut Petugas data kecamatan menginput/memasukkan data-data yang menjadi tanggung jawabnya setiap bulan secara online sehingga sistem akan menyimpan data. Setiap petugas memiliki username dan password. Kemudian Pengelola data kabupaten akan mengoreksi data-data yang masuk dan melakukan validasi jika ada data yang tidak valid. Pengelola data kabupaten juga menginput data-data yang berasal dari tiga bidang lainnya yang ada di Dinas Perkebunan. User atau pihak yang membutuhkan bisa menggunakan data yang telah dipublikasi. Dengan adanya sistem informasi perkebunan maka terjadi pembagian tugas pengelolaan data. Pengelola data kabupaten memasukkan data-data yang ada di Dinas perkebunan dan perusahaan perkebunan serta memvalidasi data kecamatan. Sedangkan petugas data kecamatan bertugas memasukkan data kecamatan.
Perangkat lunak yang digunakan dalam merancang sistem informasi perkebunan terdiri dari: Sistem Operasi Microsoft Windows 7, Microsoft Office 2007, PHP, MySQL, Apache, Browser dan Web Server, HTML (Hypertext Transfer Markup language), Cascading Style Sheets (CSS) dan Java Script.
Untuk dapat menjalankan sistem informasi berbasis web yang dibangun maka dibutuhkan perangkat keras berikut: Server terdiri dari: intel xeon Dual/quad core (2,6 Ghz), RAM 4 Gb ddr3, Sata 1 TB, LAN Card, unit komputer dan printer. Client terdiri dari: Processor Pentium IV, RAM 512 MB, Harddisk 40 Gb, VGA 128 MB, LAN Card/wireless land dan unit komputer. Prangkat tambahan terdiri dari: SWITCH 8 port, WIFI aksen point dan Koneksi internet.
Sistem Informasi Perkebunan Pasaman Barat memiliki dua jenis pengguna yaitu user dan admin. User adalah pengguna yang hanya dapat melihat data-data yang ditampilkan di dalam website. User dapat meninggalkan saran kepada admin. Sedangkan admin adalah pengguna yang dapat merubah isi website tersebut, mulai dari data yang ditampilkan untuk user, hingga data-data yang hanya dapat dilihat oleh admin lain. Admin ada 2 (dua) macam yakni admin petugas data kecamatan dan admin pengelola data kabupaten. Admin petugas kecamatan hanya dapat memasukkan, mengedit dan menghapus data-data kecamatan yang menjadi tanggungjawabnya. Admin pengelola data kabupaten bertugas memvalidasi data-data yang masuk dari kecamatan serta memasukkan data-data yang berasal dari perusahaan perkebunan dan data-data dari tiga bidang lain yang ada di Dinas Perkebunan. Tampilan menu dibagi menjadi 2 (dua) yakni tampilan menu untuk user dan tampilan menu untuk admin. Berikut ini adalah beberapa tampilan dari web Dinas Perkebunan Pasaman Barat
Gambar 9. Halaman Utama Web Gambar 10. Tampilan Potensi Perkebunan
Gambar 11. Luas Perkembangan Tanaman
Berikut ini adalah beberapa tampilan dari web admin Dinas Perkebunan Pasaman Barat.
Gambar 13. Menu Login Gambar 14. Tampilan Halaman Utama
Gambar 15. Halaman Utama Admin Kecamatan
Gambar 16. Menu Data Hasil Kebun
Pembahasan
Pengelolaan data secara manual maupun semi manual menimbulkan banyak kelemahan diantaranya adalah data yang disimpan tidak terstruktur dan teroganisir, sehingga menyulitkan apabila akan dilakukan pemanggilan, up date dan editing. Kelemahan tersebut mengakibatkan keterlambatan pengolahan data yang pada akhirnya mengakibatkan sulitnya mendapatkan data terbaru bagi semua pihak yang membutuhkan. Keterlambatan pengolahan data akan berakibat pada proses pelayanan permintaan data serta proses pengambilan keputusan yang kurang tepat karena data dan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan tidak tersedia.
Banyaknya data yang harus dikelola dan perlunya penyampaian informasi yang cepat dalam kegiatan pelayanan publik menjadikan teknologi informasi sebagai media yang dianggap mampu dan handal untuk membantu dalam pengelolaan data dan penyajian informasi yang cepat, mudah dan akurat. Oleh karena itu, dirasa perlu untuk membangun sebuah sistem informasi perkebunan yang berisi data-data perkebunan.
Dalam buku statistik perkebunan Kabupaten Pasaman Barat tahun 2011 disebutkan bahwa salah satu kebijakan pengembangan perkebunan adalah kebijakan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) perkebunan. Kebijakan ini terdiri dari penyediaan layanan informasi yang akurat, tepat dan cepat bagi semua pihak yang membutuhkan operasionalisasinya melalui pengembangan SIM perkebunan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) perkebunan serta jejaring (Net Working) para pelaku usaha perkebunan.
Keberadaan sistem informasi perkebunan menjadi kebutuhan rutin sehari-hari untuk melaksanakan kegiatan manajerial. Pelaporan data perkebunan dilakukan secara berkala setiap bulan. Berhubung data-data perkebunan sangat diperlukan bagi pembangunan dan perekonomian Kabupaten Pasaman Barat maka kegiatan ini dilakukan setiap tahun. Pengelola dan petugas data ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Bidang Perencanaan bertanggungjawab atas pelaksanaan pelaporan data perkebunan dan memberikan bimbingan kepada petugas data.
Setelah sistem diimplementasi, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap sistem yang dibuat. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa sistem informasi perkebunan mampu membantu pengelolaan data perkebunan. Kelayakan sistem informasi yang dibangun telah memenuhi syarat dimana responden rata-rata menjawab setuju terhadap kualitas sistem yang dibangun. Kesimpulan hasil pengujian adalah sistem yang dibangun telah sederhana; data dan informasi yang dihasilkan telah lengkap; data dan informasi yang dihasilkan telah akurat; data dan informasi yang dihasilkan mudah diakses; data dan informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh tepat waktu; data dan informasi yang dihasilkan bermanfaat serta data dan informasi yang dihasilkan reliabel dan mudah difahami.
Simpulan
Pelaporan data perkebunan Kabupaten Pasaman Barat masih secara manual. Hal ini mengakibatkan sulitnya mendapatkan data terbaru. Dengan pembangunan sistem informasi perkebunan, Dinas Perkebunan dapat menyampaikan informasi
seputar perkebunan sehingga user yang membutuhkan informasi perkebunan dapat mencarinya di website Dinas Perkebunan dan petugas pengelola data perkebunan sangat terbantu karena terjadinya pembagian tugas antara pengelola data kabupaten dan petugas data kecamatan. Sistem informasi yang dibangun memiliki kelayakan dalam mendukung pengelolaan data dan informasi di Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa struktur dan pengoperasian sistem yang dibangun telah sederhana. Data dan informasi yang dihasilkan telah lengkap, akurat, mudah diakses, dapat diperoleh secara tepat waktu, bermanfaat serta mudah difahami.
Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Dengan tersedianya sistem informasi perkebunan dapat membantu pelaporan, monitoring, evaluasi kegiatan dan mempermudah pengambilan keputusan pada Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat serta user dapat dengan mudah mencari informasi seputar perkebunan pada website Dinas Perkebunan. Sistem yang dibangun telah bisa digunakan pada Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat dalam membantu proses kerjanya.
Sistem informasi perkebunan Kabupaten Pasaman Barat dapat diterapkan dengan saran diperlukan komitmen manajemen yang kuat dan konsisten serta keterlibatannya secara langsung, diperlukan komitmen bersama bahwa data keluar dari satu sumber, setiap perubahan data dilaporkan ke seksi statistik/data, adanya peraturan/regulasi yang mengatur pemanfaatan sistem informasi dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknologi informasi.
Daftar Rujukan
Amsyah, Z. 1997. Manajemen Sistem Informasi. PT Dramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Dinas Perkebunan. 2011. Rencana Strategis Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat 2011-2015. Simpang Empat: Disbun Kabupaten Pasaman Barat.
Dinas Perkebunan. 2011. Buku Statistik Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011. Simpang Empat: Disbun Kabupaten Pasaman Barat.
Fatrianto, Dwi & Suryani, Erma. 2012. Kondisi Aktual Penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Surat Dalam Pemodelan Sistem Dinamik Di Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Jurnal Sistem Informasi Hal:1-8. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Jogiyanto, HM. 2001. Analisi dan desain sistem Informasi: pendekatan terstruktur. Yogyakarta: Andi Offset.
Kumorotomo, Wahyudi & Margono, A. 2001. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Gajah Mada Uviversity Press.
Leitch, Robert A. & Davis, K. Roscoe. 1983. Accounting Information Systems. New Jersey: Prentice-Hall.
O’Brien, James A. 2007. Management Information System. Northern Arizona University.
Pusat Data dan Informasi Pertanian. 2006. Rencana Strategis Pusat Data dan Informasi Pertanian 2006 – 2000. Jakarta: Pusdatin Pertanian.
Rahardjo, Budi. 2005. Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet. PT Insan Indonesia-Bandung & PT. Indocisc-Jakarta.
Wedhasmara, Ari. 2008. Langkah-Langkah Perencanaan Strategis Sistem Informasi dengan Menggunakan Metode Ward & Peppard. http://
digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal-SI%20Ari%20Wedhasmara.pdf. Diakses
tanggal 5 April 2012.
Whitten, JL & Bentley, LD. 2007. Systems Analysis and Design Methods. New York. The McGraw-Hill Companies.
Persantunan: Artikel ini diolah dari tesis Ainul Qolbi dengan judul Sistem Informasi Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat dan ucapan terima kasih kepada Pembimbing I Drs. Syahril, ST, MSCE, Ph.D dan Pembimbing II Muhammad Adri, S.Pd, MT yang telah membantu memberikan arahan sehingga artikel ini bisa dibuat.