• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kasus Bronkiolitis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kasus Bronkiolitis"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Kasus Pediatri

Bronkiolitis

A. Leonard Caesar J.,dr.

018/IDI-NGW/IPRA/1V/2013

RSUD Dr. Soeroto, Ngawi 2013

(2)

Identitas penderita

Anak WAnak W

Nama

Nama

15 bulan15 bulan

Umur

Umur

5 April 20125 April 2012

Tanggal lahir

Tanggal lahir

Laki-lakiLaki-laki

Jenis kelamin

Jenis kelamin

Dsn. Karangasem II, RT 001 RW 006

Ds. Geneng, Kec. Geneng, Kab. Ngawi

Dsn. Karangasem II, RT 001 RW 006

Ds. Geneng, Kec. Geneng, Kab. Ngawi

Alamat

Alamat

IslamIslam

Agama

Agama

(3)

Identitas penderita

Jawa

Jawa

Suku bangsa

Suku bangsa

9 kg

9 kg

Berat badan

Berat badan

72 cm

72 cm

Panjang badan

Panjang badan

z score 0< BB/PB <+1SD

(gizi baik)

z score 0< BB/PB <+1SD

(gizi baik)

Interpretasi gizi

Interpretasi gizi

4 Juli 2013

4 Juli 2013

Masuk rumah

sakit

Masuk rumah

sakit

118503

118503

No. Rekam

Medik

No. Rekam

Medik

(4)
(5)

Keluhan utama

Keluhan utama

Sesak nafas

Riwayat penyakit sekarang

Riwayat penyakit sekarang

Sesak nafas sejak sehari sebelum masuk rumah sakit.

Sesak disertai batuk berdahak warna putih kental sejak

sehari sebelum masuk rumah sakit, tidak disertai bercak

darah dan muntah serta tidak disertai pilek.

Riwayat tersedak makanan atau minuman tidak

didapatkan.

Riwayat habis jatuh atau terjepit terkena bagian dada

tidak didapatkan.

Riwayat alergi tidak diketahui.

Makan dan minum masih mau menurut ibu pasien.

Heteroanamnesa(Ibu kandung

pasien)

(6)

Heteroanamnesa(Ibu kandung

pasien)

Riwayat penyakit sekarang

Riwayat penyakit sekarang

Sesak didahului dengan demam sejak sehari

sebelum masuk rumah sakit.

Demam mendadak tinggi dan diberi obat

penurun panas oleh ibu pasien berupa

Paracetamol dan demam turun.

Tidak didapatkan riwayat kejang, keluar darah

dari hidung atau mulut, tidak muntah-muntah,

tidak ada berak cair, tidak terdapat berak

warna hitam seperti petis, dan tidak ada bintik

merah di tubuh.

Buang air kecil dan air besar tidak ada

(7)

Selama hamil ibu tidak pernah sakit parah sampai rawat inap, tidak minum

obat-obatan maupun jamu

Selama hamil ibu tidak pernah sakit parah sampai rawat inap, tidak minum

obat-obatan maupun jamu

Riwayat

prenatal:

Riwayat

prenatal:

Hamil 9 bulan, lahir spontan di rumah sakit, berat bayi 3000g.

Hamil 9 bulan, lahir spontan di rumah sakit, berat bayi 3000g.

Riwayat

natal

Riwayat

natal

Lahir langsung menangis, tidak biru maupun kuning, tidak kejang.

Lahir langsung menangis, tidak biru maupun kuning, tidak kejang.

Riwayat

antenatal

Riwayat

antenatal

Pasien pernah mengalami sesak nafas

seperti sekarang dan dirawat inap di rumah sakit dr. Soeroto saat usia 11 bulan. Riwayat kejang saat demam tidak ada

Pasien pernah mengalami sesak nafas

seperti sekarang dan dirawat inap di rumah sakit dr. Soeroto saat usia 11 bulan. Riwayat kejang saat demam tidak ada

Riwayat

penyakit

lain

Riwayat

penyakit

lain

(8)

Imunisasi pokok lengkap.Imunisasi pokok lengkap.

Riwayat

imunisasi:

Riwayat

imunisasi:

Pertumbuhan dan perkembangan sama dengan anak-anak yang berumur sama di lingkungan sekitarnya.

Pertumbuhan dan perkembangan sama dengan anak-anak yang berumur sama di lingkungan sekitarnya.

Riwayat

tumbuh

kembang dan

gizi:

Riwayat

tumbuh

kembang dan

gizi:

Nenek pasien batuk berdahak di rumah sejak lama.

Nenek pasien batuk berdahak di rumah sejak lama.

Riwayat

keluarga:

Riwayat

keluarga:

Tidak diketahui mengenai ada tidaknya teman maupun orang lain yang menderita penyakit dengan keluhan serupa di daerah dekat rumah pasien.

Tidak diketahui mengenai ada tidaknya teman maupun orang lain yang menderita penyakit dengan keluhan serupa di daerah dekat rumah pasien.

Riwayat

sosial:

Riwayat

sosial:

(9)
(10)

Status Generalis

Lemah

Lemah

Keadaan

umum

Keadaan

umum

Cukup

Cukup

Keadaan gizi

Keadaan gizi

100/70 mmHg

100/70 mmHg

Tensi

Tensi

120x/menit teratur kuat

angkat

120x/menit teratur kuat

angkat

Nadi

Nadi

60x/menit

60x/menit

RR

RR

37.6 C axilla

37.6 C axilla

Temperatur

Temperatur

(11)

Kepala-Leher

• anemia –

• icterus –

• sianosis –

• dispneu –

• pembesaran KGB –

• faring tidak hiperemi

• gusi berdarah –

• kaku kuduk

• konjungtivitis

(12)

-Thoraks

simetris, tarikan dada tidak

ada

simetris, tarikan dada tidak

ada

Bentuk

Bentuk

simetris

simetris

Pergerakan

dada

Pergerakan

dada

tidak melebar maupun

menyempit

tidak melebar maupun

menyempit

ICS

ICS

dalam batas normal

dalam batas normal

Kulit dada

Kulit dada

dalam batas normal

dalam batas normal

Kulit

punggung

Kulit

punggung

pembesaran KGB

-•

pembesaran KGB

-Axilla

Axilla

gibbus

-•

gibbus

-Skeleton

Skeleton

(13)

Thoraks (pulmo)

Jenis pemeriksaa

n

Depan Belakang kanan kiri kanan kiri Bentuk Simetris Sde

Pergerakan N N Sde Sde

INSPEKSI

Jenis

pemeriksaan Depan Belakang kanan kiri kanan Kiri Pergerakan N N Sde Sde Fremitus raba Sde Sde Sde Sde Nyeri Sde Sde Sde Sde

(14)

Thoraks(pulmo)

Jenis

pemeriksaan kananDepankiri kananBelakangKiri Suara ketok Sonor

Sonor Sonor Sonor Sonor Sonor Sde Sde Nyeri ketok Sde Sde Sde Sde Kronig isthmus - - Sde Sde

Jenis

pemeriksaan KananDepan Kiri KananBelakangKiri Suara nafas Vesikuler

Vesikuler Vesikuler Vesikuler Vesikuler Vesikuler Sde Sde Suara percakapanSde Sde Sde Sde Ronkhi Basah Kasar Basah Kasar Basah

Kasar Basah Kasar Basah Kasar Basah Kasar Basah

Kasar Basah Kasar - - Sde Sde Wheezing - - Sde Sde - - Sde Sde

PERKUSI

(15)

Iktus : -• Pulsasi jantung : -• Iktus : -• Pulsasi jantung :

-Inspek

si

Inspek

si

Iktus : teraba di garis ICS V MCL sinistra

Pulsasi jantung : teraba pada daerah iktus kordis

Getaran ( thrill) : tidak ada

Iktus : teraba di garis ICS V MCL sinistra

Pulsasi jantung : teraba pada daerah iktus kordis

Getaran ( thrill) : tidak ada

Palpas

i

Palpas

i

(16)

Jantung dan kardiovaskuler

Batas kanan : parasternal

line dextra ICS 4

Batas kiri : ICS V MCL

sinistra

Batas kanan : parasternal

line dextra ICS 4

Batas kiri : ICS V MCL

sinistra

Perkusi

Perkusi

Suara 1, suara2 : tunggal,

normal

Suara tambahan: murmur-,

gallop-,ekstrasistole-•

Suara 1, suara2 : tunggal,

normal

Suara tambahan: murmur-,

gallop-,ekstrasistole-Auskulta

si

Auskulta

si

(17)

Abdomen

tak tampak massa, umbilicus

cekung ke dalam

tak tampak massa, umbilicus

cekung ke dalam

Inspeksi

Inspeksi

bising usus + N, bising aorta -,

bising a. renalis

-•

bising usus + N, bising aorta -,

bising a. renalis

-Auskultasi

Auskultasi

Hepar, lien dan ginjal tidak teraba,

defans

-•

Hepar, lien dan ginjal tidak teraba,

defans

-Palpasi

Palpasi

timpani pada ke empat kuadran

abdomen

timpani pada ke empat kuadran

abdomen

Perkusi

(18)

Pelvis dan genitalia

• Tidak ada kelainan

(19)

Ekstremitas

• Akral teraba hangat kering merah,

crt<3s, edema extremitas

(20)
(21)

Darah Lengkap (4 Juli 2013)

8,6 g/dl ↓8,6 g/dl ↓

Hb

Hb

26,5% ↓26,5% ↓

Hct

Hct

4.36.10e6/ul4.36.10e6/ul

Eri

Eri

61 fl ↓61 fl ↓

MCV

MCV

19,7 pg ↓19,7 pg ↓

MCH

MCH

12,9 .10e3/ul ↑12,9 .10e3/ul ↑

Leu

Leu

2,7 .10e3/ul2,7 .10e3/ul

Ly

Ly

9,5 .10e3/ul ↑9,5 .10e3/ul ↑

Gr

Gr

508.10e3/ul ↑508.10e3/ul ↑

Plt

Plt

(22)
(23)

Keluhan utama pada pasien anak berusia 15 bulan

ini adalah sesak nafas sejak sehari sebelum masuk

rumah.

Keluhan utama pada pasien anak berusia 15 bulan

ini adalah sesak nafas sejak sehari sebelum masuk

rumah.

Adapun diagnosis banding sesak nafas untuk anak

usia 2 bulan-5 tahun adalah pneumonia, bronkiolitis,

asma, gagal jantung, penyakit jantung bawaan, efusi

pleura, tuberkulosis paru, pertusis,tersedak benda

asing, dan pneumotoraks.

Adapun diagnosis banding sesak nafas untuk anak

usia 2 bulan-5 tahun adalah pneumonia, bronkiolitis,

asma, gagal jantung, penyakit jantung bawaan, efusi

pleura, tuberkulosis paru, pertusis,tersedak benda

asing, dan pneumotoraks.

Keluhan sesak nafas juga disertai dengan keluhan

demam sehari sebelum masuk rumah sakit. Adapun

diagnosis banding panas kurang dari 7 hari adalah

ISK, infeksi virus(terutama dengue), infeksi saluran

pernapasan, diare, campak dan meningitis.

Keluhan sesak nafas juga disertai dengan keluhan

demam sehari sebelum masuk rumah sakit. Adapun

diagnosis banding panas kurang dari 7 hari adalah

ISK, infeksi virus(terutama dengue), infeksi saluran

pernapasan, diare, campak dan meningitis.

(24)

Pada pasien ini tidak didapatkan riwayat biru

maupun dari pemeriksaan fisik tidak didapatkan

tanda-tanda kelainan jantung sehingga penyakit

jantung dapat disingkirkan.

Pada pasien ini tidak didapatkan riwayat biru

maupun dari pemeriksaan fisik tidak didapatkan

tanda-tanda kelainan jantung sehingga penyakit

jantung dapat disingkirkan.

Riwayat tersedak dan trauma juga disangkal oleh

ibu pasien.

Riwayat tersedak dan trauma juga disangkal oleh

ibu pasien.

Adanya riwayat batuk dengan lendir putih serta

demam sehari sebelum masuk rumah sakit

menunjukkan adanya tanda infeksi saluran

pernapasan.

Adanya riwayat batuk dengan lendir putih serta

demam sehari sebelum masuk rumah sakit

menunjukkan adanya tanda infeksi saluran

pernapasan.

Untuk keluhan mencret, bintil merah di tubuh ,

muntah-muntah, tidak didapatkan sehingga ISK

dan diare bisa disingkirkan.

Untuk keluhan mencret, bintil merah di tubuh ,

muntah-muntah, tidak didapatkan sehingga ISK

dan diare bisa disingkirkan.

(25)

Pada pemeriksaan fisik didapatkan pernapasan cepat 60 kali/menit tanpa tarikan otot dada, tanpa pernapasan cuping hidung, tanpa

sianosis, serta didapatkan ronki basah kasar pada kedua lapang paru sehingga diduga infeksi pada saluran pernafasan bawah, yang

mengarah ke arah bronkiolitis dan bronkopnemumonia.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan pernapasan cepat 60 kali/menit tanpa tarikan otot dada, tanpa pernapasan cuping hidung, tanpa

sianosis, serta didapatkan ronki basah kasar pada kedua lapang paru sehingga diduga infeksi pada saluran pernafasan bawah, yang

mengarah ke arah bronkiolitis dan bronkopnemumonia.

Untuk memastikannya disarankan untuk foto rontgen thoraks.

Untuk memastikannya disarankan untuk foto rontgen thoraks.

Untuk pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan leukosit yang menandakan infeksi bakterial, dan penurunan Hb, MCV, serta MCH yang menunjukkan tanda anemia hipokromik mikrositik meskipun tidak ada keluhan yang bisa disebabkan defisiensi Fe, penyakit kronis,

thalasemia, dan keracunan timah hitam.

Untuk pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan leukosit yang menandakan infeksi bakterial, dan penurunan Hb, MCV, serta MCH yang menunjukkan tanda anemia hipokromik mikrositik meskipun tidak ada keluhan yang bisa disebabkan defisiensi Fe, penyakit kronis,

thalasemia, dan keracunan timah hitam.

Pada pasien ini lebih mengarah ke anemia defisiensi besi dikarenakan penyakitnya yang akut, tidak ada mual muntah, tidak ada riwayat

kelainan darah maupun pembesaran lien pada pasien sehingga perlu direncanakan pemeriksaan serum besi dan TIBC.

Pada pasien ini lebih mengarah ke anemia defisiensi besi dikarenakan penyakitnya yang akut, tidak ada mual muntah, tidak ada riwayat

kelainan darah maupun pembesaran lien pada pasien sehingga perlu direncanakan pemeriksaan serum besi dan TIBC.

(26)
(27)

No. Temporary Problem Lists Permanent Problem Lists Assesment 1 usia 15 bulan

infeksi + obstruksi jalan nafas

Bronkiolitis dd. 1.bronkopneumoni a, 2.asma bronkial

2 sesak nafas

3 batuk berdahak putih 4 RR 60x/menit

5 Ronki basah kasar +/+ 6

demam sehari sebelum MRS suhu saat masuk MRS 37.6C

7

riwayat sakit seperti ini

sebelumnya saat usia 11 bulan

8 Leukosit 12.900 ul 9 Hb 8,6 g/dL Anemia Anemia Mikrositik hipokromik ec. Suspek defisiensi besi 10 Hct 26.5% 11 MCV 61 fl 12 MCH 19.7

(28)
(29)

No Assesment

Planning

Diagnosis Terapi Monitoring

1 Bronkiolitis dd. Pneumonia, asma bronkial rontgen paru O2 nasal 2lpm; infus RL 990ml/hari;

Amoxicillin 50mg/kgBB/hari 3 dd 1 atau

Cotrimoxazole 4mgTMP/kgBB/kali 2 dd 1 selama 3 hari; Paracetamol 10mg/kgBB/kali; Salbutamol 0,1mg/kgBB/kali 4-6x ; VS,observasi tanda obstruksi jalan nafas, keadaan umum, produksi urine 2 Anemia Mikrositik hipokromik ec. Suspek defisiensi besi SI, TIBC

Preparat besi (ferrosulphate) 4-6mg/kgBB/hari 3dd1 selama 2-3 bulan;

asam askorbat 100mg/15mg besi;

diet TKTP dan kadar besi tinggi bersumber hewani (limfa,hati,daging) dan nabati (bayam, kacang-kacangan) Hb tiap 2 minggu, Keluhan pasien, Berat badan/bulan

(30)

DASAR TEORI

BRONKIOLITIS

(31)

Definisi

Definisi

Bronkiolitis adalah penyakit obstruktif

akibat inflamasi akut pada bronkiolus

yang terjadi pada anak usia < 2 tahun

dengan insidens tertinggi pada usia

sekitar 2-6 bulan

Penyebab tersering respiratory sincytial

virus (RSV), diikuti dengan parainflueza

dan adenovirus.

Penyakit ditandai dengan sindrom klinis

yaitu nafas cepat, retraksi dada, dan

(32)

Patofisologi

Patofisologi

Infeksi RSV

Kolonisasi & replikasi di mukosa (terminal bronkiolus : >>)

Nekrosis sel bersilia bronkioli

Proliferasi limfosit, sel plasma & makrofag

Penyempitan lumen bronkioli (total/sebagian)

Respon paru

(33)

Diagnosis Banding

Diagnosis Banding

Asma bronkial

Aspirasi benda asing

Bronkopneumonia

Gagal jantung

Miokarditis

(34)

Perbandingan

Perbandingan

Bronkiolitis dengan bronkopneumonia

Pneumonia Bronkiolitis Umur semua umur < 2 tahun Penyebab bakteri/virus virus Onset lebih lama cepat Pemeriksaan fisik inspiratory effort expiratory effort Foto thoraks + +/-Tes RSV - +

Bronkiolitis dengan

asma

Asma Bronkiolitis Umur > 2 tahun < 2 tahun Demam biasanya - biasanya + ISPA +/- + Atopi Keluarga + +/-Riwayat alergi + +/-respon terhadap

(35)
(36)

Definisi

Definisi

• kondisi penurunan jumlah sel darah merah (sel

darah merah) atau jumlah hemoglobin yang

kurang dari normal dalam darah.

• Berat ringan nya anemia diklasifikasikan sebagai

berikut:

Grading of anemia Grading of anemia WHO (Hb g/dL) NCI (Hb g/dL) 0 (normal) >= 11 WNL 1 (mild) 9,5 - 10,9 10-WNL 2 (moderate) 8,0 - 9,4 8-10 3 (severe) 6,5 - 7,9 6,5 - 7,9 4 (Life treathening) <6,5 < 6,5

WHO: World Health Organization NCI : National Cancer Institute

WNL : Within Normal Limits; Hb= 12-16 (women), Hb=14-18 (men)

(37)

Klasifikasi Anemia

Klasifikasi Anemia

Anemia diklasifikasikan berdasarkan patofisiologi

dan morfologi.

Anemia diklasifikasikan berdasarkan patofisiologi

dan morfologi.

Klasifikasi Anemia berdasarkan patofisiologi dibagi

menjadi 3:

Klasifikasi Anemia berdasarkan patofisiologi dibagi

menjadi 3:

Gangguan produksi sel darah merah

Gangguan pada ploriferasi dan differensiasi hematopoietic stem cell (Aplastic anemia)

Gangguan sintesis DNA (Megaloblastic Anemia)

Gangguan sintesis Hb ( Iron Def. Anemia, Thalasemia)

Gangguan sintesis erithropoietin (Anemia of chronic renal failure)

Anemia karena penyakit kronik, sideroblastic anemiaPeningkatan destruksi sel darah merah

(38)

Klasifikasi Anemia

Klasifikasi Anemia

Klasifikasi Anemia berdasarkan morfologi

dibagi menjadi 2:

Klasifikasi Anemia berdasarkan morfologi

dibagi menjadi 2:

Ukuran

Mikrositik

Normositik

Makrositik

Warna

Hipokromik

Normokromik

Hiperkromik

(39)

Bagan mengenai penyebab anemia berdasarkan

morfologinya

Bagan mengenai penyebab anemia berdasarkan

morfologinya

(40)

Anemia Defisiensi Besi

Definisi

Definisi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan

kekurangan zat besi untuk sintesa hemoglobin.

Epidemiologi

Epidemiologi

Diperkirakan 30% penduduk di dunia menderita anemia dan

50% penderita ini adalah anemia defisiensi besi

Terutama mengenai bayi, anak sekolah, ibu hamil dan

menyusui.

Di Indonesia masih merupakan masalah gizi utama selain

kekurangan kalori, protein, vitamin a, dan yodium.

Penelitian di Indonesia mendapatkan prevalensi anemia

defisiensi besi pada anak balita sekitar 30-40%, pada anak

sekolah 25-35%.

Anemia defisiensi besi mempunyai dampak yang merugikan

bagi kesehatan anak berupa gangguan tumbuh kembang,

penurunan daya tahan tubuh dan daya konsentrasi serta

kemampuan belajar sehingga menurunkan prestasi belajar

di sekolah.

(41)

Etiologi Anemia Defisiensi

Besi

Peningkatan permintaan untuk besi dan / atau hematopoiesis

Peningkatan permintaan untuk besi dan / atau hematopoiesis

pertumbuhan yang cepat pada masa bayi atau remajakehamilan

terapi erythropoietin

Peningkatan kehilangan zat besi

Peningkatan kehilangan zat besi

kehilangan darah kronishaid

kehilangan darah akutdonor darah

phlebotomy sebagai pengobatan untuk polisitemia vera

Penurunan asupan zat besi atau penyerapan

Penurunan asupan zat besi atau penyerapan

diet yang tidak memadai

malabsorpsi dari penyakit (sariawan, penyakit Crohn)malabsorpsi dari operasi (paska gastrektomi)

(42)

Diagnosis Banding Anemia

Defisiensi Besi

Thalasemia (khususnya thalasemia minor). HbA2 meningkat, feritin serum dan timbunan Fe tidak turun.

Thalasemia (khususnya thalasemia minor). HbA2 meningkat, feritin serum dan timbunan Fe tidak turun.

Anemia karena infeksi menahun, biasanya anemia normokromik normositik, kadang-kadang bisa terjadi anemia hipokromik

mikrositik. Feritin serum dan timbunan Fe tidak turun

Anemia karena infeksi menahun, biasanya anemia normokromik normositik, kadang-kadang bisa terjadi anemia hipokromik

mikrositik. Feritin serum dan timbunan Fe tidak turun

Keracunan timah hitam (Pb)

Keracunan timah hitam (Pb)

Anemia sideroblastik, terdapat ring sideroblastik pada pemeriksaan sumsum tulang

Anemia sideroblastik, terdapat ring sideroblastik pada pemeriksaan sumsum tulang

(43)

Diagnosis Anemia Defisiensi

Besi

Tingkat serum besi/Serum Iron (SI) merupakan jumlah besi terikat transferin yang beredar dalam darah.

Tingkat serum besi/Serum Iron (SI) merupakan jumlah besi terikat transferin yang beredar dalam darah.

TIBC adalah ukuran tidak langsung dari transferin yang beredar dalam darah.

TIBC adalah ukuran tidak langsung dari transferin yang beredar dalam darah.

Kisaran normal untuk besi serum 50-150 g / dL.

Kisaran normal untuk besi serum 50-150 g / dL.

Rentang normal untuk TIBC adalah 300-360 g / dL.

Rentang normal untuk TIBC adalah 300-360 g / dL.

Saturasi tranferin, yang biasanya 25-50%, diperoleh dengan rumus berikut: serum besi x 100 ÷ TIBC. Defisiensi besi dinyatakan dengan saturasi transferin yang nilainya di bawah 18%.

Saturasi tranferin, yang biasanya 25-50%, diperoleh dengan rumus berikut: serum besi x 100 ÷ TIBC. Defisiensi besi dinyatakan dengan saturasi transferin yang nilainya di bawah 18%.

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Servisitis Non-Spesifik adalah infeksi pada serviks dimana saat pemeriksaan sederhana (gram dan sediaan basah) ditemukan leukosit polimorfonuklear &gt;15/lpb dengan

Skrining kejadian anemia dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium yakni pemeriksaan hematologi meliputi pemeriksaan darah rutin yakni kadar Haemoglobin (HGB), Eritrosit

Hepatitis A menyebabkan infeksi dengan tanda-tanda dan gejala klinis pada lebih dari 90% anak yang terinfeksi dan karena infeksi menimbulkan kekebalan seumur hidup, penyakit

Bronkiolitis biasanya terjadi setelah kontak dengan orang dewasa atau anak besar yang menderita infeksi saluran nafas atas yang ringan.Bayi mengalami demam ringan

dari bakteri yan baru menun!ukan peninkatan leukosit% sedankan yan kedua adalah kesalahan dalam pemeriksaan laboratorium&#34; Aal utama yan perlu diketahui

Pasien pada kelas 0 memiliki kriteria penyakit infeksi dengue dengan tanda bahaya yaitu hasil pemeriksaan hematokrit yang normal, leukosit yang tidak normal serta

Ramuan jamu yang terdiri dari 5 gram daun bayam merah, 10 gram herba tapak liman dan 15 gram rimpang temulawak dapat meningkatkan nilai Hb, MCV, MCH, feritin, menurunkan nilai TIBC

Pemeriksaan laboratorium pada gagal jantung.1 Pemeriksaan Implikasi Hitung Darah Lengkap „Anemia yang dapat menyebabkan atau memperberat gagal jantung „Leukositosis akibat infeksi