• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diterjang Puting Beliung, Enam Pohon Sengon Timpa Rumah Warga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Diterjang Puting Beliung, Enam Pohon Sengon Timpa Rumah Warga"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Diterjang Puting Beliung,

Enam Pohon Sengon Timpa Rumah

Warga

PURWOREJO, FP – Akibat dihantam angin puting beliung yang terjadi pada Senin (7/11) sekitar pukul 17.45 WIB sejumlah rumah di Desa Wangunrejo, Kecamatan Banyuurip, porak poranda. Sedikitnya 6 rumah mengalami kerusakan gentingnya melorot.

Kerusakan paling parah menimpa rumah Rilo (47) warga RT 04 RW 01 Desa Wangun Rejo, Kecamatan Banyuurip. Akibat kejadian itu rumahnya tertimpa lima pohon sengon sehingga genteng pecah dan tembok retak.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun demikian diperkirakan kerugian mencapai Rp 5 juta, ” kata Kapolsek Banyuurip AKP Rahmad Efendi.

Diungkapkan, usai kejadian, anggota Polsek Banyyurip, Koramil, Sat Pol PP Kecamatan dibantu warga langsung membersihkan puing-puing dan mengevakuasi pohon yang menimpa rumah Rilo.

Diduga Supir Ngantuk, Mobil

Panther Tabrak Pohon dan

Masuk Parit

Purworejo, FP- Sebuah mobil Izusu phanther bak terbuka warna hitam dengan nomor polisi AB 8014 BU, yang dikemudikan oleh Marjo(60) karyawan C V Albasia Utama wordworking Jogyakarta

(2)

dengan kecepatan sedang tiba- tiba oleng dan menabrak pohon mahoni hingga roboh dan mobil masuk parit.

Kejadian lakalantas tunggal berlangsung sekitar jam 13.15 di jalan Purworejo Jogja desa Cengkawakrejo, Banyuurip tepatnya disebelah penggilingan pasir, kecelakaan tersebut disebabkan karena sang sopir mengantuk saat mengemudi, sehingga mobil menabrak pohon dan terjerembab hal tersebut diketahui setelah Marjo( pengemudi) menceritakan kronologisnya.

Dikatakan Marjo, bahwa dirinya mendapat tugas dari perusahaan tempatnya bekerja untuk mengantar barang berupa lem dan mesin pompa ke PT Albasia Utama wordworking Purworejo, yang merupakan induk perusahaan nya bekerja, namun saat sesampainya di daerah Cengkawakrejo Marjo tak bisa menahan kantuknya, sampai akhirnya, ketika tersadar sudah menabrak pohon terangnya terbata-bata.

M e n y i k a p i h a l t e r s e b u t s e c e p a t n y a M a r j o m e n g h u b u n g i

(3)

Perusahaanya,untuk segera mendapat pertolongan, dalam waktu yang singkat crew perusahaan datang, dengan meminta bantuan dari perusahaan penggilingan pasir mobil yang masuk parit segera diangkat, untuk selanjutnya dibawa ke PT Albasia Utama Wordworking Purworejo.

Dihimbau kepada pengemudi kendaraan baik roda dua maupun roda empat, istirahatlah,jika lelah dan mengantuk pasalnya bila tetap mennjalankan kendaraan saat mengantuk walau sejenak, maka petaka akan menimpa, ingat keluarga menantinya dirumah. (Rsk)

Wakapolda Jateng Lakukan

Monitoring

di

Polres

Purworejo Terkait Demo di

Jakarta

Purworejo-FP- Demo besar- besaran oleh Ormas Islam seluruh Indonesia yang terpusat diJakarta,Jum,at 4/11 menuntut kepada Basuki Tjahaya Purnama(Ahok)yang diduga melakukan pernyataan penistaan agama, berimbas kedaerah – daerah.

Menyikapi hal tersebut Wakapolda Jawa tengah Brigjen Polisi Drs. Amhar Azeth, SH Jum’at 4/11 melakukan lawatan keseluruh polres jajaran polda Jawa tengah, untuk memonitor, situasi kamtibmas, terkait dengan adanya unjuk rasa tersebut .

Dalam lawatannya Wakapolda Jawa tengah tiba di mapolres Purworejo, sekitar jam 11.00 disambut oleh kapolres Purworejo AKBP Satrio Wbowo SIK yang didampingi para perwira polres, wakapolda singgah sekitar setengah jam diruang kapolres untuk

(4)

melakukan kordinasi seputar kamtibmas, setelah itu Ia melanjutkan lawatanya ke polres Magelang.

D i j e l a s k a n k a p o l r e s , t e n t a n g p e r t e m u a n y a d e n g a n wakapolda,katanya,”beliau hanya memonitor situasi dan kondisi, serta kesiapan para anggotanya untuk menciptakan kamtibmas di polres Purworejo dan jajaranya berkaitan dengan unjuk rasa ormas Islam yang berlangsung di Jakarta, ungkapnya.

Lanjut kapolres, unjuk rasa dijakarta berpotensi menyulut kerawanan, terbukti didaerah sejumlah ormas Islam ikut melakukan unjukarasa, terkait pernyataan Ahok yang diduga melakulan penistaan terhadap agama Islam, untuk situasi Purworejo kami berharap selalu kondusif, jelas kapolres menandaskan.(Rsk).

Tenggak Miras Oplosan, Satu

Meninggal Satu di IGD

PURWOREJO, FP – Adi Kurniawan (17) warga RT 02 RW 01 Desa Wareng, Kecamatan Butuh ditemukan tewas rumah Erlangga Saputra (15) warga RT 01 RW 06 desa Grantung, Kecamatan Bayan Jumat (4/11) sekitar pukul 08. 00 WIB. Adi Kurniawan tewas diduga setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan. Sementara Erlangga Saputra harus dirawat di IGD RSUD Tjitrowardoyo Purworejo. Korban pertamakali ditemukan oleh Mbah Naisa (67), nenek Erlangga usai pulang dari pasar.

Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Kholid Mawardi, SH mengatakan, kejadian bermula hari Kamis (3/11) sekitar pukul 16.00 WIB korban dan dua temanya datang ke rumah Erlangga yang sedang sakit. Malam itu salah satu temanya pulang ke Kutoarjo, sementara korban dan

(5)

teman satunya menginap di rumah Erlangga.

Waktu itu kepada Mbah Naisa, nenek Erlangga, korban mengeluh sakit perut. Oleh Mbah Naisa kemudian dibuatkan bubur santan. Namun kondisi korban tidak membaik justru semakin lemas.

E s o k harinya, sekitar pukul 06.30 WIB mbah Naisa pergi kepasar

(6)

untuk bekanja, sebelum berangkat Mbah Naisa sempat melihat keadaan korban yang semakin lemas. “Namun setelah Mbah Naisa pulang dari pasar korban sudah meninggal dunia, ” kata AKP kholid Mawardi.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Bayan. Sementara Erlangga dan temanya berpamitan untuk memberitahu keluarga korban dan hingga kini belum diketahui keberadaanya.

Mendapat laporan, anggota Polsek Bayan kemudian mendatangi lokasi dan melakukan indentifikasi. Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh Puskesmas Bayan, kemudian jenazah korban dibawa ke RSUD Tjitrowardoyo.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa Alkohol 70 persen, minuman suplemen rasa anggur, dan botol plastik.

Tingkatkan

Ketrampilan,

Anggota Kodim 0708 Purworejo

Latihan Menembak

PURWOREJO, FP – Untuk meningkatkan ketrampilan menembak perorangan, Kodim 0708 Purworejo melaksanakan latihan menembak senjata ringan Tri Wulan IV ( Latbak Jatri TW IV) 2016 di Lapangan Tembak, Besole, Bayan. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari (1 – 3 November 2016 ) menggunakan senjata SSI V3 jarak tembak 100 meter dengan tiga sikap, tiarap, jongkok, dan berdiri. Latihan diikuti oleh seluruh anggota Kodim yang ada di Makodim dan Koramil se-Kabupaten Purworejo.

Selaku koordinator pimpinan, Kapten Infantri Amat Kurdi, Danramil 11 Loano. ” Tujuan Latbak Jatri ini dimaksudkan

(7)

sebagai pembinaan ketrampilan perorangan dalam menembak khususnya prajurit Kodim 0708 Purworejo guna menunjang dalam melaksanakkan tugas, ” kata Kapten Infantri Amat Kurdi.

Diungkapkan, selain sebagai pembinaan personil latihan ini juga penilaian yang merupakkan evaluasi kemampuan prajurit Kodim yang dilaksanakkan setiap tiga sekali.

Dijelaskan, Komandan Kodim 0708 Purworejo Letnan Kolonel Infanteri Aswin Kartawijaya melalui Kepala Staf Kodim menekkankan, agar anggota melaksanakkan latihan dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi prajurit yang handal dan profesional.

Namun demikian Dandim menggaris bawahi agar memperhatikkan dan menomor satukan faktor keamanan dalam latihan.

” Ditegaskan oleh Dandim bahwa latihan dikatakan berhasil jika dalam pelaksanaan aman baik personil maupun materiil.Latihan menembak dilaksanakan sesuai prosedur dengan tahap demi tahap yang dipimpin oleh pimpinan,” tandas Kapten Infantri Amat Kurdi.

Usai Selfie-selfie, Warga

Hargorojo Tewas Kecelakaan

PURWOREJO, FP – Kecelakaan kembali terjadi, kali ini terjadi diijalan Brigjend Katamso, tepatnya diselatan bengkel mobil Mbah Surip Kelurahan Pangenrejo, Rabu (2/11) malam sekitar pukul 18.40 WIB. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Supra 125, dengan Nopol AA 2116 AL, yang dikendaraai Ida Arifatul Choiri (18), warga RT 03 RW 01 Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, dengan Honda Vario dengan nopol B 6532 WMA, yang dikendaraai oleh Selamet Riyadi (51), warga RT 03 RW 02,

(8)

Jalan Kauman Purwodadi, Kecamatan Purwodadi.

Akibat kecelakaan itu, Ida Arifatul Choiri meninggal dunia dilokasi kejadian, setelah terpental dan terlindas mobil tak dikenal yang melaju dari arah berlawanan.

Kasat Lantas Polres Purworejo AKP Johan Valentino Nanuru menjelaskan, bermula sepeda motor Honda Supra 125 yang dikendaraai korban melaju dari utara menuju selatan. Sampai dilokasi kejadian, korban menabrak belakang motor Vario yang melaju didepanya. Akibatnya korban terjatuh kekanan, secara bersamaan dari arah berlawanan melaju mobil tidak dikenal dan menabrak korban. ” Usai menabrak korban mobil tak dikenal itu langsung meninggakan lokasi kecelakaan,” jelas AKP Johan.

Menurut Kasat Lantas, diduga korban kurang konsentrasi sehingga tidak memperhatikan kendaraan yang melaju didepanya. Korban juga tidak jaga jarak aman dengan kendaraan yang melaju didepanya. Saat ini kasus kecelakaan itu, masih dalam penanganan Satlantas Polres Purworejo.

Dari informasi yang diperoleh, sebelum terjadi kecelakaan korban sempat foto selfie-selfie dengan beberapa temanya. Usai berkumpul dengan temannya dan selfie-selfie itulah ketika dalam perjalanan pulang kecelakaan dan meninggal dunia.

(9)

Eks Pasar Baledono Mulai

Dibongkar

PURWOREJO, FP – Pasca penetapan pemenang lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwokerto, pembongkaran bekas Pasar Baledono langsung dimulai. Wijaya Ali asal Jakarta sebagai pemenang lelang atas nama perorangan tampak mengerahkan puluhan pekerjanya untuk mulai pembongkaran.

Alif, selaku pelaksana pembongkaran bekas Pasar Baledono mengatakan, pembongkaran akan dimulai dengan pafling, kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran kanopi. “Sesuai SPK, waktu pembongkaran 45 hari terhitung per 1 November 2016, namun demikian tidak menutup kemungkinan terjadi kemunduran, “kata Alif disela-sela pembongkaran, Rabu (2/10).

Menurut Alif, berdasarkan hitungan kasar atau perkiraan, luas bekas Pasar Baledono 60 x180 meter. Sedangkan alat berat yang akan digunakan backhoe dan bell. “Material yang mempunyai nilai jual tinggi hanya besi,”ucapnya.

(10)

S e m entara itu, Suparjo, Kepala Pasar Baledono menuturkan, dari hasil kesepakatan di Aula Kelurahan Baledono yang dihadiri pihak-pihak terkait batas akhir waktu pengosongan hari Minggu 6 November 2016. “Namun begitu hari ini sudah banyak pedagang yang nyicil membongkar lapaknya, “tuturnya.

Dijelaskan, berdasarkan data yang ada, pedagang yang masih berjualan di sekitar bekas Pasar Baledono sebanyak 47 orang. Namun begitu jumlah tersebut masih bisa bertambah karena ada pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal diarea pasar. “Jumlah PKL nya sekitar 15 orang, tapi jumlah itu bisa kurang atau tambah karena sering gonta ganti, “jelas Suparjo.

(11)

S e m entara Susi (49) pedagang yang membuka jasa toilet mengaku pasrah dengan akan dimulai pembongkaran pasar. ” Ya mau apa lagi, ikut pemerintah saja lah,” kata Susi yang mengaku sudah puluhan tahun mengais rejeki ditempat itu dan berencana pindah usaha di pasar belakang Plaza.

Berhasil Ungkap Sejumlah

Kasus, 34 Personil Polres

Dapat Penghargaan

PURWOREJO, FP – Dinilai sudah berhasil mengungkap banyak kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Purworejo, sebanyak 34

(12)

personel Polres Purworejo menerima reward dari Kapolres Purworejo Akbp Satrio Wibowo, SIK.

Pemberian rewad diberikan langsung oleh Kapolres Purworejo di halaman Mapolres Purworejo, Senin, (31/10/2016). 34 personel yang mendapat reward tersebut dari Fungsi Reskrim, Narkoba dan Intel.

Pemberian penghargaan atau rewad kepada personel yang berhasil mengungkap kasus pembobolan ATM, curat, perjudian dan kasus narkoba.

“Penghargaan atau kenaikan pangkat bukanlah semata-mata hak anggota, namun pada dasarnya merupakan penghargaan atas prestasi dan pengabdian dengan tetap menunjukan dedikasi yang baik dan tidak melanggar kode etik kepolisian, ” kata Kapolres Purworejo, Satrio Wibowo, SIK dalam amanatnya.

Dipaparkan, reward atau penghargaan mengandung arti perhatian yang diberikan oleh institusi kepada anggotanya baik dalam bentuk materiil dan non materiil agar anggota dapat bekerja

(13)

dengan motivasi tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan serta cita-cita bersama. Yaitu, menuju Polri yang dicintai rakyat, publik trust sebagaimana yang saat ini sedang diupayakan oleh pimpinan Polri.

“Dengan kata lain untuk meningkatkan kinerja, semangat, motivasi serta loyalitas kepada institusi Polri menuju Polri yang profesional, moderen, dan terpercaya, ” papar Kapolres. Selain pemberian penghargaan, dalam kesempatan itu juga dilakukan pelantikan kenaikan pangkat anggota dan PNS. Sudarsono yang sebelumnya Aiptu naik pangkat menjadi Ipda dan Titik Prasetyawati, SH yang sebelumnya Penda tingkat I naik setingkat menjadi Pengatur.

Bosan Hidup, Mantan Pasien

RSJ Gantung Diri

PURWOREJO – Diduga karena persoalan ekonomi keluarga,Cahyadi Binuko (54) warga RT 01 RW 02 kelurahan Doplang nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali rafia Senin (31/10).

Menurut Maryoto (68), tetangga dekat korban, kejadian gantung diri pertama kali diketahui oleh Suranti, ibu korban, di dapur rumah. Selanjutnya hak itu diberitahukan kepada suaminya, Bambang Sudewo (80) sekitar pukul 10.00 WIB. Namun oleh Bambang Sadewo hal itu tidak langsung dikabarkan pada warga sekitar. Bambang justru keluar rumah dan memberitahu pengurus jemaat gereja, sehingga warga baru mengetahui korban gantung diri setelah para pengurus jemaat berdatangan ke rumah korban. “Ya sekitar pukul 12.00 WIB warga baru tahu kalau pak Binuko meninggal bunuh diri, “kata Maryoto.

(14)

Diungkapkan, korban selama ini tinggal dengan orangtuanya dan adiknya. Kedua orang tua korban sudah tua dan agak pikun, sementara adiknya juga sudah tidak berbuat apa-apa karena sakit menahun. Untuk biaya hidup sehari-hari mereka mengandalkan salah satu adik korban yang bekerja di Tangerang. “Korban sering mengeluh bosan hidup dan malu karena tidak punya penghasilan dan hidupnya hanya menjadi beban keluarganya,” ucap Maryoto yang mengaku sering diajak ngobrol sama korban.

Maryoto menambahkan, korban memang pernah mengidap gangguan kejiwaan namun sekarang sudah sembuh meski terkadang masih harus kontrol. “Dulu memang pernah menjadi langganan Rumah Sakit Jiwa (RSJ), namun beberapa tahun ini sudah sembuh dan bergaul seperti warga yang lain, ” tutur Maryoto.

Dari penuturan warga sekitar, korban merupakan lulusan UGM dan pernah menjalani perawatan di RSJ Magelang selama lima tahun.

Temukan Kebocoran, PDAM Jamin

Distribusi Air Lancar

PURWOREJO, FP – menyusul pengaduan yang dilakukan oleh warga jalan A. Yani Purworejo sisi barat terkait sulitnya mendapat air PDAM, sampai saat ini pihak PDAM purworejo terus melakukan pengecekan instalasi pipa induk. Pengecekan dimulai dari induk saluran Simbarjoyo hingga depan Penggadaian.

Tanpa mengenal lelah, baik siang maupun malam para pekerja lapangan PDAM terus melakukan pengecekan pipa saluran induk. Pengecekan dilakukan menggunakan alat ultra sonic maupun secara manual dengan melakukan penggalian terhadap daerah yang terindikasi terjadi kebocoran.

(15)

T i d ak itu saja, untuk menunjukan keseriusan pihak PDAM dalam menindak lanjuti setiap keluhan pelanggan, tak segan-segan Hermawan Wahyu Utomo, ST selaku Direktur PDAM turun langsung mengawasi pengerjaaan pengecekan saluran pipa induk.

“Setelah pencarian panjang akhirnya kami menemukan kerusakan pada pipa induk yang berada di perempatan panthok. Mudah-mudahan setelah dilakukan perbaikan saluran air di wilayah jalan A. Yani sisi sebelah barat sudah lancar kembali, ” kata Direktur PDAM Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST, Sabtu (29/10).

Menurut dia, meski sudah ditemukan kerusakan yang diduga sebagai penyebab tidak lancarnya distribusi air PDAM ke pelanggan jalan A. Yani sisi sebelah barat, namun dari hasil pengecekan ternyata jaringan dan pompa yang ada di saluran induk Simbarjoyo sudah tidak memadai lagi dan butuh diganti.

(16)

D i j elaskan, instalasi yang sekarang dibangun sekitar tahun 1978 dan sampai sekarang belum diganti. Pipa untuk Jaringan Distribusi Utama (JDU) juga sudah tidak sesuai lagi karena dengan pipa yang sekarang terpasang tidak bisa dideteksi dengan peralatan deteksi kebocoran sehingga untuk mencari titik kebocoran harus secara manual atau digali. ” Idealnya pipa JDU harus menggunakan jenis PVC atau HDPE sehingga ketika terjadi kebocoran mudah di deteksi, ” tutur Hermawan.

Hermawan menambahkan, namun begitu untuk mengganti instalasi jaringan memang membutuhkan dana yang tidak sedikit dan butuh dukungan pihak-terkait sehingga program peningkatan pelayanan PDAM bisa terealisasi. ” Butuh dukungan stake holder agar program-program PDAM Purworejo bisa terealisasi,” pungkas Hermawan.

Referensi

Dokumen terkait

0,027 Job Satisfaction 1 Saya dituntut untuk belajar hal baru dipekerjaan saya 0,000 0,720 Valid dan reliabel 2 Saya diharuskan memiliki keterampilan yang tinggi

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dwijayanti (2013), menyatakan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan antara

.Uji stabilitas sangat penting untuk mengetahui keadaan suatu obat tersebut aman atau tidak, dapat bertahan lama atau tidak sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu

[r]

Selanjutnya, kita atur grid kita sesuai bangunan rumah yang hendak di desain dengan cara pilih “Define” – “coordinate/system grids..”, lalu akan muncul9. Klik

Berbagai pertimbangan di atas dan mengingat hukum penanaman modal yang telah berlaku selama kurang lebih 40 (empat puluh) tahun semakin mendesak kebutuhan

Data di Jawa Tengah, mayoritas penderita hernia selama bulan Januari - Desember 2007 diperkirakan 425 penderita, Peningkatan angka kejadian Penyakit Hernia

Konsentrasi pada saat menggiring bola kea rah daerah pemain lawab sangat dibutuhkan, serta diiringi dengan kordinasi mata- tangan atau kerja sama antara tangan pada saat