• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanganan Tumor Rahang Odontogenik Dan Non Odontogenik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penanganan Tumor Rahang Odontogenik Dan Non Odontogenik"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

PENANGANAN TUMOR RAHANG ODONTOGENIK DAN NON PENANGANAN TUMOR RAHANG ODONTOGENIK DAN NON

ODONTOGENIK  ODONTOGENIK 

Pendahuluan Pendahuluan

 Neoplasia. Proliferasi jaringan yang berlebihan, yang tidak terkontrol dan  Neoplasia. Proliferasi jaringan yang berlebihan, yang tidak terkontrol dan tid

tidak ak berberkookoordirdinasnasi i dendengan gan jarjaringingan an nornormalmal. . PertPertumbumbuhauhan n samsama a berberleblebihaihann meskipun setelah penghentian stimulus.

meskipun setelah penghentian stimulus. Karsinoma. Tumor epitel ganas

Karsinoma. Tumor epitel ganas

Sarkoma. Tumor jaringan penyambung yang ganas Sarkoma. Tumor jaringan penyambung yang ganas

Lesi preganas. Jaringan berubah secara morfologik dimana terjadi kanker  Lesi preganas. Jaringan berubah secara morfologik dimana terjadi kanker  Kondisi preganas. Daerah yang menyeluruh dimana meningkatnya risiko

Kondisi preganas. Daerah yang menyeluruh dimana meningkatnya risiko kanker kanker  Karsinoma in situ. Kelainan proliferative abnormal dari epithelium dimana terjadi Karsinoma in situ. Kelainan proliferative abnormal dari epithelium dimana terjadi disorganisasi dan atypia sitologik yang berhubungan dengan dysplasia.

disorganisasi dan atypia sitologik yang berhubungan dengan dysplasia.

Leukoplakia. Patch atau plak keputih-putihan yang tidak dapat dikarakteristikkan Leukoplakia. Patch atau plak keputih-putihan yang tidak dapat dikarakteristikkan sec

secara ara kliklinis nis ataatau u patpatoloologik gik dendengan gan penpenyakyakit it lainlainnya nya dan dan tidtidak ak berberhubhubungunganan dengan agen kauratif fisik atau khemis kecuali penggunaan tembakau.

dengan agen kauratif fisik atau khemis kecuali penggunaan tembakau. Er

Erititroroplplakakiaia. . LeLesi si mumukokosa sa mumululut t yayang ng diditutunjnjukukkakan n dedengngan an papatctch h ataatau u lalak k   berwa

 berwarna rna merah mengkilamerah mengkilat t yang tidak yang tidak dapat dikaraktedapat dikarakteristikristikkan kan secara klinis secara klinis atauatau  patologik dengan kondisi lainnya.

 patologik dengan kondisi lainnya.

 Nevus. Ini merupakan tumor perkembangan congenital seperti malformasi kulit  Nevus. Ini merupakan tumor perkembangan congenital seperti malformasi kulit

atau membrane mukosa. atau membrane mukosa.

(2)

Hiperkeratosis Hiperkeratosis

Hiperkeratosis. Penebalan orthokeratin atau parakeratin yang abnormal Hiperkeratosis. Penebalan orthokeratin atau parakeratin yang abnormal Met

Metaplaplasiasia. a. (me(meta-tta-tansansfomfomasiasi, , plaplasiasia-pe-perturtumbumbuhanhan), ), mermerupaupakan kan perperubaubahanhan reversible dari salah satu jenis sel-sel epitel atau mesenkim terhadap sel-sel epitel reversible dari salah satu jenis sel-sel epitel atau mesenkim terhadap sel-sel epitel atau mesenkim lainnya, yang biasanya pada respon terhadap stimuli abnormal. atau mesenkim lainnya, yang biasanya pada respon terhadap stimuli abnormal. Displasia. Hilangnya uniformitas sel-sel bersamaan dengan hilangnya organisasi Displasia. Hilangnya uniformitas sel-sel bersamaan dengan hilangnya organisasi seluler.

seluler.

Poikilokaryosis. Divisi nuclei dengan divisi sitoiplasma. Poikilokaryosis. Divisi nuclei dengan divisi sitoiplasma.

Fibrosis submukosa mulut. Penyakit kronis yang mengenai beberapa bagian di Fibrosis submukosa mulut. Penyakit kronis yang mengenai beberapa bagian di ro

rongngga ga mumululut t dadan n kakadadangng-ka-kadadang ng fafarinring, g, bibiasasananya ya didititimbmbululkakan n dadan n atatauau  berhubungan dengan pembentukan versikel dan selalu

 berhubungan dengan pembentukan versikel dan selalu berhubungan dengan reaksiberhubungan dengan reaksi inflam

inflamasi asi juxfaejuxfaepitelipitelial al yang diikuti oleh yang diikuti oleh peruyperuybahan fibroblasbahan fibroblastic tic dari dari laminlaminaa   propia dengan atrofi epitel yang mengawali kekakuan mukosa mulut sehingga   propia dengan atrofi epitel yang mengawali kekakuan mukosa mulut sehingga

menyebabkan trismus dan sulit makan. menyebabkan trismus dan sulit makan.

Grading. Derajat evaluasi histopatologik tumor pada jaringan dan menghasilkan Grading. Derajat evaluasi histopatologik tumor pada jaringan dan menghasilkan  produk normalnya yang disebut grading.

 produk normalnya yang disebut grading.

Staging. Menunjukkan parameter klinis dari ukuran dan perluasan tumor dari Staging. Menunjukkan parameter klinis dari ukuran dan perluasan tumor dari  penyebaran metostatik tumor yang mengindikasikan prognosis pasien.

 penyebaran metostatik tumor yang mengindikasikan prognosis pasien. Leuk

Leukemia. emia. PenyaPenyakit kit yang dikarakteriyang dikarakteristikkstikkan an dengadengan n prodproduksi sel-sel uksi sel-sel darah putihdarah putih yang berlebihan dan progresif dengan gambaran yang tidak berkoordinasi dan yang berlebihan dan progresif dengan gambaran yang tidak berkoordinasi dan independent dimana sirkulasi darahnya dalam bentuk tidak matang.

(3)

Limfoma. Limfoma merupakan suatu kelompok neoplasma dari berbagai macam Limfoma. Limfoma merupakan suatu kelompok neoplasma dari berbagai macam derajat keganasan yang berasal dari sel-sel jaringan limfoid, limfosit, dan histiosit derajat keganasan yang berasal dari sel-sel jaringan limfoid, limfosit, dan histiosit  pada tahap perkembangan.

 pada tahap perkembangan.

Plemorfism. Bervariasi pada ukuran dan bentuk sel Plemorfism. Bervariasi pada ukuran dan bentuk sel

Tumor odontogenik. Istilah yang menggambarkan pertumbuhan neoplasma dan Tumor odontogenik. Istilah yang menggambarkan pertumbuhan neoplasma dan hamartomatosa yang meluas dan melibatkan jaringan pembentuk gigi

hamartomatosa yang meluas dan melibatkan jaringan pembentuk gigi

Ameloblastoma. Ini merupakan suatu tumor epitel odontogenik yang biasanya Ameloblastoma. Ini merupakan suatu tumor epitel odontogenik yang biasanya unisentrik, nonfungsional, terus menerus, jinak secara anatomic

unisentrik, nonfungsional, terus menerus, jinak secara anatomic dan persisten.dan persisten. Odon

Odontoma. Ini toma. Ini merupmerupakan pertumbuhakan pertumbuhan an hamarthamartomatosomatosa a dimandimana a sel sel epitel danepitel dan mesen

mesenkim kim menunmenunjukkajukkan n diferediferensiasnsiasi i dengadengan n hasil hasil ameloameloblast blast dan dan odonodontoblatoblastst membentuk email dan dentin.

membentuk email dan dentin. Ham

Hamartoartoma. ma. Ini Ini mermerupaupakan kan malmalforformasmasi i sebsebagaagai i suasuatu tu masmassa sa jarjaringingan an yanyangg mengalami disorganisasi pada daerah tersebut dengan periode pertumbuhan yang mengalami disorganisasi pada daerah tersebut dengan periode pertumbuhan yang  berlebian.

 berlebian.

Teratoma. Neoplasma yang terjadi dari sejumlah jenis jaringan yang bereda-beda Teratoma. Neoplasma yang terjadi dari sejumlah jenis jaringan yang bereda-beda dan bukan berasal dari daerah tersebut dimana tumor terjadi.

dan bukan berasal dari daerah tersebut dimana tumor terjadi. Gr

Grananuulolomma. a. TTererjajadi di dadari ri agagrereggasasi i mimikkrorosskokopipik k dadari ri mamakrkroofafag g yayanngg dit

ditranransfosformarmasiksikan an ke ke epiepithetheliulium m sepseperti erti selsel-se-sel l yanyang g dikdikelielilinlingi gi oleoleh h leuleukoskositit mononuclear, limfosit dan sel-sel plasma.

mononuclear, limfosit dan sel-sel plasma.

Biopsi. Biopsi adalah pengambilan jaringan dari organism hidup untuk tujuan Biopsi. Biopsi adalah pengambilan jaringan dari organism hidup untuk tujuan  pemeriksaan mikroskopik dan diagnosis.

 pemeriksaan mikroskopik dan diagnosis. Kla

Klasifsifikaikasi si metmetastastatiatic. c. Ini Ini mermerupaupakan kan benbentuk tuk dardari i kalkalsifsifikaikasi si patpatoloologik gik yanyangg menimbulkan deposisi abnormal dari garam kalsium bersamaan dengan sejumlah menimbulkan deposisi abnormal dari garam kalsium bersamaan dengan sejumlah

(4)

kecil zat besi, magnesium dan mineral lainnya pada jaringan yang normal dan kecil zat besi, magnesium dan mineral lainnya pada jaringan yang normal dan merefl

merefleksikeksikan an beberabeberapa pa ganggangguan pada guan pada metabometabolism lism kalsikalsium um yang mengawaliyang mengawali hiperkalsemia.

hiperkalsemia.

Penanganan Keganasan Dalam Rongga Mulut Penanganan Keganasan Dalam Rongga Mulut

Kegan

Keganasan rongga mulut berasal asan rongga mulut berasal dari berbagai macam dari berbagai macam jaringjaringan an sepersepertiti kelenjar saliva, otot dan pembuluh darah yang bermetastase. Perawatannya juga kelenjar saliva, otot dan pembuluh darah yang bermetastase. Perawatannya juga  bervariasi dari biopsy untuk reseksi rahang dengan diseksi leher (pengambilan  bervariasi dari biopsy untuk reseksi rahang dengan diseksi leher (pengambilan

nodu

nodus s limfe dan limfe dan strukstruktur tur viscevisceral ral lainnylainnya a yang berdekatayang berdekatan n dengadengan n salurasaluran n nodunoduss li

limfmfe e di di leleheher) r) ununtutuk k efefek ek pepengngobobatatanan. . OlOleh eh kakarerena na ititu u peperlrlu u didilalakukukakann  pemeriksaan klinis untuk menentukan jenis perawatan.

 pemeriksaan klinis untuk menentukan jenis perawatan.

Staging meliputi tes diagnostic seperti radiografi tes darah dan eksplorasi Staging meliputi tes diagnostic seperti radiografi tes darah dan eksplorasi  bedah daerah tubuh lainnya untuk mengevaluasi metastasis

 bedah daerah tubuh lainnya untuk mengevaluasi metastasis tumor.tumor. Staging digambarkan pada tabel 18.1.

Staging digambarkan pada tabel 18.1.

Perawatan direncanakan setelah staging tumor dilakukan Perawatan direncanakan setelah staging tumor dilakukan

Keganasan rongga mulut ditangani dengan bedah, radiasi, kemoterapi atau Keganasan rongga mulut ditangani dengan bedah, radiasi, kemoterapi atau kombinasi dari cara-cara tersebut. Pada umumnya, jika suatu lesi dapat dieksisi kombinasi dari cara-cara tersebut. Pada umumnya, jika suatu lesi dapat dieksisi tanpa memutilasi pasien. Hal ini merupakan modalitas yang lebih banyak dipakai. tanpa memutilasi pasien. Hal ini merupakan modalitas yang lebih banyak dipakai. Jik

Jika a penpenyebyebaraaran n ke ke nodnodus us limlimfe fe regregionional al dicdicuriurigaigai, , radradiasiasi i dapdapt t digdigunaunakankan sebeluma tau setelah bedah untuk membantu mengeliminasi foci kecil dari sel-sel sebeluma tau setelah bedah untuk membantu mengeliminasi foci kecil dari sel-sel ganas pada daerah sebelahnya. Jika metastase sistemik menyebar luas terdeteksi, ganas pada daerah sebelahnya. Jika metastase sistemik menyebar luas terdeteksi,

(5)

atau jika tumor kemosensitif, kemoterapi digunakan dengan atau tanpa bedah dan atau jika tumor kemosensitif, kemoterapi digunakan dengan atau tanpa bedah dan radiasi.

radiasi.

Sel-sel tumor poada tahap pertumbuan aktif lebih rentan trhadap radiasi Sel-sel tumor poada tahap pertumbuan aktif lebih rentan trhadap radiasi ion

ionisaisasi si dibdibandandingingkan kan padpada a jarijaringangan n dewdewasaasa. . SelSel-sel -sel yanyang g berberkemkembanbang g cepcepatat sal

saling ing berberganganda da ataatau u selsel-se-sel l tumtumor or tidtidak ak diddidifeiferenrensiasiasiksikan, an, makmaka a radradiasiasi i akaakann efektif. Radiasi mencegah sel-sel dari penggandaan dengan mempengaruhi bahan efektif. Radiasi mencegah sel-sel dari penggandaan dengan mempengaruhi bahan nuk

nuklearlearnyanya. . SelSel-se-sel l pejpejamu amu nornormal mal jugjuga a dipdipengengaruaruhi hi oleoleh h radradiasiasi i dan dan harharusus dilindungi selama perawatan.

dilindungi selama perawatan.

Metode-metode prinsip yang digunakan adalah : Metode-metode prinsip yang digunakan adalah :

1

1.. TTeerrapapi xi x--rarayy a.

a. TerTerapi api x-rx-ray ay supsuperfierficial cial 4545-10-100 k0 kvv  b.

 b. TerTerapi api x-rx-ray kay kiloilovolvoltagtage 30e 300 k0 kvv 2.

2. TTererapapi eli elecectrtroonn 3.

3. ApAplilikakatotor r pepermrmukukaaaann 4.

4. ImplaImplantasi ntasi intersinterstitial titial radiuradium atau m atau sumbsumber yaer yang eng ekuvaikuvailenlen

Radiasi dihantarkan secara eksternal oleh penggunaan generator x-ray yang besar. Radiasi dihantarkan secara eksternal oleh penggunaan generator x-ray yang besar. Sejumlah normal radiasi yang dapat ditoleransi untuk seseorang dan daerah yang Sejumlah normal radiasi yang dapat ditoleransi untuk seseorang dan daerah yang tidak terlibat dilindungi dengan shielding protektif.

tidak terlibat dilindungi dengan shielding protektif. Jar

Jaringingan an pejpejamu amu paspasien ien dildilindindunungi gi dardari i radradiasiasi i oleoleh h dua dua mekmekanianismesme  penghantaran : (1) fraksinasi dan (2) multiple ports.

 penghantaran : (1) fraksinasi dan (2) multiple ports. Fra

Fraksiksinasnasi i penpenghaghantantaran ran radradiasiasi i berberate ate bahbahwa wa mesmeskipkipun un memmemberberikaikann  jumlah radiasi yang maksimal pada seseorang dapat bertahan selama satu jam,  jumlah radiasi yang maksimal pada seseorang dapat bertahan selama satu jam,  penambahan rdiasi yang lebih kecil (fraksi) diberikan selama beberapa minggu,  penambahan rdiasi yang lebih kecil (fraksi) diberikan selama beberapa minggu,

(6)

dim

dimana ana memmemberberikaikan n perperiodiode e wakwaktu tu untuntuk uk jarjaringingan an nornormal mal memmemuliulikan kan dodosis sis--dosisnya. Namun, sel-sel tumor kurang dapat menerima

dosisnya. Namun, sel-sel tumor kurang dapat menerima pemulihan dosis-dosis.pemulihan dosis-dosis.

Multiple Ports Multiple Ports

Me

Metotode de kekedudua a memengnggugunanakakan n mumultltipiple le poportrts s ununtutuk k papapapararan n raradidiasasi.i. Meskipun penghantaran dosis melalui satu beam (port), digunakannya multiple Meskipun penghantaran dosis melalui satu beam (port), digunakannya multiple  beam. Seluruh beam seluruh beam difokuskan pada tumor tetapi dari sudut yang  beam. Seluruh beam seluruh beam difokuskan pada tumor tetapi dari sudut yang  berbeda-beda. Kemudian, tumor terpapar dosis radiasi. Pada metode ini paparan  berbeda-beda. Kemudian, tumor terpapar dosis radiasi. Pada metode ini paparan  jaringan normal sangat berkurang dibandingkan dengan metode f

 jaringan normal sangat berkurang dibandingkan dengan metode f raksinasi.raksinasi. Ter

Terapi api radradiasiasi i umuumumnymnya a dihdihantantarkarkan an daldalam am 5 5 harhari i semseminginggu gu dendengangan   bebeapa pola penghantaran. Dosis terapi umum yang kanker kepala dan leher    bebeapa pola penghantaran. Dosis terapi umum yang kanker kepala dan leher  antara 60 sampai 70 unit radiasi, atau abu-abu (by), yang biasanya dihantarkan antara 60 sampai 70 unit radiasi, atau abu-abu (by), yang biasanya dihantarkan   pada jadwal sekali sehari. Regimen yang difaksionasikan menghantarkan radiasi   pada jadwal sekali sehari. Regimen yang difaksionasikan menghantarkan radiasi dua kali sehari dan menunjukkan efektifitas yang besar dalam eliminasi tumor. dua kali sehari dan menunjukkan efektifitas yang besar dalam eliminasi tumor. Intensitas efek samping, kebanyakan adalah mukositis.

Intensitas efek samping, kebanyakan adalah mukositis.

Efek radiasi Efek radiasi 1.

1. Pada Pada kulit kulit dan dan membrane membrane mukosamukosa

• Jadwal perawatan 200 rad/hari selama 6 sampai 7 mingguJadwal perawatan 200 rad/hari selama 6 sampai 7 minggu •

• Reaksi kulit menonjol pada minggu kedua sampai keempat, melemah padaReaksi kulit menonjol pada minggu kedua sampai keempat, melemah pada

mi

mingnggu gu kekelilima ma sasampmpai ai kekeenenamam, , yayang ng memengngadadakakan an peperbrbaikaikan an papadada minggu keenam sampai kedelapan.

(7)

Mukositis Mukositis

• MenMenononjol jol padpada a minminggu ggu perpertamtama a samsampai pai kedkedua, ua, melmelemaemah h padpada a minmingguggu

keempat sampai kelima keempat sampai kelima

• Menghilang cepat setelah terapi selesaiMenghilang cepat setelah terapi selesai •

• TerTerjadjadi i jikjika a perpertumtumbuhbuhan an dan dan perperbaibaikan kan epiepitel tel ditditimbimbulkulkan an oleoleh h efek efek 

radiasi yang menyebabkan penipisan, erosi dan ulserasi radiasi yang menyebabkan penipisan, erosi dan ulserasi

• TaTandnda a pepertrtamama a mumukokosa sa puputitih h kakarerena na hihipeperkrkeraeratitininisasasi si dadan n ededememaa

intraepithelial atau merah karena hyperemia intraepithelial atau merah karena hyperemia

• PembePembentukntukan an pseupseudomemdomembrana brana menumenunjukknjukkan an ulseraulserasi si dengdengan an eksudeksudatat

fibrin dengan debris mulut dan komponen-komponen microbial. fibrin dengan debris mulut dan komponen-komponen microbial.

• Yang pertama kali terkena adalah mukosa yang tidak berkeratinYang pertama kali terkena adalah mukosa yang tidak berkeratin •

• PerPerubaubahan han lamlambat bat padpada a mukmukosa osa endendartarteriteritis is dan dan perperubaubahan han vasvasculcular ar 

dengan hipovaskularitas dan hialinisasi kolagen. dengan hipovaskularitas dan hialinisasi kolagen.

• ResRestortorasi asi giggigi i metmetalik alik menmenyebyebabkabkan an rdirdiasi asi seksekundunder er jikjika a padpada a beabeamm

radiasi. radiasi.

• Pertahanan rongga mulut rentanPertahanan rongga mulut rentan

-- PPeenngguurraannggaan n sseell-s-seel l mmuukkoossaa, , ppeneniinnggkkaattaan n ppeermrmeeababiililittaas s ddanan hi

hilalangngnynya a babarrrrieier r mumukokosasa, , peperurubabahahan n papada da sesekrkresesi i sasalilivava,,   berku

  berkurangnrangnya ya tingktingkat at faktofaktor r antimiantimicrobial pada crobial pada salivasaliva, , hilanghilangnyanya  pelindung mukosa dan efek diluting.

 pelindung mukosa dan efek diluting.

-- PPeerrbbaaiikkaan n mmoolliibbiittaas s ssttrruukkttuur r mmuulluut t mmeennggaawwaalli i ppeennuurruunnaann  pembersihan iritan local

(8)

-- PeruPerubahbahan pan pada ada floflora mra muluulut yat yang tng terlierlihat hat padpada sta strepreptoctococcoccus mus mutautans,ns, lactobacilli, candida dan bacilli gram negative.

lactobacilli, candida dan bacilli gram negative.

-- KuKulilit t dadan n memembmbrarane mukne mukososa a memerurupapakakan n jajariringngan denan dengagan n sesel-l-sesell ger

germinminal al basbasal al yanyang g menmenghaghasilsilkan kan selsel-se-sel l yanyang g berberdefdeferenerensiasiasisi me

menjnjadadi i bebentntuk uk cecekakat, t, sesel-sl-sel el fufungngsisiononal al popost st mimitototitic c hihilanlang.g. Keduan

Keduanya ya merespmerespon on radiasradiasi i dengdengan an peninpeningkatan aktivitas gkatan aktivitas mitotimitoticc dari kompartemen sel germinal.

dari kompartemen sel germinal. Penanganan mukositis

Penanganan mukositis

Paliasi mukositis melalui anestesi topical dan agen pelapis Paliasi mukositis melalui anestesi topical dan agen pelapis

• AgeAgen n dildilutiuting ng : : untuntuk uk hidhidrasrasi i dan dan dildilutiuting ng dendengan gan memmemberbersihsihkankannyanya..

Sebagai contoh, kumur saline bikarbonat, kumur-kumur dengan air dan Sebagai contoh, kumur saline bikarbonat, kumur-kumur dengan air dan dilute H2O2.

dilute H2O2.

• Aen coating : kaolin-pectin (kaopectate), aluminium klorida, aluminiumAen coating : kaolin-pectin (kaopectate), aluminium klorida, aluminium

hidro

hidroksidaksida, , magnemagnesium sium hidrohidroksidksida, a, hidrohidroksi ksi propipropilselulselulosa, losa, sucrasucralfatlfat (ag

(agen en sitsitoproprofeofektiktif f yanyang g memmembenbentuk tuk suasuatu tu barbarrier rier dan dan menmenstistimulmulasiasi  pelepasan prostaglandin).

 pelepasan prostaglandin).

• Lubrikasi bibir, air dengan lubrikan (K/ Jelly) lanolinLubrikasi bibir, air dengan lubrikan (K/ Jelly) lanolin •

• AnAnesestetesi si totopipicacal l : : dydyclclononinine, e, HclHcl, , xyxylolocacainine e HcHcl, l, bebenznzococaiaine ne HcHcl,l,

diphenhydramine Hcl. diphenhydramine Hcl.

• Agen-agen analgesic : benzydomine hcl merupakan agen nonsteroid. AgenAgen-agen analgesic : benzydomine hcl merupakan agen nonsteroid. Agen

ini memiliki analgesic, anti inflamasi dan sifat anestetik yang ringan. ini memiliki analgesic, anti inflamasi dan sifat anestetik yang ringan. Ag

Agen en inini i dadapapat t memensnstatabibililisasasisikakan n memembmbrarane ne sesel, l, memengnghahambmbatat degranulasi granulosit dan merubah sintesis prostaglandin.

(9)

• β-karoten : ini mengurangi keparahan mukositis selama kemoterapi danβ-karoten : ini mengurangi keparahan mukositis selama kemoterapi dan

radioterapi. radioterapi.

II.

II. Pada Pada Kelenjar Kelenjar SalivaSaliva Xerostomia

Xerostomia

-- HasHasil daril dari efei efek lank langsugsung png pada kada keleelenjanjar salir saliva mava mayor yor 

-- KelKelenjenjar paroar parotis dan subtis dan submanmandibdibula menula menghaghasilsilkan 55 sampkan 55 sampai 80% alirai 80% aliranan saliva.

saliva.

-- KelenjKelenjar salar saliva teriva terkena jkena jika baika batas batas bagian gian atasnyatasnya adaa adalah dalah dagu pagu pada mada mastoidstoid -- DosDosis lebis lebih besih besa dari dosa dari dosis 3.0is 3.000 gra00 gray yang mey yang memilmiliki risiki risiko jiiko jika selka seluruuruhh

kelenjar mayor terpapar radiasi. kelenjar mayor terpapar radiasi.

-- Efek Efek irreverirreversible sible terjadterjadi dengi dengan dan dosis osis 6.006.000 g0 gray sray selama elama 6 mi6 minggunggu..

-- PePenunururunanan n jujumlmlah ah alaliriran an sasaliliva va teterjarjadi di papada da mimingnggu gu pepertartama ma peperarawatwatanan ka

karenrena a atatroropi pi dadan n nenekrkrososis is sesel-sl-sel el aciacinanar, r, peperurubabahahan n papada da jajarinringagann  penyambung vascular dan perubahan fungsi neurologic.

 penyambung vascular dan perubahan fungsi neurologic.

-- AciAcini seroni serosa dapasa dapat terket terkena. Hasna. Hasilnilnya adalya adalah peneah penebalbalan dan sekan dan sekresresi yangi yang encer.

encer.

-- PerPerubaubahan kohan kompomposissisi salivi saliva terjada terjadi kareni karena penura penurunaunan sekren sekretortori IgA dani IgA dan kapasitas buffer serta keasaman. Hal ini mempengaruhi flora microbial kapasitas buffer serta keasaman. Hal ini mempengaruhi flora microbial dan remineralisasi gigi (Gambar 18.1)

dan remineralisasi gigi (Gambar 18.1)

Penanganan Penanganan

(10)

1.

1. Stimulasi Stimulasi fungsi fungsi kelenajr kelenajr salivasaliva

-- PenPengguggunaanaan sialon sialogoggogus yanus yang mensg menstimtimulaulasi sekrsi sekresi saesi salivlivaa

-- PiPilolocacarprpinine e memerurupapakakan n agagen en papararasisimpmpatatomomimimetietik k yayang ng mememilmilikiki i efefek ek  utama pada reseptor muskarinik-kalinegik dari sel-sel acinar. Dosis yang utama pada reseptor muskarinik-kalinegik dari sel-sel acinar. Dosis yang direkomendasikan adalah 15 mg/hari.

direkomendasikan adalah 15 mg/hari.

-- AnethAnetholtriholtrihione : ione : ini meini meningkningkatkan jatkan jumlah umlah resepresepsi persi permukaamukaan sel pn sel pada seada sel- l-sel

sel acinaracinar. . Efek sinegis didapatkaEfek sinegis didapatkan n dengdengan an menggmenggunakaunakan n pilokpilokarpin danarpin dan anetholetrithione.

anetholetrithione.

-- BetBethanhanechechol dan bromol dan bromhexhexine : ine : menmenstistimulmulasi sysasi system syatem syaraf pararaf parasimsimpatepatetik tik  dan membantu dalam meningkatkan sekresi saliva.

dan membantu dalam meningkatkan sekresi saliva.

2.

2. RadioRadiobiolobiologik untugik untuk melinduk melindungi kelenjngi kelenjar saliva dari radiaar saliva dari radiasi : (metode inisi : (metode ini masih dibawah peneitian)

masih dibawah peneitian)

-- WR-WR-2722721 pada tiku1 pada tikus, kelens, kelenjar salivjar saliva a dikdiketaetahui menghui mengkonkonsensentrastrasikaikan n ageagenn radioprotektik. Hal ini memberikan proteksi terhadap perubahan akut dan radioprotektik. Hal ini memberikan proteksi terhadap perubahan akut dan kronis.

kronis.

-- IIssoopprrootterereennooll

• Menyebabkan sintesis dan proliferasi DNA pada kelenjar salivaMenyebabkan sintesis dan proliferasi DNA pada kelenjar saliva •

• InInjekjeksi si tutungnggagal l memenynyebebababkakan n prpropopororsi si sesel l yayang ng titingnggi gi yayangng

menyebabkan satu siklus proliferasi menyebabkan satu siklus proliferasi

• SecSecara ara ideideal, al, proprolifliferaserasi i sel sel disdistimtimulaulasi si selselama ama intinterverval al antantaraara

 perawatan radiasi.  perawatan radiasi.

(11)

-- PenggPenggunaan unaan proteprotelaktik laktik dari pdari pilokailokarpin (5 rpin (5 mg 4.mg 4.i.d) mi.d) menstimenstimulasi kulasi kelenjaelenjar r  saliva selama radioterapi. Pasien-pasien yang memulai adioterapi dengan saliva selama radioterapi. Pasien-pasien yang memulai adioterapi dengan  jumlah alian awal yang tinggi menimbulkan aliran residual yang lebih.  jumlah alian awal yang tinggi menimbulkan aliran residual yang lebih. 3.

3. Paliasi Paliasi xerostomiaxerostomia

-- AgeAgen peln pelembembab mulab mulut ataut atau penu penggagganti santi salivliva diga digunaunakankan -- DiDiet pet pelelemembabab dab dapapat sat sangngat mat memembabantntuu

-- KaKarbrbokoksisimemetitil selul selulolose juse juga bega bergrgununaa

-- DaDapapat t teterjarjadi sebadi sebagagai i susuatu efeatu efek k prprimimer er dadari radiri radiasasi i ataatau u sesekukundnder padaer pada xerostomia.

xerostomia.

-- DosDosisiisinya kunya kuranrang dari 20g dari 2000 ad me00 ad menurnurunkunkan aktan aktiviivitas rastas rasa.a.

-- KehKehilanilangan kesgan kesubjubjektektifaifan pada 300n pada 3000 rad yang pu0 rad yang pulih sellih selama 60-ama 60-120 ha120 hariri setelah perawatan selesai.

setelah perawatan selesai. Karies

Karies

-- PPasasiienen-p-paassiieen n ddeennggaan n llebebiih h ddaarri i 110055 ststrepreptotocococcuccus s mumutatans ns dadan n 101044

lactobacillus dianggap berisiko tinggi terjadinya karies lactobacillus dianggap berisiko tinggi terjadinya karies

-- BiaBiasansanya karieya karies berhus berhubunbunan dengan dengan xeroan xerostostomiamia. . KariKaries radiaes radiasi mengsi mengenaenaii sepertiga gingival dan ujung cusp incisal

sepertiga gingival dan ujung cusp incisal

-- KuranKurangnya gnya produproduksi ksi salivsaliva yana yang meg menyebanyebabkan bkan hilanghilangnya rnya remineemineralisasralisasii -- HiHilalangngnynya kaa kapapasisitas btas bufuffer sfer salalivivaa

-- PePeniningngkakatatan n kekeasasmaman n sasalilivava

-- PePerurubabahahan fln florora baa baktktereri padi pada saa salilivava

-- PemPemelieliharaharaan kebean kebersirsihan muhan mulutlutpenpenanganganan xeanan xerosrostomtomiaia -- PenPengguggunaanaan fluon fluoridride untue untuk menk mengergeraskaskan stran struktuktur gigur gigii

(12)

-- FluFluorioride topide topical dan obat kumcal dan obat kumur klorhur klorhekseksidiidin untuk menn untuk mengurgurangangi tingki tingkatat streptococcus mutans.

streptococcus mutans.

Perkembangan gigi Perkembangan gigi

-- TerTerjadjadi ki karenarena ha hilanilangnygnya ma mineineraliralisassasii -- PePertrtumumbubuhahan akn akar par padada ana anakak-an-anak ak 

-- MeMencncababut ut sesemumua a gigigi gi dedengngan an prprogognonosisis s yayang ng babaik ik 7 7 sasampmpai ai 10 har10 harii se

sebebel;l;um um raradidiototeraerapi pi ataatau u papada da 7 7 sasampmpai ai 10 10 hahari ri sesetetelalah h pepenanangnganan radioterapi dengan diresapkan antibiotic

radioterapi dengan diresapkan antibiotic

-- HinHindardari penci pencabuabutan setan secara bcara bedaedah jikh jika mema memungungkinkinkankan..

Osteoradionekrosis (atau) osteonekrosis post radiasi : Osteoradionekrosis (atau) osteonekrosis post radiasi :

Tulang yang terpapar radiasi mengalami kegagalan dalam penyembuhan Tulang yang terpapar radiasi mengalami kegagalan dalam penyembuhan selama periode 3 bulan dengan tidak adanya tumor local. Dapat menjadi kronis selama periode 3 bulan dengan tidak adanya tumor local. Dapat menjadi kronis atau progresif 

atau progresif 

Patologi Patologi

-- RaRadidiototererapapi i memenynyebebababkakan n enendadartrtereritiitis s didimamana na memengngenenai ai vavaskskululariarisasasisi.. Hasiln

Hasilnya ya adalah hipovaskadalah hipovaskular, ular, hipohiposeluleseluler r dan dan jaringjaringan an hypohypoxis, tidak xis, tidak  dapat mengadakan perbaikan atau remodeling.

dapat mengadakan perbaikan atau remodeling. -- TrTrauauma ma : d: darari gi gigigi ti tiriruauann

Tanda dan gejala Tanda dan gejala

(13)

-- RRasasa a yyaanng g bbuururuk k  -- PaParereststesesi di dan an ananesestetesisi

-- FiFiststulula eka ekststraraororal aal atatau inu intra tra ororalal -- InInfefekksi si ssekekunundeder r 

-- FFrarakktutur r ppatatololoogigik k 

-- MaMandndibibulula biaa biasasanynya tera terlilibabat (2-t (2-2020%)%) Pencegahan

Pencegahan

-- Gigi-gGigi-gigi digi dengan engan prognprognosis osis yang yang dipertdipertanyakanyakan haruan harus dics dicabut 7 abut 7 sampasampai 14i 14 hari sebelum terapi radiasi

hari sebelum terapi radiasi Penanganan

Penanganan

-- HiHindndarari i irirititan an mumukokosasa

-- MenghMenghentikaentikan enn enggunggunaan alaan alat-alat at-alat gigi, gigi, jika bjika berkonerkontak dtak dengan engan lesilesi -- MeMenjnjagaga ka keaeadadaan an nunutrtrisisii

-- MemMemintinta pa pasiasien en untuntuk uk berberhenhenti ti mermerokookok k 

-- AntAntibiibiotiotic c toptopicaical l (tet(tetrasrasikliklin) atau obat kumin) atau obat kumur antisur antisepteptic (kloric (klorhekheksidsidin)in) dapat mengurangi iritasi local dari flora microbial.

dapat mengurangi iritasi local dari flora microbial. -- TeTeraprapi oki oksisigegen hn hypyperberbariaric (Hc (HBOBO))

• Ini meningkatkan oksigenasi jaringan, meningkatkan angiogenesis,Ini meningkatkan oksigenasi jaringan, meningkatkan angiogenesis,

meningkatkan fungsi osteoblast dan fibroblast meningkatkan fungsi osteoblast dan fibroblast

• BagBagian ian penpentinting g dardari i terterapi api HBHBO O jikjika a terterdapdapat at gejgejala ala nyenyeri ri dandan

 perkembangan  perkembangan

• Dosis : 20 sampai 30 dives pada 100% O2 dan 2 sampai 2.5Dosis : 20 sampai 30 dives pada 100% O2 dan 2 sampai 2.5

tekanan atmosfer. tekanan atmosfer.

(14)

-- SSeeqquueessttrraassii

• Reseksi terbatas atau mandibulektomiReseksi terbatas atau mandibulektomi •

• JiJika ka rereseseksksi i bebedadah h tetelalah h didilalakukukakan, n, kekemumudidian an papasisien en haharuruss

menerima 10 dives HBO setelah pembedahan menerima 10 dives HBO setelah pembedahan

• HBO profilaktHBO profilaktik ik jika diperlukajika diperlukan n pembepembedahan dan dahan dan jika pada jika pada risikrisikoo

yang ekstrim. yang ekstrim.

Pengunyahan dan Berbicara Pengunyahan dan Berbicara  Nutrisi

 Nutrisi

Disfungsi Mandibula Disfungsi Mandibula

-- TeTerjrjadadi ki kararenena fa fibibrorosisis s otototot -- DiDiskskonontitinunuititas as mamandndibibululaa Terapi

Terapi

-- FFiissiiootteerraappii

-- AlAlat sat statabibililisasasi osi oklklususalal

-- LaLatitihahan pn peraeragagangngan an mamandndibibululaa -- InInjejeksksi i trtrigiggeger r popoinintt

-- AAnnaallggeessiik  k  

-- MMuusscclle ree rellaaxxananttss -- ObObatat-o-obabatatan n trtrisisikiklilik k 

Abnormalitas Dentofasial Abnormalitas Dentofasial

(15)

-- TeTerdrdapapat ageat agenenesisis gigs gigi-gi-gigigi, bei, bentntuk uk 

-- PPererttuummbbuuhhan an ttuullaanng g wwaajjaah h jjuugga a tteerjrjaaddi i yyaaititu u mmiikkroroggnnaatthhiia a atataauu makro

makrognathgnathia, ia, pertupertumbuhmbuhan an maksimaksila la juga dapat juga dapat berubberubah. ah. Pasien dapatPasien dapat mengalami pertumbuhan wajah asimetris.

mengalami pertumbuhan wajah asimetris. -- TriTrismusmus das dapat pat terjterjadi adi karkarena ena fibfibrosrosis ois otottot..

 Nyeri  Nyeri

Karena terapi radiasi Karena terapi radiasi

-- MMuukkoossiittiiss

-- NeNekrkrososis jis jariaringngan luan lunanak atak atau tuu tulalangng -- SinSindrodrom mm miofiofasiasial al ataatau mu muscusculouloskeskeletaletall -- EkEksassaserberbasi asi infinfekseksi gii gigi agi atau tau perperiodiodontontalal

Penanganan rasa nyeri Penanganan rasa nyeri

-- NyNyeri infeeri infeksksi i gigigi gi dadan n pepeririododonontatal l ananalalgegesisic c dadan n anantitibibiotiotic c memerurupapakakann  perawatan yang bermakna

 perawatan yang bermakna -- MMuukkoossiittiiss

• Infeksi bakteri jamur dan virus agen-agen antimicrobialInfeksi bakteri jamur dan virus agen-agen antimicrobial •

• InInfefeksksi i mumukokosa sa anantitiddepepreresasan n (n(nyeyeri ri neneuuroropapatitikk) ) ddanan

antikonvulsan (nyeri neuralgia) antikonvulsan (nyeri neuralgia)

•   Nyeri kronis   Nyeri kronis konskonseling, terapi eling, terapi relaksrelaksasi, asi, hypnhypnosis, stimulasiosis, stimulasi

nervus transkutan nervus transkutan

(16)

-- NyNyereri i riringngan an sasampmpai ai sesedadangng-a-ananalglgesesik ik nonon n nanarkrkototik ik (a(asesetatamiminonofefen,n,   NS

  NSA10A10) ) NyeNyeri ri rinringangan-no-non n narnarkotkotik ik dan dan narnarkotkotik ik rinringan gan (ob(obat-oat-obatbatanan kodein)

kodein)

-- Nyeri Nyeri parah-parah-non non narkonarkotik tik dan dan narkonarkotik tik (obat(obat-obatan -obatan morfimorfion).on).

Kemoterapi Kemoterapi

Badan

Badan-badan kimia -badan kimia baktebakteri ri dengadengan n mempemempengarungaruhi hi pertupertumbuhmbuhan an sel-sesel-sell tumor yang cepat digunakan untukj menangani berbagai jenis keganasan, seperti tumor yang cepat digunakan untukj menangani berbagai jenis keganasan, seperti deng

dengan an radiasradiasi, i, bahanbahan-bahan kimia -bahan kimia tidak sangat tidak sangat selektselektif if tetapi mempengatetapi mempengaruhiruhi  perluasan sel-sel normal. Beberapa dari agen tersebut, diberikan secara intravena,  perluasan sel-sel normal. Beberapa dari agen tersebut, diberikan secara intravena,

tet

tetapi api barbaru-bu-baru aru ini ini dibdiberierikan kan terterapi api intintra ra artarteriaerial. l. KarKarena ena ageagen-agn-agen en terstersebuebutt dihantarkan secara sistemik, maka agen-agen tersebut mengenai beberapa system dihantarkan secara sistemik, maka agen-agen tersebut mengenai beberapa system tu

tububuh h yayang ng beberbrbededa-ba-bededa, a, sasalalah h sasatutunynya a yayaititu u sysyststem em hehemamatotopopoietietic ic yayangng di

dipepengngararuhuhi i kakarenrena a jujumlmlah ah pepenunururunanan n seselululelernrnya ya yayang ng cepcepatat. . PaPasisien en yayangng men

mengalgalami ami kemkemoteoteraprapi i berberada ada padpada a keskeseimeimbanbangan gan antantara ara keekeefekfektiftifan an daldalamam membunuh sel-sel tumor, anemia, neutropenia dan trombositopenia, infeksi dan membunuh sel-sel tumor, anemia, neutropenia dan trombositopenia, infeksi dan  perdarahan menjadi komplikasi pada pasien-pasien ini.

 perdarahan menjadi komplikasi pada pasien-pasien ini. Unt

Untuk uk menmengurgurangangi i toktoksissisitaitas s dardari i ageagen-an-agen gen tuntunggaggal l dibdiberierikan kan daldalamam  juml

 jumlah ah yang besar, terapi yang besar, terapi agen multiple merupakan metodenagen multiple merupakan metodenya. ya. BeberaBeberapa pa pasienpasien diberikan tiga sampai lima agen pada waktu yang sama. Tiap-tiapnya bekerja pada diberikan tiga sampai lima agen pada waktu yang sama. Tiap-tiapnya bekerja pada tit

titik ik yanyang g berberbedbeda a di di siksiklus lus kehkehiduidupan pan sel sel tumtumor, or, menmeningingkatkatkan kan keekeefekfektiftifanan deng

dengan an toksitoksisitas yang rendah sitas yang rendah pada pejamu. Terapi intra pada pejamu. Terapi intra arteriaarterial l diberdiberikan untuk ikan untuk  les

(17)

toksisitas jaringan local yang berlebian dan kesulitan dalam pengulangan terapi. toksisitas jaringan local yang berlebian dan kesulitan dalam pengulangan terapi. Oba

Obat-obt-obataatan n masmasuk uk melmelalualui i cabcabangang-cab-cabang ang artearteri ri carcarotiotid d ekseksternternal, al, melmelipuiputiti cabang temporal superficial dengan cara retrograde. Vincristine, bleomycin dan cabang temporal superficial dengan cara retrograde. Vincristine, bleomycin dan met

methohotrextrexate ate dendengan gan berberbagbagai ai macmacam am komkombinbinasi asi digdigunaunakankan, , tetatetapi pi carcara a yanyangg le

lebibih h babaru ru memelilipuputi ti camcampupuran ran plplatatininum um yayang ng didikokombmbininasasikikan an dedengngan an S- S-fluorouracil (S-Fu). Pada kasus sarcoma, beberapa regimen merupakan kombinasi fluorouracil (S-Fu). Pada kasus sarcoma, beberapa regimen merupakan kombinasi da

dari ri vivineneririststinina, a, acactitinonomymycicin n D, D, cycyclclopophohospsphahamimidede, , dadan n dodoxoxorurubibicicinn (ad

(adriariamycmycin)in). . KemKemoteoteraprapi i menmenemuemukan kan perperanaanannynnya a sebsebagaagai i dukdukunungan gan untuntuk uk  radiasi dan atau bedah. Ini paling efektif lesi yang terbatas pada jaringan lunak. radiasi dan atau bedah. Ini paling efektif lesi yang terbatas pada jaringan lunak.

Ag

Agenen-a-agegen n kekemomoteterarapi pi didigugunanakakan n regregimimenen-re-regigimemen n dadan n carcara-ca-caraara terapeutik yang berbeda-beda, meliputi terapi kombinasi, kemoterapi adjuncuant, terapeutik yang berbeda-beda, meliputi terapi kombinasi, kemoterapi adjuncuant, kem

kemoteoteraprapi i konkonkomkomitanitan, , dan dan kemkemoplopleveevensinsi. . BerbBerbagaagai i macmacam am cara cara terstersebuebutt dijela

dijelaskan dalam skan dalam hubuhubunannynannya a dengdengan an karsinkarsinoma oma sel sel skuamskuamosa osa kepalkepala a dan leher,dan leher, yang merupakan focus primer dari onkologi kepala dan leher.

yang merupakan focus primer dari onkologi kepala dan leher. Ke

Kemomoprprevevenensi si memelilipuputi ti ststraratetegigi-s-strtragagegegi i ununtutuk k memencncegegah ah atatauau meng

menghambat hambat terjadterjadinya inya karsinkarsinogeneogenesis sis sebelusebelum m kanke kanke berkeberkembang atau mbang atau ntuk ntuk  me

mencncegegah ah kakanknker er prprimimer er kekedudua a papada da papasisienen-p-pasasieien n yayang ng tetelalah h memengngalalamiami  penyembuhan kanker sebelumnya. Nyatanya strategi preventif yang paling efektif   penyembuhan kanker sebelumnya. Nyatanya strategi preventif yang paling efektif 

untuk kanker traktus ceradigestif atas adalah berhenti merokok  untuk kanker traktus ceradigestif atas adalah berhenti merokok 

Retinoid : biologi molecular memberikan informasi baru pada bagaimana Retinoid : biologi molecular memberikan informasi baru pada bagaimana retinoid mengatur ekspresi gen dan awal perkembangan retinoid sintetik, yang retinoid mengatur ekspresi gen dan awal perkembangan retinoid sintetik, yang tidak toksik dan lebih efektif pada pencegahan kanker.

tidak toksik dan lebih efektif pada pencegahan kanker. Penggunaan kompreventif terbatas pada percobaan

(18)

Kemoterapi Intralesional Kemoterapi Intralesional

Inj

Injekseksi i intintralralesiesionaonal l dardari i vimvimblablastistine, ne, vinvincriscristintine, e, atau atau intinterfeerferon ron dandan efektif pada control local pada sarcoma Kaposi epidemic dan dapat digunakan efektif pada control local pada sarcoma Kaposi epidemic dan dapat digunakan  pada kombinasi dengan kemoterapi sistemik atau radioterapi. Jika dibutuhkan, lesi  pada kombinasi dengan kemoterapi sistemik atau radioterapi. Jika dibutuhkan, lesi diinjeksi kembali pada interval 3 sampai 6 minggu. Pada salah satu penelitian, diinjeksi kembali pada interval 3 sampai 6 minggu. Pada salah satu penelitian, 40% lesi

40% lesi sarcomsarcoma a KaposKaposi i (n – (n – 35) hanya memerluka35) hanya memerlukan n satu injeksi untuk controlsatu injeksi untuk control,, 31% memerlukan dua injeksi dan 29% memerlukan tiga injeksi. Tidak ada lesi 31% memerlukan dua injeksi dan 29% memerlukan tiga injeksi. Tidak ada lesi yang memerlukan lebih dari tiga injeksi untuk control awal, bebeapa lesi dapat yang memerlukan lebih dari tiga injeksi untuk control awal, bebeapa lesi dapat timbul kembli dan memerlukan injeksi tambahan.

timbul kembli dan memerlukan injeksi tambahan.

Kemoterapi Topikal Kemoterapi Topikal

Le

Lesi si kekeratratototik ik akaktitininik k diditatangnganani i sesecacara ra efeefektktif if dedengngan an apaplilikakasi si krkrimim flu

fluoroorouacuacil il 5%. 5%. KriKrim m flufluoroorourauracil cil diadiapliplikaskasi i dua dua kalkali i sehsehari ari samsampai pai daedaerahrah tersebut menunjukkan reaksi inflamasi yang signifikan dan ulserasi (biasanya 3 tersebut menunjukkan reaksi inflamasi yang signifikan dan ulserasi (biasanya 3 sam

sampai pai 4 4 minmingguggu). ). AplAplikaikasi si toptopicaical l flufluoroorourauracil cil yanyang g samsama a padpada a kaskasus-us-kaskasusus terpilih dari karsinoma sel basal superficial multiple, seperti pada sindrom nervus terpilih dari karsinoma sel basal superficial multiple, seperti pada sindrom nervus sel basal yang

sel basal yang efektiefektif. Namun, terapi topical tidak efektif f. Namun, terapi topical tidak efektif untuk lesi invasivuntuk lesi invasive dane dan meny

menyebabkebabkan an penunpenundaan yang daan yang tidak perlu pada tidak perlu pada terapi yang bermakna. Eksisiterapi yang bermakna. Eksisi  bedah masih merupakan pilihan perawatan

(19)

Penanganan Bedah Tumor yang Menyeluruh Penanganan Bedah Tumor yang Menyeluruh Kuretase

Kuretase Ku

Kureretatase se memelilipuputi ti pepengngamambibilalan n jajariringngan an papatotolologigik k yayang ng beberarartrtii  pengerukan secara hati-hati. Beberapa lesi yang ada pada intraoral, biasanya di  pengerukan secara hati-hati. Beberapa lesi yang ada pada intraoral, biasanya di  bukal, labial, atau palatal.

 bukal, labial, atau palatal.

-- LLaannggkkaah h ppeerrttaamma a ppaadda a ppeemmbbeeddaahhaan n aaddaallaah h rreellffeekkssi i ddaarri i ffllaapp mukoperiostal

mukoperiostal

-- Flap dFlap dibuat ibuat dengdengan daan dasar flasar flap cukp cukup leup lebar unbar untuk stuk suplai uplai darah darah yang yang baik baik  -- Flap Flap harus harus cukup cukup besar besar untuuntuk lapk lapangan angan pandpandang bang bedah edah yang yang baik baik 

-- FlaFlap enselp enselipe biaipe biasansanya yang paya yang palinling banyg banyak diguak digunaknakan. Ini meran. Ini merupaupakan flakan flapp tanpa pelepasan insisi.

tanpa pelepasan insisi.

-- InInsisisi si didibubuat at papada da susulklkus gingus gingivival al papada da kakasusus s dadari ri papasisienen-pa-pasisien en yayangng  bergigi dan pada puncak alveolar pada kasus pasien yang tidak bergigi.  bergigi dan pada puncak alveolar pada kasus pasien yang tidak bergigi. -- PelepPelepasan iasan insisi nsisi dibuadibuat padt pada sisi a sisi dari fldari flap enap envelopvelope untue untuk aksk akses yaes yang leng lebihbih

 baik   baik 

-- JJikika a tutulalang ng teterlrlihihat at mmenenututuuppi i lelesisi, , rorouungngerer, , chchififelel, , atatau au bbur ur dadappatat digunakan untuk membuang tulang sehingga terlihatlah lesi.

digunakan untuk membuang tulang sehingga terlihatlah lesi.

-- LLuubbaanng g ddiibbuuaat t ddeennggaan n bbuur r ddeennggan an cacarra a ssiirrkkuulleer r ddaan n kkememuuddiiaann dihubungkan untuk membuang tulang secukupnya.

dihubungkan untuk membuang tulang secukupnya.

-- KurKuret diget digunaunakan ukan untuntuk memk membuabuang lesng lesi dari roi dari ronggngga tula tulangang

(20)

-- TeTepi tulapi tulang norng normamal l jujuga dibuga dibuanang g dedengngan mengan mengeroerok k agagar tumoar tumor r dadapapatt dia

diambimbil l (be(beberberapa apa tumtumor or melmeluas uas dendengan gan infinfiltiltrasrasi i dendengan gan perpermukmukaanaan tulang tumor klinis atau radiografik)

tulang tumor klinis atau radiografik)

-- SetelaSetelah lesi h lesi dikurdikuretase, etase, tepi tutepi tualng yalng yang tang tajam dihajam dihaluskaluskan denan dengan bgan bur buur bulatlat  besar atau ronguer. Rongga tulang diirigasi dengan saline.

 besar atau ronguer. Rongga tulang diirigasi dengan saline.

-- PerPerawaawatan tidatan tidak boleh menk boleh meninginggalgalkan sisakan sisa-si-sisa jarinsa jaringan patgan patoloologik untgik untuk uk  mencegah lekurensi.

mencegah lekurensi.

-- KerKerusausakan tkan tulaulang yang yang keng kecil dcil dapaapat segt segera diera ditantanganganii

-- KeKerurussakakan an yyanang g bbesesar ar dadappat at mmememppenengagaruruhhi i pepennyeyemmbubuhahan n ddenengganan intervensi sekunder. Luka ditutupi dengan gauze yang dilapisi dengan intervensi sekunder. Luka ditutupi dengan gauze yang dilapisi dengan tincture benzoin atau antibiotic topical. Bagian kecil gauze tidak boleh tincture benzoin atau antibiotic topical. Bagian kecil gauze tidak boleh keluar luka dijahit dengan benang resorbable atau non resorbable pack  keluar luka dijahit dengan benang resorbable atau non resorbable pack  dilepas setelah terbentuknya jaringan granulasi.

dilepas setelah terbentuknya jaringan granulasi.

-- PPadada a kakasusus s di di sisinnus us mmakaksisilalariris s ujujuunng g gagauuze ze didibbawawa a kekeluluar ar dedengnganan antrostomi nasal.

antrostomi nasal.

Reseksi En-Block  Reseksi En-Block 

-- PaPada prosda prosededur ini, tumur ini, tumor diamor diambibil l bebersrsamama a dedengngan lapian lapisasan n tutulalang yangng yang tidak terlibat, sambil mempertahankan kontinuitas rahang

tidak terlibat, sambil mempertahankan kontinuitas rahang

-- Ini merIni merupaupakan pilkan pilihaihan perawn perawatan unatan untuk lestuk lesi-lei-lesi agresi agresif densif dengan rekgan rekureurensinsi yang tinggi

(21)

-- Cara iCara intraontraoral diral diunakaunakan untn untuk luk lesi anesi anterior terior pada pada ramus ramus mandimandibula, bula, dimandimanaa le

lesi si tetersrsebebut ut memelilibabatktkan an raramumus s mamandndibibulula a yayang ng diditatangnganani i sesecacarara ekstraoral.

ekstraoral.

Cara Intraoral Cara Intraoral

-- JiJika ka akakseses s dedengngan an memembmbukuka a mumululut t memembmberierikakan n pepembmbuauangngan an sesegmgmenen  besar tulang mandibu

 besar tulang mandibula la atau tumor atau tumor diregdiregio io postposterior tidak erior tidak adekuadekuat, at, insisinsisii midline lip splitting digunakan. Midline

midline lip splitting digunakan. Midline digunakan untuk meminimumkandigunakan untuk meminimumkan trauma pada otot, pembuluh darah atau syaraf.

trauma pada otot, pembuluh darah atau syaraf.

-- FuFungngsi slit bibisi slit bibir r papada da mimidldlinine e memerurupapakakan n hahasisil l kokosmsmetetik ik dadan n peperbrbaiaikakann yang tepat

yang tepat

-- InsInsisi diisi dibagbagi menji menjadi bagadi bagian bibian bibir yang teir yang tebal padbal pada midlia midline sampne sampai sulai sulkuskus  bukal bawah, kemudian berlanjut sampai

 bukal bawah, kemudian berlanjut sampai simpisis mandibula.simpisis mandibula. -- KemKemudiudian insian insisi dissi disambambungungkan inkan intratraoraoral untuk mel untuk membumbuat flapat flap

-- InsInsisi veisi vertirtical dibcal dibuat keuat kearah buarah bukal dakal dan lingn lingual 2 cm padual 2 cm pada bagia bagian antan anterioerior r  dan posterior untuk direseksi dan diperluas

dan posterior untuk direseksi dan diperluas ke sulkus bukal dan lingualke sulkus bukal dan lingual -- InsInsisi vertisi vertical ini kemuical ini kemudiadian disamn disambunbungkagkan dengan dengan insisn insisi horizoi horizontantal l yanyangg

dalam pada sulkus dalam pada sulkus

-- FlaFlap muko perp muko periosiosteal dibteal dibuat denuat dengan mengan meninginggalgalkan mukkan mukosa paosa pada daerda daerahah yang direseksi

yang direseksi

-- SetSetelaelah mandih mandibulbula a terbterbukauka, segme, segmen tulann tulang dibuag dibuang dengng dengan mengan menggungunakaakann  pisau gigli tau bur. Tepi tulang yang normal juga dilibatkan.

(22)

-- HeHemomoststasasis is tetercrcapapai ai dadan n flflap ap didikekembmbalialikakan, n, kekemumudidian an didijajahihit t dedengnganan catgut atau sutra (gbr 18.3A-C)

catgut atau sutra (gbr 18.3A-C)

Untuk lesi yang melibatkan region posterior dari ramus mandibula maka Untuk lesi yang melibatkan region posterior dari ramus mandibula maka digunakan cara ekstraoral.

digunakan cara ekstraoral.

-- InsInsisi subisi submanmandibdibula membula memberikerikan akses yaan akses yang adekng adekuat untuat untuk daeruk daerah bedaah bedah.h. Tergan

Tergantung pada tung pada jumlajumlah h segmesegmen n mandimandibula yang bula yang dibudibuang, diperlukanang, diperlukan insisi midline lip splitting.

insisi midline lip splitting.

-- BibBibir dibuir dibuat insiat insisi sepsi sepanjanjang 1,ang 1,5 – 2 5 – 2 cm dibcm dibawaawah tepi infh tepi inferioerior mandr mandibuibula,la, yang meluas dari sudut mandibula ke insisi bibir.

yang meluas dari sudut mandibula ke insisi bibir.

-- InsInsisi subisi submanmandibdibula didula didalamalamkan sampkan sampai otot platai otot platysmysma. Setela. Setelah platyah platysmasma diinsisi, pembuluh darah wajah diidentifikasi dan diligasi.

diinsisi, pembuluh darah wajah diidentifikasi dan diligasi.

-- DisDissekseksi dilasi dilakukkukan sampan sampai tepi bawah manai tepi bawah mandibdibulaula, , perperiosiosteuteum m diidiinsinsisi dansi dan amndibula terbuka

amndibula terbuka

-- InsInsisi inisi intraotraoral samral sama dena dengan ygan yang dang didiidiskuskusiksikan di atan di atas.as.

-- SeSekakararang ng sesegmgmen en mamandndibibulula a didibubuanang g memengnggugunanakakan n bubur r atatau au pipisasau,u, dengan meninggalkan tepi bawah mandibula.

dengan meninggalkan tepi bawah mandibula.

-- Flap iFlap intraontraoral dikral dikembalembalikan dikan dan dian ditutup tutup dengadengan benn benang sang sutra autra atau cattau catgutgut -- InsisInsisi sui submanbmandibuldibula dan a dan lip lip split split ditutditutup dup dan dan diberikiberikan dran dressinessing.g.

Pada teknik ini, kelanjutan tepi inferior tidak dipertahankan. Tergantung Pada teknik ini, kelanjutan tepi inferior tidak dipertahankan. Tergantung  pada perluasan keterlibatan sebagian atau

 pada perluasan keterlibatan sebagian atau hemimandibulektomi (meliputi kondilushemimandibulektomi (meliputi kondilus dan coronoid) selesai dilakukan (Gbr.

(23)

Car

Cara a eksekstratraoraoral l samsama a sepseperti erti yanyang g digdigununakaakan n untuntuk uk resresekseksi i en en bloblok.k. Setela

Setelah h tepi interior mandibula terbuka, otot tepi interior mandibula terbuka, otot massemasseter ter dan pterygoid medialidan pterygoid medialiss dirref

dirrefleksikleksikan an dari bagian dari bagian bukabukal l ramus mandiburamus mandibula. la. Sama halnya, Sama halnya, otot temporalisotot temporalis merefleksikan proses coronoideus dan otot mylohyoid dari permukaan lingual merefleksikan proses coronoideus dan otot mylohyoid dari permukaan lingual mandibula.

mandibula.

-- PoPototongngan an tutulalang ng didibubuat at dadari ri babagigian an ananteteririor or lelesi si memeluluas as sasampmpai ai tetepipi inferior mandibula, menggunakan pisau gigli atau bur 

inferior mandibula, menggunakan pisau gigli atau bur 

-- SetSetelaelah potonh potongan dibgan dibuatuat, segme, segmen diron dirotastasi kearah lati kearah lateraleral, ikatan pem, ikatan pembulbuluhuh darah alveolaris inferior dimasukkan ke lingual kemudian diidentifikasi darah alveolaris inferior dimasukkan ke lingual kemudian diidentifikasi dan diligasi.

dan diligasi.

-- KoKondndililus us kekemumudidian an didibebebabaskskan an dadari ri ototot ot ptptererygygoioidedeus us lalateteraralilis s dadann diartikulasi mandibula.

diartikulasi mandibula.

-- HeHemomoststasasis is didicacapapai i dadan n pepenunututupapan n didisesertrtai ai dedengngan an pepengngemembabalilian an flflapap mukoperiosteal bukal dan lingual

mukoperiosteal bukal dan lingual

-- Sama hSama halnya alnya insisinsisi bibi bibir dan ir dan submasubmandibndibula diula dikembakembalikan likan dan ddan ditutuitutup.p. -- KasKasa dipasa dipasang untang untuk menuk menghighindandari pengri pengumpumpulaulan cairan padn cairan pada daeraa daerah yangh yang

mati mati

-- TeTekakananan drn dresessisin din diapaplilikakasisikakan.n.

Kerusakan mandibula. Pada kasus kerusakan mandibula, rekonstruksi dini Kerusakan mandibula. Pada kasus kerusakan mandibula, rekonstruksi dini meng

menggunakgunakan an graft alloplastgraft alloplastik ik atau graft atau graft tulantulang g dapat selesai tergantung padadapat selesai tergantung pada  prognosis tumor yang dieksisi.

(24)

Maksilektomi. Pada kasus tumor yang melibatkan maksila, maksilektomi Maksilektomi. Pada kasus tumor yang melibatkan maksila, maksilektomi sebagian dan total tergantung pada perluasan keterlibatan tumor.

sebagian dan total tergantung pada perluasan keterlibatan tumor.

Pada kasus keterlibatan sinus maksilaris, hemimaksilektomi merupakan pilihan Pada kasus keterlibatan sinus maksilaris, hemimaksilektomi merupakan pilihan   perawtan. Maksilektomi sebagian dilakukan melalui cara intraoral tetapi untuk    perawtan. Maksilektomi sebagian dilakukan melalui cara intraoral tetapi untuk 

hem

hemimaimaksiksileklektomtomi i carcara a eksekstra tra oraoral l yan yan dikdikenaenal l adaadalah lah cara cara webweber er ferfergusgussonson diindikasikan untuk abses yang adekuat ke dalam

diindikasikan untuk abses yang adekuat ke dalam daerah sinus dan orbita.daerah sinus dan orbita. Maksilektomi (gbr 18.5A-C)

Maksilektomi (gbr 18.5A-C)

-- InsInsisi dibisi dibuat untuat untuk memuk membelbelah bibiah bibir sepanr sepanjanjang filtrug filtrum sampm sampai dasar alaai dasar alat,t,  berlanjut ke permukaan lateral hidung sampai ke medial kantung masa,  berlanjut ke permukaan lateral hidung sampai ke medial kantung masa, insisi juga meluas sampai ke ujung bawah mata dan sampai ke region insisi juga meluas sampai ke ujung bawah mata dan sampai ke region kantung mata lateral.

kantung mata lateral.

-- InsInsisi bibisi bibir dibuir dibuat dari kuat dari kulit samlit sampai ke mempai ke membrabrane mukne mukosaosa, dilan, dilanjutjutkan kekan ke intraoral pada insisi sulkus bukal meluas kea rah posterior sampai ke intraoral pada insisi sulkus bukal meluas kea rah posterior sampai ke tuberositas.

tuberositas.

-- InsisInsisi jari jaringan ingan lunak lunak dilakdilakukan ukan sampsampai tulai tulang ang dindidinding lng lateral ateral masilmasilaa

-- FlFlap ap susubpbpererioioststeaeal l memeluluas as kekea a rah superah superirior or sasampmpai ai tutulalang ng inintrtraoaorbrbitital,al, kemudian sampai ke permukaan lateral maksila dan zygoma.

kemudian sampai ke permukaan lateral maksila dan zygoma. -- SyaSyaraf inraf infraofraorbirbita data dan venn vena dila diligaigasi dasi dan dipn dipotootong.ng.

-- MeMengnggugunanakakan n pipisasau u ataatau u bubur, r, popototongngan an didibubuat at papada da zyzygogoma ma sesepapanjnjanangg sutura zigomatikomaksilaris sampai ke dasar orbita.

sutura zigomatikomaksilaris sampai ke dasar orbita.

-- PoPototongngan an jujuga ga didibubuat at papada procda procesessu fronsu frontatalilis s mamaksksilila a sasampmpai ai ke fosske fossaa nasal.

nasal.

(25)

-- KemudKemudian oian otongatongan diln diluaskauaskan samn sampai ppai palatum alatum keras keras yang yang mana mmana merupakerupakanan dasar hidung

dasar hidung

-- TuTulanlang g ptepterygrygoidoideus kemeus kemudiudian dibelan dibelah menggah menggunaunakan ostkan osteoteotome sepeome sepertirti untuk membelah maksila

untuk membelah maksila

-- PotPotongongan makan maksilsila dibua dibuang dang dan heman hemostostasiasis tercs tercapaapai.i. -- GraGraft kuft kulit dlit dapaapat dit diunaunakan ukan untuntuk menk menutuutup lup lukaka

-- KeKerurusasakakan n diditutututup p dedengngan an titincnctuture re bebenznzoioin n gagauzuze e dadan n didipepertrtahahanankakann dengan splint maksila atau obturator.

dengan splint maksila atau obturator. -- KeKemumudidian ian insnsisisi ki kululit dit dititututupup..

Tumor Jinak  Tumor Jinak  Tumo

Tumor r jinak rahang diklasifjinak rahang diklasifikasikikasikan an menjamenjadi di : : 1) tumor 1) tumor odonodontogentogenik danik dan 2) tumor non

2) tumor non odontogenik.odontogenik.

Tumor jinak odontogenik rahang Tumor jinak odontogenik rahang

Tumor odontogenik merupakan lesi yang jarang terjadi dan berasal dari jaringan Tumor odontogenik merupakan lesi yang jarang terjadi dan berasal dari jaringan gigi khusus. Tumor odontogenik merupakan tukor yang paling sentral meskipun gigi khusus. Tumor odontogenik merupakan tukor yang paling sentral meskipun ditemukan tumor ekstraosseous.

ditemukan tumor ekstraosseous.

Tumor epitel odontogenik tanpa ektomesenkim odontogenik  Tumor epitel odontogenik tanpa ektomesenkim odontogenik  Ameloplastoma

Ameloplastoma Pada

Pada tahun 1885, Malassez tahun 1885, Malassez mengmengistilahistilahkan kan adamaadamantinontinoma. ma. Pada tahunPada tahun 193

1934, 4, ChuChurchrchill ill menmenggagganti nti ististilailah h adaadamanmantintinoma oma yan yan berberartarti i pempembenbentuktukanan   jaringan keras dengan istilah ameloblastoma. Ameloblastoma telah didefinisikan   jaringan keras dengan istilah ameloblastoma. Ameloblastoma telah didefinisikan

(26)

o

oleleh h RoRobbininsson on sesebbagagai ai tutumomor r jijinanak k yyanang g ununsesentntriris, s, nnon on fufunnggsisioonanal,l,  pertumbuhannya terus menerus, dan persisten.

 pertumbuhannya terus menerus, dan persisten.

Tumor ini merupakan tumor tinkat rendah, ganas, basaloid dengan pola Tumor ini merupakan tumor tinkat rendah, ganas, basaloid dengan pola histopalatogik yang bervariasi.

histopalatogik yang bervariasi. Patogenesis

Patogenesis

Ameloblastoma berasal dari : Ameloblastoma berasal dari :

-- EEppiittel el mmalalaasssseezz

-- Sisa-sSisa-sisa lapisa lapisan hisan herlwig erlwig yang yang ada pada pada ligada ligament pament periodoeriodontal dntal dari gigari gigi-gigi-gigii yang erupsi

yang erupsi

-- EpEpitelitelium kisium kista odota odontontogengenik 17% berik 17% berhubhubungungan dengan dengan gigan gigi impaki impaksi dansi dan kista dentigerous.

kista dentigerous.

-- Sel basSel basal dari peal dari permurmukaakaan epiten epitel hasil dal hasil dari invri invagiaginasnasi sel basal epi sel basal epithitheliueliumm  pada tulang rahang yang berkembang.

 pada tulang rahang yang berkembang.

-- EpEpitithehelilium um heheteterorototopipik k epepitithehelilium um dadari ri dadaererah ah lalain in diditutububuh h (s(sepeperertiti kelenjar pitvitary) ang bermigrasi ke rahang.

kelenjar pitvitary) ang bermigrasi ke rahang. Gejala klinis

Gejala klinis

-- UsiUsia rata-a rata-rata terata tejadjadi ameloi amelobalbalstostoma adama adalah anlah antara 20tara 20-40 ta-40 tahunhun

-- 80% te80% terjadrjadi dimani dimandibdibulaula, deng, dengan 75% paan 75% pada molda molar dan daear dan daerah ramrah ramus, daus, dann 20% pada maksila

20% pada maksila

-- SerinSering berg berhubuhubungan ngan dengdengan gian gigi mgi molar olar tiga tiga mandimandibula bula yang yang impakimpaksisi

-- AmeAmelobloblaslastomtoma biasaa biasanya tumnya tumbuh pabuh pada tulada tulang cancng cancellellous manous mandibdibula danula dan da

dapapat t memeninimbmbululkakan n ukukururan an susubsbstantansisial al sesebebelulum m kokontntur ur luluar ar tutulalangng  berubah. Kemudian bagian bukal dan lingual mandibula melebar.

(27)

-- TuTumor inmor ini dapat mei dapat mencancapai ukupai ukuran beran besar tansar tanpa invpa invasi ataasi atau ulseu ulserasrasi melali melaluiui  jaringan lunak.

 jaringan lunak.

-- KerusKerusakan akan syaraf syaraf senssensoris oris dan ndan nyeri tyeri terjadi erjadi jika hjika hanya anya infeksinfeksi sui supervenpervene.e. -- TTrraauumma a kkaarerenna a ppeennccaabbuuttaann, , ppeennggaammbbiillaan n kkiisstta a ddaan n sseebbaaggaaiinnyyaa

 berhubungan dengan insidensi ameloblastoma.  berhubungan dengan insidensi ameloblastoma.

-- RaRadidiogografrafi i memenununjnjukukkakan n reresosorprpsi si yayang ng beberhrhububunungagan n dedengngan an gigigi gi (g(gbr br  18.6A-C)

18.6A-C) Klasifikasi klinis Klasifikasi klinis

-- AmAmeleloboblalaststomoma unia unikikiststik ik 

-- AmeAmelobloblaslastomtoma konva konvensensionional atau mual atau multiltikiskistik atatik atau soliu solidd -- AmAmeleloboblaslastotoma pema perifrifer (exer (extrtra assa asseueus)s)

-- AmAmeleloboblalasstotoma gma gananasas

-- AmeloAmelobalstbalstoma poma pitvitaitvitary (kry (kranifaranifaringiringioma, oma, atau atau tumotumor por pouch uch rathkerathke))

Gambaran Radiografik  Gambaran Radiografik 

Ameloblastoma konvensional atau solid Ameloblastoma konvensional atau solid

Gambaran klasiknya adalah multilokular yang bamnyak, berbentuk kistik  Gambaran klasiknya adalah multilokular yang bamnyak, berbentuk kistik  den

dengan gan diadiametmeter er yanyang g berbervarvariasiasi. i. JikJika a radradiolioluseusennnnnnya ya keckecil, il, leslesi i dijdijelaelaskaskann sebag

sebagai ai busa sabun. busa sabun. AmeloAmeloblastblastoma oma pada pada rongronga a medumedulla, lla, menyemenyebabkbabklan lan scallscallopop  pada korteks dalam dengan tekanan erosi-erosi dapat menjadi aprah pada tepi lesi.  pada korteks dalam dengan tekanan erosi-erosi dapat menjadi aprah pada tepi lesi.

Lesi pada daerah yang bergigi menyebabkan resoprsi akar dan pergeseran gigi. Lesi pada daerah yang bergigi menyebabkan resoprsi akar dan pergeseran gigi.

(28)

Gambaran Histologik  Gambaran Histologik  Secara histolog

Secara histologik, semua ik, semua ameloameloblastoblastoma ma memilmemiliki iki dua gambaran utama dua gambaran utama ::   j

  jenenis is fofolilikukuler ler dadan n plplexexifoiformrm, , jejeninis s plplexexififororm m teterdrdiriri i dadari ri trtrababekekulula a epepititelel odontogenik yang lebar. Jenis folikuler terdiri dari epitel odontogenik yang besar  odontogenik yang lebar. Jenis folikuler terdiri dari epitel odontogenik yang besar  (folikel) dengan berbagai macam bentuk dan ukuran pulau-pulau ameloblastoma. (folikel) dengan berbagai macam bentuk dan ukuran pulau-pulau ameloblastoma. Gambaran histologik mayor 

Gambaran histologik mayor  Subtipe ameloblastoma : Subtipe ameloblastoma : 1.

1. Tipe Tipe fofolilikukulalar r (t(tipipe e yayang paling paling banyng banyak ak teterjrjadadi)i). . MaMassssa a sesentntraral l dadari ri sesel-sl-selel  polihendral yan dikeliingi oleh lapisan kubus atau sel-sel kolumnar.

 polihendral yan dikeliingi oleh lapisan kubus atau sel-sel kolumnar. 2.

2. Tipe plexiTipe plexiforform. Tumm. Tumor epithor epithelielium yang teum yang tersursusun pasun pada massda massa irrega irregulaular. Tiapr. Tiap massa diikat dengan lapisan sel-sel kolumnar.

massa diikat dengan lapisan sel-sel kolumnar. 3.

3. SubtSubtipipe e akakanantotomamatotosasa. . KoKompmpreresi si retreticicululum um ststelelatata a papada da mamassssa a skskuauamomoidid dengan metaplasia sekuamosa dan keratinisasi pada pusat pulau tumor. Ini dengan metaplasia sekuamosa dan keratinisasi pada pusat pulau tumor. Ini  biasanya terjadi pada tipe folikular.

 biasanya terjadi pada tipe folikular. 4.

4. Tipe sel basaTipe sel basal. Merul. Merupakpakan gaman gambarbaran sel basan sel basal padal pada lesi. Ina lesi. Ini merui merupakpakan tipan tipee yang jarang terjadi.

yang jarang terjadi. 5.

5. Tipe sel granuTipe sel granularlar. Trans. Transformformasi graasi granulnular dari selar dari sel-sel epi-sel epiteltel. Sel-se. Sel-selnylnya besar a besar  dan dapat berbentuk kubus, columnar atau bulat. Sitoiplasma terisi dengan dan dapat berbentuk kubus, columnar atau bulat. Sitoiplasma terisi dengan granula-granula asidofilik.

granula-granula asidofilik. 6.

6. Tipe Tipe demdemoploplastastik, tipe menik, tipe mengangandundung kordag korda-ko-korda pulrda pulau ameloau ameloblablastostoma padama pada struma yang terkolagenisasi.

(29)

Ameloblastoma Unikistik  Ameloblastoma Unikistik 

Did

Didefinefinisiisikan kan sebsebagaagai i suasuatu tu ronrongga gga kiskistik tik tuntungal gal yanyang g menmenunjunjukkukkanan dif

difereerensinsiasi asi ameamelobloblaslastomtomatosatosa a padpada a laplapisaisannynnya. a. AmeAmelobloblaslastomtoma a uniunikiskistik tik  menimbulkan pemahaman yang terpisah berdasarkan pada gambaran klinisnya, menimbulkan pemahaman yang terpisah berdasarkan pada gambaran klinisnya, radiografiknya, dan patologiknya serta responnya terhadap perawatan. Meskipun radiografiknya, dan patologiknya serta responnya terhadap perawatan. Meskipun ameloblastoma unikistik berasal dari suatu neoplasma atau hasil dari transformasi ameloblastoma unikistik berasal dari suatu neoplasma atau hasil dari transformasi neoplastik dari epitel kista belum diketahui (gbr. 18.7). Ameloblastoma unikistik  neoplastik dari epitel kista belum diketahui (gbr. 18.7). Ameloblastoma unikistik  sering terjadi pada pasien-pasien muda dengan 50% yang didiagnosa pada decade sering terjadi pada pasien-pasien muda dengan 50% yang didiagnosa pada decade kedua kehidupan. Lebih dari 90% ameloblastoma unikistik terjadi

kedua kehidupan. Lebih dari 90% ameloblastoma unikistik terjadi pada mandibulapada mandibula  bagian posterior. Lesi ini mengelilingi mahkota gigi molar ketiga mandibula yang  bagian posterior. Lesi ini mengelilingi mahkota gigi molar ketiga mandibula yang

tidak erupsi dan menjadi kista dentigerous. tidak erupsi dan menjadi kista dentigerous.

-- TigTiga a varvariasiasi i hishistoptopatoatologlogik yaitu ameloik yaitu ameloblablastostoma unikima unikististik k jenjenis luminis luminal,al, intraluminal, dan munal.

intraluminal, dan munal.

-- JenJenis lumis luminainal terdirl terdiri dari satu atai dari satu atau lebih nodu lebih nodul-ul-nodnodul amelul amelobloblastastomoma a yanyangg memproyeksikan lapisan kistik di dalam lumen kista.

memproyeksikan lapisan kistik di dalam lumen kista.

-- MacMacamnamnya yang ketiya yang ketiga, dinga, dindinding fibrog fibrosa diinsa diinfilfiltrastrasi i oleoleh ameloh ameloblablastostomama folikular atau plexiform.

folikular atau plexiform. -- RRekekueuennsisinnya rya renendadahh

-- JarJaringingan lunan lunak padak pada ameloa ameloblablastostoma intrma intraosaosseoseous senus sentratrall

-- TejadTejadi pad i pad mukomukosa alvsa alveolar taeolar tanpa mnpa melibatelibatkan tukan tulang ylang yang mang mendasendasarinyarinyaa -- PrePredildilekseksi yani yang tajg tajam unam untuk mtuk mandandibuibula vs mla vs maksaksilaila

-- UsUsia ia ratrata-ra-rata ata : 4: 40-0-60 60 tatahuhun.n.

(30)

-- SecSecara mikara mikrosroskopkopik, saik, sama denma dengan magan macamcam-mac-macam multam multikiikististik k  Ameloblastoma ganas

Ameloblastoma ganas

-- LeLesi si bebermrmetetasastatase se kakarerena na amameleloboblalaststomoma a klklasasik ik sesepepertrti i gagambmbararanan mikoskopik 

mikoskopik 

-- SanSangat gat agragresiesif def dengangan prn prognognosiosis yas yang bng buruuruk k 

-- Sanat Sanat sediksedikit diit dilaporlaporkan dkan dengan engan modamodalitas plitas perawataerawatan yann yang beg bervariasrvariasi.i. Karsinoma ameloblastik 

Karsinoma ameloblastik 

-- MetMetastastasiasis amelobs ameloblaslastomtoma a yanyang mengag mengalamlami i trantransfosformarmasi kegansi keganasaasan n dardarii ko

kompmpononen en epepititel el papada da kakarsrsininomoma a yayang ng beberdrdifeifererensnsiaiasi si yayang ng didisesebubutt karsinoma ameloblastik 

karsinoma ameloblastik 

-- Pada kPada kasus asus ini, aini, amelobmeloblastolastoma primma primer pada er pada tulantulang rahag rahang ting tidak bdak berubaherubah -- MenMenyebyebabkabkan peman pembenbengkagkakan pakan pada rahda rahang dang dan jugan juga rasa nya rasa nyerieri

-- TumbTumbuh duh dengan engan cepat cepat dibandibandingdingkan kan ameloameloblastoblastoma koma konvensnvensionalional -- ManMandibdibula ula yanyang g palpaling ing sersering ing terterliblibatat

-- ResorResorpsi psi akar, akar, perforperformasi masi tulantulang rahg rahang bang bagian agian bukal bukal dan dan lingulingualal

-- GaGambmbararan an radradioiogrgrafiafik k memenununjnjukukkakan n dadaererah ah yayang ng radradioiolulusesensnsi, i, dedengnganan radiopasitas fokal pada radiolusensi.

radiopasitas fokal pada radiolusensi.

Ameloblastoma pituitary/kraniofaringioma/tumor rathke’s pouch Ameloblastoma pituitary/kraniofaringioma/tumor rathke’s pouch

-- NeNeooplplasasmma a (N(NS S tutummbubuh h ppadada a mmasassa sa ppseseuudo do enenkakapspsululasasi i di di ddaeaerarahh suprasellar atau intrasellar setelah merusak kelenjar pituitary

suprasellar atau intrasellar setelah merusak kelenjar pituitary

-- TuTumomor r inini i babanynyak terjak terjadadi i papada masda masa a ananakak-a-ananak k dadan n remremaja denaja dengagan n ususiaia rata-rata 3-23 tahun

(31)

-- AmeAmelobloblaslastomtoma terda terdiri dairi dari 25% dri 25% dari seari selurluruh tuuh tumomor CNSr CNS

-- BeBerarasasal l dadan n sesel-sl-sel el duduktktus us krkrananioiofafariringngeal eal yayang ng didibebentntuk uk ololeh eh kakantntunungg rathke lektoderma oral)

rathke lektoderma oral)

-- SSececaarra a hhiissttoollooggiikk, , ssamama a ddeennggaan n aammeelloobbllaassttoomma a ooraral l tteettaappi i jjuuggaa mengandung massa yang terkalsifikasi seperti foci pada tulang atau kartilago mengandung massa yang terkalsifikasi seperti foci pada tulang atau kartilago metaplastik, sel-sel hantu dan

metaplastik, sel-sel hantu dan kadang-kadang bahan-bahan gigi.kadang-kadang bahan-bahan gigi. Penanganan bedah

Penanganan bedah

-- AmAmeleloboblaslastotoma ma umumumumnynya a tutumbmbuh uh lalambmbat at tetetatapi pi tutumomor r yayang ng ininvavasisiveve secara local dan memiliki jumlah rekurensi yang tinggi setelah perawatan. secara local dan memiliki jumlah rekurensi yang tinggi setelah perawatan. -- Lesi Lesi pada pada mandimandibula bula sering sering agresiagresif dan f dan mempememperforasrforasi tuli tulang kang kortikortikalal

-- SecSecara norara normalmal, tumo, tumor meluar meluas secars secara gambaa gambaran rdiran rdiogrografiafik pada tepk pada tepi tulani tulangg cancellous tetapi tidak pada tepi kortikal

cancellous tetapi tidak pada tepi kortikal

-- KuKureretatasse e amamelelooblblasastotomma a sesekakararang ng titidadak k ddililakakuukakan n kakarerenna a jujummlalahh rek

rekureurensinsinya nya yanyang g tintinggggi. i. SelSel-se-sel l tumtumor or resresiduidual al menmeningingalkaalkan n teptepi i tumtumor or  tulang karena kuretase.

tulang karena kuretase.

-- KuKureretatasse e bibiasasananya ya bbererhhasasil il ppadada a amameleloboblalasstotoma ma uuninikkisistitik k lolokakasisi intraluminal tumor.

intraluminal tumor.

-- AmeAmelobloblaslastomtoma folia folikulkuler baik der baik ditanitangangani dengi dengan resean reseksiksi

-- AmeloAmeloblastblastoma intoma intraossraosseous eous solid solid dan mdan multikultikistik distik ditangitangani denani dengan ekgan eksisisisi man

mandibdibulaula, , resresekseksi i bloblok k tantanpa pa kerkerusausakan kan lanlanjut jut atau atau resresekseksi i bloblok k dendengangan kerusakan lanjut

kerusakan lanjut

Referensi

Dokumen terkait

Tipe tumor orbita yang paling sering pada dewasa adalah tumor jinak seperti tumor vaskular, tumor tulang,tumor jaringan syaraf, 1 tumor sekunder (berasal dari jaringn

Tumor tulang primer lebih jarang dijumpai daripada lesi metastatik, menurut data ststistik yang ada hanya 0,2% dari semua kasus neoplasma yang merupakan tumor tulang primer..

Eksisi miksoma odontogenik periferal yang terjadi pada pasien geriatri pasca stroke non hemoragik bisa dilakukan, tetapi harus dengan persiapan perioperatif yang optimal,

Tumor otak merupakan lesi intrakranial yang sangat mungkin dapat menyebabkan perubahan gambaran EEG. Gambaran EEG pada tumor otak dapat berupa gelombang non epileptiform

Pada kondisi tumor non bulky (diameter tumor< 10 cm) dengan kriteria: pasien muda risiko rendah atau rendah- menengah (aaIPI score ≤1) dan risiko tinggi

Bila ditemukan tanda-tanda khas MBD, seperti riwayat tumor primer (karsinoma ), umur dewasa atau tua (lebih dari 50 tahun), lesi tulang multiple, diagnosis dapat mudah

Suatu sarkoma dapat digolongkan ke dalam MPNST bila memenuhi salah satu dari kriteria berikut: tumor berasal dari saraf tepi; atau berasal dari tumor jinak selubung saraf sebagai

Destruksi korteks dapat terlihat dengan jelas karena adanya intensitas yang heterogen dari lesi tumor sedangkan korteks tulang mempunyai intensitas yang rendah (yang terlihat