• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IX HUKUM DIPLOMATIK DAN KONSULER TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IX HUKUM DIPLOMATIK DAN KONSULER TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Konsep Kekebalan (Immunity dan Inviolability) Bagi Pejabat Diplomatik di Negara Penerima: Implementasi..

Pejabat diplomatik Arab Saudi yang melakukan pemerkosaan terhadap dua orang wanita warga negara Nepal di India berdasarkan ketentuan dalam Konvensi Wina 1961 pejabat

1) Seorang pejabat diplomatik kebal terhadap hukum dan alat-alat kekuasaan negara penerima. Dalam hal seorang pejabat diplomatik dicurigai telah melakukan suatu

Apabila pejabat diplomatik ini melakukan kegiatan spionase, maka jelaslah dia melanggar ketentuan dari Pasal 3 ayat (1) huruf d Konvensi Wina 1961 yang menyatakan bahwa

Untuk itu, sumber hukum diplomatik tidak dapat dipisahkan dari ketentuan pasal 38 (1) Statuta ICJ yang telah diakui oleh para ahli hukum internasional

Para pejabat diplomatik memiliki kewajiban untuk melaporkan segala yang terjadi di negara penerima kepada negara pengirim. perlunya pelaporan ini adalah berfungsi untuk

Konferensi tersebut membahas rancangan pasal-pasal yang telah dipersiapkan oleh Komisi Hukum Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menerima baik suatu konvensi

Imunitas adalah kekebalan dari kekuasaan hukum Negara dimana Duta Besar atau seorang Diplomat tersebut ditugaskan hal tersebut ditegaskan dalam Konvensi Wina 1961 pasal 29 yaitu :