• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jangan Mainkan Dana Kemanusiaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jangan Mainkan Dana Kemanusiaan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

05.10 12.32 15.50 18.37 19.47

Ayat Hari Ini

Ayat Hari Ini

Ayat Hari Ini

Ayat Hari Ini

Ayat Hari Ini

BACA HAL-7

Mimbar

Mimbar

Mimbar

Mimbar

Mimbar

Katakanlah (Muhammad),

“Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu

berpaling, ketahuilah bahwa

Allah tidak menyukai

orang-orang kafir.”

(QS Ali Imran: 32)

Sudah Jelas Miras

Bisa Bikin Mabuk

Oleh: Miftah H Yusufpati

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu mewanti-wanti: “Jauhilah khamr (minuman keras alias miras), karena khamr itu merupakan induk segala keburukan (biang kerusakan).” Kata-kata sahabat Nabi SAW ini selalu relevan sepanjang masa. Lagi pula Islam telah mengharamkan bagi umat Muhammad mengkonsumsi minuman yang bikin teler ini. Banyak kisah yang menceritakan tentang orang alim, bahkan malaikat , yang sulit digoda dengan berbagai maksiat yang mengasyikkan macam seks tidak mempan, begitu teler oleh khamr, maka semua jenis maksiat menjadi gampang dilakukan. Khamr telah menjadi pintu masuk segala kejahaan.

Minuman ini sudah ada dan memakan korban sejak dahulu kala, bahkan jauh sebelum Islam mengharamkan. Al-Hasan bin Abdullah bin Sahal bin Saíd Abu Hilal as-Askary, yang berasal dari Desa Askar, Provinsi Arabistan, Iran, mengungkap fakta unik. Sejatinya, sudah ada orang yang mengharamkan minuman keras atau miras sebelum Islam datang.

Dalam kitab al-Awail, yang termasuk salah satu karya paling unik di bidang sejarah dari seorang tokoh yang terkenal sebagai sastrawan pada abad ke-4 Hijriyah ini, terungkap bahwa tokoh yang pertama kali berjanji menjauhi dan mengharamkan khamr pada masa jahiliyah adalah Qais bin ‘Ashim.

BACA HAL-7

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta aparat berwenang mengusut tuntas kasus penggelembungan dana Covid-19 di BPBD. “Jangan mainkan dana kemanusiaan!” kata Korlap PMII, Iko Juhansyah.

PMII SOAL KASUS MARK-UP DANA COVID-19

Jangan Mainkan Dana Kemanusiaan

Padang, Khazanah Padang, KhazanahPadang, Khazanah

Padang, KhazanahPadang, Khazanah — Sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan kasus ‘main-main dana covid’ yang terjadi di BPBD Sumbar dan DPRD sudah membentuk Pansus, desakan dari publik agar kasus ini terus diusut pun marak. Kemarin, di hari pertama masa kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Mahyeldi/ Audy, keduanya sudah disambut aksi demonstrasi oleh kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka malakukan aksi unjukrasa damai di haklaman kantor Gubernur SUmater Barat Jl Sudirman 51 Padang.

Para pengunjuk rasa meminta agar Gubernur Sumbar menindak pelaku penyelewengan dana covid-19. “Ini sudah keterlaluan, dana untuk kemanusiaan masih juga dimainkan, Gubernur harus menindak keras oknum pejabatnya,” kata Koordinator Lapangan aksi tersebut, Iko Juhansyah. Pernyataannya itu disambut yel-yel oleh sekitar 80 orang peserta aksi.

Menurut Iko, para pengunjuk rasa ini datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat antara lain dari Padang Pariaman, Dharmasraya, Solok dan Kota

TAK TUNAIKAN KEWAJIBAN

Direktur RSUD Pariaman

Didemo para Karyawannya

Syiar Islam

Syiar Islam

Syiar Islam

Syiar Islam

Syiar Islam

Zikir Mengerem

Ganster, Cara Ulama

Cape Town

Cape Town, Khazanah Cape Town, Khazanah Cape Town, Khazanah Cape Town, Khazanah Cape Town, Khazanah — Sebuah tim ulama di Afrika Selatan telah menjalankan misi selama tiga tahun terakhir untuk membawa perdamaian ke Manenberg dan daerah lain di Cape Town yang didera masalah kekerasan geng dan narkoba. Hampir setiap Kamis malam, para cendekiawan pergi ke gang-gang Cape Town untuk melakukan “zikir”.

Selama tiga tahun terakhir tidak pernah ada perkelahian geng selama ibadah yang dilaksanakan selama satu setengah jam itu, kata penyelenggara.

Biasanya antara 100 hingga 400 orang hadir. Ada satu ibadah yang didedikasikan untuk memerangi kekerasan berbasis Pariaman, Khazanah

Pariaman, Khazanah Pariaman, Khazanah Pariaman, Khazanah

Pariaman, Khazanah – Kalau tidak karena sudah sampai ke puncak mengkalnya hati, tentu para dokter dan para perawat serta karyawan RSUD Pariaman tidak akan mau berunjuk rasa ke halaman rumah sakit untuk menyuarakan bersama-sama agar Direktur RSUD itu mengundurkan diri ari jabatannya.

Lho?

“Iya, sudah patut kami bersuara sekarang, masak sejak Maret 2020 jasa pelayanan tidak diberikan juga, padahal BPJS sudah menunaikan kewajiban mereka membayar ke RSUD sejak November lalu,” ujar dr. Pasca Alfajra, seorang dokter spesialis di RSUD itu ketika berunjuk rasa kemarin bersama kawan-kawannya.

EKONOMISNYA BANDARA PASBAR

Simpang Empat – Pekanbaru

Hanya Rp311.000/ 45 Menit

Simpang Empat, Khazanah Simpang Empat, Khazanah Simpang Empat, Khazanah Simpang Empat, Khazanah Simpang Empat, Khazanah — Bandara di Pasaman Barat yang diberi nama Bandara Pusako Anak Nagari sangat memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat.

“Benar, tentu ada manfaatnya secara ekonomi karena bisa memperpendek waktu dan mempercepat akses ekonomi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Pasaman

Barat Rizaldi melalui Kepala Bandara Pusako Anak Nagari Pasaman Barat Eva Wardi Putra.

Ia mengatakan saat ini rute

SEMUA ALAT TRANSPORTASI DIHENTIKAN

Main Keras, Melawan Covid di Korut

Pyongyang, Khazanah – Pyongyang, Khazanah – Pyongyang, Khazanah – Pyongyang, Khazanah – Pyongyang, Khazanah – Jika ingin selamat dari Covid maka harus dengan keras penegakkan disiplin daalam masyarakat. Itu cara Korea Utara membebaskan negerinya dari ancaman virus asal Wuhan, Tiongkok itu, semua pintu keluar/masuk dijaga militer dengan ketat. Bahkan, sejumlah diplomat Rusia dan keluarga mereka ketika harus keluar dari wilayah Korea Utara (Korut) terpaksa dengan cara yang tidak biasa.

Mereka melintasi perbatasan menggunakan troli yang harus didorong secara manual menyusuri jalur kereta api karena Korut memperketat wilayah mereka selama pandemi Covid-19.

Total terdapat delapan orang dalam kelompok itu. Mereka menempuh sebagian perjalanan dengan kereta api dan bus, kemudian sisanya ditempuh menggunakan troli di rel kereta api untuk melintasi perbatasan Korea Utara ke Rusia sejauh sekitar satu kilometer.

Korut menghentikan layanan sebagian besar moda transportasi umum dengan tujuan mengontrol penyebaran virus corona. Sejak pandemi global berlangsung, Korut menyatakan tidak ada satupun kasus positif Covid-19 di negara mereka. Namun banyak kalangan meragukan klaim ini. Sejak awal tahun lalu, kereta api dan

Bandara Pusako Anak Nagari di Pasaman Barat

Sejumlah diplomat Rusia dan keluarga mereka harus mendorong troli sepanjang satu kilometer untuk melalui perbatasan Korut.

BACA HAL-7

BACA HAL-7

BACA HAL-7

Ulama Afrika Selatan redam gangster dengan zikir

(2)

2

SELASA, 02 MARET 2021 SELASA, 18 RAJAB 1442 H

SOAL REKOMENDASI PANSUS BALAIRUNG DAN COVID-19

PMII Sumbar Dukung Keputusan

DPRD Sumbar

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah—

Padang, Khazanah— DPRD Provinsi Sumatera Barat sangat mengapresiasi sikap mahasiswa yang mendukung keputusan DPRD Sumbar atas penetapan rekomendasi hasil Pansus PT Balairung dan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumbar Supardi saat menerima Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumbar di ruang khusus I DPRD Sumbar, Senin (1/3/2021), dan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa tersebut, dan minta proses tersebut terus dikawal.

Dikatakan, DPRD Sumbar membentuk Pansus untuk menindaklanjuti LHP BPK-RI tentang kepatuhan atas kegiatan PT Balairung Citra Jaya Sumbar tahun buku 2018-2020 dan LHP BPK RI tentang Kepatuhan Atas Penanganan Pandemi Covid-19 tahun 2020.

Dia menerangkan, Pansus itu telah bekerja siang malam untuk menuntaskan hasil temuannya tersebut selama 8 hari kerja untuk menindaklanjuti LHP BPK RI, dan Jumat (26/2) malam lalu laporan dua Pansus itupun diparipurnakan.

“Kami sudah mendesak gubernur menindaklanjuti semua rekomendasi yang diberikan DPRD Sumbar serta penetapan rekomendasi diberikan BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat dalam waktu 60 hari sejak LHP BPK diterima. Kita akan tetap kawal hasil rekomendasi kemarin,” ujar Supardi.

Selain itu menurut Supardi, DPRD

juga telah meminta pihak BPK Perwakilan Sumbar untuk melakukan audit Investigasi berdasarkan aturan, untuk mengaudit sesuai Permendagri. “Pansus bergerak selama 7 hari, Pansus hanya mendalami hasil temuan LHP BPK, Pansus tidak bekerja secara investigasi dan penyidikan dan penyelidikan. Diluar dari itu pansus tidak memiliki kewenangan,” ujar Supardi Supardi melanjutkan, berdasarkan temuan adanya unsur kemahalan hand sanitizer dan pengurangan volume, dan temuan tersebut diminta dikembalikan kepada negara selama 60 hari sejumlah Rp49 milyar.

“Nah belum bisa dipertanggung jawabkan dana Covid-19, salah satu transaksi tunai. Sejumlah Rp49 milyar belum bisa dipertanggung jawabkan,” ujar Supardi sembari menambahkan, agar BPK minta kepada aparat penegak hukum menindaklanjutinya, maka itu harapan DPRD Sumbar.

Sementara Koordinator aksi PKC PMII Sumbar Rodi Indra Saputra didampingi Koordinator Lapangan, Muharsyad Al Azip dalam pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya mendukung pansus DPRD, dan berharap benar-benar serius mengusut tuntas serta adanya tranparansi pelaku penyelewengan dana Covid-19.

“Kita atas nama masyarakat Sumatera Barat membawa kasus ini ke KPK serta meminta pimpinan DPRD Sumatera Barat, agar menyurati KPK untuk turun di Sumatera Barat,” ujar Rodi

Menurut Rodi, penggunaan dana penanganan Covid-19 harus transparan dan tidak boleh ada oknum yang memperkaya diri sendiri di tengah susahnya ekonomi masyarakat yang dilanda pandemi.

“Kita mendengar bukti kegagalan itu adalah adanya temuan LHP BPK tentang penyelewengan dana penanganan Covid-19, maka pejabat terkait harus dipecat dari jabatannya,” tambah Rodi. Rodi juga menyebutkan, bahwa PKC

PMII Sumbar menyerahkan sepenuhnya persoalan yang menyangkut PT Balairung dan Covid-19 itu sesuai batasan-batasan yang dimiliki lembaga legislatif tersebut, dan pihaknya akan terus mengawalnya.  jerjerjerjerjer

SIDANG PUTUSAN SOAL SURAT KEMATIAN

KI Sumbar Kabulkan

Permohonan Pemohon

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar pembacaan sidang putusan Ajudikasi Non Litigasi (penyelesaian di luar persidangan) terhadap pemohon Irfan Suandi di Gedung KI Sumbar, Jumat (26/2) pagi. Bertindak sebagai Ketua Majelis, Nofal Wiska dengan anggota Adrian Tuswandi dan Arif Yumardi, serta Panitera Kiki Eko Saputra.

Perkara dengan nomor registrasi 09/X/KISB-PS/2020 ini mempertemukan pemohon prinsipal Irfan Suandi diwakili Daniel Sutan Makmur sebagai penerima kuasa, dengan termohon Kelurahan Korong Gadang diwakili Nawalis Yunas sebagai kuasa hukum.

Adapun materi dalam persidangan itu ialah soal informasi surat ahli waris dan surat keterangan kematian atas nama Syamsu Anwar.

Dalam sidang ini, pemohon meminta agar informasi dan dokumentasi dari pihak termohon berupa Salinan resmi atas semua informasi dan dokumentasi yang dilampirkan Pemohon Roby Kurniawan Cs yang dijadikan landasan hukum keluarnya kebijakan Badan Publik Kelurahan Korong Gadang berupa Surat Keterangan Ahli Waris bernomor 472/011/KRG-IV/

2020 tertanggal 30 April 2020 atas nama Roby Kurniawan Cs beserta Surat Keterangan Kematian atas nama Syamsu Anwar.

Kemudian, pemohon juga meminta salinan resmi Surat Keterangan Ahli Waris Syamsu Anwar yang dikeluarkan oleh Lurah Korong Gadang dan salinan resmi Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan oleh Lurah Korong Gadang atas meninggalnya Syamsu Anwar.

Sementara itu, Ketua Majelis Komisioner, Nofal Wiska dalam putusannya mengabulkan semua permohonan pemohon secara keseluruhan, serta memerintahkan pihak termohon untuk memberikan informasi yang diminta oleh pihak pemohon.

“Majelis Komisioner memutuskan menerima permohonan pemohon secara keseluruhan. Serta memerintahkan termohon untuk memberikan informasi a quo dengan cara menghitamkan atau mengaburkan informasi data pribadi seseorang sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku dalam waktu 14 hari kerja sejak diterimanya salinan putusan KI Sumbar,” kata Nofal Wiska saat membacakan putusan.  han/relhan/relhan/relhan/relhan/rel

BAGI MEREKA YANG TERKENA MUSIBAH BANJIR

Rang T

Rang T

Rang T

Rang T

Rang Tanjuang

anjuang

anjuang

anjuang di Bekasi Bantu W

anjuang

di Bekasi Bantu W

di Bekasi Bantu W

di Bekasi Bantu Warga Jakarta

di Bekasi Bantu W

arga Jakarta

arga Jakarta

arga Jakarta

arga Jakarta

Bekasi, Khazanah— Bekasi, Khazanah— Bekasi, Khazanah— Bekasi, Khazanah—

Bekasi, Khazanah— Meluapnya aliran air beberapa sungai di Jakarta sehingga mengakibatkan banjir di beberapa titik di ibu kota Indonesia itu, membuat para perantau Minang khususnya suku Tanjung merasa prihatin.

Tergerak dari rasa kemanusiaan dan kekeluargaan, Keluarga Besar Rang Tanjuang (KBRT) Bekasi kota langsung turun ke lokasi bencana banjir, mendata saudara atau dunsanak yang tertimpa musibah, untuk bisa memberikan bantuan demi meringankan sedikit beban saudara-saudara mereka, Minggu (28/2/2021). Bantuan yang diberikan KBRT Bekasi kota pada korban Banjir berupa sembako, termasuk juga. Beras yang masing-masing diletakkan dalam kantong

5 kg, diantar langsung para pengurus langsung kepada korban yang merupakan saudara se-suku atau sekampung, berasal dari Ranah Minang.

Berkaitan dengan respon KBRT Bekasi kota terhadap para saudaranya, Ketua DPP KBRT Datuak Rajo Intan mengatakan, sangat mensuport kegiatan yang dilakukan dalam memberikan bantuan untuk para korban musibah banjir. “Salah satu tujuan kita membentuk organisasi keluarga besar Rang Tanjuang atau disingkat KBRT adalah bergerak pada bidang kemanusiaan, seperti apa yang dilakukan KBRT Bekasi kota, ini harus kita giatkan di seluruh Indonesia, sehingga kekompakan sesama orang Minang, khususnya suku Tanjung terus

terjalin,” ulas Datuak Rajo Intan. Ditambahkannya, selain bergerak pada bidang kemanusiaan, KBRT juga akan bergerak pada bidang perekonomian dan sosial lain, sehingga bisa meningkatkan usaha UMKM milik anggota, dan berimbas pada peningkatan perekonomian anggota. KBRT akan dibentuk di seluruh Indonesia, termasuk juga kabupaten dan kota, sampai ke-kecamatan, sehingga bisa merangkul Rang Tanjung jauh lebih banyak. “KBRT akan kita bentuk sampai ke-kecamatan di seluruh Indonesia, karena Rang Tanjuang itu sangat banyak, baik di kampung maupun di perantauan dan sudah mengisi berbagai posisi, baik di pemeintahan maupun swasta, serta usahawan,” pungkasnya.  jer/*jer/*jer/*jer/*jer/*

Asisten Ahli KI Sumbar Mulai Bekerja

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Lima Asisten Ahli Komisi Informasi (AAKI) Sumatera Barat (Sumbar), secara legal formal bekerja di Komisi Informasi (KI) Sumbar, setelah penyerahan SK sebagai Asisten Ahli dilakukan Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman, Senin (1/3).

“Proses rekrutmen yang dilewati hari ini lima Asisten Ahli Komisi Informasi, saya serahkan SK-nya dan secara resmi saya serahkan ke Ketua Komisi Informasi Sumbar, Nofal Wiska,” ujar Jasman, Senin (1/3) di ruang pertemuan KI Sumbar. SK yang diserahkan ke KI Sumbar, disaksikan Komisioner Bidang PSI, Adrian Tuswandi dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Sumbar, Indra Sukma.

Lima AAKI Sumbar itu di antaranya, Reza, Tiwi, Anggi, Hafits dan Ridho. “Saya pegang komitmen saudara dan teruslah belajar belajar, silakan manfaatkan semua saluran,” ujar Jasman.

Ketua KI Sumbar, Nofal Wiska menekankan, sebelum KI menerima Asisten Ahli hari ini, bagi yang ingin mundur dipersilakan.

“KI menggunakan tetap dalam garisan kerja profesional. Iklim kita di sini adalah keluarga besar KI Sumbar, satu sakit semua sakit,” ujar Nofal Wiska.

 han/relhan/relhan/relhan/relhan/rel

KETUA DPD RI

BERHARAP

Penataan

Hutan

Agar Sentuh

Kesejahteraan

Masyarakat

Jakarta, Khazanah— Jakarta, Khazanah— Jakarta, Khazanah— Jakarta, Khazanah— Jakarta, Khazanah— Penataan hutan yang dilakukan pemerintah, turut dikawal Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia berharap program yang dijalankan di kawasan hutan bisa turut menyentuh kesejahteraan masyarakat.

Menurut LaNyalla, penataan area perhutanan sosial harus menargetkan tercapainya kesejahteraan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar hutan.

“Jika perlu, penataan tersebut turut melibatkan masyarakat. Lakukan pemberdayaan, sehingga masyarakat mendapatkan legalitas dalam penggunaan lahan. Dan mereka juga jadi memiliki tanggung jawab untuk menjaga hutan,” tuturnya, Senin (1/3/2021).

Program penataan ini dilakukan di berbagai area hutan di Tanah Air.

“Selain hutan Jambi, pemerintah pun menetapkan hutan di Desa Burno, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi lokasi pilot project model pengembangan wilayah terpadu dengan basis hutan sosial dan LHK sebagai leading sektor. Kita berharap program ini berjalan baik dan bisa terus dikembangkan,” katanya.

Program yang dijalankan antara lain Program Agrosilvopastura berupa integrasi agroforestry dan ternak, kedua, program agro industri, ketiga, program ekowisata dalam satu sistem wisata yang mencakup wisata lokal, seperti lokal Siti Sundari, Ranu Pani, Agrosari, dan Glagaharum.

“Selain itu, ada juga program pemulihan ekosistem kawasan danau Ranu Pani berbasis agrikultur, serta pemberian akses hutan sosial, redistribusi lahan, dan penataan pemukiman di kawasan hutan,” terangnya.

Senator asal Jawa Timur ini menilai program ini akan tercapai dengan melibatkan semua pihak. “Agar sukses, program ini tidak dapat dijalankan sendiri-sendiri. Pemerintah dan kelompok-kelompok pekebun serta aktivis kehutanan serta pihak-pihak lain perlu bekerja sama dan terintegrasi,” tutur pria yang pernah menjabat Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu.  jer/*jer/*jer/*jer/*jer/*

DUKUNGAN - Ketua DPRD Sumbar Supardi (kanan) saat menerima pernyataan sikap dan dukungan dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

SEMBAKO - Keluarga Besar Rang Tanjuang (KBRT) Bekasi saat memberikan bantuan sembako kepada warga Jakarta yang terkena musibah

banjir

ASISTEN AHLI - Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman diapit Ketua Komisi Informasi Sumbar Nofal Wiska dan Wakil Ketua Adrian Tuswadi saat menyerahkan SK Asisten Ahli Komisi Informasi (AAKI) Sumatera Barat

(3)

KPK temukan uang Rp1 miliar saat OTT Gubernur Sulsel.

Bagi-bagian ka anak yatim bro !

Potensi perang dunia III di depan mata.

Kiamaik pun samakin dakek !

Wapres Maruf Amin diserbu netizen.

Asal jan manyarang se lah !

RUNDO

P

P

P

P

Pengimplementasian P

engimplementasian P

engimplementasian P

engimplementasian P

engimplementasian Pak

ak

ak

ak

akem

em

em

em

em

Dalam P

Dalam P

Dalam P

Dalam P

Dalam Pembelajaran

embelajaran

embelajaran

embelajaran

embelajaran

K

K

K

K

Keterampilan Menyimak

eterampilan Menyimak

eterampilan Menyimak

eterampilan Menyimak

eterampilan Menyimak

aktivitas nonbelajar menyimak. Belajar menyimak bukanlah belajar tentang menyimak tetapi bagaimana mengunjukkan aktivi-tas menyimak. Dari segi hasil, pembelajaran diklasifikasikan sebagai pembelajaran yang efektif jika siswa mampu mengunjukkan hasil aktivitas menyimak secara kognitif, psikomotorik, dan afektif. Karakteristik sederhana atas unjuk aktivitas siswa dalam pembelajaran keterampilan me-nyimak yang efektif adalah sebagai berikut ini.

Secara kognitif, siswa mampu memberikan penilaian umum atas teks yang disimaknya, memberi-kan komentar tentang isi teks, penggunaan diksi, kalimat, dan tuturan (aspek penyajian) seperti lafal, jeda, penekanan, intonasi, ekspresi dan komunikasi (jika teks yang disimak berupa video). Secara psikomotorik, siswa mampu mengunjukkan ketepatan lafal, jeda, penekanan, intonasi, ekspresi dan komunikasi ketika mengungkapkan hasil pemaha-mannya dalam menyimak. Sebab, keterampilan berbicara dilatar-belakangi oleh menyimak. Se-cara afektif, siswa semakin me-ngunjukkan kesantunan berbahasa yang semakin tinggi, menyimak ketika mitra sedang berbicara dan berbicara ketika memperoleh giliran, meminta izin ketika hendak menyela, tidak bersikeras atas pendapat pribadinya tanpa mempertimbangkan pendapat orang lain, dan sebagainya.

Konteks menyenangkan me-ngacu pada suasana, baik suasana hati siswa dan guru maupun suasana fisik. Untuk mengem-bangkan suasana hati atau batin yang menyenangkan, baik guru maupun siswa hendaknya dapat mengembangkan rasa simpati dan empati dalam komunikasi pembe-lajaran, ramah, serta cepat tanggap. Untuk mengembangkan suasana menyenangkan secara fisik, guru dapat memutar atau memper-dengarkan musik instrumentalia yang lembut ketika siswa melaku-kan aktivitas belajar seperti mengisi format, berdiskusi, dan sebagainya.

Berdasarkan deskripsi sebe-lumnya, diajukan dua simpulan. Pertama, pengimplementa-sian pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks hendaknya menem-patkan porsi pembel-ajarn kete-rampilan menyimak sebagai keterampilan dasar menguasai teks. Kedua, PAKEM dapat ditempatkan sebagai konteks pembelajaran yang mendukung penerapan pendekatan atau model pembelajaran lain yang dikenal dengan Pendekatan Saintifik, Model Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning, dan Discovery Learning.

(Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pendidikan UNP, Promotor I: Prof. Dr. Mukhaiyar, M.Pd., Promotor II: Prof. Dr. Atmazaki, M.Pd., Promotor III: Prof. Dr. Yasnur Asri, M.Pd., Penguji I: Prof. Dr. A. Muri Yusuf, M.Pd., Penguji II: Prof. Dr. Harris Effendi Thahar, M.Pd., Penguji Eksternal: Prof. Dr. Syafrudin Nurdin, M.Pd.)

JJJJJ

AAAAA

NNNNN

OOOOO

PPPPP

AAAAA

TTTTT

IIIII

Simalakama

Miras

Belum lama ini Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) No. 10 Tahun 2021 pada 2 Februari 2021 lalu, tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Namun penerbitan Perpres ini menuai pro dan kontra di tengah masyarakat luas.

Perdebatan itu muncul lantaran salah satu aturan yang tertuang di dalamnya yakni mengatur dibukanya izin investasi dan dilegalkannya industri miras di sejumlah wilayah di Indonesia. Dalam lampiran III Perpres tersebut, ada empat wilayah yang diizinkan untuk memproduksi minuman beralkohol secara legal dan terbuka. Empat wilayah tersebut adalah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua.

Kendati banyak yang mengajukan protes, tapi tetap saja fakta itu bagai peribahasa ; “Anjing menggonggong, kafilah berlalu”.

Kalaulah memang industri miras diberi peluang, hampir dipastikan pula perdagangan eceran miras pun akan semakin berkembang. Lalu, apakah pemerintah tidak memikirkan dampak negatif dari kebijakan tersebut. Tak sedikit pihak yang meminta agar Perpres terkait perizinan investasi miras dicabut kembali, termasuk salah satu gebernur dari empat wilayah yang diizinkan untuk memproduksi minuman beralkohol secara legal dan terbuka tersebut. Yang pasti, Gubernur Papua, Lukas Enembe yang secara tegas menolak miras di daerahnya.

Anggota DPR dari Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin Djamal selaku pengusul Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Alkolhol mengatakan, pihaknya bukan menolak investasi tetapi menolak investasi yang membahayakan generasi selanjutnya.

Illiza Sa’aduddin ingin aturan tentang minuman keras tidak hanya memikirkan tentang ekonomi atau investasi belaka, tetapi juga keselamatan moral dan akhlak bangsa, terutama anak-anak generasi muda dari bahaya miras ini yang harus dijaga dan diselamatkan oleh negara.

Sementara bagi pihak yang pro beranggapan langkah itu malah bisa mendatangkan pundi-pundi yang pasti bagi negara, karena larangan larangan minuman alkohol justeru malah membuka peluang bagi pasar black market, dimana uang yang dihasilkan tak tahu dimana rimbanya, bahkan minuman alkohol akan tetap ada, tapi akan sulit dikontrol peredarannya karena dilarang.

Lalu pertanyaannya, mengapa kini pemerintah memberi izin investasi dan dilegalkannya industri miras ? Sementara jawabnya mungkin terkait dengan penerimaan negara ! Diketahui, penerimaan negara dari cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sampai akhir Juli 2020 sebesar Rp2,64 triliun. Jumlah ini turun dibandingkan realisasi tahun sebelumnya senilai Rp3,36 triliun.

Berdasarkan laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Agustus 2020, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, perlambatan pertumbuhan produksi MMEAA dalam negeri disebabkan penurunan produksi sejak April dan penutupan kawasan pariwisata yang menekan konsumsi MMEA dalam negeri.

Secara umum, penerimaan cukai per 31 Juni 2020 sebesar Rp 88,82 triliun atau 51,35 persen dari targetnya. Penerimaan cukai yang terdiri atas cukai Hasil Tembakau (HT), MMEA, dan Etil Alkohol (EA), tumbuh 7,01 persen dibandingkan Juli tahun 2019. Penerimaan negara dari peredaran MMEA tahun 2014 sebesar Rp5,298 triliun, tahun 2015 sebesar Rp 4,556 triliun, dan tahun 2016 sebesar Rp5,304 triliun.

“Manusia dikaruniai-Nya dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak menyimak dibandingkan berbicara”. Moto tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks beragam, misalnya kesantunan berkomunikasi, baik langsung maupun melalui media yang lebih dikenal dengan media sosial (medsos). Namun, kali ini akan dibahas keterkaitan moto tersebut dengan orientasi dan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya di satuan pendidikan tingkat pertama (SLTP).

Eksistensi pembelajaran kete-rampilan menyimak dalam Kuriku-lum Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia, baik di tingkat SLTP maupun SLTA, mencuat semenjak diberlakukan Kurikulum 2004. Dalam kurikulum tersebut, pokok bahasan pembelajaran bahasa Indonesia dibagi menjadi empat, yaitu: (1) mendengarkan, (2) berbicara, (3) membaca, dan (4) menulis. Penempatan pokok bahasan mengikuti alur proses penguasaan bahasa melalui pemerolehan bahasa, individu pertama kali menguasai bahasa adalah melalui mendengarkan yang diidentikkan istilahnya dengan menyimak. Setelah itu, individu memperoleh penguasaan keterampilan berbicara. Penempa-tan pokok bahasan membaca sebelum menulis juga dilandasi alur yang jelas: individu memiliki kemampuan membaca terlebih dahulu sebelum menulis. Berdasar-kan pengaluran seperti itu, diyakini bahwa seorang pembi-cara yang baik tentunya seorang penyimak yang baik pula dan seorang penulis yang baik tentu-nya seorang pembaca yang baik pula.

Urgensi pembelajaran keteram-pilan menyimak seolah-olah diabaikan semenjak diimplemen-tasikan orientasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks atau lazim disingkat Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks (PBIBT). Orientasi PBIBT dinyata-kan dengan jelas dalam Kuriku-lum 2013 Mapel Bahasa Indo-nesia, baik Kurikulum 2013 Edisi 2016, 2018, maupun 2020. Dalam pengimplementasian Kurikulum 2013, berkembanglah pemahaman guru pengampu Mapel Bahasa Indonesia bahwa pembelajaran bahasa Indonesia difokuskan pada teks-teks bahasa Indonesia. Pokok-pokok bahasan, yang sebelumnya dinyatakan dengan jelas dari menyimak hingga menulis, tidak ada lagi. Akibatnya, fokus pembelajaran cenderung diarahkan agar siswa menguasai konsep teoretis teks, terutama pengertian, struktur, dan karakte-ristik kebahasaan teks, misalnya teks berita, teks cerita fabel, teks eksposisi, dan sebagainya. Setelah menguasai konsep tersebut, diharapkan siswa dapat menulis berbagai jenis teks yang telah dipelajari. Paradigma pembicara yang baik adalah penyimak yang baik dan penulis yang baik adalah pembaca yang baik, seakan-akan diingkari.

Kecenderungan pembelajaran bahasa Indonesia seperti itu

hendaknya dibenahi. Orientasi PBIBT justru menempatkan urgensi pembelajaran pengem-bangan keterampilan berbahasa. Pembelajaran berbasis teks bukan pembelajaran tentang teks tetapi pembelajaran keterampilan teks-tual. Keterampilan tekstual ada dua yaitu memahami (reseptif) dan memproduksi teks (produktif). Memahami teks justru dikembang-kan lagi, budikembang-kan hanya menyimak dan membaca tetapi juga memirsa teks. Hal ini sesuai dengan esensi dasar teks: teks itu ada yang berupa lisan (sehingga terampil memahami teks juga berarti terampil menyimak), ada yang berupa teks tertulis (sehingga terampil memahami teks juga berarti terampil membaca), dan teks multimodal yang diungkap-kan secara lisan maupun tertulis (misalnya tayangan film berbahasa asing yang dilengkapi dengan terjemahan tertulis, atau tayangan berita di media audiovisual yang di dalamnya dilengkapi dengan gambar atau video serta tuturan narator). Pembelajaran teks berita, misalnya, hendaknya diorientasi-kan agar siswa terampil memahami teks berita melalui menyimak, membaca, dan memirsa serta memproduksi melalui membicara-kan, menulis, dan menyaji. Contoh menyajikan teks berita, misalnya, siswa mengunjukkan keterampilan-nya membacakan teks berita seperti pembaca berita di televisi. Untuk menghidupkan kembali pembelajaran keterampilan mema-hami teks melalui menyimak atau singkatnya pembelajaran keteram-pilan menyimak, guru hendaknya juga mengaktualisasikan konsep Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan atau lazim disingkat PAKEM. PAKEM, yang dikukuhkan pemerintah melalui PP No. 19 Tahun 2005 sebagai rambu-rambu pembelajaran, cenderung ditempatkan sebagai pendekatan pembelajaran dalam peng-implementasian Kurikulum 2006. Pendekatan ini melengkapi pendekatan sebelumnya (Kurikulum 2004), yaitu Pendekatan Kontekstual yang diadopsi dari Contextual

Serba Serbi

Serba Serbi

Serba Serbi

Serba Serbi

Serba Serbi

Karamah pada Wali dan Keutamaan Mereka

baginya. Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, peng-lihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku, pasti aku beri. Jika dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti aku lindungi.’” (HR. Bukhari, no. 6502). Lihat Al-Furqan, hlm. 47 dan 51.

Di antara pelajaran penting dari hadits wali, manfaat amalan sunnah adalah: mendapatkan cinta Allah, mendapatkan ma’iyatullah (pertolongan Allah pada pendengaran, penglihatan, tangan, dan kaki), doanya mudah dikabulkan. Lihat Khulashah Fawaid wa Qawa’id min Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah.

Sifat wali Allah As-Saabiquun Al-Muqorrobun (Wali Allah Terdepan). Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Mereka itu mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadikan amalan mubah (yang hukumnya boleh) menjadi suatu ketaatan, mereka menjadikan amalan tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga amalan mereka semuanya bernilai ibadah.” Lihat Al-Furqan, hlm. 52.

firman Allah Ta’ala, “Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) meren-dahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan, dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.” (QS. Al-Waqi’ah: 1-14).

Penyebutan dua macam wali ini juga ada dalam hadits qudsi berikut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: ‘Barangsiapa yang menyakiti waliku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan Allah Ta’ala berfirman, “Ingatlah,

sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (QS. Yunus: 62-64).

Patut dipahami, wali Allah itu ada dua macam: As-saabiquun al-muqorrobun (wali Allah terdepan), Al-abror ash-habul yamin (wali Allah pertengahan).

As-saabiquun al-muqorrobun adalah hamba Allah yang selalu mendekatkan diri pada Allah dengan amalan sunnah, di samping melakukan yang wajib, serta dia meninggalkan yang haram sekaligus yang makruh.

Al-abror ash-habul yamin adalah hamba Allah yang hanya mendekatkan diri pada Allah dengan amalan yang wajib dan meninggalkan yang haram, ia tidak membe-bani dirinya dengan amalan sunnah dan tidak menahan diri dari berlebihan dalam yang mubah.

Mereka inilah yang disebutkan dalam

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia

OLEH : NURSAID, PROGRAM DOKTOR ILMU PENDIDIKAN, PPS UNP

Teaching and Learning (lazim disingkat CTL). Dalam PBIBT, PAKEM dapat difungsikan sebagai konteks, misalnya dalam pembelajaran keterampilan menyimak.

Konteks aktif dalam pembelaja-ran menyimak mengacu pada aktivitas guru menyiapkan segala sesuatu yang diprediksi dapat mengembangkan aktivitas siswa. Aktivitas guru yang dapat dilaku-kan adalah menyiapdilaku-kan teks auditif, menyiapkan format-format isian serta penilaian. Berdasarkan hasil aktivitas guru, siswa dapat me-ngembangkan kegiatan menyimak, mengisi format, mendiskusikan, serta mengungkapkan kembali hasil pengisian format. Aktivitas lainnya, siswa mengerjakan tes atau latihan. Jadi, konsep pembelajaran siswa aktif tidak diterapkan secara membabi-buka, yank penting siswa aktif. Siswa akan aktif jika gurunya pun aktif memfasilitasi dan meng-akomodasi aktivitas siswa.

Konteks kreatif mengacu pada to create atau mencipta. Artinya, dalam PBM, siswa aktif meng-kreasi. Sebagai contoh, sambil menyimak tayangan teks berita (lisan), siswa mengisi format-format pembelajaran. Mengisi format termasuk aktivitas mengkreasi. Contoh lain, sesudah mengisi format dan melaporkan, siswa mengungkapkan kembali isi berita (bisa secara lisan maupun tertulis). Mengungkapkan kembali juga merupakan aktivitas mengkreasi. Konteks efektif mengacu pada proses dan hasil pembelajaran. Dari segi proses, pembelajaran diklasi-fikasikan sebagai pembelajaran yang efektif jika siswa melakukan aktivitas belajar. Tentu saja, aktivitas belajar hendaknya dimak-nai melakukan sesuatu sesuai dengan karakteristik materi dan orientasi pembelajaran. Belajar menyimak adalah belajar keteram-pilan sehingga aktivitas belajarnya adalah mengunjukkan keterampi-lan menyimak seperti mengisi format-format, mempertanyakan, menanggapi, menjawab pertanyaan, dan mengungkapkan kembali. Oleh sebab itu, aktivitas guru mencera-mahi dikategorikan sebagai

(4)

4

Sungai Durian Harapk

Sungai Durian Harapk

Sungai Durian Harapk

Sungai Durian Harapk

Sungai Durian Harapkan

an

an

an

an

Nor

Nor

Nor

Nor

Normalisasi Batang Mangoi

malisasi Batang Mangoi

malisasi Batang Mangoi

malisasi Batang Mangoi

malisasi Batang Mangoi

SELASA, 2 MARET 2021 SELASA, 18 RAJAB 1442 H

Sungai Durian, Khazanah Sungai Durian, Khazanah Sungai Durian, Khazanah Sungai Durian, Khazanah Sungai Durian, Khazanah— Plt. Walinagari Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman Nurhayani ungkapkan sudah 7 hektar lebih sawah yang hilang di daerahnya, untuk itu normalisasi Batang Mangoi sangat diperlukan.

“Harapan itu sudah saya sampaikan saat silaturahmi dengan Anggota DPD RI bapak H. Leo-nardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH, Kamis 25 Februari 2021 lalu. Saat itu saya mengatakan bahwa masyarakat Sungai Durian sangat berharap sekali dengan normalisasi Batang Mangoi itu. Kami berharap bapak Leonardy bisa membantu merealisasikan harapan masyarakat itu, karena sudah 7 hektar lebih sawah yang hilang. Belum ladang milik masyarakat,” ungkap Nurhayani, Senin 1 Maret 2021.

Sementara itu Ketua Bamus Sungai Durian, Hamzah AM mendukung soal normalisasi tersebut. Dia juga mengharapkan jalan Sungai Durian ke Sijangek ditingkatkan. Saat ini masih berbentuk jalan kerekel.

Menurut Hamzah, peningkat-an akses jalpeningkat-an ini speningkat-angat diperlu-kan. “Sijangek memiliki bumi perkemahan yang terkenal. Banyak yang berkemah di sana dari daerah lainnya. Namun jalannya tetap belum berubah,” ujarnya.

Kasi Kesra Nagari Sungai Durian, Hafis menambahkan bahwa jalan yang masih dikerekel itu adalah jalan yang sering dilalui anak sekolah.

Ada juga perangkat menginfor-masikan tentang jalan Sungai Durian yang hingga kini disebut jalan tarandam. Di musim hujan, jalan itu selalu terendam air.

Menanggapi penyampaian Plt Walinagari, H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH menyebutkan normalisasi Batang Mangoi perlu diperjuangkan. Hal ini dimaksudkan agar sungai itu

tidak mendatangkan bencana lagi terhadap Nagari Sungai Durian. Begitu juga dengan nagari-nagari yang dilaluinya.

Dikatakan Leonardy memang saat dia dua periode jadi pimpinan DPRD banyak normalisasi sungai yang dianggarkannya, meski tidak ada permintaan atau surat dari masyarakat maupun Bupati Padang Pariaman ketika itu. Memang belum semua yang bisa dinormalisasi.

Leonardy menyebutkan normalisasi di mulai dari Batang Anai arah ke muara, Batang Naras, Batang Kalampayan

Untuk usulan jalan, kata Leonardy harus diperhatikan prinsip anggaran saat ini. Jalan penghubung antar kecamatan, penganggarannya boleh dari APBD kabupaten. Namun tentu harus melalui musrenbang, berjenjang dari korong, nagari, kecamatan hingga kabupaten.

Dalam pembahasan di DPRD, maka usulan tadi harus ada yang mengawalnya. Sangat diperlukan perjuangan anggota dewan yang dapilnya dari Padang Pariaman 4 untuk mengawal aspirasi tersebut. Selain itu, nagari, sekretaris nagari, kasi dan kaur dapat pula memainkan perannya dalam menjalin hubungan harmonis dengan dinas terkait di pemerintah daerah agar usulan tidak hilang di tengah jalan.

Pedomani SDG’S Desa Kata H. Leonardy Hamainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH mempedomani program prioritas penggunaan dana desa 2021, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trans-migrasi (PDTT) telah mengeluar-kan Peraturan Menteri Desa PDTT No.13 tahun 2020.

“Sekretaris Nagari harus paham dengan hal ini dan memberikan telaah kepada walinagari karena Permendes itu menjadi dasar bagi 74.953 desa dalam menyusun rencana kerja dan APBDes 2021,”

ujar Leonardy.

Permendes menegaskan bahwa dana desa tahun anggaran 2021 diprioritaskan untuk pencapaian Sustainable Development Goal’s Desa (SDG’S Desa). SDG’S Desa inilah yang mengukur seluruh aspek pembangunan, sehingga mampu mewujudkan perkem-bangan manusia seutuhnya.

“Untuk itu, saya ingin mendengar apakah APBDes atau di Sumbar APB Nagari Sungai Durian sudah disusun untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Pemendesa No.12 tahun 2020 tersebut?” ujarnya.

Dikatakan Leonardy, SDG’S

Desa merupakan upaya terpadu percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditandai: 1. Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, 2. Desa ekonomi tumbuh merata, 3. Desa peduli kesehatan, 4. Desa peduli lingkungan 5. Desa peduli pendidikan, 6. Desa ramah perempuan, 7. Desa berjejaring, 8. Desa tanggap budaya dan 9. Desa Pancasila.

Satu dari Sembilan tipe desa itu bisa menjadi pilihan bagi Sungai Durian. Jika cocok dengan kondisi nagari saat ini, arahkan pembangunan nagari ke sana. Jika nagari ini masih banyak

penduduk yang miskin, pilihlah tipe desa tanpa kemiskinan dan kelaparan. Arahkan nagari ini menjadi desa mandiri yang maju secara ekonomi. Hal ini tergambar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari.

“Pada desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, masyarakat nagari harus ditingkatkan pendapatannya. Hingga tidak ada lagi yang miskin. Misal di sini mudah tumpuh pinang, maka nagari lewat Bumnag menghitung kebutuhan bibit pinang. Lalu dibagikan ke masyarakat dan setelah empat tahun buah pinang itu dibeli lagi oleh Bumnag dan dipasarkan,

begitu selanjutnya,” jelasnya. Kata Leonardy, yakinlah dengan cara ini ekonomi masyarakat nagari lambat laun akan meningkat. Tak ada lagi kesenjangan, ekonomi masyarakat tumbuh merata.

Namun jika ada surat edaran terbaru yang mengarahkan penggunaan dana desa untuk BLT Dana Desa dan padat karya tunai desa, Leonardy menyarankan untuk mempedomani hal itu. Nagari diharapkan tetap berupaya mengarahkan penggunaan dana desa pada salah satu tipe desa yang dituju dengan SDG’S Desa.  ril/f. fahleviril/f. fahleviril/f. fahleviril/f. fahleviril/f. fahlevi

HUT Damkar Payakumbuh

Diwarnai Bagi-bagi Masker

Payakumbuh, Khazanah Payakumbuh, Khazanah Payakumbuh, Khazanah Payakumbuh, Khazanah Payakumbuh, Khazanah— Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh menggelar aksi berbagi masker dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Damkar dan Penyelamatan Indonesia ke-102 yang jatuh pada Senin (01/03) dan digelar di Tugu Adipura dengan mengusung tema Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang Profesional, Mandiri dan Melayani dalam mendukung adaptasi kebiasaan baru.

Tak hanya itu, potong kue dan makan bersama turut memeriahkan perayaan sederhana yang dipusatkan di posko Damkar yang bertempat di Kelurahan Nunang Daya Bangun.

Usai potong kue, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Devitra secara langsung menyerahkan bingkisan untuk tiga anggota posko pemadam untuk mengapresiasi kinerja petugas damkar serta unjuk kebolehan yel-yel damkar tanpa mengesampingkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

Devitra mengatakan dalam situasi Pandemi Covid-19, sesuai dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri nomor 16 tahun 2020, perayaan serentak HUT

Damkar serentak di Indonesia, dilaksanakan dengan sederhana. Pun, pembatasan peserta upacara mutlak menerapkan prokes dan disiarkan langsung melalui video conference via zoom.

Dalam memperingati HUT Damkar ke-102, Devitra berharap dapat meningkatkan profesionalitas petugas damkar serta menunjang kelengkapan sarana dan prasarana dalam

menjalankan tugas mendukung adaptasi kebiasan baru dengan meningkatkan quick respon dengan standar dan prosedur yang harus dijalankan.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Kota Payakumbuh agar tetap waspada terutama rumah dan tempat usaha agar menyediakan alat pemadam api ringan, sehingga jika terjadi kebakaran tingkat awal dapat

Suhatri Bur Serahkan

165 SK PPPK

Parit Malintang, Khazanah Parit Malintang, Khazanah Parit Malintang, Khazanah Parit Malintang, Khazanah

Parit Malintang, Khazanah—Setelah dilantik oleh Gubernur Sumatra Barat pada Jumat lalu, Bupati Padang Pariaman Suahtri Bur, SE, MM, memimpin apel gabungan pertama bersama ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman pada Senin (01/03) di halaman kantor bupati setempat.

Pada apel itu bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan purna tugas kurang sebanyak 250 orang, juga penyerahan SK bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 165 orang yang terdiri dari 24 orang penyuluh pertanian, 3 orang tenaga kesehatan, dan 138 orang tenaga guru. Dalam sambutannya bupati mengatakan, mewujudkan Padang Pariaman unggul berkelanjutan, religius, sejahtera dan berbudaya adalah cita-cita dan harapan yang akan diwujudkan dalam lima tahun ke depan. Empat kata kunci penting yang akan diwujudkan melalui RPJMD Kabupaten Padang Pariaman yakni, unggul berkelanjutan memiliki makna suatu tekat untuk menjadikan Kabupaten Padang Pariaman maju selangkah dibandingkan daerah lain dalam segala hal yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Religius adalah kondisi masyarakat yang menjunjung tinggi norma-norma agama berpegang teguh pada ajaran agama dan menjadikan agama sebagai pondasi dalam kehidupan sehari-hari. Sejahtera merupakan suatu kondisi masyarakat yang mencapai taraf kehidupan yang layak dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial budaya. Berbudaya merupakan suatu gambaran kondisi masyarakat yang mempertahankan adat isitiadat sebagai warisan nenek moyang terlebih dahulu dan harus dipandang sebagai sebuah potensi wisata budaya untuk mengangkat niali-nilai budaya kita agar lebih dikenal oleh dunia luar,” terangnya.  syarial sugersyarial sugersyarial sugersyarial sugersyarial suger

Bupati dan Wakil

Silaturrahmi

ke Sejumlah OPD

Lubuk Basung, Khazanah Lubuk Basung, Khazanah Lubuk Basung, Khazanah Lubuk Basung, Khazanah

Lubuk Basung, Khazanah—Usai pimpin apel pagi, Bupati dan Wakil Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman - Irwan Fikri, SH, mengunjungi sejumlah kantor OPD untuk bersilaturahmi dengan ASN, Senin (1/3).

Sebelum berkunjung ke kantor OPD, bupati dan wakil bupati yang didampingi Sekda Martias Wanto itu diawali dengan melihat ruangan kerja bupati, wakil bupati, sekda, dan ruangan bagian sekretariat.

Adapun beberapa OPD yang dikunjungi adalah, kantor BKPSDM, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PUTR, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperindag Kop dan UKM dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari.

Bupati Agam Dr. H. Andri Warman menyebutkan, kunjungannya ke sejumlah OPD dalam rangka bersilaturahmi dan tegur sapa dengan ASN.

“Kedatangan kita berdua (wakil bupati) bukan sidak, tapi bersilaturahmi karena ini hari pertama kami masuk kantor,” ujar bupati didampingi wakil bupati.

Bupati Agam Dr. H. Andri Warman menyebutkan, kunjungannya ke sejumlah OPD dalam rangka bersilaturahmi dan tegur sapa dengan ASN.  heppyheppyheppyheppyheppy k u s n a n d a r

k u s n a n d a r k u s n a n d a r k u s n a n d a r k u s n a n d a r

Polres Solok Cek Urin Dadakan 149 Personel

dalam penegakan hukum terhadap penyalahgunaan Narkoba. Tidak terkecuali terhadap personel. Kita tidak memberikan ruang terhadap penyalahgunaan narkoba, akan kita tindak tegas. Karena ini merupakan perintah langsung dari Kadiv Propam Polri melalui surat telegram. Yakni untuk melakukan pengawasan terhadap personel Polri yang terindikasi menggunakan narkoba,” kata Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho.

Dari hasil pemeriksaan yang keluar tidak lama setelah pengecekan, sebanyak 149 personel Polres Solok yang mengikuti tes urin, dinyatakan negatif mengandung narkotika jenis apa pun.

“Hasil keseluruhan pemeriksaan tes urin negatif. Tapi perlu diingat, penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba tidak main-main, mengingat penyalahgunaan narkoba sudah sampai di berbagai kalangan. Termasuk ke kepolisian. Tes urin secara dadakan ini akan senantiasa dilakukan,” ungkapnya.  rijalrijalrijalrijalrijal i s l a m y i s l a m y i s l a m y i s l a m y i s l a m y Solok, Khazanah Solok, Khazanah Solok, Khazanah Solok, Khazanah Solok, Khazanah—Kepolisian Resor (Polres) Solok menggelar cek urin dadakan terhadap seluruh personel usai apel pagi, Senin (1/ 3). Pemeriksaan urin tersebut ditujukan sebagai upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan personel Polres Solok.

Pengecekan urin tersebut

dilakukan oleh tim dari Bid Dokes Polda Sumbar yang dipimpin oleh dr. Eka Purnama Sari, drg. Wahyu Wirdaningsih beserta anggotanya. Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho, S.IK, SH, M.Si yang ikut serta dalam pemeriksaan urin menegaskan hal ini merupakan bentuk komitmen untuk penegakan hukum terhadap para

pelaku penyalahgunaan Narkoba. Tidak terkecuali terhadap personel Polres Solok. Cek urin tersebut juga diikuti oleh seluruh perwira jabatan utama (PJU) Polres Solok serta Kapolsek jajaran Polres Solok berikut Personel Polres Solok.

“Tes urin dadakan ini merupakan upaya kepolisian

segera diantisipasi secara langsung, serta diharapkan kepada warga agar mengecek kembali instalasi yang sudah tidak layak pakai, karena sebagian besar kebakaran yang terjadi di Kota Payakumbuh karena adanya arus pendek instalasi listrik.

Untuk quick respon Pemadam Kebakaran warga dapat menghubungi 0752-92913.  lililililililililili y u n i a t i

y u n i a t i y u n i a t i y u n i a t i y u n i a t i

MENDENGAR ASPIRASI - Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH saat mendengar aspirasi masyarakat

Nagari Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman. (Foto : Zoel)

POTONG KUE

-Potong kue dan makan bersama turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Damkar dan Penyelamatan Indonesia ke-102, yang dipusatkan di posko Damkar Payakumbuh, di Kelurahan Nunang Daya Bangun. (Foto : Lili Yuniarti) IKUTSERTA -Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho ikut serta dalam pemeriksaan urin yang dilakukan oleh tim dari Bid Dokes Polda Sumbar yang dipimpin oleh dr. Eka Purnama Sari, drg. Wahyu Wirdaningsih beserta anggotanya. (Foto : Rijal Islamy)

(5)

5

SIAPKAN GURU TAHFIZ PERCONTOHAN

Payakumbuh, Khazminang— Saat sekarang ini bahaya yang

kerap menyerang anak-anak seperti kekerasan dan eksploitasi

terhadap anak semakin meningkat. Tingginya kekerasan dan

eksploitasi terhadap anak dapat mengancam generasi masa

depan bangsa indonesia.

Upaya P

Upaya P

Upaya P

Upaya P

Upaya Payakumbuh Lindungi Anak

ayakumbuh Lindungi Anak

ayakumbuh Lindungi Anak

ayakumbuh Lindungi Anak

ayakumbuh Lindungi Anak

SUHATRI BUR RAKOR DENGAN PIMPINAN OPD

Percepat Susun RPJMD 2021-2024

meningkatkan kedisiplinan serta memotivasi diri untuk menjadi yang lebih baik.

“Selain meningkatkan kedisiplinan juga diperlukannya peningkatan pelayanan kepada masyarakat agar mempermudah urusan masyarakat sehingga masyarakat tersebut nyaman dalam berurusan serta juga juga perlu adanya saling kerjasama antara satu dengan yang lain untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik dalam membangun Padang Pariaman ke depan,” tutupnya  Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger...

Untuk menanggulangi hal tersebut, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Payakumbuh bekerjasama dengan DP3AP2KB Kota Payakumbuh akan meng-unjungi sekolah SMP dan SMA yang ada di Kota Payakumbuh. Hal itu dimaksudkan guna berkoordinasi dengan pihak sekolah dan membantu anak-anak yang memiliki permasalahan dan berdampak pada kehidupan dan psikis si anak.

Dalam kunjungan yang akan dilaksanakan awal bulan Maret ini, nantinya didukung dengan adanya psikolog yang akan mendampingi dan menanyakan apa saja permasalahan anak yang kerap terjadi khususnya di Kota Payakumbuh.

Ketua P2TP2A Kota Paya-kumbuh Ny. Machdalena Erwin Yunaz didampingi Kabid Pember-dayaan Perempuan Ermayunita saat ditemui di Kantor DP3AP2KB Kota Payakumbuh, Senin (1/3) mengatakan dalam mendidik anak dengan budaya Minang .

Hal ini menggambarkan

dengan istilah Anak dipangku, kamanakan dibimbiang. Artinya tidak ada anak di wilayah Mi-nangkabau yang terlantar dari sejak kecil. Karena anak sudah dididik dengan nilai-nilai agama (adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah).

Namun saat ini nilai adat tersebut mulai tergerus dengan perkembangan zaman. Banyak saat ini anak-anak kurang mendapat pemahaman dari keluarga terdekat mereka.

Untuk itu pelaksanaan teknis kegiatan P2TP2A fokus meng-upayakan keberpihakan kita dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di kota Paya-kumbuh.

Menurut Machdalena, hal ini penting kepada mereka yang mempunyai kompetensi untuk menyebarluaskan kembali untuk pemahaman ini ke tengah masya-rakat.

”Disini hak-hak ibu dan hak anak-anak akan diperjelas dan tidak sembarangan berbuat hal-hal yang dapat merugikan orang lain, misalnya kesewenangan

Suami memukul Istri, Orang Tua memukul anak kandungnya se-hingga melalui wadah ini kita memberi pemahaman dan pence-gahan,” tuturnya.

Ditambahkan Machdalena, hal ini harus dilakukan dalam men-cegah kekerasan terhadap anak karena kekerasan terjadi seperti gunung es, artinya kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran

SALIDO SARI BULAN

7601 jiwa (2018) terdiri dari 3824 laki-laki dan 3777 perempuan, serta 1752 rumah tangga.

Salahsatu infrasruktur yang mendesak di nagari tersebut adalah pembangunan sejumlah jalan penghubung dan jalan lingkar. Namun ada kabar yang me-ngejutkan, pembukaan jalan di Kenagarian Sari Bulan, Salido Kecil Kecamatan IV Jurai, Kabu-paten Pesisir Selatan diduga fiktif yang dikerjakan oleh Pemerintah Nagari setempat.

Warga setempat, Usman me-ngatakan, bahwa dalam pembu-kaan jalan yang dilakukan oleh pemerintah nagari di daerah itu diduga fiktif karena jalan tersebut merupakan jalan yang telah ada sebelum dibukanya jalan tersebut. “Itu jalan yang sudah ada dibuka oleh walinagari, dan pekerjaannya itu diduga fiktif, dan masyarakat pun tahu, kalau jalan yang dikerjakan di KM 5, itu jalan yang telah ada,” bebernya lagi. Sementara itu, Walinagari Sari Bulan, Amrizal ketika dihubungi Khazanah Minggu (28/2) mengat-akan, bahwa kegiatan yang dikerjakan ini hasil rumbukan

dari masyarakat kemudian diang-kat lah ke Musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) dan ditetapkan oleh Badan Musya-warah (Bamus) Nagari setempat. Dirinya pun membantah ter-kait persoalan itu, sebab ia menilai jikalau kegiatan yang telah dikerjakanya tersebut ada yang mengusik itu disebabkan ada unsur ketidaksenangan ter-hadap dirinya.

Pasalnya kegiatan yang di-kerjakan itu, telah sesuai dengan regulasi namun kalau ada masalah dalam hal ini seharusnya Bamus yang memanggil dirinya.

“Pekerjaanya ini telah sesuai dengan regulasi dan yang mela-porkan ini karena ada sakit hati kepada saya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembukaan jalan di KM 5 tersebut melalui Dana Desa tahun anggaran 2019 namun ketika ditanya berapa anggaran yang dikucurkan dirinya pun belum bisa menjawab.

“Saya lupa dan tidak ingat berapa anggaranya. Ini kegiatan melalui dana desa di tahun anggaran 2019,” kilahnya  Mil Mil Mil Mil Mil H e n d r a w a n d i . H e n d r a w a n d i . H e n d r a w a n d i . H e n d r a w a n d i . H e n d r a w a n d i . Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Nagari Salido Sari Bulan berada di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan luas nagari: 3,97 kilometer persegi atau 1,06 persen dari luas wilayah Keca-matan IV Jurai.

Jarak dari Kantor Wali Nagari ke Ibukota Kecamatan adalah 9,5 kilometer, ke Painan 11,5 kilo-meter dan ke Kota Padang

180,502,0 kilometer. Nagari Salido Sari Bulan berpenduduk 1430 jiwa (2018) terdiri dari 697 laki-laki dan 733 perempuan, serta 330 rumah tangga.

Jarak dari Kantor Wali Nagari ke Ibukota Kecamatan adalah 0,5 kilometer, ke Painan 3,0 kilometer dan ke Kota Padang 74,0 kilometer. Nagari Salido berpenduduk

Pembukaan Jalan KM5 Diduga Fiktif

Kaba Nagari

Kaba Nagari

Kaba Nagari

Kaba Nagari

Kaba Nagari

Januari Wisman Nihil

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah—

Padang, Khazanah— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), selama bulan Januari 2021 tidak ada yang berkunjung.

Hal ini terlihat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Tak hanya itu, tingkat hunian kamar hotel (TPK) berbintang dibulan Januari 2021, mengalami penurunan yakninya 16,17 poin, atau 37,27 % bila dibandingkan bulan Desember 2020 lalu.

Menurut Kepala BPS Sumbar, Herum Fajarwati, mengatakan salah satu penyebab terjadinya hal tersebut, dikarenakan masih adanya covid-19.

“Walaupun angka wisman pada Januari 2021 terjadinya kekosongan, namun bila dilihat penerbangan domestik melalui BIM, malah terjadi penurunan yakninya 35,50%,” katanya, Senin (1/3).

Dia menambahkan, untuk perkembangan transportasi angkatan laut, sama dengan angkatan udara, dimana transportasi angkatan laut turun menjadi 10,09%. Ia berharap agar kondisi seperti dapat berjalan normal.

Sementara itu, dibulan Februari 2021 Sumbar mengalami deflasi yang terjadi di Kota Padang dan Kota Bukittingi.

“Dimana bila digabungkan dari dua kota tersebut, Provinsi Sumbar mengalami deflasi sebesar 0,38% , bila dibandingkan pada bulan sebeulumnya,”ujarnya. Tak hanya itu, laju tahun kalender di Sumbar, jika digabungkan dua kota yakninya 0,26 %, dan tingkat inflansi dari tahun ketahun naik sebesar 1,45%. “Bulan Februari Kota Padang mengalami deflasi sebesar 0,42%, sedangkan Kota Bukittinggi sebesar 0,11 %,”sebutnya  Murdiansyah Eko. Murdiansyah Eko. Murdiansyah Eko. Murdiansyah Eko. Murdiansyah Eko.

Genius Jemput Bola

Pariaman, Khazanah—Pariaman, Khazanah—Pariaman, Khazanah—Pariaman, Khazanah—Pariaman, Khazanah— Pemerintah Kota Pariaman jemput bola dengan menggelar Coffe Morning bersama Kepala Desa dan Lurah yang ada di Kecamatan Pariaman Tengah.

Mengawali awal bulan Maret 2021. Dalam acara tersebut Genius Umar berdiskusi serta mencatat aspirasi yang disampaikan oleh setiap Kepala Desa dan Lurah, dimana dirinya juga didampingi kepala dinas terkait, seperti Kepala BPKPD, Buyung Lapau, Kadis PUPR, Asrizal, Kadis Pekim LH, Syukri, Kadis PPP, Yandrileza, Kepala BKPSDM, Irmadawani, Plt. Kadis PMDes, Afwandi dan Camat Pariaman Tengah, Ferry Ferdian Bgd

Walikota Pariaman, Genius Umar menyebutkan, dengan Coffe Morning itu, dirinya berharap akan terwujud aspirasi dan inovasi serta keluhan dari pemerintah terendah itu dapat diterima dan akomodir. “Hari ini, saya ingin mendengar langsung dari masing-masing kepala desa dan lurah apa saja yang menjadi kendala dan yang dibutuhkan oleh mereka, apakah sudah sesuai dengan visi dan misi daerah, serta memberi manfaat kepada masyarakatnya, dan setiap masalah nantinya akan dijawab langsung oleh kepada OPD (Organisai Perangkat Daerah) terkait,” kata Genius Umar ketika memimpin Coffe Morning bersama dengan Kepala Desa dan Lurah di Kecamatan Pariaman Tengah, Senin (1/3)  Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger...

APEL PERDANA GUBERNUR MAHYELDI

Provinsi Contoh Bagi Daerah

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Usai dilantik, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pagi ini memimpin apel perdana di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, Senin (1/3), di lapangan kantor Gubernur.

Mahyeldi didampingi Wakil Gubernur, Audy Joynaldi dan dihadiri para jajaran Kepala Organi-sasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar serta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam apel perdananya, Mah-yeldi menyampaikan terkait visi dan misi Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinannya.

Tidak lupa gubernur menegas-kan kembali mengenai pentingnya disiplin waktu dan bekerjasama dalam kebaikan, serta mengapresiasi kedatangan jajarannya yang tepat waktu dalam mengikuti upacara dan dapat menaati protokol kesehat-an.

“Sebagai umat yang beriman dan selalu berharap rahmat dari Allah

SWT, kita harus selalu mengikuti perintah yang telah diberikan-Nya,” ucapnya.

Mahyeldi mengingatkan setiap ASN harus membangun kedekatan antara pimpinan dengan stafnya dalam bekerja. Bangun kekompa-kan, karena provinsi menjadi contoh bagi kabupaten dan kota.

“Orang sukses itu bisa mengatur dan diatur,” tegasnya.

Gubernur juga kembali menegas-kan Pemerintah Sumbar harus bisa manfaatkan potensi yang ada, terus berkoordinasi dengan pusat untuk mencari peluang bagaimana Sumbar bisa menjadi yang terbaik dari provinsi lain.

Selain itu, para ASN juga bisa memanfaatkan kebijakan meng-utamakan kearifan lokal dan mencari peluang dari masyarakat, agar masyarakat bisa merasakan pembangunan Sumbar, hingga masyarakat bisa merasakan memang adanya pemerintahan ini.

“Saat bekerja kita wajib

memikirkan kepentingan masyara-kat, kearifan lokal itu penting. Saya ingatkan wajib! Ini bukan imbauan, tapi wajib,” tegas gubernur.

Mahyeldi juga menegaskan bahwa ia memberikan semangat ASN mengikuti apel.

“Siap memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumbar,” ucapnya. Selanjutnya, dia tidak

me-nginginkan ada kasus-kasus dalam melanggar hukum selama Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy bertugas.

Terakhir, Mahyeldi mengingat-kan ASN amengingat-kan empat hal yang harus dilaksanakan yaitu, bekerjalah dengan iklas, laksanakan dengan cerdas, bekerja keras dan bekerja dengan tuntas.  Inoval  Inoval Inoval Inoval Inoval AgeslyAgeslyAgeslyAgeslyAgesly... banyak terjadi namun tidak

diketahui oleh masyarakat luas. ”Saat ini Kota Payakumbuh telah mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak tingkat Pratama selama 4 tahun berturut-turut,” kata dia..

Instansi dari Dinas Pendidi-kan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Ketenaga Kerjaan dan Dinas yang membidangi Agama,

diharapkan nantinya dapat mendukung kegiatan ini demi terbentuknya generasi masa depan yang unggul di Kota Payakumbuh. Sementara itu, Kota Paya-kumbuh saat ini juga sudah punya guru tahfiz reguler, selain SD, SMP, selain itu juga bakal ada guru tahfiz percontohan, dan mereka juga diberikan insentif .

Masing-masih sekolah SD dan

SMP negeri maupun swasta di Payakumbuh telah memiliki 1 guru tahfiz reguler yang ditunjuk sekolah dan diberi insentif oleh Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan.

Namun, Pemko Payakumbuh masih ingin menguatkan kemampuan anak didik dari sisi tahfiz atau penghafal alquran itu. Oleh karena itu, pada tahun 2021 ini, bakal ada guru tahfiz percontohan yang bertugas di 10 SD negeri dan 10 untuk SMP negeri.

Hal ini diketahui saat Pemko melaksanakan rapat bersama kepala sekolah yang ditunjuk di Aula Dinas Pendidikan tentang status guru tahfiz percontohan di Kawasan Padang Kaduduak, Jumat akhir pekan lalu.

Pertemuan itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan diwakili Kabid PTK Danil Devo dengan menghadirkan motivator salah satu Alumni Karantina Tahfiz Kota Payakumbuh, Marnita.

Sementara itu, Odra Mulia Kepala SDN 37 Payakumbuh yang hadir dalam rapat itu menyampaikan kalau program ini menjadi tantangan bagi sekolah, karena harus memenuhi standar yang diinginkan  Lili Yuniati. Lili Yuniati. Lili Yuniati. Lili Yuniati. Lili Yuniati.

FIKTIF- Pembukaan jalan di Kenagarian Sari Bulan, Salido Kecil

Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan yang dikerjakan oleh Pemerintah Nagari setempat diduga fiktif (foto: Mil

Hendrawandi) .

seabagi Wakil Bupati ini juga memesankan agar pembangunan jalan tol segera diselesaikan, karena pembangunan jalan tol akan memberikan pengaruh yang besar.

Menurutnya, ketika pembangunan jalan tol telah diselesaikan maka ini akan menarik investor untuk berinvesatsi di Kabupaten Padang Pariaman, ini juga akan memberikan dampak terhadap perekonomian dan pendapatan daerah.

“Dengan cepat diselesaikannya pembangunan tol ini akan memberikan pengaruh besar terhadap perekenomian Parit Malintang, Khazanah—

Parit Malintang, Khazanah— Parit Malintang, Khazanah— Parit Malintang, Khazanah— Parit Malintang, Khazanah— Dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Padang Pariaman, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur,SE,MM dan Wakil Bupati Padang Pariaman Drs. Rahmang,MM menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Padang Pariaman pada Senin(1/3) di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman.

Rapat tersebut dimoderatori langsung oleh Sekretaris daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi,SE,MM.

Pembahasan dalam rakor tersebut

yakninya persiapan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),penguatan penanganan Covid-19, percepatan pembangunan jalan tol, serta penarikan investor.

“Seperti pesan dari pemerintah pusat yang disampaikan langsung oleh Gubernur saat mengadakan rakor pada Jumat lalu, bahwa kita perlu lebih serius lagi dalam penanganan dan pengendalian masalah Covid-19, dimana kita diminta agar mempersempit ruang penyebaran untuk mempermudah pengendalian,” terangnya

Pria yang juga pernah menjabat

dan pendaapatan daerah dimana pembangunan tol tersebut dapat menarik para investor untuk berinvestasi di Kabupaten Padang Pariaman,” kata dia.

Dan nantinya kepada para investor yang mana nantinya juga akan berpengaruh pada perekonomian dan pendapatan daerah, ini juga menjadi pertimbangan oleh Pemerintah Pusat untuk tahun berikutnya.

Senada dengan itu Wakil Bupati Padang Pariaman Drs. Rahmang,MM dalam rapat tersebut juga mengingtakna agar para ASN dan Perangkat Daerah

KUNJUNGI- Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota

Payakumbuh bekerjasama dengan DP3AP2KB Kota Payakumbuh akan mengunjungi sekolah SMP dan SMA yang ada di Kota Payakumbuh dalam rangka mensosialisasikan perlindungan anak oleh pemerintah (foto: ist/net).

PERDANA- Usai dilantik, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi

Ansharullah pagi ini memimpin apel perdana di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, Senin (1/3), di lapangan kantor Gubernur (foto: Ist/net).

Referensi

Dokumen terkait

Tashadi,dkk. Refleksi Nilai-nilai Budaya Jawa. Khazanah Sastra Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya. Membaca dan Menilai Sastra.

Terkesan untuk maksud sendiri Dipandu oleh nilai pasar Nilai-nilai ekonomi Stake- holders kunci Pihak yang diuntungkan Tidak membayar sama sekali Mempunyai subsidi berdasarkan

Subyek penelitian ini adalah direktur dan jajaran pimpinan, beserta staf terkait risiko manajemen penyaluran dana zakat Lembaga Amil Zakat Dana Kemanusiaan

Dari pernyataan dapat disimpulkan juga, bahwa kredit merupakan sejumlah nominal tertentu yang dipercayakan kepada pihak lain dengan penangguhan waktu yang dalam pembayaran akan

Secara teoritis, penelitian ini bisa memberikan gambaran dan khazanah keilmuan dalam jurusan hubungan internasional mengenai kerjasama sistercity antara Kota Jakarta

(Korban lumpur Lapindo banyak yang aktif ikut kegiatan. Kalo dihitung insyaallah 90% ikut semua. Yang tidak ikut yaitu ibu-ibu yang masih repot mengurus anak kecil

2008, Dasar – dasar ilmu politik, Jakarta; PT Gramedia Pustaka Utama..

Assaat menja takan, kalau orang bisa membe- ri kejakinan kepada saja bahwa saja benar2 diperlukan oleh ne- gara untuk ikut duduk dalam ka- binet dan untuk mentjegah ke- adaan jang tidak