327
BAB IVPENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN
Upaya pemerintah untuk melaksanakan pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat semakin meningkat. Penyerahan wewenang urusan pemerintahan kepada daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem desentralisasi merupakan salah satu upaya untuk mempercepat proses pembangunan di daerah. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah, menyebutkan bahwa Pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan, disebutkan bahwa tugas pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada Daerah dan/atau Desa, dari Pemerintah Provinsi kepada kabupaten, atau kota dan/atau Desa, serta dari pemerintah Kabupaten, atau kota kepada Desa untuk melaksanakan tugas tertentu dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada yang menugaskan.
4.1. Tugas Pembantuan Yang Diterima
Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada tahun 2014 melaksanakan beberapa Tugas Pembantuan pada beberapa Satuan Kerja (Satker) dengan rincian bidang, program dan kegiatan sebagai berikut :
4.1.1.Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura a. Dasar Hukum
1). DIPA Nomor : 018.03.4.239093/2014 2). DIPA Nomor : 018.08.4.239053/2014 b. Instansi Pemberi Tugas
Kementerian Pertanian (Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian)
c. Program dan Kegiatan
1). Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan, yang
328
dialokasikan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa, dengan kegiatan berupa :a) Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi;
b) Pengelolaan Produksi Tanaman Serelia;
c) Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan;
d) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan.
2). Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan, yang dialokasikan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa, dengan kegiatan berupa :
a) Peningkatan produksi, Produktivitas dan mutu produk tanaman holtikultura berkelanjutan;
b) Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Hortikultura;
d. SKPD Yang Melaksanakan Tugas Pembantuan
Instansi yang melaksanakan Tugas Pembantuan pada Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan serta Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan adalah Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa.
e. Sumber dan Jumlah Anggaran Yang Digunakan
1). DIPA Nomor : 018.03.4.239093/2014, dengan alokasi anggaran Rp.
5.901.800.000,- diperuntukkan pada Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan yang ditunjang oleh 4 kegiatan utama.
Adapun realisasi anggaran untuk program dan kegiatan tersebut adalah 98,12%, dengan rincian seperti terlihat pada tabel berikut.
329
Tabel 4.1.Realisasi Anggaran
Program Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan
pada Masing-Masing Kegiatan
No Kegiatan Anggaran
Rp. (000) Realisasi
Rp. (000) % 1. Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka
Kacang dan Umbi 2.227.300 2.226.810 99,98
2. Pengelolaan Produksi Tanaman Serelia 3.579.500 3.470.880 96,97 3. Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih
Tanaman Pangan 25.000 25.000 100,00
4. Dukungan manajemen dan teknis
lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan 70.000 68.232 97,47
TOTAL 5.901.800 5.790.922 98,12
2). DIPA Nomor : 018.08.4.239053/2014, dengan alokasi anggaran Rp. 796.750.000,- Alokasi anggaran tersebut untuk mendukung Program
Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan dengan ditunjang oleh 2 (dua) kegiatan utama.
Realisasi anggaran program dan kegiatan tersebut adalah 96,61% dengan rincian seperti terlihat pada tabel berikut.
Tabel 4.2.
Realisasi Anggaran
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan pada Masing-Masing Kegiatan
No Kegiatan Anggaran
Rp. (000) Realisasi
Rp. (000) % 1. Peningkatan produksi, Produktivitas
dan mutu produk tanaman holtikultura berkelanjutan
676.425 662.693 97,97
2. Dukungan Manajemen dan teknis
lainnya 120.325 107.053 88,97
TOTAL 796.750 769.747 96,61
f. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
1). Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan, dengan realisasi pelaksanaannya, sebagai berikut :
a)
Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, berupa Pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu330
(SL-PTT) komoditas aneka kacang dan umbi seluas 1.000 Ha dan 1 laporan pelaksanaan SLPTT kacang dan umbi;b)
Kegiatan Pengolahan Produksi Tanaman Serealia, berupa pelaksanaan SL-PTT komoditas serealia seluas 42.000 Ha dan laporan pengelolaan serealia sebanyak 2 laporan;c)
Kegiatan Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan, berupapenyusunan 1 laporan kegiatan pembenihan;d)
Kegiatan Dukungan Manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan, berupa penyusunan rencana program dan kegiatan, administrasi 12 bulan kegiatan, 3 buah laporan manajemen pelaksanaan kegiatan, dan 1 unit perangkat pengolah data komunikasi;2). Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan
a)
Peningkatan produksi, Produktivitas dan mutu produk tanaman hortikultura berkelanjutan, berupa pengembangan Kawasan Tanaman Buah seluas 23 Ha, Sekolah lapangan GAP 9 kelompok dan pengadaan sarana prasarana pasca panen sebanyak 309 unit.b)
Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Hortikultura, untuk penataan dan pengelolaan laporan pelaksanaan kegiatan pengembangan Hortikultura sebanyak 1 laporan, penataan dan pengelolaan perencanaan keuangan sebanyak 2 dokumen dan layanan perkantoran selama 12 bulan.4.1.2. Bidang Kesehatan a. Dasar Hukum
1). DIPA Nomor : 024.03.4.239269/2014 2). DIPA Nomor : 024.05.4.230575/2014
b. Instansi Pemberi Tugas
Kementerian Kesehatan (Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Ditjen Bina Upaya Kesehatan)
c. Program dan Kegiatan
331
1). Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, yang dialokasikan padaDinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dengan kegiatan berupa : a) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK);
b) Perencanaan BOK;
c) Monitoring dan Evaluasi BOK;
d) Laporan Kegiatan/Sosialisasi/Pembinaan.
2). Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, yang dialokasikan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dengan kegiatan berupa :
a) Konstruksi sarana air minum;
b) Dokumen Pelaksanaan Peningkatan Akses Air Minum;
c) Laporan Keuangan dan BMN;
d) Dokumen Penunjang Manajemen Program Penyehatan Lingkungan;
e) Dokumen Pelaksanaan Tempat-tempat Umum;
f) Dokumen Pelaksanaan Pengawasan Kualitas Air;
g) Pemicuan Desa STBM.
d. SKPD yang melaksanakan tugas pembantuan
Berdasarkan teknis tugas yang dibebankan maka SKPD pelaksana program tersebut adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa.
e. Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan
1). DIPA Nomor : 024.03.4.239269/2014 dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 6.798.500.000,- yang dialokasi untuk membiayai program Bina Gizi dan Anak serta 4 kegiatan pendukung dengan realisasi anggaran untuk seluruh program dan kegiatan tersebut adalah 98,20%. Adapun rincian penggunaan anggaran tersebut pada masing-masing kegiatan adalah seperti tertera pada tabel berikut.
332
Tabel 4.3.Realisasi Anggaran
Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Pada Masing-Masing Kegiatan
No Kegiatan Anggaran
Rp. (000) Realisasi
Rp. (000) % 1. Bantuan Operasional Kesehatan 6.529.000 6.442.164 98.67
2. Perencanaan BOK 62.730 52.975 84,45
3. Monitoring dan Evaluasi BOK 43.520 35.760 82,17 4. Laporan Kegiatan/ Sosialisasi/
Pembinaan 163.250 145.097 88,88
TOTAL 6.798.500 6.675.997 98,20
2). DIPA Nomor : 024.05.4.230575/2014 dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 1.163.175.000,- yang dialokasi untuk membiayai Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan untuk 7 kegiatan dengan realisasi anggaran untuk seluruh program dan kegiatan tersebut adalah 49,43%. Adapun rincian penggunaan anggaran tersebut pada masing-masing kegiatan adalah seperti tertera pada tabel berikut.
Tabel 4.4.
Realisasi Anggaran
Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pada Masing-Masing Kegiatan
f. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
No No Kegiatan Anggaran
Rp. (000) Realisasi
Rp. (000) % 1. Konstruksi Air Minum
1.000.000 449.900 44,99 2. Dokumen Pelaksanaan Peningkatan
Akses Air Minum 3.560 2.421 68,00
3. Laporan Keuangan dan BMN 8.420 4.840 57,48
4. Dokumen Penunjang Manajemen 39.040 21.199 54,30 5. Dokumen Pelaksanaan Tempat-
tempat Umum 75.175 67.627 89,96
6. Dokumen Pelaksanaan Pengawasan
Kualitas Air Minum 7.980 3.980 49,87
7. Pemicuan Desa STBM 29.000 24.998 86,20
TOTAL 1.163.175 574.964 49,43
333
1. Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anaka)
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), berupa bantuan operasional kesehatan bagi 25 Puskesmas;b)
Perencanaan BOK, berupa menyusun 1 unit laporan perencanaan kegiatan BOK;c)
Monitoring dan Evaluasi BOK, berupa 1 unit laporan Monev;d)
Laporan Kegiatan/Sosialisasi/Pembinaan, berupa pembinaan serta penyusunan 1 unit laporan kegiatan.2. Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, yang dialokasikan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dengan kegiatan berupa :
a. Konstruksi Sarana Air Minum sebanyak 8 unit;
b. Dokum Pelaksanaan Peningkatan Akses Air Minum sebanak 2 dokumen;
c. Laporan Keuangan dan BMN sebanyak 24 laporan;
d. Dokumen Penunjang Manajemen Program Penyehatan Lingkungan sebanyak 12 dokumen;
e. Dokumen Pelaksanaan Tempat-tempat Umum sebanyak 1 dokumen;
f. Dokumen Pelaksanaan Pengawasan Kualitas Air sebanyak 5 dokumen;
g. Pemicuan Desa STBM sebanyak 30 desa;
4.1.3. Bidang Sosial
a.
Dasar HukumDIPA Nomor : 027.03.4.230574/2014
b.
Instansi Pemberi TugasKementerian Sosial (Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan);
c.
Program dan Kegiatan334
1. Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT), yang dialokasikan pada Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, dengan kegiatan berupa :a. Rumah warga KAT yang mendapat bantuan bahan bangunan;
b. Warga KAT yang mendapat bantuan jaminan hidup;
c. Warga KAT yang mendapat bantuan peralatan kerja, peralatan rumah tangga, bibit tanaman keras dan sertifikasi lahan;
d. Laporan Keuangan kinerja/monitoring/evaluasi/publikasi/sosialisasi serta kegiatan pendukung pelaksanaan pemberdayaan KAT.
d.
SKPD yang Melaksanakan Tugas PembantuanBerdasarkan tugas pokok dan fungsi maka 4 kegiatan tersebut di atas dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa.
e.
Sumber dan Jumlah Anggaran yang DigunakanDIPA Nomor : 027.03.4.230574/2014, dengan alokasi anggaran Rp. 2.569.150.000,- diperuntukkan pada Program Pemberdayaan Komunitas
Adat Terpencil (KAT) dengan ditunjang oleh 4 kegiatan utama. Realisasi anggaran untuk program dan kegiatan tersebut adalah 96,63%. dengan rincian seperti terlihat pada tabel berikut.
Tabel 4.6.
Realisasi Anggaran
Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) pada Masing-Masing Kegiatan
No Kegiatan Anggaran
Rp. (000)
Realisasi
Rp. (000) % 1. Rumah warga KAT yang mendapat
bantuan bahan bangunan 1.908.000 1.823.857 95,59 2. Warga KAT yang mendapat bantuan
Jaminan hidup 339.000 339.000 100,00
3. Warga KAT yang mendapat bantuan
peralatan kerja, peralatan rumah 238.500 238.500 100,00 4. Laporan Keuangan kinerja/ monitoring
/evaluasi /Publikasi /sosialisasi serta kegiatan pendukung pelaksanaan
pemberdayaan KAT 83.650 81.249 97,13
TOTAL 2.569.150 2.482.606 96,63
f.
Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan335
Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) direalisasikan untuk berbagai kegiatan dengan capaian sebagai berikut :a. Rumah warga KAT yang mendapat bantuan bahan bangunan melalui penyaluran sebanyak 159 unit.
b. Warga KAT yang mendapat bantuan jaminan hidup melalui penyaluran kepada 293 KK.
c. Warga KAT yang mendapat bantuan peralatan kerja, peralatan rumah tangga, bibit tanaman keras dan sertifikasi lahan melalui penyaluran kepada 159 KK.
d. Laporan Keuangan kinerja/monitoring/evaluasi/publikasi/sosialisasi serta kegiatan pendukung pelaksanaan pemberdayaan KAT sebanyak 1 laporan.
4.1.7 Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi a. Dasar Hukum
1). DIPA Nomor : 026.04.4.239270/2014
b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Ditjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi).
c. Program dan Kegiatan
1.
Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi a) Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi b) Pengembangan Usaha di Kawasan Transmigrasic) Peningkatan Kapasitas SDM dan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi d) Perencanaan teknis pengembangan masyarakat dan kawasan
transmigrasi
e) Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis lainnya Ditjen P2MKT
d. SKPD yang Melaksanakan Tugas Pembantuan
336
Berdasarkan tujuan dan teknis pelaksanaan program dan kegiatan maka SKPD yang melaksanakan seluruh program dan kegiatan tersebut di atas adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.e. Sumber dan Jumlah Anggaran yang Digunakan
1. Berdasarkan DIPA Nomor : 026.04.4.239270/2014 untuk membiayai
Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi dan 5 kegiatan utama dengan jumlah anggaran Rp. 1.787.349.000,-
penggunaannya sebesar Rp. 1.367.811.000,- atau 76,53% dari total anggaran. Adapun rincian penggunaan anggaran pada masing-masing kegiatan adalah seperti tertera pada tabel berikut.
Tabel 4.8.
Realisasi Anggaran
Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi Pada Masing-Masing Kegiatan
No Kegiatan Anggaran
Rp. (000) Realisasi
Rp. (000) % 1. Pengembangan sarana dan prasarana
kawasan transmigrasi 22.000 22.000 100,00
2. Pengembangan usaha di kawasan
transmigrasi 324.900 104.813 32,26
3. Peningkatan Kapasitas SDM dan
Masyarakat di Kawasan Transmigrasi 983.500 839.139 85,34 4. Perencanaan teknis pengembangan
masyarakat dan kawasan transmigrasi 112.680 58.064 51,53 5. Dukungan manajemen dan dukungan
teknis lainnya Ditjen P2MKT: 344.269 343.615 99,81
TOTAL 1.787.349 1.367.811 76,53
f. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
1. Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi
a) Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi berupa pengembangan jalan sepanjang 5 Km dan pengembangan bangunan fasilitas umum sebanyak 5 unit.
b) Pengembangan Usaha di Kawasan Transmigrasi berupa pengembangan luasan lahan usaha produktif di kawasan transmigrasi seluas 100 Ha, bantuan pengembangan usaha ekonomi untuk 750
337
keluarga, jenis usaha pengolahan hasil 1 lembaga, dan kelembagaan ekonomi di Kimtrans/KTM;c) Peningkatan Kapasitas SDM dan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi yang dialokasi untuk bantuan pendidikan, pelayanan sosial budaya dan mental spiritual, kelembagaan Kimtrans/KTM dan masyarakat yang mandiri, bantuan pangan dan bantuan kesehatan untuk 100 KK;
d) Perencanaan teknis pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi sebanyak 1 dokumen.
e) Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen P2MKT:
layanan perkantoran selama 12 bulan, Dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran sebanyak 2 dokumen, laporan kegiatan dan pembinaan sebanyak 2 laporan dan pengadaan kendaraan roda 2 sebanyak 1 unit.
4.1.7. Bidang Kelautan dan Perikanan a. Dasar Hukum
1. DIPA Nomor : 032-07.7.239055./2014 2. DIPA Nomor : 032-07.4.239095/2014
b. Instansi pemberi tugas pembantuan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil/ KP3K, Ditjen Perikanan budidaya).
c. Program dan Kegiatan
1. Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya yang dialokasikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, dengan kegiatan berupa :
a) Pengembangan Sistem Kesehatan ikan dan Lingkungan Pembudidayaan Ikan;
b) Pengembangan Sistem Perbenihan Ikan;
c) Pengembangan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidayaan Ikan;
d) Pengembangan Sistem Produksi Pembudidayaan Ikan;
e) Pengembangan Sistem Usaha Pembudidayaan Ikan;
338
f) Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas TeknisLainnya Ditjen Perikanan Budidaya.
2. Program Pengelolaan Sumberdaya Laut, pesisir dan Pulau-pulau Kecil, yang dialokasikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, dengan kegiatan berupa :
a) Pemberdayaan masyarakat pesisir dan Pengembangan Usaha
d. SKPD pelaksanan tugas pembantuan
Berdasarkan jenis tugas dan instansi pemberi tugas pembantuan, maka program dan kegiatan tersebut di atas dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan.
e. Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan
1. Berdasarkan DIPA Nomor : 032-07.7.239055./2014 dengan jumlah anggaran yang dialokasi untuk membiayai program Peningkatan Produksi
Perikanan Budidaya dan 6 kegiatan utama adalah sebesar Rp. 550..000.000,- Dari total anggaran tersebut terealisasi sebesar
Rp. 515.204.000,- atau 93,67%. Adapun rincian penggunaan anggaran masing-masing kegiatan adalah seperti tertera pada tabel berikut :
Tabel 4.10.
Realisasi Anggaran
Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya Pada Masing-Masing Kegiatan
No Kegiatan Anggaran
Rp. (000) Realisasi
Rp. (000) % 1. Pengembangan sistem kesehatan
ikan dan lingkungan pembudidayaan
ikan: 40.140 38.141 95.02
2 Pengembangan Sistem Perbenihan
ikan 88.070 88.070 100,00
3 Pengembangan Sistem Prasarana
dan Sarana Pembudidayaan Ikan 282.060 277.209 98,28 4 Pengembangan Sistem Produksi
Pembudidayaan Ikan 139.730 111.784 80,00
5 Pengembangan Sistem Usaha
Pembudidayaan Ikan 40.140 38.141 95.02
6 Peningkatan Dukungan Manajemen
dan Pelaksanaan Tugas Teknis 88.070 88.070 100,00
339
Lainnya Ditjen Perikanan BudidayaTOTAL 550.000 515.204 93,67
2. Berdasarkan DIPA Nomor : 032-07.4.239095/2014 dengan jumlah anggaran yang dialokasikan untuk program Pengelolaan Sumberdaya Laut,
pesisir dan Pulau-pulau Kecil dan 1 kegiatan utama adalah sebesar Rp. 918.230.000,- Jumlah anggaran yang direalisasikan adalah sebesar
Rp. 884.902.000,- atau 96,37% dari total anggaran.
Tabel 4.11.
Realisasi Anggaran
Program Pengelolaan Sumberdaya Laut, Pesisir dan Pulau-pulau KecilPada Masing-Masing Kegiatan
No Kegiatan Anggaran
Rp. (000) Realisasi
Rp. (000) % 1. Pemberdayaan masyarakat pesisir
dan pengembangan usaha:
- Administrasi PUGAR 152.070 136.916 90,03
- Pemberdayaan Usaha PUGAR 766.160 747.986 97,63
TOTAL 918.230 884.902 96,37
f. Realisasi program dan kegiatan
1. Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya
a) Pengembangan sistem kesehatan ikan dan lingkungan pembudidayaan ikan berupa terbangunnya Lab. Uji Kualitas Air 1 unit.
b) Pengembangan Sistem Perbenihan ikan berupa pembuatan kebun bibit rumput laut sebanyak 6 OP;
c) Pengembangan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidayaan Ikan berupa koordinasi Tim Pokja Minapolitan dan terlaksananya rapat Tim;
d) Pengembangan Sistem Produksi Pembudidayaan Ikan berupa pengembangan Denfarm, terlaksananya sosialisasi pengembangan Denfarm, temu lapang Denfarm dan dilaksanakannya monitoring, evaluasi dan pelaporan.
e) Pengembangan Sistem Usaha Pembudidayaan Ikan : direalisasikan untuk kegiatan pembudidayaan yang menerapkan teknologi anjuran perikanan budidaya, optimalisasi pemanfaatan kredit dan terlaksananya sosialisasi PUMP perikanan budidaya dan kredit program.
340
f) Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Perikanan Budidaya : direalisasikan untuk administrasi pendukung kegiatan selama 12 bulan, seperti pengelolaan Satker dan pengelolaan keuangan, aset milik negara, kemudian ditambah dengan penyediaan perangkat pengelola data dan informasi sebanyak 2 unit.2. Program Pengelolaan Sumberdaya Laut, pesisir dan Pulau-pulau Kecil a. Pemberdayaan masyarakat pesisir dan Pengembangan Usaha :
direalisasikan untuk pemberdayaan masyarakat pesisr dan pengembangan dunia usaha bagi masyarakat selama 12 bulan.
Kegiatannya berupa :
- Sosialisasi dan publikasi Pugar dan terbangunnya UPG, tersedianya tenaga pendamping, lokakarya dan terlaksananya monev.
4.1.7. Bidang Pemberdayaan Masyarakat – Pemerintahan Desa a. Dasar Hukum
DIPA Nomor : 010.05.5239273/2014
b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan
Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Pemberdayaan Masyarakat Desa)
c. Program dan Kegiatan
1. Program Pemberdayaan Masyrakat dan Pemerintahan Desa a) Peningkatan Kemandirian Masyarakat Perdesaan (PNPM);
b) Fasilitasi Pemberdayaan adat dan Sosial Budaya masyarakat
d. SKPD Pelaksana Tugas Pembantuan
Berdasarkan jenis tugas dan instansi pemberi tugas urusan bersama, maka program dan kegiatan tersebut di atas dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemeritahan Desa (BPM-PD).
e. Sumber dan Jumlah Anggaran yang Digunakan
1. Berdasarkan DIPA Nomor : 010.05.5239273/2014 jumlah anggaran yang dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa dan 2 kegiatan utama adalah sebesar Rp. 31.311.520.000,- jumlah anggaran yang digunakan adalah sebesar Rp. 30.374.132.000,- atau
341
97,01% dari total anggaran. Adapun rincian penggunaan anggaran menurut kegiatan adalah seperti tertera pada tabel berikut ini.Tabel 4.12.
Realisasi Anggaran Program pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desaPada Masing-Masing Kegiatan
No Kegiatan Anggaran
Rp. (000) Realisasi
Rp. (000) % 1. Peningkatan kemandirian masyarakat
perdesaan (PNPM): 20.212.904 19.362.176 95,79
2 Fasilitasi Pemberdayaan Adat dan
Sosial Budaya Masyarakat 11.098.616 11.011.957 99,22
TOTAL 31.311.520 30.374.132 97,01
f. Realisasi Program dan Kegiatan
1. Program Pemberdayaan Masyrakat dan Pemerintahan Desa
a) Peningkatan kemandirian masyarakat perdesaan (PNPM):Meningkatnya pemberdayaan masyarakat dan kapasitas pemerintahan desa /kelurahan dalam memfasilitasi proses pengelolaan pembangunan yang partisipatif dan demokratis di 12 Kecamatan atau 80 desa.
b) Fasilitasi Pemberdayaan adat dan Sosial Budaya masyarakat : Jumlah kabupaten yang difasilitasi dalam pelaksanaan pembinaan budaya nusantara melalui KAT, pelestarian adat dan budaya nusantara dengan pemberian stimulan kepada pemerhati adat dan budaya di 12 Kecamatan atau 80 desa;
4.1.8. Bidang Pekerjaan Umum a. Dasar Hukum
DIPA Nomor : 033.05.5.503760/2014
b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan
Kementerian Pekerjaan Umum (Ditjen Cipta Karya)
c. Program dan Kegiatan
342
Pengaturan, pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan penataan bangunan dan pengelolaan gedung dan rumah negara dengan kegiatan Bantuan sosial untuk pemberdayaan sosial/ keswadayaan masyarakat.d. SKPD Pelaksana Tugas Pembantuan
Berdasarkan jenis tugas dan instansi pemberi tugas urusan bersama, maka SKPD pelaksana adalah Dinas Pekerjaan Umum.
e. Sumber dan Jumlah Anggaran yang Digunakan
Berdasarkan DIPA Nomor : 033.05.5.503760/2014 jumlah anggaran yang diperuntukkan untuk membiayai program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Pemukiman dan 1 kegiatan utama adalah sebesar Rp. 2.042.500.000,- dan realisasi penggunaan anggaran juga sebesar Rp. 2.042.500.000,- atau 100,00%.
f. Realisasi Program dan Kegiatan
1. Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Pemukiman
Bantuan Sosial untuk Pemberdayaan Sosial keswadayaan Masyarakat : direalisasikan untuk penyaluran Bansos Keswadayaan Masyarakat di 16 kelurahan dan desa.
4.1.9. Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil a. Dasar Hukum
DIPA Nomor : 010-84.4.230578/2014
b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan
Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil)
c. Program dan Kegiatan
Program Penataan Administrasi Kependudukan dengan kegiatan Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) Terpadu.
d. SKPD Pelaksana Tugas Pembantuan
343
Berdasarkan jenis tugas dan instansi pemberi tugas pembantuan, maka SKPD pelaksana adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.e. Sumber dan Jumlah Anggaran yang Digunakan
Berdasarkan DIPA Nomor : 010-84.4.230578/2014 jumlah anggaran yang diperuntukkan untuk membiayai Penataan Administrasi Kependudukan dengan 1 kegiatan utama adalah sebesar Rp. 1.201.905.000,- dan realisasi penggunaan anggaran sebesar Rp. 480.765,- atau 40,00%.
i. Realisasi Program dan Kegiatan
1. Program Penataan Administrasi Kependudukan
Pengembangan Sistem Adminstrasi Kependudukan (SAK) Terpadu : direalisasikan untuk tertibnya database kependudukan berbasis NIK dan pelayanan dokumen kependudkan serta terwujudnya pemberian NIK kepada setiap penduduk.
4.2. Permasalahan dan Solusi
Beberapa permasalahan yang timbul dalam penerimaan bantuan/Dana Tugas Pembantuan yaitu :
1. Permasalahan :
a) Belum optimalnya sistem pelaporan berbasis web (
e-Monev
) dari Kementerian Bappenas, karena sebagian program yang DIPAnya keluar di pertengahan tahun belum dapat ditampilkan pada aplikasi tersebut, seperti pada Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di Dinas Kesehatan dan Program Penataan Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sehingga sistem pengendalian dan evaluasi yang dilaksanakan masih bersifat manual.b) Pada Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan, mengalami keterlambatan dalam proses pelaksanaannya karena menunggu datangnya musim penghujan, sehingga bibit yang akan diberikan kepada petani mengalami penundaan tanam.
c) Masih adanya DIPA-DIPA yang turun di pertengahan dan di akhir tahun, seperti pada Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di Dinas Kesehatan dan Program Penataan Administrasi Kependudukan di Dinas
344
Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sehingga berdampak terhadap lambatnya proses-proses penyelesaian pekerjaan secara administratif seperti penunjukan PPK, Pejabat Penandatangan SPM dan Bendahara Pengeluaran. Kondisi lambatnya proses administratif ini, akan berdampak terhadap lambatnya pelaksanaan operasional dilapangan.d) Adanya revisi DIPA dan POK yang dilaksanakan oleh SKPD pengelola Tugas Pembantuan, karena tidak sesuai dengan kebutuhan. Hal ini berdampak pada tertundanya realisasi serapan anggaran seperti yang ditargetkan, sehingga terjadi penumpukan realisasi diakhir tahun.
2. Solusi
a) Melakukan koordinasi dan konsultasi secara berjenjang ke Provinsi dan ke Pusat mengenai program-program yang DIPAnya terbit di pertengahan tahun untuk dapat diakses secara
on line,
sehingga realisasi anggaran dan realisasi kinerja dapat dimonitor melalui sisteme-Monev
. Selain itu, penyempurnaan terhadap sistem aplikasi ini perlu terus dilaksanakan melalui penyederhanaan format yang ada, sehingga sistem pelaporan yang dilaksanakanan dapat berjalan optimal.b) Perlunya penyelarasan diawal tahun antara rencana operasional yang telah disusun dengan kondisi iklim yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga keterlambatan pembagian bibit kepada masyarakat tidak terkendala oleh faktor-faktor non teknis.
c) Koordinasi dan konsultasi yang intensif dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga pemberi bantuan, agar DIPA dapat turun pada awal tahun, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan guna menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Demikian pula dengan SKPD pengelola Tugas Pembantuan tersebut, untuk dapat mempersiapkan sedini mungkin kelengkapan administrasi guna berjalannya pelaksanaan kegiatan dilapangan.
d) Mengecek kesesuaian POK dengan DIPA dan peraturan perbendaharaan, sehingga revisi dapat segera terealisasi sesuai kebutuhan, dengan tetap berpedoman pada peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini sebagai langkah percepatan serapan anggaran sesuai dengan yang telah ditargetkan, guna menghindari terjadinya penumpukan realisasi di akhir tahun.
345
4.3. Tugas Pembantuan yang Diberikan4.3.1. Dasar Hukum
Tugas pembantuan yang dilimpahkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa ke desa sebagaimana telah diatur dalam Undang Undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah, sedangkan mengenai dana tugas pembantuan diatur dalam Pasal 94 Undang Undang 33 tahun 2004 tentang perimbangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah yang berisikan penjelasan umum dana tugas pembantuan, penganggaran dana tugas pembantuan, penyaluran dana tugas pembantuan serta pertanggungjawaban dan pelaporan pelaksanaan Tugas Pembantuan. Lebih lanjut diturunkan dalam Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan, pada Bab VII tentang penyelenggaraan tugas pembantuan.
4.3.2. Urusan Pemerintahan yang Ditugaspembantuankan Kepada Desa
Dalam rangka pelaksanaan kewenangan Pemerintah Desa sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah kedua dengan Undang-Undang nomor 12 tahun 2008 pada pasal 212 dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa pasal 67 perihal keuangan Desa, dijelaskan bahwa keuangan desa hak dan kwajiban desa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban desa tersebut, sehingga perlu dikelola dalam suatu sistem pengelolaan keuangan desa.
Pengelolaan keuangan desa merupakan subsistem dari sistem pengelolahan Keuangan Negara dan Daerah dalam mendanai penyelenggaraan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam pengelolahan keuangan desa diperlukan suatu standar pengaturan yang dimulai dari aspek perencanaan dan penganggaran maupun aspek pelaksanaan, penatausahaan, keuangan desa dan pertanggungjawaban keuangan desa.
Seluruh kegiatan yang didanai Alokasi Dana Desa (ADD) direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara terbuka dengan melibatkan seluruh masyarakat di desa, dimana seluruh kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi, teknis dan hukum. Alokasi dana Desa (ADD) dilaksanakan dengan menggunakan prinsip hemat, terarah dan terkendali.
346
Pemberian Alokasi dana Desa (ADD) merupakan wujud dari pemenuhan hak desa untuk menyelenggarakan otonominya agar tumbuh dan berkembang mengikuti pertumbuhan dari desa itu sendiri berdasarkan keanekaragaman, partisipasi, demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat.4.3.2. Sumber dan Jumlah Anggaran
Sumber anggaran yang digunakan berasal dari APBD Kabupaten Sumbawa.
Adapun jumlah kumulatif anggaran yang dialokasikan untuk diberikan ke desa sebagai pelimpahan kewenangan/penugasan pemerintah daerah yang terdiri dari:
a. Bantuan Keuangan Ke Pemdes : Rp. 32.499.058.504,- b. Pajak/Retribusi : Rp. 329.700.000,- c. Hibah kepada Desa : Rp. 793.000.000,-