ANALISA RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN UNDERPASS DI
SIMPANG DEWA RUCI KUTA BALI
AYUNITA INDRIA DEWI
3106 100 005
PENDAHULUA
N
Latar Belakang
ᵜ Pertambahan jumlah kendaraan bermotor di pulau Bali yang meningkat pesat.
ᵜ Untuk mengurangi kepadatan dan mengatasi masalah kemacetan.
ᵜ Proyek ini ditujukan untuk menyambut event APEC 2013.
ᵜ Project Environment
ᵜ Terdapat pekerjaan galian dimana dengan MAT tinggi.
ᵜ Terdapat pekerjaan pembongkaran kolam Dewa Ruci.
ᵜ Terdapat pekerjaan bore pile dalam 2 tahap.
Rumusan Masalah
ᵜ Apa saja risiko yang signifikan
terhadap aspek biaya dan waktu
pada Proyek Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali?
ᵜ Bagaimana bentuk respon risiko
oleh kontraktor terhadap Proyek
Underpass di Simpang Dewa Ruci
Kuta Bali?
Tujuan
ᵜ Mengetahui risiko yang signifikan terhadap aspek biaya dan waktu pada Proyek Pembangunan
Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali.
ᵜ Mengetahui respon risiko yang dilakukan oleh kontraktor pada
Proyek Pembangunan Underpass di
Simpang Dewa Ruci Kuta Bali.
Ruang Lingkup Pembahasan
ᵜ Identifikasi faktor-faktor risiko dilihat dari sudut pandang
kontraktor pelaksana Proyek
Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali.
ᵜ Respon dilakukan terhadap risiko
yang signifikan terhadap proyek
Underpass di Simpang Dewa Ruci
Kuta Bali.
Manfaat Penelitian
ᵜ Dapat mengidentifikasi risiko yang akan terjadi sedini mungkin sehingga dapat mengetahui cara mengelola
risiko tersebut dengan baik.
ᵜ Dapat mengurangi kerugian yang nantinya akan dialami oleh
perusahaan jika risiko yang nantinya akan terjadi sudah direspon dengan baik.
ᵜ Dapat menjadi referensi bagi
penelitian sejenis yang selanjutnya.
TINJAUAN
PUSTAKA
Konsep Risiko
Definisi risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang akan
mempunyai dampak pada tujuan.
Risiko mengacu pada kegiatan - kegiatan atau faktor yang apabila terjadi akan mempengaruhi tujuan dari proyek baik dari segi waktu, biaya, dan performa.
(Australia/New Zealand Standard
4360, 1999)
Identifikasi Risiko
Menurut Soeharto (2001) identifikasi risiko adalah suatu proses pengkajian risiko dan
ketidakpastian yang dilakukan secara sistematis dan terus menerus. Agar risiko dapat dikelola secara secara efektif maka langkah pertama adalah mengidentifikasi jenis risiko,yaitu mana yang bersifat risiko usaha (business risk) dan mana yang bersifat risiko murni. Risiko proyek diklasifikasikan sebagai risiko murni, kemudian diidentifikasikan lagi berdasarkan potensi
sumber risiko atau dapat pula berdasarkan
dampak terhadap sasaran proyek. Pendekatan
yang digunakan dalam melakukan identifikasi
risiko ini adalah dengan cause and effect, yaitu
dengan menganalisis apa yang akan terjadi dan
potensi akibat yang akan ditimbulkan.
Analisa Variabel Risiko
Analisa variabel risiko dilakukan terhadap penilaian probalitas atau frekuensi risiko, dampak risiko
terhadap aspek waktu, dan dampak risiko terhadap aspek biaya. Analisa menggunakan metode Severity Index (SI).
Keunggulan severity index adalah dapat mempermudah
pengklasifikasian.
Severity Index (SI)
Dimana,
ai = konstanta penilaian xi = probabilitas responden i = 0, 1, 2, 3, 4, ..., n
x0, x1, x2, x3, x4, adalah respon probabilitas responden a0 = 0, a1 = 1, a2 = 2, a3= 3, a4 = 4
x0 = probabilitas responden ‘sangat rendah/kecil’ dari survey, maka a0 = 0
x1 = probabilitas responden ‘rendah/kecil’ dari survey, maka a1 = 1
x2 = probabilitas responden ‘cukup tinggi/besar’ dari survey, maka a2 = 2
x3 = probabilitas responden ‘tinggi/besar’ dari survey, maka a3 = 3
x4 = probabilitas responden ‘sangat tinggi/besar’ dari survey, maka a4 = 4
Klasifikasi dari skala penilaian pada
probabilitas dan dampak adalah sebagai berikut: (Majid dan McCaffer, 1997)
ᵜ Sangat Rendah / Kecil (SR/SK) 0.00 ≤ SI < 12.5
ᵜ Rendah / Kecil (R/K) 12.5 ≤ SI < 37.5
ᵜ Cukup/Sedang (C) 37.5 ≤ SI < 62.5
ᵜ Tinggi / Besar (T/B) 62.5 ≤ SI < 87.5
ᵜ Sangat Tinggi / Besar (ST/SB)
87.5 ≤ SI < 100
Analisa Probabilitas dan Dampak
Analisa Probability dan Impact, perhitungan dilakukan dengan
memplotkan penilaian probabilitas dengan penilaian dampak risiko
terhadap aspek waktu kedalam matriks (Rendy, 2011) probabilitas dan
dampak.
Keterangan :
= Rendah (R)
= Sedang (S)
= Tinggi (T)
METODOLOGI
Gambaran Umum Proyek
Pemenang lelang : PT. Adhi Karya
Konsul perencana : PT. Anugerah Krisdapradana
Konsul pengawas : PT. Wiraguna Tani dan PT. Wiswakarma Nilai kontrak : Rp. 136.196.222.000,00
Sumber dana : APBN
Panjang Underpass : 435 meter Waktu pengerjaan : ± 540 hari
Rentang waktu : 28 Nopember 2011 – 22 Mei 2013
Lokasi Proyek
Perspektif Proyek
Diagram Alir Penelitian
ANALISA
DATA
Responden
ᵜ Project Manager : A. Syaiful Bahri, ST
ᵜ PEM : Kusno Erianto, ST
ᵜ PPM : Budianto
ᵜ Planning Implementation : Andy Setyawan, ST
ᵜ K3 : Supriyanto
ᵜ Quality Control : Novita Dewi, ST ᵜ Logistik : Nur Rahmat Bagus ᵜ Quantity Survey : A.Bakhtiar Rizal, AMD ᵜ Scheduler : Ikhwan Ramadhianto, ST ᵜ Cost Control : Ikhwan Ramadhianto, ST ᵜ Pelaksana
Jl. Sunset Road : Agung Pambudi, ST Jl. By Pass Ngurah Rai : Radiyo
Underpass dan Simpang :
Setiawan, Wayan, SunarnoSurvey Pendahuluan
No Jenis Risiko R TR
Risiko Manajerial
1. Safety pada proyek tidak dilaksanakan dengan baik 5 0
2. Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 5 0
3. Evaluasi perubahan order dan negosiasi tidak berjalan lancar 5 0
4. Pengalaman manajemen yang kurang 5 0
5. Proses pengawasan proyek tidak berjalan dengan baik 5 0
6. Adanya miss komunikasi antar sesama perangkat pada proyek 4 1
7. Manajemen sumber daya manusia kurang 4 1
8. Keterlambatan penanganan oleh pihak ketiga 5 0
9. Koordinasi yang dilakukan dengan sub kontraktor yang tidak berjalan baik 5 0
10. Ketelitian program proyek kurang 4 1
Risiko Teknis
16. Metode konstruksi yang baru, yang salah diterapkan pada proyek 2 3
17. Perubahan desain yang cukup sering terjadi 5 0
18. Kesalahan estimasi waktu 5 0
19. Kesalahan estimasi biaya 4 1
20. Proses pengawasan gambar teknik tidak sesuai 3 2
21. Teknologi yang digunakan tidak efisien 2 3
22. Kriteria desain tidak sesuai 1 4
23. Pemeliharaan/Maintenance peralatan yang buruk 2 3
24. Terjadinya keruntuhan pada struktur 2 3
25. Report desain yang tidak tersusun dengan baik 3 2
26. Terdapatnya pekerjaan ulang 5 0
27. Material kurang berkualitas 3 2
28. Terdapatnya perubahan pada lingkup desain 4 1
29. - Mutu oekerjaan tidak tercapai -
Risiko Procurement
34. Petunjuk penggunaan peralatan dan material curah tidak ada/kurang 3 2
35. Kurang baiknya proses pengawasan dokumen pengadaan 2 3
36. Proses pabrikasi tidak diawasi 5 0
37. Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang tidak memadai 4 1
38. Persediaan material yang kurang 5 0
39. Peralatan dari owner tidak sesuai 2 3
40. Kualitas sub kontraktor yang tidak baik 5 0
41. Pengiriman peralatan dan material yang cukup lama 4 1
42. - Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak terencana - Risiko Ekonomi dan Keuangan
47. Terjadinya inflasi 4 1
48. Terjadinya krisis ekonomi 3 2
49. Ketidakcukupan aliran kas 2 3
50. Studi kelayakan yang buruk 2 3
51. Kenaikan harga material 5 0
52. Kenaikan suku bunga 4 1
53. Ketersediaan modal yang kurang 1 4
54. - Kenaikan harga upah (proyek multiyears) -
Risiko Kontraktual
59. Standar dokumen kontrak tidak jelas 1 4
60. Pasal kontrak yang tidak jelas 2 3
61. Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak yang jelas 3 2
62. Tidak adanya pasal mengenai kompensasi atau biaya ganti rugi yang jelas 2 3
63. Pengaturan safety dan kode tidak sesuai kontrak 3 2
64. Kegagalan sub kontraktor yang menangani pelaksanaan pekerjaan 5 0
65. Ketidakpastian hukum 2 3
66. Ketidakjelasan syarat-syarat kerja (RKS) yang digunakan 2 3
67. Definisi lingkup pekerjaan yang tidak jelas 2 3
Risiko Kondisi Lokasi
73. Akses menuju lokasi yang sulit 2 3
74. Adanya bencana alam 4 1
75. Dampak buruk yang terjadi terhadap lingkungan di sekitar proyek 4 1
76. Kondisi cuaca yang buruk 5 0
77. Fasilitas sementara (Direksi Keet) yang tidak tersedia 0 5
78. Muka air tanah yang tinggi 5 0
79. Kerusakan sistem drainase kota 5 0
80. - Demo / ketidakpuasan masyarakat -
Survey Utama
Kriteria penetapan skala Probability Risiko dan Impact Risiko terhadap biaya dan waktu ini
dilakukan oleh pihak peneliti sendiri. Kriteria tersebut didasarkan pada alokasi dana untuk biaya lain – lain. Dari hasil wawancara dengan pihak kontraktor pelaksana, didapatkan
informasi bahwa Contingency Cost yang dianggarkan pada Proyek Pembangunan
“Underpass” di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali ini adalah 10% dari nilai kontrak atau sebesar Rp.
136.190.000.000,00 x 10% = Rp.
13.619.000.000,00. Dan risiko terhadap waktu
akan dikenakan 1/1,000 per hari dengan jangka
waktu 100 hari.
Penilaian Probabilitas
No Jenis Risiko 1 2 3 4 5
Total SI (%) Kategori
SR R C T ST
a b c d e f
Risiko Manajerial
1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan dengan baik 1 6 5 1 2 15 45,00 C
2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 4 7 4 - - 15 25,00 R
3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi tidak berjalan lancar 1 5 8 - 1 15 41,67 C
4 Pengalaman manajemen yang kurang 3 9 - 3 - 15 30,00 R
5 Proses pengawasan proyek tidak berjalan dengan baik - 11 3 1 - 15 33,33 R
6 Adanya miss komunikasi antar sesama perangkat pada
proyek 1 7 6 - 1 15 38,33 C
7 Manajemen sumber daya manusia kurang 1 8 5 - 1 15 36,67 R
8 Keterlambatan penanganan oleh pihak ketiga - 5 8 2 - 15 45,00 C
9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub kontraktor yang tidak
berjalan baik - 5 9 1 - 15 43,33 C
10 Ketelitian program proyek kurang 2 9 3 1 - 15 30,00 R
Risiko Teknis
11 Perubahan desain yang cukup sering terjadi - 4 6 3 2 15 55,00 C
12 Kesalahan estimasi waktu 2 4 9 - - 15 36,67 R
13 Kesalahan estimasi biaya - 6 9 - - 15 40,00 C
14 Proses pengawasan gambar teknik tidak sesuai 3 9 3 - - 15 25,00 R
15 Report desain yang tidak tersusun dengan baik 2 10 3 - - 15 26,67 R
16 Terdapatnya pekerjaan ulang 8 7 - - 15 36,67 R
17 Material kurang berkualitas 1 9 5 - - 15 31,67 R
18 Terdapatnya perubahan pada lingkup desain - 8 4 2 1 15 43,33 C
19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 8 5 - - 15 30,00 R
Risiko Procurement
20 Petunjuk penggunaan peralatan dan material curah tidak
ada/kurang 2 7 4 2 - 15 35,00 R
21 Proses pabrikasi tidak diawasi - 9 4 2 - 15 38,33 C
22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang tidak
memadai - 7 8 - - 15 38,33 C
23 Persediaan material yang kurang 3 6 6 - - 15 30,00 R
24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik - 7 8 - - 15 38,33 C
25 Pengiriman peralatan dan material yang cukup lama 2 3 8 2 - 15 41,67 C
26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak terencana 1 5 8 1 - 15 40,00 C
Risiko Ekonomi dan Keuangan
27 Terjadinya inflasi 9 3 3 - - 15 15,00 R
28 Terjadinya krisis ekonomi 10 3 2 - - 15 11,67 SR
29 Kenaikan harga material 2 3 9 1 - 15 40,00 C
30 Kenaikan suku bunga 4 7 3 1 - 15 26,67 R
31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 1 4 9 1 - 15 41,67 C
Risiko Kontraktual
32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak yang jelas 3 11 1 - - 15 21,67 R
33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai kontrak 3 9 3 - - 15 25,00 R
34 Kegagalan sub kontraktor yang menangani pelaksanaan
pekerjaan - 9 4 2 - 15 38,33 C
Risiko Kondisi Lokasi
35 Adanya bencana alam 13 1 - 1 - 15 6,67 SR
36 Dampak buruk yang terjadi terhadap lingkungan di sekitar
proyek 9 2 4 - - 15 16,67 R
37 Kondisi cuaca yang buruk 1 4 9 1 - 15 41,67 C
38 Muka air tanah yang tinggi - 1 1 8 5 15 78,33 T
39 Kerusakan sistem drainase kota 2 7 3 2 1 15 38,33 C
40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 7 8 - - - 15 13,33 R
Keterangan skala untuk penilaian
probabilitas adalah sebagai berikut:
ᵜ Sangat Rendah (SR) = ≤ 20%
ᵜ Rendah (R) = >20 – 40%
ᵜ Cukup/Sedang (C) = >40 – 60%
ᵜ Tinggi (T) = >60 – 80%
ᵜ Sangat Tinggi (ST) = >80 – 100%
Penilaian Dampak Risiko terhadap Aspek Waktu
No Jenis Risiko SR 1 2 R 3 C 4 T ST 5 Total SI (%) Kategori
a b c d e f
Risiko Manajerial
1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan dengan
baik 4 6 2 2 1 15 33,33 R
2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 5 8 2 - - 15 20,00 R
3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi tidak
berjalan lancar 2 1 7 5 - 15 50,00 C
4 Pengalaman manajemen yang kurang - 10 2 3 - 15 38,33 C
5 Proses pengawasan proyek tidak berjalan dengan
baik 1 10 2 2 - 15 33,33 R
6 Adanya miss komunikasi antar sesama perangkat
pada proyek 3 6 4 2 - 15 33,33 R
7 Manajemen sumber daya manusia kurang 1 4 5 5 - 15 48,33 C
8 Keterlambatan penanganan oleh pihak ketiga - 5 5 5 - 15 50,00 C
9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub kontraktor
yang tidak berjalan baik - 6 6 3 - 15 45,00 C
10 Ketelitian program proyek kurang 1 8 6 - - 15 33,33 R
Risiko Teknis
11 Perubahan desain yang cukup sering terjadi - 3 6 5 1 15 56,67 C
12 Kesalahan estimasi waktu 1 2 8 4 - 15 50,00 C
13 Kesalahan estimasi biaya 1 4 6 4 - 15 46,67 C
14 Proses pengawasan gambar teknik tidak sesuai 1 8 5 1 - 15 35,00 R
15 Report desain yang tidak tersusun dengan baik 2 11 1 1 - 15 26,67 R
16 Terdapatnya pekerjaan ulang - 7 4 4 - 15 45,00 C
17 Material kurang berkualitas 2 4 8 1 - 15 38,33 C
18 Terdapatnya perubahan pada lingkup desain - 7 5 3 - 15 43,33 C
19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 6 5 2 - 15 36,67 R
Risiko Procurement
20 Petunjuk penggunaan peralatan dan material
curah tidak ada/kurang 2 8 1 4 - 15 36,67 R
21 Proses pabrikasi tidak diawasi 4 3 4 4 - 15 38,33 C
22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang
tidak memadai - 3 9 3 - 15 50,00 C
23 Persediaan material yang kurang 2 6 4 3 - 15 38,33 C
24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik - 6 3 5 1 15 51,67 C
25 Pengiriman peralatan dan material yang cukup
lama - 3 4 8 - 15 58,33 C
26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak
terencana - 5 6 4 - 15 48,33 C
Risiko Ekonomi dan Keuangan
27 Terjadinya inflasi 7 4 4 - - 15 20,00 R
28 Terjadinya krisis ekonomi 7 5 1 2 - 15 21,67 R
29 Kenaikan harga material 4 4 3 4 - 15 36,67 R
30 Kenaikan suku bunga 4 4 6 1 - 15 31,67 R
31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 3 2 5 5 - 15 45,00 C
Risiko Kontraktual
32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak yang
jelas 3 10 2 - - 15 23,33 R
33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai kontrak 4 4 6 1 - 15 31,67 R
34 Kegagalan sub kontraktor yang menangani
pelaksanaan pekerjaan 2 6 1 6 - 15 43,33 C
Risiko Kondisi Lokasi
35 Adanya bencana alam 8 2 1 1 3 15 31,67 R
36 Dampak buruk yang terjadi terhadap lingkungan
di sekitar proyek 6 5 3 1 - 15 23,33 R
37 Kondisi cuaca yang buruk 1 5 3 6 - 15 48,33 C
38 Muka air tanah yang tinggi - 3 2 10 - 15 61,67 T
39 Kerusakan sistem drainase kota 1 10 2 2 - 15 33,33 R
40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 6 7 1 1 - 15 20,00 R
Berikut ini adalah keterangan skala pada impact terhadap waktu :
ᵜ SR (Sangat Rendah) =
≤ 1 hari dari durasi proyek ᵜ R (Rendah) =
> 1 - 3 hari dari durasi proyek
ᵜ C (Cukup) =
> 3 - 7 hari dari durasi proyek ᵜ T (Tinggi) =
> 7 - 30 hari dari durasi proyek
ᵜ ST (Sangat Tinggi) =
> 30 hari dari durasi proyek
Penilaian Dampak Risiko terhadap Aspek Biaya
No Jenis Risiko SR 1 R 2 3 C 4 T ST 5 Total SI (%) Kategori
a b c d e f
Risiko Manajerial
1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan
dengan baik 5 4 3 2 1 15 33,33 R
2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 6 5 4 - - 15 21,67 R
3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi
tidak berjalan lancar 1 4 6 4 - 15 46,67 C
4 Pengalaman manajemen yang kurang 1 9 2 3 - 15 36,67 R
5 Proses pengawasan proyek tidak
berjalan dengan baik 1 10 2 2 - 15 33,33 R
6 Adanya miss komunikasi antar sesama
perangkat pada proyek 5 2 6 2 - 15 33,33 R
7 Manajemen sumber daya manusia
kurang 3 5 3 3 1 15 40,00 C
8 Keterlambatan penanganan oleh pihak
ketiga 1 3 5 6 - 15 51,67 C
9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub
kontraktor yang tidak berjalan baik 1 7 2 5 - 15 43,33 C
10 Ketelitian program proyek kurang 3 6 6 - - 15 30,00 R
Risiko Teknis
11 Perubahan desain yang cukup sering
terjadi 3 1 6 4 1 15 48,33 C
12 Kesalahan estimasi waktu 2 2 7 3 1 15 48,33 C
13 Kesalahan estimasi biaya - 2 8 5 - 15 55,00 C
14 Proses pengawasan gambar teknik tidak
sesuai 4 6 4 1 - 15 28,33 R
15 Report desain yang tidak tersusun
dengan baik 4 9 1 1 - 15 23,33 R
16 Terdapatnya pekerjaan ulang 1 6 4 4 - 15 43,33 C
17 Material kurang berkualitas 2 6 6 1 - 15 35,00 R
18 Terdapatnya perubahan pada lingkup
desain 1 6 5 3 - 15 41,67 C
19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 6 5 2 - 15 36,67 R
Risiko Procurement
20 Petunjuk penggunaan peralatan dan
material curah tidak ada/kurang 3 7 1 4 - 15 35,00 R
21 Proses pabrikasi tidak diawasi 4 4 3 4 - 15 36,67 R
22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja
yang tidak memadai 1 4 6 4 - 15 46,67 C
23 Persediaan material yang kurang 4 4 5 2 - 15 33,33 R
24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik 1 6 3 5 - 15 45,00 C
25 Pengiriman peralatan dan material yang
cukup lama 1 5 3 6 - 15 48,33 C
26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan
tidak terencana 1 5 7 2 - 15 41,67 C
Risiko Ekonomi dan Keuangan
27 Terjadinya inflasi 7 4 2 2 - 15 23,33 R
28 Terjadinya krisis ekonomi 7 5 1 2 - 15 21,67 R
29 Kenaikan harga material 3 3 3 5 1 15 46,67 C
30 Kenaikan suku bunga 2 5 7 1 - 15 36,67 R
31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 1 4 5 5 - 15 48,33 C
Risiko Kontraktual
32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan
kontrak yang jelas 2 9 3 1 - 15 30,00 R
33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai
kontrak 3 6 6 - - 15 30,00 R
34 Kegagalan sub kontraktor yang
menangani pelaksanaan pekerjaan 3 4 3 5 - 15 41,67 C
Risiko Kondisi Lokasi
35 Adanya bencana alam 8 1 1 3 2 15 33,33 R
36 Dampak buruk yang terjadi terhadap
lingkungan di sekitar proyek 7 4 3 1 - 15 21,67 R
37 Kondisi cuaca yang buruk 2 5 2 6 - 15 45,00 C
38 Muka air tanah yang tinggi 1 2 2 9 1 15 61,67 T
39 Kerusakan sistem drainase kota 2 9 3 1 - 15 30,00 R
40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 8 7 - - - 15 11,67 SR
Berikut ini adalah keterangan skala pada impact terhadap biaya :
ᵜ SR (Sangat Rendah) =
≤ 10 juta rupiah
ᵜ R (Rendah) =
> 10 - 25 juta rupiah
ᵜ C (Cukup) =
> 25 - 100 juta rupiah ᵜ T (Tinggi) =
> 100 juta - 1 milyar rupiah ᵜ ST (Sangat Tinggi) =
> 1 milyar rupiah
Risiko terhadap Aspek Waktu
No Jenis Risiko P I
Kategori Probability Impact (Waktu)
Risiko Manajerial
1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan
dengan baik 3 2 Rendah
2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 2 2 Rendah
3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi
tidak berjalan lancar 3 3 Sedang
4 Pengalaman manajemen yang kurang 2 3 Sedang
5 Proses pengawasan proyek tidak berjalan
dengan baik 2 2 Rendah
6 Adanya miss komunikasi antar sesama
perangkat pada proyek 3 2 Rendah
7 Manajemen sumber daya manusia kurang 2 3 Sedang
8 Keterlambatan penanganan oleh pihak
ketiga 3 3 Sedang
9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub
kontraktor yang tidak berjalan baik 3 3 Sedang
10 Ketelitian program proyek kurang 2 2 Rendah
Risiko Teknis
11 Perubahan desain yang cukup sering
terjadi 3 3 Sedang
12 Kesalahan estimasi waktu 2 3 Sedang
13 Kesalahan estimasi biaya 3 3 Sedang
14 Proses pengawasan gambar teknik tidak
sesuai 2 2 Rendah
15 Report desain yang tidak tersusun dengan
baik 2 2 Rendah
16 Terdapatnya pekerjaan ulang 2 3 Sedang
17 Material kurang berkualitas 2 3 Sedang
18 Terdapatnya perubahan pada lingkup
desain 3 3 Sedang
19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 2 Rendah
Risiko Procurement
20 Petunjuk penggunaan peralatan dan material
curah tidak ada/kurang 2 2 Rendah
21 Proses pabrikasi tidak diawasi 3 3 Sedang
22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang
tidak memadai 3 3 Sedang
23 Persediaan material yang kurang 2 3 Sedang
24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik 3 3 Sedang
25 Pengiriman peralatan dan material yang cukup
lama 3 3 Sedang
26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak
terencana 3 3 Sedang
Risiko Ekonomi dan Keuangan
27 Terjadinya inflasi 2 2 Rendah
28 Terjadinya krisis ekonomi 1 2 Rendah
29 Kenaikan harga material 3 2 Rendah
30 Kenaikan suku bunga 2 2 Rendah
31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 3 3 Sedang
Risiko Kontraktual
32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak
yang jelas 2 2 Rendah
33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai
kontrak 2 2 Rendah
34 Kegagalan sub kontraktor yang menangani
pelaksanaan pekerjaan 3 3 Sedang
Risiko Kondisi Lokasi
35 Adanya bencana alam 1 2 Rendah
36 Dampak buruk yang terjadi terhadap
lingkungan di sekitar proyek 2 2 Rendah
37 Kondisi cuaca yang buruk 3 3 Sedang
38 Muka air tanah yang tinggi 4 3 Tinggi
39 Kerusakan sistem drainase kota 3 2 Rendah
40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 2 2 Rendah
Risiko terhadap Aspek Biaya
No Jenis Risiko P I Kategori
Probability Impact (Biaya) Risiko Manajerial
1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan
dengan baik 3 2 Rendah
2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 2 2 Rendah
3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi
tidak berjalan lancar 3 3 Sedang
4 Pengalaman manajemen yang kurang 2 2 Rendah
5 Proses pengawasan proyek tidak berjalan
dengan baik 2 2 Rendah
6 Adanya miss komunikasi antar sesama
perangkat pada proyek 3 2 Rendah
7 Manajemen sumber daya manusia kurang 2 3 Sedang
8 Keterlambatan penanganan oleh pihak
ketiga 3 3 Sedang
9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub
kontraktor yang tidak berjalan baik 3 3 Sedang
10 Ketelitian program proyek kurang 2 2 Rendah
Risiko Teknis
11 Perubahan desain yang cukup sering
terjadi 3 3 Sedang
12 Kesalahan estimasi waktu 2 3 Sedang
13 Kesalahan estimasi biaya 3 3 Sedang
14 Proses pengawasan gambar teknik tidak
sesuai 2 2 Rendah
15 Report desain yang tidak tersusun dengan
baik 2 2 Rendah
16 Terdapatnya pekerjaan ulang 2 3 Sedang
17 Material kurang berkualitas 2 2 Rendah
18 Terdapatnya perubahan pada lingkup
desain 3 3 Sedang
19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 2 Rendah
Risiko Procurement
20 Petunjuk penggunaan peralatan dan material
curah tidak ada/kurang 2 2 Rendah
21 Proses pabrikasi tidak diawasi 3 2 Rendah
22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang
tidak memadai 3 3 Sedang
23 Persediaan material yang kurang 2 2 Rendah
24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik 3 3 Sedang
25 Pengiriman peralatan dan material yang cukup
lama 3 3 Sedang
26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak
terencana 3 3 Sedang
Risiko Ekonomi dan Keuangan
27 Terjadinya inflasi 2 2 Rendah
28 Terjadinya krisis ekonomi 1 2 Rendah
29 Kenaikan harga material 3 3 Sedang
30 Kenaikan suku bunga 2 2 Rendah
31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 3 3 Sedang
Risiko Kontraktual
32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak
yang jelas 2 2 Rendah
33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai
kontrak 2 2 Rendah
34 Kegagalan sub kontraktor yang menangani
pelaksanaan pekerjaan 3 3 Sedang
Risiko Kondisi Lokasi
35 Adanya bencana alam 1 2 Rendah
36 Dampak buruk yang terjadi terhadap
lingkungan di sekitar proyek 2 2 Rendah
37 Kondisi cuaca yang buruk 3 3 Sedang
38 Muka air tanah yang tinggi 4 3 Tinggi
39 Kerusakan sistem drainase kota 3 2 Rendah
40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 2 1 Rendah