• Tidak ada hasil yang ditemukan

AYUNITA INDRIA DEWI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AYUNITA INDRIA DEWI"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN UNDERPASS DI

SIMPANG DEWA RUCI KUTA BALI

AYUNITA INDRIA DEWI

3106 100 005

(2)

PENDAHULUA

N

(3)

Latar Belakang

ᵜ Pertambahan jumlah kendaraan bermotor di pulau Bali yang meningkat pesat.

ᵜ Untuk mengurangi kepadatan dan mengatasi masalah kemacetan.

ᵜ Proyek ini ditujukan untuk menyambut event APEC 2013.

ᵜ Project Environment

ᵜ Terdapat pekerjaan galian dimana dengan MAT tinggi.

ᵜ Terdapat pekerjaan pembongkaran kolam Dewa Ruci.

ᵜ Terdapat pekerjaan bore pile dalam 2 tahap.

(4)

Rumusan Masalah

ᵜ Apa saja risiko yang signifikan

terhadap aspek biaya dan waktu

pada Proyek Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali?

ᵜ Bagaimana bentuk respon risiko

oleh kontraktor terhadap Proyek

Underpass di Simpang Dewa Ruci

Kuta Bali?

(5)

Tujuan

ᵜ Mengetahui risiko yang signifikan terhadap aspek biaya dan waktu pada Proyek Pembangunan

Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali.

ᵜ Mengetahui respon risiko yang dilakukan oleh kontraktor pada

Proyek Pembangunan Underpass di

Simpang Dewa Ruci Kuta Bali.

(6)

Ruang Lingkup Pembahasan

ᵜ Identifikasi faktor-faktor risiko dilihat dari sudut pandang

kontraktor pelaksana Proyek

Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali.

ᵜ Respon dilakukan terhadap risiko

yang signifikan terhadap proyek

Underpass di Simpang Dewa Ruci

Kuta Bali.

(7)

Manfaat Penelitian

ᵜ Dapat mengidentifikasi risiko yang akan terjadi sedini mungkin sehingga dapat mengetahui cara mengelola

risiko tersebut dengan baik.

ᵜ Dapat mengurangi kerugian yang nantinya akan dialami oleh

perusahaan jika risiko yang nantinya akan terjadi sudah direspon dengan baik.

ᵜ Dapat menjadi referensi bagi

penelitian sejenis yang selanjutnya.

(8)

TINJAUAN

PUSTAKA

(9)

Konsep Risiko

Definisi risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang akan

mempunyai dampak pada tujuan.

Risiko mengacu pada kegiatan - kegiatan atau faktor yang apabila terjadi akan mempengaruhi tujuan dari proyek baik dari segi waktu, biaya, dan performa.

(Australia/New Zealand Standard

4360, 1999)

(10)

Identifikasi Risiko

Menurut Soeharto (2001) identifikasi risiko adalah suatu proses pengkajian risiko dan

ketidakpastian yang dilakukan secara sistematis dan terus menerus. Agar risiko dapat dikelola secara secara efektif maka langkah pertama adalah mengidentifikasi jenis risiko,yaitu mana yang bersifat risiko usaha (business risk) dan mana yang bersifat risiko murni. Risiko proyek diklasifikasikan sebagai risiko murni, kemudian diidentifikasikan lagi berdasarkan potensi

sumber risiko atau dapat pula berdasarkan

dampak terhadap sasaran proyek. Pendekatan

yang digunakan dalam melakukan identifikasi

risiko ini adalah dengan cause and effect, yaitu

dengan menganalisis apa yang akan terjadi dan

potensi akibat yang akan ditimbulkan.

(11)

Analisa Variabel Risiko

Analisa variabel risiko dilakukan terhadap penilaian probalitas atau frekuensi risiko, dampak risiko

terhadap aspek waktu, dan dampak risiko terhadap aspek biaya. Analisa menggunakan metode Severity Index (SI).

Keunggulan severity index adalah dapat mempermudah

pengklasifikasian.

(12)

Severity Index (SI)

Dimana,

ai = konstanta penilaian xi = probabilitas responden i = 0, 1, 2, 3, 4, ..., n

x0, x1, x2, x3, x4, adalah respon probabilitas responden a0 = 0, a1 = 1, a2 = 2, a3= 3, a4 = 4

x0 = probabilitas responden ‘sangat rendah/kecil’ dari survey, maka a0 = 0

x1 = probabilitas responden ‘rendah/kecil’ dari survey, maka a1 = 1

x2 = probabilitas responden ‘cukup tinggi/besar’ dari survey, maka a2 = 2

x3 = probabilitas responden ‘tinggi/besar’ dari survey, maka a3 = 3

x4 = probabilitas responden ‘sangat tinggi/besar’ dari survey, maka a4 = 4

(13)

Klasifikasi dari skala penilaian pada

probabilitas dan dampak adalah sebagai berikut: (Majid dan McCaffer, 1997)

ᵜ Sangat Rendah / Kecil (SR/SK) 0.00 ≤ SI < 12.5

ᵜ Rendah / Kecil (R/K) 12.5 ≤ SI < 37.5

ᵜ Cukup/Sedang (C) 37.5 ≤ SI < 62.5

ᵜ Tinggi / Besar (T/B) 62.5 ≤ SI < 87.5

ᵜ Sangat Tinggi / Besar (ST/SB)

87.5 ≤ SI < 100

(14)

Analisa Probabilitas dan Dampak

Analisa Probability dan Impact, perhitungan dilakukan dengan

memplotkan penilaian probabilitas dengan penilaian dampak risiko

terhadap aspek waktu kedalam matriks (Rendy, 2011) probabilitas dan

dampak.

Keterangan :

= Rendah (R)

= Sedang (S)

= Tinggi (T)

(15)

METODOLOGI

(16)

Gambaran Umum Proyek

Pemenang lelang : PT. Adhi Karya

Konsul perencana : PT. Anugerah Krisdapradana

Konsul pengawas : PT. Wiraguna Tani dan PT. Wiswakarma Nilai kontrak : Rp. 136.196.222.000,00

Sumber dana : APBN

Panjang Underpass : 435 meter Waktu pengerjaan : ± 540 hari

Rentang waktu : 28 Nopember 2011 – 22 Mei 2013

(17)

Lokasi Proyek

(18)

Perspektif Proyek

(19)

Diagram Alir Penelitian

(20)

ANALISA

DATA

(21)

Responden

ᵜ Project Manager : A. Syaiful Bahri, ST

ᵜ PEM : Kusno Erianto, ST

ᵜ PPM : Budianto

ᵜ Planning Implementation : Andy Setyawan, ST

ᵜ K3 : Supriyanto

ᵜ Quality Control : Novita Dewi, ST ᵜ Logistik : Nur Rahmat Bagus ᵜ Quantity Survey : A.Bakhtiar Rizal, AMD ᵜ Scheduler : Ikhwan Ramadhianto, ST ᵜ Cost Control : Ikhwan Ramadhianto, ST ᵜ Pelaksana

Jl. Sunset Road : Agung Pambudi, ST Jl. By Pass Ngurah Rai : Radiyo

Underpass dan Simpang :

Setiawan, Wayan, Sunarno

(22)

Survey Pendahuluan

No Jenis Risiko R TR

Risiko Manajerial

1. Safety pada proyek tidak dilaksanakan dengan baik 5 0

2. Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 5 0

3. Evaluasi perubahan order dan negosiasi tidak berjalan lancar 5 0

4. Pengalaman manajemen yang kurang 5 0

5. Proses pengawasan proyek tidak berjalan dengan baik 5 0

6. Adanya miss komunikasi antar sesama perangkat pada proyek 4 1

7. Manajemen sumber daya manusia kurang 4 1

8. Keterlambatan penanganan oleh pihak ketiga 5 0

9. Koordinasi yang dilakukan dengan sub kontraktor yang tidak berjalan baik 5 0

10. Ketelitian program proyek kurang 4 1

Risiko Teknis

16. Metode konstruksi yang baru, yang salah diterapkan pada proyek 2 3

17. Perubahan desain yang cukup sering terjadi 5 0

18. Kesalahan estimasi waktu 5 0

19. Kesalahan estimasi biaya 4 1

20. Proses pengawasan gambar teknik tidak sesuai 3 2

21. Teknologi yang digunakan tidak efisien 2 3

22. Kriteria desain tidak sesuai 1 4

23. Pemeliharaan/Maintenance peralatan yang buruk 2 3

24. Terjadinya keruntuhan pada struktur 2 3

25. Report desain yang tidak tersusun dengan baik 3 2

26. Terdapatnya pekerjaan ulang 5 0

27. Material kurang berkualitas 3 2

28. Terdapatnya perubahan pada lingkup desain 4 1

29. - Mutu oekerjaan tidak tercapai -

(23)

Risiko Procurement

34. Petunjuk penggunaan peralatan dan material curah tidak ada/kurang 3 2

35. Kurang baiknya proses pengawasan dokumen pengadaan 2 3

36. Proses pabrikasi tidak diawasi 5 0

37. Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang tidak memadai 4 1

38. Persediaan material yang kurang 5 0

39. Peralatan dari owner tidak sesuai 2 3

40. Kualitas sub kontraktor yang tidak baik 5 0

41. Pengiriman peralatan dan material yang cukup lama 4 1

42. - Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak terencana - Risiko Ekonomi dan Keuangan

47. Terjadinya inflasi 4 1

48. Terjadinya krisis ekonomi 3 2

49. Ketidakcukupan aliran kas 2 3

50. Studi kelayakan yang buruk 2 3

51. Kenaikan harga material 5 0

52. Kenaikan suku bunga 4 1

53. Ketersediaan modal yang kurang 1 4

54. - Kenaikan harga upah (proyek multiyears) -

Risiko Kontraktual

59. Standar dokumen kontrak tidak jelas 1 4

60. Pasal kontrak yang tidak jelas 2 3

61. Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak yang jelas 3 2

62. Tidak adanya pasal mengenai kompensasi atau biaya ganti rugi yang jelas 2 3

63. Pengaturan safety dan kode tidak sesuai kontrak 3 2

64. Kegagalan sub kontraktor yang menangani pelaksanaan pekerjaan 5 0

65. Ketidakpastian hukum 2 3

66. Ketidakjelasan syarat-syarat kerja (RKS) yang digunakan 2 3

67. Definisi lingkup pekerjaan yang tidak jelas 2 3

Risiko Kondisi Lokasi

73. Akses menuju lokasi yang sulit 2 3

74. Adanya bencana alam 4 1

75. Dampak buruk yang terjadi terhadap lingkungan di sekitar proyek 4 1

76. Kondisi cuaca yang buruk 5 0

77. Fasilitas sementara (Direksi Keet) yang tidak tersedia 0 5

78. Muka air tanah yang tinggi 5 0

79. Kerusakan sistem drainase kota 5 0

80. - Demo / ketidakpuasan masyarakat -

(24)

Survey Utama

Kriteria penetapan skala Probability Risiko dan Impact Risiko terhadap biaya dan waktu ini

dilakukan oleh pihak peneliti sendiri. Kriteria tersebut didasarkan pada alokasi dana untuk biaya lain – lain. Dari hasil wawancara dengan pihak kontraktor pelaksana, didapatkan

informasi bahwa Contingency Cost yang dianggarkan pada Proyek Pembangunan

“Underpass” di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali ini adalah 10% dari nilai kontrak atau sebesar Rp.

136.190.000.000,00 x 10% = Rp.

13.619.000.000,00. Dan risiko terhadap waktu

akan dikenakan 1/1,000 per hari dengan jangka

waktu 100 hari.

(25)

Penilaian Probabilitas

No Jenis Risiko 1 2 3 4 5

Total SI (%) Kategori

SR R C T ST

a b c d e f

Risiko Manajerial

1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan dengan baik 1 6 5 1 2 15 45,00 C

2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 4 7 4 - - 15 25,00 R

3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi tidak berjalan lancar 1 5 8 - 1 15 41,67 C

4 Pengalaman manajemen yang kurang 3 9 - 3 - 15 30,00 R

5 Proses pengawasan proyek tidak berjalan dengan baik - 11 3 1 - 15 33,33 R

6 Adanya miss komunikasi antar sesama perangkat pada

proyek 1 7 6 - 1 15 38,33 C

7 Manajemen sumber daya manusia kurang 1 8 5 - 1 15 36,67 R

8 Keterlambatan penanganan oleh pihak ketiga - 5 8 2 - 15 45,00 C

9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub kontraktor yang tidak

berjalan baik - 5 9 1 - 15 43,33 C

10 Ketelitian program proyek kurang 2 9 3 1 - 15 30,00 R

Risiko Teknis

11 Perubahan desain yang cukup sering terjadi - 4 6 3 2 15 55,00 C

12 Kesalahan estimasi waktu 2 4 9 - - 15 36,67 R

13 Kesalahan estimasi biaya - 6 9 - - 15 40,00 C

14 Proses pengawasan gambar teknik tidak sesuai 3 9 3 - - 15 25,00 R

15 Report desain yang tidak tersusun dengan baik 2 10 3 - - 15 26,67 R

16 Terdapatnya pekerjaan ulang 8 7 - - 15 36,67 R

17 Material kurang berkualitas 1 9 5 - - 15 31,67 R

18 Terdapatnya perubahan pada lingkup desain - 8 4 2 1 15 43,33 C

19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 8 5 - - 15 30,00 R

(26)

Risiko Procurement

20 Petunjuk penggunaan peralatan dan material curah tidak

ada/kurang 2 7 4 2 - 15 35,00 R

21 Proses pabrikasi tidak diawasi - 9 4 2 - 15 38,33 C

22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang tidak

memadai - 7 8 - - 15 38,33 C

23 Persediaan material yang kurang 3 6 6 - - 15 30,00 R

24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik - 7 8 - - 15 38,33 C

25 Pengiriman peralatan dan material yang cukup lama 2 3 8 2 - 15 41,67 C

26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak terencana 1 5 8 1 - 15 40,00 C

Risiko Ekonomi dan Keuangan

27 Terjadinya inflasi 9 3 3 - - 15 15,00 R

28 Terjadinya krisis ekonomi 10 3 2 - - 15 11,67 SR

29 Kenaikan harga material 2 3 9 1 - 15 40,00 C

30 Kenaikan suku bunga 4 7 3 1 - 15 26,67 R

31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 1 4 9 1 - 15 41,67 C

Risiko Kontraktual

32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak yang jelas 3 11 1 - - 15 21,67 R

33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai kontrak 3 9 3 - - 15 25,00 R

34 Kegagalan sub kontraktor yang menangani pelaksanaan

pekerjaan - 9 4 2 - 15 38,33 C

Risiko Kondisi Lokasi

35 Adanya bencana alam 13 1 - 1 - 15 6,67 SR

36 Dampak buruk yang terjadi terhadap lingkungan di sekitar

proyek 9 2 4 - - 15 16,67 R

37 Kondisi cuaca yang buruk 1 4 9 1 - 15 41,67 C

38 Muka air tanah yang tinggi - 1 1 8 5 15 78,33 T

39 Kerusakan sistem drainase kota 2 7 3 2 1 15 38,33 C

40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 7 8 - - - 15 13,33 R

(27)

Keterangan skala untuk penilaian

probabilitas adalah sebagai berikut:

ᵜ Sangat Rendah (SR) = ≤ 20%

ᵜ Rendah (R) = >20 – 40%

ᵜ Cukup/Sedang (C) = >40 – 60%

ᵜ Tinggi (T) = >60 – 80%

ᵜ Sangat Tinggi (ST) = >80 – 100%

(28)

Penilaian Dampak Risiko terhadap Aspek Waktu

No Jenis Risiko SR 1 2 R 3 C 4 T ST 5 Total SI (%) Kategori

a b c d e f

Risiko Manajerial

1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan dengan

baik 4 6 2 2 1 15 33,33 R

2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 5 8 2 - - 15 20,00 R

3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi tidak

berjalan lancar 2 1 7 5 - 15 50,00 C

4 Pengalaman manajemen yang kurang - 10 2 3 - 15 38,33 C

5 Proses pengawasan proyek tidak berjalan dengan

baik 1 10 2 2 - 15 33,33 R

6 Adanya miss komunikasi antar sesama perangkat

pada proyek 3 6 4 2 - 15 33,33 R

7 Manajemen sumber daya manusia kurang 1 4 5 5 - 15 48,33 C

8 Keterlambatan penanganan oleh pihak ketiga - 5 5 5 - 15 50,00 C

9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub kontraktor

yang tidak berjalan baik - 6 6 3 - 15 45,00 C

10 Ketelitian program proyek kurang 1 8 6 - - 15 33,33 R

Risiko Teknis

11 Perubahan desain yang cukup sering terjadi - 3 6 5 1 15 56,67 C

12 Kesalahan estimasi waktu 1 2 8 4 - 15 50,00 C

13 Kesalahan estimasi biaya 1 4 6 4 - 15 46,67 C

14 Proses pengawasan gambar teknik tidak sesuai 1 8 5 1 - 15 35,00 R

15 Report desain yang tidak tersusun dengan baik 2 11 1 1 - 15 26,67 R

16 Terdapatnya pekerjaan ulang - 7 4 4 - 15 45,00 C

17 Material kurang berkualitas 2 4 8 1 - 15 38,33 C

18 Terdapatnya perubahan pada lingkup desain - 7 5 3 - 15 43,33 C

19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 6 5 2 - 15 36,67 R

(29)

Risiko Procurement

20 Petunjuk penggunaan peralatan dan material

curah tidak ada/kurang 2 8 1 4 - 15 36,67 R

21 Proses pabrikasi tidak diawasi 4 3 4 4 - 15 38,33 C

22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang

tidak memadai - 3 9 3 - 15 50,00 C

23 Persediaan material yang kurang 2 6 4 3 - 15 38,33 C

24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik - 6 3 5 1 15 51,67 C

25 Pengiriman peralatan dan material yang cukup

lama - 3 4 8 - 15 58,33 C

26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak

terencana - 5 6 4 - 15 48,33 C

Risiko Ekonomi dan Keuangan

27 Terjadinya inflasi 7 4 4 - - 15 20,00 R

28 Terjadinya krisis ekonomi 7 5 1 2 - 15 21,67 R

29 Kenaikan harga material 4 4 3 4 - 15 36,67 R

30 Kenaikan suku bunga 4 4 6 1 - 15 31,67 R

31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 3 2 5 5 - 15 45,00 C

Risiko Kontraktual

32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak yang

jelas 3 10 2 - - 15 23,33 R

33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai kontrak 4 4 6 1 - 15 31,67 R

34 Kegagalan sub kontraktor yang menangani

pelaksanaan pekerjaan 2 6 1 6 - 15 43,33 C

Risiko Kondisi Lokasi

35 Adanya bencana alam 8 2 1 1 3 15 31,67 R

36 Dampak buruk yang terjadi terhadap lingkungan

di sekitar proyek 6 5 3 1 - 15 23,33 R

37 Kondisi cuaca yang buruk 1 5 3 6 - 15 48,33 C

38 Muka air tanah yang tinggi - 3 2 10 - 15 61,67 T

39 Kerusakan sistem drainase kota 1 10 2 2 - 15 33,33 R

40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 6 7 1 1 - 15 20,00 R

(30)

Berikut ini adalah keterangan skala pada impact terhadap waktu :

ᵜ SR (Sangat Rendah) =

≤ 1 hari dari durasi proyek ᵜ R (Rendah) =

> 1 - 3 hari dari durasi proyek

ᵜ C (Cukup) =

> 3 - 7 hari dari durasi proyek ᵜ T (Tinggi) =

> 7 - 30 hari dari durasi proyek

ᵜ ST (Sangat Tinggi) =

> 30 hari dari durasi proyek

(31)

Penilaian Dampak Risiko terhadap Aspek Biaya

No Jenis Risiko SR 1 R 2 3 C 4 T ST 5 Total SI (%) Kategori

a b c d e f

Risiko Manajerial

1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan

dengan baik 5 4 3 2 1 15 33,33 R

2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 6 5 4 - - 15 21,67 R

3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi

tidak berjalan lancar 1 4 6 4 - 15 46,67 C

4 Pengalaman manajemen yang kurang 1 9 2 3 - 15 36,67 R

5 Proses pengawasan proyek tidak

berjalan dengan baik 1 10 2 2 - 15 33,33 R

6 Adanya miss komunikasi antar sesama

perangkat pada proyek 5 2 6 2 - 15 33,33 R

7 Manajemen sumber daya manusia

kurang 3 5 3 3 1 15 40,00 C

8 Keterlambatan penanganan oleh pihak

ketiga 1 3 5 6 - 15 51,67 C

9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub

kontraktor yang tidak berjalan baik 1 7 2 5 - 15 43,33 C

10 Ketelitian program proyek kurang 3 6 6 - - 15 30,00 R

Risiko Teknis

11 Perubahan desain yang cukup sering

terjadi 3 1 6 4 1 15 48,33 C

12 Kesalahan estimasi waktu 2 2 7 3 1 15 48,33 C

13 Kesalahan estimasi biaya - 2 8 5 - 15 55,00 C

14 Proses pengawasan gambar teknik tidak

sesuai 4 6 4 1 - 15 28,33 R

15 Report desain yang tidak tersusun

dengan baik 4 9 1 1 - 15 23,33 R

16 Terdapatnya pekerjaan ulang 1 6 4 4 - 15 43,33 C

17 Material kurang berkualitas 2 6 6 1 - 15 35,00 R

18 Terdapatnya perubahan pada lingkup

desain 1 6 5 3 - 15 41,67 C

19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 6 5 2 - 15 36,67 R

(32)

Risiko Procurement

20 Petunjuk penggunaan peralatan dan

material curah tidak ada/kurang 3 7 1 4 - 15 35,00 R

21 Proses pabrikasi tidak diawasi 4 4 3 4 - 15 36,67 R

22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja

yang tidak memadai 1 4 6 4 - 15 46,67 C

23 Persediaan material yang kurang 4 4 5 2 - 15 33,33 R

24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik 1 6 3 5 - 15 45,00 C

25 Pengiriman peralatan dan material yang

cukup lama 1 5 3 6 - 15 48,33 C

26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan

tidak terencana 1 5 7 2 - 15 41,67 C

Risiko Ekonomi dan Keuangan

27 Terjadinya inflasi 7 4 2 2 - 15 23,33 R

28 Terjadinya krisis ekonomi 7 5 1 2 - 15 21,67 R

29 Kenaikan harga material 3 3 3 5 1 15 46,67 C

30 Kenaikan suku bunga 2 5 7 1 - 15 36,67 R

31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 1 4 5 5 - 15 48,33 C

Risiko Kontraktual

32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan

kontrak yang jelas 2 9 3 1 - 15 30,00 R

33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai

kontrak 3 6 6 - - 15 30,00 R

34 Kegagalan sub kontraktor yang

menangani pelaksanaan pekerjaan 3 4 3 5 - 15 41,67 C

Risiko Kondisi Lokasi

35 Adanya bencana alam 8 1 1 3 2 15 33,33 R

36 Dampak buruk yang terjadi terhadap

lingkungan di sekitar proyek 7 4 3 1 - 15 21,67 R

37 Kondisi cuaca yang buruk 2 5 2 6 - 15 45,00 C

38 Muka air tanah yang tinggi 1 2 2 9 1 15 61,67 T

39 Kerusakan sistem drainase kota 2 9 3 1 - 15 30,00 R

40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 8 7 - - - 15 11,67 SR

(33)

Berikut ini adalah keterangan skala pada impact terhadap biaya :

ᵜ SR (Sangat Rendah) =

≤ 10 juta rupiah

ᵜ R (Rendah) =

> 10 - 25 juta rupiah

ᵜ C (Cukup) =

> 25 - 100 juta rupiah ᵜ T (Tinggi) =

> 100 juta - 1 milyar rupiah ᵜ ST (Sangat Tinggi) =

> 1 milyar rupiah

(34)

Risiko terhadap Aspek Waktu

No Jenis Risiko P I

Kategori Probability Impact (Waktu)

Risiko Manajerial

1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan

dengan baik 3 2 Rendah

2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 2 2 Rendah

3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi

tidak berjalan lancar 3 3 Sedang

4 Pengalaman manajemen yang kurang 2 3 Sedang

5 Proses pengawasan proyek tidak berjalan

dengan baik 2 2 Rendah

6 Adanya miss komunikasi antar sesama

perangkat pada proyek 3 2 Rendah

7 Manajemen sumber daya manusia kurang 2 3 Sedang

8 Keterlambatan penanganan oleh pihak

ketiga 3 3 Sedang

9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub

kontraktor yang tidak berjalan baik 3 3 Sedang

10 Ketelitian program proyek kurang 2 2 Rendah

Risiko Teknis

11 Perubahan desain yang cukup sering

terjadi 3 3 Sedang

12 Kesalahan estimasi waktu 2 3 Sedang

13 Kesalahan estimasi biaya 3 3 Sedang

14 Proses pengawasan gambar teknik tidak

sesuai 2 2 Rendah

15 Report desain yang tidak tersusun dengan

baik 2 2 Rendah

16 Terdapatnya pekerjaan ulang 2 3 Sedang

17 Material kurang berkualitas 2 3 Sedang

18 Terdapatnya perubahan pada lingkup

desain 3 3 Sedang

19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 2 Rendah

(35)

Risiko Procurement

20 Petunjuk penggunaan peralatan dan material

curah tidak ada/kurang 2 2 Rendah

21 Proses pabrikasi tidak diawasi 3 3 Sedang

22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang

tidak memadai 3 3 Sedang

23 Persediaan material yang kurang 2 3 Sedang

24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik 3 3 Sedang

25 Pengiriman peralatan dan material yang cukup

lama 3 3 Sedang

26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak

terencana 3 3 Sedang

Risiko Ekonomi dan Keuangan

27 Terjadinya inflasi 2 2 Rendah

28 Terjadinya krisis ekonomi 1 2 Rendah

29 Kenaikan harga material 3 2 Rendah

30 Kenaikan suku bunga 2 2 Rendah

31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 3 3 Sedang

Risiko Kontraktual

32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak

yang jelas 2 2 Rendah

33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai

kontrak 2 2 Rendah

34 Kegagalan sub kontraktor yang menangani

pelaksanaan pekerjaan 3 3 Sedang

Risiko Kondisi Lokasi

35 Adanya bencana alam 1 2 Rendah

36 Dampak buruk yang terjadi terhadap

lingkungan di sekitar proyek 2 2 Rendah

37 Kondisi cuaca yang buruk 3 3 Sedang

38 Muka air tanah yang tinggi 4 3 Tinggi

39 Kerusakan sistem drainase kota 3 2 Rendah

40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 2 2 Rendah

(36)

Risiko terhadap Aspek Biaya

No Jenis Risiko P I Kategori

Probability Impact (Biaya) Risiko Manajerial

1 Safety pada proyek tidak dilaksanakan

dengan baik 3 2 Rendah

2 Terjadinya kecelakaan di lokasi kerja 2 2 Rendah

3 Evaluasi perubahan order dan negosiasi

tidak berjalan lancar 3 3 Sedang

4 Pengalaman manajemen yang kurang 2 2 Rendah

5 Proses pengawasan proyek tidak berjalan

dengan baik 2 2 Rendah

6 Adanya miss komunikasi antar sesama

perangkat pada proyek 3 2 Rendah

7 Manajemen sumber daya manusia kurang 2 3 Sedang

8 Keterlambatan penanganan oleh pihak

ketiga 3 3 Sedang

9 Koordinasi yang dilakukan dengan sub

kontraktor yang tidak berjalan baik 3 3 Sedang

10 Ketelitian program proyek kurang 2 2 Rendah

Risiko Teknis

11 Perubahan desain yang cukup sering

terjadi 3 3 Sedang

12 Kesalahan estimasi waktu 2 3 Sedang

13 Kesalahan estimasi biaya 3 3 Sedang

14 Proses pengawasan gambar teknik tidak

sesuai 2 2 Rendah

15 Report desain yang tidak tersusun dengan

baik 2 2 Rendah

16 Terdapatnya pekerjaan ulang 2 3 Sedang

17 Material kurang berkualitas 2 2 Rendah

18 Terdapatnya perubahan pada lingkup

desain 3 3 Sedang

19 Mutu oekerjaan tidak tercapai 2 2 Rendah

(37)

Risiko Procurement

20 Petunjuk penggunaan peralatan dan material

curah tidak ada/kurang 2 2 Rendah

21 Proses pabrikasi tidak diawasi 3 2 Rendah

22 Ketersediaan peralatan dan tenaga kerja yang

tidak memadai 3 3 Sedang

23 Persediaan material yang kurang 2 2 Rendah

24 Kualitas sub kontraktor yang tidak baik 3 3 Sedang

25 Pengiriman peralatan dan material yang cukup

lama 3 3 Sedang

26 Jadwal pengadaan dan kebutuhan bahan tidak

terencana 3 3 Sedang

Risiko Ekonomi dan Keuangan

27 Terjadinya inflasi 2 2 Rendah

28 Terjadinya krisis ekonomi 1 2 Rendah

29 Kenaikan harga material 3 3 Sedang

30 Kenaikan suku bunga 2 2 Rendah

31 Kenaikan harga upah (proyek multiyears) 3 3 Sedang

Risiko Kontraktual

32 Tidak terdapatnya pasal pemutusan kontrak

yang jelas 2 2 Rendah

33 Pengaturan safety dan kode tidak sesuai

kontrak 2 2 Rendah

34 Kegagalan sub kontraktor yang menangani

pelaksanaan pekerjaan 3 3 Sedang

Risiko Kondisi Lokasi

35 Adanya bencana alam 1 2 Rendah

36 Dampak buruk yang terjadi terhadap

lingkungan di sekitar proyek 2 2 Rendah

37 Kondisi cuaca yang buruk 3 3 Sedang

38 Muka air tanah yang tinggi 4 3 Tinggi

39 Kerusakan sistem drainase kota 3 2 Rendah

40 Demo / ketidakpuasan masyarakat 2 1 Rendah

(38)

Respon Risiko terhadap Waktu dan Biaya

Risiko yang signifikan terhadap waktu dan biaya sama, dan hanya terdapat satu risiko. Risiko tertinggi di proyek ini adalah muka air tanah yang tinggi, yaitu -1,5 m. Sehingga risiko ini

menjadi kendala tersendiri untuk proses pembangunan underpass.

Hampir semua tahapan terganggu

karena muka air tanah yang tinggi ini.

Sebagian besar tahapan yang

terganggu, saat relokasi, penggalian, dewatering, pembuatan dinding

underpass.

(39)

Saat relokasi saluran, tahapan yang berpengaruh adalah saat

pemasangan boxculvert, karena

penggalian sedalam 4 m sedangkan muka air tanah hanya 1,5 m.

Sehingga hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pengamanan struktur tanah supaya tidak longsor.

Dan juga tetap memonitoring agar bangunan-bangunan yang dianggap sakral (patung Dewa Ruci)

diamankan dengan sheetpile.

(40)

Risiko yang terjadi saat sebelum memulai proyek, yang sangat

mengganggu adalah masalah utilitas.

Kendalanya, beberapa utilitas harus

dipindahkan, namun karena banyaknya pihak yang terkait, membuat tahapan ini memakan waktu dan anggaran yang tidak sedikit. Pihak-pihak yang terkait antara lain, PLN, PDAM, Telkom,

Indosat, dll. Membutuhkan sosialisasi untuk mengerjakan tahapan ini. Namun tetap pada batasan waktu yang telah

ditentukan pada scheduling proyek.

(41)

KESIMPULAN

DAN SARAN

(42)

KESIMPULAN

Penanganan respon risiko terhadap risiko yang kemungkinan besar terjadi dan berdampak signifikan pada proyek ini adalah dengan menerima risiko

tersebut dan menguranginya sehingga tidak mengganggu pekerjaan. Respon risiko terhadap aspek waktu dan aspek biaya adalah dengan menyediakan

pompa dengan kapasitas besar dan

banyak. Selain itu juga menyiapkan

waterstop untuk mencegah dinding

dari rembesan.

(43)

Pompa yang digunakan dalam proyek ini adalah pompa merk

Ebara, kapasitas 20 ltr/detik dengan jumlah 8 pompa. Secara

perhitungan, proyek ini

membutuhkan 6 pompa, 2 pompa berfungsi sebagai backup. Pompa- pompa tersebut bertujuan bisa

menurunkan muka air tanah yang

tinggi dengan metode sumur dalam.

(44)

Saat tahapan dinding, sebenarnya sudah di protect dengan

pengeboran second pile secondary.

Namun tetap berjaga-jaga apabila terjadi kebocoran / rembesan itu akan berpengaruh pada kualitas dinding. Pada tahapan ini, beton

sudah di setting kedap air 350, slum 16 adiktif. Juga diberi waterstop,

namun harus menyiapkan extra

biaya untuk injeksi.

(45)

SARAN

Tentunya hasil penelitian Tugas Akhir ini masih belum sempurna. Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil

penelitian yaitu padatnya jam kerja proyek mengakibatkan responden

kelelahan dan kurang konsentrasi saat melakukan pengisian kuesioner

utama. Saran untuk penelitian sejenis berikutnya adalah dalam pengisian

kuesioner sebaiknya dilakukan saat responden benar benar memiliki

waktu yang cukup mengisi kuesioner.

(46)

AYUNITA INDRIA DEWI

3106 100 005

Gambar

Diagram Alir Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan respon risiko yang dilakukan terhadap risiko yang berdampak signifikan terhadap waktu adalah sebagai berikut : berdampak signifikan terhadap waktu adalah sebagai berikut :

Pengolahan kopi dilakukan secara sederhana dari buah kopi menjadi biji Hard Skin (HS) Proyek PRPTE memberikan dampak yang signifikan bagi produktivitas kopi Arabika Kintamani Bali,

Penanganan respon risiko terhadap risiko yang kemungkinan besar terjadi dan berdampak signifikan pada proyek Rusunami Kebagusan City ini diharapkan dapat meminimalisir risiko

• Risiko level moderat perlu dilakukan respon atau mitigasi hingga dapat menurunkan levelnya menjadi Low, namun dengan kriteria biaya mitigasi harus lebih kecil dari manfaat

dampak variabel-variabel risiko dilihat dari sudut pandang frekuensi faktor risiko terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek serta respon resiko yang akan