• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 1 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG P U T U S A N

Nomor 37/G/2018/PTUN-PLG

”DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang yang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara pada tingkat pertama, dengan acara biasa yang dilangsungkan di Gedung Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 67, Palembang, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara: --- 1. Hj. MERNA GUSTI, Warga Negara Indonesia, tempat tinggal Jalan Komp. Taman Indah Blok A-4 No. 3 RT. 007 RW. 003 KM 10 Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang, pekerjaan Pensiunan Guru; --- Selanjutnya disebut sebagai --- Penggugat I;

2. MIFTAH, Warga Negara Indonesia, tempat tinggal Jopong Padang Habalang Kelurahan Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pesisir Provinsi Sumatera Barat, pekerjaan Buruh Harian Lepas; --- Selanjutnya disebut sebagai --- Penggugat II;

3. EMILZA, S.E., Warga Negara Indonesia, tempat tinggal Jalan Komp.

Taman Indah Blok A-4 No. 3 RT. 007 RW. 003 KM 10 Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang, pekerjaan Karyawan Swasta; --- Selanjutnya disebut sebagai --- Penggugat III;

Dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 06 MZJS.ADV&R/V/2018 tanggal 19 Mei 2018, telah memberi kuasa khusus kepada M. Zuriyatama JS, S.H., Warga

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 2 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG Negara Indonesia, beralamat kantor dan memilih domisili hukum di Jalan Wayhitam (Seihitam) No. 119 RT. 02, RW.

06 Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat I Pakjo Palembang 30138, pekerjaan Advokat/Pengacara; --- Selanjutnya disebut sebagai --- Para Penggugat;

Melawan

KEPALA KANTOR PERTANAHAN KOTA PALEMBANG, tempat kedudukan Jalan Kapten A. Rivai No. 99 Kota Palembang Sumatera Selatan; --- Dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 315/13-16.71/VI/2018 tanggal 26 Juni 2018, telah memberikan kuasa khusus kepada: --- 1. Ahmad Sahabuddin, S.H., Jabatan Kepala Seksi

Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Palembang; --- 2. Novi Armita Muslim, S.H., M.H., Jabatan Kepala Sub Seksi Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan Pada Kantor Pertanahan Kota Palembang; -- 3. Umi Kalsum, S.H., M.Si., Jabatan Kepala Sub Seksi

Pengendalian Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Palembang; --- 4. Putri Septi Lia, S.H., Jabatan Staf Sub Seksi Penanganan Sengketa Konflik, dan Perkara Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Palembang; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 3 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG 5. Irmansyah Teguh, S.H., Staf Sub Seksi Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Palembang; --- 6. Eka Suliyanti, S.H., Staf Sub Seksi Pengendalian

Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Palembang; --- 7. Sahwalul Mukhsin, S.H., Staf Sub Seksi Pengendalian Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Palembang; --- Kesemuanya Warga Negara Indonesia, beralamat kantor di Jl. Kapten A. Rivai No. 99 Palembang, pekerjaan nomor urut 1 sampai dengan 4 Aparatur Sipil Negara dan nomor urut 5 sampai dengan 7 Pegawai Kontrak pada Kantor Pertanahan Kota Palembang; --- Selanjutnya disebut sebagai ---Tergugat;

KEMENTERIAN PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, berkedudukan di Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 17 Jakarta 10110; --- Dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor UM.001/19/24/MP/2018 tanggal 23 Juli 2018, telah memberikan kuasa khusus kepada: --- 1. Cecep Rukendi, S.SOS., M.B.A., jabatan Plt. Kepala Biro

Umum, Kepegawaian Hukum dan Organisasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- 2. Bayu Aji, S.E., jabatan Inspektur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- 3. Merry Ruslina Ambarita, S.H., M.M., jabatan Kepala

Bagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 4 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG 4. Sigit Joko Poernomo, S.H., jabatan Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Perlengkapan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- 5. Rizki Aprilina, S.H., jabatan Kepala Sub Bagian Perjanjian dan Advokasi Hukum Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- 6. Sari Tirto Warino, S.E., jabatan Kepala Sub Bagian

Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- 7. Henri Pardamean, S.KOM., jabatan Kepala Sub Bagian Umum, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- 8. Herdianto, S.H.I., jabatan Kepala Sub Bagian Administrasi Umum Politeknik Pariwisata Palembang; ---- 9. Litani Tesalonika Risty, S.H., jabatan Staf Bagian Hukum,

Organisasi dan Tata Laksana, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- 10. Lius Diah Linardi, S.H., jabatan Staf Bagian Hukum,

Organisasi dan Tata Laksana, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- Kesemuanya Warga Negara Indonesia, beralamat kantor di Jl. Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 17 Jakarta 10110 dan Jalan Sapta Pesona No. 10 Komplek Jakabaring Sport City Palembang, pekerjaan nomor urut 1 sampai dengan 9 Aparatur Sipil Negara dan nomor urut 10 Pegawai Kontrak; -- Selanjutnya disebut sebagai --- Tergugat II Intervensi 1;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 5 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN, berkedudukan di Jalan Kapten A. Rivai No. 3 Palembang; --- Dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 4237/II/2018 tanggal 4 September 2018, telah memberikan kuasa khusus kepada: --- 1. H. Ardani, S.H., M.H., Jabatan Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Sumatera Selatan; --- 2. Hendri Setiawan, S.H., M.H., Jabatan Kepala Bagian Bantuan Hukum dan HAM Setda Provinsi Sumatera Selatan; --- 3. Hisbullah, S.H., M.H., Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum

dan HAM Setda Provinsi Sumatera Selatan; --- 4. H. Ali Musir, S.H., M.H., Jabatan Kepala Sub Bagian Sengketa, Perlindungan Hukum dan HAM Setda Provinsi Sumatera Selatan; --- 5. M. Chandra Eka Putra, S.H., M.H., Jabatan Staf Bagian

Bantuan Hukum dan HAM Setda Provinsi Sumatera Selatan; --- Kesemuanya Warga Negara Indonesia, beralamat kantor di Jalan Kapten A. Rivai No. 3 Palembang, pekerjaan Aparatur Sipil Negara; --- Selanjutnya di sebut sebagai ---Tergugat II Intervensi 2;

Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang tersebut; --- 1. Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara

Palembang Nomor : 37/PEN.MH/2018/PTUN-PLG, tanggal 6 Juni 2018, tentang Penetapan Penunjukan Majelis Hakim; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 6 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG 2. Telah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Nomor : 37/PEN-

PP/2018/PTUN-PLG, tanggal 6 Juni 2018, tentang Penetapan Pemeriksaan Persiapan; --- 3. Telah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Nomor : 37/PEN- HS/2018/PTUN-PLG, tanggal 19 Juli 2018, tentang Penetapan Hari Sidang; --- 4. Telah membaca Putusan Sela No. 37/G/2018/PTUN.PLG, tertanggal 7 Agustus 2018 tentang masuknya Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai Tergugat II Intervensi 1; --- 5. Telah membaca Putusan Sela No. 37/G/2018/PTUN-PLG, tertanggal 13 September 2018 tentang masuknya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebagai Tergugat II Intervensi 2; --- 6. Telah mendengar keterangan para pihak yang bersengketa; --- 7. Telah mendengar keterangan saksi Pihak Penggugat dan saksi Pihak Tergugat II Intervensi 2; --- 8. Telah membaca dan mempelajari berkas Perkara Nomor

37/G/2018/PTUN-PLG; ---

TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan gugatan tertanggal 05 Juni 2018 yang diterima dan terdaftar di Kepaniteraan Perkara Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang pada tanggal 6 Juni 2018 dalam register perkara Nomor 37/G/2018/PTUN-PLG, gugatan telah dilakukan perbaikan secara formal pada tanggal 19 Juli 2018 yang pada pokoknya dengan mengemukakan alasan-alasan sebagai berikut: ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 7 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG I. Obyek Gugatan --- Adapun yang menjadi Obyek Gugatan adalah Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) yang dikeluarkan oleh Tergugat selaku Pejabat Tata Usaha Negara berupa Sertipikat Hak Pakai No. 10, Kel. Silaberanti, Kec. Seberang Ulu I diterbitkan tanggal 24 Juni 2016, Pemegang Hak Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dengan Surat Ukur No. 291/Silaberanti/2016, tanggal 23 Juni 2016, luas 150.350 M2 (seratus lima puluh ribu tiga ratus lima puluh meter persegi), khusus sepanjang milik Para Penggugat seluas 15x40 meter / 2 (dua) Kavling; --- II. Kepentingan --- Bahwa benar Para Penggugat adalah ahli waris dari H. ZAINI KARIM yang meninggal di Palembang tanggal 21 Maret 1998. Bahwa selama perkawinan antara H. Zaini Karim dan Penggugat I telah didapat dua orang anak bernama: Mifta dan Emilza. Sehingga Para Penggugat adalah ahli waris sah. Berikut Surat Keterangan Ahli Waris yang diketahui RT. 007 yang ditandatangani Lurah Talang Kelapa No. 596/28/TIK/VI/2009 dan Camat Alang-Alang Lebar tanggal 30 Juni 2009; ---

Bahwa semasa Zaini Karim masih hidup ada mempunyai sebidang tanah Kavlingan yang diperoleh berdasarkan Akta Pelepasan/Penyerahan hak Nomor No. 90/SU I/81 tanggal 12-12-1981 antara pembeli Zaini Karim dan penjual Ismail bin Wahab, yang ditandatangani oleh Camat seberang Ulu I Palembang, Drs. Ibrahim Pako. Dengan luas tanah 15 x 40 Meter / 2 (dua) Kavling dengan Kavlingan No. 45 dan 46 bagian dari GS No. 2253/1981 dan GS No. 2264/1981 tanggal 13 April 1981, yang terletak di RT. 28, Kelurahan 8 Ulu Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu I (Jalan Gubernur H. A. Bastari belakang Bank Sumsel Babel Jakabaring Palembang dan sekarang masuk wilayah Kecamatan Jakabaring dengan batas batas berikut: ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 8 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG - Sebelah Utara berbatasan dengan tanah Pr. Itik (+ 15 M); --- - Sebelah Selatan berbatasan dengan rencana jalan (+ 40 M); --- - Sebelah Barat berbatasan dengan tanah Pr. Itik/Kavling No. 56 (+ 15 M); -- - Sebelah Timur berbatasan dengan tanah Pr. Itik/Kavlingan No. 58 (+ 40 M); ---

Bahwa, sejak Zaini Karim meninggal dunia tanggal 21 Maret 1998 maka tanahnya otomatis jatuh ke ahli warisnya yaitu Para Penggugat. Bahwa dengan demikian Para Penggugat sangat berkepentingan berdasarkan kepemilikan surat Akta Pelepasan/Penyerahan Hak Nomor No. 90/SU I/81 tanggal 12-12-1981 sebagaimana di atas; --- Bahwa, di atas tanah Zaini Karim telah berdiri sebuah bangunan gedung Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Palembang, yang tanahnya menjadi obyek sengketa. Sehingga Para Penggugat merasa dirugikan.

Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 53 (1) UU No. 9 tahun 2004 jo UU 51 tahun 2009 tentang perubahan kedua UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, bahwa orang atau badan hukum yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu keputusan tata usaha negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar keputusan tata usaha negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau direhabilitasi; --- III. Tenggang Waktu ---

Bahwa perlu di ketahui sebelum Para Penggugat mengajukan Gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang ini. Para Penggugat telah pernah mengajukan Gugatan Perdata ke Pengadilan Negeri Palembang, dengan Reg. Nomor: 265/Pdt.G/2017/PN.PLG tanggal 28 Desember 2017 sebagai Tergugatnya I Presiden Republik Indonesia cq

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 9 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG Menteri Dalam Negeri cq Gubernur Sumsel dan Tergugat II Presiden Republik Indonesia cq Menteri Pariwisata cq Direktur Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Palembang. Perihal Gugatan Perbuatan Melawan Hukum.

Bahwa setelah beberapa kali persidangan tepatnya pada saat pengajuan bukti tertulis dari Tergugat II POLTEKPAR Palembang, tanggal 21 Maret 2018 dalam hal ini yang bersangkutan mengajukan bukti surat yang salah satunya adalah Sertipikat Hak Pakai No. 10, Kel. Silaberanti, Kec. Seberang Ulu I tanggal 24 Juni 2016, Pemegang Hak Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dengan Surat Ukur No.

291/Silaberanti/2016, tanggal 23 Juni 2016, luas 150.350 M2 (seratus lima puluh ribu tiga ratus lima puluh meter persegi); ---

Bahwa Para Penggugat dalam mengajukan gugatan ini telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara, khususnya masalah tenggang waktu 90 hari. Sejak gugatan ini di ajukan tanggal 06 Juni 2018 masih dalam tenggang waktu 90 hari terhitung sejak tanggal 21 Maret 2018 sebagaimana diatur Pasal 55 UU No. 5 tahun 1986; --- IV. Posita ---

Bahwa adapun dasar dan alasan Para Penggugat mengajukan gugatan ini sebagai berikut: --- 1. Bahwa benar Para Penggugat adalah ahli waris dari H. ZAINI KARIM

yang meninggal di Palembang tanggal 21 Maret 1998. Bahwa selama perkawinan antara H. Zaini Karim dan Penggugat I telah didapat dua orang anak bernama: Mifta dan Emilza. Sehingga Para Penggugat adalah ahli waris sah. Berikut Surat Keterangan Ahli Waris yang diketahui Rt 007, yang ditandatangani Lurah Talang Kelapa No.

596/28/TIK/VI/2009 dan Camat Alang-Alang Lebar tanggal 30 Juni 2009.

Bahwa saat ini Penggugat I dan II tinggal di Propinsi Sumatera Barat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 10 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG sejak 2014 sampai sekarang dan Penggugat III tinggal di Ogan Komering Ilir bekerja dan ikut suami; --- 2. Bahwa semasa Zaini Karim masih hidup ada mempunyai sebidang tanah Kavlingan yang diperoleh berdasarkan akte Pelepasan/Penyerahan hak Nomor No. 90/SU I/81 tanggal 12-12-1981 antara pembeli Zaini Karim dan penjual Ismail bin Wahab, yang ditandatangani oleh Camat seberang Ulu I Palembang, Drs. Ibrahim Pako. Dengan luas tanah 15 x 40 Meter / 2(dua) Kavling dengan Kavlingan Nomor 45 dan 46 yaitu bagian dari GS No. 2253/1981 dan GS No. 2264/1981 tanggal 13 April 1981, yang terletak di RT. 28. Kelurahan 8 Ulu Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I (Jalan Gubernur H. A. Bastari belakang Bank Sumsel Babel Jakabaring Palembang dan sekarang masuk wilayah Kecamatan Jakabaring) dengan batas batas berikut: --- - Sebelah Utara berbatasan dengan tanah Pr. Itik (+ 15 M); --- - Sebelah Selatan berbatasan dengan rencana jalan (+ 40 M); --- - Sebelah Barat berbatasan dengan tanah Pr. Itik/Kavling No. 56 (+ 15 M); --- - Sebelah Timur berbatasan dengan tanah Pr. Itik/Kavlingan No. 58 (+

40 M); --- Bahwa sejak Zaini Karim meninggal dunia tanggal 21 Maret 1998 maka tanahnya otomatis jatuh ke ahli warisnya yaitu Para Penggugat; --- 3. Bahwa terkait (Sub III Tenggang Waktu) diatas pihak Gubernur Sumsel

sebagai Tergugat I mengajukan salah satu bukti surat berupa pembebasan dari Propinsi Sumsel dari pemilik tanah Pr. Itik binti M.

Hasan tahun 1991 dengan menggunakan alas Gambar Situasi (GS) yang sama seperti yang termasuk dalam Akta Pelepasan/Penyerahan Hak Nomor 90/SU I/81 sebagai mana Poin 2 posita diatas yaitu GS No.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 11 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG 2253/1981 dan GS No. 2264/1981 tanggal 13 April 1981. Bahwa sementara dengan GS tersebut pihak Propinsi Sumsel memiliki luas tanah 1.610 M2 dan 5.345 M2 yang ditotal luasnya kurang lebih 6.955 M2 dan tidak termasuk tanah yang telah di Kavlingan-kavling oleh pemilik Pr Itik sekitar tahun 1979, yang salah satunya di jual ke Zaini Karim tahun 1981 sebagaimana Poin 2 posita diatas. Bahwa dari total keseluruhan tanah milik Pr. Itik seluas 100 x 200 meter (+ 2 hektar) berdasarkan Keterangan Hak Usaha tanggal 20 September 1977; --- 4. Bahwa sejak Zaini Karim membeli tahun 1981 yang ditandai patok beton + 1 m (sekarang patok tersebut telah dihancurkan) dari tuan Ismail Bin Wahab (yang dapat kuasa untuk menjual dari Pr. Itik dan M. Husin bin Naning tanggal 20 September 1977) tidak pernah ada masalah ataupun sengketa. Bahwa selama membeli tanah aquo Zaini Karim sering mengontrol, diusahakan/diurus dan dijaga dengan menyuruh bapak Mustafa dengan cara berkebun/ditanami sawah sampai tahun 2011.

Namun sejak meninggalnya bapak Mustafa tahun 2011 kemudian tanah tersebut diteruskan oleh anaknya bernama bapak Umar. Namun pada saat sekitar bulan Juli 2017, Penggugat I mendapat laporan dari Bapak Umar, bahwa diatas tanah aquo akan berdiri gedung Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Palembang, dan saat ini gedung POLTEKPAR tersebut telah berdiri tepat di atas lahan tanah milik Para Penggugat seluas 15 x 40 meter / 2 (dua) Kavling; --- 5. Bahwa terkait Poin 3 posita diatas pada saat tanah kavlingan dibeli oleh

Zaini Karim tahun 1981 kondisi tanah memang telah di kavling-kavling oleh pemilik lahan Pr. Itik bin Hasan sekitar tahun 1979 (bahwa selain tanah kavling Zaini Karim banyak juga kavling-kavlingan lain yang telah dibeli dan dimiliki orang lain) dan untuk menuju ke lokasi tanah kavlingan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 12 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG tersebut dahulu ada jalan setapak yaitu jalan Kavling yang disekitarnya dipenuhi rawa-rawa; --- 6. Bahwa bermula sekitar bulan Juli 2017 Penggugat I mendapat laporan

dari bapak Umar bin Mustafa bahwa tanah Para Penggugat terkena rencana bangunan gedung Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Palembang milik dari Kementrian Pariwisata RI yang sebelumnya telah mendapat hibah dari Pemerintahan Propinsi Sumatera Selatan. Bahwa kemudian Penggugat I pulang ke Palembang, dan bersama bapak Umar berusaha melihat kondisi kelapangan memang ada aktifitas kegiatan akan dimulainya pembangunan gedung Poltekpar diatas lahan tanah milik Para Penggugat. Kemudian Penggugat I bersama bapak Umar menemui pimpinan proyek dan mengatakan alasan apa akan dibangun diatas tanah Para Penggugat. Karena Para Penggugat adalah selaku pemilik sah tanah Kavling yang belum pernah mendapat ganti rugi dari pemerintah Propinsi Sumsel. Bahwa kemudian Penggugat I minta untuk tidak di bangun sebelum adanya musyawarah ganti rugi terlebih dulu.

Kemudian oleh pihak kontraktor meminta bukti sura-surat kepemilikan tanah sebagai mana Poin 2 posita di atas; --- 7. Bahwa sebelumnya Penggugat I melalui kuasanya mengirim surat ke dinas yang berwenang, menangani pembangunan tersebut yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (BLHP) Propinsi Sumsel dan Penggugat I disarankan untuk membuat surat permohonan perihal ganti rugi. Bahwa kemudian surat ditujukan ke kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (BLHP) Sumsel tanggal 25 Juli 2017, dan sampai gugatan ini diajukan pun belum ada jawaban. Bahwa kemudian tanggal 02 November 2017 dikirimkan juga surat ke Kantor Pertanahan kota Palembang, perihal mohon untuk tidak menerbitkan sertipikat dan izin

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 13 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG (pembangunan gedung POLTEKPAR Palembang), sebelum permasalahan lahan tanah tersebut selesai berupa ganti rugi, atau setidaknya memfasilitasi permasalahan antara Para Penggugat dan Pemerintahan Sumsel selaku pemegang kebijakan. Namun sampai hari ini belum juga ada jawaban atau balasannya. Bahwa untuk menindak lanjuti, dikirimkan juga surat ke Camat Seberang Ulu I Palembang tanggal 09 November 2017, perihal mohon difasilitasi pertemuan Para Penggugat, dan sekaligus juga mempertayakan status keabsahan kepemilikan tanah Zaini Karim. Bahwa setelah diperlihatkan data/dokumen oleh kasi Pemerintahan kantor Kecamatan Seberang Ulu I kota Palembang, bernama bapak Aris Varizal, S. Com, setelah diperiksa, diteliti cek kebenarannya bahwa memang benar tanah aquo ada dan masih tercatat a.n. Zaini Karim. Yaitu berdasarkan Akta Pelepasan/Penyerahan Hak No. 90/SU I/81 tanggal 12-12-1981. dengan luas tanah 15 x 40 meter / 2 (dua) Kavling; --- 8. Bahwa terkait dengan Poin 3 diatas sangatlah tidak logis mengingat total

luas tanah + 6.955 M2 yang dimiliki oleh pihak Pemerintahan Propinsi Sumsel, yang kemudian di hibahkan ke Kementrian Pariwisata RI. Bahwa kemudian selanjutnya Tergugat menerbikan Sertipikat Hak Pakai No. 10, Kel. Silaberanti, Kec. Seberang Ulu I tanggal 24 Juni 2016, Pemegang Hak Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dengan Surat Ukur No. 291/Silaberanti/2016, tanggal 23 Juni 2016, luas 150.350 M2 (seratus lima puluh ribu tiga ratus lima puluh meter persegi). Mengingat luas tanah tersebut telah mengambil dari keseluruhan lahan tanah Kavling milik Para Penggugat seluas 15 x 40 meter / 2 (dua) Kavling tanpa adanya proses ganti rugi; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 14 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG 9. Bahwa setelah Para Penggugat melihat dan meneliti bukti surat Sertipikat Hak Pakai No. 10 tahun 2016 dari POLTEKPAR Palembang sebagaimana dijelaskan di atas, jelas terdapat cacat yuridis, tidak didasarkan kelengkapan data yuridis yang sah di dalam pembuatan sertipikat tersebut. Mengingat kepemilikan tanah Kavlingan Para Penggugat dari Zaini Karim masih tercatat kepemilikan atas nama Zaini Karim di kantor Kecamatan Seberang Ulu I kota Palembang dan belum adanya proses ganti rugi. Bahwa hal demikian sertipikat yang di terbitkan oleh Tergugat bukan obyek/letak tanah diatas tanah milik Para Penggugat melainkan di tempat yang lain; --- 10. Bahwa akibat perbuatan Tergugat yang menerbitkan Keputusan (beshiking) berupa menerbitkan Sertipikat Hak Pakai No. 10, Kel.

Silaberanti, Kec. Seberang Ulu I tanggal 24 Juni 2016, Pemegang Hak Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dengan Surat Ukur No. 291/Silaberanti/2016, tanggal 23 Juni 2016, luas 150.350 M2 (seratus lima puluh ribu tiga ratus lima puluh meter persegi). Sangatlah merugikan Para Penggugat karena penerbitan sertipikat tersebut cacat hukum, karena tidak melalui prosedur dan mengesampingkan hak dari pada Para Penggugat selaku pemilik sah tanah aquo. Dan guna untuk membuktikan keabsahan dan/atau letak serta luas sertipikat, maka satu-satunya jalan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 53 ayat 1 dan 2 UU No. 9 tahun 2004 jo UU No 51 tahun 2009 tentang perubahan UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usah Negara). Para Penggugat mengajukan Gugatan Tata Usaha Negara ini dan tentunya yang menjadi Tergugatnya adalah Kepala Kantor Pertanahan Kota Palembang. Yang telah menerbitkan sertipikat tersebut, telah melakukan perbuatan melawan hukum (Onrechmatige Overheads

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 15 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG Daad) yaitu menerbitkan keputusan (Beschiking) yang bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Dasar Pokok Argaria UU No. 5 tahun 1960. PP No. 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah dan khususnya Peraturan Kepala BPN RI No 2 tahun 2013 Tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian Hak atas Tanah dan Kegiatan Pendaftaran Tanah Bagian Kedua Kewenangan Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional Paragraf 4 Pasal 10 (c) tentang Hak Pakai yaitu Pemberian Hak Pakai untuk badan hukum swasta, BUMN/BUMD atas tanah non pertanian yang luasnya lebih dari 20.000 M2 (dua puluh ribu meter persegi) dan tidak lebih dari 150.000 M2 (seratus lima puluh ribu meter persegi). Dan Pasal 25 Pelanggaran ketentuan yang diatur dalam peraturan ini akan dikenakan sanksi disiplin pegawai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Serta peraturan lainnya yang berlaku pada saat penerbitan sertipikat tersebut. Disamping itu perbuatan Tergugat dalam hal ini juga telah melanggar atau tidak menjiwai azas- azas umum pemerintahan yang baik (General principles of good administration) sebagaimana penjelasan Pasal 53 ayat 2 yang meliputi: - Asas kepastian hukum, - Tertib Penyelenggaraan Negara, - Keterbukaan, - Proporsionalitas, - Profesionalitas, dan - Akuntabilitas. Sebagaimana dimaksud dalam UU No. 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme; --- 11. Bahwa dengan demikian jelas Tergugat selaku pejabat yang telah

mengeluarkan Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN), berupa Sertipikat Hak Pakai No. 10, Kel. Silaberanti, Kec. Seberang Ulu I tanggal 24 Juni 2016, Pemegang Hak Pemerintah Republik Indonesia Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, dengan Surat Ukur No.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 16 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG 291/Silaberanti/2016, tanggal 23 Juni 2016, luas 150.350 M2 (seratus lima puluh ribu tiga ratus lima puluh meter persegi). Telah melakukan pelanggaran Peraturan Kepala BPN RI No 2 tahun 2013 tentang batas maksimal luas pemberian Hak Pakai yang seharusnya tidak lebih dari 150.000 M2 (seratus lima puluh ribu meter persegi). Dan Pasal 25 Pelanggaran ketentuan yang diatur dalam peraturan ini akan dikenakan sanksi disiplin pegawai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bahwa dengan demikian terbitnya Sertipikat Hak Pakai No. 10, Kel.

Silaberanti, Kec. Seberang Ulu I Silaberanti tanggal 24 Juni 2016, Pemegang Hak Pemerintah Republik Indonesia Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Surat Ukur No. 291/Silaberanti/2016, tanggal 23 Juni 2016, luas 150.350 M2 (seratus lima puluh ribu tiga ratus lima puluh meter persegi). Bukan hanya melanggar peraturan, tapi juga melanggar hak-hak dari pada kepentingan Para Penggugat, karena Para Penggugat memiliki tanah kavling seluas 15 x 40 meter / 2 (dua) Kavling yang sekarang ini diatasnya telah berdiri bangunan gedung POLTEKPAR Palembang, di atas tanah Para Penggugat. Dengan demikian Para Penggugat mohon untuk dibatalkan; --- V. Petitum --- Bahwa berdasarkan uraian hal-hal tersebut di atas, maka Para Penggugat dalam hal ini, memohon Kepada Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang berkenan untuk memberikan putusan dengan amar sebagai berikut: --- 1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya; --- 2. Menyatakan batal atau tidak sah Sertipikat Hak Pakai No. 10, Kel.

Silaberanti, Kec. Seberang Ulu I diterbitkan tanggal 24 Juni 2016, Pemegang Hak Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pariwisata

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 17 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG Republik Indonesia, dengan Surat Ukur No. 291/Silaberanti/2016, tanggal 23 Juni 2016, luas 150.350 M2 (seratus lima puluh ribu tiga ratus lima puluh meter persegi). Khusus sepanjang milik Para Penggugat seluas 15x40 meter / 2 (dua) Kavling; --- 3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut dan mencoret dari daftar buku tanah terhadap Sertipikat Hak Pakai No. 10, Kel. Silaberanti, Kec.

Seberang Ulu I diterbitkan tanggal 24 Juni 2016, Pemegang Hak Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dengan Surat Ukur No. 291/Silaberanti/2016, tanggal 23 Juni 2016, luas 150.350 M2 (seratus lima puluh ribu tiga ratus lima puluh meter persegi). Khusus sepanjang milik Para Penggugat seluas 15x40 meter / 2 (dua) Kavling; --- 4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara; ---

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Para Penggugat tersebut, Tergugat telah mengajukan Jawabannya tertanggal 14 Agustus 2018, yang diajukan pada persidangan yang terbuka untuk umum pada tanggal 14 Agustus 2018, dengan mengemukakan hal-hal yang pada pokoknya sebagai berikut: --- DALAM EKSEPSI: --- 1. Bahwa Tergugat menolak seluruh dalil-dalil yang disampaikan oleh

Penggugat, kecuali yang telah diakui secara tegas dan bulat; --- 2. Bahwa esensi gugatan Penggugat merupakan Kompetensi Absolut Pengadilan Negeri bukan Pengadilan Tata Usaha Negara, sebagaimana yang didalilkan oleh Penggugat dalam gugatannya yang pada intinya menyatakan bahwa Penggugat mempunyai sebidang tanah kaplingan yang diperoleh berdasarkan Akta Pelepasan/Penyerahan Hak Nomor 90/SUI/81 tanggal 12-12-1081 dengan luas tanah 15x40 M/2 (dua) kapling

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 18 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG yaitu 45 dan 46 bagian dari GS No.2253/1981 dan GS No.2264/1981 tgl 13 April 1981 yang terletak di RT. 28 Kel. 8 Ulu Silaberanti Kec. Seberang Ulu I dan diatas kaplingan penggugat tersebut telah berdiri bangunan Politeknik Pariwisata Palembang. Berdasarkan dalil gugatan Penggugat tersebut diatas sudah jelas-jelas dan nyata bahwa esensi gugatan Penggugat adalah mengenai sengketa hak Kepemilikan/Keperdataan, oleh karena itu gugatan Penggugat merupakan Kompetensi Absolut Pengadilan Negeri bukan Pengadilan Tata Usaha Negara. Hal ini sesuai dengan sebagaimana yang terdapat didalam kaidah hukum dalam perkara No. 88 K/TUN/1993 tanggal 7 September 1994 dari Himpunan Putusan MARI tentang Kewenangan Mengadili 1995: 125 Rangkuman HP. 2000 yaitu mengenai Kewenangan mengadili antara Peradilan Umum dengan Pengadilan Tata Usaha Negara yang menyatakan ”Meskipun sengketa terjadi akibat Surat Keputusan Pejabat, tetapi perkara menyangkut pembuktian hak milik atas tanah gugatan harus terlebih dahulu ke Peradilan Umum karena merupakan Sengketa Perdata”. Yurisprudensi Mahkamah Agung No.93/ K/TUN/1996 tanggal 24 Februari 1998, kaidah hukum: “Bahwa untuk mengetahui apakah ada kekeliruan mengenai fisik tanah sengketa dan kepemilikannya atas tanah sengketa, maka hal tersebut perlu diperiksa dan ditetapkan oleh Pengadilan Perdata, baru kemudian dapat ditetapkan apakah ada kekeliruan dalam penerbitan Sertipikat karena didasarkan atas data yang keliru” serta Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 16 K/TUN/2000 tanggal 28 Februari 2001, kaidah hukum “Bahwa gugatan mengenai sengketa kepemilikan adalah wewenang peradilan umum untuk memeriksanya” dan Yurisprudeni Mahkamah Agung No. 22 K/TUN/1998 tanggal 27 Juli 2001, kaidah hukum “Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang berkaitan dengan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 19 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG masalah kepemilikan tidak termasuk wewenang Peradilan Tata Usaha Negara untuk memeriksa dan mengadilinya melainkan wewenang Peradilan Umum dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan”.

Untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan TUN menolak atau setidak-tidaknya menyatakan bahwa gugatan Penggugat tidak dapat diterima; --- 3. Bahwa gugatan telah lampau waktu (Verjaring/Daluarsa) --- Bahwa gugatan Penggugat dalam surat gugatannya yang didaftar ke Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang dengan register perkara No.

37/G/2018/PTUN Palembang pada tanggal 6 Juni 2018, Penggugat mendalilkan bahwa sebelumnya Penggugat pernah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Palembang Nomor Perkara : 256/Pdt.G/2017/PN- PLG tanggal 28 Desember 2017, dan setelah beberapa kali persidangan tepatnya pada saat pengajuan bukti tertukis dari POLTEKPAR Palembang tanggal 21 Maret 2018 yaitu berupa objek sengketa, hal ini merupakan alasan yang dibuat-buat karena Penggugat tentu telah mengetahui tentang objek sengketa sejak Penggugat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri, maka setidak-tidaknya Penggugat telah mengetahui objek sengketa sejak Penggugat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri terhitung tanggal Desember 2017 dan ini berarti telah lewat waktu 90 hari berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 Pasal 55 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. ---

Mohon mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan TUN menolak atau setidak-tidaknya menyatakan bahwa gugatan Penggugat tidak diterima; -- 4. Penggugat Tidak Memiliki Kedudukan atau Kepentingan Hukum (Legal standing) sebagai orang yang merasa kepentingannya dirugikan untuk mengajukan gugatan dalam perkara a quo; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 20 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG Bahwa Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara telah menyatakan secara tegas sebagai berikut :

“Orang atau Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh Keputusan Badan ayau Pejabat Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang yang berisi tuntuan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah dengan atau tanpa disertai tuntuan ganti rugi dan/atau rehabilitasi”; --- Bahwa objek gugatan Penggugat error in objecto karena gambar situasi yang didalailkan sebagai dasar kepemilikan tanah tersebut yaitu Gambar Situasi No. 2253/1981 dan Gambar Situasi No. 2264/1981 telah diganti Pemprov, jadi tidak ada lagi kepentingan Penggugat yang dirugikan oleh Tergugat. Oleh karena itu sudah sepatutnya Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan GUGATAN PENGGUGAT TIDAK DAPAT DITERIMA; --- 5. Bahwa gugatan Penggugat Kabur (Obscuur Libels), bahwa Penggugat mempunyai sebidang tanah kaplingan yang diperoleh berdasarkan Akta Pelepasan/Penyerahan Hak Nomor 90/SU.I/81 tanggal 12-12-1081 dengan luas tanah 15x40 M/2 (dua) kapling yaitu 45 dan 46 bagian dari GS No. 2253/1981 dan GS No. 2264/1981 tgl 13 April 1981 yang terletak di RT. 28 Kel. 8 Ulu Silaberanti Kec. Seberang Ulu I dan di atas kaplingan penggugat tersebut telah berdiri bangunan Politeknik Pariwisata Palembang berdasarkan Sertipikat Hak Pakai No. 10/Silaberanti tanggal 24 Juni 2016, Surat Ukur Nomor 291/Silaberanti/2016 tanggal 23 Juni 2016 luas 150.350 M² atas nama Pemerintah Republik Indonesia

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 21 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG Kementrian Pariwisata Republik Indonesia terdapat perbedaan luas yang sangat besar antara tanah milik Penggugat dengan luas SHM yang dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Dalam gugatannya Penggugat juga tidak menyebutkan batas-batas tanah sertipikat aquo hanya menyebutkan batas-batas tanah yang dimiliki Penggugat saja Oleh karena itu sudah sepatutnya agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili Perkara ini untuk menolak Gugatan Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan untuk tidak menerima gugatan a quo; --- DALAM POKOK PERKARA: --- 1. Bahwa Tergugat mohon hal-hal yang telah diuraikan dalam eksepsi di

masukkan sebagai bagian dari pokok perkara; --- 2. Bahwa berdasarkan data yang ada di Kantor Pertanahan Kota Palembang

sertipikat objek sengketa yaitu: Sertipikat Hak Pakai No. 10/Silaberanti tanggal 24 Juni 2016, Surat Ukur Nomor 291/Silaberanti/2016 tanggal 23 Juni 2016 luas 150.350 M² atas nama Pemerintah Republik Indonesia Kementrian Pariwisata Republik Indonesia yang terbit berdasarkan alas hak kepemilikan sebagai berikut: ---

i. Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Palembang Nomor 17/HP/BPN.16.71/2016 tentang Pemberian Hak Pakai Atas Nama Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Atas Tanah Seluas 153.500 M² terletak di Kelurahan Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang; --- ii. Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor

752/KPTS/I/2015 tanggal 19 Oktober 2015 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Sekolah Tinggi Pariwisata Negeri Palembang di Kawasan Jakabaring Kota Palembang yang menetapkan atas izin

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 21

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 22 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG penetapan lokasi seluas 20,33 Ha untuk pembangunan Sekolah Tinggi Pariwisata Negeri Palembang di kawasan Jakabaring Sport City Palembang; --- iii. Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor

823/KPTS/BPKAD/2015 tanggal 18 November 2015 tentang Hibah Tanah Milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada Kementerian Pariwisata untuk pembangunan Politeknik Pariwisata Negeri Palembang; --- iv. Berdasarkan Perjanjian Hibah antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tentang Hibah barang berupa tanah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tanggal 20 November 2015 Nomor 140/SPK/BPKAD/2015 dan Nomor PH.7/KS.001/MP/2015; --- v. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Hibah Tanah antara

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Nomor 023/BA/BPKAD/2015 tanggal 20 November 2015 yang antara lain menerangkan bahwa H. Mukti Sulaiman, SH, M.Hum bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menghibahkan sebidang tanah tersebut kepada Drs. Ukus Kuswara, MM bertindak untuk dan atas nama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; --- vi. Berdasarkan Surat Pernyataan Asset yang dibuat oleh H. Mukti Sulaiman, SH, M.Hum Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan tanggal 29 Januari 2016 No. 005/Pernyataan/BPKAD/2016 menerangkan bahwa lahan seluas 20,33 Ha yang terletak di Jalan Gubernur H.A Bastari Kel. 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Kota

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 22

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 23 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG Palembang adalah benar asset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan; --- vii. Berdasarkan Surat Pernyataan tanggal 29 Maret 2016 Nomor

UM.001/14/12/SESMEN/KEMPAR/2016 menerangkan bahwa Drs.

Ukus Kuswara, MM selaku Sekretaris Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa tanah yang terletak di Jalan Guberur H. A Bastari Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang yang diperoleh melalui hibah dari Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan dengan Kementrian Pariwisata Nomor 140/SPK/BPKAD/2015 dan Nomor PH.7/KS.001/MP/2015 telah menjadi Barang Milik Negara yang tercatat di Kementrian Pariwisata dan tertuang dalam Kartu Inventaris Barang (KIB); --- viii. Berdasarkan Surat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tanggal 7

Juni 2016 Nomor 556/1849/Disbudpar.IV/2016 menerangkan bahwa Peta Bidang Tanah Nomor 02-04.01-2016 tanggal 14 Maret 2016 NIB 04.01.05.10.08247 hasil pengukuran dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Kota Palembang dimana pada lahan tersebut masih terdapat Sertipikat Hak Milik (M. 00445, M.01132, M.01314); --- ix. Bahwa berdasarkan Surat Keterangan tgl 30 Mei 2016 Nomor 050/KET/BPKAD/2016 menerangkan bahwa tanah/Lahan Milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan seluas 20,3 Ha yang semula beralamat di Jalan Gubernur H. A Bastari Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang diubah menjadi Jalan Gubernur H. A Bastari Kelurahan Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang; --- x. Berdasarkan Surat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tanggal 17 Juni 2016 Nomor 556/931/Disbudpar.IV/2016 antara lain menerangkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 23

(24)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 24 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG peta bidang tanah Nomor 02-04.01/2016 tanggal 14 Maret 2016 NIB.

04.01.05.10.08347 hasil pengukuran oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Selatan alamat tertulis Kecamatan Seberang Ulu I, Desa/Kelurahan 15 Ulu seharusnya Kecamatan Seberang Ulu I, Desa/Kelurahan Silaberanti; --- xi. Bahwa berdasarkan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang

Tanah (Sporadik) tanggal 28 Januari 2016 disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi dan diketahui Lurah Silaberanti menyatakan bahwa bidang tanah tersebut terletak di Kelurahan Silaberanti Kota Palembang seluas ± 200.330 M² yang sampai saat ini dikuasai secara terus menerus tidak dijadikan/menjadi jaminan sesuatu hutang dan tidak dalam sengketa; --- xii. Berdasarkan Catatan Revisi Poin 2 pada Peta Bidang Tanah Nomor

Peta 02-04.01-2016 tanggal 22 Juni 2016 dijelaskan berdasarkan data dari BPKAD Provinsi Sumatera Selatan telah dilakukan ganti rugi terhadap sebahagian Gambar Situasi yang ada diatas bidang tersebut, sehingga yang belum diganti rugi dilakukan enclave; --- Bahwa berdasarkan seluruh penjelasan sebagaimana yang terdapat dalam poin tersebut diatas sudah jelas dan terang benderang bahwa objek sengketa a quo sesungguhnya telah melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang Pokok-Pokok Agraria No 5 Tahun 1960, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah jo Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 24

(25)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hlm. 25 dari 66 hlm/Put.No.37/G/2018/PTUN-PLG 3. Bahwa dalil gugatan Penggugat pada poin 11 halaman 6 yang pada intinya menyatakan bahwa proses penerbitan objek tersebut Tergugat telah melakukan pelanggaran Peraturan Kepala BPN RI No 2 tahun 2013 tentang batas maksimal luas pemberian Hak Pakai yang seharusnya tidak lebih dari 150.000 M², bahwa dalil gugatan tersebut merupakan dalil yang keliru dan ketidaktahuan dari penggugat dalam proses penerbitan sertipikat. Bahwa berdasarkan Peraturan Kepala BPN RI No 2 tahun 2013 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian Hak Atas Tanah dan Kegiatan Pendaftaran Tanah pasal 5 huruf (e) Kepala Kantor Pertanahan memberi keputusan mengenai pemberian Hak Pakai Aset Pemerintah Pusat dan Daerah. Dalil gugatan penggugat tersebut sangat tidak tepat karena tanah tersebut diperuntukkan untuk Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bukan untuk BUMD/BUMN. Berdasarkan penjelasan tersebut sesungguhnya prosedur penerbitan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang Pokok-Pokok Agraria No 5 Tahun 1960, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah jo Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan Peraturan Kepala BPN RI No 2 tahun 2013 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian Hak Atas Tanah dan Kegiatan Pendaftaran Tanah; --- Berdasarkan dalil-dalil tersebut diatas dengan ini mohon kepada yang terhormat Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk memberikan putusan dengan amarnya sebagai berikut: ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

www.jdih.kemenparekraf.go.id

Halaman 25

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil observasi, gejala yang terjadi pada Kesiapan Kerja siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi di SMK Muhammadiyah Karangmojo adalah 25% siswa dalam

untuk mencapai tujuan perusahaan yang diukur berdasarkan suatu standar. Penilaian kinerja keuangan setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung pada.. ruang lingkup

apabila jawaban salah tidak mengurangi poin. Ketentuan poin untuk soal lemparan, tim yang menjawab benar akan mendapat poin. 100, apabila jawaban salah tidak mengurangi poin

maka Pejabat Pengadaan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Aceh Tahun Anggaran 2014 menyampaikan Pengumuman Pemenang pada paket tersebut diatas sebagai berikut

Sama halnya dengan gandang tambur, gandang sarunai Sungai Pagu ini juga mempunyai dua kepala (double headed) dengan ukuran diameter kepala berbeda, yang satu

Kelompok Kerja Jasa Konsultansi Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Lamandau mengumumkan pemenang seleksi sederhana untuk Pekerjaan Perencanaan Kegiatan

Data dalam penelitian ini diambil menggunakan angket kesiapan belajar, lembar observasi aktivitas guru, siswa dan komunikasi lisan siswa, serta tes evaluasi

The dichotomy of the real sector and monetary economics does not occur in Islam because of the absence of interest and banning trade system as commodity money so that patterns