JUKLAK
PENSERTIFIKATAN TANAHWAKAF
Diterbitkan oleh :
DIREKTORAT JENDERAL BIMAS ISLAM DAN URUSAN HAJI DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1999/2000
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya buku ini dapat dicetak ulang, dari dana anggaran Ditjen Bimas Is- lam dan Urusan Haji tahun 1999/2000. Buku Juklak persertlfikatan tanah wakaf ini dicetak ulang setelah diadakan revJSJ dalam rangka penertiban dan mempercepat penyelesaian sertifikat tanah wakaf.
Harapan kami semoga Buku Juklak ini dapat menjadi pedoman dalam menertibkan tanah wakaf, khususnya dalam penyelesaian sertifikatnya.
Wassalam
~~(:/
'·-~---~·..-·
SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM
DAN URUSAN HAJI
n
_...-;;;,~~~~~~!I
J... ~ I . ...<?- ' I I .o.. .n,,)
~~ ,....
....
~ u--~ cu.~.-"""' .,.. ,...,.,. """"'Usaha pemerintah untuk mengamankan dan menertibkan perwakafan tanah milik sesuai PP No. 28 Tahun 1977 dengan penuh kesungguhan terus menerus dilakukan pada setiap kesempatan, bahkan merupakan sebagian program utama Departemen Agama sebagaimana yang tertuang dalam lnstruksi Bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 4 tahun 1990/
No. 24 Tahun 1990 tentang sertifikasi tanah wakaf.
Juklak ini disusun atas dasar peraturan perundang- undangan dan ketentuan-ketentuan serta pengalaman pelaksanaan operasional di lapangan yang terkait dalam sertifikasi tanah wakaf, khususnya perwakafan tanah milik sesuai Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 1977 yang selama ini telah berjalan.
Harapan kami Juklak ini dapat dipahami dan dilaksanakan sekaligus dapat mer!.!pakan salah satu saran a pem bi naan program serti fi kas i tanah wakaf.
Akhirnya semoga Juklak ini bermanfaat adanya.
Amin ...
1999
DAFTAR lSI
Kala Pengantar .... ... ... ... 111
Sambutan Direktur Jenderal Bimas Islam dan Urusan Haji ... 1v
Daftar lsi ... ... ... v
I. PENDAHULUAN ... . II. IDENTIFIKASI .... ... .... ... 3
III. SERTIFIKAT ATAS TANAH WAKAF YANG TER- JADI SEJAK BERLAKUNYA PP. NO. 28/1977... 3
A. Tanah Hak Milik yang sudah bersertifikat... 4
B. Tanah Hak Milik yang beluril bersertifikat (bekas hak mi!ik adat) ... 6
C . Tanah yang bel urn ada haknya ... .... ... .... 8
IV. SERTIFIKAT ATAS TANAH WAKAF YANG TER- JADI SEBELUM PP. NO. 2811977 ... 10
A. Persyaratan Pembuatan Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf .... .. .. .. .... .. ... ... .. .. ... ... I 0 B. Proses Pembuatan Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf .. .. .... .. .... .. .. .. .. .. ... .. .. ... ... II C. Pendaftaran dan Pencatatan Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf ... .... .... ... ... ... .... .. ... 12
V PEMBIAYAAN ... 14
VI. PELAKSANAAN TUGAS... 15
A. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama ... 15
B. Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Kotamadya ... .. ... ... ... ... 16
C. Kepala KUA Kecamatan... 17
D. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertahanan ... L7 E. Kepala Kantor Pertahanan Kabupaten/Kotamadya VII. SUMBER DANA ... 19
VIII. PENUTUP ... ... 20
LAMPIRAN - LAMPIRAN
1. Instruksi Menteri Agama No.l5 tentang Pembuatan Akta Ikrar Wakaf dan Persertifikatan Tanah Wakaf.
2. Instruktur Bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 4 Tahun 1990/24 Tahun 1990 tentang Sertifikasi.
3. Keputusan Direktur Urusan Agama Islam Nomo_r 153 Tahun 1998 tentang Pembentukan Tim Pe- nyempurnaan Buku-Buku Bimbingan Zawaib.
4. Tarip Sertifikat Melalui Prona untuk Satu Bidang Tanah KMDN. 348 tahun 1982.
5. Data Tanah Wakaf Seluruh Indonesia.
6. Data Sumber Pembiayaan Sertifikasi Tanah Wakaf.
I. PENDAHULUAN
Dalam rangka usaha menertibkan tanah wakaf sesuai Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1997 telah dikeluarkan sejumlah Peraturan Perundang- undangan sebagaimana pedoman pelaksanaannya dan petunjuk teknis lainnya, namun dalam operasi- onal di lapangan masih ditemukan masalah-masalah yang perlu mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait secara terkoordinasi.
Sehubungan dengan inilah Menteri Agama dan Kepala Badan Pertanahan Nasional merasa perlu untuk sepakat mengeluarkan Instruksi Bersama Nomor 4 Tahun 1990, dan Nomor 24 Tahun 1990, tanggal 30 Nopember 1990, tentang Sertifikat Tanah Wakaf, yang ditujukan kepada Jajaran Badan Pertanahan Nasional dan Departemen Agama pada Tingkat I dan Tingkat II di seluruh Indonesia.
Penekanan dari pada Instruksi Bersama tersebut a- dalah bahwa penyelesaian sertifikasi tanah wakaf harus ditangani secara terorganisir dengan pihak-pihak terkait terutama Badan Pertanahan Nasional dan Departemen Ag~ma dengan menggunakan tolok ukur satuan biaya PRONA.
Sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada, hanya tanah Hak Milik atall Tanah Milik yang dapat diwakafkan. Pada kenyataannya banyak tanah yang diwakafkan status haknya tidak jelas, sedangkan tanah wakaf tersebut sudah dimanfaatkan dan digunakan sesuai dengan fungsinya sebagai tanah wakaf. baik perwakafan yang terjadi sebelum PP No. 28
Tahun 1977 maupun sesudahnya. Terhadap tanah wakaf yang nyata-nyata sudah berfungsi dan telah pula diakui oleh masyarakat, dapat diproses sertifikatnya sebagai tanah wakaf.
Adanya sertifikat merupakan keharusan untuk dapat dinyatakan sebagai tanah wakaf yang sah dan pasti serta sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Namun selama ini dalam proses sertifikasi tanah wakaf ditemui berbagai hambatan yang berkaitan dengan syarat-syarat yang pada umumnya dilakukan atau dilaksanakan sejak lama atas dasar keikhlasan dan kerelaan serta menurut tata cara adat yang berlaku pada saat itu.
Oleh karena itu tanah-tanah yang diidentifikasikan sebagai tanah wakaf, perlu ditelusuri dan diusahakan bukti-buktinya sebagai persyaratan pembuatan AIW/APAIW dan pembuatan sertifikat.
Sebagai dasar penyusunan Petunjuk Pelaksana- an Sertifikasi Tanah Wakaf ini adalah :
I. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik.
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6/1977 tentang Tata Pendaftaran Tanah mengenai Perwakafan Tanah Milik.
3. Peraturan Menteri Agama No. I Tahun 1978 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Peme- rintah No. 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik.
4. Instruksi Bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 1990 dan Nomor 24 Tahun 1990 tanggal 30 Nopember 1990 tentang Sertifikasi Tanah Wakaf.
5. Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji No. I 5 Tahun 1990.
II. IDENTIFIKASI
Ditemukan banyak masjid, mushalla, madrasah, panti asuhan dan bangunan keagamaan Islam lainnya yang dibangun di atas tanah yang belum jelas statusnya. Karena itu _untuk kepastian status tanah tersebut perlu dilakukan identifikasi dengan langkah/
usaha sebagai berikut :
I. Dilakukan penelitian ulang terhadap tanah yang selama ini diidentifikasi sebagai tanah wakaf;
2. Men.gklasifikasikan hasil penelitian ulang tersebut menurut status dan penggunaannya;
3. Mengusahakan bukti-bukti untuk memenuhi persyaratan bagi tariah yang diidentifikasikan sebagai tanah wakaf, guila pembuatan akta Ikrar Wakaf/Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf(AIW/
APAIW) dan penerbitan sertifikat.
III. SERTIFIKASI ATAS TANAH WAKAF YANG TERJADI SEJAK BERLAKUNY A PP. NO. 28 TAHUN 1977
Tata cara pembuatan akta ikrar wakaf dan pendaftarannya adalah sebagai berikut :
A. Tanah yang sudah ada sertifikat.
I. Persyaratan pembuatan Akta lkrar Wakaf.
(a) Sertifikat Hak Atas tanah.
(b) Surat Keterangan Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa.
(c) Sural Keterangan Pendaftaran tanah (SKPT) dari kantor Pertanahan Kabu- paten/Kotamadya setempat.
2. Proses pembuatan akta ikrar wakaf.
(a) Caton Wakif harus datang dihadapan Pejabat pembuat Akta lkrar Wakaf (PPAIW) dengan membawa :
- Sertifikat Hak Atas Tanah serta surat- surat lainnya sebagaimana yang disebut pada huruf a sampai dengan huruf c di atas.
(b) PPAIW melakukan hal-hal sebagai berikut :
{I) meneliti kehendak caJon Wakif dan tanah yang hendak diwakafkan.
(2) meneliti para Nadzir dengan menggunakan formulir W.5 (bagi Nadzir perorangan) atau W.5a (bagi Nadzir Badan hokum).
(3) meneliti para saksi ikrar wakaf.
(4) menyaksikan pelaksanaan ikrar wakaf.
(c) Caton Wakif mengikrarkan wakaf dengan lisan, jelas dan tegas kepada Nadzir dihadapan PPAIW dan para saksi, kemudian dituangkan dalam bentuk
(d) Calon Wakif yang tidak dapat datang dihadapan persetujuan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota- madya dan dibacakan kepada Nadzir dihadapan PPAIW dan para saksi.
(e) PPAIW membuat Akta Ikrar Wakaf dalam rangkap 3 (tiga) menurut bentuk formulir W.2 dan salinannya rangkap 4 (empat) menurut bentuk formulir W.2a.
(I) lembar pertama disimpan;
(2) lembar kedua untuk keperluan pen- daftaran di Kantor Pertanahan Kabu- paten/Kotamadya setempat.;
(3) lembar ketiga dikirimkan kepada pengadilan Agama setempat;
(4) salinan lembar pertama diserahkan kepada Wakif;
(5) salinan lembar kedua diserahkan kepada Nadzir;
(6) salinan lembar ketiga dikirim kepada Kandepag;
(7) salinan lembar keempat dikirim kepa- da Kepala Desa!Lurah setempat.
3. Pendaftaran dan Pencatatan Akta Ikrar Wakaf.
a. PPAIW atas nama Nadzir berkewajiban unt!Jk mengajukan permohonan pendaf- taran pada Kantor Pertanahan Kabupaten/
Kotamadya setempat dengan menyerah- kan:
(I) Sertifikat tanah yang bersangkutan;
(2) Akta Ikrar Wakaf; . (3) Surat pengesahan dari KUA
Kecamatan setempat mengenai Nadzir yang bersangkutan.
b. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/
Kotamadya setempat :
(I) Mencantumkan kata-kat<l "WAKAF"
· dengan huruf besar dibelakang nomor hak milik tanah yang bersangkutan pada Buku Tanah dan Sertifikatnya.
(2) Mencantumkan kata-kata :
"Diwakafkan untuk ... ..
berdasarkan Aida Ikrar Wakaf PPAIW Kecamatan ... ..
tanggal ... No ... ..
pada halaman 3 (tiga) kolom sebab perubahan dalam Buku Tanah dan Sertifikatnya.
(3) Mencantumkan kata Nadzir, nama Nadzir disertai kedudukannya pada Buku Tanah dan Sertifikatnya.
Contoh: "Nadzir"
I. llham (Ketua) 2. Slamet (Sekretaris) 3. Usman (Bendahara)
B. Tanah Hak Milik yang belum bersertifikat (bekas Tanah Hak Milik Adat).
1. Persyaratan pembuatan Akta Ikrar Wakaf:
(a) Surat-sural pemilikan lanah (lermasuk surat pemindahan hak, surat kelerangan warisan. girik dan lain-lain).
(b) Sural Kepala Desa/Lurah yang diketahui Carnal yang membenarkan surat-sural
tanah tersebut dan tidak dalam sengketa.
(c) Sural Keterangan Kepala Kantor Perta- nahan Kabupaten/Kotamadya setempat yang menyatakan Hak Alas Tanah itu belum mempunyai sertifikat (Pasal 25 ayat4 PP. No. 10/1961).
2. Proses Pembuatan Akta Ikrar Wakaf.
Sarna halnya dengan huruf A angka 2 untuk tanah yang sudah bersertifikat, dengan keterangan bukti-bukti mengenai tanahnya seperti dimaksud dalam huruf B angka I.
3. Pendaftaran Pencatatan lkrar Wakaf.
(a)PPAIW atas nama Nadzir berkewajiban untuk mengajukan permohonan pendaf- taran pada Kantor Pertanahan Kabupaten/
Kotamadya setempat dengan menyerah- kan:
(I) Surat-surat pemilikan tanah (terma- suk sural pernindahan hak, surat keterangan wans, Girik dan lain- lain).
(2) Akta Ikrar Wakaf;
(3) Sural pengesahan Nadzir.
(b)Apabila memenuhi persyaratan untuk dikonversi, maka dapat dikonversi langsung atas nama Wakif (PMPA. 2/
1962 jo SK. 26/DDA/1970).
(c)Apabila persyaratan untuk dikonversi tidak di penuh i dapat d i proses mel a I u i prosedur pengakuan hak atas nama Wakif.
(d)Berdasarkan Akta Ikrar Wakaf dibalik nama ke atas nama Nadzir.
(e) Bagi konversi yang dilaksanakan mela- lui prosedur pengakuan hak penerbitan sertifikatnya setelah diperoleh SK.
Pengakuan Hak atas nama Wakif.
Selanjutnya dilaksanakan pencatatan- pencatatan seperti halnya yang disebut huruf A angka 3 b (pasal 8 Permendagri No. 611977).
C. Tanah yang belum ada haknya.
Tanah yang sudah berstatus tanah wakaf (tanah yang sudah berfungsi sebagai tanah wakaf, masyarakat dan Pemerintah Desa setempat telah mengakui sebagai tanah wakaf, sedangkan status tanahnya bukan milik adat (tanah negara).
a. Wakif atau ahli warisnya masih ada dan mempunyai sural bukti penguasaan/pengga- rapan.
( I)Surat Keterangan Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat disamping menje- laskan tentang per-
(2)Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dari Kantor Pertanahan Kabu- paten/Kotamadya setempat yang mene- rangkan status tanah Negara tersebut apabila sudah pernah terdaftar atau me- nerangkan belum bersertifikat apabila tanah Negara Jtu belum pernah terdaftar.
(3)Calon Wakif atau ahli waris datang menghadap PPAIW untuk melaksanakan Ikrar Wakaf selanjutnya untuk dibuatkan
Akta lkrar Wakaf (seperti halnya huruf A angka 2).
(4)PPAIW mengajukan permohonan atas nama Nadzir kepada Kakanwil Badan Pertanahan Nasional Propinsi melalui Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/
Kotamadya setempat, dengan menyerah- kart surat-surat bukti penguasaan/pengga- rapan atas nama Wakif serta surat-surat sebagaimana dimaksud dalam angka I sampai dengan 3 tersebut di atas dan surat pengesahan Nadzir.
(5) Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamad- ya setempat memproses dan meneruskan permohonan tersebut ke Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi.
(6)Setelah diterbitkan Surat Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah atas nama nadzir Kepala Kantor Pertanahan Kabu- paten/Kotamadya tersebut menerbitkan sertifikat tanah wakaf.
b. Wakif atau ahli warisnya masih ada, tidak mempunyai surat bukti penguasaan/pengga- rapan.
(I) Surat Keterangan Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat disamping menje- laskan tentang perwakafan tanah tersebut dan tidak dalam sengketa, juga menjelas- kan kebenaran penguasaan/penggarapan oleh caJon wakif.
(2)Proses selanjutnya sebagaimana tersebut
dalam huruf a angka 2 sampai dengan angka 7 di atas.
c. Wakif atau ahli warisnya tidak ada.
( I)Surat Keterangan tentang tanah (kalau ada).
(2)Surat Kepala Desa/Lurah diketahui Camat yang menerangkan tentang perwakafan tanah tersebut serta tidak dalam sengketa.
(3)Surat pernyataan tentang perwakafan tanah dari orang-orang yang bersebelahan dengan tanah tersebut.
(4)Nadzir atau Kepala Desa/Lurah mendaf- tarkannya kepada KUA Kecamatan setempat.
(5)Kepala KUA meneliti dan mengesahkan Nadzir.
( 6) Pembuat Akta Pengganti AIW.
(7)PPAIW atas nama Nadzir mengajukan permohonan Hak Atas Tanah.
(8)Selanjutnya pemerosesan permohonan hak, Sk Pemberian hak Atas Tanah dan penerbitan sertifikat atas nama Nadzir.
IV. SERTIFIKAT ATAS TANAH WAKAF YANG TERJADI SEBELUM PP. 28/1977
Tatacara pembuatan akta pengganti akta ikrar wakaf dan pendaftarannya adalah sebagai berikut : A. Persyaratan Pembuatan Akta Pengganti Akta
Ikrar Wakaf :
(I) Nadzir harus mendaftarkan tanah wakaf me- nurut bentuk W.O. kepada KUA Kecamatan setempat.
(2)Apabila Nadzir yang bersangkutan tidak ada maka wakif atau ahli warisnya, anak ketu- runan Nadzir atau anggota masyarakat yang mengetahuinya harus mendaftarkan kepada KUA setempat.
(3)Apabila tidak ada orang yang mau mendaf- tarkannya maka Kepala Desa/Lurah tempat tanah tersebut harus mendaftarkannya kepada . KUA Kecamatan setempat.
( 4) Pendaftaran harus disertai :
(a) Surat keterangan tentang tanah kalau ada (b) Surat keterangan Kepala Desa/Lurah tentang perwakafan tanah tersebut menu- rut bentuk W.K.
(c) Dua orang yang menyaksikan ikrar wakaf pada waktu itu atau saksi-saksi istifadoh (yang mengetahui atau mendengar me- ngenai Perwakafan tersebut)
(d) Sural Keterangan Pendaftaran tanah.
Sural keterangan Kantor Pertanahan Ka- bupaten/Kotamadya setempat apabila tanah tersebut belum mempunyat sertifikat.
B. Proses Pembuatan Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf:
I. PPAIW melakukan hal-hal sebagai berikut : (a) meneliti keadaan tanah wakaf;
(b)meneliti Nadzir (sebagai kepala KUA mengesahkan Nadzirk );
(c) meneliti para saksi;
(d) menerima penyaksian tanah wakaf.
2. PPAIW membuat Akta Pengganti Akta lkrar Wakaf dalam rangkap 1 (tiga) menurut bentuk formulir W.3 dan salinannya rangkap 4 (empat) menurut bentuk formulir W3A Lembar pertama disimpan. lembar-lembar lainnya disampaikan kepada Wakif. Nadzir dan lnstansi lainnya seperti halnya tersebut pada III 2e.
C. Pendaftaran dan Pencatatan Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf:
I. PPAIW i\las nama nadzir berkewajiban untuk mengajukan permohonan konversi(langsung atau pengakua., hak) dan pendaftaran wakaf bagi tanah yang :,udah ada haknya, sedangkan tanah yang belum ada haknya PPAIW atas nama Nadzir mengajukan permohonan hak atas tanah sebagai dimaksud dalam angka III huruf C.a. (4). (5) ke Kantor Pertanahan Ka-
bupate~/Kotamadya setempat di sertai dengan (a)Sertifikat Hak Milik, atau surat-surat
pemilikan/penguasaan tanah lainnya.
(b)Surat keterangan Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat yang membenar- kan pemilikan/penguasaan tentang per- wakafan tanah tersebut dan tidak dalam sengketa.
(c) Surat Keterangan Kepala Kantor Perta- nahan Kabupaten/Kotamadya setempat yang menyatakan tanah tersebut belum
mempunyai sertifikat (tanah milik adat/
negara).
(d)Akta Pengganti Akta lkrar Wakaf.
(e) Surat pengesahan Nadzir.
2. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota- madya setempat melaksanakan :
(a) Pendaftaran dan pencatatan Akta Pengganti Akta lkrar Wakaf apabila tanah tersebut sudah mempunyai Sertifikat Hak Milik menjadi atas nama nadzir.
(b) Melaksanakan konversi langsung at as tanah bekas Hak Milik Adat atas nama Wakif apabila persyaratan dipenuhi Sertifikat Hak Milik diterbitkan atas nama Wakif selanjutnya berdasarkan Akta Pengganti Akta lkrar Wakaf didaftar atas nama Nadzir.
(c) I. Memproses pengakuan hak langsung atas nama Nadzir apabila tanah bekas Hak Milik Adat tersebut, surat bukti pemilikan tidak· lengkap/tidak meme nuhi syarat untuk dikonversi langsung dan meneruskan permohonan penga- kuan hak tersehut kepada Kepala Kan- tor Wilayah Badan Pertanahan Nasio- nal Propinsi.
2. Menerbitkan Sertifikat Hak Milik atas nama Nadzir setelah menerima Surat Keputusan Pengakuan Hak Milik atas nama Nadzir.
(d) I. Memproses permohonan Hak atas nama apabila status tanahnya semula adalah tanah negara dan meneruskan
permohonan hak tersebut kepada Kepala Kantor Wilayah badan Perta- nahan Nasional propinsi.
2. Menerbitkan Sertifikat Hak atas tanah atas nama Nadzir setelah menerima Surat Keputusan Pemberian Hak Milik atas nama Nadzir.
V. PEMBIAYAAN
a. Apabila tanah wakaf berasal dari tanah sertifikat hak milik, pendaftaran dan pencatatan berdasar- kan Akta Ikrar Wakaf atau Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf tidak dikenakan biaya, kecuali apabila tanah wakaf tersebut merupakan sebagian dari tanah sertifikat tanah hak milik tersebut dikenakan biaya pemisahan dan biaya pengganti cetak blanko/formulir.
b. Apabi Ia tanah wakaf berasal dari bekas hak milik adat, dikenakan biaya proses konversi atau proses pengakuan hak, biaya pendaftaran untuk penerbitan sertifikat atas nama Wakif atau atas nama Nadzir dan biaya pengganti cetak blanko/
formulir.
c. Apabila tanah wakaf tidak jelas statusnya, dikenakan biaya proses permohonan hak, biaya pendaftaran untuk penerbitan sertifikat atas nama Nadzir dan biaya pengganti cetak blanko/
formulir.
d.· Biaya sebagai dimaksud dalam huruf b dan c di atas, menggunakan tolok ukur satuan biaya Prona.
VI. PELAKSANAAN TUGAS
A. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi
I. Meneruskan kepada Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kotamadya yang diterima dari Pusat, baik berupa sarana maupun bimbingan.
2. Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait terutama dengan Pemerintah Daerah Tingkat I dan Kantor Wilayah Badan Perta- naban Nasional Propinsi dalam mengusahakan dana.
3. Me'mbimbing, mengawasi, memonitor pelak- sanaan sertifikasi pelaksanaan tanah wakaf dalam wilayah kerja untuk mencapai target yang ditetapkan yaitu selambat-lambatnya akhir Pelita V semua tanah wakaf telah berserti fi kat.
4. Menerima laporan dari Kabupaten/Kotamad- ya tentang sertifikasi tanah wakaf dengan formulir yang berlaku, mengolah dan menindak lanjuti.
5. Mengusahakan pemecahan masalah dan mencari jalan keluar dari hambatan yang dijumpai dalam pelaksanaan.
6. Menyelenggarakan penataran, konsultasi dan penyuluhan.
7. Menyusun dan menyampaikan laporan kegiatan sertifikasi tanah wakaf kepada Menteri Agama dengan tembusan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I sekurang- kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.
B. Kepala Kantor Departemen Agama Kabu- paten/Kotamadya
I. Meneruskan ke Kepala KUA Kecamatan (PPAIW) yang diterima dari propinsi baik berupa sarana maupun bimbingan.
2. Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait terutama Pemerintah Daerah dan Kan- tor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya.
3. Membimbing, mengawasi/memonitor pelak- sanaan sertifikasi tanah wakaf dan secara aktif membantu penyelesaian sertifikat tanah wakaf di Kantor Pertanahan.
4. Menerima dari Kepala KUA Kecamatan tentang sertifikasi tanah wakaf dan menggunakan formulir yang berlaku sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali mengolah dan menindak lanjuti.
5. Mengusahakan pemecahan masalah dan mencari jalan keluar dari hambatan yang dijumpai dalam pelaksanaan.
6. Melaksanakan penyuluhan kepada masyara- kat tentang sertifikasi tanah wakaf bekerja sama d.engan Ulama dan tokoh masyarakat.
7. Menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam membiayai penyelesaian sertifikasi tanah wakaf.
8. Menyusun dan menyampaikan laporan kegiatan sertifikasi tanah wakaf kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama, dengan tembusan kepada Bupati Walikota- madya sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.
C. Kepala KUA Kecamatan
I. Bekerjasama dengan pihak terkait dalam usaha pendataan tanah wakaf.
2. Berusaha untuk segera membuat AIW/
APAIW setelah diyakini sebagai tanah wakaf.
1. Selambat-lambatnya dalam jangka waktu 3 bulan segera mengajukan pendaftaran tanaf wakaf ke Kantor Pertanahan setempat setelah semua persyaratan terpenuhi.
4. Bekerjasama dengan para Ulama dan tokoh masyarakat.serta unsur terkait lainnya guna memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang maksud dan tujuan Pemerintah dalam sertifikasi tanah wakaf.
5. Bekerjasama dengan para Ulama dan tokoh masyarakat, serta unsur terkait dalam rangka menggerakkan masyarakat untuk membiayai penyelesaian sertifikat tanah wakaf, baik langsung maupun tidak langsung.
6. Menerima laporan dari Nadzir tentang diterimanya sertifikat dan mencatatnya dalam Buku W.4 atau W.4a serta melaporkannya kepada Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kotamadya dengan formulir yang berlaku sekurang-kurangnya 3 bulan sekali.
7. Melaporkan kepada Kepala Kantor Pertanah- an setempat apabila ada penggantian Nadzir dalam rangka batik nama pemegang sertifikal tanahnya.
D. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi
I. Mengadakan koordinasi dengan Kepala Kan- tor Wilayah Departemen Agama Propinsi dan instansi terkait tentang pelaksanaan serti fi kas i tanah.
2. Mengawasi, memberikan petunjuk dan bim- bingan kepada kepala Kantor Pertanahan Ka- bupaten/Kotamadya untuk suksesnya sertifikasi tanah wakaf.
3. Selambat-lambatnya dalam jangka 30 (tiga puluh) hari diterimanya berkas pengusulan pengakuan hak atau permohonan hak dari Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota- madya harus sudah dikeluarkan/diselesaikan surat keputusannya.
4. Merencanakan penyerahan sertifikat secara massal yang akan diserahkan oleh Menteri Agama dan Kepala Badan Pertanahan Nasio- nal.
E. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/
Kotamadya
I. Mengadakan koordinasi dengan Kepala kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota- madya dan instansi terkait tentang pelaksa- naan sertifikasi tanah wakaf.
2. Sejak diterimanya berkas permohonan pendaftaran wakaf, konversi, pengakuan, permohonan hak selambat-lambatnya dalam 'jangka waktu :
a. Sepuluh hari diterimanya permohonan pendaftaran wakaf, sertifikatnya sudah diselesaikan dan diserahkan kepada Nadzir
b. Delapan puluh hari diterimanya permo- honan hak konversi, sertifikatnya sudah diselesaikan dan diserahkan kepada Nadzir.
c. Delapan puluh hari diterimanya permo- honan hak/pengakuan, hak berkasnya sudah disampaikan kepada Kepala kan- tor Wilayah Badan Pertanahan nasional Propinsi setempat.
d. Empat belas hari diterimanya permoho·n- an pendaftaran Surat Keputusan kepala kantor Wilayah Badan pertanahan Nasio- nill Propinsi tentang pengakuan hak atau pemberian hak, sertifikat tanahnya harus sudah diselesaikan dan diserahkan kepada Nadzir.
VII.SUMBER DANA
I. Pada dasarnya biaya sertifikasi tanah wakaf menjadi tanggung jawab masyarakat.
2. Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat Pemerintah memberikan bantuan sebagai pendorong untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat.
3. Dalam kaitan biaya sertifikasi tanah wakaf tersebut diharapkan akan diperoleh dari :
a. Donatur (swadana murni) dari masyarakat.
b. Dana dari Nadzir.
c. Dana BAZIS.
d. Dana Infaq Rp. 1000,- e. Dana BKM.
f. Dana APRD Tingkat I dan Tingkat II
g. Dana APBN.
h. Dana lain yang tidak mengikat.
VIII. PENUTUP
Demikianlah Petunjuk Pelaksanaan ini disusun sebagai bagian dari upaya mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf dalam rangka mencapai target yang ditetapkan dalam lnstruksi Bersama Menteri Agama dan kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 1990 dan nomor 24 Tahun 1990 tentang Sertifikasi Tanah Wakaf dan menyelamatkan tanah wakaf sebagai aset umat Islam dalam Pembangunan Nasional.
Namun demikian pencapaian t.1rget tersebut sangat tergantung terutama kepada peran aktif para pelaksanaannya pada Jajaran Departemen Agama dan Badan Pertanahan Nasional.
INSTRUKSI
MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1989
TENTANG
PEMBUATAN AKTA IKRAR WAKAF DAN PERSERTIFIKATAN TANAH WAKAF MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa GBHN tahun 1988 dan
Pelita V mengamanatkan pening- katan pembinaan zakat, wakaf dan sedekah serta ibadah sosiallainnya yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat;
Mengingat
b. bahwa pelaksanaan Peraturan Pe merintah Nomor 28 tahun I977 dan Peraturan Menteri Agama Nomor I tahun I978 masih belum sebagaimana yang diharapkan sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan pelaksanaan pem- buatan akta ikrar wakaf dan pen- sertifikatan tanah wakaf.
I. Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun I977, ten tang Perwakafan Tanah Milik.
2. Keputusan Presiden RI Nomor 44 tahun I974, tentang Pokok-pokok Organisasi Departemen.
3. Keputusan Presiden RI Nomor IS Tahun 1984, tentana Susunan
Organisasi Deparlemen yang Ielah diubah dan disempurnakan lerakhir dengan Keputusan Presiden Rl Nomor 16 Tahun 1989.
4. Kepulusan Presiden RI Nomor 13 Tahun I 989, len lang Rencana Pembangunan Lima Tahun V.
5. Peraluran Menleri Dalam negeri Nomor 6 tahun 1977 tentang Tata Pendaflaran Tanah mengenai Perwakafan Tanah Milik.
6. Peraluran Menteri Agama nomor I lahun 1978, lenlang Peraluran Pe- laksanaan Pemerinlah Nomor 28 Tahun 1977 lenlang Perwakafan Tanah Milik.
7. Kepulusan Menteri Agama Nomor 18 tahun 1975 tenlang Susunan Organisasi dan Tala Kerja Departemen Agama yang Ielah diubah dan disempurnakan lerakhir dengan Keputusan Menteri Agama nomor 75 tahun 1984.
8. Keputusan Menleri Agama Nomor 68 lahun 1988 len lang B iaya Pencatatan Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk bagi Umat Islam.
9. Instruksi Bersama menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor I Tahun 1978, tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977, lenlang Perwakafan Tanah Milik.
Kepada
Untuk:
Pertama
Kedua
MENG INSTR {) KSIKA N
I. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi se In donesia.
2. Kepala kantor Departemen Agama Kabupaten/Kodya se Indonesia.
3. Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan se Indonesia.
Membentuk Tim Koordinasi PenertibanTanah Wakaf di wilayahnya masing-masing mulai tingkat Propinsi sampai dengan Kabupaten/Kotamadya dan Kecamatan yang terdiri dari unsur Departemen Agama, Departemen Dalam Negeri, badan Pertanahan, dan instansi terkait, serta Majelis Ulama In donesia setempat.
Tim bertugas mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan melaksanakan, penertiban tanah wakaf di wilayah masing-masing dengan upaya : I. Menyelesaikan akta ikrar wakaf dan
pensertifikatan tanah wakaf terhadap seluruh tanah wakaf yang ada berdasar ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan pemerintah Nomor 28 tahun 1977.
2. Seluruh tanah wakaf sudah dapat
Ketiga
Keempat
Ditetapkan di Pacta tanggal
TEMBUSAN:
diselesaikan akta ikrar wakafnya pada akhir Pelita Y.
3. Sertifikat tanah diselesaikan secant bertahap sesuai dengan kemampuan penyediaan anggaran belanja.
Menyampaikan laporan pelaksanaan instruksi ini secara berkala kepada menteri Agama sesuai petunjuk teknis Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji.
Instruksi ini dimulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Jakarta
12 Desember 1989
MENTER! AGAMA R.I.
(H. MUNAWIR SJADZALI)
I. Menteri Dalam Negeri di Jakarta;
2·.
Kepala Badan Pertanahan Nasional di Jakarta;3. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I se Indonesia;
4. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pem- bangunan;
5. Sekjen/Irjen/Para Dirjen/Kabalitbang/Para Staf Ahli Menteri di lingkungan Departemen Agama;
6. Ketua Majelis ulama Indonesia di Jakarta;
7. Badan Pertanahan Nasional Wilayah Tingka~ I se Indonesia;
8. Majelis Ulama Indonesia Tingkat I dan II se Indo- nesia.
9. Bupati/Walikota Kepala Daerah Tingkat II se In- donesia;
I 0. Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya se Indo- nesia;
II. Carnal Kepala Wilayah se Indonesia;
12. Biro Hukum dan Humas bagian dokumentasi Departemen Agama.
INSTRUKSI BERSAMA MENTERI AGAMA RI DAN
KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 4 DAN 24 TAHUN 1990
TENTANG
SERTIFIKASI TANAH WAKAF
MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA DAN
KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
Menimbang a. bahwa sertifikasi tanah wakaf ada- lah program Nasional yang meru- pakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat;
b. bahwa dalam rangka untuk mengetahui secara pasti jumlah tanah wakaf di seluruh Indonesia, maka dianggap perlu adanya pendataan secara tuntas;
c. bahwa salah satu cara untuk mendapatkan data yang pasti dan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku maka upaya sert i fi kas i tanah w akaf terse but mutlak dilaksanakan;
d. bahwa sehu bu nga.n dengan hal tersebut di atas dan mengingat penyelesaian sertifikat tanah wakaf tersebut sifatnya koordinatif maka dianggap perlu mengeluarkan lnstruksi Bersama Menteri Agama
Mengingat
dan Kepala Badan Pertanahan Na- sional.
I. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria.
2. Peraturan Pemerintah Nom or I 0 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik.
4. Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Organisasi Departemen.
5. Keputusan Presiden Rl Nomor 15 Tahun 1984 tentang Susunan Organisasi Departemen yang telah diubah dan disempurnakan terakhir dengan Keputusan Presiden Rl Nomor 4 Tahun 1990.
6. Keputusan Presiden Rl Nomor 26 Tahun 1988 tentang Badan Perta- nahan Nasional.
7. Instruksi Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor I Tahun 1978 dan nomor I Tahun 1978 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik.
8. Keputusan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 1975 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Kepada
Untuk : Pertama
Kedua
Dcpartemen Agama yang telah diubah dan disempurnakan terakhir dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 7'5 tahun 1984.
9. Keputusan Kepala badan Pertanah- an Nasional Nomor II tahun 1988 tentang Susunan Organisasi Badan Pertanahan Nasional.
IO.Instruksi Menteri Agama Nomor 15 tahun 1989 tentang Pembentukan Tim Penertiban Tanah Wakaf di Daerah.
MENGINSTRUKSIKAN :
I. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi;
2. Kepala Kantor Wilayah Badan Perta nahan Nasional Propinsi;
3. Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kotamadya;
4. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya; seluruh In- donesia.
Mengadakan koordinasi sebaik-baiknya dalam penyelesaian sertifikat tanah wakaf
Mengupayakan penyelesaian sertifikat tanah wakaf tersebut selambat- lambatnya pada akhir Pelita V.
Ketiga
Keempat
Kelima
Keen am
Ketujuh
Menggunakan tolok ukur satuan biaya Proyek Operasi Nasional Pertanahan (PRONA) sebagai dasar pembiayaan penyelesaian sertifikat tanah wakaf.
Merencanakan penyerahan secara masal sertifikat tanah wakaf dalam rangkaian acara hari ulang tahun Undang-Undang Pokok Agraria ke 31 tanggal 24 September 1991 dan Hari Amal Bakti Departemen Agama ke 46 tanggal 3 Januari 1992 yang penye- rahannya akan dilakukan oleh Menteri Agama RI dan Kepala Badan Pertana- han Nasional.
Megintensifkan pengerahan dan penggunaan dana untuk biaya serti- fikasi tanah wakaf baik yang bersumber dari APBN, APBD maupun dari masya- rakat.
Melaporkan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kepala Badan Pertanahan Nasional dan Menteri Agama RI apabila dalam sertifikasi tanah wakaf tersebut mengalami kesulitan/hambatan tentang pem- biayaan, tenaga teknis, peralatan dan kebutuhan lainnya.
lnstruksi ini supaya dilaksanakan sebagai-mana mestinya dan setiap tiga bulan melaporkan perkem- bangannya kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, Kepala Badan Pertan-
Kedelapan lnstruksi ini mulai berlaku sejak tanggal dikeluarkan.
Dikeluarkan di Jakarta
Pada tanggal 30 Nopember 1990 KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL MENTERI AGAMA Rl
IR. SONI HARSONO H. MUNAWIR SJADZALI
TEMBUSAN:
I. Pimpinan DPR Rl di Jakarta
2. Menteri Koordinator Eidang Kesejahteraan Rakyat di Jakarta
3. Menteri Dalam Negeri di Jakarta 4. Menteri Keuangan di Jakarta
5. Menteri Sekretaris Negara di Jakarta
6. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I di seluruh In- donesia
7. Para Pejahat Eselon I di Lingkungan Departemen Agama dan Badan Pertanahan Nasional
KEPUTUSAN
DIREKTUR lJRUSAN AGAMA ISLAM NOMOR 153 TAHUN 1998
TENTANG
PEMBENTUKAN TIM PENYEMPURNAAN BUKU-BUKU BIMBINGAN ZAWAIB DIREKTUR URUSAN AGAMA ISLAM
Menimbang
Mengingat
a. bahwa dalam rangka meningkatkan bimbingan kepada masyarakat di bidang zakat, wakaf, ibadah sosial dan baitul maal (zawaib) sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 299 Tahun 1989 tentang Uraian Pekerjaan Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji, maka perlu diadakan penyempurnaan buku-buku bim- bingan zawaib.
b. bahwa u.ntuk maksud hurufa di atas perlu dibentuk Tim Penyusunan buku-buku bimbingan zawaib.
c. bahwa mereka yang namanya tercantum dalam Lampiran Kepu- tusan ini dianggap mampu melak- sanakan tugas Tim.
I. Keputusan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 1975 tentang Susunan dan tata Kerja Departemen Agama de-
ngan segala peruhahannya terakhir Nomor 75 Tahun 1984;
2. Keputusan Mente.ri Agama Nomor 299 Tahun 1989 tentang Ura1an Pekerjaan Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji;
3. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 29 dan 4 7 Tahun 1991 ten tang Pembinaan Badan Amil Zakat, lnfaq dan Shadaqah;
4.1nstruksi Menteri Agama dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 dan 24 Tahun 1990 tentang Sertifikat Tanah Wakaf;
5.1nstruksi Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 1984 tentang Gerakan lnfaq Seribu Rupiah Dalam Bulan Ramadhan.
Memperhatikan Petunjuk Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji tanggal I Juni 1998.
Menetapkan KEPUTUSAN DIREKTUR URUSAN AGAMA ISLAM TENTANG PEM- B ENTUKANTIM PENYEMPURNA- AN BUKU-BUKU BIMBINGAN ZAWAIB
Pertama Buku-buku yang akan disempurnakan adalah :
I. Buku Pedoman Zakat 9 seri;
2. Buku Himpunan Peraturan Perwa- kafan Tanah Milik;
Kedua
Ketiga
Keempat
3. Buku juklak Pensertifikatan Tanah Milik;
4. Buku Juklak Pen:ontohan Zakat Des a.
Tim bertugas :
I. Menginventarisir dan mengevalua- si materi buku yang tidak sesuai dengan perke.mbangan;
2. Menginventarisir dan mengevalua- si peraturan perundang-undangan yang tidak berlaku;
3. Menyusun kembali hasil evaluasi tersebut dalam bentuk buku;
4. Melaporkan hasil kerja Tim.
Biaya Tim Penyempurnaan Buku-buku Bimbingan Zawaib sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dibebankan kepada dana Infaq Seribu Rupiah.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Pada tanggal
Jakarta 17Junil998 Direktur Urusan Agama Islam
Prof. DR H. Salman Harun NIP. 150062568
TEMBUSAN:
I. Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji
2. Sekretaris dan Para Direktur di lingkungan Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji;
3. Kepala Biro Keuangan Departemen Agama;
4. Inspektur Tl!g:as Umum pada Inspektorat jenderal Departemen Agama Rl;
5. Kepala Bagian Penyusunan program dan peraturan perundang-undangan Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji.
LAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR URUSAN AGAMA ISLAM
NOMOR 153 TAHUN 1998 TENTANG
SUSUNAN PERSONALIA TIM PENYEM PURNAAN BUKU-BUKU BIMBINGAN
ZAWAIB
I. Pengarah 2. Ketua 3. Sekretaris 4. Anggota
5. Sekretariat
Direktur U(usan Agama Islam Drs. Miftahul Munir
Drs. H. Isbir Fadly a. Drs. H. Hasan Nurdin b. Herliani Umar, SH c. Drs. H. Achmad Djunaidi d. H. Sinwan Amary, BA e. H. Asrory Abdul Karim, SH f. H. Musthafa Dahlan, Spd.
g. H.Sukirman a. H.Djoeremi b. H.Sumarsono c. Zuriaty, BA d. Fauziah e. H.Fursan Ditetapkan di Padatanggal
: Jakarta : 17 Juni 1998 Direktur Urusan Agama Islam
Prof. DR. H. Salman Harun NIP. 150062568
V.l TARIF SERTIFIKAT MELALUI PRONA UNTUK SATU BIDANG TANAH
00
(dalam rupiah)
~
Tanah Hak Adat Konversi Tanah Hak Adat Penegasan Tanah Negara Pemberian No.Ia Kota Desa Sawah Rumah Kota Kota Desa Sawah Rumah Kota Kota
J
Desa1
I
2 3 4 5 6 7 8 9 I 10I.
I
GOLONGAN EKONOMI LEMAH "goleklem" KMDN 220 TAHUN 1981a. Pendaftaran Hak 1000 100 1000 1000 100 5000 5000 500 b. Srt. Ukur/Gbr. Situasi 1000 100 1000 1000 100 1000 1000 100 c. Formulir Sertifikai 800 800 800 800 800 800 800 800 d. Formulir lain-lain 700 700 700 700 700 700 700 700
e. Materai 25 25 25 25 25 25 25 25
f. Panitia A - - 1250 1250 1250 1250 1250 1250
g. Administrasi Kas Negara - - 1000 5000 1000 5000 10000 3000 h. Adm. Yys. Dana Land-
reform 1500
Jumlah 7875
\.;..)
\0
1 2 3 4 5 6 7 8
I I I I I I
II. GO LONGAN EKONOMI MAMPU "golekmpu" KMDN 226 T AHUN 1982 _ a. Biaya Goleklem 3525 1725 6275 12275 4475 16275
b. Biaya Operasional prop: prop: prop: prop:
33550 7150 33550 33550 33550 33550 Kodya: Kodya: Kodya: Kodya:
24750 24750 24750 24750
Kab.: Kab.: Kab.: Kab.:
15950 15950 15950 15950
Jumlah prop: prop: prop: prop:
37075 8875 39825 45825 11625 49825 Kodya: Kodya: Kodya: Kodya:
28275 31025 37025 41025
Kab.: Kab.: Kab.: Kab.:
19475 22225 28225 32225
Ill. BH KEAGAMAAN; BH SOSIAL; BAGADIK KMDN. 348 T AHUN 1982 Biayanya sama dengan golongan ekonomi mampu tersebut No. II
- - - - -
9 10
23775 7875 prop:
33550 7150 Kodya:
24750 Kab.:
15950 prop:
57325 15025 Kodya: '
48525 Kab.:
39725
~
No. PROPINSI
01 02
1. D. I. Aceh 2. Sumut 3. Sumbar 4. Ria u 5. Sumsel 6. Bengkulu 7. Jamb1 8. Lampung 9. DKI Jakarta 10. Jawa Barat 11. Jawa Tengah 12. D. I; Yogyakarta 13. Jawa T1mur 14. Kalbar 15. Ka~eng
16. Kalsel 17. Ka~im
18. Sulut 19. Su~eng
20. Sulsel 21. Su~ra
22. B a 11 23. N.T.B.
;24. N.T.l 25. Maluku 26. w~~~o/i~ur-
27.
JUMLAH wakaf 10
JVMLAH
DATA TANAH WAKAF Dl SELURUH INDONESIA MENURUT STATUS DAN PROSENTASE
S.D. BULAN JUNI1999
TELAH DISELESAIKAN AIW/M'AIW
TANAH WAKAF BERSERTIFIKAT TELAH BELUM
~~~:~~
DKASI UASM DAFTAR BPN DAFTAR BPN
03 .llil 05. {)6 07 08
27,473 63.276,415.53 12,374 ~ 45.04% 7.799 = 28.39% 5,053 ~ 18.39% 25,226 = 91.82%
14,872 24.714,509.30 6,031 = 40.55% 8,197 = 55.12"/o 0= 0.00% 14,228 = 95.67%
5,187 6,296,495.00 3,628 = 69.94% 1,548 = 29.84% 11 = 0.21% 5,187 = 100.00%
6,726 41.735,176.00 3.043 = 45.24% 3.218 = 47.84% 202 = 3.00% 6,463 = 96.09%
6,848 3,545,902.00 4,252 = 62.09% 107 = 1.56% 2.489 = 36.35% 6,848 ~ 100.00%
3,227 7,641,444.00 1,516 ~ 46.98% 1,425= 44.16% 286 = 8.86% 3,227 = 100.00%
5,773 15,314,912.41 3,358 = 58.17% .2,367 ~ 41.00% 48 ~ 0.83% 5,773. 100.00%
10,717 14,825.132.00 7.378 = 68.84% 3.339= 31.16% o~ 0.00% 10.717· 100.00%
5,671 2,539.817.00 3.779 = 66.64% 1,817= 32.04% 75 = 0.00% 5,671 = 100.00%
74.284 58.755.959.06 67.280 ~ 95.72% 6,898 = 2.56% 106 = 1.05% 74,284 ~ 10.00%
81,366 51,401,621.00 66.886 = 82.20% 6.767 = 8.32% 6.297 = 7.74% 79,950 = 98.26%
5.711 1,814,540.00 5,162 = 90.39% 493 = 8.63% 54= 0.95% 5,709 ~ 99.96%
50.706 36,1!80,435.84 49,890 = 98.39% 453 = 0.89% 363 ~ 0.72% 50,706 = 100.00%
13,336 28.152,178.41 2,357 = 17.67% 10,121 = 75.89% 858 = 6.43% 13.336 = 100.00%
2,050 4,628.627.14 1.491 • 72.73% 508 • 2V8% 51= 2.49% 2.050 = 100.00%
7.486 9,978,263.05 5.422 = 72.43% 2,033 ~ 2716% 29 = 0.39% 7,484 = 99.97%
2,263 3,711,692.11 1.343 = 59.35% 883 = 39.02% 13 = 0.57% 2.239 = 98.94%
2.412 3,391.965.00 1.224 = 50.75% 1.066 = 44.20% 122 = 5.06% 2.412 = 100.00%
2,825 4,830,252.15 1.526 = 54.02% 0= 000% 1.043 = 36.92% 2.569 = 90.94%
9,956 28,466,621.80 7.734 = 77.68% 856 ~ 8.60% 295 ~ 2.96% 8.885 = 89.24%
2.083 1.374,101.00 1,465 = 70.33 149= 7.15% 311 ~ 14.93% 1,925 = 92.41%
767 978,962.00 672 ~ 87.61% 73 ~ 9.52% 22 ~ 2.87% 767 = 100.00%
10,364 896,582.291.00 5.846. 56.41% 3.552. 34.27% 371= 3.58% 9.769 = 94.26%
1,141 3,377,125.00 1,029 ~ 90.18% 55~ 4.82% 2~ 0.18% 1,086 ~ 95.18%
1,901 47,638,194.00 812 ~ 42.71% 1,089. 57.29% o~ 0.00% 1.901 = 100.00%
201 254,014.10 129 ~ 64.18% 14. 6.97% 58= 28.86% 201 ~ 100.00%
.15 . o.oo 3· 20.00% 0= 0.00% 0= 0.00% 3= 20.00%
355,361 1 ,361 ,506.645.90 265,630. 74.75% 64,827 = 18.24% 18.159 = 5.11% 348,616 = 98.10%
BELUM AIW/APAIW
09 2,247 = 8.18%
644 = 4.33%
0= 0.00%
263 = 3.91';, 0= O.OO'Io 0= 0.00%
o~ 0.00%
o~ O.OO'to
o~ 0.00%
o~ 0.00%
1,416 ~ 1.74%
2= 0.04%
0= 0.00%
0= 0.00%
0= 0.00%
98 ~ 1.31%
24 = 1.06%
·0 = 0.00%
256 = 9.06%
1,071 ~ 10. 76';, 158 = 7.59%
0= o.oo•.
595 ~ 5.74%
55= 4.82~-.
o~ 0.00%
0= O.OO'o 12 = 80.00~o
6,841 ~ 1.93%
Jakarta, 30 Juni 1999 Kasubdit Zawaib
KETERANGAN
10 23-03-1999 30-12-1997 30-04-1998 06-05-1999 02-02-1998 17-05-1999 14-05-1999 17-05-1999 04-06-1999 I
10-02-1999
30-02-1~99
01-03-1998 25--Q6-1997 27-01-1999 28-02-1998 10-10-1998 22-04-1998 17-05-1999 13-06-1996 01-03-1998 18-08-1997 21-08-1997 05-03-1998 04-05-1999 23-10-1997 11-02-1998 20--QS-1996
.j::.
NO I PROPINSI
1 0.1 ACEH 2 SUMUT 3 SUMBAR 4 RIAU 5 SUM SEL 6 BENGKULU 7 JAMB!
8 LAMPUNG 9 OKI JAKARTA 10 JAWA BARAT 11 JAWA TENGAH 12 01 YOYGYA 13 JAWA TIMUR 14 KAL BAR 15 KAL TENG 16 KAL SEL 17 KAL TIM 18 SUL UT 1S SUl TENG 20 SUl SEL 21 SUL TRA 22 BALl 23 N TB 24 N TT 25 MALUKU 26 IRIAN JAVA 27 TIMOR TIMUR
Sumber Data
DATA SUMBER PEMBIAYAAN SERTIFIKASI TANAH WAKAF
Oalam R1buan Rup1ah
JUMLAH ITN. WAXAF
28456 14.872 5186 6.326 6.848 3 701 5895 11090 5550 71 519 78126 5548 50706 4226 2050 7 582 2263 2258 2825 9707 2083 767 9 779 1142 1901 201 15
~ SERTI
FIKAT I 91-98 12 8114· .60 000
6.031· 65.000 3.589- 50.000 2.867· 28.440
4.252- 0
1 345- 20 520 2.239· 15.000 7.378- 50 000 2. 193· 0
67.487- 0
63.650- 0
4 588- 0 49.890· 0 2.323· 19 000 1.491- 28 632 5.387- 30 000 1.333· 22640 1.259· 5.962 1526· 23 960 7 58(). 65.000 1 709- 33 520 672- 4 938 5487- 86.040 886- 19 300 812- 46.770 129- 4 000
3- 0-
l.ltO·I 578.
BANTUAN PUSAT
0 0 60000 0
0 30000 0
0 0 0
0 0 20000 0
0 0 50000 0
'o 0 0 0
0 0 c 0
0 0 0
0 0- 0 0
0 0- 50000 0
0 0 25000 0
0 0 0 . 0
0 0 0 0
0 20000 0
0 0 0 0
0 0 0 0
0 0 0 0
0 19360 0
0 0 0
0 0 0
0 0 0
0 5160 0
0 17040 0
0 0 0
0 0 0
0 4000 0
0 0 0
-o
SUMBER OAERAH
DTP , - 1992Tf993 . JUMLAH
91 . 98 ' 98 . 99: APBD I BKM BAZIZ I SWADAYA[ MOBILISA~ DANA 486.6521 o 76 ooo!1o 280 o o 01 692 842 229.516 0 171 800,37.200. 88 800118 000 60 000 600 316 210.010 o 1 2.280 3 860 2.989 2.880 o· 212 079 148.682 0 40 000 1.612' 46 035 3.200 01 287 969 146 4821 0 .,· 21 000 1.1251 7.000 3.000 0 229 607
302.400 0 0 0 01 0 01 322 980
1468501 0
~33880.
3520 3400 8.720 3826 215196340.010 0 57480: 3.200 0 25.760: o: 476.450 16 865' 0 37.500' 1 0001101 537 0 01 356 902 782.620; 0 '66 5501 01 0 0 1.166.075, 2 065 245 808 5031 0 1 21 085 83 166 34 300 163.853 319 0201 1 454 927
199.597 0 16.000 0 0 0 0 215 597
674.4651 0 1127 600 74 0741 10 868 135.284 928 959: 1 851 250 217 163 Q 24 560 2.4801 2 000 6 600 5 400i 297 203 432931 0 !20090 2500J 19468 13800 01 127783 155 2301 0 I 25 717 8.460 51 17Q 450 01 271 047
109.0941 0 43.529 760 0 0 0 176 203
65 120 o 4.ooo 2.520 8 080 16.000 ol 121 642 149.680 0 3.600 23.960 1 400 5 000 0: 207 600 1i8.835 0 1 2801 7 080 144 000 48 680 0: 444 875 26 990 0 10 OOOI 5.2501 0 22950 0 98 710
16.270 0 i 01 01 0 0 O· 26 368
266.327; o · ol o' 01 o o; 369 407
57 9701 o 2 0001 Oo 00 1 531 01 80 801 ,.
509701 o ,21680! Oo o 2520 o 121~40
8676 0 Ol 01 0 0 0 16676
o o 01 o o o o, o'
Jakalla. 12 Juno 1 998
Oorektorat Urusan Agama Islam Kasubdit Zawaob
.4