Halaman Judul
PROSIDING
SEMINAR NASIONAL SASTRA DAN BUDAYA II
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN SASTRA DAN BUDAYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN APRESIASI TERHADAP KEANEKARAGAMAN BUDAYA BANGSA
Penyunting Ahli Dr. I Ketut Sudewa, M. Hum
Penyunting Pelaksana Drs. I Wayan Teguh, M. Hum
DENPASAR, 26 – 27 MEI 2017
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR 2017
ISBN 978 – 602 – 294 – 215 – 3
Halaman Judul
PROSIDING
SEMINAR NASIONAL SASTRA DAN BUDAYA II
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN SASTRA DAN BUDAYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN APRESIASI TERHADAP KEANEKARAGAMAN BUDAYA BANGSA
Penyunting Ahli Dr. I Ketut Sudewa, M. Hum
Penyunting Pelaksana Drs. I Wayan Teguh, M. Hum
DENPASAR, 26 – 27 MEI 2017
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR 2017
ISBN 978 – 602 – 294 – 215 – 3
3
PROSIDING
SEMINAR NASIONAL SASTRA DAN BUDAYA II
2017
i
KATA PENGANTAR
Buku ini merupakan kompilasi makalah-makalah yang dipresentasikan pada Seminar Nasional Sastra dan Budaya II yang diselenggarakan pada tanggal 26 – 27 Mei 2017 di Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Universitas Udayana.
Peserta yang berpartisipasi pada Seminar ini berasal dari Universitas Institut Seni Denpasar, IKIP PGRI Bali, Universitas Tujuh Belas Agustus, Surabaya, Universitas Pajajaran, Universitas Halu Oleo Kendari, Universitas Flores, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Malang, Universitas Ahmad Dahlan, ISBI Tanah Papua, Universitas Warmadewa, Universitas Negeri makasar, Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Banda Aceh, Universitas Hindu Indonesia, Balai Bahasa Bali dan tentunya dari Universitas Udayana. . Makalah yang diterima dikelompokkan berdasarkan makalah tentang Sastra dan makalah tentang Budaya. Seminar tahun ini mengedepankan tema “Pengembangan Pengetahuan Sastra dan Budaya sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Apresiasi terhadap Keanekaragaman Budaya Bangsa”.
Prosiding ini dibuat untuk memudahkan para peserta seminar atau siapapun yang tertarik kepada masalah sastra dan budaya untuk memperoleh informasi yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Besar harapan kami bahwa seminar ini dapat berkontribusi terhadap kegiatan akademik yang dirancang oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas staf pengajarnya.
Panitia
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
TIFA IN TANAH PAPUA: TEXT AND CONTEXT ... 1
I Wayan Rai S. SASTRA DAN BUDAYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ... 19
I Wayan Resen WAYANG MADURA: INOVASI PENGEMBANGAN SENI WAYANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN RESPONSIF BAHASA DAN SASTRA MADURA BAGI PENUTUR MADURA ... 49
Ahmad Junaidi PERISTIWA TUTUR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR GROSIR BUTUNG MAKASSAR ... 58
Andi Saadillah BALI SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA KONSERVASI BAHASA DAERAH: SEBUAH USULAN ... 71
Bambang Suwarno PENGARUH CONSCIOUSNESS-RAISING GROUP DALAM KEGIATAN MEMBACA EKSTENSIF TEKS INSPIRATIF GENDER PADA SIKAP EMANSIPATIF SISWA SMA NEGERI DI KOTA BENGKULU ... 84
Bambang Suwarno dan Agus Joko Purwadi MOTIF HIAS KAIN PADA ARCA PERWUJUDAN DI PURA PUSEH DESA SUMERTA, DENPASAR TIMUR ... 96
Coleta Palupi Titasari INVENTARISASI CAGAR BUDAYA DI DESA SUMERTA KOTA DENPASAR ... 105 Coleta Palupi Titasari, Rochtri Agung Bawono, dan Zuraidah
iii PEMBERDAYAAN BAHASA LEWAT TRADISI BERCERITA (SASTRA):
STUDI KASUS DI DESA SUMERTA, DENPASAR ... 112 I G.A.A. Mas Triadnyani, I Nyoman Suparwa, I Wayan Teguh
PARIBASA DAN PEMBENTUKAN MORAL DALAM LAGU POP
BALI ... 120 I Gede Budiasa
REPRESENTASI MULTIKULTURALISME DALAM TRILOGI
NOVEL "SEMBALUN RINJANI" KARYA DJELANTIK SANTHA ... 131 I Gede Gita Purnama Arsa Putra
PENERAPAN STRATEGI PEMELAJARAN BAHASA ASING
OLEH SISWA-SISWI KELAS 10 SMA NEGERI 3 DENPASAR ... 140 I Gede Oeinada dan I Nyoman Rauh Artana
EKSISTENSIALISME DALAM CERITA “ON THE ROAD” ... 148 I Gusti Ayu Gde Sosiowati dan Ni Made Ayu Widiastuti
KAJIAN DWIBAHASA PADA PAPAN INFORMASI PUBLIK:
PERSPEKTIF ALIH BAHASA ... 156 I Gusti Ngurah Parthama
TEMA-TEMA CERITA RAKYAT SEBAGAI PEMBENTUK
KARAKTER ... 164 I Ketut Darma Laksana
PEMALI: SEBUAH KEARIFAN LOKAL MEMBENTUK KARAKTER
ANAK USIA DINI ... 175 I Ketut Jirnaya
EKSISTENSI NASKAH LONTAR PRASASTI, PRALINTIH KI GUSTI
PANIDA DI DESA SUMERTA DENPASAR ... 182 I Ketut Jirnaya, Anak Agung Gede Bawa, dan Komang Paramarta
AMANAT CERITA PENDEK “DILARANG MENCINTAI
BUNGA-BUNGA” KARYA KUNTOWIJOYO ... 190 I Ketut Nama
BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA TEKS SAA DALAM RITUAL
TUMPEK BUBUH ... 197 I Ketut Ngurah Sulibra
FENOMENA SOSIAL DALAM CERPEN “PROTES” KARYA PUTU WIJAYA205
iv
I Ketut Sudewa
HARMONIS TRAGIS STRUKTUR HANCUR: PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUNGUT LANTANG NGUTAHANG KACANG KARYA
MADE SANGGRA ... 213 I Made Suarsa
MAHABHARATA DALAM TRADISI DAN PENCIPTAAN SASTRA BALI .... 222 I Made Suastika
PERKAWINAN GANDARWA DALAM PERSPEKTIF MASA KINI (REFLEKSI PERKAWINAN DUSMANTA-SAKUNTALA DALAM
MAHABHARATA) ... 237 I Nyoman Duana Sutika
NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM SASTRA PARIBASA
BALI ... 247 I Nyoman Suarka
MAKNA PENDIDIKAN MORAL DALAM KIDUNG RĂGA WINASA
EPISODE PERSAHABATAN SI LUTUNG DENGAN SI KEKER ... 257 I Nyoman Sukartha
PRAKTIK-PRAKTIK KULTURAL KEBUDAYAAN BALI DI KELURAHAN SUMERTA DENPASAR TIMUR 2002-2017 ... 269 I Nyoman Wijaya, Anak Agung Ayu Rai Wahyuni, dan Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo
PENGARCAAN PRATIMA DEWA DEWA HINDU DI BALI:
KESINAMBUNGAN TRADISI PENGARCAAN JAMAN INDONESIA HINDU278 I Wayan Redig
MERAJUT KEBHINEKAAN DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) BERDASARKAN BUKTI-BUKTI
ARKEOLOGI ... 286 I Wayan Srijaya
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA BALI LEWAT PENGGALIAN DAN PEMANFAATAN CERITA LISAN (SATUA) DI LINGKUNGAN SEKOLAH:
STUDI KASUS DI KELURAHAN SUMERTA, KECAMATAN
DENPASAR TIMUR ... 297 I Wayan Suardiana
v MAKNA AIR DALAM TEKS ADI PARWA ... 306 I Wayan Suteja
SASTRA SEBAGAI SUMBER PENGETAHUAN TRADISIONAL:
KAJIAN EKOKRITIK CERITA RAKYAT BALI AGA ... 319 Ida Ayu Laksmita Sari; I Nyoman Weda Kusuma
EKSPRESI BUDAYA SEPAT GANTUNG: MENATA KERUKUNAN HIDUP BERTETANGGA DALAM MASYARAKAT TRADISIONAL
DI BALI ... 327 Ida Bagus Rai Putra
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK BERKAITAN DENGAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERMAINAN
TRADISIONAL ... 331 Intan Susanti, dkk
MARABOT: KESALEHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN
SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT BALI ... 337 Ketut Darmana
SATUA BALI PADA ERA GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT BALI:
Studi Kasus Kelurahan Sumerta, Kota Denpasar ... 346 Ketut Darmana, I Wayan Suwena, Anak Agung Ayu Murniasih, dan Aliffiati
DESA PENGLIPURAN BANGLI: ADAT DAN BUDAYANYA.. ... 256 Kt. Riana, Putu Evi W. Citrawati, dan I.G.A. Istri Aryani
FILOSOFI KEPEMIMPINAN DALAM CERITA RAKYAT
KOLOPE BHALA TUMBU (UBI HUTAN) PADA MASYARAKAT
MUNA ... 363 La Ode Ali Basri
RATAPAN DEWI DRUPADI KETIKA DI WIRATA DALAM
GEGURITAN KICAKA ... 373 Luh Ratu Puspawati
KONSEP SASTRA HIJAU DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN
DALAM SASTRA LISAN NGADHA DI FLORES ... 387 Maria Matildis Banda
vi
KEGIATAN LITERASI SEKOLAH DAN PENGARUHNYA BAGI
MINAT MEMBACA KARYA SASTRA DI SMAN 3 DENPASAR ... 396 Maria Matildis Banda, dkk
MENDEDAH TRANSFER BUDAYA DALAM SASTRA ANAK KANIA’S DREAM: RAHASIA UNIK BEKICOT LEZAT KARYA
NELFI SYAFRINA ... 404 Mateus Rudi Supsiadji dan Linusia Marsih
SASTRA NUSANTARA SEBAGAI MEDIA AJAR BUDAYA DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA ... 411 Muna Muhammad
NILAI KEPAHLAWANAN DALAM "PERANG PANIPI" CERITA RAKYAT GORONTALO SEBAGAI BENTUK PENGUATAN KARAKTER
BANGSA ... 419 Muslimin
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TEKS DAKSA CURSES LORD
SIVA ... 431 Ni Ketut Dewi Yulianti
GEGAR BUDAYA YANG DIALAMI MAHASISWA INDONESIA DALAM MENGIKUTI PROGRAM PERTUKARAN DI JEPANG: STUDI KASUS TERHADAP MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS UDAYANA ... 438 Ni Luh Putu Ari Sulatri dan Silvia Damayanti
PROFIL PEMAKAIAN BAHASA DI KELURAHAN SUMERTA
DENPASAR TIMUR ... 446 Ni Luh Sutjiati Beratha, Ni Wayan Sukarini dan Made Rajeg
CECIMPEDAN: SEBUAH SARANA BERMAIN DAN BELAJAR
KETANGKASAN BERPIKIR SERTA PENGENALAN LINGKUNGAN
PADA ANAK ... 456 Ni Made Suryati
EKSISTENSI GUNUNG DALAM MASYARAKAT JEPANG ... 464 Ni Putu Luhur Wedayanti
MENGAPA PEMAKAIAN BEBERAPA KOSAKATA BAHASA
INDONESIA DALAM KOMUNIKASI TIDAK LELUASA?.. ... 470 Ni Putu N. Widarsini
vii SEKAR RARE: SISTEM BUDAYA MASYARAKAT BALI DAN UNSUR
PEMBENTUK PENDIDIKAN KARAKTER ... 476 Ni Wayan Sumitri
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM NOVEL
MADOGIWA NO TOTTOCHAN ... 492 Novi Andari dan Sudarwati
PENDIDIKAN KARAKTER DAN PEMERTAHANAN NILAI-NILAI
BUDAYA LOKAL MELALUI LAGU DAERAH DI ALBUM BALI KUMARA ... 501 P.A.A. Senja Pratiwi
RITUS DAN METAFORA BUNGA DI BALI DALAM PUISI-PUISI
TAHUN 1960—2015 ... 510 Puji Retno Hardiningtyas
KONSEPSI ‘SEJAHTERA’ SUDARWATI DALAM TEKS BUDAYA
BALI TELAAH ANTROPOLINGUISTIK ... 522 Putu Sutama
MAKAM TROLOYO: BUKTI KOMUNITAS MUSLIM DALAM
KERAJAAN MAJAPAHIT ... 531 Rochtri Agung Bawono
NILAI KEKUATAN CINTA DALAM NOVEL ‘THE GREAT GATSBY’ ... 539 Sang Ayu Isnu Maharani
EKOLOGI SASTRA DALAM MANGA KISEKI NO RINGO ... 550 Silvia Damayanti, Ni Luh Ari Sulatri
KEARIFAN LINGKUNGAN NOVEL WIJAYA KUSUMA DARI KAMAR NOMOR TIGA KARYA MARIA MATILDIS BANDA: PENDEKATAN
EKSPRESIF ... 560 Sri Jumadiah
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI CERITA RAKYAT
NUSANTARA ... 568 Ni Ketut Sri Rahayuni
PENGARCAAN PRATIMA DEWA DEWA HINDU DI BALI:
KESINAMBUNGAN TRADISI PENGARCAAN JAMAN INDONESIA HINDU574 I Wayan Redig
SOSIOLOGI MASYARAKAT JEPANG PADA NOVEL UTSUKUSHISA TO KANASHIMI TO DAN IZU NO ODORIKO KARYA KAWABATA YASUNARI Zida Wahyuddin dan Eva Amalijah ... 582
viii
WUJUD KEBERAGAMAN DI MASA LALU TERCERMIN PADA
BEBERAPA TINGGALAN ARKEOLOGI ISLAM ... 597 Zuraidah
9
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
550
EKOLOGI SASTRA DALAM MANGA KISEKI NO RINGO
Silvia Damayanti, Ni Luh Ari Sulatri Program Studi Sastra Jepang, Universitas Udayana [email protected], [email protected]
Abstrak
Penelitian ini mengkaji permasalahan lingkungan dalam salah satu karya sastra anak, yaitu komik Jepang berjudul Kiseki no Ringo (2013) karya Takuji Ishikawa. Penelitian ini akan dibahas dengan teori ekologi sastra Endaswara dan teori Abrams (1976) untuk analisis struktural Manga Kiseki no Ringo. Penelitian ini bertujuan mendeskipsikan representasi ekologi dalam unsur pembentuk karya sastra tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang Manga Kiseki no Ringo mengangkat kisah nyata perjuangan seorang petani Apel tanpa menggunakan pestisida di daerah Aomori, Jepang. Pengarang menampilkan tokoh, peristiwa, dan keadaan lingkungan secara riil dibalut dengan penyajian yang menarik dalam struktur karyanya. Hal ini dilakukan untuk menggugah para anak muda yang gemar membaca manga agar peduli dan turut berjuang memperbaiki lingkungan.
Kata kunci: ekologi, sastra, manga, kiseki no ringo
PENDAHULUAN
Dewasa ini, untuk meningkatkan produksi pertanian penggunaan pestisida telah dirasakan sangat besar manfaatnya. Petani meyakini penggunaan pestisida dapat terhindar dari kerugian akibat serangan jasad pengganggu tanaman yaitu kelompok hama, penyakit, maupun gulma. Tetapi, dibalik manfaatnya yang besar bagi peningkatan produksi pertanian, terselubung bahaya yang mengerikan.
Kerugian berupa timbulnya dampak buruk penggunaan pestisida, yaitu berpengaruh negatif terhadap kesehatan manusia, terhadap kualitas lingkungan, dan dapat meningkatkan perkembangan populasi jasad penganggu tanaman (Girsang, 2009).
Ekokritik adalah kajian yang menghubungkan karya sastra dengan lingkungan (Endaswara, 2016:viii). Karya sastra merupakan suatu produk ciptaan sestrawan
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
551 yang mengandung pesan ekologis yang ingin disampaikan kepada pembacanya.
Ide, gagasan, pengalaman, dan amanat sastrawan digunakan untuk menyampaikan sebuah kepentingan ekologi untuk mengkritisi ataupun memperbaiki lingkungan agar semakin baik. Oleh sebab itu, melalui karya sastra sangat memungkinkan belajar tentang ekologi dan interaksi antar manusia dan alam.
Salah satu karya sastra di Jepang yang sangat kental diciptakan untuk kepentingan ekologi adalah Manga Kiseki no Ringo. Manga Kiseki no Ringo
‘Apel Ajaib’ karya Tsumoto Fujikawa (2013) merupakan adaptasi dari novel berjudul sama Kiseki no Ringo karya Takuji Ishikawa (2008) yang ditulis setelah melihat kisah perjuangan seorang petani Apel, Akinori Kimura, di Prefektur Aomori melalui program NHK berjudul "Way of Work Profesional" (2015).
Alasan dipilihnya manga ‘komik’ Kiseki no Ringo sebagai objek penelitian karena dalam manga ini hubungan manusia dan alam sangat erat digambarkan. Selain itu, manga merupakan bacaan yang sangat digemari semua kalangan usia, status sosial, dan pekerjaan di masyarakat Jepang.
Penelitian ini membahas representasi alam yang tergambar dalam unsur intrinsik dan usaha tokoh utama membuat apel tanpa pestisida dalam Manga Kiseki Ringo karya Takuji Ishikawa. Penelitian ini dilakukan agar masyarakat memahami dan dapat memperoleh pembelajaran mengenai hubungan manusia dan alam yang tercermin dalam unsure intrinsik Manga Kiseki Ringo karya Takuji Ishikawa.
METODOLOGI
Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka (library research) dengan teknik catat, yaitu mencatat hal atau temuan data yang dijadikan model analisis data dalam objek kajian (Ratna, 2009: 39). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan deskriptif analitik yaitu, (Ratna, 2009: 46). Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah teknik analisis konten (content analysis). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori formal Russel (1997) digunakan demi menemukan jawab atas pertanyaan-pertanyaan tentang seluk beluk konflik, plot, tema, latar, bahasa, makna figurative, kesatuan
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
552
waktu, dan lain sebagainya (Russel dalam Sarumpeat, 2010: 39). Sedangkan Teori Ekologi Sastra oleh Endaswara digunakan untuk mencari representasi alam yang tercermin dalam unsur intrinsik karya sastra dalam dalam Manga Kiseki Ringo karya Takuji Ishikawa.
PEMBAHASAN
Tema Manga Kiseki no Ringo
Tema manga Kiseki no Ringo (Apel Ajaib) adalah perjuangan melawan kemustahilan bertanam apel dengan pestisida alami. Berkat tekad yang kuat Akinori berhasil melawan kemustahilan menghasilkan buah apel dengan pestisida alami memerlukan bukanlah hal yang mudah, mereka harus hidup dalam penderitaan dan kemiskinan dalam jangka waktu yang panjang. Hubungan antara manusia dan alam yang erat digambarkan melalui perjuangan tokoh utama, Akinori Kimura, dan keluarga berkebun apel dengan pestisida alami disebabkan reaksi alergi Meiko, Istri Akinori, terhadap pestisida sintetis atau buatan.
Alur Manga Kiseki no Ringo
Manga “Kiseki no Ringo” merupakan manga untuk anak-anak. Deretan gambar-gambar pada komik menampilkan alur cerita. Agar mudah dipahami anak maka penulis menggunakan alur linier dengan teknik sorot balik hanya di awal cerita. Sepanjang perkembangan alur banyak aksi dan peristiwa yang dilakukan dan ditimpakan kepada tokoh yang ditampilkan secara berurutan dan enak diikuti hubungan sebab akibatnya. Cerita diawali dengan perkenalan tokoh utama, Akinori Kimura, yang telah berhasil berkebun apel tanpa pestisida. Di awal cerita diterangkan pula bahwa cerita manga ditulis berdasarkan buku catatan Akinori Kimura. Kemudian, alur sorot balik menceritakan kembali mengisahkan kehidupan masa kecil tokoh utama untuk menunjukkan karakter tokoh utama yang sejak kecil bercita-cita bekerja di kota dan tidak mau menjadi petani. Di pertengahan cerita dikisahkan alasan tokoh utama kembali ke desa untuk menjadi seorang petani dan berkebun apel tanpa pestisida. Konflik-konflik dalam manga
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
553 terjadi saat tokoh utama berjuang mewujudkan cita-cita berkebun tanpa pestisida.
Konflik batin para tokoh digambarkan ketika Akinori dan keluarga berulang kali mengalami kegagalan saat percobaan menggunakan pestisida dari berbagai bahan- bahan alami. Klimaks dalam manga dikisahkan saat Akinori merasa telah menyakiti keluarganya karena cita-citanya, ia bermaksud bunuh diri, tetapi saat itulah ia menemukan formula berkebun apel tanpa pestisida. Anti klimaks terjadi diakhir cerita saat Akinori berhasil memanen apel yang manis tanpa pestisida.
Hubungan manusia dengan alam dalam alur digambarkan melalui peristiwa-peristiwa kecil namun bermakna yang dialami tokoh utama secara tidak sengaja saat berkebun. Seperti, peristiwa rusaknya perkebunan apel milik para petani akibat taifu menyadarkan Akinori akan ketergantungann pertanian dengan alam (Kiseki no Rongo, 2013:29-30); Kesadaran bahwa dengan membuka lahan pertanian manusia telah merusak lingkungan hidup rakun digambarkan saat rakun mencuri hasil tanaman jagung Akinori (Kiseki no Rongo, 2013:49-50); Peristiwa bunuh diri yang akan dilakukan Akinori digagalkan oleh alam dengan patahnya ranting tempat ia mengikatkan tali (Kiseki no Rongo, 2013:118-110).
Latar Manga Kiseki no Ringo
Manga “Kiseki no Ringo” mengisahkan kehidupan Akinori pada tahun 1949 sampai pada tahun 2007. Latar waktu ditunjukkan pula dengan potongan- potongan gambar dalam manga yang melukiskan secara jelas peristiwa-peristiwa pembangun cerita kehidupan Akinori dalam manga “Kiseki no Ringo”. Latar tempat manga “Kiseki no Ringo” sebagian besar adalah daerah perkebunan apel di distrik Iwaki Perfektur Aomori, sekolah tempat Akinori bersekolah, daerah perkotaan tempat Akinori muda bekerja, stasiun kereta, dan pasar tempat Akinori memasarkan apelnya. Perfektur Aomori merupakan perfektur yang terletak di paling Utara Honshu, daerah pegunungan yang sangat cocok dengan perkebunan apel. Sesuai dengan tema cerita yang telah dipaparkan yaitu perjuangan seorang petani apel dalam meggapai kemustahilan di atas maka latar sosial yang digambarkan dalam manga berpusat pada kehidupan masyarakat petani apel di perfektur Aomori. Latar dalam manga “Kiseki no Ringo” digambarkan sama
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
554
dengan lingkungan aslinya (gambar 1 dan 2). Selain itu, ditambahkan pula ilustrasi yang memudahkan pembaca memahami isi cerita (gambar 3).
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Latar perkebunan apel Akinori (hal 162-163) Eksperimen Akinori (hal 80-81) Akinori memotivasi pohon apel (hal 133)
Penokohan Manga Kiseki no Ringo
Tokoh utama manga Kiseki no Ringo adalah Akinori Kimura sebagai tokoh sederhana. Tokoh Akinori berkarakter relatif konstan dari awal sampai akhir cerita. Tokoh tambahan yang sangat berperan dan berinteraksi intens dengan tokoh utama adalah keluarga Kimura, yaitu: Ibu dan ayah mertua Akinori, Meiko Kimura, istrinya, dan ketiga anaknya. Tokoh lain yang terdapat dalam manga adalah Keluarga Mikami, yang terdiri atas kakek, nenek, ayah, ibu, dan kakak laki-laki Akinori, sahabat Akinori Mocchan, dan teman-teman sekolah, serta para petani di sekitar perkebunan keluarga Kimura.
Pelukisan karakter tokoh-tokoh dalam manga dilakukan secara deskripsi langsung (telling) dan tidak langsung (showing) ditampilkan dengan gambar yang representatif. Tokoh utama, Akinori Kimura, lahir pada bulan Agustus 1949 di Perfektur Oomori, Distrik Nakatsugaru, Kota Iwaki. Ia adalah putra kedua keluarga Mikami, sebuah keluarga yang secara turun temurun adalah seorang petani Apel (Kiseki no Ringo, 2013: 11). Akinori menikah dengan Meiko Kimura, putri tunggal keluarga Kimura, setelah menikah Akinori menjadi mukoyoushi
‘putra angkat’ di keluarga Kimura sehinga namanya pun berubah menjadi Akinori Kimura.
Tokoh Akinori digambarkan seperti sosok aslinya, seorang pria bertubuh tinggi, kurus, dan berkaca mata, dan sejak kecil tidak tertarik pada pertanian.
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
555 Walaupun keluarganya membujukNya untuk menjadi seorang petani, tetapi Akinori yang sangat menyukai sains dan senang mengotak-atik benda-benda elektronik ini bercita-cita bekerja di kota. Akonori dikisahkan berhasil bekerja sebagai seorang teknisi di sebuah perusahaan di kota Kawasaki. Satu tahun kemudian, saat Akinori sangat menikmati pekerjaannya di kota datanglah surat yang mengubah jalan hidupnya, Kakak Akinori diterima menjadi pilot di Angkatan Udara dan iapun harus pulang meneruskan usaha keluarga menjadi seorang petani apel.
Akonori tidak menyukai bekerja sebagai pertani karena ia sadar bahwa bertani apel sangat tergantung dengan alam. Pendapatan dari hasil pertanian tidak menentu, bila alam sangat mendukung maka hasil pertanian dapat mencukupi bahkan mendapatkan untung besar, tetapi bila ada bencana alam, seperti taifu, serangan hama dan penyakit pada tanaman apel dapat mengakibatkan pendapatan menurun drastis. Salah satu cara mengatasai serangan hama dan penyakit pada tanaman apel adalah dengan penggunaan pestisida buatan. Walaupun menggunakan pestisida buatan apel yang diproduksi aman untuk dikonsumsi.
Dalam manga dikisahkan bahwa bagi para petani di Perfektur Aomori pestisida buatan adalah penolong petani apel. Barkat pemakaian pestisida petani apel meningkatan hasil pertanian buah apel karena pestisida dapat memberantas hama dan penyakit yang menggerogoti tanaman dalam waktu yang singkat sehingga berproduksi secara maksimal. Akinoripun sangat terkesan dengan pestisida buatan yang dapat dengan mudah dapat meningkatkan produksi buah apel. Berikut data percakapan Akinori dan istrinya yang sangat bersyukur berkat pestisida mereka dapat memanen apel yang melimpah.
① 秋則 : 「うんすべては農薬のおかげだね。今年は農協から表彰を受けるほどた くさん散布したからね。 リンゴは農作物の中でも時にデリケートだから 病気も害虫も排除して効率よくリンゴを守ってあげなきゃ」
(奇跡のリンゴ, 2013:41) Akinori:“Iya, semuanya berkat pestisida ya. Tahun ini kita telah dapat melakukan banyak penyemprotan hingga kita mendapat pengakuan dari rekan-rekan bertani kita. Di antara buah-buah hasil pertanian yang lain, apel merupakan salah satu jenis buah yang paling rentan, sehingga kita harus melindungi apel dengan kualitas tinggi dengan cara menghilangkan penyakit dan hama”.
(Kiseki no Ringo, 2013:41)
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
556
Hasil melimpah dari penggunaan pestisida juga dalam manga diakui oleh ayah mertua Akinori, menurut Mertua Akinori, panen buah apel yang berkualitas tinggi dan berjumlah besar berkat penggunaan pestisida (Kiseki Ringo, 2013:47)
Penggunaan pestisida dapat membantu petani, tetapi di sisi lain dapat berdampak buruk. Dalam manga “Kiseki no Ringo” Akinori mendapati bahwa pestisida tidak aman bagi petani. Berikut data penggunaan pestisida yang dapat berdampak buruk bagi petani.
② 爺さん :「おいちゃんとマスクしろぶっ倒れちまうぞ」
秋則 :「安全にリンゴを作ることは無理だよな。だって…注意下記通り農薬
が手についたから洗 ってたら」
(奇跡のリンゴ, 2013:33)
Kakek: “Oi! Gunakan masker dengan benar, kau bisa pingsan”
Akinori: “Membuat apel dengan aman itu tidak mungkin ya. Habis... meskipun sudah dilakukan sesuai dengan petunjuknya, seperti apabila terkena tangan maka segera dicuci”
(Kiseki no Ringo, 2013:41)
Data (2) merupakan percakapan antara Akinori dan kakeknya ketika menyemprot pestisida pada tanaman apel. Dari percakapan tesebut Akinori dan Kakek harus berhati-hati dalam menggunakan pestisida karena dapat berakibat buruk bila terhirup ataupun bila mengenai kulit. Dampak buruk pestsida bagi kesehatan dirasakan pula oleh istri Akinori. Istri Akinori alergi terhadap pestisida, biasanya setelah melakukan penyemprotan di kebun Apel istri Akinori akan jatuh sakit sampi satu minggu. Ankinori berfikir selama mereka menggunakan pestisida maka istrinya akan sakit, Akinori yang sangat mencitai istrinya ini tidak ingin membuat istrinya menderita. Oleh sebab itu, Akinori bercita-cita bertani apel tanpa pestisida (Kiseki no Ringo, 2013:52).
Usaha mewujudkan cita-cita Akinori untuk mengurangi penderitaan istrinya dengan membuat apel tanpa pestisida tidak mudah, ia mengalami berbagai hambatan dalam waktu sekitar sepuluh tahun. Usaha yang dilakukan adalah tidak mudah menyerah dalam melakukan eksperimen. Atas seizin keluarga dan dengan berpedoman pada buku yang telah dibacanya, Akinori pun bereksperimen dengan menggunakan penggunaan kompos sebagai pupuk alami (Kiseki no Ringo, 2013:68) dan berbagai bahan alami sebagai pengganti pestisida. Akinori berpendapat bahwa penyakit apel berasal dari jamur dan bakteri maka
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
557 penyebarannya akan dapat dicegah dengan menemukan dan menebarkan benda yang dibenci oleh jamur dan bakteri, seperti bawang putih, wasabi, untuk membunuh bakteri (Kiseki no Ringo, 2013:74-75). Akinori juga menggunakan susu sapi, putih telur, gula merah, merica, cabe, kecap asin, garam, Miso’kaldu’, sake, shouchu ‘minuman keras jepang mengandung alcohol tinggi’, pati beras, tepung gandum, dan cuka (Kiseki no Ringo, 2013:80). Eksperimen dilakukan dengan cara pertama-tama harus mengubah semua bahan-bahan pupuk kimia menjadi kompos, kemudian mengubah frekuensi penyemprotan pestisida di empat bagian ladang apel, ladang disemprot pestisida seperti biasa yaitu tiga belas kali, enam kali, tiga kali, dan disemprot satu kali (Kiseki no Ringo, 2013:69) dan ladang apel pemberian orang tua Akinori dijadikan tempat eksperimen menanam tanpa bahan kimia sama sekali (Kiseki no Ringo, 2013:71). Selanjutnya, ladang apel yang dijadikan tempat eksperimen menanam tanpa bahan kimia ditambah, bahkan di semua ladang eksperimen. Selain eksperimen pada penyemprotan pestisida, Akinori melakukan eksperimen pada tanah dengan menanam padi di dua ratus botol dengan kondisi tanah yang berbeda (Kiseki no Ringo, 2013:87).
Hasilnya, pada tahun pertama sampai tahun ke enam, Akinori mengalami banyak kegagalan. Efek semprotan bahan alami yang digunakan pun beragam, dari membesarnya ukuran ulat bulu, siput, dan serangga Chigar, bertambahnya jumlah hama yang menyerang apel (Kiseki no Ringo, 2013:81), serangan daun menguning kemudian rontok, dan lain sebagainya, sehinga mengakibatkan pohon apel tidak berbunga. Selain itu, eksperimen berdampak pada berkurangnya pendapatan keluarga yang sangat drastis. Walaupun, diimbangi dengan menanam sayuran pada celah-celah kosong diantara pohon apel di ladang tanpa pestisida, seperti mentimun, tomat, kentang, dan sebagainya. Karena Akinori telah menggunakan hampir semua ladang untuk bereksperimen dan sampai tahun 1990 (tahun ke lima) maka pendapatan dari apel kosong (Kiseki no Ringo, 2013:83).
Ditambah lagi semua harta yang dimiliki telah digunakan untuk membiayai eksperimen. Oleh sebab itu, keluarga Akinori hidup sangat miskin dan menderita.
Pada Ahirnya saat Akinori yang tidak akan pernah menyerah dalam meraih mimpi ingin bunuh diri di hutan karena tidak ingin menyusahkan seluruh
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
558
keluarga dengan impiannya, ia menemukan formula membuat tanaman kuat dari segala penyakit dan hama. Formula yang ditemukan adalah keadaan tanah. Tanah di hutan sangat subur, tanah hangat sampai ke dalam sehingga mikroba mudah berkembang biak. Selain itu, ia menemukan bahwa akar tumbuhan di hutan sangat kokoh sehingga pohon menjalarkan akarnya untuk mencari makanan yang diperlukan dan tumbuh dengan subur walaupun disekitarnya banyak hama dan penyakit yang menyerang. Dibandingkan dengan pohon yang ditanam di kebun yang selalu dirawat dan dimanja dengan pupuk dan pestisida pohon menjadi tidak perlu berusaha. Akinori menyimpulkan bahwa yang diperlukan adalah menjadi pohon yang kuat, yang mana pohon apel itu sendiri yang tidak boleh kalah dengan penyakit dan kuman (Kiseki no Ringo, 2013:123). Oleh sebab itu, sejak saat itu, Akinori membuat lingkungan kebun Apelnya seperti di hutan. Proses mengembalikan kesuburan tanah dan lingkungan seperti dihutan memerlukan waktu empat tahun. Sebagai pengganti pestisida, ia menyemprotkan cuka, tidak menyiangi, memberikan bahan-bahan agar tanah menjadi subur. Bahkan, Akinori pun memberikan motivasi kepada pohon apelnya untuk tumbuh dengan kuat (gambar 3). Kesadaran tokoh utama bahwa mekanisme alam yang harmoni merupakan kunci dari pembuatan apel tanpa pestisida merupakan representasi dari ekologi sastra.
SIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang Manga Kiseki no Ringo mengangkat kisah nyata perjuangan seorang petani Apel tanpa mengunakan pestisida di daerah Aomori, Jepang. Pengarang menampilkan tokoh, peristiwa, dan keadaan lingkungan secara riil dibalut dengan penyajian yang menarik dalam struktur karyanya. Hal ini dilakukan untuk menggugah para anak muda yang gemar membaca manga tergugah, peduli, dan turut berjuang tanpa pantag menyerah memperbaiki lingkungan.
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
559 DAFTAR PUSTAKA
Endaswara, Suwardi, dkk. 2016. Sastra Ekologis:Teori dan Praktik Pengkajian.
Caps: Yogyakarta.
Girsang, Warlinson. 2009. “Dampak Negatif Penggunaan Pestisida”. Diunduh dari https://usitani.wordpress.com/2009/02/26/dampak-negatif-penggunaan- pestisida/ pada tanggal 30 Januari 2017.
Ishikawa, Takuji dan Tsutomo Fujikawa. 2013. Kiseki no Ringo. Jepang:
Gentosha Comics
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dari Srukturslisme hingga Poststrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogkarta:
Pustaka Pelajar
Sarumpaet, Riris K-Toha. 2010. Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta:
Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
PROSIDING
SEMINAR NASIONAL SASTRA DAN BUDAYA II
2017
i
KATA PENGANTAR
Buku ini merupakan kompilasi makalah-makalah yang dipresentasikan pada Seminar Nasional Sastra dan Budaya II yang diselenggarakan pada tanggal 26 – 27 Mei 2017 di Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Universitas Udayana.
Peserta yang berpartisipasi pada Seminar ini berasal dari Universitas Institut Seni Denpasar, IKIP PGRI Bali, Universitas Tujuh Belas Agustus, Surabaya, Universitas Pajajaran, Universitas Halu Oleo Kendari, Universitas Flores, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Malang, Universitas Ahmad Dahlan, ISBI Tanah Papua, Universitas Warmadewa, Universitas Negeri makasar, Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Banda Aceh, Universitas Hindu Indonesia, Balai Bahasa Bali dan tentunya dari Universitas Udayana. . Makalah yang diterima dikelompokkan berdasarkan makalah tentang Sastra dan makalah tentang Budaya. Seminar tahun ini mengedepankan tema “Pengembangan Pengetahuan Sastra dan Budaya sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Apresiasi terhadap Keanekaragaman Budaya Bangsa”.
Prosiding ini dibuat untuk memudahkan para peserta seminar atau siapapun yang tertarik kepada masalah sastra dan budaya untuk memperoleh informasi yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Besar harapan kami bahwa seminar ini dapat berkontribusi terhadap kegiatan akademik yang dirancang oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas staf pengajarnya.
Panitia
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii TIFA IN TANAH PAPUA: TEXT AND CONTEXT Error! Bookmark not defined.
I Wayan Rai S.
SASTRA DAN BUDAYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN
DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ... Error! Bookmark not defined.
I Wayan Resen
WAYANG MADURA: INOVASI PENGEMBANGAN SENI WAYANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN RESPONSIF BAHASA DAN
SASTRA MADURA BAGI PENUTUR MADURA .. Error! Bookmark not defined.
Ahmad Junaidi
PERISTIWA TUTUR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR
GROSIR BUTUNG MAKASSAR ... Error! Bookmark not defined.
Andi Saadillah
BALI SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA KONSERVASI BAHASA
DAERAH: SEBUAH USULAN ... Error! Bookmark not defined.
Bambang Suwarno
PENGARUH CONSCIOUSNESS-RAISING GROUP DALAM KEGIATAN MEMBACA EKSTENSIF TEKS INSPIRATIF GENDER PADA SIKAP
EMANSIPATIF SISWA SMA NEGERI DI KOTA BENGKULUError! Bookmark not defined.
Bambang Suwarno dan Agus Joko Purwadi
MOTIF HIAS KAIN PADA ARCA PERWUJUDAN DI PURA PUSEH
DESA SUMERTA, DENPASAR TIMUR ... Error! Bookmark not defined.
Coleta Palupi Titasari
INVENTARISASI CAGAR BUDAYA DI DESA SUMERTA KOTA
DENPASAR ... Error! Bookmark not defined.
Coleta Palupi Titasari, Rochtri Agung Bawono, dan Zuraidah
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
iii PEMBERDAYAAN BAHASA LEWAT TRADISI BERCERITA (SASTRA):
STUDI KASUS DI DESA SUMERTA, DENPASAR Error! Bookmark not defined.
I G.A.A. Mas Triadnyani, I Nyoman Suparwa, I Wayan Teguh
PARIBASA DAN PEMBENTUKAN MORAL DALAM LAGU POP
BALI ... Error! Bookmark not defined.
I Gede Budiasa
REPRESENTASI MULTIKULTURALISME DALAM TRILOGI
NOVEL "SEMBALUN RINJANI" KARYA DJELANTIK SANTHAError! Bookmark not defined.
I Gede Gita Purnama Arsa Putra
PENERAPAN STRATEGI PEMELAJARAN BAHASA ASING
OLEH SISWA-SISWI KELAS 10 SMA NEGERI 3 DENPASARError! Bookmark not defined.
I Gede Oeinada dan I Nyoman Rauh Artana
EKSISTENSIALISME DALAM CERITA “ON THE ROAD”Error! Bookmark not defined.
I Gusti Ayu Gde Sosiowati dan Ni Made Ayu Widiastuti
KAJIAN DWIBAHASA PADA PAPAN INFORMASI PUBLIK:
PERSPEKTIF ALIH BAHASA ... Error! Bookmark not defined.
I Gusti Ngurah Parthama
TEMA-TEMA CERITA RAKYAT SEBAGAI PEMBENTUK
KARAKTER ... Error! Bookmark not defined.
I Ketut Darma Laksana
PEMALI: SEBUAH KEARIFAN LOKAL MEMBENTUK KARAKTER
ANAK USIA DINI ... Error! Bookmark not defined.
I Ketut Jirnaya
EKSISTENSI NASKAH LONTAR PRASASTI, PRALINTIH KI GUSTI
PANIDA DI DESA SUMERTA DENPASAR ... Error! Bookmark not defined.
I Ketut Jirnaya, Anak Agung Gede Bawa, dan Komang Paramarta AMANAT CERITA PENDEK “DILARANG MENCINTAI
BUNGA-BUNGA” KARYA KUNTOWIJOYO ... Error! Bookmark not defined.
I Ketut Nama
BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA TEKS SAA DALAM RITUAL
TUMPEK BUBUH ... Error! Bookmark not defined.
I Ketut Ngurah Sulibra
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
iv
FENOMENA SOSIAL DALAM CERPEN “PROTES” KARYA PUTU WIJAYAError! Bookmark not defined.
I Ketut Sudewa
HARMONIS TRAGIS STRUKTUR HANCUR: PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUNGUT LANTANG NGUTAHANG KACANG KARYA
MADE SANGGRA ... Error! Bookmark not defined.
I Made Suarsa
MAHABHARATA DALAM TRADISI DAN PENCIPTAAN SASTRA BALIError! Bookmark not defined.
I Made Suastika
PERKAWINAN GANDARWA DALAM PERSPEKTIF MASA KINI (REFLEKSI PERKAWINAN DUSMANTA-SAKUNTALA DALAM
MAHABHARATA) ... Error! Bookmark not defined.
I Nyoman Duana Sutika
NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM SASTRA PARIBASA
BALI ... Error! Bookmark not defined.
I Nyoman Suarka
MAKNA PENDIDIKAN MORAL DALAM KIDUNG RĂGA WINASA
EPISODE PERSAHABATAN SI LUTUNG DENGAN SI KEKERError! Bookmark not defined.
I Nyoman Sukartha
PRAKTIK-PRAKTIK KULTURAL KEBUDAYAAN BALI DI KELURAHAN SUMERTA DENPASAR TIMUR 2002-2017 ... Error! Bookmark not defined.
I Nyoman Wijaya, Anak Agung Ayu Rai Wahyuni, dan Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo
PENGARCAAN PRATIMA DEWA DEWA HINDU DI BALI:
KESINAMBUNGAN TRADISI PENGARCAAN JAMAN INDONESIA HINDUError! Bookmark not defined.
I Wayan Redig
MERAJUT KEBHINEKAAN DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) BERDASARKAN BUKTI-BUKTI
ARKEOLOGI ... Error! Bookmark not defined.
I Wayan Srijaya
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA BALI LEWAT PENGGALIAN DAN PEMANFAATAN CERITA LISAN (SATUA) DI LINGKUNGAN SEKOLAH:
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
v STUDI KASUS DI KELURAHAN SUMERTA, KECAMATAN
DENPASAR TIMUR ... Error! Bookmark not defined.
I Wayan Suardiana
MAKNA AIR DALAM TEKS ADI PARWA ... Error! Bookmark not defined.
I Wayan Suteja
SASTRA SEBAGAI SUMBER PENGETAHUAN TRADISIONAL:
KAJIAN EKOKRITIK CERITA RAKYAT BALI AGAError! Bookmark not defined.
Ida Ayu Laksmita Sari; I Nyoman Weda Kusuma
EKSPRESI BUDAYA SEPAT GANTUNG: MENATA KERUKUNAN HIDUP BERTETANGGA DALAM MASYARAKAT TRADISIONAL
DI BALI ... Error! Bookmark not defined.
Ida Bagus Rai Putra
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK BERKAITAN DENGAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERMAINAN
TRADISIONAL ... Error! Bookmark not defined.
Intan Susanti, dkk
MARABOT: KESALEHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN
SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT BALI ... Error! Bookmark not defined.
Ketut Darmana
SATUA BALI PADA ERA GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT BALI:
Studi Kasus Kelurahan Sumerta, Kota Denpasar ... Error! Bookmark not defined.
Ketut Darmana, I Wayan Suwena, Anak Agung Ayu Murniasih, dan Aliffiati
DESA PENGLIPURAN BANGLI: ADAT DAN BUDAYANYAError! Bookmark not defined.
Kt. Riana, Putu Evi W. Citrawati, dan I.G.A. Istri Aryani FILOSOFI KEPEMIMPINAN DALAM CERITA RAKYAT
KOLOPE BHALA TUMBU (UBI HUTAN) PADA MASYARAKAT
MUNA ... Error! Bookmark not defined.
La Ode Ali Basri
RATAPAN DEWI DRUPADI KETIKA DI WIRATA DALAM
GEGURITAN KICAKA ... Error! Bookmark not defined.
Luh Ratu Puspawati
KONSEP SASTRA HIJAU DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN
DALAM SASTRA LISAN NGADHA DI FLORES . Error! Bookmark not defined.
Maria Matildis Banda
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
vi
KEGIATAN LITERASI SEKOLAH DAN PENGARUHNYA BAGI
MINAT MEMBACA KARYA SASTRA DI SMAN 3 DENPASARError! Bookmark not defined.
Maria Matildis Banda, dkk
MENDEDAH TRANSFER BUDAYA DALAM SASTRA ANAK KANIA’S DREAM: RAHASIA UNIK BEKICOT LEZAT KARYA
NELFI SYAFRINA ... Error! Bookmark not defined.
Mateus Rudi Supsiadji dan Linusia Marsih
SASTRA NUSANTARA SEBAGAI MEDIA AJAR BUDAYA DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA ... Error! Bookmark not defined.
Muna Muhammad
NILAI KEPAHLAWANAN DALAM "PERANG PANIPI" CERITA RAKYAT GORONTALO SEBAGAI BENTUK PENGUATAN KARAKTER
BANGSA ... Error! Bookmark not defined.
Muslimin
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TEKS DAKSA CURSES LORD
SIVA ... Error! Bookmark not defined.
Ni Ketut Dewi Yulianti
GEGAR BUDAYA YANG DIALAMI MAHASISWA INDONESIA DALAM MENGIKUTI PROGRAM PERTUKARAN DI JEPANG: STUDI KASUS TERHADAP MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS UDAYANAError! Bookmark not defined.
Ni Luh Putu Ari Sulatri dan Silvia Damayanti
PROFIL PEMAKAIAN BAHASA DI KELURAHAN SUMERTA
DENPASAR TIMUR ... Error! Bookmark not defined.
Ni Luh Sutjiati Beratha, Ni Wayan Sukarini dan Made Rajeg CECIMPEDAN: SEBUAH SARANA BERMAIN DAN BELAJAR
KETANGKASAN BERPIKIR SERTA PENGENALAN LINGKUNGAN
PADA ANAK ... Error! Bookmark not defined.
Ni Made Suryati
EKSISTENSI GUNUNG DALAM MASYARAKAT JEPANGError! Bookmark not defined.
Ni Putu Luhur Wedayanti
MENGAPA PEMAKAIAN BEBERAPA KOSAKATA BAHASA
INDONESIA DALAM KOMUNIKASI TIDAK LELUASA?Error! Bookmark not defined.
Ni Putu N. Widarsini
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
vii SEKAR RARE: SISTEM BUDAYA MASYARAKAT BALI DAN UNSUR
PEMBENTUK PENDIDIKAN KARAKTER ... Error! Bookmark not defined.
Ni Wayan Sumitri
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM NOVEL
MADOGIWA NO TOTTOCHAN ... Error! Bookmark not defined.
Novi Andari dan Sudarwati
PENDIDIKAN KARAKTER DAN PEMERTAHANAN NILAI-NILAI
BUDAYA LOKAL MELALUI LAGU DAERAH DI ALBUM BALI KUMARAError! Bookmark not defined.
P.A.A. Senja Pratiwi
RITUS DAN METAFORA BUNGA DI BALI DALAM PUISI-PUISI
TAHUN 1960—2015 ... Error! Bookmark not defined.
Puji Retno Hardiningtyas
KONSEPSI ‘SEJAHTERA’ SUDARWATI DALAM TEKS BUDAYA
BALI TELAAH ANTROPOLINGUISTIK ... Error! Bookmark not defined.
Putu Sutama
MAKAM TROLOYO: BUKTI KOMUNITAS MUSLIM DALAM
KERAJAAN MAJAPAHIT ... Error! Bookmark not defined.
Rochtri Agung Bawono
NILAI KEKUATAN CINTA DALAM NOVEL ‘THE GREAT GATSBY’Error! Bookmark not defined.
Sang Ayu Isnu Maharani
EKOLOGI SASTRA DALAM MANGA KISEKI NO RINGO ... 550 Silvia Damayanti, Ni Luh Ari Sulatri
KEARIFAN LINGKUNGAN NOVEL WIJAYA KUSUMA DARI KAMAR NOMOR TIGA KARYA MARIA MATILDIS BANDA: PENDEKATAN
EKSPRESIF ... Error! Bookmark not defined.
Sri Jumadiah
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI CERITA RAKYAT
NUSANTARA ... Error! Bookmark not defined.
Ni Ketut Sri Rahayuni
PENGARCAAN PRATIMA DEWA DEWA HINDU DI BALI:
KESINAMBUNGAN TRADISI PENGARCAAN JAMAN INDONESIA HINDUError! Bookmark not defined.
I Wayan Redig
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
viii
SOSIOLOGI MASYARAKAT JEPANG PADA NOVEL UTSUKUSHISA TO KANASHIMI TO DAN IZU NO ODORIKO KARYA KAWABATA YASUNARI Zida Wahyuddin dan Eva Amalijah ... Error! Bookmark not defined.
WUJUD KEBERAGAMAN DI MASA LALU TERCERMIN PADA
BEBERAPA TINGGALAN ARKEOLOGI ISLAM .. Error! Bookmark not defined.
Zuraidah
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
9
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
550
EKOLOGI SASTRA DALAM MANGA KISEKI NO RINGO
Silvia Damayanti, Ni Luh Ari Sulatri Program Studi Sastra Jepang, Universitas Udayana [email protected], [email protected]
Abstrak
Penelitian ini mengkaji permasalahan lingkungan dalam salah satu karya sastra anak, yaitu komik Jepang berjudul Kiseki no Ringo (2013) karya Takuji Ishikawa. Penelitian ini akan dibahas dengan teori ekologi sastra Endaswara dan teori Abrams (1976) untuk analisis struktural Manga Kiseki no Ringo. Penelitian ini bertujuan mendeskipsikan representasi ekologi dalam unsur pembentuk karya sastra tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang Manga Kiseki no Ringo mengangkat kisah nyata perjuangan seorang petani Apel tanpa menggunakan pestisida di daerah Aomori, Jepang. Pengarang menampilkan tokoh, peristiwa, dan keadaan lingkungan secara riil dibalut dengan penyajian yang menarik dalam struktur karyanya. Hal ini dilakukan untuk menggugah para anak muda yang gemar membaca manga agar peduli dan turut berjuang memperbaiki lingkungan.
Kata kunci: ekologi, sastra, manga, kiseki no ringo
PENDAHULUAN
Dewasa ini, untuk meningkatkan produksi pertanian penggunaan pestisida telah dirasakan sangat besar manfaatnya. Petani meyakini penggunaan pestisida dapat terhindar dari kerugian akibat serangan jasad pengganggu tanaman yaitu kelompok hama, penyakit, maupun gulma. Tetapi, dibalik manfaatnya yang besar bagi peningkatan produksi pertanian, terselubung bahaya yang mengerikan.
Kerugian berupa timbulnya dampak buruk penggunaan pestisida, yaitu berpengaruh negatif terhadap kesehatan manusia, terhadap kualitas lingkungan, dan dapat meningkatkan perkembangan populasi jasad penganggu tanaman (Girsang, 2009).
Ekokritik adalah kajian yang menghubungkan karya sastra dengan lingkungan (Endaswara, 2016:viii). Karya sastra merupakan suatu produk ciptaan sestrawan
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
551 yang mengandung pesan ekologis yang ingin disampaikan kepada pembacanya.
Ide, gagasan, pengalaman, dan amanat sastrawan digunakan untuk menyampaikan sebuah kepentingan ekologi untuk mengkritisi ataupun memperbaiki lingkungan agar semakin baik. Oleh sebab itu, melalui karya sastra sangat memungkinkan belajar tentang ekologi dan interaksi antar manusia dan alam.
Salah satu karya sastra di Jepang yang sangat kental diciptakan untuk kepentingan ekologi adalah Manga Kiseki no Ringo. Manga Kiseki no Ringo
‘Apel Ajaib’ karya Tsumoto Fujikawa (2013) merupakan adaptasi dari novel berjudul sama Kiseki no Ringo karya Takuji Ishikawa (2008) yang ditulis setelah melihat kisah perjuangan seorang petani Apel, Akinori Kimura, di Prefektur Aomori melalui program NHK berjudul "Way of Work Profesional" (2015).
Alasan dipilihnya manga ‘komik’ Kiseki no Ringo sebagai objek penelitian karena dalam manga ini hubungan manusia dan alam sangat erat digambarkan. Selain itu, manga merupakan bacaan yang sangat digemari semua kalangan usia, status sosial, dan pekerjaan di masyarakat Jepang.
Penelitian ini membahas representasi alam yang tergambar dalam unsur intrinsik dan usaha tokoh utama membuat apel tanpa pestisida dalam Manga Kiseki Ringo karya Takuji Ishikawa. Penelitian ini dilakukan agar masyarakat memahami dan dapat memperoleh pembelajaran mengenai hubungan manusia dan alam yang tercermin dalam unsure intrinsik Manga Kiseki Ringo karya Takuji Ishikawa.
METODOLOGI
Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka (library research) dengan teknik catat, yaitu mencatat hal atau temuan data yang dijadikan model analisis data dalam objek kajian (Ratna, 2009: 39). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan deskriptif analitik yaitu, (Ratna, 2009: 46). Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah teknik analisis konten (content analysis). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori formal Russel (1997) digunakan demi menemukan jawab atas pertanyaan-pertanyaan tentang seluk beluk konflik, plot, tema, latar, bahasa, makna figurative, kesatuan
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
552
waktu, dan lain sebagainya (Russel dalam Sarumpeat, 2010: 39). Sedangkan Teori Ekologi Sastra oleh Endaswara digunakan untuk mencari representasi alam yang tercermin dalam unsur intrinsik karya sastra dalam dalam Manga Kiseki Ringo karya Takuji Ishikawa.
PEMBAHASAN
Tema Manga Kiseki no Ringo
Tema manga Kiseki no Ringo (Apel Ajaib) adalah perjuangan melawan kemustahilan bertanam apel dengan pestisida alami. Berkat tekad yang kuat Akinori berhasil melawan kemustahilan menghasilkan buah apel dengan pestisida alami memerlukan bukanlah hal yang mudah, mereka harus hidup dalam penderitaan dan kemiskinan dalam jangka waktu yang panjang. Hubungan antara manusia dan alam yang erat digambarkan melalui perjuangan tokoh utama, Akinori Kimura, dan keluarga berkebun apel dengan pestisida alami disebabkan reaksi alergi Meiko, Istri Akinori, terhadap pestisida sintetis atau buatan.
Alur Manga Kiseki no Ringo
Manga “Kiseki no Ringo” merupakan manga untuk anak-anak. Deretan gambar-gambar pada komik menampilkan alur cerita. Agar mudah dipahami anak maka penulis menggunakan alur linier dengan teknik sorot balik hanya di awal cerita. Sepanjang perkembangan alur banyak aksi dan peristiwa yang dilakukan dan ditimpakan kepada tokoh yang ditampilkan secara berurutan dan enak diikuti hubungan sebab akibatnya. Cerita diawali dengan perkenalan tokoh utama, Akinori Kimura, yang telah berhasil berkebun apel tanpa pestisida. Di awal cerita diterangkan pula bahwa cerita manga ditulis berdasarkan buku catatan Akinori Kimura. Kemudian, alur sorot balik menceritakan kembali mengisahkan kehidupan masa kecil tokoh utama untuk menunjukkan karakter tokoh utama yang sejak kecil bercita-cita bekerja di kota dan tidak mau menjadi petani. Di pertengahan cerita dikisahkan alasan tokoh utama kembali ke desa untuk menjadi seorang petani dan berkebun apel tanpa pestisida. Konflik-konflik dalam manga
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
553 terjadi saat tokoh utama berjuang mewujudkan cita-cita berkebun tanpa pestisida.
Konflik batin para tokoh digambarkan ketika Akinori dan keluarga berulang kali mengalami kegagalan saat percobaan menggunakan pestisida dari berbagai bahan- bahan alami. Klimaks dalam manga dikisahkan saat Akinori merasa telah menyakiti keluarganya karena cita-citanya, ia bermaksud bunuh diri, tetapi saat itulah ia menemukan formula berkebun apel tanpa pestisida. Anti klimaks terjadi diakhir cerita saat Akinori berhasil memanen apel yang manis tanpa pestisida.
Hubungan manusia dengan alam dalam alur digambarkan melalui peristiwa-peristiwa kecil namun bermakna yang dialami tokoh utama secara tidak sengaja saat berkebun. Seperti, peristiwa rusaknya perkebunan apel milik para petani akibat taifu menyadarkan Akinori akan ketergantungann pertanian dengan alam (Kiseki no Rongo, 2013:29-30); Kesadaran bahwa dengan membuka lahan pertanian manusia telah merusak lingkungan hidup rakun digambarkan saat rakun mencuri hasil tanaman jagung Akinori (Kiseki no Rongo, 2013:49-50); Peristiwa bunuh diri yang akan dilakukan Akinori digagalkan oleh alam dengan patahnya ranting tempat ia mengikatkan tali (Kiseki no Rongo, 2013:118-110).
Latar Manga Kiseki no Ringo
Manga “Kiseki no Ringo” mengisahkan kehidupan Akinori pada tahun 1949 sampai pada tahun 2007. Latar waktu ditunjukkan pula dengan potongan- potongan gambar dalam manga yang melukiskan secara jelas peristiwa-peristiwa pembangun cerita kehidupan Akinori dalam manga “Kiseki no Ringo”. Latar tempat manga “Kiseki no Ringo” sebagian besar adalah daerah perkebunan apel di distrik Iwaki Perfektur Aomori, sekolah tempat Akinori bersekolah, daerah perkotaan tempat Akinori muda bekerja, stasiun kereta, dan pasar tempat Akinori memasarkan apelnya. Perfektur Aomori merupakan perfektur yang terletak di paling Utara Honshu, daerah pegunungan yang sangat cocok dengan perkebunan apel. Sesuai dengan tema cerita yang telah dipaparkan yaitu perjuangan seorang petani apel dalam meggapai kemustahilan di atas maka latar sosial yang digambarkan dalam manga berpusat pada kehidupan masyarakat petani apel di perfektur Aomori. Latar dalam manga “Kiseki no Ringo” digambarkan sama
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
554
dengan lingkungan aslinya (gambar 1 dan 2). Selain itu, ditambahkan pula ilustrasi yang memudahkan pembaca memahami isi cerita (gambar 3).
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Latar perkebunan apel Akinori (hal 162-163) Eksperimen Akinori (hal 80-81) Akinori memotivasi pohon apel (hal 133)
Penokohan Manga Kiseki no Ringo
Tokoh utama manga Kiseki no Ringo adalah Akinori Kimura sebagai tokoh sederhana. Tokoh Akinori berkarakter relatif konstan dari awal sampai akhir cerita. Tokoh tambahan yang sangat berperan dan berinteraksi intens dengan tokoh utama adalah keluarga Kimura, yaitu: Ibu dan ayah mertua Akinori, Meiko Kimura, istrinya, dan ketiga anaknya. Tokoh lain yang terdapat dalam manga adalah Keluarga Mikami, yang terdiri atas kakek, nenek, ayah, ibu, dan kakak laki-laki Akinori, sahabat Akinori Mocchan, dan teman-teman sekolah, serta para petani di sekitar perkebunan keluarga Kimura.
Pelukisan karakter tokoh-tokoh dalam manga dilakukan secara deskripsi langsung (telling) dan tidak langsung (showing) ditampilkan dengan gambar yang representatif. Tokoh utama, Akinori Kimura, lahir pada bulan Agustus 1949 di Perfektur Oomori, Distrik Nakatsugaru, Kota Iwaki. Ia adalah putra kedua keluarga Mikami, sebuah keluarga yang secara turun temurun adalah seorang petani Apel (Kiseki no Ringo, 2013: 11). Akinori menikah dengan Meiko Kimura, putri tunggal keluarga Kimura, setelah menikah Akinori menjadi mukoyoushi
‘putra angkat’ di keluarga Kimura sehinga namanya pun berubah menjadi Akinori Kimura.
Tokoh Akinori digambarkan seperti sosok aslinya, seorang pria bertubuh tinggi, kurus, dan berkaca mata, dan sejak kecil tidak tertarik pada pertanian.
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
555 Walaupun keluarganya membujukNya untuk menjadi seorang petani, tetapi Akinori yang sangat menyukai sains dan senang mengotak-atik benda-benda elektronik ini bercita-cita bekerja di kota. Akonori dikisahkan berhasil bekerja sebagai seorang teknisi di sebuah perusahaan di kota Kawasaki. Satu tahun kemudian, saat Akinori sangat menikmati pekerjaannya di kota datanglah surat yang mengubah jalan hidupnya, Kakak Akinori diterima menjadi pilot di Angkatan Udara dan iapun harus pulang meneruskan usaha keluarga menjadi seorang petani apel.
Akonori tidak menyukai bekerja sebagai pertani karena ia sadar bahwa bertani apel sangat tergantung dengan alam. Pendapatan dari hasil pertanian tidak menentu, bila alam sangat mendukung maka hasil pertanian dapat mencukupi bahkan mendapatkan untung besar, tetapi bila ada bencana alam, seperti taifu, serangan hama dan penyakit pada tanaman apel dapat mengakibatkan pendapatan menurun drastis. Salah satu cara mengatasai serangan hama dan penyakit pada tanaman apel adalah dengan penggunaan pestisida buatan. Walaupun menggunakan pestisida buatan apel yang diproduksi aman untuk dikonsumsi.
Dalam manga dikisahkan bahwa bagi para petani di Perfektur Aomori pestisida buatan adalah penolong petani apel. Barkat pemakaian pestisida petani apel meningkatan hasil pertanian buah apel karena pestisida dapat memberantas hama dan penyakit yang menggerogoti tanaman dalam waktu yang singkat sehingga berproduksi secara maksimal. Akinoripun sangat terkesan dengan pestisida buatan yang dapat dengan mudah dapat meningkatkan produksi buah apel. Berikut data percakapan Akinori dan istrinya yang sangat bersyukur berkat pestisida mereka dapat memanen apel yang melimpah.
③ 秋則 : 「うんすべては農薬のおかげだね。今年は農協から表彰を受けるほどた くさん散布したからね。 リンゴは農作物の中でも時にデリケートだから 病気も害虫も排除して効率よくリンゴを守ってあげなきゃ」
(奇跡のリンゴ, 2013:41) Akinori:“Iya, semuanya berkat pestisida ya. Tahun ini kita telah dapat melakukan banyak penyemprotan hingga kita mendapat pengakuan dari rekan-rekan bertani kita. Di antara buah-buah hasil pertanian yang lain, apel merupakan salah satu jenis buah yang paling rentan, sehingga kita harus melindungi apel dengan kualitas tinggi dengan cara menghilangkan penyakit dan hama”.
(Kiseki no Ringo, 2013:41)
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
556
Hasil melimpah dari penggunaan pestisida juga dalam manga diakui oleh ayah mertua Akinori, menurut Mertua Akinori, panen buah apel yang berkualitas tinggi dan berjumlah besar berkat penggunaan pestisida (Kiseki Ringo, 2013:47)
Penggunaan pestisida dapat membantu petani, tetapi di sisi lain dapat berdampak buruk. Dalam manga “Kiseki no Ringo” Akinori mendapati bahwa pestisida tidak aman bagi petani. Berikut data penggunaan pestisida yang dapat berdampak buruk bagi petani.
④ 爺さん :「おいちゃんとマスクしろぶっ倒れちまうぞ」
秋則 :「安全にリンゴを作ることは無理だよな。だって…注意下記通り農薬
が手についたから洗 ってたら」
(奇跡のリンゴ, 2013:33)
Kakek: “Oi! Gunakan masker dengan benar, kau bisa pingsan”
Akinori: “Membuat apel dengan aman itu tidak mungkin ya. Habis... meskipun sudah dilakukan sesuai dengan petunjuknya, seperti apabila terkena tangan maka segera dicuci”
(Kiseki no Ringo, 2013:41)
Data (2) merupakan percakapan antara Akinori dan kakeknya ketika menyemprot pestisida pada tanaman apel. Dari percakapan tesebut Akinori dan Kakek harus berhati-hati dalam menggunakan pestisida karena dapat berakibat buruk bila terhirup ataupun bila mengenai kulit. Dampak buruk pestsida bagi kesehatan dirasakan pula oleh istri Akinori. Istri Akinori alergi terhadap pestisida, biasanya setelah melakukan penyemprotan di kebun Apel istri Akinori akan jatuh sakit sampi satu minggu. Ankinori berfikir selama mereka menggunakan pestisida maka istrinya akan sakit, Akinori yang sangat mencitai istrinya ini tidak ingin membuat istrinya menderita. Oleh sebab itu, Akinori bercita-cita bertani apel tanpa pestisida (Kiseki no Ringo, 2013:52).
Usaha mewujudkan cita-cita Akinori untuk mengurangi penderitaan istrinya dengan membuat apel tanpa pestisida tidak mudah, ia mengalami berbagai hambatan dalam waktu sekitar sepuluh tahun. Usaha yang dilakukan adalah tidak mudah menyerah dalam melakukan eksperimen. Atas seizin keluarga dan dengan berpedoman pada buku yang telah dibacanya, Akinori pun bereksperimen dengan menggunakan penggunaan kompos sebagai pupuk alami (Kiseki no Ringo, 2013:68) dan berbagai bahan alami sebagai pengganti pestisida. Akinori berpendapat bahwa penyakit apel berasal dari jamur dan bakteri maka
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
557 penyebarannya akan dapat dicegah dengan menemukan dan menebarkan benda yang dibenci oleh jamur dan bakteri, seperti bawang putih, wasabi, untuk membunuh bakteri (Kiseki no Ringo, 2013:74-75). Akinori juga menggunakan susu sapi, putih telur, gula merah, merica, cabe, kecap asin, garam, Miso’kaldu’, sake, shouchu ‘minuman keras jepang mengandung alcohol tinggi’, pati beras, tepung gandum, dan cuka (Kiseki no Ringo, 2013:80). Eksperimen dilakukan dengan cara pertama-tama harus mengubah semua bahan-bahan pupuk kimia menjadi kompos, kemudian mengubah frekuensi penyemprotan pestisida di empat bagian ladang apel, ladang disemprot pestisida seperti biasa yaitu tiga belas kali, enam kali, tiga kali, dan disemprot satu kali (Kiseki no Ringo, 2013:69) dan ladang apel pemberian orang tua Akinori dijadikan tempat eksperimen menanam tanpa bahan kimia sama sekali (Kiseki no Ringo, 2013:71). Selanjutnya, ladang apel yang dijadikan tempat eksperimen menanam tanpa bahan kimia ditambah, bahkan di semua ladang eksperimen. Selain eksperimen pada penyemprotan pestisida, Akinori melakukan eksperimen pada tanah dengan menanam padi di dua ratus botol dengan kondisi tanah yang berbeda (Kiseki no Ringo, 2013:87).
Hasilnya, pada tahun pertama sampai tahun ke enam, Akinori mengalami banyak kegagalan. Efek semprotan bahan alami yang digunakan pun beragam, dari membesarnya ukuran ulat bulu, siput, dan serangga Chigar, bertambahnya jumlah hama yang menyerang apel (Kiseki no Ringo, 2013:81), serangan daun menguning kemudian rontok, dan lain sebagainya, sehinga mengakibatkan pohon apel tidak berbunga. Selain itu, eksperimen berdampak pada berkurangnya pendapatan keluarga yang sangat drastis. Walaupun, diimbangi dengan menanam sayuran pada celah-celah kosong diantara pohon apel di ladang tanpa pestisida, seperti mentimun, tomat, kentang, dan sebagainya. Karena Akinori telah menggunakan hampir semua ladang untuk bereksperimen dan sampai tahun 1990 (tahun ke lima) maka pendapatan dari apel kosong (Kiseki no Ringo, 2013:83).
Ditambah lagi semua harta yang dimiliki telah digunakan untuk membiayai eksperimen. Oleh sebab itu, keluarga Akinori hidup sangat miskin dan menderita.
Pada Ahirnya saat Akinori yang tidak akan pernah menyerah dalam meraih mimpi ingin bunuh diri di hutan karena tidak ingin menyusahkan seluruh
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
558
keluarga dengan impiannya, ia menemukan formula membuat tanaman kuat dari segala penyakit dan hama. Formula yang ditemukan adalah keadaan tanah. Tanah di hutan sangat subur, tanah hangat sampai ke dalam sehingga mikroba mudah berkembang biak. Selain itu, ia menemukan bahwa akar tumbuhan di hutan sangat kokoh sehingga pohon menjalarkan akarnya untuk mencari makanan yang diperlukan dan tumbuh dengan subur walaupun disekitarnya banyak hama dan penyakit yang menyerang. Dibandingkan dengan pohon yang ditanam di kebun yang selalu dirawat dan dimanja dengan pupuk dan pestisida pohon menjadi tidak perlu berusaha. Akinori menyimpulkan bahwa yang diperlukan adalah menjadi pohon yang kuat, yang mana pohon apel itu sendiri yang tidak boleh kalah dengan penyakit dan kuman (Kiseki no Ringo, 2013:123). Oleh sebab itu, sejak saat itu, Akinori membuat lingkungan kebun Apelnya seperti di hutan. Proses mengembalikan kesuburan tanah dan lingkungan seperti dihutan memerlukan waktu empat tahun. Sebagai pengganti pestisida, ia menyemprotkan cuka, tidak menyiangi, memberikan bahan-bahan agar tanah menjadi subur. Bahkan, Akinori pun memberikan motivasi kepada pohon apelnya untuk tumbuh dengan kuat (gambar 3). Kesadaran tokoh utama bahwa mekanisme alam yang harmoni merupakan kunci dari pembuatan apel tanpa pestisida merupakan representasi dari ekologi sastra.
SIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang Manga Kiseki no Ringo mengangkat kisah nyata perjuangan seorang petani Apel tanpa mengunakan pestisida di daerah Aomori, Jepang. Pengarang menampilkan tokoh, peristiwa, dan keadaan lingkungan secara riil dibalut dengan penyajian yang menarik dalam struktur karyanya. Hal ini dilakukan untuk menggugah para anak muda yang gemar membaca manga tergugah, peduli, dan turut berjuang tanpa pantag menyerah memperbaiki lingkungan.
Prosiding
Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
559 DAFTAR PUSTAKA
Endaswara, Suwardi, dkk. 2016. Sastra Ekologis:Teori dan Praktik Pengkajian.
Caps: Yogyakarta.
Girsang, Warlinson. 2009. “Dampak Negatif Penggunaan Pestisida”. Diunduh dari https://usitani.wordpress.com/2009/02/26/dampak-negatif-penggunaan- pestisida/ pada tanggal 30 Januari 2017.
Ishikawa, Takuji dan Tsutomo Fujikawa. 2013. Kiseki no Ringo. Jepang:
Gentosha Comics
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dari Srukturslisme hingga Poststrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogkarta:
Pustaka Pelajar
Sarumpaet, Riris K-Toha. 2010. Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta:
Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Prosiding Seminar Nasional Sastra dan Budaya II Denpasar, 26-27 Mei 2017
560