JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
121
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PUS UMUR 20 – 35 TAHUN TENTANG KONTRASEPSI DARURAT DI MARENDAL PASAR V KECAMATAN PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2015
TISNILAWATI DOSEN AKBID INDAH
ABSTRACT
WHO memperkirakan jika ibu hanya melahirkan rata rata 3 bayi, maka kematian ibu dapat di turunkan menjadi 300.000 jiwa dan kematian bayi sebesar 5.600.000 jiwa per tahun. Sebaran kematian ibu di Indonesia bervariasi antara 130 dan 780 dalam 100.000 persalinan hidup. Adapun penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran Pengetahuan Ibu PUS Umur 20 – 35 tahun tentang Kontrasepsi Darurat di Marendal Pasar V kecamatan patumbak Kabupaten deli serdang Tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu PUS Umur 20 – 35 Tahun Tentang Kontrasepsi Darurat. Penelitian ini menggunakan data primer dengan cara membagikan kuesioner kepada Ibu PUS yang ada Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah populasi 86 orang dan sampel berjumlah 26 orang dan tehnik pengambilan sampel menggunakan Metode Random Sampling dengan Cara Lotre Technique atau tehnik undian.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengetahuan Ibu berdasarkan pengetahuan lebih banyak berpengetahuan kurang ada sebanyak 20 responden ( 76,9% ), dan lebih sedikit berpengetahuan baik ada sebanyak baik 1 responden ( 3,8% ), berdasarkan pendidikan lebih banyak berpengetahuan kurang ada sebanyak 16 responden ( 61,5% ) yang berpendidikan SMP, berdasarkan informasi lebih banyak responden berpengetahuan kurang sebanyak 19 responden ( 53,8% ) pada tenaga kesehatan, berdasarkan paritas lebih banyak responden ialah berpengetahuan kurang sebanyak 15 responden ( 57,6% ). Berdasarkan Penelitian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa lebih banyak ibu Ibu yang tidak mengetahui kontrasepsi darurat, berpengetahuan kurang dan diharapakan kepada tenaga kesehatan lebih mensosialisasikan kontrasepsi darurat.
Kata Kunci : Kontrasepsi Darurat
PENDAHULUAN
Berdasarkan penelitian di WHO di seluruh dunia, terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa per tahun. Kematian maternal dan bayi tersebut terjadi terutama di Negara berkembang sebesar 99% .WHO memperkirakan jika ibu hanya melahirkan rata rata 3 bayi, maka kematian ibu dapat di turunkan menjadi 300.000 jiwa dan kematian bayi sebesar 5.600.000 jiwa per tahun. Sebaran kematian ibu di Indonesia bervariasi antara 130 dan 780 dalam 100.000 persalinan hidup.
Di dunia Kontrasepsi Darurat sangat penting digunakan pada kasus kasus kekerasan seksual, Kontrasepsi Darurat lebih efektif apabila digunakan lebih dini. Kontrasepsi darurat perlu dipromosikan secara luas dan para penyedia layanan ini harus menyediakan akses yang mudah dan cepat, mungkin dengan menawarkan layanan Kontrasepsi darurat tanpa perjanjian terlebih dahulu. Yang harus didorong adalah penyediaan Kontrasepsi darurat secara bebas. ( Handayani 2010 ).Di beberapa Negara maju termasuk Amerika Serikat, penggunaan kontrasepsi Darurat untuk mencegah terjadinya kehamilan sama populernya dengan kondom. Dibandingkan pil KB, kontrasepsi darurat lebih disukai karena tidak harus dikonsumsi secara rutin meski pil KB dan Pil Kontrasepsi Darurat berisi hormone levonorgestrel. Penggunaan kontrasepsi darurat dapat memicu efek samping berupa perdarahan yang tidak teratur. Menurut beberapa penelitian yang pernah dipublikasikan, efek samping semacam ini dialami sekitar 20 – 90 wanita yang pernah menggunakannya. ( BKKBN, 2010 ).Di beberapa Negara maju termasuk Amerika Serikat agar tidak hamil, pil ini cukup diminum sekali setelah hubungan seks tanpa pengaman.
Efektifitasnya tentu tak sebaik pil KB yang harus dikonsumsi rutin setiap hari, sebab menurut penelitian tingkat kegagalan kontrasepsi darurat mencapai 5%. ( BKKBN 2010 ).Berdasarkan SDKI 2012, rata-rata angka kematian ibu (AKI) tercatat mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Rata-rata kematian ini jauh melonjak dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu. Setengah dari jumlah kehamilan yang tidak diinginkan yang terjadi setiap tahun dapat dicegah dengan penyebarluasan akses kepada pemakaian kontrasepsi darurat. Dengan demikian kontrasepsi darurat akan membantu mencegah kebutuhan untuk aborsi, walaupun kontrasepsi darurat sendiri bukan suatu cara untuk aborsi. Kontrasepsi darurat merupakan pelindung yang penting jika kontrasepsi pil rutin gagal, jika kondom robek, terselip atau terlepas atau IUD
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
122
terlepas; jika sebuah metode kontrasepsi dipakai dengan cara yang salah ; atau pada hubungan seksual yang tidak direncanakan. Diseluruh dunia, salah satu dari penggunaan penting kontrasepsi darurat adalah pada kasus kasus kekerasan seksual ( Handayani 2010 ).Di Amerika, metode yang paling populer adalah kontrasepsi oral ( 16% ), kondom pria (14% ), dan koitus interuptus ( 13% ). Sebaliknya di Negara Negara yang sedang berkembang, sterilisasi wanita ( 20% ), AKDR ( 13% ), dan vasektomi ( 5% ) adalah metode yang paling sering dilaporkan ( Shah, 1994 ) Berdasarkan hasil survei di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang tahun 2015, masih banyak PUS yang belum mengetahui tentang alat Kontrasepsi Darurat. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk mengetahui “ Gambaran Pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang Kontrasepsi Darurat di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang tahun 2015 ”.
TINJAUAN PUSTAKA Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo ( 2010 ) pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya ( mata, telinga, dan sebagainya ).
Tingkat Pengetahuan
Menurut Arikunto ( 2006 ), pengetahuan dibagi menjadi 3 kategori : 1. Baik : 76 – 100%
2. Cukup : 56 – 75%
3. Kurang Baik : < 56%
Notoatmodjo ( 2010 ) membagi pengetahuan dalam domain kognitif yang mempunyai 6 tingkatan yaitu :
1. Tahu ( know ), Tahu hanya diartikan sebagai recall ( memanggil ) memori yang telah ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu.
2. Memahami ( comprehension ) Merupakan kepemahaman seseorang terhadap suatu objek, tidak sekedar dapat menyebutkan, tetapi orang tersebut harus
dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek yang diketahui tersebut.
3. Aplikasi ( application ) Merupakan apabila orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat menggunakan atau mengaplikasikan prinsip yang diketahui tersebut pada situasi yang lain.
4. Analisis ( analysis ) Merupakan kemampuan seseorang untuk menjabarkan dan atau memisahkan, kemudian mencari hubungan yang logis dari komponen komponen yang terdaoat dalam suatu masalah atau objek yang diketahui.
5. Sintesis ( syentesis ) Merupakan kemampuan sesorang untuk merangkum atau meletakkan dalam satu hubungan yang logis dari komponen – komponen pengetahuan yang dimiliki.
6. Evaluasi ( evaluation ) Merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertentu.
Faktor - faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu.
1. Umur
Umur merupakan rentang waktu seseorang yang dimulai sejak ia di lahirkan hingga berulang tahun. Jika seseorang ( Ariani, 2014 ).
Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Pada usia madya, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan persiapan demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua, selain itu orang usia madya akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk membaca. Kemampuan intelektual, pemecahan masalah, dan kemampuan verbal dilaporkan hampir tidak ada penurunan pada usia ini. Dua sikap tradisional mengenai jalannya perkembangan selama hidup ( Notoatmodjo, 2007 )
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
123 2. Pendidikan
Pendidikan berarti bimbingan yang diberiakn seseorang kepada orang lain agar dapat memahami sesuatu hal.
Tidak dapat di pungkiri bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya pengetahuan yang dimilikinya akan semakin banyak. Sebaliknnya, jika seseorang memiliki tingkat pendidikan yang rendah, maka akan menghambat perkembangan sikap orang tersebut teerhdap penerimaan informasi informasi dan nilai nilai yang baru diperkenalkan ( Mubarak, 2012 ).
3. Sumber Informasi
Menurut Notoatmodjo ( 2007 ), Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Majunya teknologi akan tersedia bermacam-macam media massa yang dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru. Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan opini dan kepercayan orang. Dalam penyampaian informasi sebagai tugas pokoknya, media massa membawa pula pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya pengetahuan terhadap hal tersebut.
Notoatmodjo ( 2010 ), juga membagi media atas tiga macam yang paling banyak digunakan : 1. Media cetak adalah sebagai alat untuk menyampaikan pesan kesehatan antara lain :
a. Booklet : Ialah suatu me dia untuk menyampaikan pesan pesan kesehatan dan bentuk buku buku, tulisan dan gambar
b. Leaflet : Yaitu bentuk penyampaian informasi atau pesan pesan kesehatan melalui gambar yang dilipat c. Flyer ( selembaran ) : Seperti Leaflet tetapi tidak dapat dilipat
d. Flipchat ( Lembar balik ) : Dalam bentuk lembar balik, biasanya dalam bentuk buku e. Rubric atau tulisan tulisan pada surat kabar atau majalah
f. Poster : Biasanya sering ditempat umum
g. Foto yang mengungkapkan informasi informasi kesehatan 2. Media elektronik
a. Televisi : Penyampaian pesan, informasi dalam bentuk sandiwara, sinetron, forum atau Tanya jawab sekitar masalah kesehatan, pidato, tv, sport,quis atau cerdas cermat dsb.
b. Radio : Obrolan,sandiwara,radio, ceramah radio, sport c. Video
d. Slide
e. Film Media papan ( Bill Board ) 3. Papan ( Bill Board )
Papan ( bill board ) yang dipasang ditempat tempat umum dapat dipakai, diisi dengan pesan pesan atau informasi – informasi kesehatan.
4. Keluarga 5. Teman 6. Penyuluhan 4. Paritas
Paritas adalah jumlah kehamilan yang terdahulu yang telah mencapai batas viabilitas yang telah dilahirkan, paritas sangat berpengaruh sekali terhadap penerimaan semakin banyak pengalaman seorang Ibu maka penerimaan akan semakin mudah.
Menurut Nursalam dan Pariani ( 2001 ), pengalaman merupakan pendekatan yang paling dalam memecahkan masalah.
Paritas dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. Primipara
2. Multipara 3. Grande Multipara
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
124 Defenisi Kontrasepsi Darurat
Kontrasepsi Darurat adalah kontrasepsi yang dapat mencegah kehamialn bila di gunakan segera setelah berhubungan seksual ( Saifuddin 2010 ).
Kontrasepsi Darurat adalah kontrasepsi yang dipakai setelah senggama oleh wanita yang tidak hamil untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan ( Mulyani, 2013 ).
Kontrasepsi Darurat adalah Kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bila di gunakan setelah hubungan seksual. Atau sering disebut juga “ Kontrasepsi Pasca Senggama” atau “ Morning after treatment” (Setiyaningrum, 2014 ) Manfaat Kontrasepsi Darurat
Menurut Setiyaningrum ( 2014 ) Manfaat Kontrasepsi Darurat yaitu Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan , mendukung hak perempuan untuk mengatur reproduksinya sendiri, mendukung kesehatan reproduksi perempuan ( memberi waktu pemulihan yang sempurna bagi organ reproduksi, frekuensi kehamilan dapat diatur sesuai dengan kondidsi kesehatan fisik dan psikososial, resiko aborsi dapat dihindarkan ), bukan sebagai pil penggugur kandungan, cara kerja kontrasepsi darurat adalah “ fisiologis ” sehingga tidak mempengaruhi kesuburan dan siklus haid yang akan datang, efek samping ringan dan berlangsung singkat, tidak ada pengaruh buruk di kemudian hari pada organ sistem reproduksi dan organ tubuh lainya.
Manfaat Kontrasepsi Darurat yaitu tidak menyebabkan keguguran , dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah aborsi, tidak menimbulkan cacat bawaan bila diketahui ibu hamil, efektif bekerja dengan cepat, mudah relative murah untuk pemakaian jangka pendek. Mulyani ( 2013 ).
Jenis Kontrasepsi Darurat
1. AKDR ( Copper T, Multiload, Nova T) : pemberian dalam waktu 5 hari pasca senggama dengan dosis 1 kali pemasangan
2. Pil ( antara lain : Microgynon 50, Ovral, Neogynon, Nordiol, Eugynon ) pemberian dalam 3 hari pascabersenggama dosis kedua 12 jam kemudian
Cara Kerja / Mekanisme Kerja Kontrasepsi Darurat
Menurut Mulyani ( 2013 ) Cara kerja / mekanisme Kontrasepsi Darurat ( Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) mekanisme kerja sebagai metode biasa yang dipasang sebelum hubungan seksual terjadi. AKDR mengubah transportasi tubal dan rahim dan mempengaruhi sel telur dan sperma sehingga pembuahan tidak terjadi. Sebagai kontrasepsi darurat di pasang setelah hubungan seksual terjadi dalam beberapa kasus mungkin memiliki mekanisme kerja AKDR sebagai alat kontrasepsi biasa di atas, namun pada kontrasepsi darurat ini, mekanisme yang lebih mungkin adalah mencegah terjadinya implantasi.
Sedangkan cara kerja / mekanisme Kontrasepsi Darurat ( Pil Khusus Pencegah Kehamilan ) bekerja dengan cara mencegah atau menunda ovulasi mencegah pembuahan, atau mencegah penempelan hasil pembuahan kedalam dinding rahim.
Pil khusus pencegah kehamilan tidak akan tidak efektif jika penempelan hasil pembuahan telah terjadi. Pil tidak dapat menyebabkan aborsi jika kehamilan terjadi.
Menurut Setiyaningrum ( 2014 ) Cara kerja / mekanisme Kontrasepsi Darurat adalah Mencegah fertilisasi ( pertemuan sel sperma dan sel telur), mencegah tertanamnya hasil pembuahan pada endometrium / selaput dinding rahim.
Keuntungan Kontrasepsi Darurat
Menurut Burns ( 2009 ) keuntungan kontrasespsi darurat yaitu : Merupakan cara yang efektif untuk menghindari dan mencegah kehamilan setelah terlanjur berhubungan seks tanpa pelindung dan mengupayakan agar sel telur yang telah dibuahi oleh sperma jangan menempel kedinding rahim dan berkembang menjadi janin.
Menurut Mulyani ( 2013 ) keuntungan Kontrasepsi darurat adalah Tidak menyebabkan keguguran, dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah aborsi, tidak menimbulkan cacat bawaan bila diketahui ibu hamil, efektif bekerja dengan cepat, mudah relative murah untuk pemakaian jangka pendek.
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
125 Kerugian Kontrasepsi Darurat
Menurut Everett ( 2007 ) Kerugian Kontrasepsi Darurat adalah : Pil yang diminum Tidak berfungsi sebagai kontrasepsi dimasa mendatang. Dan pada keadaan masa menstruasi berikutnya akan mengalami menstruasi datang lebih awal atau bahkan bisa lebih lambat, dalam penggunaan Kontrasepsi darurat ini klien akan sering mengalami mual dan muntah.
Menurut Mulyani ( 2013 ) : Tidak dapat dipakai secara permanen, tidak efektif setelah 3 x 24 jam.
Indikasi dan Kontraindikasi Kontrasepsi Darurat
Menurut Setiyaningrum ( 2014 ) indikasi kontrasepsi darurat adalah untuk mencegah kehamilan yang tidak di kehendaki akibat : ( Kondom bocor, lepas atau salah penggunaanya, diafragma pecah atau robek atau dilepas terlalu cepat , kegagalan senggama terputus , salah hitung masa subur , alat kontrasepsi dalam rahim ( Spiral / IUD) ekspulsi, lupa minum pil KB lebih dari 2 hari berturut turut, terlambat lebih dari 1 minggu untuk suntik KB 1 bulan, terlambat lebih dari 2 minggu untuk suntik KB 3 bulan Wanita korban perkosaan kurang dari 72 jam, Tidak menggunakan kontrasepsi, baik karena alasan medis maupun belum bersedia, tetapi ingin mencegah kehamilan, Wanita yang tidak sedang memakai kontrasepsi apapun, karena tugas suaminya yang sering bepergian dalam jangka waktu lama.
Menurut Setiyaningrum ( 2014 ) Kontraindikasi kontrasepsi darurat adalah Wanita hamil atau diduga hamil.
Efek Samping Kontrasepsi Darurat
Menurut Mulyani ( 2013 ) efek samping kontrasepsi darurat ( Alat Kontrasepsi dalam Rahim) adalah : rasa tidak enak diperut, perdarahan pervagina atau spoting, dan infeksi. Sedangkan efek samping dari penggunaan AKDR termasuk perdarahan yang banyak, kram, infeksi, kemandulan dan kebocoran rahim.
Sedangkan efek samping kontrasepsi darurat ( Pil Khusus Pencegah Kehamilan ) ialah mual, penanganannya ialah pil diminum bersama dengan makanan atau pada saat akan tidur dapat mengurangi mual, muntah, penanganannya ialah jika pasien muntah dalam waktu 2 jam setelah minum pil pasien harus minum pil lagi. Tetapi pasien tidak boleh minum pil lebih dari dosis yang dianjurkan, karena kelebihan dosisi ini tidak akan membuat metode ini lebih efektif malah bisa meningkatkan rasa mual. Pada kasus muntah berat, pengulangan pemberian dosis mungkin dapat diberikan lewat vagina. Perdarahan pervagina yang tidak teratur, efek samping lain dari PKPK ( Pil Khusus Pencegah Kehamilan ) ialah payudara terasa tegang, sakit kepala, pusing, dan lemah. Umumnya efek samping ini tidak berlangsung sampai 24 jam
METODE PENELITIAN Kerangka Konsep
Kerangka Konsep Penelitian Gambaran pengetahuan Ibu PUS tentang Kontrasepsi Darurat di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang adalah sebagai berikut :
Variabel Indevendent Variabel Devendent
1. Umur 2. Pendidikan 3. Sumber informasi 4. Paritas
Berdasarkan Kerangka konsep diatas yang menjadi variable bebas ( indevendent ) yaitu Umur, Pendidikan, Sumber Informasi, Paritas. Sedangkan yang menjadi variable terikat ( variable devendent ) yaitu pengetahuan Ibu PUS tentang Kontrasepsi Darurat.
Pengetahuan Ibu Tentang Kontrsepsi Darurat
N
o Variabel Defenisi Konseptual Defenisi Operasional Skala
1. Umur Umur merupakan rentang waktu seseorang
yang dimulai sejak ia di lahirkan hingga Lamanya hidup responden dari
dilahirkan samapai diadakan penelitian Rasio
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
126 Jenis Penelitian
Penelitian ini bersifat Deskriptif untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu PUS dari umur 20 – 35 tahun tentang Kontrasepsi Darurat di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang tahun 2015.
Populasi dan Sampel Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu PUS dari umur 20 – 35 tahun yang ada di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang tahun 2015 Berjumlah 86 jiwa.
Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu PUS dari umur 20 – 35 tahun yang ada di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang tahun 2015. Menentukan besar sampel yaitu 30% dari jumlah populasi yaitu berjumlah 26 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling ( Metode Acak Sederhana ) dengan cara ( lottery technique ) atau teknik undian.
berulang tahun ( Ariani 2014 ) dapat di kategorikan : 1. < 20 tahun 2. 20 - 35 tahun 3. > 35 tahun 2
. Pendidikan Suatu proses pembelajaran untuk mengembangkan atau meningkatkan
pengetahuan, sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri. ( Notoatmodjo, 2007 )
Jenjang pendidikan yang terakhir yang diselesaikan oleh respoden
dikategorikan : 1. SD 2. SMP 3. SMA
4. Perguruan Tinggi
Ordinal
3 Sumber informasi Sumber informasi segala sesuatu yang menjadi oerantara dalam menyampaikan informasi. ( Notoatmodjo, 2003 )
Alat media yang memberikan pengetahuan tentang kontrasepsi darurat dapat melalui :
1. Media cetak 2. Media Elektronik 3. Media papan 4. Tenaga Kesehatan
Nominal
4
. Paritas Jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup diluar rahim. ( Nursalam, Pariani 2001 )
Jumalah kehamilan yang memberikan pengetahuan tentang Kontrasepsi darurat yaitu :
1. Primipara 2. Multipara 3. Grande Multipara
Ordinal
5 Pengetahuan pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya ( mata, telinga, dan sebagainya ). ( Notoatmodjo, 2010 )
Kemampuan responden dalam menjawab pertanyaan kontrasepsi darurat dengan kategori ( menurut Arikunto, 2006 ) :
1. Baik : 76 – 100%
2. Cukup : 56 – 75%
3. Kurang Baik :< 56%
Ordinal
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
127 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Kuesioner untuk menilai pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Darurat di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang tahun 2015.
Aspek Pengukuran
Aspek pengukuran dilakukan terhadap tingkat pengetahuan berdasarkan pada jawaban responden dari semua pertanyaan pengetahuan yang diberikan dengan jumlah soal yang diberikan dengan jumlah soal pertanyaan 20 buah. Setiap 1 soal mempunyai skor 5, jika memilih jawaban dengan benar mendapat skor 5, jika jawabannya salah mendapat skor 0 dengan kategori sebagai berikut :
Baik : Jika menjawab benar sebanyak 16 – 20 soal, 76 – 100%
Cukup : Jika menjawab benar sebanyak 12 – 15 soal, 56 -75%
Kurang : Jika menjawab benar sebanyak <12 soal, < 56%
Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kuesioner diisi sendiri oleh responden saat itu, kuesioner dibagikan kepada responden Ibu PUS umur 20 – 35 :
a. Mendapat surat permohonan melakukan penelitian D III Kebidanan
b. Setelah mendapat izin dari Kepala Kelurahan Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang tahun 2015 peneliti melakukan pengumpulan data.
c. Peneliti mendekati calon responden dan menjelaskan tentang tujuan dari peneliti yang akan dilaksanakan d. Peneliti menanyakan apakah calon responden bersedia
e. Calon responden yang bersedia meminta untuk mendatangi surat persetujuan
f. Responden dipersilahkan untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan peneliti dalam kuesioner dan diberitahukan waktu untuk mengisi kuesiner tersebut
g. Mengelola / menganalisa dapat dilaksanakan setelah data terkumpulkan Pengolahan Data dan Analisa Data
Pengolahan Data
Data yang sudah terkumpul meliputi persiapan persiapan yang dilakukan untuk mengambil dan mengolah data dengan menggunakan langkah langkah sebagai berikut :
1. Proses Editing
Dilakukan pemeriksaan data untuk menyusaikan terhadap apa yang seharusnya.
2. Proses Cooding
Memberikan kode pada jawaban - jawaban responden atau ukuran ukuran yang diperoleh dari unit unit analisis yang sesuai dengan rancangan awalnya.
3. Proses Tabulating
Untuk menghitung setiap variable berdasarkan kategori - kategori yang telah ditetapkan sebelumnya, sesuai dengan tujuan penelitian.
Analisa Data
Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan mempresentasekan data yang telah terkumpul dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi Frekuensi lalu data akan dilanjutkan dengan membahas hasil penelitian dengan menggunakan teori dan kepustakaan yang ada.
HASIL PENELITIAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti tentang Gambaran Pengetahuan ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang Kontrasepsi Darurat di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli serdang tahun 2015, maka peneliti memperoleh hasil sebagai berikut
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
128
Dari hasil yang di lakukan oleh penelitian untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang Kontrasepsi Darurat di Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
Gambaran Pengetahuan Ibu Pus Umur 20 – 35 Tahun 2015 Tentang Kontrasepsi Darurat Berdasarkan Karakteristik Umur,Pendidikan Sumber Informasi, Paritas Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015.
Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 lebih banyak berpengetahuan kurang ada sebanyak 20 orang ( 76,9% ) dan lebih sedikit berpengetahuan baik ada sebanyak 1 orang ( 3,8% ). Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Pada usia madya, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan persiapan demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua, selain itu orang usia madya akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk membaca. Kemampuan intelektual, pemecahan masalah, dan kemampuan verbal dilaporkan hampir tidak ada penurunan pada usia ini. Dua sikap tradisional mengenai jalannya perkembangan selama hidup ( Notoatmodjo, 2007 ). Menurut penulis hasil penelitian ini sesuai dengan teori karena Mayoritas umur berpengetahuan kurang sebanyak 20 responden atau di peroleh pada kelompok umur 20 – 35 tahun. Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat berdasarkan pendidikan Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 lebih banyak berpengetahuan kurang pada berpendidikan SMP ada sebanyak 16 orang (61,5% ) Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang kepada orang lain agar dapat memahami sesuatu hal. Tidak dapat di pungkiri bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya pengetahuan yang dimilikinya akan semakin banyak. Sebaliknnya, jika seseorang memiliki tingkat pendidikan yang rendah, maka akan menghambat perkembangan sikap orang tersebut teerhdap penerimaan informasi informasi dan nilai nilai yang baru diperkenalkan ( Mubarak, 2012 ). Menurut penulis hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang ada. Karena Ibu PUS yang mempunyai pendidikan lebih tinggi akan lebih bnayak mendapatkan pengetahuan yang lebih baik di bandingkan dengan Ibu PUS yang mempunyai pendidikan lebih rendah dan mayoritas pendidikan responden SMP sebanyak 16 responden atau ( 61,5% ). Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat berdasarkan Sumberinformasi Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 lebih banyak sebanyak 20 orang ( 76,9% ) yang berpengetahuan kurang yang mendapat informasi dari tenaga kesehatan dan lebih sedikit ada sebanyak 1 orang ( 3,8% )yang berpengetahuan kurang yang mendapat informasi pada teman keluarga Menurut Notoatmodjo ( 2007 ), Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Majunya teknologi akan tersedia bermacam-macam media massa yang dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru. Menurut peneliti hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang ada. Karena semakin banyak Informasi yang didapatkan ibu semakin mudah ibu mengetahuinya Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat berdasarkan paritas Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 tingkat Paritas lebih banyak responden pada Grande Multipara ada sebanyak 15 orang ( 57.6% ), dan lebih sedikit pada Primipara ada sebanyak 4 orang ( 15,3% ) umlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup diluar rahim. ( Nursalam, Pariani 2001). Menurut peneliti hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang ada. Karena semakin banyak pengalaman seorang maka penerimaan semakin mudah.
Gambaran Pengetahuan Ibu Pus Umur 20 – 35 Tahun 2015 Tentang Kontrasepsi Darurat Berdasarkan Defenisi, Manfaat, Jenis, Cara Kerja, Keuntungan, Kerugian, Indikasi – Kontraindikasi dan Efek Samping.
Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 berdasarkan defenisi Kontrasepsi darurat , lebih banyak menjawab benar ada sebanyak 19 responden (73% ) dan lebih sedikit menjawab salah no 1 ada sebanyak 7 orang (26,9% Kontrasepsi Darurat adalah kontrasepsi yang dipakai setelah senggama oleh wanita yang tidak hamil untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan ( Mulyani 2013 ). Kontrasepsi Darurat adalah kontrasepsi yang dapat mencegah kehamialn bila di gunakan segera setelah berhubungan seksual ( Saifuddin 2010 ).
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
129
Menurut peneliti,penelitian ini sejalan dengan teori yang ada, dimana lebih banyak responden dapat menjawab benar tentang defenisi kontrasepsi darurat.Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 berdasarkan manfaat Kontrasepsi Darurat lebih banyak menjawab salah soal no 4 ada sebanyak 17 orang ( 65,3% ), dan lebih sedikit menjawab benar soal no 4 ada sebanyak 9 orang ( 34,6% ). Menurut Setiyaningrum ( 2014 ) Manfaat Kontrasepsi Darurat yaitu Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mendukung hak perempuan untuk mengatur reproduksinya sendiri, mendukung kesehatan reproduksi perempuan ( memberi waktu pemulihan yang sempurna bagi organ reproduksi, frekuensi kehamilan dapat diatur sesuai dengan kondidsi kesehatan fisik dan psikososial, resiko aborsi dapat dihindarkan ), bukan sebagai pil penggugur kandungan, cara kerja kontrasepsi darurat adalah “ fisiologis ” sehin gga tidak mempengaruhi kesuburan dan siklus haid yang akan datang, efek samping ringan dan berlangsung singkat, tidak ada pengaruh buruk di kemudian hari pada organ sistem reproduksi dan organ tubuh lainya. Menurut peneliti hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden berdasarkan Manfaat Kontrasepsi Darurat sesuai dengan teori yang diungkapkan Setiyaningrum ( 2014 ) dimana mayoritas responden berdasarkan manfaat kontrasepsi darurat menjawab salah.Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 berdasarkan Jenis kontrasepsi darurat lebih banyak menjawab salah soal no 6 sebnayak 18 orang ( 69,2% ) dan lebih sedikit menjawab benar soal no 6 ada sebanyak 8 orang ( 30,7% ). Menurut Saroha, Pinem ( 2009 ) jenis kontrasepsi darurat dapat di kategorikan sebagai berikut :
1 AKDR ( Copper T, Multiload, Nova T) : pemberian dalam waktu 5 hari pasca senggama dengan dosis 1 kali pemasangan
2. Pil ( antara lain : Microgynon 50, Ovral, Neogynon, Nordiol, Eugynon ) pemberian dalam 3 hari pascab ersenggama dosis kedua 12 jam kemudian.
Menurut peneliti hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden berdasarkan Jenis Kontrasepsi Darurat sesuai dengan teori yang diungkapkan Saroha, Pinem ( 2009 ) dimana lebih banyak responden menjawab salah berdasarkan jenis kontrasepsi darurat.Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 berdasarkan cara kerja lebih banyak menjawab benar ada sebanyak 15 orang ( 57,6% ). Menurut Mulyani ( 2013 ) Cara kerja / mekanisme Kontrasepsi Darurat ( Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) mekanisme kerja sebagai metode biasa yang dipasang sebelum hubungan seksual terjadi. AKDR mengubah transportasi tubal dan rahim dan mempengaruhi sel telur dan sperma sehingga pembuahan tidak terjadi. Sebagai kontrasepsi darurat di pasang setelah hubungan seksual terjadi dalam beberapa kasus mungkin memiliki mekanisme kerja AKDR sebagai alat kontrasepsi biasa di atas, namun pada kontrasepsi darurat ini, mekanisme yang lebih mungkin adalah mencegah terjadinya implantasi. Menurut peneliti hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden berdasarkan Cara Kerja Kontrasepsi Darurat sesuai dengan teori yang diungkapkan Mulyani ( 2013 ) dimana lebih banyak responden menjawab benar berdasarkan cara kontrasepsi darurat.Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 berdasarkan keuntungan kontrasepsi darurat lebih banyak yang menjawab benar soal no 18 sebanyak 19 orang ( 73% ) dan lebih sedikit menjawab salah no 10 ada sebanyak 11 orang ( 42,3% ) Menurut Mulyani ( 2013 ) keuntungan Kontrasepsi darurat adalah Tidak menyebabkan keguguran, dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah aborsi, tidak menimbulkan cacat bawaan bila diketahui ibu hamil, efektif bekerja dengan cepat, mudah relative murah untuk pemakaian jangka pendek.Menurut peneliti hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden berdasarkan Keuntungan Kontrasepsi Darurat sesuai dengan teori yang diungkapkan Mulyani ( 2013 ) dimana lebih banyak responden menjawab benar tentang keuntungan kontrasepsi darurat.Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 berdasarkan kerugian kontrasepsi darurat lebih banyak menjawab salah pada no11 ada sebanyak 18 orang ( 69,2% ) dan lebih sedikit menjawab benar pada no 11 ada sebanyak 8 orang ( 30,7% ). Menurut Everett ( 2007) Kerugian Kontrasepsi Darurat adalah : Pil yang diminum Tidak berfungsi sebagai kontrasepsi dimasa mendatang. Dan pada keadaan masa menstruasi berikutnya akan mengalami menstruasi datang lebih awal atau bahkan bisa lebih lambat, dalam penggunaan Kontrasepsi darurat ini klien akan sering mengalami mual dan muntah. Menurut peneliti hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden berdasarkan Kerugian Kontrasepsi Darurat sesuai dengan teori yang diungkapkan Everett ( 2007 ),dimana lebih banyak responden dapat menjawab salah tentang kerugian kontrasepsi darurat. Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 berdasarkan Indikasi dan Kontraindikasi , lebih banyak menjawab salah pada no 13 ada sebanyak 18
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
130
responden (69,2% ) dan lebih sedikit menjawab benar pada no 13 ada sebanyak 8 orang ( 30,7% ). Menurut Setiyaningrum ( 2014 ) indikasi kontrasepsi darurat adalah untuk mencegah kehamilan yang tidak di kehendaki akibat : ( Kondom bocor, lepas atau salah penggunaanya, diafragma pecah atau robek atau dilepas terlalu cepat , kegagalan senggama terputus , salah hitung masa subur , alat kontrasepsi dalam rahim ( Spiral / IUD) ekspulsi, lupa minum pil KB lebih dari 2 hari berturut turut, terlambat lebih dari 1 minggu untuk suntik KB 1 bulan, terlambat lebih dari 2 minggu untuk suntik KB 3 bulan Wanita korban perkosaan kurang dari 72 jam, Tidak menggunakan kontrasepsi, baik karena alasan medis maupun belum bersedia, tetapi ingin mencegah kehamilan, Wanita yang tidak sedang memakai kontrasepsi apapun, karena tugas suaminya yang sering bepergian dalam jangka waktu lama. Menurut Setiyaningrum ( 2014 ) Kontraindikasi kontrasepsi darurat adalah Wanita hamil atau diduga hamil. Menurut peneliti hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden berdasarkan Indikasi dan kontraindikasi Kontrasepsi Darurat sesuai dengan teori yang diungkapkan Everett ( 2007 ) lebih banyak menjawab salah tentang indikasi dan kontraindikasi Kontrasepsi Darurat.. Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengetahuan Ibu PUS umur 20 – 35 tahun tentang kontrasepsi darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 berdasarkan Efek samping lebih banyak menjawab benar pada soal no 15 ada sebanyak 15 orang ( 57,6% ) dan lebih sedikit menjawab salah pada soal no 15 ada sebanyak 11 orang ( 42,3% ). Menurut Mulyani ( 2013 ) efek samping kontrasepsi darurat ( Alat Kontrasepsi dalam Rahim) adalah : rasa tidak enak diperut, perdarahan pervagina atau spoting, dan infeksi. Sedangkan efek samping dari penggunaan AKDR termasuk perdarahan yang banyak, kram, infeksi, kemandulan dan kebocoran rahim. Sedangkan efek samping kontrasepsi darurat ( Pil Khusus Pencegah Kehamilan ) ialah mual, penanganannya ialah pil diminum bersama dengan makanan atau pada saat akan tidur dapat mengurangi mual, muntah, penanganannya ialah jika pasien muntah dalam waktu 2 jam setelah minum pil pasien harus minum pil lagi. Tetapi pasien tidak boleh minum pil lebih dari dosis yang dianjurkan, karena kelebihan dosisi ini tidak akan membuat metode ini lebih efektif malah bisa meningkatkan rasa mual. Pada kasus muntah berat, pengulangan pemberian dosis mungkin dapat diberikan lewat vagina. Perdarahan pervagina yang tidak teratur, efek samping lain dari PKPK ( Pil Khusus Pencegah Kehamilan ) ialah payudara terasa tegang, sakit kepala, pusing, dan lemah. Umumnya efek samping ini tidak berlangsung sampai 24 jam. Menurut peneliti hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden berdasarkan Efek samping Kontrasepsi Darurat sesuai dengan teori yang diungkapkan Mulyani ( 2013 ) dimana lebih banyak menjawab benar tentang Efek samping Kontrasepsi Darurat.
Gambaran Pengetahuan Ibu Pus Umur 20 – 35 Tahun 2015 Tentang Kontrasepsi Darurat Berdasarkan Kategori pengetahuan Ibu Pus Umur 20 – 35 Tahun Tentang Kontrasepsi Darurat tahun 2015 .
Berdasarkan hasil penelitian tentang kategori pengetahuan Ibu PUS umur 20 -35 tahun berpengetahuan kurang ada sebanyak 20 oarang ( 76,9% ) dan lebih sedikit berpengetahuan baik ada sebanyak 1 orang ( 3,8% ). pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya ( mata, telinga, dan sebagainya ). ( Notoatmodjo, 2010 )
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Hasil penelitian dari gambaran Pengetahuan Ibu PUS Umur 20 -35 tahuTentang Kontrasepsi Darurat Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 di peroleh 26 reponden di sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari 26 responden berumur 20 – 35 tahun sebanyak 26 responden ( 100 % ), Pendidikan responden paling banyak SMP sebanyak 17 responden ( 65,3 % ) paling sedikit SMA sebanyak 9 responden ( 34,6 % ), Sumber Informasi paling banyak yang didapatkan responden melalui petugas kesehatan yaitu 19 responden ( 55,8% ) Paling sedikit melalui media elektronik yaitu 2 responden ( 5,8% ), Paritas paling banyak Grande Multipara sebanyak 15 responden ( 57,6% )
2. Dari 26 responden berdasarkan defenisi Kontrasepsi darurat , lebih banyak menjawab benar ada sebanyak 19 responden (73% ) dan lebih sedikit menjawab salah no 1 ada sebanyak 7 orang (26,9% ), dari 26 responden berdasarkan manfaat kontrasepsi darurat lebih banyak menjawab salah pada soal no 4 ada sebanyak 17 orang ( 65,3% ), dan lebih sedikit menjawab benar soal no 4 ada sebanyak 9 orang ( 34,6% ), dari 26 responden berdasarkan Jenis kontrasepsi darurat lebih banyak menjawab salah soal no 6 sebanyak 18 orang ( 69,2% ) dan lebih sedikit menjawab benar soal no 6 ada sebanyak 8 orang ( 30,7% ).dari 26 responden berdasarkan cara kerja kontrasepsi darurat lebih banyak menjawab benar ada sebanyak 15 orang ( 57,6% ). Dari 26 responden berdasarkan keuntungan
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 2 No. 2 Mei 2018
131
kontrasepsi darurat lebih banyak yang menjawab benar soal no 18 sebanyak 19 orang ( 73% ) dan lebih sedikit menjawab salah no 10 ada sebanyak 11 orang ( 42,3% ). Dari 26 responden berdasarkan kerugian kontrasepsi darurat lebih banyak menjawab salah pada no11 ada sebanyak 18 orang ( 69,2% ) dan lebih sedikit menjawab benar pada no 11 ada sebanyak 8 orang ( 30,7% ). berdasarkan Indikasi dan Kontraindikasi , lebih banyak menjawab salah pada no 13 ada sebanyak 18 responden (69,2% ) dan lebih sedikit menjawab benar pada no 13 ada sebanyak 8 orang ( 30,7 % ). berdasarkan Efek samping lebih banyak menjawab benar pada soal no 15 ada sebanyak 15 orang ( 57,6% ) dan lebih sedikit menjawab salah pada soal no 15 ada sebanyak 11 orang ( 42,3% ).
3. Dari 26 responden lebih banyak berpengetahuan kurang ada sebanyak 20 oarang ( 76,9% ) dan lebih sedikit berpengetahuan baik ada sebanyak 1 orang ( 3,8% ).
Saran
1. Bagi Tenaga kesehatan
Diharapakan kepada Tenaga Kesehatan lebih mensosialisasikan tentang kontrasepsi darurat kepada ibu PUS umur 20 -35 tahun yang ada di Di Marendal Pasar V Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapakan bagi Institusi pendidikan agar penelitian ini berguna bagi perpustakaan sehingga dapat di jadikan referensi dan bahan bacaan bagi Mahasiswi Akdemi Kebidanan Indah Medan.
3. Bagi peneliti selanjutnya
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar lebih mengembangkan penelitian kontrasepsi darurat.
DAFTAR PUSTAKA
Ariani. 2014. Aplikasi Metodologi Penelitian Kebidanan dan Kesehatan Reoroduksi. Jakarta : Nuha Medika Burns, dkk. 2009. Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Metode KB yang Tepat Untuk Anda. Yogyakarta : KDT Handayani, S 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Pustaka Rihana
Mulyani . 2013. Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi. Yogyakarta : Nuha Medika.
Manuaba, dkk, IAC. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB : Jakarta EGC.
Mubarak. 2012. Promosi Kesehatan Untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan ilmu perilaku . Jakarta : Rineka Cipta.
Nursalam, Pariani. 2001. Filosopy Pengetahuan.http : ajunkdoankwordpress.com. Diakses 23 Mei 2015.
Saifuddin. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : YBP.