Tersedia Online: http://jurnal.madiunkab.go.id/index.php/bp
Peningkatan hasil belajar siswa melalui media Pop Up Book pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar
Risa Yuliristiani
SDN Rejosari 01 Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari implementasi media Pop Up Book dalam pembelakajaran tematik pada siswa sekolah dsasar. Penelitian ini dilaskanakan di SDN Rejosari 01 Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Seleruh siswa kelas 1 menjadi responden dalam penelitian ini. Penelitan ini menggunakan design one group pretest dan posttest. Hasil dari penerapan media Pop Up Book ini terdapat peningkatan hasil belajar pada aspek koginitif, dan peningkatan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Kata kunci: Pop Up Book; Media Pembelajaran; Kogonitif; Aktivitas Siswa
PENDAHULUAN
Jejang sekolah dasar menjadi pondasi utama dalam Pendidikan formal di Indonesia.
Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan tujuan proses pembelajaran yang terdiri dari 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor (Fadillah & Lestari, 2016). Dari ketiga ranah tersebut, ranah kognitif merupakan ranah yang paling menonjol dan ranah yang paling unggul karena merupakan kenampakan yang instan dalam memperlihatkan kemampuan siswa dalam menguasai suatu pelajaran tertentu. Pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila sebagian besar siswa terlibat secara aktif, baik secara fisik, mental maupun sosial dalam proses pembelajaran, di samping itu juga menunjukan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan rasa percaya pada diri sendiri. Kenyataanya hasil belajar ditingkat sekolah dasar pada mata pelajaran tematik di SDN Rejosari 01 Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun masih rendah.
Hal ini dibuktikan dari nilai harian pada tema 1 subtema 1 pembelajaran 3 dimana nilai rata-rata setiap siswa belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Rincian nilai
harian siswa kelas 1 pada tema 1 subtema 1 pembelajaran 3 SDN Rejosari 01 Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Nilai Harian Siswa kelas 1 Tema 1 Subtema 1
No Nama Nilai tema 1 subtema 1
PPKn Bahasa Indonesia Matematika
1 Siswa 1 56 60 50
2 Siswa 2 50 55 50
3 Siswa 3 60 55 55
Berdasarkan tabel tersebut terlihat jelas bahwa nilai harian setiap siswa, ada yang belum memenuhi KKM. Dimana kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran tematik (PPKn, bahasa Indonesia, matematika, SBdP dan PJOK) adalah 60. Fakta di lapangan, penulis juga menemukan permasalahan atau isu bahwa selama pembelajaran guru masih terpaku menggunakan buku paket. Guru jarang menggunakan media pembelajaran sebagai penunjang penyampaian materi kepada siswa sehingga pembelajaran cenderung monoton dan akhirnya siswa pun kurang bersemangat dalam belajar dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Agar siswa mampu memahami materi secara maksimal, siswa lebih bersemangat dalam belajar dan hasil belajar siswa tidak rendah, maka guru harus berinovasi menciptakan media pembelajaran yang menarik. Apabila hal tesebut tidak segera diatas, maka akan berpengaruh pada terganggunya kegiatan belajar mengajar.karena dalam hal ini, siswa akan mengalami: (1) Kesulitan dalam memahami materi-materi pelajaran yang disampaikan guru, (2) Meningkatnya tingkat kejenuhan siswa dalam pembelajaran, (3) Jika dibiarkan terlalu lama, akan berpengaruh pada antusias minat belajar siswa,(4) Menurunnya hasil belajar siswa. (5) Siswa hanya akan bergantung kepada orang lain ketika mengerjakan tugas-tugasnya.
Melihat dari kondisi riil yang belum maksimal maka perlu adanya 3 pengembangan pada media pembelajaran. Upaya kontributif yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan membuat inovasi media pembelajaran tematik yaitu pop up book. Menurut Siregar dan Rahmah (2016) pengertian pop up book yakni sebuah buku yang mempunyai bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur 3 dimensi serta memberikan visualisasi cerita yang lebih menarik, mulai dari tampilan gambar yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka.
Pop up book merupakan salah satu media pembelajaran yang sedemikian rupa dirancang guru untuk menarik perhatian siswa untuk mengikuti pelajaran dan menyerap pelajaran
semaksimal mungkin. Pop up book lebih memberikan kenikmatan bagi anak untuk membacanya karena saat membaca pop up book maka siswa bisa berimajinasi dan berinteraksi dengan apa yang mereka baca dengan cara menyentuh gambar-gambar yang timbul pada buku tersebut. Pop up book dapat menjadi media pada pembelajaran tematik karena pop up book bersifat fleksibel (Dewanti dkk., 2019). Fleksibel dalam arti dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pembelajaran dan KD. Materi di dalam pop up book disesuaikan dengan buku guru dan buku siswa sehingga ketercapaian KI dan KD tetap diperhatikan (Masturah dkk., 2018). Media pop-up book merupakan sebuah buku yang memiliki unsur 3 dimensi dan dapat bergerak ketika halamannya dibuka, memiliki tampilan gambar yang indah dan dapat ditegakkan, memberikan pengembangan kreativitas siswa serta merangsang daya imajinasi. Dengan adanya media pop-up book, diharapkan siswa dapat merangsang daya imajinasinya untuk memahami materi pelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, proses pembelajaran dengan media pop-up book akan jauh lebih menyenangkan karena media tersebut dapat memperbesar minat dan perhatian siswa di dalam proses pembelajaran.
METODE
Penelitain ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan memberikan treatment kepada sampel dengan mode one group pretest posttest (Sugiyono, 2015). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 1 di SDN Rejosari 01 Kecamatan Kebonsari Kabupaten Dolopo. Pada penelitian ini selain belajar dengan memanfaatkan buku tematik siswa juga akan mendapatkan suplemen berupa media pop up book.
Pada penelitian ini selain mengukur keberhasilan pada ranah koginitf juga di ukur keatifan siswa selama mengikuti pembelajaran. Keaktifan siswa disini meliputi aspek mempehatkan penjelasan guru, menjawab pertanyaan dan menyelesaikan tugas.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Media pop up book ini merupakan hal baru yang diterapkan dalam pembelajaran tematik khususnya pada kelas 1. Keberadaan buku ini berfungsi sebagai supplement mendampingi buku tematik yang menjadi pegangan wajib bagi siswa. Sebelum diimplementsikan dalam pembelajaran buku ini telah terlebih dahulu dilakukan kajian dengan guru ahli/sejawat. Tampilan Pop Up Book yang digunakan dalam pembelajaran
Gambar 1. Tampilan Pop Up Book
Sebelum mengikuti pembelajaran siswa diberikan soal pretest. Dari hasil pretest hasil pelajaran tematik (Bahasa Indonesia, Matemarika dan PPKN) hanya satu orang siswa yang tuntas. Secara rinci nilai pretest siswa dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Hasil pretest siswa
No Nama Nilai tema 1 subtema 1
PPKn Bahasa Indonesia Matematika
1 Siswa 1 40 60 40
2 Siswa 2 60 40 40
3 Siswa 3 40 40 80
Dalam pretest bahasa Indonesia didapatkan hanya satu siswa yang tuntas dengan pencapian rata-rata 44,67. Pada pelajaran Matematika didapatkan juga satu siswa yang tuntas dengan pencapaian rata-rata 53,3. Dalam pelakaran PPKn juga hanya didapatkan satu siswa yang tuntas dengan pencapian kelas rata-rata 46,6. Selain melakukan penilian pada aspek kognitif, juga dilakukaj penilaian terhadap aspek keaktifan siswa. Prosentase keaktifan siswa sebesar 66,67%.
Siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan Pop Up Book yang dikembangkan oleh guru. Masing-masing siswa diberikan kesempatan untuk menggunakan pop up book secara mandiri. Siswa melakukan ekplorasi penuh terhadap sumber belajar yang mereka gunakan.
Gambar 2.. Aktivitas belajar siswa
Setelah mengikuti pembelajaran dengan media Pop Up Book siswa diberikan soal postest untuk mengetahui sejauh mana dampak dari penerapan media tersebut terhadap hasil belajara siswa. Dari hasil posttest dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasa peserta didik mencapai 100%. Dengan rata-rata nilai pelajaran Bahasa Indonesia 80, Matematika 80 dan PPKn 66,67.
Tabel 3. Hasil posttest siswa
No Nama Nilai tema 1 subtema 1
PPKn Bahasa Indonesia Matematika
1 Siswa 1 60 80 80
2 Siswa 2 80 80 60
3 Siswa 3 60 80 100
Selain melakukan evaluasi dengan postest juga dilakukan pengukuran terkait dengan keaktivan siswa. Prosentase keaktivan siswa pada saat pengukuran prestest dan selama mengikut pembelajaran dengan Pop Up Book adalah sebesar 86,11 %. Menurut Pratama dkk. (2021) penguasan kelas yang baik oleh guru dapat menungjang terlaksananya proses pembelajaran yang berhasil.
Dari hasil posttest Bahasa Indonesia, Matematika dan PPKn dapat dilihat terdapat peningkatan. Skor rata-rata PPKn masih dalam kategori sedang yang kedepannya harus ditingkatkan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dewanti dkk., 2019;
Sholeh, 2019) dimana penerapan Pop Up Book pada siswa sekolah dasar memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa.
SIMPULAN
Hasil yang didapat adalah terwujudnya media pembelajaran pop up book dimana penggunaan media pop up book sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa kelas I SDN Rejosari 01 Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun.
Hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase hasil belajar siswa yang mencapai nilai KKM diikuti dengan naiknya nilai rata-rata kelas. penggunaan media pop up book sebagai media pembelajaran juga dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas I SDN Rejosari 01 Kecamatan 71 Kebonsari Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil pengamatan keaktifan siswa pada saat pre test, rata-rata persentase keaktifan siswa adalah 66,67 % sedangkan pada saat post test, rata-rata persentase keaktifan siswa adalah 86,11 %. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan keaktifan siswa yang cukup signifikan yaitu sebesar 19,44 %
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Bahasa Indonesia Matemtika PPKN
Perbandingan nilai pretest dan Posttest
Pretest Posttest
Daftar Pustaka
Dewanti, H., Toenlioe, A. J., & Soepriyanto, Y. (2019). Pengembangan Media Pop-Up Book Untuk Pembelajaran Lingkungan Tempat Tinggalku Kelas Iv Sdn 1 Pakunden Kabupaten Ponorogo. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1(3), 221-228.
Fadillah, R. N., & Lestari, I. (2016). Buku Pop-Up untuk Pembelajaran Bercerita Siswa Sekolah Dasar. PERSPEKTIF Ilmu Pendidikan, 30(1), 21-26.
Masturah, E. D., Mahadewi, L. P. P., & Simamora, A. H. (2018). Pengembangan media pembelajaran Pop-up Book pada mata pelajaran IPA kelas III Sekolah Dasar. Jurnal EDUTECH Undiksha, 6(2), 212-221.
Pratama, H., Maduretno, T. W., & Yusro, A. C. (2021). Online Learning Solution: Ice Breaking Application to Increase Student Motivation. Journal of Educational Science and Technology (EST), 7(1), 117-125.
Sholeh, M. (2019). Pengembangan Media Pop-Up Book Berbasis Budaya Lokal Keberagaman Budaya Bangsaku Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 4(1), 138-150.
Siregar, A., & Rahmah, E. (2016). Model pop up book keluarga untuk mempercepat kemampuan membaca anak kelas rendah sekolah dasar. Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, 5(1), 10-21.
Sugiyono, S. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Alfabeta.