• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA (IN 306)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SILABUS PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA (IN 306)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA

(IN 306)

Drs. H. Khaerudin Kurniawan, M.Pd

.

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

DESKRIPSI MATA KULIAH PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA

IN 306 Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia: S1, 2 SKS,

Semester VII

Mata kuliah Pembelajaran Membaca merupakan salah satu Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) Mayor yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada semester III. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai, dan mengaplikasikan teori-teori membaca dan pengajarannya, baik untuk kepentingan dirinya sendiri selaku mahasiswa maupun untuk kepentingan anak didiknya di tingkat sekolah menengah (SMP dan SMA). Secara rinci para mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan mengaplikasikan konsep-konsep strategi pembangkitan minat baca; kecepatan efektif membaca (KEM); alat evaluasi membaca; berbagai formula keterbacaan; berbagai strategi/metode membaca cepat; dan berbagai strategi/metode pengajaran membaca.

Pelaksanaan perkuliahan menggunakan pendekatan ekspositoris dan inkuiri dalam bentuk tanya-jawab, diskusi, simulasi, dan praktik. Selain itu, perkuliahan ini juga memanfaatkan media proyektor, stopwatch, berbagai ragam dan jenis teks dari berbagai media. Penilaian proses dilakukan melalui tugas-tugas terstruktur, analisis teks, dan kehadiran/partisipasi dalam perkuliahan. Penilaian hasil belajar dilaksanakan melalui UTS dan UAS. Sumber rujukan utama menggunakan buku-buku: Burmeister, L.E. (1978). Reading

Strategies for Middle and Secondary School; Harjasujana, A.S. dkk. (1988). Materi Pokok Membaca; Harjasujana, A.S. dan Yeti Mulyati (1997). Membaca 2;Smith, C.B. (et.all). (1989). Teaching Reading in Secondary School Content Subject: Bookthingking Process.

(3)

SILABUS

1. Identitas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah : Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Nomor Kode : IN 306

Bobot SKS : 2 SKS Semester/Jenjang : 7/S1

Kelompok Mata Kuliah : Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Status Mata Kuliah : Wajib

Prasyarat : Telah lulus mata kuliah Linguistik dan Keterampilan Berbahasa

Dosen/Kode Dosen : Drs. H. Khaerudin Kurniawan, M.Pd/2192

2. Tujuan

Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat memahami pola pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia, kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara, masalah pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia serta strategi pemecahannyagi dalam situasi kebahasaan yang multilingual dan multikultural.

(4)

3. Dekripsi Isi

Dalam perkuliahan ini dibahas (1) situasi kebahasaan di Indonesia, (2) kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, (3) kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, (4) kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, (5) pola pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang multibahasa/multikultural, (6) pembinaan dan pengajaran bahasa Indonesia, (7) pengembangan bahasa Indonesia dalam beragam ilmu (pendidikan, kebudayaan, hukum, sosial, ipteks (ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni), dan media massa, (8) pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan informal, nonformal, dan formal).

4. Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan : Proses dan produk berupa laporan hasil pengamatan/observasi Metode : tanya jawab, diskusi, konsultasi, penugasan, perlatihan

Tugas : 1. Penyusunan laporan hasil analisis/pengamatan pemakaian bahasa di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat

2. Pengambilan data ke lapangan (observasi) 3. Penyusunan laporan dan presentasi

Media : Contoh-contoh laporan hasil penelitian, makalah, jurnal, prosiding ihwal pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia

5. Evaluasi

 Kehadiran

 Laporan kemajuan secara periodic

 Karya tulis (laporan hasil analisis/pengamatan)  Penyajian dan diskusi (presentasi)

 Ujian Tengah Semester  Ujian Akhir Semester

(5)

1. Rincian Materi Perkuliahan Tiap Pertemuan Pertemuan I

Membahas:

Situasi Kebahasaan di Indonesia

Pertemuan II

Membahas :

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Pertemuan III

Membahas :

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Pertemuan IV

Membahas:

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Pertemuan V

Membahas :

Pola Pembinaan Bahasa Indonesia dalam Masyarakat Multibahasa

Pertemuan VI

Membahas :

Pola Pembinaan Bahasa Indonesia dalam Masyarakat Multikultural

Pertemuan VII

Membahas :

Pembinaan Bahasa Indonesia dan Pengajaran Bahasa

Pertemuan VIII

Ujian Tengah Semester (UTS)

Pertemuan IX

(6)

Pembinaan Bahasa Indonesia dalam Lingkungan Keluarga

Pertemuan X

Membahas :

Pembinaan Bahasa Indonesia dalam Lingkungan Persekolahan

Pertemuan XI

Membahas :

Pengembangan Bahasa Indonesia di Media Massa

Pertemuan XII

Membahas :

Pengembangan Bahasa Indonesia dalam bidang Ipteks

Pertemuan XIII

Membahas :

Pengembangan Bahasa Indonesia dalam bidang Hukum

Pertemuan XIV

Membahas :

Pengembangan Bahasa Indonesia dalam Bidang Sosial-budaya

Pertemuan XV

Membahas :

Pembinaan Bahasa Indonesia di Tempat Umum

Pertemuan XVI

Ujian Akhir Semester (UAS)

7. Buku Sumber: Buku Utama

1. Bird, Carmel (2001). Menulis dengan Emosi, Panduan Empatik Mengarang Fiksi. Bandung: Kaifa.

(7)

3. Hernowo (2001). Mengikat Makna, Kiat-kiat Ampuh untuk Melejitkan Kemauan Plus

Kemampuan Membaca dan Menulis Buku. Bandung: Kaifa.

4. Horoni, Arthur J. (1998). Pedoman Dasar Penulisan. Yayasan Komunikasi Masyarakat. 5. Hoed, B.H. (2000). “Kedudukan Bahasa Indonesia dan Tantangan Abad yang Akan

Datang”, Jurnal Linguistik Indonesia. Jakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.

6. Johannes, H. (1978). “Gaya Bahasa Keilmuan”, Kertas Kerja Kongres Bahasa Indonesia

III. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

7. Marahimin, Ismail (1994). Menulis Secara Populer. Jakarta: Pustaka Jaya.

8. Meier, Dave (2002). The Accelerated Learning, Panduan Kreatif dan Efektif Merancang

Program Pendidikan dan Pelatihan. Bandung. Kaifa.

9. Parera, J.D. (1993). Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga.

10. Rifai, Mien A. (1997). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya

Ilmiah Indonesia. Cetakan kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

11. Semiawan, C. (1986). Pendekatan Keterampilan Proses Bagaimana Mengaktifkan

Siswa dalam Belajar. Jakarta: Gramedia.

12. Sayuti, Suminto A. (2001). Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 13. Samad, Daniel (1997). Dasar-dasar Menulis Resensi. Jakarta: Grasindo.

14. Suparno dan Masnur Muslich (1987). Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia. Malang: YA3

15. Suryaman, Ukun (1995). Teknik Penulisan Ilmiah Populer. Jakarta: Gramedia. 16. Sutari, Ice (2001). Pembelajaran Menulis Cerpen Melalui Implementasi Writing

Workshop, Suatu Penelitian Tindakan Kelas. Tesis Pascasarjana, UPI.

17. Universitas Pendidikan Indonesia (2009). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.

(8)

Referensi:

1. Akhadiah, Sabarti dkk. (1992). Pembinaan Kemahiran Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

2. Alwasilah, A. Chaedar. (1993). Dari Cicalengka Sampai Chicago: Bunga Rampai

Pendidikan Bahasa. Bandung: Angkasa

3. Arikunto, S. (1983). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Aksara.

4. Alwi, Hasan dkk. (1998). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 5. Badudu, J.S. (1996). Inilah Bahasa Indonesia yang Benar III. Jakarta: Gramedia. 6. Bratawidjaja, Thomas Wijasa. (1995). Surat Bisnis Modern. Jakarta: Gramedia.

7. Depdikbud. (1975). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

8. _________. (1975). Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

9. Himpunan Pembina Bahasa Indonesia DIY. (2008). ”Pengajaran dan Pembinaan Bahasa

dan Sastra Indonesia: Upaya Pemerkukuhan Citra Bangsa”, Seminar Nasional Bahasa

dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: Balai Bahasa Yogyakarta dan Universitas Sanata

Dharma.

10. Kurniawan, Khaerudin. (2004). Teknik Menyusun Karya Tulis Ilmiah. Bandung: FPBS UPI. 11. Soeparno, Haryadi, dan Suhardi. (1997). Bahasa Indonesia untuk Ekonomi. Yogyakarta:

Ekonisia, UII.

12. Tasai, S. Amran dan Abdul Rozak Zaidan (2002). Pembinaan dan Pengembangan

(9)

Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok Bahasan/Sub Pokok Bahasan

Kegiatan Media Tugas dan Latihan Evaluasi Buku Sumber

Pertemuan ke-1: Situasi

Kebahasaan di Indonesia

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-1. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-1.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-2.

b. Dosen menutup dengan salam.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

Tanya-jawab

Pertemuan ke-2: Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. c. Dosen melakukan apersepsi.

Kegiatan inti:

d. Proyektor e. Papan tulis f. Spidol

(10)

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-2. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-2.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-3.

b. Dosen menutup dengan salam. Pertemuan ke-3: Kedudukan dan

Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. c. Dosen melakukan apersepsi.

Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-3. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-3.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-4.

b. Dosen menutup dengan salam.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

(11)

Pertemuan ke-4: Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. c. Dosen melakukan apersepsi.

Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-4. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-4.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-5.

b. Dosen menutup dengan salam.

a. Papan tulis b. Spidol c. Proyektor

Tanya-jawab

Pertemuan ke-5: Pola Pembinaan Bahasa Indonesia dalam

Masyarakat Multibahasa

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. c. Dosen melakukan apersepsi.

Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

(12)

terkait pokok bahasan pertemuan ke-5. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-5.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-6.

b. Dosen menutup dengan salam. Pertemuan ke-6: Pola Pembinaan

Bahasa Indonesia dalam

Masyarakat Multikultural

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. c. Dosen melakukan apersepsi.

Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-6. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-6.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-7.

b. Dosen menutup dengan salam.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

(13)

Pertemuan ke-7: Pembinaan Bahasa Indonesia dan Pengajaran Bahasa

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. c. Dosen melakukan apersepsi.

Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-7. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-7.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyimpulkan hasil kegiatan.

b. Dosen mereviu materi untuk persiapan UTS. c. Dosen menutup dengan salam.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

Tanya-jawab

Pertemuan ke-8: Ujian Tengah Semester (UTS)

Pertemuan ke-9: Pembinaan Bahasa Indonesia dalam

Lingkungan Keluarga

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

(14)

terkait pokok bahasan pertemuan ke-9. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-9.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-10.

b. Dosen menutup dengan salam. Pertemuan ke-10: Pembinaan

Bahasa Indonesia dalam

Lingkungan Persekolahan

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-10. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-10.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyimpulkan hasil kegiatan.

b. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-11.

c. Dosen menutup dengan salam.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

(15)

Pertemuan ke-11: Pengembangan Bahasa Indonesia di Media Massa

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa.

Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-11. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-11.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-12.

b. Dosen menutup dengan salam.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

Tanya-jawab

Pertemuan ke-12: Pengembangan Bahasa Indonesia dalam bidang Ipteks

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. Kegiatan inti:

a. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-12. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan

ke-a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

(16)

12.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-13.

b. Dosen menutup dengan salam. Pertemuan ke-13: Pengembangan

Bahasa Indonesia dalam bidang Hukum

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. Kegiatan inti:

c. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-13. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-13.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-14.

b.Dosen menutup dengan salam.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

Tanya-jawab

Pertemuan ke-14: Pengembangan Bahasa Indonesia dalam Bidang

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

(17)

Sosial-budaya b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. Kegiatan inti:

d. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-14. b. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-14.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyampaikan pokok bahasan untuk pertemuan ke-15.

b. Dosen menutup dengan salam. Pertemuan ke-15: Pembinaan

Bahasa Indonesia di Tempat Umum

Kegiatan awal:

a. Dosen mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

b. Dosen mengecek kehadiran mahasiswa. Kegiatan inti:

e. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen terkait pokok bahasan pertemuan ke-15. a. Mahasiswa dan dosen berdiskusi (tanya

jawab) terkait pokok bahasan pertemuan ke-15.

Kegiatan akhir:

a. Dosen menyimpulkan hasil kegiatan.

b. Dosen mereviu materi untuk persiapan UAS.

a. Proyektor b. Papan tulis c. Spidol

(18)

c. Dosen menutup dengan salam.

Pertemuan ke-16: Ujian Akhir Semester (UAS) Buku Sumber:

Buku Utama

1. Bird, Carmel (2001). Menulis dengan Emosi, Panduan Empatik Mengarang Fiksi. Bandung: Kaifa. 2. Calkins, Lucy Mccormick (1989). The Art of Teaching Writing. Harper & Row Publisher.

3. Hernowo (2001). Mengikat Makna, Kiat-kiat Ampuh untuk Melejitkan Kemauan Plus Kemampuan Membaca dan

Menulis Buku. Bandung: Kaifa.

4. Horoni, Arthur J. (1998). Pedoman Dasar Penulisan. Yayasan Komunikasi Masyarakat.

5. Hoed, B.H. (2000). “Kedudukan Bahasa Indonesia dan Tantangan Abad yang Akan Datang”, Jurnal Linguistik Indonesia. Jakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.

6. Johannes, H. (1978). “Gaya Bahasa Keilmuan”, Kertas Kerja Kongres Bahasa Indonesia III. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

7. Marahimin, Ismail (1994). Menulis Secara Populer. Jakarta: Pustaka Jaya.

8. Meier, Dave (2002). The Accelerated Learning, Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Program Pendidikan dan

Pelatihan. Bandung. Kaifa.

(19)

10. Rifai, Mien A. (1997). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. Cetakan kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

11. Semiawan, C. (1986). Pendekatan Keterampilan Proses Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Jakarta: Gramedia.

12. Sayuti, Suminto A. (2001). Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 13. Samad, Daniel (1997). Dasar-dasar Menulis Resensi. Jakarta: Grasindo.

14. Suparno dan Masnur Muslich (1987). Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia. Malang: YA3 15. Suryaman, Ukun (1995). Teknik Penulisan Ilmiah Populer. Jakarta: Gramedia.

16. Sutari, Ice (2001). Pembelajaran Menulis Cerpen Melalui Implementasi Writing Workshop, Suatu Penelitian Tindakan

Kelas. Tesis Pascasarjana, UPI.

17. Universitas Pendidikan Indonesia (2009). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.

Referensi:

1. Akhadiah, Sabarti dkk. (1992). Pembinaan Kemahiran Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

2. Alwasilah, A. Chaedar. (1993). Dari Cicalengka Sampai Chicago: Bunga Rampai Pendidikan Bahasa. Bandung: Angkasa 3. Arikunto, S. (1983). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Aksara.

(20)

5. Badudu, J.S. (1996). Inilah Bahasa Indonesia yang Benar III. Jakarta: Gramedia. 6. Bratawidjaja, Thomas Wijasa. (1995). Surat Bisnis Modern. Jakarta: Gramedia.

7. Depdikbud. (1975). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

8. _________. (1975). Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 9. Himpunan Pembina Bahasa Indonesia DIY. (2008). ”Pengajaran dan Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia: Upaya

Pemerkukuhan Citra Bangsa”, Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: Balai Bahasa Yogyakarta dan

Universitas Sanata Dharma.

10. Kurniawan, Khaerudin. (2004). Teknik Menyusun Karya Tulis Ilmiah. Bandung: FPBS UPI.

11. Soeparno, Haryadi, dan Suhardi. (1997). Bahasa Indonesia untuk Ekonomi. Yogyakarta: Ekonisia, UII.

12. Tasai, S. Amran dan Abdul Rozak Zaidan (2002). Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Referensi

Dokumen terkait

Lingkup materi teoretik yang akan diberikan meliputi fungsi dan ragam bahasa, jenis kata dalam bahasa Indonesia, pembentukan kata melalui imbuhan, penyusunan frasa bahasa

Menyimak dan mendiskusikan sejarah bahasa (peristiwa penting perkembangan bahasa); kedudukan bahasa (bahasa resmi, bahasa pengantar, bahasa persatuan); ragam bahasa (umur

Untuk mencapai tujuan akhir mi, perlu dilakukan kegiatan kebahasaan dan kesastraan seperti (1) pembakuan ejaan, tata bahasa, dan peristilahan melalui penelitian bahasa dan

Fungsi kedua dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional adalah bahwa bahasa Indonesia menjadi lambang identitas nasional. Sebagai lambang identitas

Dalam perkuliahan ini dibahas materi- materi mengenai Konsep dan Karakteristik Sekolah Efektif, Kedudukan dan Fungsi Manajemen Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Manajemen Persekolahan,

Dengan pembinaan bahasa Indonesia yang ditunjang oleh sikap positif para pemakainya diharapkan bahasa Indonesia akan lebih berbobot dan berwibawa, sebab aspek-aspek kebahasaan

Kedudukan Bahasa Indonesia Kedudukan Bahasa Indonesia KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA BAHASA NEGARA tercantum dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Bab XV, Pasal

- Fungsi Bahasa Indonesia dalam Kedudukannya sebagai Bahasa negara : 1 bahasa resmi kenegaraan; 2 bahasa pengantar resmi di lembaga- lembaga pendidikan; dan 3 bahasa resmi di