29
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.GAMBARAN UMUM DAN LOKASI PENELITIAN1. Perusahaan
Perusahaan tempat peneliti melakukan praktek laut merupakan perusahaan pelayaran PT.Hoegh LNG yang beralamatkan di Karet Tengsin Jakarta Utara dengan nama kapal PGN FSRU Lampung yang beroperasi di Labuhan Maringgai Lampung Selatan.
2. Tempat Penelitian
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis melakukan praktek laut guna memenuhi tugas akhir yang dilaksanakan selama 1 tahun diperusahaan pelayaran PT.Hoegh LNG dengan tipe kapal FSRU (Floating Storage Regasification Unit). Kapal dengan nama PGN FSRU Lampung merupakan kapal yang bermuatan LNG yang beroperasi di Labuhan Maringgai Lampung Selatan.
a. Ship Particulars
Nama kapal PGN FSRU Lampung
Pemilik kapal PT. Hoegh LNG Lampung
Kebangsaan Indonesia
Terdaftar di Jakarta
Nomor resmi 9629524
Dibuat di Korea ( Hyundai heavy industry2014 ) Tipe kapal FSRU
Trayek pelayaran Na (Fixed connected to TYMS)
30
Klasifikasi DNVGL, BKI
Sertifikat lambung BKI = 18949 ( A100 ) DNV = 32271 (1A1 ) Sertifikat mesin BKI = 18949 ( SM ) DNV = 32271 (1A1 )
Berat kotor 109.671 tons
Berat bersih 36.732 tons
Robot mati 94.399 tons
Panjang keseluruhan 302,66 m Panjang antara garis tegak 282 m Lebar keseluruhan 46,00 m Kedalaman sampai dek utama 26,00 m Kedalaman sampai twin dek
atas
-
Sarat kapal 12.621m
Sarat kapal keadaan kosong 6028 m
Kecepatan kapal uji coba : 10 knot
normal : 8 knot
Mesin penggerak utama Tipe : N3 HTC 630 J8 Nomor : 2 set
Pembuat : Ge energy
Daya poros : 2530 HP / KW
RPM : 590-649 RPM
Boiler Nomor : 1 unit
31 Pembuat : Mitsubishi heavy industry
Tipe : MAC-14 sf
Tekanan kerja : 600 kg/jam Kapasitas uap : 14.000 kg/jam Kapasitas kargo 98.5% = 167.450m3
100% = 170.000m3
Jenis batang pemuat / derrick Knuckle boom crane (Number : 1 )
Tipe penutup palka N/A
Kapasitas tangki bahan bakar MDO : 559,5 m3 MGO : 396,4m3 Kapasitas tangki air tawar 446 m3
Kapasitas tangki air ballas 53.468,2 m3/ton
Pemakaian bahan bakar For main engine / grade of fuel oil : MDO , MGO
For auxiliary engine : MDO , MGO
For boiler / grade of fuel : MDO , MGO
Jumlah anak buah kapal Deck officers : 7 orang Engineer : 7 orang Number of cadets : 3 orang
32 3. Awak Kapal
Diatas kapal PGN FSRU LAMPUNG memiliki 17 awak kapal.
Awak kapal terdiri dari 7 orang perwira dek, 7 orang perwira mesin dan 3 orang cadet.
4. Deskripsi Generator
Berikut adalah tipe generator yang digunakan di PGN FSRU LAMPUNG beserta rinciannya :
Type generator: Diesel Generator Engine 6L50DF Manufacturer : Wärtsilä
Type :Four-stroke, in-line, 6-cylinder, dual fuel, turbocharged
Model : 6L50DF
No. of sets : 3
Maximum power : 5,850kW (MCR) in fuel gas mode, 5,850kWin fuel oil mode
Speed : 514 rpm, clockwise – viewed looking aft Cylinder bore/stroke : 500mm, 580mm
33
B. HASIL PENELITIAN
1. Berdasarkan Hasil Observasi dan Analisis Data
Dalam mengumpulkan data penelitian, penulis menggunakan metode wawancara, observasi dan tinjauan pustaka. Dalam metode wawancara penulis melibatkan ETO dan masinis 3 karena mereka yang bekerja dan bertanggung jawab dalam proses paralel generator. Berikut ini merupakan hasil dari wawancara antara ETO, masinis III, serta masinis II.
Untuk cara kerja pemaralelan generator menurut electrician dan masinis III dikapal PGN FSRU Lampung, bahwa proses paralel generator dilakukan dengan cara menyamakan frekuensi, menyamakan voltase, serta memiliki phasa yang sama. Pemaralelan generator di kapal PGN FSRU Lampung dilakukan untuk proses regasifikasi. Diatas kapal PGN FSRU Lampung, terdapat 3 generator utama yang ketika ketiga-tiganya berjalan akan menghasilkan 5,850kW pada bahan bakar gas dan menghasilkan 5,880kW pada bahan bakar minyak. Jadi setiap 1 unit generator akan menghasilkan daya 1,950kW. Namun biasanya paralel generator hanya menggunakan 2 generator saja karena dengan 2 generator sudah cukup daya yang dihasilkan untuk mendukung proses regasifikasi.
Pada saat operasi normal tanpa regas, daya yang dibutuhkan hanya 1,030kW dan hanya disuplai oleh 1 generator saja. Daya listrik tersebut digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik seperti pompa-pompa, ac, penerangan di main deck, akomodasi, dan kamar mesin.
Sedangkan selama proses regas, dibutuhkan daya 2,667.25kW, yang daya itu digunakan untuk menghidupkan regas pump yang setiap 1 pompa regas membutuhkan daya 800kW. Ketika proses regas
34 membutuhkan 2 pompa regas yang pada akhirnya total daya yang dibutuhkan untuk regas pump adalah 1,600kW.Selain regas pump, ada juga pompa lainya seperti booster pump yang membutuhkan daya 37Kw serta GCU( Gas Combustion Unit ) 0.25kW.
Untuk memenuhi kebutuhandaya listrik selama proses regas didapat dari paralel generator yaitu dengan menghidupkan 2 unit generator yang akan menghasilkan daya 3,900kW.
Oleh karena itu jika selama proses regasifikasi paralel generator tidak dilakukan maka akan mengakibatkan blackout. Jika blackout terjadi saat proses regasifikasi, maka akan menimbulkan dampak negatif yang sangat fatal yaitu semua alarm yang berkaitan dengan cargo akan terus berbunyi karena mengidentifikasikan bahwa terdapat masalah pada proses regasifikasi, temperatur LNG dalam tangki akan naik sehingga LNG akan terdorong ke vent mast. Ketika LNG naik kepermukaan ( vent mast) maka bisa mengakibatkan adanya segitiga api karena LNG tergolong fuel dan dapat juga berbahya terhadap kesehatan manusia disekitarnya.
Adapun masalah-masalah yang sering terjadi saat proses paralel generator terutama yang sering terjadi di PGN FSRU Lampung serta cara mengatasinya antara lain :
1. Beban tidak bisa dipindahkan, atau beban listrik lebih dominan menuju kesalah satu generator.
2. Cos phi tidak stabil dan saat beban ditambah selisih cos phi antara 2 generator semakin jauh dan akhirnya beban hanya di tanggung oleh salah satu generator.
35 3. Saat terjadi beban kejut salah satu generator trip dan beban berpindah ke generator satunya dan akhirnya kedua generator trip.
Meski proses menyatukan (paralel) 2 buah generator telah berhasil dilakukan, setelah kedua generator tersebut berjalan secara bersamaan untuk menanggung beban listrik, ada beberapa hal lagi yang harus diperhatikan agar proses paralel tetap berjalan denganbaik. Ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu pengaturan putaran mesin (Droop Speed), pengaturan Tegangan Drop (Droop Voltage), pengaturan Tegangan yang Stabil (Stability).
1. Pengaturan putaran mesin ( Droop Speed )
Setelah 2 buah Generator diparalelkan, selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah seberapa besar Droop Speed pada masing-masing mesin Generator tersebut.Saat 2 buah generator diparalelkan dan belum diberi beban, maka kondisi paralel akan tetap berjalan normal, namun pada saat kedua generator tersebut diberi beban listrik maka akan terjadi penurunan kecepatan putaran pada mesin atau yang disebut dengan droop speed, dan jika terjadi perbedaan droop speed antara kedua generator maka proses paralel akan mengalami kegagalan. Pengaturan putaran mesin ini biasa juga disebut dengan Pengaturan droop speed ( berkurangnya kecepatan putaran ) pengaturan droop speed ini bertujuan untuk menyesuaikan seberapa besar persentase turunnya kecepatan putaran mesin saat terjadi perubahan beban maupun beban kejut. Untuk menjaga kondisi paralel genset tetap berjalan dengan baik, maka pengaturan droop speed pada kedua mesin generator yang diparalelkan harus memiliki nilai yangsama. Pengaturan droop speed ini
36 berada pada sistem pengaturan bahan bakar mesin dan alat yang biasanya digunakan pada mesin genset adalah Governor atau EFC ( Electronic Fuel Control ).
2. Pengaturan Tegangan Drop (Droop Voltage)
Untuk menjaga agar proses berjalannya paralel 2 buah generator, maka hal yang juga harus diperhatikan adalah seberapa besar drop tegangan (Droop Voltage) saat terjadi perubahan beban daya yang diterima kedua generator tersebut.Saat terjadi perubahan beban daya, maka masing-masing generator akan mengalami penurunan tegangan atau disebut dengan droop voltage, jika persentase droop voltage yang terjadi pada kedua generator terdapat perbedaan, maka proses paralel akan mencalami kegagalan. Oleh karena itu pastikan pengaturan droop voltage yang pada masing-masing generator sudah sesuai, dan pengaturan droop voltage ini terdapat pada pengaturan di AVR masing-masing generator.
Pengaturan droop voltage pada AVR umumnya sebesar 5% droop saat beban puncak. Droop kit untuk generator yang akan dioperasikan secara paralel, maka harus dilengkapi dengan perangkat untuk sensor perubahan beban arus listrik pada generator yang disebut dengan droop kit.
Droop Kit adalah sebuah CT (Current Transformer) yang dipasang pada gulungan utama generator sebagai sensor untuk mengetahui nilai arus yang melewati gulungan tersebut sesuai dengan beban daya yang ditanggungnya, dan droop kit ini terhubung ke terminal AVR dan dapat disesuaikan dengan melakukan pengaturan pada potensio drop di AVR.
37 Besaran tegangan drop (droop voltage) akan disesuaikan dengan seberapa besar arus listrik yang dibebankan pada generator, dan persentase droop pada masing-masing generator saat diparalel harus memiliki nilai yang sama, agar cosphi tetap stabil dan paralel dapat berjalan dengan baik.
3. Pengaturan Tegangan yang Stabil (Stability)
Untuk menjaga agar proses paralel generator dapat berjalan dengan baik, maka stabilitas tegangan pada m-masing generator juga harus diatur dan disesuaikan agar tercapai kondisi besar tegangan yang selalu seimbang pada masing-masing generator. Pengaturan stability berada pada settingan di AVR masing-masing generator, dan pengaturan stability ini harus dilakukan dengan benar hingga tercapai kondisi yang diinginkan.
38
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan memperhatikan permasalahan yang telah diuraikan terlebih dahulu, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa proses paralel generator sangat penting diatas kapal karena jika tidak akan memberikan dampak yang sangat fatal. Dengan adanya proses paralel generator diatas kapal akan memberikan daya listrik yang lebih sehingga bisa untuk memenuhi kebutuhan listrik diatas kapal baik diakomodasi maupun dikamar mesin.
Pemaralelan generator di atas kapal dengan tipe FSRU bertujuan untuk proses regasifikasi. Regasifikasi adalah proses mengubah fase metana dari cair menjadi gas kembali sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar. Selama proses regasifikasi tersebut ada pompa besar yang dinyalakan yaitu regas pump, booster pump, GCU. Pompa tersebut membutuhkan daya yang sangat besar untuk menyalakanya. Selama proses regas, dibutuhkan daya 2,667.25kW, yang daya itu digunakan untuk menghidupkan2 pompa regas. Daya yang dibutuhkan untuk 2 regas pump adalah 1,600kW. Selain regas pump, ada juga pompa lainya seperti booster pump yang membutuhkan daya 37Kw serta GCU 0.25kW.
Sedangkan ketika operasi normal tanpa regas hanya membutuhkan daya 1,030kW. Sehingga selama proses regasifikasi jika generator tidak diparalelkan maka akan berakibat fatal yaitu black out dan proses regasifikasi menjadi terhenti. Ketika proses regasifikasi terhenti maka akan menimbulkan banyak dampak buruk diatas kapal yaitu
39 berpengaruhterhadap pipa-pipa, temperatur LNG yang berada didalam tangki juga bisa menimbulkan LNG naik ke vent mast.
Dalam proses pemaralelan generator tentu juga tidak selamanya berjalan dengan baik, tentu ada gangguan-gangguan yang akan terjadi seperti putaran mesin, tegangan, tegangan yang stabil.
Adapun cara yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi saat paralele generator adalah :
1. Pengaturan putaran mesin ( Droop Speed )
Setelah 2 buah Generator diparalelkan, selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah seberapa besar Droop Speed pada masing-masing mesin Generator tersebut.Saat 2 buah generator diparalelkan dan belum diberi beban, maka kondisi paralel akan tetap berjalan normal, namun pada saat kedua generator tersebut diberi beban listrik maka akan terjadi penurunan kecepatan putaran pada mesin atau yang disebut dengan droop speed, dan jika terjadi perbedaan droop speed antara kedua generator maka proses paralel akan mengalami kegagalan. Pengaturan putaran mesin ini biasa juga disebut dengan pengaturan droop speed ( berkurangnya kecepatan putaran ) pengaturan droop speed ini bertujuan untuk menyesuaikan seberapa besar persentase turunnya kecepatan putaran mesin saat terjadi perubahan beban maupun beban kejut. Untuk menjaga kondisi paralel genset tetap berjalan dengan baik, maka pengaturan droop speed pada kedua mesin generator yang diparalelkan harus memiliki nilai yangsama. Pengaturan droop speed ini berada pada sistem pengaturan bahan bakar mesin dan alat yang biasanya
40 digunakan pada mesin genset adalah Governor atau EFC ( Electronic Fuel Control ).
2. Pengaturan Tegangan Drop (Droop Voltage)
Untuk menjaga agar proses berjalannya paralel 2 buah generator, maka hal yang juga harus diperhatikan adalah seberapa besar drop tegangan (Droop Voltage) saat terjadi perubahan beban daya yang diterima kedua generator tersebut.Saat terjadi perubahan beban daya, maka masing-masing generator akan mengalami penurunan tegangan atau disebut dengan droop voltage, jika persentase droop voltage yang terjadi pada kedua generator terdapat perbedaan, maka proses paralel akan mencalami kegagalan. Oleh karena itu pastikan pengaturan droop voltage yang pada masing-masing generator sudah sesuai, dan pengaturan droop voltage ini terdapat pada pengaturan di AVR masing-masing generator.
Pengaturan droop voltage pada AVR umumnya sebesar 5% droop saat beban puncak. Droop kit untuk generator yang akan dioperasikan secara paralel, maka harus dilengkapi dengan perangkat untuk sensor perubahan beban arus listrik pada generator yang disebut dengan droop kit.
Droop Kit adalah sebuah CT (Current Transformer) yang dipasang pada gulungan utama generator sebagai sensor untuk mengetahui nilai arus yang melewati gulungan tersebut sesuai dengan beban daya yang ditanggungnya, dan droop kit ini terhubung ke terminal AVR dan dapat disesuaikan dengan melakukan pengaturan pada potensio DROOP di AVR.
Besaran tegangan drop (droop voltage) akan disesuaikan dengan seberapa besar arus listrik yang dibebankan pada generator, dan persentase
41 droop pada masing-masing generator saat diparalel harus memiliki nilai yang sama, agar cosphi tetap stabil dan paralel dapat berjalan dengan baik.
3. Pengaturan Tegangan yang Stabil (Stability)
Untuk menjaga agar proses paralel generator dapat berjalan dengan baik, maka stabilitas tegangan pada m-masing generator juga harus diatur dan disesuaikan agar tercapai kondisi besar tegangan yang selalu seimbang pada masing-masing generator. Pengaturan stability berada pada settingan di AVR masing-masing generator, dan pengaturan stability ini harus dilakukan dengan benar hingga tercapai kondisi yang di inginkan.
B. Saran
Adapun saran penulis untuk mengantisipasi sebelum kejadian- kejadian tersebut terjadi adalah :
Untuk proses paralel generator selama regasifikasi alangkah baiknya selalu dilakukan menengok dampak negative yang akan terjadi jikalau paralel generator tidak dilakukan selama proses regasifikasi, dan untuk mendukung proses paralel generator pastikan semua generator- generator dalam kondisi baik, serta selalu berkoordinasi dengan baik antara mualim dan enginer karena jika proses paralel generator gagal dilaksanakan, enginer bisa melapor mualim untuk tetap mengontrol keadaan didalam tangki sebelum LNG naik keatasvent mast.