TERHADAP AUDIT REPORT LAG
(Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018)
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1)
pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro
Disusun Oleh :
VICTORIA JENIFFER RAYA NIM. 12030116120079
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSTAS DIPONEGORO
SEMARANG 2020
ii
Nomor Induk Mahasiswa : 12030116120079
Fakultas/Jurusan : Ekonomika dan Bisnis/Akuntansi
Judul Skripsi :PENGARUH SPESIALISASI INDUSTRI
AUDITOR DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP AUDIT REPORT LAG (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2016-2018)
Dosen Pembimbing : Herry Laksito, S.E., M.Adv. Acc., Akt.
Semarang, 8 Juli 2020 Dosen Pembimbing,
Herry Laksito, S.E., M.Adv. Acc., Akt.
NIP. 19690506 199903 1002
iii
PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN
Nama Penyusun : Victoria Jeniffer Raya
Nomor Induk Mahasiswa : 12030116120079
Fakultas/Program Studi : Ekonomika dan Bisnis / Akuntansi
Judul Skripsi :PENGARUH SPESIALISASI
INDUSTRI AUDITOR DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP AUDIT
REPORT LAG (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018) Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 30 Juli 2020 dan telah
dinyatakan LULUS
Ketua Tim Penguji : Herry Laksito, S.E., M.Adv. Acc., Akt.
Anggota : 1. Marsono, SE., M.Adv. Acc., Akt.
2. Wahyu Meiranto, SE., M.Si., Akt.
Semarang, 30 Juli 2020
Ketua Program Studi S1 Akuntansi, Ketua Tim Penguji,
Agung Juliarto, S.E., M.Si., Ph.D. Ak. Herry Laksito, S.E., M.Adv. Acc., Akt.
NIP. 19730722 200212 1002 NIP. 19690506 199903 1002
iv
Yang bertanda tangan dibawah ini saya, Victoria Jeniffer Raya, menyatakan bahwa skripsi dengan judul: PENGARUH SPESIALISASI INDUSTRI AUDITOR DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP AUDIT REPORT LAG (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018), adalah hasil tulisan saya sendiri.
Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikirian dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin itu, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.
Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut di atas, baik disengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri. Bila kemudian terbukti bahwa saya melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.
Semarang, 8 Juli 2020 Yang membuat pernyataan,
Victoria Jeniffer Raya NIM. 12030116120079
v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan”
(Yesaya 12:1)
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan
syukur”
(Filipi 4:6)
Skripsi ini saya persembahkan untuk:
Bapak, Mama, kak Priska, kak Alfon, Evan, serta seluruh keluarga besar yang sangat
saya sayangi.
vi
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini untuk menguji secara empiris mengenai hubungan antara spesialisasi industri auditor dan reputasi auditor terhadap audit report lagpada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016, 2017, 2018. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah audit report lag. Untuk variabel independen yaitu spesialisasi industri auditor dan reputasi auditor. Variabel kontrol juga digunakan dalam penelitian ini yaitu subsidiary dan size.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode purposive sampling untuk memilih laporan keuangan perusahaan perbankan tahun 2016 2017, 2018 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang terdaftar berjumlah 40 dengan sampel yang digunakan berjumlah 120. Metode analisis yang digunakan yaitu ordinary least square (analisis regresi berganda). Uji asumsi klasik terlebih dahulu dilakukan sebelum melakukan pengujian regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen yaitu spesialisasi industri auditor berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap audit report lag. Sedangkan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap audit report lag.
Kata kunci: Audit report lag, spesialisasi industri auditor, reputasi auditor, subsidiary, size.
vii
ABSTRACT
The purpose of this research is to empirically examine the relationship between auditor industry specialization and auditor reputation on audit report lag of banking companies listed on Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2016, 2017, 2018. The dependent variable is audit report lag, while the independent variables are auditor industry specialization and auditor reputation and control variables are subsidiary and size.
This research uses secondary data with a purposive sampling method to select the financial statements of banking companies in 2016 2017, 2018 which are listed on Indonesia Stock Exchange. There are 40 listed companies with 120 samples used. This research used the ordinary least square analysis method (multiple regression analysis). The classic assumption test is done first before doing the multiple regression test.
This research indicates that the independent variable namely auditor industry specialization has a negative and significant effect on audit report lag, while the auditor's reputation has no effect on audit report lag.
Keywords:Audit report lag, auditor industry specialization, auditor reputation, subsidiary, size.
viii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihnya yang tidak henti-hentinya dicurahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH SPESIALISASI INDUSTRI AUDITOR DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP AUDIT REPORT LAG (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018)” sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Sarjana di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Dalam proses pengerjaan skripsi ini, penulis menyadari bahwa banyak kekurangan serta hambatan yang dihadapi, namun dengan banyaknya dorongan juga bantuan dari rekan-rekan penulis, skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
Oleh karena itu, tidak henti-hentinya penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai dan mengaruniakan berkat Roh Kudus, kemampuan serta kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
2. Bapak Sulu Paladuk, Ibu Yudith Sastri Raya, Kakak Priska, Kakak Alfon, Adik Evan yang selalu mendoakan, mendukung, mendorong dan menyemangati penulis selama menjalani perkuliahan. Juga selalu mencurahkan kasih sayang dalam hal apapun yang dapat menjadi energi positif bagi penulis.
ix
3. Bapak Prof. Dr. Suharnomo, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UniversitasDiponegoro.
4. Bapak Fuad, S.E.T., M.Si, Akt., Ph.D., selaku Kepala Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
5. Bapak Agung Juliarto, S.E., M.Si., Ph.D. Ak. Selaku Ketua Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
6. Bapak Herry Laksito, S.E., M.Adv. Acc., Akt. selaku dosen pembimbing yang berkenan memberikan bimbingan, motivasi serta ilmu, solusi, nasihat dan arahan yang begitu berarti kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
7. Bapak Wahyu Meiranto, S.E., M.Si., Akt selaku dosen wali yang telah memberikan nasihat dan membimbing penulis dengan senyumnya yang selalu ramah sehingga penulis semangat selama mengikuti proses perkuliahan.
8. Seluruh dosen dan staf Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang sangat berarti bagi penulis selama proses perkuliahan.
9. Sahabat penulis dari awal menjadi maba sampai sekarang Devi, Hanifah, Hanny, Fatkhy, Shofaa yang selalu membantu menambah wawasan penulis, mau berbagi suka duka, selalu ada disaat penulis memerlukan bantuan dan masukan selama perkuliahan juga dalam dunia perawatan
x
wajah, terutama dalam penyusunan skripsi ini.
10. Sahabat penulis, Theresia, Tiara, Nora, Rika, Fitri, Dieva yang selalu ada untuk penulis, selalu berbagi pengetahuan tentang dunia kecantikan dan kuliner.
11. Keluarga Kendarians “Sangat Rahasia”: Vivi, Fahwaniyya, Made, Elma yang telah menjadi rumah bagi penulis, selalu ada memberi dukungan, perhatian, waktu, energi dalam menjalani kehidupan diperantauan.
12. Keluarga Sultra sesama perantau: Wahyu, Gusty, Irsyad yang selalu bisa diandalkan dan selalu memberikan bantuan kepada penulis.
13. Kakak-kakak Kobra: Kak Marwa, Kak Suci, Kak Fira yang tidak pernah lupa memberi motivasi dalam menjalani kehidupan perkuliahan diperantauan, serta memberi masukan dan semangat dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswi.
14. Teman hidup penulis di kosan dlima Tiaracha, Julian, Nina, Safira, Rima yang tidak pernah lupa untuk berbagi asupan makanan dan keceriaan.
15. Sahabat penulis yang jauh disana Mela, Hasma, Anes, Radyah, Rica yang mau berkawan dengan penulis sejak SMA sampai sekarang, selalu menyambut kedatangan penulis ketika pulang kampung dan juga tidak pernah lupa untuk berbagi cerita, serta memberi dukungan kepada penulis.
16. Kakak penulis di PRMK 2015 sekaligus dikampus Maria Widi Hapsari
xi
dan Lucia Linear yang terus-menerus memberi dukungan selama proses perkuliahan, dalam hal apapun, meminjamkan buku kepada penulis dan memberi masukan-masukan yang sangat penulis butuhkan, khususnya dalam penyusunan skripsi ini.
17. Keluarga Pengabdi PRMK 2016 yang penulis sayangi There, Nadya, Florent, Valeria, Pergina, Nanda, Mega, Agatha, Cindy, Agnes, Krisna, Divi, Yoseph, Aan, Eriko, Teje, Theo, Herbert, Surya dan semua anggota PRMK 2016 yang mau berbagi suka duka, selalu saling menguatkan dalam kepengurusan PRMK, banyak mengajarkan arti kesabaran dan selalu bersama-sama dalam melayani sesama.
18. Boss EV 2018: Nico, Nathalia, Alvian yang sudah sabar menghadapi penulis selama satu tahun kepengurusan, selalu memberi masukan dan semangat kepada penulis.
19. Teman-teman Economic Voice 2016 yang sudah menjadi rekan kerja yang baik dalam merasakan hidup berorganisasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki bersama.
20. KKN TIM II Desa Penganten: May, Sepsa, Louis, Ratna, Karina, Ody, Ratih, Rio, Haydie, Samuel, Ogi yang bersedia menjadi teman hidup penulis selama 42 hari yang selalu berbagi keceriaan, sabar menghadapi penulis selama tinggal bersama, selalu berbagi ilmu, dan memberi dukungan serta dorongan kepada penulis.
xii
21. Keluarga Akundip 2016 yang selama ini selalu berbagi suka duka, canda dan tawa, saling memberikan motivasi, saran, dan bantuan satu sama lain. Terima kasih untuk kalian semua, sukses selalu.
xiii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii
PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN ... iii
PERNYATAAN ORISINILITAS SKRIPSI ... iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... v
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL ... xvi
DAFTAR GAMBAR ... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah...9
1.3 Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian... 9
1.4 Sistematika Penulisan ... 10
BAB II TELAAH PUSTAKA ... 12
2.1 Landasan Teori ...12
2.1.1 Teori Keagenan (Agency Theory) ... 12
2.1.2 Teori Sinyal (Signalling Theory)... 14
2.1.3 Auditing ... 15
2.1.4 Audit Report Lag ... 18
2.1.5 Spesialisasi Industri Auditor... 19
2.1.6 Reputasi Auditor ... 20
2.2 Penelitian Terdahulu ... 21
2.3 Kerangka Pemikiran... 26
2.4 Pengembangan Hipotesis ... 28
2.4.1 Pengaruh Spesialisasi industri Auditor terhadap Audit Report Lag 29 2.4.2 Pengaruh Reputasi Auditor terhadap Audit Report Lag ... 31
xiv
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 33
3.1 Variabel penelitian dan definisi operasional ... 33
3.1.1 Variabel terikat (Dependen variabel) ... 33
3.1.1.1 Audit Report Lag ... 33
3.1.2 Variabel bebas (Independen variabel) ... 34
3.1.2.1 Spesialisasi Industri Auditor (SPEC) ... 34
3.1.2.2 Reputasi Auditor (REPUT) ... 36
3.1.3 Variabel Kontrol ... 37
3.1.3.1 Subsidiary (SUB) ... 37
3.1.3.2 Size (SIZE) ... 38
3.2 Populasi dan sampel ...38
3.3 Jenis dan sumber data ... 39
3.4 Metode pengumpulan data ... 39
3.5 Metode analisis ...39
3.5.1 Uji Statistik Deskriptif ... 39
3.5.2 Uji Asumsi Klasik ... 40
3.5.2.1 Uji Multikolonieritas ... 40
3.5.2.2 Uji Autokorelasi ... 40
3.5.2.3 Uji Heteroskedastisitas ... 41
3.5.2.4 Uji Normalitas ... 41
3.5.3 Analisis Regresi Linear Berganda... 42
3.5.4 Uji Hipotesis ... 43
3.5.4.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji statistik f) ... 43
3.5.4.2 Uji Koefisien Determinasi (Uji-R2) ... 43
3.5.4.3 Uji Statistik t ... 44
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45
4.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 45
4.2 Analisis Data ...46
4.2.1 Uji Statistik Deskriptif ... 46
4.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 49
4.2.2.1 Uji Multikolonieritas ... 49
xv
4.2.2.2 Uji Autokorelasi ... 50
4.2.2.3 Uji Heteroskedastisitas ... 51
4.2.2.4 Uji Normalitas ... 52
4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda... 54
4.2.4 Analisis Hipotesis... 56
4.2.4.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji statistik f) ... 56
4.2.4.2 Uji Koefisien Determinasi (Uji-R2) ... 57
4.2.4.3 Uji Statistik t ... 57
4.3 Interpretasi Hasil ...59
4.3.1 Pengaruh Spesialisasi Industri Auditor terhadap Audit Report Lag 59 4.3.2 Pengaruh Reputasi Auditor terhadap Audit Report Lag ... 61
BAB V PENUTUP ... 64
5.1 Kesimpulan ...64
5.2 Keterbatasan...65
5.3 Saran ... 65
DAFTAR PUSTAKA ... 67
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 71
xvi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu ... 23
Tabel 4.1 Rincian Sampel Penelitian ... 46
Tabel 4.2 Uji Statistik Deskriptif ... 46
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Spesialisasi Industri Auditor ... 48
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Reputasi Auditor ... 49
Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolonieritas ... 50
Tabel 4.6 Hasil Uji Autokorelasi ... 50
Tabel 4.7 Hasil Uji Glejser ... 52
Tabel 4.8 Uji Kolmogorov-Smirnov ... 54
Tabel 4.9 Hasil Analisis Regresi ... 55
Tabel 4.10 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik f)... 56
Tabel 4.11 Hasil Uji R2 ... 57
Tabel 4.12 Hasil Uji Statistik t ... 58
Tabel 4.13 Ringkasan Hasil Uji Hipotesis ... 59
xvii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ... 28
Gambar 4.1 Scatterplot ... 51
Gambar 4.2 Grafik Histogram Normalitas ... 53
Gambar 4.3 Normal Probability Plot ... 53
xviii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Daftar Sampel Perusahaan ...72
Lampiran B Daftar Kantor Akuntan Publik (KAP) ...77
Lampiran C Daftar Perusahaan Outlier...78
Lampiran D Tabulasi Data ...79
Lampiran E Hasil Output SPSS...86
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Laporan keuangan audit merupakan laporan keuangan yang disajikan dengan hasil penilaianatas suatu perusahaan atau badan hukum lainnya sehingga dapat dihasilkan pendapat yang independen tentang laporan keuangan yang relevan, akurat, lengkap, dan disajikan secara wajar. Audit keuangan biasanya dilakukan oleh kantor-kantor akuntan karena pengetahuannya akan laporan keuangan. Penyajian laporan keuangan yang telah diaudit merupakan referensi akuntansi yang dapat diandalkan bagi pengguna eksternal (Alkhatib dan Marji, 2012).
Agar relevan dan memiliki nilai ekonomi, informasi keuangan yang disajikan dalam pernyataan akhir tahun harus diungkapkan secara tepat waktu dan dikirimkan kepada pengguna secepat mungkin setelah akhir tahun fiskal menurut Alkhatib dan Marji (2012); Al-ajmi (2008). Dopuch et al (1986); Fields dan Wilkins (1991); Jaggi dan Tsui (1999) berpendapat bahwa ketepatan waktu dalam laporan audit menjadi salah satu faktor penting karena akan mempengaruhi relevansi suatu laporan keuangan.
Keterlambatan dalam melaporkan informasi mengenai informasi keuangan akan sangat berdampak pada keefektifan sebuah laporan. Selain itu karena terjadinya penundaaan pengungkapan dan publikasi laporan keuangan audit dapat berdampak negatif terhadap efisiensi pasar saham
(Leventis et al, 2005); (Alkhatib dan Marji, 2012) dan reaksi pasar terhadap pengumuman laba (Chambers dan Penman, 1994) dapat menyebabkan dialihkannya auditor (Mande dan Son, 2011).
Audit report lag merupakan lamanya penyelesaian audit laporan
keuangan perusahaan diukur dari tanggal penutupan tahun buku sampai tanggal penerbitan laporan auditor. Semakin cepat informasi laporan keuangan dipublikasikan ke public maka informasi tersebut semakin bermanfaat bagi pengambilan keputusan. Dan sebaliknya, jika terdapat penundaan yang tidak semestinya maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya dalam hal pengambilan suatu keputusan.
Laporan keuangan tahunan perusahaan akan dipublikasi ketika auditor telah memberikan pendapat atas kebenaran sebuah laporan keuangan. Informasi dalam lapaoran keuangan harus disampaikan secepat mungkin karena informasi dalam laporan keuangan akan menentukan langkah apa yang akan dilakukan perusahaan saat ini dan masa kedepan, dengan melihat persoalan yang ada baik kekuatan maupun kelemahan yang dimiliki (Baridwan, 2014). Semakin panjang periode antara akhir periode akuntansi dengan waktu publikasi laporan keuangan akan semakin memungkinkan informasi dibocorkan dan dapat menimbulkan isu- isu lain di Bursa Saham.
Jangka waktu penyampaian laporan telah diatur di dalam keputusan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten wajib menyampaikan Laporan Tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lama pada akhir bulan keempat setelah
berakhirnya tahun buku entitas perusahaan. Jika terjadi keterlambatan laporan maka akan adanya sanksi yang diberikan yaitu perusahaan akan terkena denda administratif bahkan dapat disuspensi.
Tidak hanya itu, di dalam keputusan direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor: Kep-307/BEJ/07-2004, tentang Peraturan Nomor 1-E tentang Kewajiban Penyampaian Laporan disebutkan bahwa perusahaan yang tidak patuh dalam melaksanakan kewajiban dalam menyampaikan laporan keuangan berkala akan dikenakan sanksi mulai dari peringatan I sampai dengan peringatan III disertai denda sebesar Rp 50.000.000 sampai Rp 150.000.000 dengan dendamaksimal Rp 500.000.000, bahkan sampai disuspensi (penghentian sementara perdagangan efek perusahaan tercatat di Bursa).
Penelitian sebelumnya tentang audit report lag telah mendokumentasikan bahwa keterlambatan dalam laporan audit dapat dikaitkan dengan karakteristik dan kompleksitas perusahaan tertentu (ukuran perusahaan klien, jumlah anak perusahaan, kondisi keuangan klien, operasi asing, dan biaya audit); risiko audit (struktur kepemilikan, indikator kesulitan keuangan, akun risiko tinggi, dan opini audit yang dimodifikasi), atribut perusahaan audit (reputasi auditor, biaya non- audit), dan tata kelola perusahaan (dewan independensi, independensi komite audit, frekuensi dewan dan atau audit rapat komite). Mayoritas penelitian di bidang ini tetap berpusat di AS tetapi jelas ada kebutuhan untuk memperluas penelitian ini ke jangkauan global baru.
Sebagai kekuatan ekonomi baru, Indonesia memiliki sejumlah pengaturan kelembagaan yang unik. Secara historis Indonesia memiliki
lingkungan audit yang memberikan kualitas audit yang buruk salah satunya ditunjukkan oleh jatuhnya perusahaan dan Bank Indonesia selama krisis asia pada 1997-1998. Selain itu, Claessens et al (2000) mendokumentasikan bahwa sekitar 67% dari perusahaan yang terdaftar di Indonesia dikendalikan oleh keluarga sementara hanya 0,6% dimiliki secara luas. Lebih lanjut bahwa Indonesia memiliki konsentrasi kepemilikan tertinggi dari negara -negara Asia Timur dan memiliki jumlah perusahaan terbesar yang dimiliki oleh satu keluarga.
Beberapa penelitian tentang audit report lag dalam perusahaan manufaktur telah banyak dilakukan sebelumnya, seperti penelitian yang dilakukan oleh Friska Firnanti (2016) dan Abdillah et al (2019). Banyak perusahaan yang terlambat untuk menyampaikan laporan perusahaan yang telah diaudit dapat menyebabkan perusahaan akan mengeluarkan biaya tambahan karena kelalaian tersebut. Pada tahun 2016 terdapat 17 perusahaan tercatat yang terkena sanksi karena belum menyampaikan laporan keuangan auditan dan belum melakukan pembayaran denda.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya audit report lag, seperti faktor eksternal yaitu spesialisasi industri auditor dan reputasi auditor (Habib &
Bhuiyan, 2011). Spesialis industri auditor memiliki peluang dapat memberikan jasa audit yang kredibel (Solomon et al, 1999); Owhoso et al, 2002), selain itu dapat memberikan jasa audit yang efektif dibandingkan dengan auditor non spesialis industri. Reputasi auditor juga menjadi sangat diperhatikan oleh
perusahaan karena auditor akan mempengaruhi kualitas dan kredibilitas pengungkapan dari sebuah laporan keuangan. Auditor yang berasal dari Big 4 dinilai memiliki kualitas yang baik dan diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan audit dengan tepat waktu.
Penelitian ini menggunakan penelitian yang dilakukan Rusmin dan Evans (2017) yang dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penelitian kembali mengenai pengaruh kualitas audit diproksikan dengan spesialisasi industri auditor dan reputasi auditor terhadap audit report lag. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Rusmin dan John Evans (2017) yaitu pada variabel kontrol yang digunakan serta populasi dan sampelnya. Penelitian ini menggunakan dua variabel kontrol yaitu subsidiary dan size yang dinilai dapat mempengaruhi audit report lag. Penelitian terdahulu berfokus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Burse Efek Indonesia tahun 2014 sampai 2016, sedangkan penelitian ini berfokus pada perusahaan perbankan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 sampai dengan 2018.
Alasan pemilihan populasi dan sampel yang berasal dari perusahaan perbankan yaitu karena bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Oleh karena itu laporan keuangan perbankan bagi para pemangku kepentingan sangat diperlukan sebagai dasar pengambilan
keputusan seperti pemberian kredit atau investasi pada perusahaan, juga sebagai penilaian prospek arus kas di mana para pemangku kepentingan akan memperkirakan jumlah, waktu dan kepastian penerimaan kas bank di masa depan. Kas bank tersebut akan digunakan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo, pembiayaan operasioanal dan reinvestasi operasi bank. Saat bank dapat melunasi kewajibannya maka akan mempengaruhi harga pasar saham perbankan yang bersangkutan.
Bank juga merupakan lembaga yang menjadi penggerak roda perekonomian di Indonesia. Perbankan juga memiliki peran signifikan dalam menopang peningkatan ekonomi dan menciptakan pemerataan. Dengan banyaknya produk-produk yang dikeluarkan oleh bank seperti giro, deposito, tabungan dapat menampung dana dari masyarakat, lalu akan terjadi perputaran.
Dengan demikian masyarakat dapat memiliki dana yang dapat digunakan untuk kegiatan usaha sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Maka dari itu perusahaan perbankan perlu menjaga eksistensi agar terus mendapat kepercayaan dari masyarakat. Mendapat kepercayaan dari masyarakat dapat meminimalkan bahkan mencegah kasus bank run and bank panic di mana hal ini terjadi ketika nasabah mengambil keputusan untuk menarik uang secara besar-besaran dari bank tempat uang ditabung. Hal tersebut karena masyarakat tidak ingin rugi karena memiliki rasa takut bahwa bank tersebut akan mengalami kebangkrutan.
Terdapat kasus audit report lag yang terjadi di Indonesia yang
melibatkan perusahaan perbankan, yaitu PT. Bank Mutiara Tbk (BCIC) yang merupakan transformasi dari Bank Century. Pada tahun 2009 Bank Century menjadi sorotan karena adanya kucuran dana bailout sebesar Rp 6,762 trilliun yang dianggap terlalu besar, sehingga mengindikasikan adanya moral hazard yang menjadi dasar adanya kasus yang berhubungan dengan audit report lag pada PT. Bank Mutiara Tbk. Kasus tersebut dikarenakan Bank Mutiara terlambat menyerahkan laporan keuangan. BEI melaporakan hingga tanggal 26 November 2013 Bank Mutiara belum kunjung membayar denda atas belum disampaikannya komitmen untuk menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu dan andal. Lalu Bank Mutiara terlambat menyampaikan laporan keuangan sejak 30 September 2012 hingga penyampaian laporan keuangan periode 30 Juni 2013. Ada berbagai hal yang menjadi penyebab dan telah disampaikan oleh pihak PT. Bank Mutiara Tbk (BCIC), salah satunya yaitu disebabkan oleh masa pengauditan oleh auditor yang memakan waktu lebih lama dari ketentuan yang berlaku. Karena hal tersebut mengakibatkan Bursa Efek Indonesia memberikan peringatan tertulis kepada PT. Bank Mutiara Tbk (BCIC).
Selain itu krisis moneter pada tahun 1998 telah menyebabkan timbulnya keraguan masyarakat akan kinerja keuangan perbankan. Hal itu mendorong melemahnya peran perbankan. Salah satu penyebab melemahnya peran perbankan yaitu dari faktor interen yang berasal dari kurangnya pengelolaan yang transparan sehingga pihak dari pengawas perbankan kesulitan mendeteksi adanya kecurangan yang dilakukan oleh pengurus atau pejabat perbankan.
Cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya kecurangan atau penyimpangan yang terjadi yaitu dengan melakukan audit terhadap laporan keuangan perusahaan. Bank diharuskan menyusun serta menyajikan informasi keuangan yang memiliki kualitas seperti informasi yang dapat di pertanggungjawabkan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan seperti nasabah bank dan pemegang saham. Dengan menggunakan jasa auditor dari sebuah KAP dapat menunjang laporan keuangan yang bebas dari salah saji material dan telah sesuai dengan standar audit dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) dan Peraturan Bank Indonesia (PBI). Dengan hal tersebut auditor dapat menyajikan laporan tahunan yang transparan serta tepat waktu. Tidak hanya berpengaruh bagi keputusan yang akan diambil oleh masyarakat, laporan tahunan yang menunjukkan kinerja bank yang sebenarnya dan disajikan dengan kualitas yang baik serta tepat waktu juga dapat mendorong investor dalam mengambil keputusan terhadap pembelian saham perusahaan perbankan.
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan dan mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Rusmin dan John Evan (2017) mengenai Audit Report Lag pada perusahaan manufaktur, maka peneliti ingin meneliti
bagaimana pengaruh eksternal dalam perusahaan perbankan terhadap audit report lag. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Spesialisasi Industri Auditor dan Reputasi Auditor terhadap Audit Report Lag pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2018”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, permasalahan penelitian yang akan dibahas dalam penulisan skripsi ini adalah :
1. Apakah ada pengaruh Spesialisasi Industri Auditor terhadap Audit Report Lag?
2. Apakah ada pengaruh Reputasi Auditor terhadap Audit Report Lag?
1.3 Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat menguraikan dengan jelas dan rinci mengenai :
1. Untuk mengetahui pengaruh Spesialisasi Industri Auditor terhadap Audit Report Lag.
2. Untuk mengetahui pengaruh Reputasi Auditor terhadap Audit Report Lag.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dari adanya penelitian ini adalah sebagai berikut : Manfaat Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai dampak dari audit report lag serta pengaruh faktor-faktor terhadap audit report lag.
Manfaat Bagi Auditor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi auditor untuk lebih merencanakan pekerjaannya secara profesional dan teratur sehingga dapat menyelesaikan audit terhadap laporan audit dengan tepat waktu.
Manfaat Bagi Perusahaan Perbankan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada perusahaan untuk menyelesaikan laporan keuangan tahunan perusahaan secara benar dan sistematis untuk mengurangi keterlambatan laporan keuangan.
Manfaat Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tambahan bagi penulis mengenai faktor-faktor pengaruh terjadinya audit report lag.
1.4 Sistematika Penulisan
Penelitian ini terbagi dalam lima bab yang akan menjelaskan secara detail mengenai bagaimana proses penelitian ini dilakukan. Dalam menyusun penelitian, penulis menguraikan sistematika penulisan yang dijelaskan secara singkat mengenai komponen-komponen apa saja yang akan dijelaskan pada tiap bab nantinya di dalam skripsi ini. Berikut penjelasannya:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini fungsinya adalah untuk menjelaskan mengenai latar belakang dari dilakukannya penelitian, rumusan masalah yang dijadikan pertanyaan untuk melakukan penelitian, tujuan dan manfaat dari penelitian serta sistematika penulisan keseluruhan isi skripsi ini.
BAB II TELAAH PUSTAKA
Pada bab ini berfungsi untuk menjelaskan landasan teori mengenai teori agensi,reputasi auditor, spesialisasi industri auditor, serta audit report lag yang menjadi landasan penelitian ini dilakukan, ringkasan mengenai penelitian- penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, kerangka pemikiran penelitian serta
hipotesis penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini fungsinya adalah untuk menjelaskan mengenai uraian variabel- variabel yang terdapat pada hipotesis dan memberikan definisi dari operasional variabelnya, memaparkan mengenai populasi serta sampel penelitian, jenis data yang digunakan beserta sumber data, dan juga metode yang digunakan di dalam penelitian ini untuk melakukan analisis data.
BAB IV ANALISIS DATA
Pada bab ini fungsinya adalah untuk menyajikan deskripsi atas objek penelitian, analisis data penelitian dan interpretasi hasil uji statistik penelitian.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini berfungsi untuk memaparkan hasil kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini dan menginformasikan keterbatasan penelitian serta saran untuk penelitian selanjutnya.
12
BAB II
TELAAH PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Pada bagian awal tinjauan pustaka akan dibahas mengenai teori keagenan yang menjadi dasar dari penelitian ini, serta penjelasan mengenai audit report lag, spesialisasi industri auditor, dan reputasi auditor.
2.1.1 Teori Keagenan (Agency Theory)
Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa agency theory (teori keagenan) merupakan suatu hubungan yang berdasarkan pada kontrak yang terjadi antar anggota-anggota dalam perusahaan, yakni antara principal (pemilik) dan agent (agen) sebagai pelaku utama. Dalam perusahaan, hubungan antara principal
dan agent diwujudkan dalam hubungan antara pemegang saham dan manajemen menurut Schroeder et al (2001).
Antara principal dan agent terdapat hubungan kontrak, hubungan kontrak ini dapat menimbulkan konflik yang disebut conflict of interest. Conflict of interest terjadi karena adanya perbedaan tujuan antara kedua belah pihak, dan
perbedaan kepentingan hingga dalam melaksanakan tugasnya agent tidak bertindak sesuai dengan principal. Manajemen yang diyakini sebagai agen lebih memiliki banyak informasi mengenai perusahaan daripada pemilik (pemegang saham).
Informasi mengenai kondisi perusahaan yang dimiliki oleh manajemen harus dilaporkan kepada pemilik. Informasi tersebut disajikan melalui laporan
keuangan. Laporan keungan sangat penting bagi pemilik sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Jika diantara principal dan agent terjadi ketidakseimbangan informasi yang diterima maka akan menimbulkan asymmetric information (asimetris informasi). Asymmetric information merupakan ketidakseimbangan antara informasi yang dimiliki oleh agent dan principal dalam pengelolaan perusahaan (Ujiyantho dan Pramuka, 2007). Dalam asimetris informasi terdapat dua bagian yaitu:
1. Adverse selection yaitu kondisi ketika manajer dan orang-orang dalam perusahaan lebih mengetahui lebih banyak informasi mengenai perusahaan dibanding pemilik dan dalam penyampaiannya manajer tidak sepenuhnya memberikan informasi yang penting, maka dari itu sangat mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemilik.
2. Moral Hazard yaitu kondisi ketika kegiatan yang dilakukan oleh manajer tidak semua diketahui oleh pemilik (pemegang saham),dan dapat menyebabkan manajer melakukan tindakan diluar aturan dan kontrak.
Untuk menyelesaikan beberapa konflik antara agent dan principal diperlukan agency cost (biaya agensi). Agency cost adalah jumlah dari biaya yang dikeluarkan principal untuk melakukan pengawasan terhadap agent (Jensen dan Meckling, 1976).
Menurut Hendriksen dan Brenda (1992) penggunaan jasa auditor yang
ditugaskan untuk mengaudit laporan keuangan merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengurangi dan mengatasi masalah keagenan yang timbul. Hal ini didukung dengan argumen Jensen dan Meckling (1976) yang menyatakan bahwa masalah-masalah dalam keagenan tersebut harus diatasi melalui pihak ketiga.
Menurut Habib dan Bhuiyan (2011) masalah klasik keagenan pemegang saham dengan manajer perusahaan meningkatkan kebutuhan untuk menggunakan auditor yang dapat memberikan penilaian independen terhadap laporan keuangan yang sesuai dengan International Financial Accounting Standards (IFRS).
2.1.2 Teori Sinyal (Signalling Theory)
Teori sinyal adalah teori yang melibatkan dua belah pihak, yaitu pihak dalam perusahaan yang merupakan manajemen dan pihak luar perusahaan yaitu investor. Di dalam teori ini pihak manajemen memiliki peran untuk memberikan sinyal kepada para investor. Informasi yang dapat dijadikan sinyal yakni pengumuman informasi dalam laporan keuangan yang dilakukan oleh suatu emiten. Informasi tersebut biasanya berisi mengenai informasi keadaan perusahaan, catatan masa lalu maupun keadaan perusahaan, juga dapat mencerminkan kinerja suatu perusahaan.
Signalling Theory berakar pada teori akuntansi pragmatik yang
memusatkan pengaruh informasi terhadap perubahan perilaku pemakai informasi (Kurniawati, 2014). Teori Sinyal menekankan pentingnya informasi yang disampaikan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar perusahaan. Pada saat manajemen melakukan publikasi terhadap laporan
keuangan, berarti manajemen sudah memberikan suatu sinyal kepada pasar.
Informasi tersebut akan dapat memberi pengaruh terhadap volume perdagangan saham. Ketika investor menerjemahkan sinyal tersebut sebagai suatu good news, maka akan berdampak positif yaitu dapat meningkatkan harga saham perusahaan.
Tetapi sebaliknya, ketika investor menerjemahkan sinyal tersebut sebagai bad news, maka akan berdampak negatif yang dapat mengakibatkan penurunan harga
saham. Maka dari itu sinyal dari perusahaan adalah hal yang penting bagi investor dan calon investor untuk dasar pengambilan keputusan.
Perusahaan yang berkualitas baik akan memberi sinyal dengan cara menyampaikan laporan keuangannya secara tepat waktu, sedangkan perusahaan yang berkualitas buruk akan cenderung terlambat dalam menyampaikan laporan keuangannya. Laporan Keuangan auditan bermanfaat bagi perusahaan sebagai acuan bagi investor untuk jual dan beli kepemilikan saham dalam perusahaan.
Oleh karena itu, semakin lama waktu yang diperlukan auditor untuk mengaudit laporan keuangan maka semakin lama pula audit report lag yang dialami perusahaan tersebut. Investor akan memandang hal tersebut sebagai bad news, yang kemudian akan berdampak pada pergerakan harga saham yang tidak stabil.
2.1.3 Auditing
Menurut Arens, Elder dan Beasley (2014) auditing adalah mengumpulkan dan mengevaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi serta kriteria yang telah ditetapkan.
Audit harus dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen.
Sedangkan Mulyadi (2014) menyatakan bahwa auditing secara umum adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan megevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria- kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.
Menurut Rusmin dan Evans (2017) peran auditing yaitu memastikan mengenai kualitas laba perusahaan karena berkaitan dengan pemangku kepentingan. Hal tersebut agar para pemangku kepentingan tidak memiliki keraguan untuk mengandalkan laporan keuangan perusahaan. Secara umum tujuan audit yaitu untuk meningkatkan kepercayaan para pengguna laporan keuangan terhadap laporan keuangan perusahaan melalui pemberian opini oleh auditor mengenai kewajaran dan kelayakan sebuah laporan keuangan.
Terdapat beberapa prosedur yang dilakukandalam audit. Prosedur ini dapat membantu untuk mendeteksi kecurangan dan kesalahan yang mungkin terjadi saat dilakukan pemeriksaan. Secara umum terdapat beberapa tahap dalam prosedur audit, seperti perikatan, perencanaan, pengujian serta pelaporan.
Mengacu pada pengertian yang telah dijelaskan, audit memiliki tujuan yang dicapai, antara lain:
1. Memastikan ketepatan (accuracy)
Kegiatan yang dilakukan untuk memastikan bahwa semua transaksi telah terdokumentasi atau tercatat dengan baik, tidak ada kesalahan dalam perhitungan, jumlah dan klasifikasinya benar berdasarkan jenis transaksi.
2. Eksistensi (existence)
Semua kewajiban dan harta yang tercatat memiliki keterjadian atau eksistensi pada tanggal tertentu. Dengan kata lain bahwa transaksi yang telah tercatat benar-benar terjadi.
3. Kelengkapan (completeness)
Untuk memastikan bahwa semua transaksi telah tercatat atau ada didalam jurnal secara aktual.
4. Klasifikasi (classification)
Klasifikasi bertujuan untuk memastikan bahwa transaksi yang dicatat telah diklasifikan sesuai dengan jenis-jenisnya.
5. Penilaian (valuation)
Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum diterapkan dengan baik dan benar.
6. Ketepatan (accurancy)
Ketepatan bertujuan memastikan bahwa semua pencatatan mengenai tanggal, rincian saldo, dan penjumlahan transaksi dilakukan dengan benar.
7. Pisah batas (cut-off)
Tujuan cut-offyaitu untuk memastikan transaksi-transaksi yang dekat dengan tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat sesuai dengan periode.
8. Pengungkapan (disclosure)
Untuk memastikan bahwa persyaratan pengungkapan dan saldo akun telah disajikan pada laporan keuangan dengan benar serta telah dijelaskan
dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan yang dibuat.
2.1.4 Audit Report Lag
Audit repot lag merupakan nama lain dari keterlambatan audit (Subekti
dan Widiyanti, 2004). Audit report lag adalah lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor yang diukur dari perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan.
Menurut Ashton et al (1989) faktor-faktor yang mempengaruhi audit report lag disebabkan dari faktor internal perusahaan dan faktor eksternal
perusahaan. Faktor-faktor yang berasal dari internal perusahaan yang mempengaruhi keterlambatan audit yaitu: total pendapatan, tipe industri, kompleksitas laporan keuangan, kompleksitas data elektronik, laba dilihat dari total aset, umur perusahaan, pos-pos luar biasa, laba, kompleksitas operasi perusahaan dan ukuran perusahaan.Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal perusahaan yang mempengaruhi keterlambatan audit yaitu opini audit, reputasi auditor, dan kualitas auditor.
Dalam hal manajemen, tingkat profitabilitas perusahaan ketika rendah akan membuat manajemen untuk mengulur waktu penyelesaian laporan keuangannya. Hal tersebut dikarenakan dapat mempengaruhi keputusan investor untuk kedepannya. Selain itu tidak adanya kontrol atau monitoring dari investor atau pemilik perusahaan terhadap pegawai dapat mempengaruhi lambatnya penyelesian laporan keuangan. Tidak hanya itu, pihak auditor juga sangat mempengaruhi, dimana ketika auditor memiliki pengetahuan dan kualitas yang
baik, maka akan memperkecil kemungkinan terjadinya audit report lag.
2.1.5 Spesialisasi Industri Auditor
Auditor dikatakan spesialisasi industri jika seorang auditor memiliki klien dengan industri yang sama. Meskipun dalam mengaudit perusahaan manufaktur atau perbankan prinsipnya sama dengan mengaudit perusahaan lain namun sifat bisnis, prinsip akuntansi, sistem akuntansi, serta peraturan pajak yang berlaku mungkin berbeda, sehingga hal ini mengharuskan auditor rmemiliki pengetahuan tentang karakteristik industri tertentu yang mempengaruhi proses audit. Menurut Kusharyanti (2003) kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan terhadap spesialisasi auditor.
Pengukuran spesialisasi industri auditor dapat dilakukan dengan cara yang digunakan oleh Craswell et al (1995). Pertama, sampel industri yang digunakan adalah industri yang memiliki minimal 30 perusahaan. Lalu, auditor dikatakan spesialis ketika auditor tersebut mengaudit 15% dari total perusahaan yang ada dalam industri tersebut. Sedangkan penelitian dari Zhou dan Elder (2001) mendefinisikan KAP sebagai spesialisasi industri jika mengaudit lebih dari 10%
perusahaan dari total perusahaan yang ada dalam suatu industri.
Dopuch dan Simunic (1982) menyatakan bahwa auditor spesialis cenderung berinvestasi lebih banyak dalam perekrutan dan pelatihan staf, teknologi informasi, dan teknologi audit canggih dibandingkan dengan auditor non-spesialis. Penggunaan auditor dengan spesialisasi industri akan meningkatkan kualitas audit dan juga akan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan (Dopuch
dan Simunic, 1982). Terdapat efek lain dari spesialisasi industri yaitu biaya audit yang dibebankan oleh auditor spesialis kepada klien. Karena pengembangan keterampilan dan keahlian khusus industri membutuhkan investasi yang mahal, auditor spesialis industri diyakini akan membebankan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan auditor non-spesialis (Habib dan Bhuiyan, 2011).
O’Reilly dan Reisch (2002) menyatakan bahwa auditor dengan pengetahuan mendalam tentang operasi dan karakteristik industri mungkin lebih mampu mengenali masalah-masalah unik yang dialami klien yang beroperasi di industri itu. Masalah-masalah unik tersebut antara lain mengenai sistem akuntansi, aturan pajak, dan persyaratan pelaporan khusus.
Auditor spesialis diyakini dapat mendeteksi kesalahan-kesalahan secara lebih baik, dan dapat meningkatkan kejujuran dan transparansi laporan keuangan.
Auditor spesialisasi industri juga dapat dilihat dengan seberapa sering auditor melakukan audit pada perusahaan industri yang sejenis menurut pengelompokan dalam Bursa Efek Indonesia.
2.1.6 Reputasi Auditor
Reputasi auditor diyakini merupakan suatu kepercayaan publik terhadap seorang auditor. Reputasi auditor menjadi faktor penting bagi sebuah perusahaan.
Banyak perusahaan akan menggunakan jasa auditor yang berasal dari kantor akuntan publik (KAP) yang memiliki reputasi baik. Reputasi auditor menjadi sangat diperhatikan oleh perusahaan karena auditor akan mempengaruhi kualitas dan kredibilitas pengungkapan dari sebuah laporan keuangan. Jika sebuah
perusahaan menggunakan jasa audit dari kantor akuntan publik yang baik, maka investor akan sangat yakin dengan laporan keuangan yang disajikan karena mereka meyakini laporan keuangan yang disajikan berkualitas dan terpercaya.
Selain itu, auditor yang berasal dari KAP yang berukuran besar dipercaya akan menghasilkan kualitas audit yang lebih baik daripada KAP yang berukuran kecil. Seperti halnya yang di kemukakan oleh Deangelo (1981); Watts dan Zimmerman (1986); Becker et al (1998); Caneghem (2004) bahwa perusahaan Big 4 dapat memberikan kualitas audit yang lebih tinggi daripada perusahaan non Big 4, menurut Chan et al (1993); Caneghem, (2004); Chung et al (2005) karena mereka memiliki insentif yang kuat untuk menyediakan atau mempertahankan audit dengan tingkat kualitas yang tinggi karena mereka memiliki: (1) staf yang berkualitas, (2) jumlah klien yang besar, (3) memiliki kesempatan untuk memperoleh sumber daya yang signifikan untuk audit, seperti pelatihan dan teknologi yang memadai, (4) tidak takut mengambil risiko, misalnya memutuskan hubungan dengan klien dan kehilangan reputasi.
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian sebelumnya tentang audit report lag telah mendokumentasikan bahwa keterlambatan dalam laporan audit dapat dikaitkan dengan karakteristik dan kompleksitas perusahaan tertentu. Beberapa penelitian sebelumnya mengenai audit report lag akan dijelaskan dalam bab ini.
Habib and Bhuiyan (2011) meneliti tentang audit report lag dengan sampel perusahaan yang terdaftar di New Zealand Stock Exchange tahun 2004 sampai 2008 dari NZSX dan New Zealand Alternative Market yang
mendokumentasikan bahwa auditor spesialis industri menawarkan pekerjaan audit yang lebih cepat dibandingkan dengan auditor non-spesialis.
Abdillah et al (2019) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel efektivitas dan profitabilitas komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap audit report lag sedangkan variabel kondisi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap audit report lag. Sementara itu, variabel kompleksitas akuntansi, reputasi auditor, masa kerja audit dan spesialisasi industri auditor tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keterlambatan laporan audit.
Rusmin dan John Evans (2017) dengan topik penelitian hubungan antara kualitas auditor terhadap audit report lagyang menggunakan sampel perusahaan manufaktur dengan hasil penelitian bahwa spesialisasi industri auditor dan reputasi auditor berpengaruh pada audit report lag.
Raden Achmad Aryandra dan Mauliza (2018) dengan topik penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi audit report lagperusahaan sektor property dan real estate tahu 2012-2015 menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit report lag, profitabilitas dan umur perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit report lag, sedangkan reputasi auditor dan pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap audit report lag.
Firnanti (2016) yang melakukan penelitian dengan topik faktor-faktor yang mempengaruhi audit report lag mengemukakan bahwa solvabilitas, reputasi auditor dan kinerja perusahaan berpengaruh teradap audit report lag, sedangkan
ukuran perusahaan, likuiditas dan umur perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit report lag.
Hajar et al (2017) dengan judul penelitian pengaruh spesialisasi KAP dan ukuran perusahaan terhadap audit report lag dengan reputasi KAP sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang list di BEI Periode 2015-2017 menyatakan bahwa spesialisasi KAP dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif terhadap audit report lag. Untuk pengaruh variabel moderasi reputasi KAP memiliki pengaruh yang positif dan signifikan antara hubungan spesialisasi KAP terhadap audit report lag dan reputasi KAP memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan antara hubungan ukuran perusahaan terhadap audit report lag.
Tabel 2.1
Ringkasan Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul
Penelitian Variabel Hasil Penelitian 1 Ahsan Habib dan
Md.Borhan Udin Bhuiyan
(2011)
Audit firm industry specialization and the audit report lag
Spesialisasi industri audit, audit report lag
Adanya
hubungan negatif antara spesialisasi industri auditor dan audit report lag
2 Abdillah,M., Mardijuwono, A. and Habibu rrochman, H. (2019)
The effect of company characteristics and auditor characteristics to audit report lag
Efektivitas komite audit, kondisi keuangan, kompleksitas akunting, profitabilitas, reputasi auditor, masa kerja audit, spesialisasi industri auditor, audit report lag
Secara parsial variabel efektivitas dan profitabilitas komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap audit report lag.
Variabel kondisi keuangan
berpengaruh positif signifikan terhadap audit report lag.
Variabel kompleksitas akuntansi, reputasi auditor, Masa kerja audit dan spesialisasi industri auditor tidak
menunjukkan pengaruh signifikan terhadap audit report lag.
3 Rusmin Rusmin dan John Evans (2017)
Audit quality and audit report lag: Case of Indonesian listed companies
Spesialisasi industri auditor, reputasi auditor, audit report lag
Variabel spesialisasi industri auditor dan reputasi auditor memiliki pengaruh negatif terhadap audit report lag 4 Raden Achmad
Aryandra dan Mauliza (2018)
Faktor-faktor yang
mempengaru hi audit report lagperusahaa n sektor property dan real estate tahu 2012-
2015
Ukuran perusahaan, profitabilitas, umur
perusahaan, reputasi auditor, pergantian auditor, audit report lag
Ukuran
perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit report lag.
profitabilitas dan umur perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap audit report lag.
Reputasi auditor dan pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap audit