• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH INFLUENCER MEDIA SOSIAL DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPATU COMPASS (Studi Pada Konsumen Sepatu Compass di Malang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH INFLUENCER MEDIA SOSIAL DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPATU COMPASS (Studi Pada Konsumen Sepatu Compass di Malang)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH INFLUENCER MEDIA SOSIAL DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPATU COMPASS

(Studi Pada Konsumen Sepatu Compass di Malang) Oleh :

Tatang Abi Nugroho

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya [email protected]

Dosen Pembimbing Ananto Basuki, SE., MM., CMA.

Abstract : This research aims to examine and analyse the effect of social media influencer and brand image on purchase decisions on compass shoes product. In this research using quantitave methods with an explanatory research approach and the variable measurement scale was carried out using a Likert Scale. The population in this study are consumers or users of compass shoes. The sample in this research are the consumers of Compass Shoes in Malang with the number of samples collected and successfully analyzed was 100 respondents. Data were collected using a questionnaire using a google form.Data were collected using a questionnaire. The results show that influencer does not have a significant effect on purchasing decisions. Meanwhile, the brand image have a significant effect on purchasing decisions.

Keywords: influencer, brand image, purchase decisions.

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh influencer media sosial dan citra merek terhadap keputusan pembelian produk sepatu compass. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui influencer media sosial dan citra merek terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research dan skala likert sebagai pengukuran variabel. Populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen atau pengguna sepatu compass. Sampel penelitian ini adalah konsumen sepatu compass di Malang dengan jumlah sampel yang dikumpulkan dan berhasil dianalisis sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, citra merek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.

Kata kunci: influencer, citra merek, keputusan pembelian

(2)

1. PENDAHULUAN

Perkembangan industri di Indonesia telah mengalami kemajuan yang cepat dan pesat. Keadaan itu menjadikan kondisi persaingan bisnis semakin tajam. Untuk mengatasi persaingan tersebut, perusahaan penting melakukan inovasi dan menciptakan produk yang kreatif agar memiliki keunggulan kompetitif dalam menghadapi persaingan dan timbulnya pesaing baru. Dewasa ini banyak industri yang bergerak di bidang produk fashion disebabkan produk tersebut permintaanya cukup tinggi dan memberikan keuntungan yang layak (Wijaya & Kempa, 2018). Namun demikian, berdampak pada timbulnya persaingan yang tajam. Salah satu produk fashion yang banyak disukai konsumen yaitu, sepatu (Purnamawati et al., 2018).

Sepatu tidak hanya berfungsi untuk melindungi kaki, akan tetapi telah menjadi gaya hidup untuk menunjukkan penampilan seseorang.

Konsumen sangat memperhatikan model sepatu yang berada di pasar demi mengikuti tren agar tampil up to date. Terdapat berbagai jenis model sepatu yang ditawarkan di

pasar mulai dari sepatu formal, casual, sporty, sneakers, dan lain sebagainya.

Peningkatan permintaan sepatu sneakers lokal tidak terlepas dari peranan media sosial dan para influencer, selebgram, sampai dengan dukungan dari Presiden Indonesia Joko Widodo yang turut menggunakan sepatu sneakers lokal.

Disamping itu, banyak acara-acara pameran sneakers yang bermunculan seperti JSD (Jakarta Sneaker Day), Solevocation, USS (Urban Sneaker Society), JSM (Jogja Sneakers Market), dan lain sebagainya. Acara pameran tersebut menjadi salah satu tempat untuk mempromosikan local pride. Istilah local pride diartikan kebanggaan menggunakan produk lokal (Rohman & Indaryadi, 2020).

Beberapa merek lokal yang muncul antara lain NAH Project, Ventela, Thunderstrom, Poisonstreet, Sagefootwear, Compass, dan lain sebagainya.

Menurut Kotler, proses keputusan pembelian merupakan proses dimana konsumen melewati lima tahap, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan

(3)

pembelian, dan perilaku pasca pembelian, yang dimulai jauh sebelum pembelian aktual dilakukan dan memiliki dampak yang lama setelah itu (Kotler & Armstrong, 2018).

Beberapa alasan konsumen memutuskan melakukan pembelian produk sepatu jenis sneakers merek Compass ditunjukkan pada tabel 1.1. di bawah ini:

Tabel 1.1

Alasan Sepatu Merek Compas Diminati Konsumen No Alasan Keterangan

1 Kualitas bagus

Memiliki kualitas setara dengan merek sepatu luar negeri seperti Converse.Sepatu Compass dibuat dengan material upper canvas, vulcanized sol, hingga bahan twill.

2 Desain sepatu unik

Desain sepatu Compass dinilai unik dikarenakan bergaya vintage atau dibuat dengan model klasik.

Logo sepatu

Compass dengan garis melintang di sisi luar, menjadikan keseluruhan tampilanya menarik.

3 Harga

terjangkau

Harga sepatu Compass

ditetapkan untuk golongan

ekonomi

menengah. Untuk Gazelle High sneakers seharga Rp. 328,000 dan Gazelle Low sneakers adalah Rp. 270.000.

4

Berkolaborasi dengan Influencer

Sepatu Compass menjadi booming disebabkan adanya kolaborasi dengan influencer seperti, Najwa Shihab, Brian Notodihardjo atau Bryant, sekaligus sosial media manajer L.O.C (Liberate

Obdurate Contentious).

Sumber: (Lestari, 2020)

Berdasarkan tersebut dapat

(4)

diketahui bahwa produk Compass memiliki banyak keunggulan mulai dari desain, harga, kualitas dan kerjasama dengan influencer yang dapat menarik minat konsumen untuk membeli produk merek tersebut. Menurut (Amalia & Sagita, 2019) Influencer Marketing adalah kemampuan seseorang membuat perubahan perilaku manusia.

Influencer adalah orang-orang yang mempunyai pengikut (followers) atau audience yang cukup banyak di media sosial dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap followers mereka, seperti artis, selebgram, blogger, youtuber dan lain sebagainya.

Mereka disukai dan dipercaya oleh followers dan audience sehingga apa yang mereka sampaikan dapat menginspirasi dan mempengaruhi followers, termasuk membeli suatu produk.

Tabel 1.2

Influencer Media Sosial Sepatu Compass

N o.

Nama Akun Influence

r

Media Sosial

Jumlah Follower

1. Dr. Tirta Instagra m, you Tube

2,4 juta (instagram) , 539 ribu (you tube)

2. Brian Notodihar djo (briyanbri an)

Instagra m, you Tube

32,6 ribu

3. Baim Lenno

Instagra m, you Tube

317 ribu (instagram) , 317 ribu (you tube) 4. Yoshiolo Instagra

m, you Tube

687 ribu (you tube)dan 238 ribu(instagr am

Sumber : Data yang diolah (2021) Selain itu, Citra merek merupakan salah satu aspek penting

yang membuat konsumen

memutuskan untuk memilih produk tersebut. Citra dapat menunjang status sosial dari pemakainya.

Biasanya produk yang memiliki citra yang unggul akan memberikan status yang lebih bagi pemiliknya. Citra merek mendeskripsikan sifat ekstinsik dari produk atau layanan, termasuk cara merek tersebut berusaha memenuhi kebutuhan sosial dan psikologis konsumen. Unsur ekstrinsik bisa diartikan sebagai suatu hal yang berada di permukaan luar, artinya hal yang bisa dilihat

(5)

atau dinilai bahkan sebelum konsumen atau orang menggunakan suatu produk atau jasa (Kotler, 2017;

Pratiwi & Khuzaini, 2017).

2. LANDASAN TEORI A. Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan penjual (Kotler & Keller, 2008). Sedangkan dalam pernyataan lain, keputusan pembelian adalah pemilikan dari dua atau lebih alternatif pilihan pembelian, dan setiap konsumen memiliki cara pandang yang berbeda-beda dalam pengambilan keputusan pembelian (Tumulo & Hidayat, 2017).

B. Influencer Media Sosial

Menurut (Azevedo et al., 2018) dalam (Herviani et al., 2020) social media influencer adalah pengguna media sosial degan jumlah pengikut yang tinggi di media sosial, yang dipercaya oleh masyarakat umum dan dapat menyebarkan informasi di media sosial dengan mudah dan kapan saja influencer menerbitkan sebuah postingan akan menjangkau banyak pengguna lain. Sedangkan

influencer marketing merupakan proses mengidentifikasi dan mengaktifkan individu-individu yang memiliki pengaruh terhadap target audiens tertentu untuk menjadi bagian dari kampanye produk dengan tujuan peningkatan jangkauan, penjualan, dan hubungan dengan konsumen (Sudha, 2014).

C. Citra Merek

Merek merupakan pembeda dari suatu untuk menawarkan janji, nilai, dan kualitas kepada pelanggan (Pratiwi & Khuzaini, 2017).

Kepercayaan terhadap merek sebagai kesediaan atau kemampuan pelangan di dalam menghadapi pelanggan yang berhubungan dengan merek yang dibeli, ini disebabkan karena pelanggan berharap bahwa merek yang mereka beli akan memberikan hasil positif dan menguntungkan bagi pelanggan (Calvin & Samuel, 2014).

D. Hipotesis Penelitian H1 : Influencer sosial media berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

H2 : Citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

(6)

3. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian yang dilakukan bersifat replikasi (replikatif) dan perkembangan dari penelitian dahulu. populasi dalam penelitian adalah pembeli sepatu merek Compass. Jumlah populasi atau pembeli sepatu merek Compas di kota Malang tidak diketahui secara pasti dikarenakan data tidak tersedia. Sedangkan dari teknik pengambilan sampel yang telah dilakukan diperoleh 100 responden dalam penelitian ini.

Kuesioner merupakan kumpulan dari pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan informasi dari para responden. Dalam penelitian ini menggunakan google form dikarenakan kondisi saat ini masih pandemi sehingga pengambilan data secara kuesioner dilakukan secara daring atau online. Skala Likert adalah skala pengukuran yang digunakan, di mana menurut skala likert berfungsi untuk mengetahui seberapa kuat penilaian responden terhadap suatu pernyataan dalam kuesioner (Uma Sekaran, 2017).

A. Metode Analisis Data

1. Pengujian Intrumen Penelitian a. Uji Validitas

Tingkat kecermatan item yang digunakan dalam pengukuran dapat diketahui melalui penggunaan uji validitas kuesioner. Uji validitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian memiliki item yang layak dan mampu merepresentasikan konsep yang ingin diteliti (Kusumajaya, 2017).

b. Uji Reabilitas

Sugiyono (2017) menyatakan bahwa instrumen yang mampu menghasilkan data yang sama setelah digunakan beberapa kali dalam pengukuran objek yang sama disebut sebagai instrumen yang reliabel atau dapat diartikan bahwa reliabilitas merupakan indikasi stabilitas dan konsistensi sebuah instrumen dalam mengukur suatu konsep serta membantu untuk mengukur kelayakan sebuah ukuran.

Dengan menggunakan Cronbach Alpha, dapat

(7)

mendeteksi indikator-indikator pada kuesioner yang tidak konsisten.

2. Analisis Statistik Deskriptif Menurut (Sugiyono, 2019) statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi.

3. Analisis Statistik Inferesnsial Analisis statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi (Sugiyono, 2019) Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah pengujian untuk mengetahui apakah variabel penelitian dapat terdistribusi normal atau tidak.

Data dapat dikatakan terdistribusi normal memiliki sebaran merata yang benar-benar mewakili populasi (Ghazali, 2018).

b. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas

memiliki tujuan untuk menguji apakah model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas (Ghozali, 2018).

c. Uji Heteroskedastisitas

Menurut (Ghozali, 2018) pengujian ini ditujukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidak samaan variasi dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya.

d. Uji linearitas

Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah bentuk hubungan antara variabel bebas dan terikat adalah linier atau tidak (Nyoman et al., 2019).

Pada analisis regresi linier diharapkan residual memiliki hubungan linier.

Analisis Regresi Linear Berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara simultan maupun parsial. Persamaan regresi linear berganda dengan dua variabel bebas dalam penelitian ini adalah:

Keterangan:

Y = Variabel Terikat

(8)

a = Konstanta

β1, β2.... βn = Koefisien Regresi X1 +...+ Xn = Variabel Bebas

e = error item

4. Uji Hipotesis

1. Uji Simultan (Uji F)

Uji simultan atau F uji digunakan untuk mengetahui variabel independen secara bersama-sama atau serentak terhadap variabel dependen.

2. Determinansi Koefisien (R2) Menurut (Ghozali, 2018) koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel dependen.

3. Uji Parsial (Uji t)

Secara statistik, hipotesis menurut (Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D, 2018) adalah pernyataan mengenai keadaan populasi (parameter) yang akan diuji kebenarannya berdasarkan 4. PEMBAHASAN

A. Intrumen Penelitian

Validitas dinilai dengan membandingkan nilai korelasi masing-masing item pernyataan dengan nilai korelasi tabel (r tabel).

Nilai r tabel product moment pada

= 0,05 dan n = 1000 sebesar 0,1726.

Berdasarkan pengolahan data terlihat dari 17 item pernyataan yang diuji, seluruh item pernyataan mempunyai nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar dari r tabel, serta probabilitasnya lebih kecil dari = 5%, bermakna ada hubungan yang signifikan antara skor masing-masing item pernyataan dengan skor total.

Korelasi yang signifikan menunjukkan bahwa item pernyataan memang benar-benar dapat dipergunakan untuk mengukur variabel yang akan diukur, dengan kata lain instrumen yang dipergunakan valid dengan demikian dapat dipergunakan dalam penelitian.

Sedangkan pada uji realibilitas variabel influencer sosial media (X1), citra merek (X2), dan keputusan pembelian (Y) memiliki nilai koefisien Cronbach Alpha >

0,60, sehingga dapat dikatakan bahwa instrumen pernyataan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya. Sehingga instrumen yang diuji tepat untuk diproses lebih lanjut.

(9)

B. Statistik Deskriptif

Variabel influencer sosial media memiliki nilai nimimum 3,00 dan nilai maximum 5,00 yang berarti bahwa responden mengungkapkan bahwa influencer sosial media memiliki nilai netral hingga sangat setuju terhadap pernyataan yang diberikan. Variabel ini memiliki nilai mean sebesar 4,3074 dimana std.deviasinya sebesar 0,497.

Variabel bebas atau dependen lainya yaitu citra merek yang mana memiliki nilai minimum sebesar 2,75 dan nilai maksimum sebesar 5,00 berarti variabel ini memiliki nilai terendah 2,75 dan nilai tertinggi 5,00 artinya responden mayoritas setuju dengan pernyataan dalam kuesioner. Selain itu, variabel citra merek memiliki nilai mean sebesar 4,05 dimana std.deviasinya sebesar 0,509.

Sedangkan variabel independen atau variabel terikat yaitu keputusan pembelian memiliki nilai minimum sebesar 2,60 dan nilai maksimum sebesar 5,00 yang berarti variabel ini memiliki nilai terendah 2,60 dan nilai tertinggi 5,00. Keputusan pembelian juga memiliki nilai mean sebesar 4,013 dan nilai

std.deviasinya sebesar 0,567.

C. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Tabel 1.3

Uji Normalitas One Sampel

N 90

Asymp. Sig. (2-tailed) 0,200 Sumber: Data primer yang di olah 2021

Berdaskan tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai Asymp.Sig. (2- tailed) sebesar 0,200. Syarat pengambilan keputusan pada suatu data distibusi normal apabila nilai Aymp.Sig. (2-tailed) pada uji komogorof smirnov bernilai lebih dari 0,05. Jadi, seluruh data dalam penelitian ini berdistribusi normal (0,200>0,05).

2. Uji Multikolinearitas Tabel 1.4

Hasil Uji Multikolineritas Model Toler

ance VIF Influencer

Sosial Media 0,731 1,368 Citra Merek 0,731 1,368 Sumber: Data primer yang di olah 2021

Berdasarkan data tersebut semua nilai VIF berada di bawah 10 dengan nilai tolerance di atas atas 0,10 sehingga dapat disimpulkan bahwa

(10)

tidak terjadi gejala multikolineritas antar variabel independen.

3. Uji Heteroskedastisitas Gambar 1.1

Uji Heteroskedastisitas pada Grafik Scatterplot

Sumber: Data primer yang di olah 2021.

Sumber: Data primer yang di olah 2021 Berdasarkan gambar di atas dapat

dilihat bahwa hasil dari uji grafik scatterplot membentuk pola yang tidak teratur atau menyebar sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas atau terjadi gejala homokedastisidas.

4. Uji Linearitas Tabel 1.5 Hasil Uji Linieritas Variabel Bebas Sig. Dev. from

linierity Influencer sosial

media (X1) 0,377 Citra merek (X2) 0,187 Sumber: Data primer diolah, 2021

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa masing- masing variabel bebas memiliki nilai signifikansi deviation from

linierity lebih besar dari 0,05, maka hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier antara variabel bebas dan terikat.

D. Uji Regresi Linear Berganda Persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut :

Y=β1X1+β2X2 Y = 0. 053 X1 + 0. 763 X2 Selain itu, memiliki nilai kontanta 0,580. Jika tidak terjadi perubahan variabel influencer sosial media dan citra merek adalah 0 maka nilai keputusan pembelian sebesar 0,580.

Koefisien regresi variabel influencer sosial media sebesar 0.060 dan memiliki tanda positif. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa setiap peningkatan influencer sosial media, terhadap keputusan pembelian.maka tidak terjadi peningkatan pada keputusan pembelian.

Koefisien regresi variabel kualitas produk sebesar 0.872 dan memiliki tanda positif, terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, maka dapat diartikan bahwa setiap peningkatan citra merek, maka akan terjadi peningkatan pada keputusan pembelian.

(11)

E. Uji Hipotesis 1. Uji F

Tabel 1.6 Hasil Uji F

ANOVAa

Model F Sig.

1 Regression 69,633 ,000b

Residual

Total

Sumber: Data primer yang di olah 2021

Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat diketahui bahwa pengujian tersebut menghasilkan statistik uji F sebesar 69,633 dengan probabilitas sebesar 0.000. Hasil pengujian tersebut menunjukkan nilai uji F (69,633> F tabel (2,71) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan influencer sosial media dan citra merek terhadap keputusan pembelian.

2. Uji t

Tabel 1.7 Hasil Uji t Model T Sig.

Influencer Sosial Media

0,180 0,857

Citra Merek

9,994 0,000 Sumber: Data primer yang di olah 2021

Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa variabel influencer sosial media memiliki nilai thitung sebesar 0,180 dengan nilai signifikansi sebesar 0,857.

dapat disimpulkan bahwa nilai thitung < ttabel yaitu 0,761 <

1,98761 dan nilai signifikansi 0,857> 0,05. Maka hasil pengujian ini menunjukkan bahwa h0 diterima dan Ha ditolak, sehingga variabel influencer sosial media (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y).

kemudian untuk variabel kedua, diketahui bahwa variabel citra merek memiliki nilai thitung sebesar 9,994dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. dapat disimpulkan bahwa nilai thitung >

ttabel yaitu 9,994> 1,98761 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

Maka hasil pengujian ini menunjukkan bahwa h0 ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa variabel citra merek (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y).

(12)

3. R- Square (R2) Tabel 1.8 Hasil R- Square (R2)

Model Summaryb Mode

l

R R

Square

Adjusted R Square 1 ,408a 0,617 0,581 Sumber: Data primer yang di olah 2021

Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa hasil pengujian tersebut menghasilkan nilai sebesar 0.617. Hal ini berarti variabel influencer sosial media dan citra

merek terhadap keputusan pembelian memiliki kontribusi sebesar 61,7%, sedangkan sisanya sebesar 38,3%

merupakan kontribusi dari faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

F. Pembahasan

1. Pengaruh Influencer Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terkait influencer media sosial terhadap keputusan pembelian, didapatkan hasil yang tidak signifikan. Adanya influencer media sosial yang

semakin marak saat ini tidak hanya sebagai pertimbangan konsumen dalam membeli suatu barang, akan tetapi konsumen juga memiliki pertimbangan lain sebelum melakukan pembelian seperti kualitas barang, harga, lokasi, ketahanam atau keawetan produk dan lainnya. Selain itu konsumen juga memiliki selera masing-masing yang tidak selalu sama dengan pilihan influencer.

Sehingga, influencer tidak mempengaruhi keputusan pembelian.

2. Pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terkait citra produk terhadap keputusan pembelian, didapatkan hasil yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa citra merek yang semakin baik akan membuat keputusan pembelian semakin besar pula. Begitupun sebaliknya, apabila citra merek buruk juga akan menurunkan keputusan konsumen untuk membeli. Citra positif terhadap merek diyakini akan

(13)

meningkatkan kemungkinan produk untuk dipilih dan mengurangi kerentanan terhadap kekuatan-kekuatan kompetitif, karena sebuah merek yang memiliki citra positif akan memudahkan konsumen mengevaluasi produk dan dapat meningkatkan kepercayaan diri pelanggan atas merek yang dipilih membuat pelanggan merasa puas dengan merek yang dipilihnya dan sebaliknya (Faisal

& Suprihhadi, 2019). Ketika produk memiliki citra merek yang baik maka tingkat kepercayaan konsumen semakin tinggi dan tertarik untuk melakukan pembelian.

5. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Variabel influencer media sosial dalam penelitian ini memiliki pengaruh namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian sepatu Compass. Hal ini dapat dikarenakan keputusan

pembelian dipengaruhi oleh varibel lainya yang tidak diteliti pada penelitian ini.

2. Variabel citra merek memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian sepatu Compas, hal tersebut dikarenakan citra dari sepatu Compass terbilang baik sebagai produk lokal. Selain iu, model dan desain yang limited edition sehingga merek sepatu

Compass terbilang baik sehingga berdampak pada keputusan pembelian oleh konsumen.

B. SARAN

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, maka dapat diusulkan sebuah saran yang berkaitan dengan pengembangan penelitian ke depannya. Penulis dalam hal ini menemukan beberapa kelemahan- kelamahan dalam penelitian, di mana hal ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan studi yang lebih lanjut. Kelemahan ini adalah kurang adanya eksplorasi mengenai kajian terkait dengan variabel-variabel lain yang perlu diteliti lebih lanjut,

(14)

khususnya yang berkaitan dengan keputusan pembelian, seperti kualitas layanan, harga, strategi promosi, hingga respon konsumen atas produk yang dibeli.

6. DAFTAR PUSTAKA

Calvin, & Samuel, H. (2014).

Analisa Pengaruh Brand Image, Brand Trust, dan Economic Benefit Terhadap Niat Pembelian Polis Asuransi PT. Sequislife di Surabaya.

Jurnal Manajemen Petra. Vol 2 No. 1.

Faisal, A. T., & Suprihhadi, H.

(2019). Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek, Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Reebok Di Surabaya. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen, 8, 1–18.

Ghozali. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Semarang.

Herviani, V., Prasetyo, H., &

Nobelson. (2020). Analisis Pengaruh Brand Trust, E- Wom, Dan Social Media Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Lipstik Pixy.

Prosiding Biema, 1(1), 60–74.

Kompas.com. (2020). 5 Sepatu Lokal Terbaik Versi Dr.Tirta.

Kompas.Com.

https://lifestyle.kompas.com/re ad/2020/03/09/150809220/5- sepatu-lokal-terbaik-versi- drtirta?page=all

Kotler, P. (2017). Kotler Marketing Group. Kotler Marketing

Group, Inc.

Kotler, P. (2018). Why broadened marketing has enriched marketing. In AMS Review (Vol. 8, Issues 1–2).

https://doi.org/10.1007/s13162- 018-0112-4

Sudha, M. &. (2014). Impact of Influencers in Cunsumer Decision Proces: The Fashion Industry. SCMS Journal of INdian Management.

Pratiwi, M. Y., & Khuzaini. (2017).

Pengaruh Harga, Promosi Dan Citra Merek Terhadap

Keputusan Pembelian Sepatu 2Beat. Jurnal Ilmu & Riset Manajemen, 6(7), 1–19.

Sudha, M. &. (2014). Impact of

Influencers in Cunsumer Decision Proces: The Fashion Industry.

SCMS Journal of INdian Management.

Sugiyono. (2017). Meode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Pengertian Kuesioner Menurut Para Ahli.

Btrbooks.Com.

Supriyadi, S., Wiyani, W., &

Nugraha, G. I. K. (2017).

Pengaruh Kualitas Produk Dan Brand Image Terhadap

Keputusan Pembelian (Studi pada Mahasiswa Pengguna Produk Sepatu Merek

Converse di Fisip Universitas Merdeka Malang). Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 4(1), 74–85.

https://doi.org/10.26905/jbm.v 4i1.1714

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari citra merek dan kualitas produk sepatu olahraga Nike terhadap keputusan

Analisis ini digunakan untuk menentukan pengaruh variabel media iklan (X1), citra merek (X2) dan kualitas produk (X3) terhadap keputusan pembelian sepatu Vans (Y).Untuk

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU MEREK CONVERSE (Study Pada Konsumen Sepatu Merek Converse Dikota

Pada penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh citra merek, desain produk, dan kualitas produk dalam mempengaruhi keputusan pembelian dari sepatu olahraga merek Nike

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan oleh peneliti, maka penulis tertarik untuk meneliti seberapa besar pengaruh dari content marketing yang dilakukan oleh sepatu compass

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh promosi, persepsi harga, dan kualitas prtoduk terhadap keputusan pembelian sepatu Compass (studi pada mahasiswa/i

4.54 (Penilaian Responden Terhadap Keputusan Pembelian) Anda Sebagai Konsumen Ingin Membeli Sepatu Yongki Komaladi Karena Sepatu Yang

Pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Dalam penelitian ini diperoleh hasil analisis bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian,