Lkj 2020
1
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah mengamanatkan bahwa pertanggungjawaban penyelanggaraan pemerintahan tidak hanya semata terhadap keuangan daerah namun juga dengan pertanggung jawaban akuntabilitas.
Lahirnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah membawa perubahan dalam sistem kinerja instansi pemerintah. Dengan perubahan tersebut hendaknya semakin meningkatkan kinerja dan pertanggungjawaban kepada pimpinan dan masyarakat.
Laporan Kinerja memiliki dua fungsi utama sekaligus. Pertama, Laporan Kinerja merupakan sarana bagi SKPD untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholder yang berisi informasi tentang keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Kedua, Laporan Kinerja merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja SKPD sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa yang akan datang atau dalam upaya peningkatan kinerja (performance
improvement) organisasi, baik dalam bentuk regulasi, distribusi, maupun
alokasi sumber daya yang dimiliki.
Penyusunan Laporan Kinerja Badan Pengelolaan dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru Tahun 2020 berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Lkj 2020
2
B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Badan Pengelolaan dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru mempunyai tugas pokok, fungsi dan tata kerja berdasarkan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 10 Tahun 2016 :
1. Tugas Pokok Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru mempunyai tugas membantu Walikota dalam melaksanakan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan dalam bidang keuangan sub urusan pajak dan retribusi yang menjadi kewenangan Daerah Kota Banjarbaru. 2. Fungsi Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
Untuk menyelenggarakan Tugas Pokok tersebut Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Perumusan kebijakan teknis pendaftaran, pendataan dan penetapan dan penagihan Pajak dan Retribusi Daerah;
b. Pelaksanaan pendaftaran dan pendataan Wajib Pajak, menghimpun dan mengolah data objek dan subjek Pajak Daerah;
c. Penyusunan Daftar Induk Wajib Pajak Daerah;
d. Penghitungan dan penetapan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; e. Pelaksanaan dan pendistribusian serta penyimpanan surat-surat
perpajakan berkaitan dengan pendaftaran, pendataan dan penetapan Pajak Daerah;
f. Pelaksanaan penagihan pajak daerah dan retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya serta melakukan penghapusan tunggakan;
g. Pelaksanaan proses pengajuan keberatan dan pengurangan, pembetulan, pembatalan, pengurangan/penghapusan sanksi administrasi, restitusi, kompensasi dan permohonan banding;
h. Pelaksanaan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan retribusi dalam rangka melaksanakan peraturan perundang-undangan;
Lkj 2020
3 i. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
C. SUSUNAN ORGANISASI
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjarbaru, Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru, dengan susunan organisasi sebagai berikut :
1. Kepala Badan
a. Kepala Badan mempunya itugas pokok memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengatur dan mengendalikan tugas badan yang meliputi perencanaan, pengelolaan, pengembangan dan pengendalian fungsi penunjang bidang pendapatan.
b. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala Badan mempunyai fungsi:
1) Perumusan kebijakan teknis bidang keuangan sub urusan pajak dan retribusi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
2) Perumusan kebijakan dan penyelenggarakan program dan kegiatan dibidang keuangan sub urusan pajak dan retribusi;
3) Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan bidang keuangan sub urusan pajak dan retribusi;
4) Pelaksanaan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan di bidang keuangan sub urusan pajak dan retribusi;
5) Pelaksanaan pembinaan pegawai di lingkungan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi;
6) Pengevaluasian pelaksanaan tugas bawahan agar sasaran dapat dicapai sesuai dengan program kerja dan ketentuan yang berlaku; 7) Penilaian prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam
Lkj 2020
4 8) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan
tugas dan fungsinya;
9) Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
2. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan penyusunan program keuangan, umum dan kepegawaian. Sekretariat mempunyai fungsi:
a. Pengelolaan dan pelayanan administrasi umum, kepegawaian, keuangan dan perlengkapan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi badan;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan dilingkungan Badan;
c. Penyelenggaraan urusan surat menyurat, kearsipan, perjalanan dinas, rumah tangga, perlengkapan, keprotokolan dan kehumasan serta kepegawaian di lingkungan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah;
d. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan terkait dengan tugas dan fungsinya.
Sekretariat terdiri dari :
1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, yang mempunyai tugas :
a) Merencanakan kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian berdasarkan program kerja Sekretariat sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
b) Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
c) Membimbing pelaksanaan tugas kepada bawahan setiap saat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan agar pekerjaan berjalan lancar;
d) Mengoreksi bahan usulan formasi jabatan fungsional angka kredit dan jabatan fungsional umum pada Badan Pengelolaan Pajak dan
Lkj 2020
5 Retribusi Daerah berdasarkan peraturan yang berlaku guna penyusunan usul formasi jabatan pegawai;
e) Mengoreksi konsep Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) Pegawai sesuai peraturan yang berlaku;
f) Mengoreksi konsep daftar nominatif pegawai sesuai data Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) guna pengolahan data selanjutnya; g) Mengoreksi konsep dokumen kepegawaian (usul pengangkatan,
pemberhentian/pensiun, mutasi, promosi, kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, cuti, pembuatan kartu istri/kartu suami, taspen, asuransi) berdasarkan data yang diolah untuk tertib administrasi kepegawaian;
h) Mengoreksi konsep usulan pengangkatan pertama kali dalam jabatan, pembebasan sementara dalam jabatan, perubahan jabatan, pengangkatan kembali untuk jabatan fungsional kesehatan sesuai peraturan yang berlaku guna pengolahan data selanjutnya; i) Mengoreksi konsep usulan pencantuman gelar pegawai sesuai
peraturan yang berlaku guna pengolahan data selanjutnya;
j) Mengoreksi konsep usulan diklat pegawai sesuai peraturan yang berlaku guna pengolahan data selanjutnya;
k) Menyusun Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja berdasarkan ketentuan yang berlaku sebagai bahan penyusunan formasi jabatan dan kebutuhan pegawai lingkup bahan;
l) Mengontrol kegiatan pengelolaan surat masuk, surat keluar, barang milik daerah serta urusan kehumasan dan keprotokolan sesuai peraturan yang berlaku agar kegiatan berjalan lancar;
m) Memberikan penilaian kerja dan prestasi bawahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
n) Menyampaikan saran dan pertimbangan baik secara lisan maupun tertulis kepada atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
o) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan, baik lisan maupun tertulis untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
Lkj 2020
6 2) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan, yang mempunyai tugas :
a) Menyiapkan, menyusun rencana program kerja rutin dan pembangunan jangka pendek dan jangka panjang di lingkungan Badan;
b) Mengatur dan mengawasi pengelolaan administrasi keuangan Badan meliputi perencanaan anggaran, pengelolaan anggaran dan pelaporan;
c) Menyelenggarakan pembukuan serta perhitungan evaluasi perbendaharaan dan pertanggung jawaban keuangan;
d) Mengatur dan mengawasi bendaharawan pengeluaran, bendaharawan penerima dan pengelola keuangan lainnya dalam pelaksanaan tugasnya;
e) Membuat laporan keuangan berdasarkan bahan masukan dari satuan organisasi di lingkungan Badan;
f) Melaksanakan koordinasi kesekretariatan sesuai bidang tugas sub bagian di lingkungan Badan;
g) Menyusun bahan pembinaan dan bimbingan perbendaharaan kepada bendaharawan yang ada di lingkungan Badan;
h) Menyusun bahan koordinasi, mengatur dan mengawasi pengelolaan keuangan (gaji, tunjangan dan upah pegawai, permintaan pencairan, kegiatan verifikasi) yang ada dalam lingkup Badan;
i) Membuat konsep surat, telaahan, rekomendasi dan bahan naskah lain yang berkaitan dengan perencanaan dan keuangan sesuai pedoman kerja dan atau arahan maupun disposisi pimpinan untuk dijadikan bahan pertimbangan dan tindaklanjut pimpinan;
j) Memberikan petunjuk dan arahan kepada bawahan sesuai bidang tugas agar dalam pelaksanaan tugas selalu mempedomani prosedur dan program kerja yang telah ditetapkan;
k) Membagi tugas-tugas kepada bawahan sesuai tupoksi dan bidang tugasnya agar perkerjaan terbagi habis;
l) Melakukan evaluasi monitoring kepada tugas-tugas bawahan sesuai dengan program dan prosedur yang berlaku untuk mengukur/menilai hasil pelaksanaan kegiatan/kerja;
Lkj 2020
7 m) Melakukan inventarisasi permasalahan-permasalahan yang
berhubungan dengan bidang tugasnya dan menyusun petunjuk pemecahannya;
n) Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya;
o) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.
3. Bidang Pajak dan Retribusi Daerah
Bidang Pajak dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pajak daerah (non PBB dan BPHTB) dan pengembangan penerimaan retribusi daerah.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Pajak dan Retribusi Daerah mempunyai fungsi :
a. Penyusunan program dibidang Pajak dan Retribusi Daerah di lingkungan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah;
b. Pelaksanaan pendaftaran/pendataan, pemeriksaan, penetapan, pembukuan, penagihan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. Pelaksanaan pengelolaan penerimaan/pendapatan daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah;
d. Pelaksanaan pembinaan pengelolaan administrasi pajak dan retribusi daerah;
e. Pelaksanaan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah;
f. Perumusan rencana strategis terhadap peluang peningkatan penerimaan daerah serta faktor-faktor yang menjadi penghambat; g. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan tentang
langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
Lkj 2020
8 Bidang Pajak dan Retribusi Daerah terdiri dari :
1) Sub Bidang Pendataan dan Penetapan Pajak dan Retribusi yang mempunyai tugas pokok :
a) Menyusun rencana program dan kegiatan Seksi Pendataan dan Penetapan Pajak;
b) Menyusun bahan petunjuk teknis lingkup Pendataan dan Penetapan Pajak;
c) Menghimpun, mengelola dan mencatat data obyek pajak, dan subyek pajak daerah;
d) Menghimpun, mengelola dan mencatat data obyek pajak, dan subyek pajak daerah;
e) Mendistribusikan dan menerima kembali formulir pendaftaran yang telah diisi oleh wajib pajak daerah
f) Membuat dan memelihara daftar induk wajib pajak daerah;
g) Menyusun laporan formulir pendaftaran wajib pajak daerah yang diterima kembali;
h) Melaksanakan pencatatan data objek pajak daerah, registrasi, akreditasi dan pemrosesan surat keterangan fiskal dan penetapan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) perhitungan penerimaan pajak daerah;
i) Menyusun data penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah-Surat Ketetapan Pajak Daerah (SPTPD-SKPD), Daerah-Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) dan pengurusan Penerangan Jalan Umum (PJU);
j) Membuat telaahan sesuai hasil analisis sebagai bahan pengambilan keputusan/pemecahan masalah;
k) Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
Lkj 2020
9 2) Sub Bidang Penagihan, Restitusi dan Pelaporan Pajak dan Retribusi
yang mempunyai tugas pokok :
a) Menyusun rencana kegiatan seksi sesuai program kerja bidang dan rencana kegiatan tahun sebelumnya sebagai pedoman kerja;
b) Melaksanakan koordinasi melalui rapat dalam rangka pelaksanaan penagihan Pajak Daerah;
c) Membagi tugas kepada bawahan dengan memberikan disposisi dan arahan sesuai bidang tugas agar pekerjaan terbagi habis; d) Menyusun usulan konsep rencana strategis seksi sesuai ketentuan
yang berlaku agar tertib administrasi;
e) Melaksanakan kegiatan penagihan terhadap piutang dan tunggakan pajak daerah, serta memberikan pertimbangan dan keberatan atas penagihan piutang tunggakan pajak daerah berdasarkan peraturan yang berlaku sehingga kegiatan berjalan dengan lancar;
f) Melaksanakan kebijakan pertimbangan dan keberatan pengenaan Pajak Daerah sesuai mekanisme agar pekerjaan berjalan dengan lancar;
g) Melaksanakan pemindahbukuan penerimaan awal dan penerimaan akhir pajak daerah akibat terjadinya restitusi berdasarkan ketentuan yang berlaku agar tertib administrasi;
h) Menerbitkan surat tagihan pajak daerah yang telah melampaui batas akhir pembayaran berdasarkan ketentuan yang berlaku agar tertib administrasi;
i) Menyusun sistem dan prosedur penagihan pajak dan retribusi daerah sebagai pedoman kerja agar pekerjaan berjalan dengan lancar;
j) Melaksanakan klasifikasi, penentuan skala prioritas pajak daerah berdasarkan tingkat urgensinya agar tercapai optimalisasi pendapatan daerah;
k) Membuat telaahan sesuai hasil analisis sebagai bahan pengambilan keputusan/pemecahan masalah;
l) Menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai hasil kerja sebagai bahan pertanggung jawaban;
Lkj 2020
10 m) Membagi tugas kepada bawahan dengan memberikan disposisi
dan arahan sesuai bidang tugas agar pekerjaan terbagi habis; n) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan atasan sesuai bidang
tugas untuk kelancaran kegiatan.
4. Bidang PBB dan BPHTB
Bidang PBB dan BPHTB melaksanakan kegiatan pendataan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), melaksanakan perhitungan, penetapan dan penagihan jumlah pajak yang telah melampaui batas waktu jatuh tempo, melayani keberatan dan permohonan banding serta pelaporan.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang PBB dan BPHTB mempunyai fungsi:
a. Penyusunan program dibidang PBB dan BPHTB dilingkungan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah;
b. Pengolahan data subyek dan obyek PBB dan BPHTB melalui Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) serta pemeriksaan lokasi/lapangan atas tembusan surat dinas dari instansi lainnya;
c. Penyusunan daftar Induk Wajib Pajak PBB dan BPHTB, dan penyimpanan surat perpajakan yang berkaitan dengan pendataan; d. Penghitungan dan penetapan jumlah pajak yang terhutang serta
menghitung besarnya angsuran atas permohonan wajib pajak;
e. Penyusunan laporan realisasi penerimaan pajak dan tunggakan pemunggutan/pembayaran/penyetoran PBB dan BPHTB;
f. Penagihan PBB dan BPHTB serta memberikan pelayanan keberatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas fungsinya.
Lkj 2020
11 Bidang PBB dan BPHTB terdiri dari :
1) Sub Bidang Pendataan dan Penetapan PBB dan BPHTB yang mempunyai tugas pokok :
a) Melaksanakan rencana kegiatan seksi sesuai program kerja dan rencana kegiatan tahun sebelumnya sebagai pedoman kerja;
b) Melakukan kegiatan pendataan, penetapan PBB dan BPHTB kepada semua obyek/subyek PBB & BPHTB;
c) Menyusun usulan konsep rencana strategis seksi sesuai ketentuan yang berlaku agar tertib administrasi;
d) Membuat laporan tentang formulir pendaftaran wajib PBB dan BPHTB yang diterima kembali;
e) Membuat dan memelihara daftar induk wajib pajak PBB dan BPHTB; f) Menetapkan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) khusus
PBB dan khusus BPHTB;
g) Menyimpan arsip surat PBB dan BPHTB yang berkaitan dengan pendataan dan pendaftaran daerah;
h) Menerbitkan surat tagihan PBB dan BPHTB;
i) Menerima dan memproses permohonan keberatan dari wajib pajak PBB dan BPHTB;
j) Memproses penerbitan surat persetujuan dan/atau penolakan permohonan keberatan wajib pajak;
k) Melaksanakan pembinaan teknis operasional, bimbingan dan petunjuk kepada semua unit kerja daerah yang melaksanakan pemungutan PBB dan BPHTB;
l) Melaksanakan pengolahan data pajak PBB dan BPHTB sebagai bahan penyusunan laporan penerimaan pajak daerah;
m) Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya.
2) Sub Bidang Penagihan dan Pelaporan PBB dan BPHTB yang mempunyai tugas pokok :
a) Menyusun rencana kegiatan seksi sesuai program kerja dan rencana kegiatan tahun sebelumnya sebagai pedoman kerja;
Lkj 2020
12 b) Melaksanakan koordinasi melalui rapat dalam rangka pelaksanaan
penagihan dan pelaporan PBB dan BPHTB;
c) Menyusun usulan konsep rencana strategis seksi sesuai ketentuan yang berlaku agar tertib administrasi;
d) Melaksanakan kegiatan penagihan terhadap piutang dan tunggakan PBB dan BPHTB serta memberikan pertimbangan dan keberatan atas penagihan piutang tunggakan PBB dan BPHTB berdasarkan peraturan yang berlaku sehingga kegiatan berjalan dengan lancar; e) Melaksanakan kebijakan pertimbangan dan keberatan pengenaan
Pajak PBB dan BPHTB sesuai mekanisme agar pekerjaan berjalan dengan lancar;
f) Menerbitkan surat tagihan PBB dan BPHTB yang telah melampaui jatuh tempo pembayaran berdasarkan ketentuan yang berlaku agar tertib administrasi;
g) Menyusun sistem dan prosedur penagihan pajak PBB dan BPHTB sebagai pedoman kerja agar pekerjaan berjalan dengan lancar; h) Menyusun laporan secara berkala mengenai realisasi penerimaan
dan tunggakan pajak daerah dan retribusi daerah;
i) Me n ye len gga r aka n pem bu kua n d an rek ons ilia s i h as il p ene rim a an d ae ra h ;
j) Mengontrol pelaksanaan tugas bawahan sesuai hasil kerja agar diketahui realisasi kegiatan, permasalahan dan upaya pemecahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
k) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan atasan sesuai bidang tugas untuk kelancaran kegiatan.
5. Bidang Pengendalian dan Pengembangan
Bidang Pengendalian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, perencanaan, dan pengembangan pendapatan daerah, evaluasi, dan pengendalian pajak dan retribusi daerah.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Pengendalian dan Pengembangan mempunyai fungsi :
Lkj 2020
13 a. Penyusunan program di bidang Pengendalian dan Pengembangan di
lingkungan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah;
b. Pelaksanaan penyusunan, pengelompokan, maupun pengklasifikasian perencanaan dan pengembangan pendapatan daerah, evaluasi dan pengendalian pajak dan retribusi daerah;
c. Pelaksanaan evaluasi, monitoring, pengendalian dan laporan terhadap sumber-sumber pajak dan retribusi daerah;
d. Pelaksanaan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pengembangan dan penggalian sumber-sumber pajak dan retribusi daerah;
e. Pelaksanaan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan tentang langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
f. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Bidang Pengendalian dan Pengembangan terdiri dari :
1) Sub Bidang Penyuluhan dan Pengembangan mempunyai tugas : a) Menyusun rencana program dan kegiatan Seksi Pengembangan dan
Penyuluhan;
b) Menyusun bahan petunjuk teknis lingkup Pengembangan dan Penyuluhan;
c) Melaksanakan pengumpulan bahan dalam rangka menyusun materi dan metode penyuluhan;
d) Melaksanakan penyiapan tenaga dan sarana prasarana penyuluhan; e) Melaksanakan pengembangan perencanaan, sarana prasarana,
materi dan metode sistem kerja penyuluhan;
f) Melaksanaan penyuluhan serta pelatihan kepada masyarakat;
g) Melaksanakan koordinasi penyuluhan dan pengendalian dengan instansi terkait;
h) Penyiapan bahan dan data penyusunan rencana potensi pendapatan daerah di bidang pajak dan retribusi daerah
i) Penyiapan bahan dan data pengkajian serta kerjasama dengan pihak lain dalam rangka pengembangan potensi pajak dan retribusi daerah;
Lkj 2020
14 j) Menyiapkan bahan dan melaksanakan indeks kepuasan pelayanan; k) Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan tentang
langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
l) Mengerjakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
2) Sub Bidang Pengawasan dan Pengendalian yang mempunyai tugas : a) Penyiapan rencana program dan kegiatan Seksi Pengawasan dan
Pengendalian;
b) Menyusun bahan petunjuk teknis Seksi Pengawasan dan Pengendalian;
c) Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan intensifikasi serta ekstensifikasi pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah;
d) Melakukan monitoring serta pengendalian terhadap pelaksanaan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah;
e) Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap sumber-sumber pendapatan daerah lainnya;
f) Melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan obyek dan subyek pajak daerah;
g) Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
h) Mengerjakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
6. Unit Pelayanan Teknis Badan
a. UPT Pajak Daerah pada Badan adalah unit pelaksana teknis badan yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang.
b. UPT Pajak Daerah terbagi dua wilayah yaitu UPT Pajak Daerah Wilayah I yang meliputi Kecamatan Banjabaru Utara, Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Kecamatan Cempaka sedangkan UPT Pajak Daerah Wilayah II yang meliputi Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang.
Lkj 2020
15 c. Kegiatan teknis operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis yang secara langsung berhubungan dengan pelayanan.
d. Kegiatan teknis penunjang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah melaksanakan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan tugas badan.
e. Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan dan wajib menyampaikan laporan kegiatan pelaksanaan tugas secara berkala sebagai bahan informasi dan evaluasi sedangkan dalam melaksanakan fungsinya melalui koordinasi bidang terkait.
Lkj 2020
Lkj 2020
17
D. SUMBER DAYA SKPD
Secara umum Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru memiliki sumber daya manusia Pegawai Negeri Sipil sebanyak 41 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 25 orang dan perempuan Sebanyak 16 orang. Sedangkan Pegawai Tidak Tetap berjumlah 1 orang terdiri dari laki-laki sebanyak 1 orang. Disamping itu, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah juga memiliki 62 orang Tenaga Kontrak yang terdiri dari 35 orang laki-laki dan 27 orang perempuan.
No. Nama Jabatan Pangkat/
Golongan
Pendidikan
1 Drs. Rustam Effendi, M.AP Kepala BPPRD Pembina Utama Muda (IV/c)
S2
2 Masrul, SP Sekretaris Pembina Tk. I
(IV/b)
S1 3 H. Dodih Saputra, S. Hut, MS Kabid Pajak dan Retribusi Daerah Pembina
(IV/a)
S2 4 Masjuaini, S.Sos, M.Si Kabid PBB dan BPHTB Pembina
(IV/a)
S2 5 Dra. Laili Faridah Kabid Pengendalian dan
Pengembangan
Pembina (IV/a)
S1 6 Ehda Fauzana, SE, MM Kasubag Umum &
Kepegawaian
Penata Tk. I (III/d)
S2 7 Ifit Wijayanti, SE Kasubag Perencanaan &
Keuangan
Penata (III/c)
S1 8 Saparuddin, SE Kasubbid Penagihan, Restitusi,
Pelaporan Pajak & Retribusi Daerah
Penata Tk. I (III/d)
S1 9 Sapto Nugroho, SE Kasubbag Pendataan, Penetapan
Pajak & Retribusi Daerah
Penata Tk. I (III/d)
S1 10 Ratih Ristiasiri, SE, M. Ec. Dev Kasubbid Penagihan dan Pelaporan
PBB & BPHTB
Penata (III/c)
S2 11 Akhdiyat Saputra, SE Kasubbid Pendataan dan Penetapan
PBB & BPHTB
Penata (III/c)
S1 12 Syafruddin, BA Kasubbid Pengawasan dan
Pengendalian
Pembina (IV/a)
D3 13 Fauzi Mutaqin, SH Kasubbid Penyuluhan &
Pengembangan
Penata Tk. I (III/d)
S1 14 Muhammad Munadjat, S.AP Kepala UPT Pajak Daerah Wilayah I Penata Tk.I
(III/d)
S1 15 Charisma Putra D, SE Kepala UPT Pajak Daerah Wilayah II Penata
(III/c)
S1 16 Susilowati, SE, MM Kasubbag TU UPT Pajak Daerah
Wilayah I
Penata (III/c)
S2 17 Taufik Rahman, SE Kasubbag TU UPT Pajak Daerah
Wilayah II
Penata (III/c)
S1 18 Nurhasanah, SE Verifikator Keuangan Penata
(III/c)
S1 19 Rahmiyati, S. Sos Penyusun Kebutuhan Barang
Inventaris
Penata (III/c)
S1 20 Nyimas Noor A’in, SE Bendahara Gaji Penata
(III/c)
Lkj 2020
18 21 Candra Fitriyah, SE Bendahara Pengeluaran Penata
(III/c)
S1 22 Siti Norjennah, SE Penata Laporan Keuangan Penata Muda Tk. I
(III/a)
S1 23 Rizali Rahman, A.Md Bendahara Penerimaan Pengatur Tk. I
(II/d)
S1 24 Iwan Setiaji Pengelola Sarana & Prasarana Kantor
(Bendahara benda Berharga)
Pengatur (II/c)
SMU 25 Hj. Misrohana Pengadministrasi Persuratan
(Pengelola Absensi)
Pengatur Muda Tk. I (II/b)
SMU 26 Hj. Siti Raudah HS Pembantu Pengurus Barang Pengguna Pengatur Muda Tk. I
(II/b)
SMU 27 Afrizzal, SE Pengolah Data Penagihan Pajak Penata
(III/c)
S1 28 Gt. Denny Anshari, M. A. Md, S.Sos Pengolah Data dan Penagihan Pajak Penata Muda Tk. I
(III/b)
S1 29 Muhammad Benny Rosadi, SE Analis Pajak/Retribusi Daerah Penata Muda Tk. I
(III/b)
S1 30 Hj. Siti Karimah, SE Pengolah Data & Dokumen Perpajakan Penata
(III/c)
S1 31 Nawfal Aliyyah, SE Pengolah Data, Pendataan, Pemetaan
& Penilaian
Penata Muda Tk. I (III/b)
S1 32 Benyamin Uhil, SE Analis Penagihan Pajak Penata Muda Tk. I
(III/b)
S1 33 Muhammad Fauzan, A.Md Pengolah Data dan Dokumen
Perpajakan
Penata Muda (III/a)
D3 34 Uun Isniansyah, A.Md Pengolah Data, Pendataan,
Pementaan & Penilaian
Penata Muda (III/a)
D3 35 Nugraha Nisfhi Muhammad, S.STP Analis Pajak/Retribusi Daerah Penata Muda
(III/a)
S1 36 Putut Arissando, A.Md Pengolah Data, Pendataan,
Pementaan & Penilaian
Pengatur Tk. I (II/d)
D3 37 Nety Verawati, SE Pengolah Data Pelayanan Penata
(III/c)
S1 38 Arizal Asmiansyah, SE Verifikator Pajak Penata Muda
(III/a)
S1 39 Firdaus Verifikator Pajak Pengatur Tk.I
(II/d)
SMU 40 Gt. Shinta Fitriana, S.AP Pengelola Pendaftaran & Pendataan
Pajak/Retribusi
Penata Muda (III/a)
S1 41 Rachmat Taufik Pembantu Bendahara Penerimaan Pengatur
(II/C)
SMU 42 Didy Machyudi, A.Md Pengelola Pendaftaran dan Pendataan NRPTT. 754.058.003 D3 43 Maryono Pengelola Sarana & Prasarana Kantor NRTK. 100.81.08 SMU 44 Eva Susi Handayani, SE Pengadministrasi Sarana & Prasarana NRTK. 294.80.08 S1 45 Agus Sofian, S.Sos Pengadministrasi Keuangan NRTK. 280.86.09 S1 46 Fitriani Pengadministrasi Umum NRTK. 386.91.09 SMU 47 Gt. Emelda Winda W., SE Pengadministrasi Perenc. Keu &
Program
NRTK. 412.89.09 S1 48 Violita Septiani, SE Pengadministrasi Keuangan NRTK. 409.87.09 S1 49 Arif Rahman Pengelola Sarana & Prasarana Kantor NRTK. 186.76.10 SMU
Lkj 2020
19 50 Bella Septya A., SE, MM Pengadministrasi Umum NRTK. 018.90.11 S1 51 Abuzar Ghiffari, SE Pengadministrasi Pajak NRTK. 413.90.09 S1 52 Indra Agustiawan, SE Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRTK. 121.84.08 S1 53 Riadi Atmaja, SH Analis Kebijakan Penerimaan NRTK. 385.85.09 S1 54 Muhammad Said Pengelola PBB, P2 & BPHTB NRTK. 127.89.10 SMU 55 Indra Martiadie Arie, SE Pengelola Data Perpajakan NRTK. 293.82.08 S1 56 Nadya Fazriah Pengawas Kepatuhan Transaksi
Keuangan
NRTK. 004.92.12 S1 57 Desyi Rusmalianti B, SE Pengelola Pendaftaran & Pendataan NRTK. 003.83.10 S1 58 M. Arie Septian S.AP Pengelola Pendaftaran & Pendataan NRTK. 017.86.11 S1 59 Hisda Rosiani, SE Pengadministrasi Umum NRTK. 039.90.07 S1 60 Latipah, SE Pengadministrasi Keuangan NRTK. 411.89.09 S1 61 M. Hasbi Ashsiddieqy, A.Md Pengadministrasi Penerimaan NRTK. 001. 89.12 D3 62 Ummi Kaltsum, S.Pd.I Pengadministrasi Penerimaan NRTK. 008.89.12 S1 63 Syarif Hidayat Pengadministrasi Pajak NRTK. 384.81.09 SMU 64 M. Syahrian, SE Pengadministrasi Kepegawaian NRHR. 009.85.2016 S1 65 Lita Cahaya Ningtias, SE Pengadministrasi Keuangan NRHR. 010.93.2016 S1 66 Faisal Adam Rabidewa, SE Pengelola PBB, P2 dan BPHTB NRHR. 008.89.2015 S1 67 Saipul Rahman, A.Md Pengelola PBB, P2 dan BPHTB NRHR. 007.89.2015 S1 68 Lisda Apriyanti, A.Md Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRHR. 011.95.2016 D3 69 Roby Selvawan, SE Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRHR. 004.89.2014 S1 70 Nur Annisa, SE Analis Pelaporan & Transaksi
Keuangan
NRHR. 013.91.2017 S1 71 Naila Ma’rufa, S.Pd Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRHR. 015 94 2017 S1 72 Andhika Putera Firdaus, SH Pengelola Pendaftaran & Pendataan
Pajak/Retribusi
NRHR. 002.89.2014 S1 73 Denni Setiawan, S.Kom Pengelola Pendaftaran & Pendataan
Pajak/Retribusi
NRHR. 005.89.2014 S1 74 Siti Febrina Rahmiani, SP Pengadminitrasi Keuangan NRHR. 003.91.2014 S1 75 Aulia Rahmi Pengadministrasi Umum NRHR. 006.96.2015 SMU 76 Taufik Rachman, S.Pd.I Pengelola Pendaftaran & Pendataan
Pajak/Retribusi
NRHR. 001.89.2013 SMU 77 Agus Salim Pengelola Pendaftaran & Pendataan
Pajak/Retribusi
NRHR. 012.86.2016 SMU 78 Heryawan Maulana Pengolah Data Pelayanan NRRLWN. 005 1991
2017
Lkj 2020
20 79 M. Safitrianoor Pengadministrasi Penerimaan NRRLWN. 003 1997
2017
SMU 80 M. Aspihani, S.Pd Pengolah Data Pelayanan NRRLWN. 006 1990
2017
S1 81 M. Dien Safirie, S.Pd.I Pengadministrasi Pajak NRRLWN. 007 1984
2017
S1 82 Mifta Hikmah Rizky Pengelola Pendaftaran & Pendataan NRRLWN. 004 1996
2017
SMU 83 Khamsa Yaumi Utari Pengolah Data Pelayanan NRRLWN. 008 1993
2017
D3 84 M. Subhan Ansyari Analis Pemeriksa Pajak NRRLWN. 010 1996
2017
SMU 85 Rifan Arif Rianto Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRRLWN. 009 1998
2017
SMU 86 M. Emir Faqih Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRRLWN. 018 2000
2018
SMU 87 Virginia Agustin, S.Kom Pengolah Data Pelayanan NRRLWN. 012 1988
2017
S1 88 Eli Ermawati, SE Pengadministrasi Umum NRRLWN. 013 1991
2017
S1 89 Rezda Dwi Safitri, SE Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRRLWN. 014 1994
2017
S1 90 Ridhani Rahman, S.Pd Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRRLWN. 016 1993
2017
S1 91 Rizkynda Mardhani P, SE Pengelola Data & Dokumen
Perpajakan
NRRLWN. 015 1992 2017
S1 92 Noorhayati Petugas Kebersihan Kantor NRRLWN. 002 1985
2017
SMU 93 Dwi Margianti Pengadministrasi Sarana & Prasarana NRRLWN. 001 1978
2017
SMU 94 Syariffina Darwis, S.Pd Pengolah Data Pelayanan Perpajakan NRRLWN. 017 1995
2017
S1 95 Fatah Prasetyo, A.Md.Pjk Pengelola Data Penagihan Pajak NRRLWN. 019 1996
2018
D3 96 Novi herlyastuti, SE Pengelola Data & Dokumen
Perpajakan
NRRLWN. 024 1996 2019
S1 97 Bogar Satria, S.Kom Pengelola Data & Informasi Pajak NRRLWN. 020 1987
2019
S1 98 M. Luthfi Gunawan A.Md Analis Pajak/Retribusi Daerah NRRLWN. 021 1996
2019
D3 99 Rizkia Nur Amilia Pengelola Data Perpajakan NRRLWN. 023 1999
2019
SMU 100 M. Fahri Khairullah Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRRLWN. 025 1992
2019
S1 101 Rizki Yudha Widianto, SE Pengolah Data & Dokumen Perpajakan NRRLWN. 022 1989
2019
S1 102 Munandar Ramadhan, S.Si Pengawas Kepatuhan Transaksi
Keuangan
NRRLWN. 026 1994 2019
S1 103 M. Ryan Hidayat Pengadministrasi Keuangan NRRLWN. 027 2001
2019
SMU 104 M. Al Hafiz Hidayat Pengadministrasi Umum NRRLWN. 028 2001
2020
SMU
Tabel I.1
Lkj 2020
21
E. LINGKUNGAN STRATEGIS YANG BERPENGARUH
Kota Banjarbaru dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1999 dengan demikian relatif masih baru dibandingkan dengan Kabupaten dan Kota lain di Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Kota Banjarbaru merupakan Kota penyangga dari Kota Banjarmasin, Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Ini ditandai dengan pemasangan tiang pancang pertama pembangunan Gedung Kantor Sekretariat Daerah/Gubernur Kalimantan Selatan pada Tanggal 11 Februari 2009. Dalam periode terakhir Kota Banjarbaru berkembang dengan sangat pesat, antara lain ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya.
Di wilayah Kota Banjarbaru terdapat banyak institusi dan aset penting Provinsi Kalimantan Selatan, diantaranya :
1. Universitas Lambung Mangkurat 2. Bandar Udara Syamsuddin Noor 3. Pusat Pelatihan Kesehatan
4. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman 5. Badan Diklat Provinsi Kalimantan Selatan
6. Badan/Kantor/Instansi/UPTD Provinsi dan Kabupaten
Dengan kondisi seperti di atas, penataan Kota Banjarbaru menjadi hal yang sangat penting dan strategi (important dan crusial), untuk menghindari perkembangan kota yang tidak teratur dimasa yang akan datang.
F. STRATEGI DAN KEBIJAKAN PENGAWASAN
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru menjunjung semangat dan komitmen melaksanakan manajemen tata pemerintahan yang baik (Good Governance) dan mewujudkan pembaharuan dan perbaikan dalam bidang pengawasan. Dan dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolak ukur kinerja yang diselaraskan dengan arah kebijakan
Lkj 2020
22 dan program pembangunan daerah, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah menetapkan visi dan misi yang kemudian dijabarkan dalam tujuan agar lebih terarah dan operasional berupa perumusan tujuan rencana strategis. Rencana strategis Tahun 2016-2021 dibuat sebagai dasar acuan dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan, visi, misi serta tujuan strategis Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru.
Visi dan Misi Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru dalam Renstra 2016-2021 telah sejalan dengan kebijakan mewujudkan pemerintahan yang baik sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru Tahun 2016–2021. Komponen perencanaan strategis meliputi pernyataan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian tujuan dan sasaran yang berupa kebijakan dan program kerja. Komponen-komponen perencanaan strategis tersebut telah dituangkan dalam dokumen Rencana Strategis Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Tahun 2016-2021.
Visi : “ MENJADIKAN BANJARBARU SEBAGAI KOTA TAAT PAJAK“ Misi :
1. Meningkatkan kesadaran Wajib Pajak dengan memberikan advokasi secara merata.
2. Meningkatkan pelayanan melalui perbaikan sarana dan prasarana termasuk sistem aplikasi online.
3. Meningkatkan koordinasi kepada Instansi terkait dalam hal pelaksanaan program dan kegiatan.
4. Melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi secara berkelanjutan. 5. Melakukan tindakan tegas bagi Wajib Pajak yang tidak taat peraturan. 6. Membentuk karakter aparatur pajak yang kompeten dan profesional. 7. Melakukan upaya perbaikan data yang lebih valid dan dipercaya serta
Lkj 2020
23 Tujuan : “Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) ” Isu Strategi :“Masih Rendahnya Tingkat Kemandirian Daerah’’
Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru juga telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang digunakan dalam periode Tahun 2016-2021 sesuai periode Renstra yang ditetapkan melalui Keputusan Walikota Banjarbaru Nomor 369 Tahun 2011 tentang Penetapan Indikator Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.
Tabel I.2
Indikator Kinerja BPPRD Kota Banjarbaru
No Indikator Kinerja Target 2019 Target 2020 Target 2020
Perubahan 1. Jumlah Potensi wajib pajak yang berhasil
di verifikasi
316 NPWD 333 NPWD 300 NPWD
2. Jumlah Potensi wajib pajak dan retribusi yang berhasil di validasi
1.576 WPD 1.603 WPD 1.500 WPD
3. Jumlah Penerimaan Pajak Daerah ( Non PBB dan BPHTB ) ditahun Berjalan
Rp. 75.741.621.467,- Rp. 80.245.089.497,- Rp. 54.216.722.175,-
4. Jumlah Penerimaan Retribusi ditahun Berjalan
Rp. 9.186.041.600,- Rp. 9.595.640.360,- Rp. 5.212.400.000,-
5. Jumlah Wajib Pajak yang termonitoring 1.576 WPD - - 6. Jumlah penurunan objek pajak dan
retribusi daerah yang menunggak
36 NPWPD 36 NPWPD 26 NPWPD
7. Jumlah Potensi yang berhasil divalidasi dan di verifikasi data PBB-P2
5.000 NOP 5.000 NOP 5.000 NOP
8. Jumlah Potensi yang berhasil divalidasi dan di verifikasi data BPHTB
7.000 SSPD 8.000 SSPD 8.000 SSPD
9. Jumlah Penerimaan BPHTB ditahun Berjalan
Rp. 32.471.632.678,- Rp. 32.971.632.676,- Rp. 20.000.000.000,-
10. Jumlah Penerimaan PBB ditahun Berjalan
Rp. 12.122.559.825,- Rp. 13.622.559.825,- Rp. 13.622.559.825,-
11. Jumlah Penurunan Tunggakan PBB-P2 Rp. 6.500.000.000,- Rp. 6.000.000.000,- Rp. 6.000.000.000,- 12. Wajib pajak yang diberi pembinaan dan
penyuluhan / sosialisasi
4.850 WPD 4.900 WPD 1.000 WPD
13. Wajib pajak yang dilayani sesuai SOP 1.428 WPD 1.533 WPD 1.533 WPD
14. Nilai SKM 100 % 100 % 100 %
15. Potensi pajak yang diverifikasi dan divalidasi
Lkj 2020
24
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah mengamatkan setiap instansi pemerintah untuk membuat perjanjian kinerja.
Perjanjian Kinerja lembar atau dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program atau kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Pada dasarnya perjanjian kinerja adalah pernyataan komitmen pimpinan yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam satu tahun tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang dimiliki oleh organisasi.
Sebagai bagian dari upaya memenuhi misi organisasi, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru sebagai Lembaga Teknis Daerah atau Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Banjarbaru menyusun Perjanjian Kinerja Tahun 2020 setelah menerima dokumen pelaksanaan anggaran yang ditanda tangani oleh Walikota dan Kepala Badan selaku pimpinan SKPD. Dokumen penetapan kinerja Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Tahun 2020 memuat 1 (satu) sasaran dengan 5 (lima) indikator
kinerja utama.
Lkj 2020
25
Tabel II.1
Perjanjian Kinerja BPPRD Kota Banjarbaru
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA UTAMA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN
Meningkatnya Target Penerimaan Pajak dan
Retribusi Daerah Meningkatnya Target Penerimaan Pajak Daerah Rp. 126.839.282.000,- 1. Program Administrasi Perkantoran 2. Program Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur
3. Program Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
4. Program Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan Pajak Daerah
5. Program Pengendalian dan Pengembangan Meningkatnya Target Penerimaan Retribusi Daerah Rp. 9.595.640.360,- SKM Baik
Nilai hasil evaluasi AKIP A Persentase Temuan BPK/Inspektorat yang ditindak lanjuti 100 %
Lkj 2020
26
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Laporan Kinerja Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru dibuat berpedoman pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintahyang merupakan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
Laporan kinerja ini mengungkapkan capaian kinerja sasaran strategis yang merupakan kinerja utama terhadap target pada indikator kinerja yang ditetapkan dalam renstra, disertai pembandingan antara target dan realisasi tahun ini maupun dengan tahun lalu, membandingkan dengan target akhir RENSTRA maupun dengan standar nasional.
A. CAPAIAN KINERJA TAHUN 2019
Capaian kinerja sasaran meningkatnya akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah dengan indikator nilai SAKIP adalah :
No Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi
1 Nilai SAKIP Nilai B BB
Tabel III.1
Nilai SAKIP BPPRD Kota Banjarbaru Tahun 2019
Pengukuran capaian kinerja indikator nilai SAKIP diperoleh berdasarkan hasil Evaluasi Atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pencapaian indikator nilai SAKIP dari target yang telah ditentukan yaitu nilai B, telah terealisasi dengan tingkat BB yaitu dengan nilai 71,19. Dengan rincian penilaian sebagai berikut :
Lkj 2020
27
No Komponen yang dinilai Bobot Nilai Tahun 2019
a Perencanaan kinerja 30 21,87
b Pengukuran kinerja 25 21,87
c Pelaporan kinerja 15 11,78
d Evaluasi internal 10 4,9
e Capaian Kinerja 20 14,21
NILAI HASIL EVALUASI 100 71,19
TINGKAT AKUNTABILITAS KINERJA BB
Tabel III.2
Penialaian Kinerja BPPRD Kota Banjarbaru Tahun 2019
Penilaian tersebut menunjukkan tingkat efektifitas dan efesiensi penggunaan anggaran dibandingkan dengan capaian kineja, kualitas pembangunan budaya kinerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada hasil di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru sudah menunjukkan hasil yang baik.
B. PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA 2 TAHUN TERAKHIR
Tahun 2020 merupakan tahun ke 5 dalam Perencanaan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Realisasi dan capaian kinerja 2 tahun terakhir dibandingkan dengan kinerja Tahun 2020 sebagai berikut :
No Indikator Sasaran 2017 2018 2019
1 Nilai SAKIP LHE
B B BB
(60,12) (67,72) (71.19)
Tabel III.3
Perbandingan Kinerja 2 Tahun Terakhir
Perbandingan realisasi dan capaian kinerja tahun 2019 dengan realisasi dan capaian kinerja 2 tahun sebelumnya, yaitu tahun 2017 dan 2018 terdapat peningkatan yang signifikan dari kategori B menjadi kategori BB, dengan rincian penilaian :
Lkj 2020
28 NO KOMPONEN YANG DINILAI BOBOT NILAI TAHUN
2017 2018 2019 a Perencanaan kinerja 30 22,35 22,91 21,87 b Pengukuran kinerja 25 10,00 13,44 18,44 c Pelaporan kinerja 15 10,66 13,08 11,78 d Evaluasi internal 10 4,77 5,49 4,90 e Capaian Kinerja 20 12,35 12,80 14,21
NILAI HASIL EVALUASI 100 60,13 67,72 71,20
TINGKAT AKUNTABILITAS KINERJA B B BB
Tabel III.4
Penialaian Kinerja BPPRD Kota Banjarbaru Tahun 2017-2019
Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan jumlah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayah sendiri yang dipungut berdasarkan Peraturan Daerah (Nomor 20 Tahun 2011 tentang pajak daerah) dan merupakan pelaksanaan amanah Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.
Pengukuran capaian kinerja indikator jumlah pendapatan asli daerah (PAD) diperoleh berdasarkan akumulasi penerimaan pajak dan retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta PAD lainnya yang sah. Sedangkan yang menjadi tanggung jawab BPPRD adalah dari sisi penerimaan pajak serta pengkoordinir pernerimaan retribusi.
C. REALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH TAHUN 2020
Tabel di bawah ini menunjukan target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun 2020.
Tabel III.5
Jumlah PAD Kota Banjarbaru Tahun 2020
Target murni Tahun 2020 PAD Kota Banjarbaru adalah sebesar Rp. 241,2 Milyar dan terealisasi sebesar Rp. 245,8 Milyar atau dengan capaian murni 101,9%. Tahun 2020 target PAD mengalami perubahan sebanyak 2 kali
No Indikator sasaran Target Murni Perubahan I Target Perubahan II Target Realisasi Capaian Murni Perubahan I Capaian Perubahan II Capaian 1. Jumlah
pendapatan asli daerah (Rp. Milyar)
Lkj 2020
29 dikarenakan refocusing Covid-19 dan perubahan anggaran, target perubahan I yaitu sebesar Rp. 181,67 Milyar atau terealisasi sebesar 135,3% dan target perubahan II sebesar Rp. 196,5 Milyar atau terealisasi sebesar 125,0%.
D. PERBANDINGAN REALISASI DENGAN TARGET RPJMD
Tahun Target RPJMD (Rp) Realisasi (Rp)
2016 165 M 168,5 M 2017 175 M 230,5 M 2018 188,6 M 228,5 M 2019 202,2 M 268,4 M 2020 223,7 M 245,8 M Tabel III.6
Perbandingan Realisasi dengan Target RPJMD Tahun 2016-2021
Realisasi kinerja indikator “Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD)” Tahun 2020 adalah Rp. 245,8 Milyar, terdapat selisih sebesar Rp. 22,1 Milyar lebih tinggi dibandingkan dengan target akhir RPJMD Tahun 2020 yaitu Rp. 223,7 Milyar.
Indikator Kinerja Target
(Rp./Milyar)
Realisasi (Rp./Milyar)
Capaian %
Jumlah Penerimaan Pajak Daerah 110,828 116,088 104,75 Jumlah Penerimaan Retribusi Daerah 12,206 7,215 59,11
Tabel III.7
Perbandingan Target RPJMD dan Realisasi Tahun 2020
E. PERBANDINGAN TARGET DAN REALISASI PAD DARI SISI PAJAK DAN RETRIBUSI 2 TAHUN TERAKHIR
Berikut adalah perbandingan kinerja Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru dari Tahun 2018-2020 :
Lkj 2020
30
Tahun Target (Rp) Realisasi (Rp)
2018 188,6 M 229,7 M 2019 229,4 M 264,4 M 2020 Murni 241,2 M 245,8 M 2020 Perubahan I 181,6 M 245,8 M 2020 Perubahan II 196,5 M 245,8 M Tabel III.8
Perbandingan Realisasi dengan Target RPJMD Tahun 2016-2021
Target PAD Kota Banjarbaru Tahun 2018 adalah sebesar Rp. 188,6 Milyar dan terealisasi sebesar Rp. 229,7 Milyar, target PAD Kota Banjarbaru Tahun 2019 adalah sebesar Rp. 229,4 Milyar dan terealisasi sebesar Rp. 264,4 Milyar. Tahun 2019 mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan Tahun 2018. Sedangkan untuk target murni Tahun 2020 PAD Kota Banjarbaru adalah sebesar Rp. 241,2 Milyar dan terealisasi sebesar Rp. 245,8 Milyar. Tahun 2020 target PAD mengalami perubahan sebanyak 2 kali dikarenakan refocusing Covid-19 dan perubahan anggaran, target perubahan I yaitu sebesar Rp. 181,67 Milyar dan target perubahan II sebesar Rp. 196,5 Milyar.
Adapun perbandingan target dan realisasi pajak dan retribusi daerah tahun 2018-2020 adalah sebagai berikut :
Tahun Target Pajak dan
Retribusi Daerah (Rp) Realisasi (Rp)
2018 118,6 M 139,0 M
2019 133,0 M 150,0 M
2020 103,0 M 123,0 M
Tabel III.8
Lkj 2020
31
F. PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA DENGAN PROVINSI DAN
KOTA/KABUPATEN SEKITAR
Berikut adalah perbandingan realisasi Penerimaan Asli Daerah Pemerintah Kota Banjarbaru Tahun 2020 dengan Provinsi dan Kabupaten/Kota sekitar :
No Indikator Kerja Realisasi Kota
Banjarbaru (Rp) Realisasi Provinsi Kalimantan Selatan (Rp) Realisasi Kota Banjarmasin (Rp) 1. Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD)
245,8 M 2,8 T 297,4 M
Tabel III.9
Perbandingan PAD dengan Provinsi dan Kota/Kabupaten Sekitar
Sedangkan perbandingan realisasi Pajak Daerah Pemerintah Kota Banjarbaru Tahun 2020 dengan Provinsi dan Kabupaten/Kota sekitar :
No Indikator Kerja Realisasi Kota
Banjarbaru (Rp) Realisasi Provinsi Kalimantan Selatan (Rp) Realisasi Kota Banjarmasin (Rp) 1. Pajak Daerah 116,0 M 2,2 T 168,1 M Tabel III.10
Perbandingan Pajak Daerah dengan Provinsi dan Kota/Kabupaten Sekitar
G. ANALISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/KEGAGALAN
Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru dalam penyelenggaraan pemerintahan terus berkomitmen untuk mencapai kinerja dengan baik. Realisasi kinerja Tahun 2020 ini telah mencapai target yang telah ditetapkan, namun dalam pelaksanaan ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu:
1. Pelaksanaan kegiatan mengalami kendala dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 dan program pemerintah yaitu pemberian stimulus ekonomi dan
Lkj 2020
32 kebijakan relaksasi sehingga banyak Wajib Pajak mengajukan keringanan.
2. Kemampuan membayar Wajib Pajak yang menurun akibat dari pandemi Covid-19 dan faktor lainnya, menimbulkan pengajuan pengurangan pembayaran baik itu PBB maupun BPHTB.
3. Subjek pajak berdomisili di luar daerah Kota Banjarbaru (luar Provinsi Kalimantan Selatan) sehingga sulit melakukan penagihan/koordinasi dengan Wajib Pajak yang mengakibatkan tidak maksimal.
4. Karena Pandemi Covid-19 diberikan relaksasi pajak untuk pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran yang beroperasi di dalam hotel selama 3 bulan, yaitu bulan April, Mei, Juni tahun 2020.
5. Belum semua transaksi pembayaran memakai nota/struk/karcis/bukti bayar lainnya, sehingga pemungutan pajak belum mencerminkan nilai sesungguhnya.
6. Pelaksanaan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat agak terlambat karena tidak bisa dilakukan melalui tatap muka (kuesioner manual) akibat pandemi.
7. Petugas pemeriksa pajak hingga saat ini belum ada. 8. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pajak daerah.
9. Kurangnya koordinasi antara SKPD yang memberikan rekomendasi perijinan dengan BPPRD selaku pemungut pajak.
Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Menyediakan layanan online melalui whatsapp untuk pelayanan PBB
dan BPHTB, penagihan pajak daerah melalui telepon dan pembayaran pajak daerah melalui sistem transfer ke rekening kas daerah.
2. Berkoordinasi dengan berbagai pihak, RT, Lurah dan Tokoh setempat. 3. Berkerja sama dengan jasa antar/ekspedisi untuk mengirim tagihan. 4. Melakukan pengawasan terhadap relaksasi pajak tersebut dan setelah
bulan Juni 2020, tidak diberikannya rileksasi pajak lagi.
5. Tersedianya tapping box, nota atau struk atau karcis atau bukti bayar lainnya. Tahun 2020 BPPRD mendapatkan bantuan dari Bank Kalsel berupa mesin cash register.
Lkj 2020
33 6. Melakukan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat melalui kuesioner
online.
7. Melakukan pemeriiksaan/uji petik dan mengusulkan tenaga fungsional pemeriksa pajak.
8. Sosialisasi penyuluhan tentang pajak daerah yang lebih intensif dengan cara menyebarkan informasi melalui media massa/media sosial/media
online dan juga radio sehingga jangkauan bias lebih luas.
9. Perlunya koordinasi yang lebih intensif antara SKPD yang memberikan rekomendasi perijinan dengan BPPRD selaku pemungut pajak.
Pemberian reward di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah sudah dilaksanakan sejak Tahun 2017-sekarang berupa apresiasi terhadap kinerja ASN di lingkup SKPD dengan ditetapkannya Pegawai Teladan setiap tahunnya. Sedangkan punishment berupa antara lain teguran lisan, teguran tertulis dan skorsing.
H. EFESIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA DAN PROGRAM PENUNJANG
Penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan percapaian target terutama dari segi anggaran telah dilakukan, yaitu :
1. Sumber Daya Manusia (SDM)
Mencermati dan memperhatikan kemampuan sumber daya aparatur yang ada pada Bidang Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pencapaian target yang telah ditetapkan sudah cukup efisien, dimana Sumber Daya manusia telah memiliki kompetensi yang cukup, yaitu:
a. Telah mengikuti Diklat Penilaian PBB, Penagih Pajak Daerah, PKS (Pelatihan Keterampilan di lingkup sendiri dengan narasumber dari KPP Pratama Banjarbaru/Wilayah Banjarmasin).
b. Memiliki sertifikasi keahlian (Fungsional Penilai PBB).
c. Tenaga IT yang bersertifikat sudah ada 1 (satu) orang yang pernah mengikuti sekolah singkat 1 Tahun di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)/kualifikasi profesionalisme dibidangnya, sehingga masih Perlu diadakan kerjasama lanjutan dengan STAN.
Lkj 2020
34 d. Beberapa pejabat dan staf di Tahun 2019 mengikuti diklat perpajakan yang diadakan Universitas Indonesia yaitu diklat penilaian potensi pajak dan diklat penilaian PBB.
Penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan pencapaian target terutama dari segi anggaran telah dilakukan. Efesiensi atas penggunaan anggaran tersebut adalah sebesar 97,91%.
2. Sumber Daya Anggaran
Alokasi anggaran yang disediakan untuk 3 bidang yaitu Bidang Pajak dan Retribusi Daerah, Bidang PBB dan BPHTB dan Bidang Pengendalian dan Pengembangan pada Tahun 2020 sudah efektif dan efisien. Hal ini terlihat dari realisasi program yang dilaksanakan oleh ketiga bidang tersebut yang mendukung IKU Kota. Anggaran kegiatan pada Tahun 2020 pada ketiga bidang sudah relevan, dapat dilihat dari realisasi kinerja terhadap target kinerja. Kedepannya diupayakan kegiatan anggaran yang tersedia dapat menghasilkan pencapaian kinerja yang maksimal terhadap realisasi Pendapan Asli Daerah terutama bidang Pajak dan Retribusi.
I. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Dalam rangka pengukuran kinerja Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru dimana indikator kinerja yang dijadikan alat ukur, tertuang dalam RENSTRA Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru dan dijabarkan didalam dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2020. Adapun Indikator Kinerja Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru yaitu :
Lkj 2020
35
NO. Indikator Kinerja
Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru
1. Jumlah Potensi wajib pajak yang berhasil di verifikasi
2. Jumlah Potensi wajib pajak dan retribusi yang berhasil di validasi
3. Jumlah Penerimaan Pajak Daerah ( Non PBB dan BPHTB ) ditahun Berjalan 4. Jumlah Penerimaan Retribusi ditahun Berjalan
5. Jumlah penurunan objek pajak dan retribusi daerah yang menunggak 6. Jumlah Potensi yang berhasil diverifikasi dan divalidasi data PBB-P2
7. Jumlah Potensi wajib pajak yang berhasil diverifikasi dan divalidasi data BPHTB 8. Jumlah Penerimaan BPHTB ditahun Berjalan
9. Jumlah Penerimaan PBB ditahun Berjalan 10. Jumlah Penurunan Tunggakan PBB-P2
11. Wajib pajak yang diberi pembinaan dan penyuluhan / sosialisasi 12. Wajib pajak yang dilayani sesuai SOP
13. Nilai SKM
14. Potensi pajak yang diverifikasi dan divalidasi Tabel III.11
Indikator Kinerja BPPRD Kota Banjarbaru Tahun 2020
Perhitungan presentase capaian kinerja adalah :
Lkj 2020
36 Skala penilaian :
No Nilai Angka (%) Interpretasi
1 ≥80 Sangat Baik
2 60 – 79,9 Baik
3 50 – 59,9 Sedang
4 0 – 49,9 Kurang
5 0 Data Tidak Lengkap
Tabel III.12
Skala Penilaian Indikator Kinerja
Skala penilaian IKM :
No Nilai Interval Konversi IKM Mutu Pelayanan Kinerja Unit Pelayanan 1 25,00 – 64,99 D Tidak Baik 2 65,00 – 76,60 C Kurang Baik 3 76,61 – 88,30 B Baik 4 88,31 – 100,00 A Sangat Baik Tabel III.13
Skala Penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat
Berikut adalah capaian kinerja berdasarkan target, realisasi dan capaian Tahun 2018, 2019 dan 2020:
Lkj 2020
37
Tabel III.14
Target, Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2019 TARGET DAN REALISASI CAPAIAN KINERJA TAHUN 2018
NO Indikator Kinerja Satuan Target 2019 Realisasi Capaian (%)
1 Jumlah NPWPD NPWPD 301 256 85,05
2 Jumlah objek retribusi Wajib Retribusi 1.550 2.733 176,32
3 Data objek retribusi Wajib Retribusi 1.550 2.733 176,32
4 Jumlah penurunan objek pajak dan retribusi daerah yang menunggak
NPWPD 37 71 191,89
5 Jumlah NOP PBB-P2 NOP 90.000 106.304 118,12
6 Jumlah SSPD BPHTB SSPD 6.000 4.084 68,07
7 Jumlah SPPT PBB-P2 SSPT 43.000 78.257 181,99
8 Jumlah penurunan tunggakan/piutang
Rupiah 7.000.000.000 9.757.601.273 139,39
9 Jumlah wajib pajak yang diberi pembinaan dan penyuluhan
Wajib Pajak 4.850 4.842 99,84
10 Jumlah wajb pajak yang diberi pelayanan
Wajib Pajak 1.326 1.326 100,00
11 Jumlah objek pajak baru Wajib Pajak 1.326 1.326 100,00
Lkj 2020
38
TARGET DAN REALISASI CAPAIAN KINERJA TAHUN 2019
NO Indikator Kinerja Satuan Target 2019 Realisasi Capaian (%)
1 Jumlah potensi wajib pajak yang berhasil di verifikasi NPWPD 316 229 72,47
2 Jumlah Potensi wajib pajak dan retribusi yang berhasil di validasi
WPD & Wajib Retribusi 1.576 1.581 100,32
3 Jumlah Penerimaan Pajak Daerah (Non PBB dan BPHTB) di tahun Berjalan
Rupiah Per Ketetapan 79.241.621.467 88.399.214.438 111,56 4 Jumlah Penerimaan Retribusi di tahun Berjalan Rupiah 9.186.041.600 7.889.309.357 85,88
5 Jumlah Wajib Pajak yang Termonitoring Wajib Retribusi 1.576 1.581 100,32
6 Jumlah penurunan objek pajak dan retribusi daerah yang menunggak
NPWPD 36 36 100,00
7 Jumlah Potensi yang berhasil divalidasi dan verifikasi data PBB-P2
NOP 5.000 4.000 80,00
8 Jumlah Potensi yang berhasil divalidasi dan verifikasi data BPHTB
SSPD 7.000 3.872 55,31
9 Jumlah Penerimaan BPHTB di tahun Berjalan Rupiah 32.471.632.678 40.480.638.843 124,66
10 Jumlah Penerimaan PBB di tahun Berjalan Rupiah 12.122.559.825 13.243.782.302 109,25
11 Jumlah Penurunan Tunggakan PBB-P2 Rupiah Per Ketetapan 6.500.000.000 7.625.387.342 117,31 12 Wajib pajak yang diberi pembinaan dan penyuluhan
/sosialisasi
WPD 4.850 8.238 169,86
13 Wajib pajak yang dilayani sesuai SOP WPD 1.428 3.364 235,57
14 Nilai SKM Huruf & Angka A (88,71) A (88,46) A (99,71)
15 Potensi pajak yang terverifikasi dan tervalidasi WPD 2.800 2.802 100,07
Tabel III.15
Lkj 2020
39
Tabel III.16
TARGET DAN REALISASI CAPAIAN KINERJA 2020
NO Indikator Kinerja Satuan Target Murni
2020
Target Perubahan I
Target Perubahan II
Realisasi Capaian Murni (%) Capaian Perubahan I (%) Capaian Perubahan II (%) 1 Jumlah potensi wajib pajak yang
berhasil di verifikasi
NPWPD 333 300 300 324 97,30 108,00 108,00
2 Jumlah Potensi wajib pajak dan retribusi yang berhasil di validasi
WPD & Wajib Retribusi
1.603 1.500 1.500 1806 112,66 120,40 120,40
3 Jumlah Penerimaan Pajak Daerah (Non PBB dan BPHTB) di tahun Berjalan
Rupiah Per Ketetapan
80.245.089.497 54.216.722.175 54.216.722.175 72.853.357.467,21 90,79 134,37 134,37
4 Jumlah Penerimaan Retribusi di tahun Berjalan
Rupiah 9.595.640.360 5.212.400.000 5.212.400.000 7.215.333.582,03 75,19 138,43 138,43 5 Jumlah penurunan objek pajak dan
retribusi daerah yang menunggak
NPWPD 36 26 26 49 136,11 188,46 188,46
6 Jumlah Potensi yang berhasil divalidasi dan verifikasi data PBB-P2
NOP 5.000 5.000 5.000 4.670 93,40 93,40 93,40
7 Jumlah Potensi yang berhasil divalidasi dan verifikasi data BPHTB
SSPD 8.000 8.000 8.000 6.342 79,28 79,28 79,28
8 Jumlah Penerimaan BPHTB di tahun Berjalan
Rupiah 32.971.632.678 20.000.000.000 20.000.000.000 30.032.456.374 91,09 150,16 150,16 9 Jumlah Penerimaan PBB di tahun
Berjalan
Rupiah 13.622.559.825 13.622.559.825 12.297.559.825 13.200.643.373 96,90 96,90 107,34 10 Jumlah Penurunan Tunggakan
PBB-P2
Rupiah Per Ketetapan
6.000.000.000 6.000.000.000 6.000.000.000 12.719.476.277 211,99 211,99 211,99 11 Wajib pajak yang diberi pembinaan
dan penyuluhan /sosialisasi
WPD 4.900 1.000 1.000 1275 26,02 127,50 127,50
12 Wajib pajak yang dilayani sesuai SOP
WPD 1.533 1.533 1.533 2646 172,60 172,60 172,60
13 Nilai SKM Huruf & Angka A (88,86) A (88,86) A (88,86) A (88,72) A (99,84) A (99,84) A (99,84) 14 Potensi pajak yang terverifikasi dan
tervalidasi
WPD 3.000 2.500 2.500 2700 90,00 108,00 108,00
Lkj 2020
40 Berdasarkan data di atas, capaian indikator kinerja Tahun 2020 dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. Capaian indikator kinerja “Jumlah potensi wajib pajak yang berhasil di verifikasi” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 97,30%, capaian perubahan I sebesar 108,00% capaian perubahan II sebesar 108,00% masuk kategori penilaian sangat baik.
2. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah Potensi wajib pajak dan retribusi yang berhasil di validasi” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 112,66%, capaian perubahan I sebesar 120,40% dan capaian perubahan II sebesar 120,40% masuk kategori penilaian sangat baik.
3. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah Penerimaan Pajak Daerah (Non PBB dan BPHTB) ditahun Berjalan” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 90,79%, capaian perubahan I sebesar 134,37% dan capaian perubahan II sebesar 134,37% masuk kategori penilaian sangat
baik.
4. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah Penerimaan Retribusi ditahun Berjalan” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 75,15%, capaian perubahan I sebesar 138,43% dan capaian perubahan II sebesar 138,43% masuk kategori penilaian sangat baik.
5. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah penurunan objek pajak dan retribusi daerah yang menunggak” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 136,11%, capaian perubahan I sebesar 188,46% dan capaian perubahan II sebesar 188,46% masuk kategori penilaian sangat baik. 6. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah Potensi yang berhasil divalidasi
dan verifikasi data PBB-P2” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 93,40%, capaian perubahan I sebesar 93,40% dan capaian perubahan II sebesar 93,40% masuk kategori penilaian sangat baik. 7. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah Potensi yang berhasil divalidasi
dan verifikasi data BPHTB” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 79,28%, capaian perubahan I sebesar 79,28% dan capaian perubahan II sebesar 79,28% masuk kategori penilaian baik.
8. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah Penerimaan BPHTB ditahun Berjalan” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 91,09%, capaian
Lkj 2020
41 perubahan I sebesar 150,16% dan capaian perubahan II sebesar 150,16% masuk kategori penilaian sangat baik.
9. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah Penerimaan PBB ditahun Berjalan” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 96,90%, capaian perubahan I sebesar 96,90% dan capaian perubahan II sebesar 107,34% masuk kategori penilaian sangat baik.
10. Capaian indikator kinerja sasaran “Jumlah Penurunan Tunggakan PBB-P2” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 211,99%, capaian perubahan I sebesar 211,99% dan capaian perubahan II sebesar 211,99% masuk kategori penilaian sangat baik.
11. Capaian indikator kinerja sasaran “Wajib pajak yang diberi pembinaan dan penyuluhan/sosialisasi” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 26,02%, capaian perubahan I sebesar 127,50% dan capaian perubahan II sebesar 127,50% masuk kategori penilaian sangat baik.
12. Capaian indikator kinerja sasaran “Wajib pajak yang dilayani sesuai SOP” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 172,60%, capaian perubahan I sebesar 172,60% dan capaian perubahan II sebesar 172,60% masuk kategori penilaian sangat baik.
13. Capaian indikator kinerja sasaran “Nilai SKM” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 88,72%, capaian perubahan I sebesar 88,72% dan capaian perubahan II sebesar 88,72% masuk kategori penilaian sangat
baik.
14. Capaian indikator kinerja sasaran “Potensi pajak yang terverifikasi dan tervalidasi” tahun 2020 dengan target murni adalah sebesar 90,00%, capaian perubahan I sebesar 108,00% dan capaian perubahan II sebesar 108,00% masuk kategori penilaian sangat baik.
Hasil pengukuran secara mandiri (self assessment) terhadap 14 indikator kinerja menunjukan rata-rata capaian indikator kinerja dengan capaian murni sebesar 104,43%, capaian perubahan I sebesar 129,87% dan capaian perubahan sebesar 130,62%, berpredikat/kategori sangat baik.