PEDOMAN PELAKSANAAN
EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PUSAT PENYULUHAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN
2016
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nya, Pedoman Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyuluhan Pertanian Tahun 2016 dapat diselesaikan.
Pedoman pelaksanaan ini disusun sebagai acuan dalam penetapan kebijakan untuk mengukurhasilkinerja penyuluh pertanian dalammelaksanakan tugas, fungsidalampengawalan dan pendampingan programpembangunanpertanian baik ditingkat kecamatan/kabupaten/kota/provinsi maupun pusat.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yangtelah memberikan sumbang saran dalam penyusunan petunjuk pelaksanaan ini. Masukan, kritik dan saran yang membangun sangat berguna untuk penyempurnaan petunjuk pelaksanaan ini.
Jakarta, Maret 2016
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian
Ir. Fathan A. Rasyid, M.Ag NIP. 19580516 198203 1 016
ii DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
I. Lampiran 1 (Formulir 1.A) ... 19
II. Lampiran 2 (Formulir 1.B) ... 24
III. Lampiran 3 (Formulir 2) ... 29
IV. Lampiran 4 (Formulir 3) ... 30
V. Lampiran 5(Formulir 4.A) ... 31
VI. Lampiran 6 (Formulir 4.1.A) ... 32
VII. Lampiran 7 (Formulir 4.B) ... 33
VIII. Lampiran 8 (Formulir 5.A) ... 34
IX. Lampiran 9 (Formulir 5.A.1) ... 35
X. Lampiran 10 (Formulir 6) ... 36
XI. Lampiran 11 (FORM ISIAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN KOMIDITAS TANAMAN PANGAN) ... 37
XII. Lampiran 12 (FORM ISIAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN KOMIDITAS HORTIKULTURA) ... 39
XIII. Lampiran 13 (FORM ISIAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN KOMIDITAS PERKEBUNAN) ... 41
XIV. Lampiran 14 (FORM ISIAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN KOMIDITAS PETERNAKAN) ... 43
XV. Lampiran 15 (REKAPITULASI DATA MINGGUAN KOMODITAS TANAMAN PANGAN) ... 45
XVI. Lampiran 16 (REKAPITULASI DATA MINGGUAN KOMODITAS HORTIKULTURA) ... 46
XVII. Lampiran 17 (REKAPITULASI DATA MINGGUAN KOMODITAS PERKEBUNAN)... 46
XVIII.Lampiran 18 (REKAPITULASI DATA MINGGUAN KOMODITAS PETERNAKAN) ... 47
1 I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sektor pertanian memegang peranan penting yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Kontribusi sektor pertanian sangat nyata terhadap penyediaan pangan, melalui program swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai, tebu, aneka cabai, bawang merah dan daging sapi/kerbau. Permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian swasembada, antara lain: (1) alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian; (2) rusaknya infrastruktur/jaringan irigasi; (3) semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya peralatan mekanisasi pertanian/alat dan mesin pertanian (alsintan); (4) masih tingginya susut hasil (losses); (5) belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi serta belum memenuhi enam tepat (waktu, jumlah, kualitas, jenis, harga, dan lokasi); (6) sistem penyuluhan yang belum optimal.
Kondisi tersebut mengakibatkan pada tahun 2015, Kementerian Pertanian melaksanakan upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi khususnya padi, jagung dan kedelai melalui kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), Pengembangan Jaringan Irigasi, Optimasi Lahan, Pengembangan System of Rice Intensification (SRI), Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), Optimasi Perluasan Tanaman Kedelai melalui Peningkatan Indeks Pertanaman (PAT-PIP Kedelai), Perluasan Areal Tanam Jagung (PAT Jagung), Penyediaan Sarana dan Prasarana Pertanian (benih, pupuk, pestisida, alsintan), Pengendalian Organisasi Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI), Asuransi Pertanian dan Pengawalan Pendampingan oleh Penyuluh Pertanian.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (Badan PPSDMP) mendukung kegiatan tersebut, dengan meningkatkan efektivitas kegiatan penyuluhan pertanian melalui pengawalan dan
2 pendampingan penyuluh pertanian di sentra produksi komoditas strategis nasional. Dalam kegiatan pendampingan dan pengawalan, penyuluh pertanian menggerakkan petani sebagai pelaku utama agar mau dan mampu menerapkan teknologi yang direkomendasikan dan mendorong kegiatan UPSUS dalam rangka peningkatan produksi.
Untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian perlu dilakukan penilaian kinerja penyuluh pertanian yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TB Penyuluh Pertanian).
Dalam membina profesionalisme penyuluh pertanian telah diterbitkan Permentan No. 91 Tahun 2013 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian. Agar pedoman evaluasi tersebut dapat lebih operasional sesuai prinsip objektivitas, terukur, akuntabel, partisipasif dan transparan maka perlu disusun Pedoman Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian dengan sistem online.
B. Maksud, Tujuan dan Sasaran 1. Maksud
Pedoman Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian (EKPP) dimaksudkan sebagai acuan bagi penyuluh pertanian dan para pembina pada kelembagaan penyuluhan pertanian di Pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan penilaian kinerja penyuluh pertanian.
2. Tujuan
Tujuan EKPP untuk:
a. Mengetahui hasil kinerja penyuluh pertanian PNS dan THL-TB Penyuluh Pertanian dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam pengawalan dan pendampingan program pembangunan pertanian;
3 b. Sebagai bahan penetapan kebijakan pembinaan penyuluh pertanian;
c. Sebagai dasar pemberian penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) bagi penyuluh pertanian.
3. Sasaran
Sasaran EKPP yaitu seluruh Penyuluh Pertanian PNS dan THL-TB Penyuluh Pertanian.
C. Keluaran
1. Diketahuinya kinerja penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas dan fungsi dalam pengawalan dan pendampingan program pembangunan pertanian;
2. Diperolehnya data dan informasi sebagai bahan pengambilan keputusan pimpinan dalam pembinaan penyuluh pertanian;
3. Diperolehnya dasar pemberian BOP bagi Penyuluh Pertanian PNS;
4. Diperolehnya dasar untuk pemberian honorarium dan BOP serta pengusulan THL-TB Penyuluh Pertanian mengikuti seleksi/rekruitmen Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK);
5. Diperolehnya dasar untuk pemberian penghargaan dan sanksi lainnya.
D. Manfaat
Sebagai alat ukur evaluasi kinerja Penyuluh Pertanian dalam kegiatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dalam rangka melakukan pengawalan dan pendampingan untuk pencapaian swasembada pangan.
E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pedoman Pelaksanaan EKPP, meliputi : Pelaksanaan EKPP, Prosedur Penilaian, Tim Pelaksana EKPP, Sistem Pelaporan dan Pembiayaan.
4 F. Pengertian
Dalam pedoman pelaksanaan ini yang dimaksud dengan:
1. Kinerja penyuluh pertanian adalah prestasi kerja atau hasil kerja yang dicapai penyuluh pertanian baik kualitas maupun kuantitas per satuan periode waktu pelaksanaan tugas dan fungsi dalam pengawalan dan pendampingan kegiatan UPSUS peningkatan produksi 7 Komoditas Strategis Nasional;
2. Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan untuk mengukur tingkat keberhasilan pekerjaan dalam melaksanakan tugas dan fungsi serta pengawalan dan pendampingan kegiatan UPSUS peningkatan produksi 7 Komoditas Strategis Nasional;
3. Penyuluh Pertanian adalah Penyuluh Pertanian PNS dan THL-TB Penyuluh Pertanian yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup pertanian untuk melakukan kegiatan penyuluhan.
4. Sistem Online adalah penyampaian hasil EKPP melalui jaringan internet melalui (e-form), dengan alamat: http://app1.pertanian.go.id/evaluh.
5. Sistem Manajemen Informasi Penyuluh Pertanian (SMIPP) adalah sistem informasi penyuluhan pertanian yang menyajikan database berbasis online.
II. PELAKSANAAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN A. Pelaksanaan EKPP berdasarkan Permentan No. 91 Tahun 2013
Penyuluh Pertanian dalam melaksanakan EKPP tahunan berdasarkan Permentan No. 91 Tahun 2013.
1. Persiapan
Tahap persiapan evaluasi sebagai berikut : a. Sosialisasi EKPP;
b. Membentuk Tim Pelaksana EKPP;
c. Mempersiapkan Formulir isian 1.A (Instrumen Evaluasi
5 KinerjaPenyuluh Pertanian Kecamatan/BPK) pada Lampiran 1 dan Formulir 1.B (Instrumen Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten/Kota, Provinsi, Pusat) pada Lampiran 2.
2. Prosedur
Pelaksanaan EKPP dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Setiap penyuluh pertanian di kecamatan mengisi Formulir 1.A secara manual dan mandiri. Sedangkan penyuluh pertanian yang berkedudukan di kabupaten/kota, propinsi dan pusat mengisi formulir 1.B secara online;
b. Hasil EKPP secara mandiri akan diverifikasi oleh Tim EKPP secara berjenjang di wilayah kerjanya berdasarkan bukti fisik.
c. Hasil EKPP yang berkedudukan di kecamatan (Formulir 1.A) diverifikasi oleh Tim EKPP kecamatan. Kecuali penyuluh pertanian yang bertugas sebagai Kepala/koordinator penyuluh pertanian non PNS, maka hasil EKPP diverifikasi oleh Koordinator BP3K terdekat dan atau oleh Tim EKPP kabupaten/kota. Sedangkan Kepala/koordinator BP3K diverifikasi oleh tim verifikasi tingkat kabupaten/kota;
d. Hasil EKPP yang berkedudukan di kabupaten/kota, provinsi dan Pusat (Formulir 1.B) diverifikasi oleh Tim EKPP di masing-masing tingkatan;
e. Ketua Tim EKPP pada masing-masing tingkatan memberi pengesahan pada Formulir 1B yang memenuhi persyaratan;
f. Ketua Tim EKPP di setiap tingkatan memberi bimbingan kepada penyuluh pertanian yang hasil EKPP belum memenuhi syarat, untuk dilakukan perbaikan;
g. Hasil EKPP tingkat kecamatan yang telah disetujui selanjutnya diinput secara mandiri melalui sistem online/SMIPP (e-form), dengan alamat : http://app1.pertanian.go.id/evaluh. Hasil EKPP menghasilkan nilai sesuai Formulir 2 (Laporan Hasil Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian (Individu)) pada Lampiran 3 dan Formulir 3 (Hasil Rekapitulasi Nilai Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian Tingkat BP3K) pada Lampiran 4,
6 yang selanjutnya disahkan oleh kepala/koordinator BP3K;
h. Hasil EKPP tingkat kabupaten/kota, provinsi dan Pusat yang telah memenuhi syarat selanjutnya diinput secara mandiri melalui online dengan hasil seperti pada Formulir 2, dan selanjutnya direkapitulasi menghasilkan Formulir 4.A (Hasil Rekapitulasi Nilai Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian PNS yang Berkedudukan di Kabupaten/Kota) pada Lampiran 5. Selanjutnya dilakukan rekapitulasi menggunakan Formulir 4.A.1(Hasil Rekapitulasi Nilai Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian PNS yang Berkedudukan di Kabupaten/Kota) pada Lampiran 6 selanjutnya disahkan oleh kepala BP4K.
i. Tim EKPP Provinsi melakukan rekapitulasi seperti pada Formulir 4B (Hasil Rekapitulasi Nilai Kinerja THL-TB Penyuluh Pertanian tingkat Provinsi) pada lampiran 7 dan menyusun hasil rekapitulasi seperti pada Formulir 5.A (Hasil Rekapitulasi Nilai Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian PNS yang Berkedudukan di Provinsi) pada Lampiran 8, selanjutnya disahkan oleh Kepala Sekretariat Bakorluh/Pimpinan Kelembagaan yang menangani Penyuluhan di Provinsi.
j. Tim EKPP Provinsi melakukan rekapitulasi seperti pada Formulir 5.A.1 (Hasil Rekapitulasi Nilai Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian PNS yang Berkedudukan di Provinsi) pada Lampiran 9, selanjutnya disahkan oleh Kepala Sekretariat Bakorluh/Pimpinan Kelembagaan yang menangani Penyuluhan di Provinsi.
k. Tim EKPP Pusat melakukan rekapitulasi seperti pada Formulir 6 (Hasil Rekapitulasi Nilai Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian PNS yang berkedudukan di Pusat) pada Lampiran 10, yang selanjutnya disahkan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian/Kepala BBP2TP/BPTP.
Prosedur pengisian EKPP tahunan berdasarkan Permentan No. 91 Tahun 2013 tersebut sesuai Gambar 1 berikut:
7 Bagan 1:
Alur Pelaksanaan EKPP Berdasarkan PERMENTAN No. 91 Tahun 2013
PENYULUH PERTANIAN PNS
DAN THL-TB PP
FORMULIR 1.A FORMULIR 1.B
VERIFIKASI
Aplikasi evaluh
http://App1.pertanian.go.id/evaluh
VERIFIKASI
Entry data
•Hasil evaluasi yang telah di verifikasi
DATA BASE EVALUH
Rekapitulasi data
•Admin BPP
•Admin Kab
•Admin Prov SOP EVALUASI KINERJA PENYUHLUHAN PERTANIAN
PERMENTAN 91 2013
ya ya
tidak tidak
(1)
(1.a) (1.b)
(2) (2)
(3)
(4) (5)
B. Pelaksanaan EKPP Berdasarkan Kegiatan UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional
1. Persiapan
Tahap persiapan evaluasi sebagai berikut :
Pengisian Form Isian Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian secara manual sesuai komoditasnya, sebagai berikut:
a. Tanaman Pangan sesuai Lampiran 11;
b. Hortikultura sesuai Lampiran 12;
c. Perkebunan sesuai Lampiran 13;
d. Peternakan sesuai Lampiran 14.
2. Prosedur
Penyuluh Pertanian melaksanakan EKPP berdasarkan kegiatan UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional, dilakukan oleh setiap penyuluh pertanian di kecamatan dengan mengisi data awal, data mingguan dan data akhir sesuai dengan komoditasnya (Lampiran 11/12/13/14).
8 Prosedur pengisian EKPP berdasarkan kegiatan UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional, sesuai dengan Gambar 2 berikut:
Bagan 2:
Alur Pelaksanaan EKPP Berdasarkan
Kegiatan UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional
SIAPKAN INPUT DATA : 1. FORM DATA AWAL 2. DATA MINGGUAN 3. DATA AKHIR
DATA AWAL DATA MINGGUAN DATA AKHIR
VERIFIKASI
Aplikasi evaluh
http://App1.pertanian.go.id/evaluh
VERIFIKASI VERIFIKASI
Entry data
•Data awal, Data Mingguan dan Data Akhir
DATA BASE EVALUH
Rekapitulasi data
•Admin BPP
•Admin Kab
•Admin Prov
SOP EVALUASI KINERJA PENYUHLUHAN PERTANIAN UPSUS - OKMAR
ya ya
ya
tidak tidak
tidak
(1)
(1.a) (1.b) (1.c)
(2) (2) (2)
(3)
(4) (5)
3. Waktu Pelaksanaan EKPP
Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian berdasarkan Permentan No. 91 Tahun 2013 dilakukan 1 (satu) kali dalam satu tahun pada bulan Oktober sampai dengan Desember tahun berjalan, dengan masa penilaian kegiatan penyuluhan pertanian mulai dari bulan Oktober tahun sebelumnya sampai dengan bulan September tahun berjalan. Sedangkan Evaluasi kegiatan UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional dilaksanakan setiap minggu pada periode Oktober-Maret dan April- September.
4. Aspek EKPP
Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian dilakukan setahun sekali berdasarkan Permentan No. 91 Tahun 2013 (Formulir 1.A dan 1.B) serta penambahan data UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional yang dilakukan pada bulan Oktober-Maret dan April-September (sesuai Lampiran 11-14). Aspek penambahan data UPSUS yang terdiri dari:
9 a. Aspek teknis (70%)
1) Tanaman Pangan (Padi, Jagung dan Kedelai: luas tanam, luas panen, produksi, produktivitas dan pola tanam sistem jajar legowo, penggunaan pupuk berimbang dan peggunaan varietas unggul (Lampiran 11).
2) Hortikultura (Aneka Cabai dan Bawang Merah): luas tanam, luas panen, produksi, produktivitas dan Teknologi Good Agricultural Practices/GAP diutamakan penggunaan pupuk organik dan penggunaan pestisida sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu/PHT (Lampiran 12);
3) Perkebunan (Tebu): luas tanam, luas tebang, produksi, rendemen, bongkar ratoon dan rawat ratoon (Lampiran 13);
4) Peternakan (Sapi dan Kerbau): jumlah ternak (jantan, betina,bantuan/pembelian), jumlah penggemukan, penyediaan pakan (Lampiran 14).
b. Aspek manajerial (30%)
Indikator dari aspek manajerial terdiri dari: penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani melalui registrasi kelompok tani dalam SIMLUHTAN, pembenahan manajemen dan fasilitasi pertemuan rutin kelompok tani/gapoktan/Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).
Penyuluh pertanian wajib melaporkan komoditas padi dan komoditas unggulan lainnya (7 komoditas strategis) serta melakukan evaluasi aspek manajerial di WKPPnya.
5. Metode
Pelaksanaan EKPP dilakukan melalui sistem online, namun apabila di wilayahnya belum terdapat jaringan internet maka dilakukan pengiriman melalui pos.
10 III. TIM PELAKSANA EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN
A. Pembentukan Tim Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian 1. Tim EKPP Kecamatan
Tim EKPP pada Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan/Unit Pelaksana Teknis Daerah/Balai Penyuluhan Kecamatan (BP3K/UPTD/BPK), terdiri dari:
a. Pimpinan BP3K/UPTD/BPK dan atau Koordinator Penyuluh Pertanian di BP3K/UPTD/BPK sebagai Ketua Tim;
b. Penyuluh Pertanian Urusan Supervisi/Penyuluh Pertanian yang ditunjuk minimal dua orang sebagai anggota.
Tim EKPP pada BP3K/UPTD/BPK ditetapkan oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan/Pimpinan Kelembagaan yang menangani Penyuluhan Pertanian di kabupaten/kota. Apabila di BP3K/UPTD/BPK hanya terdapat THL-TB Penyuluh Pertanian, maka Tim EKPP dilaksanakan oleh Tim EKPP kecamatan yang terdekat dan atau Tim EKPP kabupaten/kota.
2. Tim EKPP Kabupaten/Kota
Tim EKPP pada Badan Pelaksana Penyuluhan/kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di kabupaten/kota, terdiri dari:
a. Sekretaris Badan Pelaksana Penyuluhan/pimpinan kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di kabupaten/kota, sebagai ketua;
b. Kepala Bidang yang menangani ketenagaan penyuluh sebagai sekretaris;
11 c. Penyuluh Pertanian di kabupaten/kota dengan jumlah sesuai
kebutuhan.
Tim EKPP kabupaten/kota ditetapkan oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan/pimpinan kelembagaan yang menangani penyuluhan di kabupaten/kota.
3. Tim EKPP Provinsi
Tim EKPP pada Badan Koordinasi Penyuluhan/kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di provinsi, terdiri dari:
a. Kepala Bidang yang menangani sumber daya manusia pada Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan/pimpinan kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di provinsi, sebagai ketua;
b. Kepala Sub Bidang yang menangani sumber daya manusia pada Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan/pimpinan kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di provinsi, sebagai sekretaris;
c. Penyuluh Pertanian di provinsi dan atau di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) sebagai anggota dengan jumlah sesuai kebutuhan;
d. Penyuluh Pertanian di Sekretariat Bakorluh/kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di provinsi sebagai anggota dengan jumlah sesuai kebutuhan.
Tim EKPP provinsi ditetapkan oleh Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan/pimpinan kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di provinsi.
4. Tim EKPP Pusat
Tim EKPP pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
12 Pertanian, terdiri dari:
a. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, sebagai ketua;
b. Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan pada Pusat Penyuluhan Pertanian sebagai sekretaris;
c. Penyuluh Pertanian di Badan PPSDMP dan BBP2TP sebagai anggota, dengan jumlah sesuai kebutuhan.
Tim EKPP Pusat ditetapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
B. Tugas Tim EKPP
Tim EKPP di setiap tingkatan mempunyai tugas melakukan EKPP berdasarkan Permentan No. 91 Tahun 2013 dan kegiatan UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional.
1. Tugas Tim EKPP berdasarkan Permentan No. 91 Tahun 2013 a. Tim EKPP pada BP3K/UPTD/BPK bertugas:
1) Mensosialisasikan EKPP kepada penyuluh pertanian di wilayah kerjanya;
2) Menugaskan penyuluh pertanian untuk melakukan EKPP secara manual dan mandiri menggunakan Formulir 1.A;
3) Melakukan verifikasi terhadap hasil EKPP yang dilaksanakan secara mandiri oleh penyuluh pertanian berdasarkan bukti fisik dan data pendukung lainnya;
4) Memberi bimbingan kepada penyuluh pertanian yang hasil penilaiannya belum memenuhi syarat untuk dilakukan perbaikan;
5) Memberi pengesahan pada Formulir 1A, selanjutnya diinput oleh masing-masing Penyuluh Pertanian secara mandiri melalui e-form secara online yang akan menghasilkan Formulir 2, Formulir 3, yang
13 akan menghasilkan Formulir 4.A, Formulir 4.B dan Formulir 5.A;
6) Mendokumentasikan hasil penilaian beserta bukti fisik dan data pendukung lainnya maksimal masa penyimpanan 2 (dua) tahun;
b. Tim EKPP Kabupaten/Kota
Tim EKPP pada Badan Pelaksana Penyuluhan/kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian kabupaten/kota bertugas:
1) Mensosialisasikan pelaksanaan EKPP kepada Penyuluh Pertanian di wilayah kerjanya;
2) Menugaskan penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah kerjanya untuk melakukan EKPP secara mandiri, sesuai Formulir 1.B disertai bukti fisik;
3) Melakukan verifikasi EKPP penyuluh pertanian yang berkedudukan di kabupaten/kota dan koordinator penyuluh pertanian di BP3K/UPTD/BPK;
4) Memberi bimbingan kepada penyuluh pertanian yang hasil penilaiannya belum memenuhi syarat untuk dilakukan perbaikan;
5) Memberi pengesahan pada Formulir 1.B, selanjutnya diinput oleh masing-masing Penyuluh Pertanian secara mandiri melalui e-form secara online yang akan menghasilkan formulir 2 dan Formulir 4.A1.
c. Tim EKPP Provinsi
Tim EKPP pada Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan/
kelembagaan yang menangani penyuluhan di provinsi, bertugas:
1) Mensosialisasikan pelaksanaan EKPP kepada Badan Pelaksana Penyuluhan/kelembagaan yang menangani penyuluhan di wilayah kerjanya;
2) Menugaskan penyuluh pertanian yang berkedudukan di provinsi untuk melakukan EKPP secara mandiri sesuai Formulir 1.B;
14 3) Melakukan verifikasi terhadap hasil EKPP pada butir b berdasarkan
bukti fisik dan data pendukung lainnya;
4) Memberi bimbingan kepada penyuluh pertanian yang hasil EKPP belum memenuhi syarat untuk dilakukan perbaikan;
5) Memberi pengesahan pada Formulir 1.B, selanjutnya diinput oleh masing-masing Penyuluh Pertanian secara mandiri melalui e-form secara online yang akan menghasilkan Formulir 2 dan Formulir 5.A1 (Hasil Rekapitulasi Nilai Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian PNS di provinsi);
6) Tim EKPP provinsi melakukan rekapitulasi hasil EKPP penyuluh pertanian kabupaten/kota sesuai Formulir 4.B dan untuk selanjutnya disahkan oleh Kepala Bakorluh/Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Provinsi;
7) Membuat rekapitulasi dan mengesahkan hasil EKPP penyuluh pertanian yang berkedudukan di Provinsi sesuai Formulir 5.A1 untuk selanjutnya disahkan oleh Kepala Sekretariat Bakorluh/Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Provinsi;
8) Menyusun laporan hasil EKPP provinsi untuk selanjutnya disampaikan kepada Kepala Badan PPSDMP c.q Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian.
9) Mendokumentasikan hasil penilaian beserta bukti fisik dan data pendukung lainnya minimal masa penyimpanan 2 (dua) tahun;
d. Tim EKPP Pusat
Tim EKPP pada Badan PPSDMP, bertugas:
1) Mensosialisasikan pelaksanaan EKPP kepada kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di provinsi dan kabupaten/kota.
2) Menugaskan penyuluh pertanian yang berkedudukan di Pusat (BPPSDMP dan BBP2TP) untuk melakukan EKPP secara mandiri
15 sesuai Formulir 1.B yang akan menghasilkan Formulir 2 dan Formulir 6;
3) Melakukan verifikasi terhadap hasil EKPP pada butir b;
4) Memberi bimbingan kepada penyuluh pertanian yang hasil penilaiannya belum memenuhi syarat untuk dilakukan perbaikan;
5) Memberi pengesahan pada Formulir 1.B, selanjutnya diinput oleh masing-masing Penyuluh Pertanian secara mandiri melalui e-form secara online yang akan menghasilkan Formulir 2 dan Formulir 6;
6) Mendokumentasikan hasil EKPP beserta bukti fisik dan data pendukung lainnya minimal masa penyimpanan 2 (dua) tahun;
7) Menyusun laporan hasil EKPP seluruh Indonesia berdasarkan Formulir 4.B, Formulir 5.A, Formulir 5.A.1 dan Formulir 6 yang bersumber dari SIMLUHTAN kepada Kepala Badan PPSDMP c.q Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian.
8) Menyiapkan laporan hasil EKPP Kepala Badan PPSDMP kepada Menteri Pertanian.
2. Tugas Tim EKPP Berdasarkan Kegiatan UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional
a. Tim EKPP pada BP3K/UPTD/BPK bertugas:
1) Menugaskan penyuluh pertanian untuk melakukan EKPP secara manual dan mandiri sesuai komoditasnya.
2) Melakukan verifikasi terhadap hasil EKPP pada butir a.
berdasarkan bukti fisik dan data pendukung lainnya;
3) Memberi bimbingan kepada penyuluh pertanian yang hasil penilaiannya belum memenuhi syarat untuk dilakukan perbaikan;
4) Memberi pengesahan pada Lampiran 11-14 untuk diinput secara
16 mandiri melalui e-form sehingga menghasilkan rekap tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan Pusat Lampiran 15-18;
5) Mendokumentasikan hasil penilaian beserta bukti fisik dan data pendukung lainnya maksimal masa penyimpanan 2 (dua) tahun;
6) Membuat laporan berdasarkan rekap di kecamatan
(BP3K/UPTD/BPK) kepada Badan Pelaksana
Penyuluhan/kelembagaan yang menangani penyuluhan kabupaten/kota.
b. Tim EKPP Kabupaten/Kota
Tim EKPP pada Badan Pelaksana Penyuluhan/kelembagaan yang menangani penyuluhan kabupaten/kota bertugas:
Membuat laporan berdasarkan rekapitulasi dari BP3K/UPTD/BPK kepada Badan Pelaksana Penyuluhan/kelembagaan yang menangani penyuluhan kabupaten/kota.
c. Tim EKPP Provinsi
Tim EKPP pada Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan/
kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di provinsi, bertugas:
Membuat laporan berdasarkan rekapitulasi dari Badan Pelaksana Penyuluhan/kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian kabupaten/kota kepada Kepala Badan PPSDMP c.q Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian.
d. Tim EKPP Pusat
Tim EKPP pada Badan PPSDMP, bertugas:
Membuat laporan berdasarkan rekapitulasi dari Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan/ kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di Provinsi kepada Menteri Pertanian.
17 IV. SISTEM PELAPORAN
A. Sistem Pelaporan EKPP sesuai Permentan No. 91 Tahun 2013
1. Hasil EKPP tingkat kecamatan (Formulir 2) diserahkan oleh kepala/koordinator BP3K paling lambat minggu ke III bulan Oktober.
2. Tim EKPP Kecamatan/UPTD ataupun Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan di Kecamatan wajib melaporkan hasil EKPP kepada Tim EKPP Kabupaten/Kota paling lambat minggu ke I bulan November dengan menggunakan Formulir 3.
3. Tim EKPP Kabupaten/kota melaporkan hasil EKPP kabupaten kepada Bupati/Walikota dan Sekretariat Bakorluh/Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Provinsi dengan tembusan disampaikan kepada Kepala Badan PPSDMP c.q Kepala Pusat Penyuluh Pertanian paling lambat minggu ke III bulan November dengan menggunakan Formulir 4.A, 4.A.1 dan 4.A.2.
4. Tim EKPP Provinsi melaporkan hasil EKPP kepada Kepala Badan PPSDMP c.q Kepala Pusat Penyuluh Pertanian paling lambat minggu ke II bulan Desember dengan menggunakan Formulir 4.B,5.A dan 5.A.1
5. Tim EKPP Pusat melaporkan hasil EKPP kepada Kepala Badan PPSDMP paling lambat minggu IV bulan Desember.
B. Sistem Pelaporan EKPP sesuai UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional
Pelaporan hasil EKPP secara periodik (mingguan) yang disampaikan secara berjenjang dari kecamatan/BPK ke kabupaten/kota, dari kabupaten/kota ke provinsi dan tembusan ke Pusat, serta dari provinsi ke Pusat, dengan pelaksanaan sebagai berikut:
1. Penyuluh pertanian melaporkan pelaksanaan kegiatan UPSUS kepada Tim Kecamatan (Kepala BP3K/UPTD dan supervisor) dengan mengisi lampiran 11/12/13/14 (sesuai dengan komoditasnya) setiap hari Senin;
2. Kepala BP3K/UPTD melaporkan rekapitulasi hasil kegiatan UPSUS kepada
18 Tim EKPP kabupaten/kota setiap hari Selasa;
3. Tim EKPP kabupaten/kota melaporkan rekapitulasi hasil kegiatan UPSUS kepada Bupati/Walikota dan Sekretariat Bakorluh/kelembagaan yang menangani penyuluhan di tingkat provinsi dengan tembusan kepada Kepala Badan PPSDMP c.q Kepala Pusat Penyuluhan setiap hari Rabu;
4. Tim EKPP provinsi melaporkan rekapitulasi hasil kegiatan UPSUS kepada Gubernur dan kepada Kepala Badan PPSDMP c.q Kepala Pusat Penyuluhan setiap hari Kamis;
5. Tim EKPP Pusat melaporkan rekapitulasi hasil kegiatan UPSUS kepada Kepala Badan PPSDMP c.q Kepala Pusat Penyuluhan setiap hari Kamis;
6. Kepala Badan PPSDMP melaporkan rekapitulasi hasil kegiatan UPSUS kepada Menteri Pertanian setiap hari Kamis;
V. PEMBIAYAAN
Pembiayaan pelaksanaan kegiatan EKKP berdasarkan Permentan No. 91 Tahun 2013 dan Kegiatan UPSUS Peningkatan Produksi 7 Komoditas Strategis Nasional bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan sumber lain yang pengelolaannya dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
19 LAMPIRAN 1 FORMULIR 1.A.
INSTRUMEN
EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN KECAMATAN / BPK
IDENTITAS RESPONDEN
Nama : ...
Tempat dan tanggal lahir : ...
Status Penyuluh *) : ( ) PNS
( ) THL-TB PP (Angkatan I / II / III) **
NIP : ...
Jenis Kelamin : ...
Jabatan Fungsional
Penyuluh Pertanian : ...
Pangkat/Golongan : ...
Pendidikan terakhir : ...
Nama Kelembagaan Penyuluhan Provinsi Nama Kelembagaan Penyuluhan
Kabupaten/Kota : ...
Nama BP3K : ...
Wilayah Kerja Penyuluh
Pertanian (WKPP) *** : ...
Jumlah kelompoktani
binaan : ...
Komoditi Unggulan
WKPP : ...
Alamat rumah : ... ...
No. Telepon/HP : ...
Tanggal Pelaksanaan
Evaluasi : ...
*) beri tanda V
**) coret yang tidak perlu
***) sebutkan nama desa wilayah binaan penyuluh
20 INDIKATOR
KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PARAMETER KRITERIA SKOR
Persiapan Penyuluhan Pertanian
1. Membuat data potensi wilayah dan agro ekosistem yang terdiri atas:
a. Peta Wilayah Kerja A. a, b, c, d, dibuat 5 b. Peta Potensi Wilayah Kerja B. b dan d dibuat 4 c. Monografi Wilayah Kerja C. c dan d dibuat 3 d. RKPD (Rencana Kegiatan
Penyuluhan Desa) D. a dan d dibuat 2
E. d dibuat 1
2. Memandu (pengawalan dan pendampingan) Penyusunan RDKK a. RUK/RUB (Rencana Usaha
Kelompok/Rencana Usaha Bersama)
A. Memandu merumuskan a, b, c, dan d
5
b. RDK (Rencana Definitif
Kelompok) B. Memandu
merumuskan b, c, dan d
4
c. RDKK (Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok) C. Memandu merumuskan a, c, dan d
3
d. RDKK pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan petani
D. Memandu merumuskan c dan d
2
E. Memandu merumuskan a atau b
1
3. Penyusunan programa penyuluhan pertanian desa dan kecamatan:
a. Penyusunan programa penyuluhan pertanian desa / kelurahan
A. Terlibat dalam kegiatan a, b, c, d dan e
5
b. Rekapitulasi Programa
Desa/Kelurahan B. Terlibat dalam kegiatan a, c, d dan e
4
c. Pemeringkatan Masalah C. Terlibat dalam kegiatan a, d dan e
3
d. Pembuatan Draft Programa D. Terlibat dalam
kegiatan b dan d 2 e. Sinkronisasi Kegiatan
Penyuluhan E. Terlibat dalam
kegiatan e 1
4. Membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP) yang memuat:
a. Keadaan Wilayah (potensi, produktivitas, lingkungan usaha pertanian, perilaku petani dll)
A. a, b, c, dan d,
dibuat 5
b. Penetapan Tujuan B. b dan d dibuat 4 c. Penetapan Masalah C. c dan d dibuat 3 d. Rencana Kegiatan
(menggambarkan apa yang D. a dan d dibuat 2
E. d dibuat 1
21 INDIKATOR
KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PARAMETER KRITERIA SKOR
dilakukan untuk mencapai tujuan, bagaimana caranya, siapa yang melakukannya, siapa sasarannya, dimana, kapan, berapa biaya, dan apa hasil yang akan dicapai untuk mencapai masalah yang dituangkan dalam bentuk matrik)
Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian
5. Melaksanakan desiminasi/penyebaran materi penyuluhan sesuai kebutuhan petani (dalam satu tahun):
A. Menyebarkan >12
judul/topik 5
B. Menyebarkan 8 s/d 12
judul/topik
4
C. Menyebarkan 5
s/d 7 judul/topik 3 D. Menyebarkan 2
s/d 4 judul/topik 2 E. Menyebarkan
hanya 1 judul/topik
1
6. Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Kunjungan/tatap muka (perorangan/kelompok/
massal) (dalam satu tahun terakhir):
A. ≥ 60 kali 5
B. 45 s/d 59 4
C. 30 s/d 44 3
D. 15 s/d 29 2
E. < 15 1
7. Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Demontrasi/SL (dalam satu tahun terakhir)
A. ≥ 3 5
C. 2 3
E. 1 1
8. Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Temu-temu (temu lapang, temu wicara, temu teknis, temu karya, temu usaha) ( dalam satu tahun terakhir)
A. ≥ 3 5
22 INDIKATOR
KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PARAMETER KRITERIA SKOR
C. 2 3
E. 1 1
9. Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Kursus (dalam satu tahun terakhir)
A. ≥ 3 5
C. 2 3
E. 1 1
10. Melakukan peningkatan kapasitas petani terhadap akses informasi dalam mengembangkan usahatani:
a. Memberi informasi dan menunjukkan sumber Informasi
A. a, b, c, dan d
dilakukan 5
b. Membangun jejaring kerja
antar petani B. a, b dan c
dilakukan 4
c. Membangun kemitraan C. a dan b
dilakukan 3
d. Memandu membuat
proposal kegiatan D. a dan d
dilakukan 2
E. a dilakukan 1 11. Menumbuhkan kelompoktani/gapoktan dari aspek kualitas dan
kuantitas
a. Kelompoktani A. Lebih dari 2 Kelompoktani dan 1 Gapoktan
5
b. Gapoktan B. 2 Kelompoktani 4
C. 1 Gapoktan 3 D. 1 Kelompoktani 2 E. Tidak ada
penumbuhan 1
12. Meningkatkan kelas kelompoktani dari aspek kuantitas dan aspek kualitas:
a. Dari Kelompoktani Pemula
ke Lanjut A. Lebih dari 3
Kelompoktani 5 b. Dari Kelompoktani Lanjut
ke Madya B. 3 Kelompoktani 4
c. Dari Kelompoktani Madya ke
Utama C. 2 Kelompoktani 3
D. 1 kelompoktani 2 E. Tidak ada
peningkatan 1
13. Menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi petani dari aspek jumlah, dan kualitas:
23 INDIKATOR
KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PARAMETER KRITERIA SKOR
a. BUMP yang berbentuk Perseroan Terbatas dan sudah berbadan hukum
A. Memfasilitasi a,
b, c,dan d 5
b. BUMP yang berbentuk Peseroan Terbatas dan belum berbadan hukum
B. Memfasilitasi a, b
dan c 4
c. BUMP yang berbentuk Koperasi Tani sudah berbadan hukum
C. Memfasilitasi a
dan b 3
d. BUMP yang berbentuk Koperasi Tani belum berbadan hukum
D. Memfasilitasi c
dan d 2
E. Memfasilitasi d 1 14. Meningkatnya produksi komoditi unggulan di WKPP dibandingkan
produksi sebelumnya
A. 5 % atau lebih 5
B. 4 - < 5 % 4
C. 3 - < 4 % 3
D. 2 - < 3 % 2
E. 0 - < 2 % 1
Evaluasi dan Pelaporan
15. Melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian:
A. Lebih dari 4 kali 5 B. Sebanyak 4 kali 4 C. Sebanyak 3 kali 3 D. Sebanyak 2 kali 2 E. Sebanyak 1 kali 1 16. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan pertanian:
a. Laporan Setiap Bulan A. a, b, c, d, dibuat 5 b. Laporan Setiap Tri Wulan B. a, b, dan c dibuat 4 c. Laporan Setiap Semester C. a, b, dan d dibuat 3 d. Laporan Setiap Tahun D. a dan d dibuat 2
E. a dibuat 1
24 LAMPIRAN 2 FORMULIR 1.B.
INSTRUMEN
EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN KABUPATEN / KOTA / PROVINSI / PUSAT
TAHUN ...
IDENTITAS RESPONDEN
Nama : ...
Tempat dan tanggal lahir : ...
NIP : ...
Jenis Kelamin : ...
Jabatan Fungsional
Penyuluh Pertanian : ...
Pangkat/Golongan : ...
Pendidikan terakhir : ...
Kedudukan Penyuluh
Pertanian : Kabupaten / Kota / Provinsi / Pusat *)
Nama Kelembagaan
Penyuluhan Provinsi : ...
Nama Kelembagaan Penyuluhan
Kabupaten/Kota : ...
Wilayah Binaan Penyuluh Pertanian
(WBPP) **) : ...
Alamat rumah : ... ...
No. Telepon/HP : ...
Tanggal Pelaksanaan
Evaluasi : ...
*) Coret yang tidak perlu
**) - Untuk Penyuluh Pertanian Kabupaten/Kota sebutkan nama Kecamatan Wilayah Binaan Penyuluh Pertanian
- Untuk Penyuluh Pertanian Provinsi sebutkan nama Kabupaten/Kota Wilayah Binaan Penyuluh Pertanian
- Untuk Penyuluh Pertanian Pusat sebutkan nama Provinsi Wilayah Binaan Penyuluh Pertanian
25 INDIKATOR
KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PARAMETER KRITERIA SKOR
Persiapan Penyuluhan Pertanian
1. Membuat data potensi wilayah dan agro ekosistem yang terdiri atas:
a. Peta Wilayah Binaan A. a, b, c, d, dibuat 5 b. Peta Potensi Wilayah Binaan B. b dan d dibuat 4 c. Data Potensi Wilayah Binaan C. c dan d dibuat 3 d. RKP (Rencana Kegiatan
Penyuluhan) dalam bentuk jadwal bulanan
D. a dan d dibuat 2
E. d dibuat 1
2. Memberikan bimbingan Penyusunan RDKK a. RUK/RUB (Rencana Usaha
Kelompok/Rencana Usaha Bersama)
A. Memandu
merumuskan a, b, c, dan d
5
b. RDK (Rencana Definitif
Kelompok) B. Memandu
merumuskan b, c, dan d
4
c. RDKK (Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok) C. Memandu
merumuskan a, c, dan d
3
d. RDKK pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan petani
D. Memandu
merumuskan c dan d
2
E. Memandu merumuskan a atau b
1
3. Penyusunan programa penyuluhan pertanian:
a. Penyusunan programa
penyuluhan pertanian A. Terlibat dalam kegiatan a, b, c, d dan e
5
b. Rekapitulasi Programa B. Terlibat dalam kegiatan a, c, d dan e
4
c. Pemeringkatan Masalah C. Terlibat dalam
kegiatan a, d dan e 3 d. Pembuatan Draft Programa D. Terlibat dalam
kegiatan b dan d 2 e. Sinkronisasi Kegiatan
Penyuluhan E. Terlibat dalam
kegiatan e 1
4. Membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP) yang memuat:
a. Keadaan Wilayah (potensi, produktivitas, lingkungan usaha pertanian, perilaku petani dll)
A. a, b, c, dan d, dibuat 5
b. Penetapan Tujuan B. b dan d dibuat 4 c. Penetapan Masalah C. c dan d dibuat 3 d. Rencana Kegiatan
(menggambarkan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan, bagaimana caranya,
D. a dan d dibuat 2
26 INDIKATOR
KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PARAMETER KRITERIA SKOR
siapa yang melakukannya, siapa sasarannya, dimana, kapan, berapa biaya, dan apa hasil yang akan dicapai untuk mengatasi masalah yang dituangkan dalam bentuk Matrik)
E. d dibuat 1
Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian
5. Melaksanakan desiminasi/penyebaran materi penyuluhan sesuai kebutuhan petani (dalam satu tahun):
A. Menyebarkan >12
judul/topik 5
B. Menyebarkan 8 s/d
12 judul/topik 4 C. Menyebarkan 5 s/d
7 judul/topik 3 D. Menyebarkan 2 s/d
4 judul/topik 2 E. Menyebarkan hanya
1 judul/topik 1 6. Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah
binaan dalam bentuk Kunjungan/tatap muka
(perorangan/kelompok/ massal) (dalam satu tahun terakhir):
Kabupaten / Kota
A. > 18 kali 5
B. 13 s/d 17 4
C. 8 s/d 12 3
D. 3 s/d 7 2
E. < 3 1
Provinsi
A. > 12 kali 5
B. 9 s/d 11 4
C. 6 s/d 8 3
D. 3 s/d 5 2
E. ≤ 2 1
Pusat
A. > 6 kali 5
B. 5 s/d 6 4
C. 4 s/d 5 3
D. 2 s/d 3 2
E. 1 1
27 INDIKATOR
KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PARAMETER KRITERIA SKOR
7. Merencanakan, mengolah, menganalisis dan merumuskan hasil penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Kaji Terap/Kaji Tindak/Uji Coba, (dalam satu tahun terakhir)
A. ≥ 3 5
C. 2 3
E. 1 1
8. Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Temu-temu (temu lapang, temu wicara, temu teknis, temu karya, temu usaha) ( dalam satu tahun terakhir)
A. ≥ 3 5
C. 2 3
E. 1 1
9. Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk mengajar kursus tani (dalam satu tahun terakhir)
A. ≥ 3 5
C. 2 3
E. 1 1
10. Melakukan peningkatan kapasitas petani terhadap akses informasi dalam mengembangkan usahatani:
a. Memberi informasi dan menunjukkan sumber Informasi
A. a, b, c, dan d
dilakukan 5
b. Membangun jejaring kerja
antar petani B. a, b dan c dilakukan 4 c. Membangun kemitraan C. a dan b dilakukan 3 d. Memandu membuat proposal
kegiatan D. a dan d dilakukan 2
E. a dilakukan 1
11. Melakukan bimbingan kepada Penyuluh Pertanian dalam rangka peningkatan kelas kelompoktani
a. Dari Kelompoktani Pemula ke
Lanjut A. Lebih dari 3
Kelompoktani 5
b. Dari Kelompoktani Lanjut ke
Madya B. 3 Kelompoktani 4
c. Dari Kelompoktani Madya ke
Utama C. 2 Kelompoktani 3
D. 1 kelompoktani 2 E. Tidak ada
peningkatan 1
28 INDIKATOR
KINERJA PENYULUH PERTANIAN
PARAMETER KRITERIA SKOR
12. Melakukan bimbingan kepada Penyuluh Pertanian dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi petani dari aspek jumlah, dan kualitas:
a. BUMP yang berbentuk Perseroan Terbatas dan sudah berbadan hukum
A. Memfasilitasi a, b,
c,dan d 5
b. BUMP yang berbentuk Peseroan Terbatas dan belum berbadan hukum
B. Memfasilitasi a, b
dan c 4
c. BUMP yang berbentuk Koperasi
Tani sudah berbadan hukum C. Memfasilitasi a dan
b 3
d. BUMP yang berbentuk Koperasi
Tani belum berbadan hukum D. Memfasilitasi c dan
d 2
E. Memfasilitasi d 1 13. Bimbingan Teknis dalam meningkatkan produksi komoditi unggulan
A. 5 % atau lebih 5
B. 4 - < 5 % 4
C. 3 - < 4 % 3
D. 2 - < 3 % 2
E. 0 - < 2 % 1
Evaluasi dan
Pelaporan
14. Melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian:
A. Lebih dari 4 kali 5 B. Sebanyak 4 kali 4 C. Sebanyak 3 kali 3 D. Sebanyak 2 kali 2 E. Sebanyak 1 kali 1 15. Melakukan evaluasi dampak penyuluhan pertanian:
A. Lebih dari 3 kali 5
C. Sebanyak 2 kali 3
E. Sebanyak 1 kali 1 16. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan pertanian:
a. Laporan Setiap Bulan A. a, b, c, d, dibuat 5 b. Laporan Setiap Tri Wulan B. a, b, dan c dibuat 4 c. Laporan Setiap Semester C. a, b, dan d dibuat 3 d. Laporan Setiap Tahun D. a dan d dibuat 2
E. a dibuat 1
29 LAMPIRAN 3 FORMULIR 2
LAPORAN HASIL EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN (INDIVIDU)
NAMA :
STATUS : PNS / THL-TB Penyuluh Pertanian
PANGKAT /GOLONGAN :
JABATAN FUNGSIONAL :
Kedudukan Penyuluh Pertanian : BPK / Kabupaten / Kota / Provinsi / Pusat *)
ALAMAT :
KECAMATAN :
KABUPATEN/KOTA :
PROVINSI :
No. HP :
Nomor Urut
Parameter Jawaban
(A s/d E) *) Nilai**)
(1) (2) (3)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
15 A 5
16
Jumlah X X ***)
Nilai Prestasi
Kerja (NPK) X/80 x 100 = …… ( ………….)
*) Tuliskan jawaban dengan memilih salah satu A, B, C, D, dan E
**) Tuliskan jawaban dengan bobot Nilai A = 5; B=4; C= 3; D= 2; dan E = 1
***) X = Total NEM
...,...,...
Tanda tangan
(Nama Penyuluh Pertanian)