WAKIR, S.Pd., M.Pd.
PENGAWAS TK / SD UPTD KEC.
GEYER
2015
Penelitian Tindakan (PT)
Penelitian Tindakan Rumah (PTR)
Penelitian Tindakan Desa (PTD)
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian Tindakan Sekolah
(PTS)
Penelitian Tindakan
PTK bukan PTK bila:
Hanya bersifat coba-coba
Insidental
Tidak dirancang sejak awal
Tidak diamati prosesnya secara sistematis
Hanya merupakan laporan pembelajaran biasa
Tidak ada penonjolan yang istimewa untuk
metodenya
Hanya dilakukan satu siklus
Penelitian Tindakan
haruslah: (1)
Harus terlihat adanya upaya profesional untuk meningkatkan
mutu profesional guru, bukan hanya seperti yang dilakukan sebagai pekerjaan sehari-hari.
Kegiatan PTK harus tertuju pada peningkatan mutu siswa.
Rencana tindakan yang dibuat guru harus jelas siswa mau
diapakan, berupa apa tindakannya, siswa melakukan apa saja, hasil yang diperoleh siswa apa. Uraian tentang kegiatan siswa harus jelas ditampakkan dalam laporan penelitian.
Kepala sekolah dan pengawas yang ingin melakukan PTS ,
PT harus (2):
Tindakan tersebut harus dapat dilihat dalam unjuk kerja
siswa secara konkret yang dapat diamati oleh peneliti.
Jika yang dipandang sebagai kelas adalah seluruh siswa
di kelas, maka subjek pelaku bukan perseorangan
tetapi klasikal, siswa seluruh kelas, sehingga tidak ada yang bebas dari tindakan.
Pemberian tindakan harus dilakukan sendiri oleh guru
yang bersangkutan, tidak boleh minta bantuan orang lain.
Penelitian tindakan berlangsung dalam siklus yang
PTK haruslah (3)
Penelitian tindakan BUKAN berbicara tentang materi,
tetapi tentang CARA, PROSEDUR, atau METODE. Oleh
karena itu topik permasalahan tidak boleh terlalu sempit, agar dapat tampak pengulangannya dalam siklus.
Tindakan yang diberikan oleh guru harus baru, berbeda
dari biasanya.
Tindakan yang diberikan oleh guru bukan bersifat teoritik,
tetapi berpijak dari kondisi yang ada. Harus ada uraian tentang kondisi riil tempat tindakan dilakukan.
Tindakan yang diberikan oleh guru kepada siswa tidak
PTK haruslah (4)
Ketika tindakan berlangsung, ada pengamatan secara sistematis yang dilakukan oleh guru peneliti sendiri atau pihak lain yang dimintai bantuan.
Jika peneliti menginginkan peningkatan hasil dari adanya tindakan, maka perlu ada evaluasi terhadap hasil sebagai konsekuensi dari proses yang dicobakan, dengan menggunakan instrumen yang relevan.
Keberhasilan tindakan dibahas dalam kegiatan refleksi. Dalam refleksi ini semua masukan
dikumpulkan oleh peneliti, masukan itu bisa dari
siswa, pengamat, rekan sejawat, kepala sekolah, yang digunakan untuk menyusun rencana tindakan
PRINSIP TINDAKAN
S (SPESIFIC) – artinya khusus, tertentu M (MANAGABLE) – artinya dapat
dilaksanakan, tidak rumit
A (ACCEPTABLE) – artinya dapat
diterima oleh pihak pelaku tindakan atau ACHIEABLE, dapat dicapai.
R (REALISTIC) – artinya dalam kegiatan
nyata, terdukung sumber daya yang ada.
T (TIME-BOUND) – artinya dilaksanakan
PROBLEM
1.Perencanaan Pelaksanaan2.
3.
Observasi
4.
Refleksi
Siklus Penelitian Tindakan
Siklus = Putaran
Satu siklus terdiri empat langkah, yaitu
(1) perencanaan,
(2) pelaksanaan,
(3) pengamatan, dan
(4) refleksi.
Penelitian tindakan untuk guru, kepala
sekolah, pengawas untuk penilaian angka
kredit pengembangan profesi paling sedikit
dua siklus. Namun apabila ingin
Perencanaan
Bukan perencanaan pembelajaran atau persiapan
mengajar tetapi RENCANA TINDAKAN.
Adapun uraian yang perlu dan harus dikemukakan
adalah menyusun sebuah rancangan kegiatan, siswanya akan diapakan. Supaya perencanaan ini lengkap dan dipahami oleh semua siswa, guru
membuat semacam panduan yang
menggambarkan (a) apa yang harus dilakukan oleh siswa, (b) kapan dan berapa lama dilakukan, (c) di mana dilakukan, (d) jika diperlukan
Pelaksanaan
Pelaksanaan adalah implementasi dari perencanaan yang sudah dibuat. Untuk ini guru harus
memperhatikan hal-hal:
(a) apakah ada kesesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan,
(b) apakah proses tindakan yang dilakukan siswa cukup lancar,
(c) bagaimanakah situasi proses tindakan,
(d) apakah siswa-siswa melaksanakan dengan bersemangat,
Pengamatan
Pengamatan adalah proses mencermati jalannya
pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang diamati adalah hal-hal yang sudah disebutkan dalam pelaksanaan. Antara pelaksanaan dengan pengamatan sebetulnya bukan kegiatan yang berurutan melainkan bersamaan.
Pengamatan dalam PTK atau PTS dilakukan dengan
menggunakan format pengamatan. Keberadaan format pengamatan dan catatan lapangan hasil
pengamatan merupakan hal yang sangat penting dan MUTLAK HARUS ADA.
Pengamatan dapat dilakukan oleh orang lain atau
peneliti sendiri. Disarankan untuk menjaga objektivitas pengamatan dilakukan oleh orang lain, mitra kerja
Refleksi
Refleksi atau perenungan adalah langkah
mengingat kembali kegiatan yang sudah
dilakukan oleh guru dan siswa.
Hal yang sangat penting diperhatikan oleh
peneliti dalam PTK/PTS adalah seluruh subjek
penelitian harus dilibatkan dalam refleksi ini.
Mereka (subjek penelitian) diminta
mengingat kembali peristiwa yang terjadi
ketika pelaksanaan, ditanya senang atau
Inti PENELITIAN TINDAKAN adalah
PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran merupakan sebuah sistem yang dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:
1. Siswa yang aktif mengikuti pembelajaran dan terlibat
dalam proses pembelajaran;
2. Guru yang aktif mengatur pembelajaran;
3. Materi yang diajarkan dan mendukung pembelajaran; 4. Sarana atau peralatan yang menjadi pendukung
pembelajaran;
5. Pengelolaan yaitu yang mengatur terselenggaranya
pembelajaran;
6. Lingkungan yang berperan positif dan negatif
Perbandingan Penelitian Tindakan antara
Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas
Personil Istilah Penelitian Tindakan
Ruang lingkup dan Tempat
GURU PENELITIAN TINDAKAN
KELAS (PTK) Di kelas dan di mana saja, subjek tindakannya siswa KEPALA
SEKOLAH
PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PTS)
Di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya; subjek tindakannya guru, staf TU, penanggung jawab unit-unit kerja, dan siswa.
PENGAW
AS PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH SEWILAYAH (PTSW)
Garis Besar Laporan Penelitian
Tindakan
BAB I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
MASALAH
B.
IDENTIFIKASI MASALAH
C.RUMUSAN MASALAH
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. KAJIAN TEORI
B. KAJIAN HASIL PENELITIAN TERDAHULU
C. KERANGKA BERPIKIR
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. SETTING PENELITIAN
B. SUBJEK PENELITIAN
C. PELAKSANAAN PENELITIAN
BAB IV LAPORAN PENELITIAN DAN
PEMBAHASANNYA
A. LAPORAN PELAKSANAAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Penutup
Penjelasan dan uraian atas garis besar laporan penelitian di atas, mari kita diskusikan! Mari kita latihan menyusun rancangan Penelitian Tindakan!
Garis besar itu merupakan rambu-rambu pokok saja, peneliti dapat mengembangkan sesuai
dengan rujukan yang dipedomaninya.
Tayangan ini didasarkan pada buku Penelitian Tindakan: untuk Guru, Kepala Sekolah, dan
25
Terima
Kasih
Mohon maaf atas segala kekurangan saya
WAKIR, S.Pd., M.Pd.
HP: 081325959597