REALISASI SISTEM KEYLESS CAR ENTRY BERBASIS
DIRECT SEQUENCE SPREAD SPECTRUM
Nama : Aditya Nugraha Pradana Nrp : 0622039
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri, MPH. no. 65, Bandung, Indonesia
E mail : [email protected]
ABSTRAK
Teknologi yang diimplementasikan pada mobil terus dikembangkan untuk
semakin memberikan kepraktisan bagi penggunanya. Salah satu teknologi yang
sudah ada adalah sistem Central Lock yang dilengkapi sebuah Remote dengan
tombol untuk mengunci dan membuka kunci.
Dalam Tugas Akhir ini direalisasikan pengembangan dari sistem Central
Lock, yaitu sistem Keyless Car Entry. Sistem Keyless Car Entry ini menggantikan
fungsi Remote (untuk mengunci dan membuka kunci) dengan sebuah modul tanpa
tombol (keyless). Pengiriman data dari sistem ini menggunakan modul RF dan
data yang dikirimkan dienkripsi menggunakan teknik Direct Sequence Spread
Spectrum. Pendeteksian dilakukan berdasarkan ada atau tidaknya resonansi pada
perangkat Receiver. Data yang diterima pada Receiver diterjemahkan oleh
mikrokontroler ATMega16 sebagai intruksi BUKA / TUTUP bagi motor Central
Lock.
Dari 15 kali pengujian membuka kunci dan 15 kali pengujian mengunci,
sistem Keyless Car Entry ini dapat berfungsi dengan baik. Dari hasil pengujian,
jarak rata-rata untuk membuka kunci adalah sejauh 2.2 meter dan jarak rata-rata
untuk mengunci adalah sejauh 1.2 meter.
Kata kunci : Radio Frequency (RF), Central Lock, Keyless Car Entry, Direct
REALIZATION OF KEYLESS CAR ENTRY SYSTEM BASED ON
DIRECT SEQUENCE SPREAD SPECTRUM
Name : Aditya Nugraha Pradana
Nrp : 0622039
Department of Electrical Engineering, Maranatha Christian University Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri, MPH. no. 65, Bandung, Indonesia
E mail : [email protected]
ABSTRACT
Technology implemented on the cars continues to be developed to provide
more convenience for the user. One existing technology is Central Lock system,
equipped with a remote button to lock and unlock the door.
In this Final Project, the development of Central Lock system is realized,
that is Keyless Car Entry system. Keyless Car Entry system replaces the Remote
function (for locking and unlocking the door) with a device without button
(keyless). This system using the RF module for data transmission and the
transmitted data are encrypted using Direct Sequence Spread Spectrum technique.
The detection is based on exist or no exist of resonance in the receiver device. The
received data in Receiver are translated by ATMega16 microcontroller, as OPEN /
CLOSE instruction for the Central Lock motor.
From 15 times unlocking test and 15 times locking test, this Keyless Car
Entry system can work properly. From the result of the test, the average distance
for unlocking is 2.2 meter and the average distance for locking is 1.2 meter.
Keywords : Radio Frequency (RF), Central Lock, Keyless Car Entry, Direct
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR RUMUS ... xiii
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah ... 1
I.2. Identifikasi Masalah ... 2
I.3. Perumusan Masalah ... 2
I.4. Tujuan ... 2
I.5. Batasan Masalah ... 2
I.6. Sistematika Penulisan ... 3
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Spread Spectrum ... 4
II.1.1. Konsep Dasar Spread Spectrum ... 4
II.1.2. Narrowband dan Wideband ... 5
II.1.3. Karakteristik Sinyal Spread Spectrum ... 7
II.1.4. Klasifikasi Spread Spectrum ... 7
II.1.4.1. Direct-Sequence Spread Spectrum (DSSS) ... 8
II.1.4.2. Frequency-Hopping Spread Spectrum (FHSS) ... 10
II.2. Frekuensi Gelombang Radio (RF/Radio Frequency) ... 12
II.2.1. Komunikasi Gelombang Radio ... 13
II.2.2. Spektrum Gelombang Radio ... 13
II.3. Rangkaian Timer ... 15
II.3.1. Operasi Monostable ... 15
II.3.2. Operasi Astable ... 17
II.4. Operator XOR ... 19
II.5. Mikrokontroler ... 20
II.5.1. Fitur ATMega16 ... 21
II.5.2. Konfogurasi Pin ATMega16 ... 22
II.5.3. Blok Diagram ATMega16 ... 24
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM III.1. Diagram Blok dan Cara Kerja ... 25
III.2. Input Clock ... 28
III.3. Pembangkit Pseudo-Noise Code pada Transmitter ... 30
III.4. Pengiriman dan Penerimaan Data Melalui RF ... 32
III.5. Pembangkit Pseudo-Noise Code pada Receiver ... 35
III.6. Proses Buka Tutup Kunci ... 37
III.7. Skematik Rangkaian ... 40
III.8. Rangkaian Relay ... 42
III.9. Instalasi ... 44
BAB IV DATA PENGAMATAN DAN ANALISA IV.1. Pengamatan Input Clock ... 47
IV.2. Pengamatan Sinyal PNCode yang Dihasilkan Mikrokontroler pada Perangkat Transmitter ... 48
IV.4. Pengamatan pada Sinyal yang Diterima oleh Receiver ... 51
IV.5. Pengamatan Sinyal PNCode yang Dihasilkan Mikrokontroler pada
Perangkat Receiver ... 53
IV.6. Pengamatan Sinyal Hasil Dekripsi ... 54
IV.7. Percobaan Menjauhi Mobil untuk Penguncian Pintu Mobil ... 55
IV.8. Percobaan Mendekati Mobil untuk Membuka Kunci Pintu Mobil .... 56
IV.9. Analisis ... 58
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
V.1. Kesimpulan ... 60
V.2. Saran ... 60
DAFTAR PUSTAKA ... 61
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1. Pembagian Spektrum Gelombang Radio ... 14
Tabel 2.2. Tabel Kebenaran XOR ... 19
Tabel 2.3. Konversi Plaintext menjadi Chipertext dengan XOR ... 20
Tabel 2.4. Konversi Chipertext menjadi Plaintext dengan XOR ... 20
Tabel 2.5. Fungsi Khusus Port B ... 23
Tabel 2.6. Fungsi Khusus Port C ... 23
Tabel 2.7. Fungsi Khusus Port D ... 23
Tabel 4.1. Hasil Pengujian Penguncian Pintu Mobil ... 55
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1. Sistem Komunikasi Spread Spectrum ... 4
Gambar 2.2. Proses spreading dari sinyal asli menjadi Spread Signal ... 5
Gambar 2.3. Proses despreading untuk mendapatkan sinyal asli kembali 5
Gambar 2.4. Perbandingan spektrum antara Narrowband dan Spread Spectrum (sebagai Wideband) ... 6
Gambar 2.5. Energi sinyal yang termodulasi oleh Spread Spectrum menjadi berada di bawah level noise ... 6
Gambar 2.6.a. Direct-Sequence Spread Spectrum pada Transmitter ... 9
Gambar 2.6.b. Direct-Sequence Spread Spectrum pada Receiver ... 9
Gambar 2.7. Contoh proses Direct-Sequence Spread Spectrum ... 10
Gambar 2.8. Sinyal Frequency-Hopping ... 10
Gambar 2.9.a. Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Transmitter ... 11
Gambar 2.9.b. Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Receiver ... 11
Gambar 2.10. Susunan kaki IC timer 555 ... 15
Gambar 2.11. Rangkaian Monostable ... 16
Gambar 2.12. Grafik hubungan antara R1 ( ), C ( ), dan nilai yang dihasilkan ... 17
Gambar 2.14. Grafik hubungan antara R1 ( ), R2 ( ), C ( ), dan nilai
yang dihasilkan ... 19
Gambar 2.15. Gerbang XOR ... 19
Gambar 2.16. Konfigurasi Pin ATmega16 ... 22
Gambar 2.17. Blok Diagram ATmega16 ... 24
Gambar 3.1. Blok Diagram Keseluruhan Sistem Keyless Car Entry ... 25
Gambar 3.2. Diagram Alir Keseluruhan Sistem Keyless Car Entry ... 26
Gambar 3.3. Perangkat Keseluruhan Sistem Keyless Car Entry ... 27
Gambar 3.4. IC NE 555 yang digunakan ... 28
Gambar 3.5. Gambar rangkaian clock operasi Astable ... 29
Gambar 3.6. Rangkaian Clock yang terintegrasi pada Transmitter ... 30
Gambar 3.7. Proses XOR pada Transmitter ... 30
Gambar 3.8. Gerbang XOR yang menghubungkan Input Clock dan PNCode ... 31
Gambar 3.9. Diagram alir program pembangkit PNCode pada Transmitter dengan PNCode bernilai 1 0 1 ... 32
Gambar 3.10. Modul RF TLP 315 ... 33
Gambar 3.11. Modul RF RLP 315 ... 33
Gambar 3.12. Skema pengiriman data menggunakan Transmitter RF dan HT-12E ... 33
Gambar 3.14. Rangkaian TLP 315 dan HT-12E pada Transmitter ... 34
Gambar 3.15. Rangkaian RLP 315 dan HT-12D pada Receiver ... 35
Gambar 3.16. Diagram Blok Proses XOR pada Transmitter ... 35
Gambar 3.17. Diagram alir program pembangkit PNCode pada Receiver dengan PNCode bernilai 1 0 1 ... 36
Gambar 3.18. Gerbang XOR yang menghubungkan output HT-12D dan PNCode ... 37
Gambar 3.19. Mikrokontroler eksekusi program buka tutup kunci ... 38
Gambar 3.20. Diagram alir program buka tutup kunci ... 39
Gambar 3.21. Skematik Perangkat Transmitter ... 40
Gambar 3.22. Skematik Perangkat Receiver ... 41
Gambar 3.23. Rangkaian Relay pada motor Central Lock ... 43
Gambar 3.24. Rangkaian Relay yang Disambungkan pada motor door lock ... 44
Gambar 3.25. Motor door lock yang dipasang pada pintu pengemudi ... 45
Gambar 3.26. Batang dari motor door lock yang disangkutkan pada Tuas door lock ... 45
Gambar 3.27. Perangkat Receiver yang diletakkan pada mobil ... 46
Gambar 3.28. Sambungan pada aki mobil ... 46
Gambar 4.1. Bagian-bagian yang akan diamati ... 47
Gambar 4.3. Sinyal clock (atas) dan sinyal PNCode (bawah) ... 49
Gambar 4.4. Sinyal clock (atas) dan sinyal hasil XOR (bawah) ... 50
Gambar 4.5. Perbandingan antara sinyal yang diterima (atas) dan sinyal
yang dikirimkan (bawah) ... 52
Gambar 4.6. Perbandingan antara sinyal PNCode yang dihasilkan di
Receiver (atas) dan sinyal PNCode yang dihasilkan di
Transmitter (bawah) ... 53
Gambar 4.7. Perbandingan antara sinyal hasil dekripsi (atas) dan sinyal
DAFTAR RUMUS
Halaman
Rumus II.1. Rumus Panjang Gelombang ... 13
Rumus II.2. Rumus Periode ( ) untuk tiap pulsa Rangkaian Monostable . 16 Rumus II.3. Rumus untuk Rangkaian Astable ... 18
Rumus II.4. Rumus untuk Rangkaian Astable ... 18
Rumus II.5. Rumus Periode Total ( ) untuk Rangkaian Astable ... 18
Rumus II.6. Rumus Frekuensi ( ) untuk Rangkaian Astable ... 18
LAMPIRAN A
PROGRAM Pembangkit PNCode pada
Transmitter
#include <mega16.h> #include <delay.h>
void main(void) {
// Declare your local variables here
// Input/Output Ports initialization // Port A initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=P State6=P State5=P State4=P State3=P State2=P State1=P State0=P
PORTA=0xFF; DDRA=0x00;
// Port B initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTB=0x00; DDRB=0x00;
// Port C initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTC=0x00; DDRC=0x00;
// Port D initialization
// Func7=Out Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out Func1=Out Func0=Out
// State7=0 State6=0 State5=0 State4=0 State3=0 State2=0 State1=0 State0=0
PORTD=0x00; DDRD=0xFF;
// Mode: Normal top=FFFFh // OC1A output: Discon. // OC1B output: Discon. // Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge // Timer 1 Overflow Interrupt: Off // Input Capture Interrupt: Off // Compare A Match Interrupt: Off // Compare B Match Interrupt: Off TCCR1A=0x00; // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 2 Stopped // Mode: Normal top=FFh
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off ACSR=0x80;
PROGRAM Pembangkit PNCode pada
Receiver
#include <mega16.h> #include <delay.h>
void main(void) {
// Declare your local variables here
// Input/Output Ports initialization // Port A initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=P State6=P State5=P State4=P State3=P State2=P State1=P State0=P
PORTA=0xFF; DDRA=0x00;
// Port B initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTB=0x00; DDRB=0x00;
// Port C initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTC=0x00; DDRC=0x00;
// Port D initialization
// Func7=Out Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out Func1=Out Func0=Out
// State7=0 State6=0 State5=0 State4=0 State3=0 State2=0 State1=0 State0=0
PORTD=0x00; DDRD=0xFF;
// OC1A output: Discon. // OC1B output: Discon. // Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge // Timer 1 Overflow Interrupt: Off // Input Capture Interrupt: Off // Compare A Match Interrupt: Off // Compare B Match Interrupt: Off TCCR1A=0x00; // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 2 Stopped // Mode: Normal top=FFh
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off ACSR=0x80;
while (1) { code:
if(PINA.1==1) {
PORTD=0x00; delay_ms(500); PORTD=0xFF; delay_ms(500); PORTD=0x00; delay_ms(500);
PORTD=0xFF; delay_ms(500);
PORTD=0x00;
goto code; }
else {goto code;} };
PROGRAM Buka Tutup Kunci
#include <mega16.h> #include <delay.h>
// Declare your global variables here
void main(void) {
int input[5];
// Declare your local variables here
// Input/Output Ports initialization // Port A initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=P State0=P
PORTA=0x03; DDRA=0x00;
// Port B initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTB=0x00; DDRB=0x00;
// Port C initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTC=0x00; DDRC=0x00;
// Port D initialization
// Func7=Out Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out Func1=Out Func0=Out
// State7=0 State6=0 State5=0 State4=0 State3=0 State2=0 State1=0 State0=0
PORTD=0x00; DDRD=0xFF;
// Timer/Counter 0 initialization // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 0 Stopped // Mode: Normal top=FFh
// OC0 output: Disconnected TCCR0=0x00;
OCR0=0x00;
// Timer/Counter 1 initialization // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 1 Stopped // Mode: Normal top=FFFFh
// OC1A output: Discon. // OC1B output: Discon. // Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge // Timer 1 Overflow Interrupt: Off // Input Capture Interrupt: Off // Compare A Match Interrupt: Off // Compare B Match Interrupt: Off TCCR1A=0x00; // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 2 Stopped // Mode: Normal top=FFh
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off ACSR=0x80;
/*Proses Pengecekan isi Array*/
if (input[1]==1 && input[2]==0 && input[3]==1 && input[4]==0)
{
PORTD=0x02; /* Buka kunci */
delay_ms(200);
PORTD=0x04; delay_ms(2000);
goto ulang; }
else {
PORTD=0x04; goto ulang; }
Bab I Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Gaya hidup di masyarakat saat ini menjadikan mobil bukanlah sebagai
barang mewah lagi. Menjawab kondisi tersebut, para produsen mobil pun terus
menerus berusaha mengembangkan inovasi terkini untuk semakin meningkatkan
kualitas produk mobil yang ditawarkannya, baik dari segi mesin, perancangan
body mobil, maupun teknologi-teknologi yang diimplementasikan pada mobil
tersebut, sehingga dapat menjadi nilai tambah dibandingkan mobil lainnya.
Salah satu teknologi yang telah dikembangkan adalah sistem penguncian
central lock. Sistem penguncian central lock adalah sistem penguncian pintu
mobil yang dikendalikan cukup dari pintu pengemudi saja. Apabila kunci pintu
pengemudi membuka, maka kunci pintu lainnya pada mobil tersebut ikut
membuka, begitu pula jika kunci pintu pengemudi mengunci.
Dalam perkembangannya, sistem ini digabungkan dengan remote dan
sistem alarm. Remote ini berguna untuk mengendalikan kunci central lock,
sehingga untuk membuka atau menutupnya, tidak perlu dilakukan dari pintu
mobil, melainkan cukup menekan tombol buka tutup pada remote saja. Inovasi ini
memberikan kepraktisan tersendiri, oleh karena itu central lock, remote, dan alarm
menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah mobil modern.
Dalam tugas akhir ini, akan direalisasikan pengembangan dari sistem
central lock, yaitu sistem keyless car entry, yang tentunya semakin memberikan
kepraktisan dalam penggunaan kunci. Dalam sistem keyless car entry ini,
seseorang bahkan tidak perlu menekan tombol buka tutup dari remote untuk
mengunci dan membuka kunci mobil. Cukup membawa suatu alat yang disebut
modul mendekat pada mobil, maka secara otomatis kunci mobil akan terbuka,
Bab I Pendahuluan 2
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasar latar belakang di atas, masalah yang akan diangkat pada tugas
akhir ini adalah pengiriman data digital melalui Frekuensi Gelombang Radio,
pemrograman otomatisasi buka tutup kunci berdasarkan ada tidaknya resonansi,
dan pengenkripsian data digital dengan teknik Direct Sequence Spread Spectrum.
1.3. Perumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam tugas akhir ini meliputi:
1. Bagaimana merancang sistem Keyless Car Entry menggunakan modul Radio
Frequency?
2. Bagaimana mengimplementasikan teknik Direct Sequence Spread Spectrum
ke dalam sistem Keyless Car Entry?
1.4. Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah:
1. Merancang sistem Keyless Car Entry menggunakan modul Radio Frequency.
2. Mengimplementasikan teknik Direct Sequence Spread Spectrum ke dalam
sistem Keyless Car Entry.
1.5. Batasan Masalah
Pembatasan masalah pada tugas akhir ini meliputi:
1. Antara transmitter dan receiver diasumsikan tidak ada halangan dan dilakukan
pada daerah terbuka.
2. Ukuran Modul Transmitter yang besar tidak dipermasalahkan.
3. Sistem penguncian hanya dijalankan pada kondisi mesin mobil yang tidak
dihidupkan.
Bab I Pendahuluan 3
1.6. Sistematika Penulisan
Agar penulisan laporan Tugas Akhir ini dapat lebih terarah dan terstruktur
maka laporan ini akan dibagi dalam lima bab yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang, identifikasi masalah, perumusan masalah,
tujuan, batasan masalah, dan sistematika penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
Berisi latar belakang, identifikasi masalah, perumusan masalah,
tujuan, batasan masalah, dan sistematika penulisan
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
Berisi pembahasan perancangan alat dan perangkat lunak secara
keseluruhan
BAB IV DATA PENGAMATAN DAN ANALISA
Berisi data hasil pengamatan setelah alat direalisasikan dan analisa
terhadap hasil pengamatan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V Kesimpulan dan Saran
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1. Kesimpulan
1. Sistem Keyless Car Entry menggunakan modul Radio Frekuensi berbasis
Direct Sequence Spread Spectrum berhasil dirancang, direalisasikan, dan
berfungsi dengan baik.
2. Ditemukan masalah dalam pemanfaatan resonansi RF sebagai sensor yaitu
adanya “grey area” yaitu suatu daerah perbatasan yang bersifat tidak tentu antara daerah resonansi dan bukan daerah resonansi. Dengan
ketidaktentuan ini, terdeteksinya sinyal atau hilangnya sinyal menjadi
tidak jelas, mengakibatkan adanya kekacauan sesaat sebelum kunci
menutup atau membuka karena kesalahan dalam pengeksekusian program
dalam mikrokontroler.
3. Jarak yang dibutuhkan untuk membuka kunci lebih pendek dibandingkan
dengan menutup kunci.
V.2. Saran
1. Lebih didalami kembali masalah “grey area” agar sistem dapat berjalan
tanpa kekacauan sesaat.
2. Dapat dikembangkan agar PNCode dapat diubah-ubah misalnya dengan
menggunakan dipswitch.
3. Dapat dikembangkan agar pada saat mesin dihidupkan sistem penguncian
dari remote mati secara otomatis dan berpindah menjadi sistem
penguncian dari mobil (sensor kecepatan, rem, dan sebagainya).
4. Dapat dikembangkan agar sistem Keyless Car Entry dapat diintegrasikan
DAFTAR PUSTAKA
[1]. Dixon, Robert C. Spread Spectrum System – with Commercial
Application. 3rd Edition. New York: John Wiley & Sons, 1994.
[2]. Peterson, Roger L. and Rodger E. Ziemer. Introduction to
Spread-Spectrum Communication. New Jersey: Prentice Hall, 1995.
[3]. ---, ATmega16 – Atmega16L datasheet, Atmel Corporation, 2007
[4]. ---, DM7486 datasheet, Fairchild Semiconductor Corporation, 2000
[5]. ---, NE555 – SA555 – SE555 datasheet, STMicroelectronics, 1998
[6]. http://www.all4smartphone.com/screenshots/bluetooth/FHSSvDSSS.pdf
(Januari 2010)
[7]. http://tewe.wordpress.com/2008/05/29/spread-spectrum/(Januari 2010)
[8]. http://trensains.com/ne_555.htm(Januari 2010)
[9]. http://pdfserv.maxim-ic.com/en/an/AN1890.pdf(Februari 2010)
[10].
http://piratesandrevolutionaries.blogspot.com/2009/03/deleuze-wild-digital-computer-logic.html(Februari 2010)
[11].
http://www.seguridadmobile.com/bluetooth/bluetooth-security/building-your-own-Bluetooth-sniffer.html(Februari 2010)