K ATA P ENGANTAR
uji syukur kita ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia -Nya sehingga Laporan Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 dapat tersusun. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, maka Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan telah menyusun suatu laporan kinerja Tahun 2018 sebagai bahan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN untuk Tahun Anggaran 2018.
Laporan Kinerja Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan ini merupakan gambaran sejumlah capaian kinerja terhadap target sasaran yang tercantum dalam Perjanjian Kinerja tahun 2018 dan juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan kepada para stakeholders.
Kami berharap dengan telah disusunnya Laporan Kinerja Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 ini, akan dapat diperoleh manfaat umpan balik bagi perbaikan dan peningkatan kinerja bagi seluruh unit kerja lingkup kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan di masa yang akan datang. Berkaitan dengan hal tersebut, masukan dan saran perbaikan yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan Laporan Kinerja Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan.
P
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI III
DAFTAR TABEL iv
IKHTISAR EKSEKUTIF vi
BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi 2
1.3 Komposisi Pegawai 4
1.4 Permasalahan 5
1.5 Sistematika Laporan 6
BAB II PERENCANAAN KINERJA 8
2.1 Rencana Strategis 8
2.1.1 Visi dan Misi 9
2.1.2 Tujuan dan Sasaran 9
2.2 Rencana Kinerja Tahunan 2018 11
2.3 Perjanjian Kinerja Tahun 2018 13
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 16
3.1 Capaian Kinerja 16
Stakeholder Perspektif 19
IKU. 1 Pertumbuhan PDB Perikanan 19
IKU. 2 Nilai Tukar Nelayan (NTN) 20
IKU. 3 Rata-rata pendapatan RTP/bulan 20 IKU. 4 Rata-rata pendapatan nelayan/bulan 21
Customer Perspektif 21
IKU. 5 Jumlah Produksi Perikanan Tangkap UPT PPS Belawan 22 IKU. 6 Nilai Produksi Perikanan Tangkap UPT PPS Belawan 24 IKU. 7 Jumlah Penyaluran Akses Permodalan Perikanan
Tangkap
26 IKU. 8 Jumlah WPP yang Dikelola Sesuai Rencana Pengelolaan
Perikanan(RPP)
26 IKU. 9 Nilai PNBP dari Sektor Perikanan Tangkap 31
Internal Process Perspektif 31
IKU. 10 Jumlah Kapal yang menerapkan Logbook Penangkapan Ikan di UPT PPS Pengambegan (Unit)
33 IKU. 11 Jumlah Kapal Perikanan Yang Memenuhi Standar
Kelaikan dalam penanganan dan penangkapan ikan (unit)
34
IKU. 12 Tingkat Penyediaan Data Perikanan Tangkap di UPT PPS Belawan Sesuai Kebutuhan (Statistik dan Logbook)
34 IKU. 13 Tingkat Operasional di UPT PPS Belawan yang
memenuhi standar
36 IKU. 14 Tingkat Pelayanan Kesyahbandaran UPT PPS Belawan 37 IKU. 15 Rasio Kecukupan Fasilitas UPT Pelabuhan Perikanan
Samudera Belawan terhadap Kebutuhan
39
IKU. 16 Nilai PNBP 39
IKU. 17 Jumlah Kapal Perikanan yang terdaftar sebagai Kapal Perikanan di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (Unit)
40
Learning and Growth Perspektif 41
IKU. 18 Indeks Kompetensi dan Integritas Lingkup UPT PPS Belawan
41 IKU. 19 Persentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem
Manajemen Pengetahuan yang Terstandar lingkup DJPT
42 IKU. 20 Persentase Pemenuhan Dokumen Pendukung Reformasi
Birokrasi UPT PPS Belawan
43
IKU. 21 Nilai AKIP DJPT 44
IKU. 22 Level Maturitas UPT PPS Belawan (Tingkat) 46 IKU. 23 Jumlah Inovasi Pelayanan Publik UPT Pelabuhan
Perikanan Samudera Belawan (Inovasi)
47 IKU. 24 Nilai Kinerja Anggaran Lingkup UPT PPS Belawan 47
3.2 Akuntabilitas Keuangan 48
BAB IV PENUTUP 51
4.1 Kesimpulan 51
4.2 Saran 53
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
NO. TABEL NAMA TABEL HAL
Tabel 1 vIII
Tabel 2 12
Tabel 3 14
Tabel 4 17
Tabel 5 19
Tabel 6 20
Tabel 7 20
Tabel 8 21
Tabel 9 21
Tabel 10 22
Tabel 11 23
Tabel 12 25
Tabel 13 26
Tabel 14 27
Tabel 15 31
Tabel 16 32
Tabel 17 33
Tabel 18 34
Tabel 19 35
Tabel 20 36
Tabel 21 39
Tabel 22 39
Tabel 23 40
Tabel 24 41
Tabel 25 42
Tabel 26 43
Tabel 27 44
Tabel 28 46
Tabel 29 47
Tabel 30 47
Tabel 31 48
Tabel 32 49
Tabel 33 49
I khtisar E ksekutif
Pelabuhan Perikanan Belawan sejak Tahun 2013 telah memanfaatkan Balanced Scorecard sebagai suatu alat dalam proses manajemen strategik yang diawali dari perencanaan hingga evaluasi dan pelaporan. Dengan BSC, seluruh unit organisasi kini memiliki kaitan yang erat baik secara vertikal maupun horizontal yang bermuara kepada satu titik pencapaian visi dan misi KKP. BSC menjadi instrumen yang tepat bagi sebuah organisasi dan individu-individu yang ada di dalamnya untuk bisa melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan prinsip-prinsip anggaran berbasis kinerja. Dengan mengacu pada RPJMN 2015 – 2019 dan RKP tahun 2015, Ditjen Perikanan Tangkap senantiasa mengupayakan seluruh rencana aksi yang ada dilaksanakan secara optimal, efektif dan efisien, sebagaimana mestinya dengan harapan target indikator kinerja yang terdapat pada RPJMN dan RKP dapat tercapai dengan maksimal dan dilaporkan dalam bentuk Laporan Kinerja.
Laporan Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 disusun untuk mengukur pencapaian indikator kinerja Tahun 2018 sesuai dengan Perjanjian Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 dalam mewujudkan misi dan tujuan yang telah ditetapkan.
Laporan Kinerja Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan menyajikan berbagai keberhasilan maupun kegagalan capaian strategis yang ditunjukkan oleh Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan pada Tahun 2018.
Berbagai capaian strategis tersebut tercermin dalam capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun analisis kinerja berdasarkan tujuan dan sasaran. Hasil capaian sasaran strategis yang ditetapkan secara umum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 97.59%. (Sesuai dashboard pada Aplikasi Kinerjaku Tahun 2018).
Secara umum, beberapa capaian indikator kinerja utama Tahun 2018 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Capaian Indikator Kinerja Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
TARGET Tahun
2018
REALISASI Tahun 2018
% CAPAIAN Stakeholder Perspective
1. Terwujudnya kesejahteraan Masyarakat Nelayan
1 NilaiPDB Perikanan (%) 11 5.20 47.27
2 Nilai Tukar Nelayan (NTN) 112 114.17 101.94
3
Rata-rata Pendapatan RTP/bulan (Rp /RTP/bulan)
11.30 10.12 89.56
4
Rata-rata Pendapatan Nelayan/bulan (Rp /nelayan/bulan)
3.26 3.64 111.66
Customer Perspective
2.
Terwujudnya Pengelolaan UPT PPS Belawan yang Partisipatif, Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan
5
Jumlah produksi perikanan tangkap UPT PPS Belawa ( ton)
21.600 21.821 101.02
6
Nilai produksi perikanan tangkap UPT PPS Belawa
(Rp.Miliar) 54.000 613.567 113,6
7
Jumlah Penyaluran Akses Permodalan Perikanan Tangkap (Rp.milyar)
4.80 5.30 110.42
8 Jumlah WPP yang dikelola
sesuai Rencana Pengelolaan 11 11 100
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
TARGET Tahun
2018
REALISASI Tahun 2018
% CAPAIAN Perikanan (WPP)
9
Nilai PNBP dari Sektor PT
(Rp. Miliar) 600.02 481.08 80.18
Internal Process Perpective
3.
Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang berdaya saing dan berkeadilan
10
Jumlah kapal yang menerapkan logbook penangkapan ikan di UPT PPS Belawan (unit)
390 443 113.59
11
Jumlah kapal perikanan yang memenuhi standar laik laut, laik tangkap,dan laik simpan di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (unit)
370 454 120
12
Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang memenuhi standar (%)
70 77.75 111.07
13
Tingkat penyediaan Data Perikanan Tangkap di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan sesuai kebutuhan (Statistik dan Loogbook) (%)
100 100 100
14
Tingkat pelayanan kesyahbandaran UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
100 100 100
15
Rasio kecukupan fasilitas UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan terhadap kebutuhan (%)
97 97 100
16
Nilai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (Rp.Miliar)
0.40 0.67 120
4. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan PPS Belawan secara profesional dan partisipatif
17
Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (unit)
408 454 111.27
Learning Growth Perpective
5.
Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang Kompeten, Profesional dan Berkepribadian
18
Indeks Kompetensi dan integritas Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
81 94.68 116.89
6. Tersedianya Manajemen Pengetahuan DJPT yang handal dan mudah diakses
19
Persentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem
Manajemen Pengetahuan yang Terstandar Lingkup DJPT (%)
66 73.21 110.92
7.
Terwujudnya Birokrasi UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang Efektif, Efisien dan Berorientasi pada Layanan Prima
20
Persentase pemenuhan dokumen pendukung Reformasi Birokrasi PPS Belawan (%)
81 81.11 108.78
21 Nilai AKIP DJPT (Nilai)
85 84.19 99.05
8.
Terkelolanya anggaran Pembangunan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan secara
22
Nilai Kinerja Anggaran lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
95 99.71 104.96
23
Persentase penyelesaian temuan BPK Tahun 2018 lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%)
100 3,25 66.35
Pengukuran realisasi IKU ini mengacu pada pelaksanaan kegiatan di PPS Belawan. Dari 23 indikator pada Tahun 2018 yang sudah dapat terukur adalah indicator yang berada di Stakeholder Perspektif sebanyak 4 (empat) indicator, indicator yang berada di Customer Perspektif sebanyak 5 (lima) indicator, Internal Process Perspektif sebanyak 8 (delapan) indicator dan di Learning and Growth Perspektif sebanyak 6 (enam) indicator. Dari 23 (dua puluh tiga) indicator yang sudah dapat diukur tersebut 18 (delapan belas) indikator sudah mencapai target 100 persen yakni sebagai berikut :
a) Nilai Tukar Nelayan (NTN).
b) Rata-rata Pendapatan Nelayan/bulan (Rp /nelayan/bulan) c) Jumlah produksi perikanan tangkap di UPT PPS Belawan (Ton) d) Jumlah penyaluran akses permodalan perikanan tangkap (Rp. Triliun) e) Jumlah WPP yang menerapkan Rencana Pengelolaan Perikanan (WPP) f) Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di
UPT PPS Belawan(unit)
g) Jumlah kapal perikanan yang memenuhi standar laik laut, laik tangkap dan laik simpan di UPT PPS Belawan(unit)
h) Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan di UPT PPS Belawan yang memenuhi standar (%)
i) Tingkat penyediaan Data Perikanan Tangkap di UPT PPS Belawan sesuai kebutuhan (statistic dan logbook) (%)
j) Tingkat pelayanan kesyahbandaran UPT PPS Belawan(%) k) Rasio kecukupan fasilitas UPT PPS Belawan(%)
l) Nilai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di UPT PPS Belawan(Rp.Milyar)
m) Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di UPT PPS Belawan(unit)
n) Indeks kompetensi dan integritas lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%)
o) Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar lingkup DJPT (%)
p) ersentase Pemenuhan Dokumen Reformasi Birokrasi lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
q) Nilai kinerja anggaran lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (nilai)
r) Persentase penyelesaian temuan BPK Tahun 2017 lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%)
Namun Demikian, terdapat 5 (lima) indicator tidak mencapai target yakni sebagai berikut :
Nilai PDB Perikanan (%)
Merupakan IKU capaian pusat (eselon I) disebabkan realisasi s/d triwulan IV dari pusat memang rendah yaitu 3,71% sehingga persentase capaian menjadi 33,73% dibandingkan target 11%.
Rata-rata pendapatan RTP/bulan (Rp. Juta/RTP/Bulan)
Merupakan IKU capaian pusat (eselon I) disebabkan realisasi s/d triwulan IV dari pusat memang rendah yaitu Rp. 6,77 juta/RTP/bulan sehingga persentase capaian menjadi 59,91% dibandingkan target Rp. 11,3 juta/RTP/bulan.
Nilai produksi perikanan tangkap di UPT PPS Belawan (Rp.Milyar)
Nilai PNBP dari Sektor PT
Merupakan IKU capaian pusat (eselon I) disebabkan realisasi s/d triwulan IV dari pusat memang rendah yaitu Rp. 464,52 Milyar sehingga persentase capaian menjadi 77,42% dibandingkan target Rp. 600,02 Milyar.
Persentase Pemenuhan Dokumen AKIP lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
Merupakan IKU capaian pusat (eselon I) disebabkan realisasi s/d triwulan IV dari pusat memang rendah yaitu nilai AKIP DJPT adalah 84,19 sehingga persentase capaian menjadi 99,04% dibandingkan target nilai AKIP DJPT adalah 85.
Persentase penyelesaian temuan BPK tahun 2017 lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan
Merupakan IKU Pusat yang di cascading ke lingkup UPT PPS Belawan yang berdasarkan Laporan Hasil Pemerikaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2016 Nomor : R.410/MEN-KP/VI/2017 tanggal 22 Juni 2017 tentang Aset Departemen Pertanian. hal ini terdapat pada Neraca SIMAK BMN . yang mana terdapat Tanah seluas 902 m2 yang tidak diketahui keberadaannya, Realisasi nya Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan telah melengkapi kronologi penelusuran aset tersebut diatas
dengan dokumen-dokumen yang terkait aset tidak diketahui keberadaannya sebagai data dukung penyelesaian tindaklanjut.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
elabuhan Perikanan Samudera Belawan merupakan salah satu unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap yang mempunyai tugasmelaksanakan pengelolaan dan pelayanan pemanfaatan sumber daya ikan, serta keselamatan operasional kapal perikanan.Guna mencapai tujuan pembangunan perikanan tangkap, Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan melaksanakan Program Pengelolaan Perikanan Tangkap, yang terdiri dari 5 (lima) kegiatan, yaitu :
1. Pengelolaan Kapal Perikanan, Alat Penangkap Ikan ( 2337) 2. Pengelolaan Pelabuhan Perikanan. ( 2338)
3. Pengendalian Perizinan dan Kenelayanan ( 2339) 4. Pengelolaan Sumber Daya Ikan (SDI).(2341)
5. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Perikanan Tangkap.(2342)
Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN menuju tercapainya pemerintahan yang bersih (clean governance) dan bertanggung jawab (good governance) diperlukan pertanggungjawaban dari penyelenggara negara yang dilaporkan pada akhir tahun anggaran dalam suatu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang ditindaklanjuti dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah mengatur bahwa segala pelaksanaan pembangunan oleh instansi pemerintah agar dilaporkan secara akuntable sesuai dengan perjanjian kinerja yang ditetapkan meliputi pertanggungjawaban penggunaan anggaran, keberhasilan yang dihasilkan, kegagalan pelaksanaan serta permasalahan –permasalahan yang dihadapi yang disertai dengan tindak lanjut pelaksanaan di tahun mendatang. Tujuan dari pelaporan kinerja ini yakni : (1) untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang
P
telah dan seharusnya tercapai, (2) sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.
Wujud pelaporan kinerja dimaksud adalah Laporan Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang disusun setiap tahun.
Berkaitan dengan hal tersebut, Laporan Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 disusun untuk mengukur pencapaian indikator kinerja pada Tahun 2018 sesuai dengan Perjanjian Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 dalam mewujudkan misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Laporan Kinerja Tahun 2018 ini adalah salah satu bentuk media pertanggungjawaban kinerja sesuai dengan perjanjian kinerja dan anggaran yang telah dialokasikan terhadap kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan sehingga prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab (good governance) bisa diwujudkan.
1.2. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20/PERMEN-KP/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan, Tugas Pelabuhan PerikananSamudera Belawan adalah melaksanakan pengelolaan dan pelayanan pemanfaatan sumber daya ikan serta keselamatan operasional kapal perikanan. Dalam melaksanakan tugas tersebut Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan menyelenggarakan fungsinya:
1. Penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelabuhan perikanan;
2. Pelaksanaan pengaturan keberangkatan, kedatangan dan keberadaan kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan;
3. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan dan Keberangkatan Kapal Perikanan;
4. Pelaksanaan pemeriksaan Log Book;
5. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar;
6. Pelaksanaan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan;
7. Pelaksanaan pengawasan pengisian bahan bakar;
8. Pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pendayagunaan dan pengawasan serta pengendalian sarana dan prasarana;
9. Pelaksanaan fasilitasi penyuluhan, pengawasan dan pengendalian sumber daya ikan, perkarantinaan ikan, publikasi hasil penelitian, pemantauan wilayah pesisir, wisata bahari, pembinaan mutu serta pengolahan, pemasaran dan distribusi hasil perikanan;
10. Pelayanan jasa, pemanfaatan lahan dan fasilitas usaha;
11. Pelaksanaan pengumpulan data, informasi dan publikasi;
12. Pelaksanaan bimbingan teknis dan penerbitan Sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB);
13. Pelaksanaan inspeksi pembongkaran ikan;
14. Pelaksanaan pengendalian lingkungan di pelabuhan perikanan;
15. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut, struktur Organisasi Perikanan Samudera Belawan terdiri atas 3 (Tiga) unit kerja Eselon IV dan Eselon IV serta Kelompok Jabatan Fungsional, yaitu:
A. Eselon IV lingkup UPT PPS Belawan meliputi posisi jabatan sebagai berikut : 1. Bidang Operasional Pelabuhan dan Kesyahbandaran, yang dipimpin oleh
Kepala Bidang Operasional Pelabuhan dan Kesyahbandaran yang mempunyai tugas dan fungsi yaitu melakukan pengawasan pelaksanaan pengaturan keberangkatan, kedatangan dan keberadaan kapal perikanan, penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan dan Keberangkatan Kapal Perikanan, pemeriksaan Log Book, pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar, penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan , pengawasan pengisian bahan bakar, pelaksanaan pengumpulan data, informasi, dan publikasi;
pelaksanaan penerbitan Sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB);
pelaksanaan inspeksi pembongkaran ikan; dan pelaksanaan bimbingan teknis operasional pelabuhan, kesyahbandaran, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pelayanan usaha.
2. Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha yang dipimpin oleh Kepala Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha yang mempunyai tugas dan fungsinya yaitu melaksanakan pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pengawasan, dan pengendalian, serta pendayagunaan sarana dan prasarana; fasilitasi penyuluhan, pengawasan dan pengendalian sumber daya ikan, perkarantinaan ikan, publikasi hasil penelitian, pemantauan wilayah pesisir, wisata bahari, pembinaan mutu, pengolahan, dan pemasaran, serta distribusi hasil perikanan; pelayanan jasa, pemanfaatan lahan dan fasilitas usaha; dan pelaksanaan bimbingan teknis tata kelola dan pelayanan usaha.
3. Bagian Tata Usaha yang dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha yang memiliki tugas dan fungsinya yaitu melaksanakan penyusunan rencana, program dan anggaran, administrasi kepegawaian, keuangan, umum, pengelolaan Barang Milik Negara, pengendalian lingkungan, pelayanan masyarakat perikanan, urusan rumah tangga, dan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Pelabuhan Perikanan.
B. Eselon IV lingkup UPT PPS Belawan meliputi posisi jabatan sebagai berikut : 1. Seksi Operasional Pelabuhan dipimpin oleh Kepala Seksi Operasional
Pelabuhan yang memiliki tugas dan fungsinya yaitu melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan data, informasi, publikasi, inspeksi pembongkaran ikan, bimbingan teknis, dan penerbitan Sertifikat CPIB 2. Seksi Kesyahbandaran, dipimpin oleh Kepala Seksi Kesyahbandaran
mempunyai tugas dan fungsinya melakukan pelaksanaan pengaturan keberangkatan, kedatangan dan keberadaan kapal perikanan, pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor, pemeriksaan Log Book, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar, penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan, pengawasan pengisian bahan bakar, bimbingan teknis serta kegiatan kesyahbandaran lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.
3. Seksi Pelayanan Usaha, yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pelayanan Usaha mempunyai tugas dan fungsinya yaitu melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pelayanan jasa seperti sewa alat berat, sewa lahan, jasa kebersihan, pas harian/berlangganan, penerbitan rekomendasi pemanfaatan lahan, dan fasilitas usaha, serta bimbingan teknis pelayanan usaha.
4. Seksi Tata Kelola Sarana dan Prasarana, yang dipimpin oleh Kepala Seksi Tata Kelola Sarana dan Prasarana mempunyai tugas dan fungsinya yaitu melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pendayagunaan sarana dan prasarana; bimbingan teknis; serta fasilitasi penyuluhan, pengawasan dan pengendalian sumber daya ikan, perkarantinaan ikan, publikasi hasil penelitian, pemantauan wilayah pesisir, wisata bahari, pembinaan mutu, pengolahan, dan pemasaran, serta distribusi hasil perikanan.
5. Subbagian Umum, yang dipimpin oleh Kepala Subbagian Umum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana dan pelaksanaan program dan anggaran, hukum, organisasi, ketatalaksanaan, administrasi kepegawaian, keuangan dan umum, pelaksanaan pengemdalian lingkungan (kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan dan keselamatan kerja), rumah tangga dan Barang Milik Negara, pelayanan masyarakat perikanan, pemantauan dan evaluasi serta pelaporan.
Kepala Pelabuhan Ir. Arief Rahman Lamatta, MM
Bagian Tata Usaha Ir. Nurmaida Silaen, M.Si
Sub.Bagian Keuangan
(Hermin SE) Sub Bagian Umum
Darmawansyah Putra,SE
Bidang Operasional Pelabuhan dan Kesyahbandaran (Moch Salim, A.Pi)
Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha (Ir.Marten Baga Sadipun)
Seksi Tata Kelola Sarana dan Prasarana (Maria,H.J Silaen,A.Pi
)
Seksi Pelayanan Usaha ( Rita Suanny Panjaitan
S.St.Pi)
Seksi Kesyahbandaran ( )
Seksi Operasional Pelabuhan ( Parlindungan Siahaan,SH)
6. Subbagian Keuangan, yang dipimpin oleh Kepala Subbagian Keuangan mempunyai tugas dan fungsinya dalam melakukan penyiapan pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.
7. Kelompok Jabatan Fungsional, Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Pelabuhan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional kepelabuhanan serta kegiatan lain yang sesuai dengan tugas masing-masing jabatan fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jabatan Fungsional pada Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan terdiri dari Jabatan, Pengawas Perikanan Pelaksana Bidang Mutu Hasil Perikanan, Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan Statistisi Pelaksana.
Struktur organisasi Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Struktur Organisasi PPS Belawan Tahun 2018.
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018 UNIT PELAKSANA TEKNIS
PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Arief Rahman Lamatta
Jabatan : Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Selanjutnya disebut Pihak Pertama
Nama : M. ZULFICAR MOCHTAR Jabatan : Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Selaku atasan langsung Pihak Pertama
Selanjutnya disebut Pihak Kedua
Pihak Pertama pada tahun 2018 ini berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan sesuai lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.
Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab Pihak Pertama.
Pihak Kedua akan memberikan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
Pihak Kedua,
M. ZULFICAR MOCHTAR
Jakarta, Maret 2018 Pihak Pertama,
Arief Rahman Lamatta
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018
PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
STAKEHOLDER PERSPECTIVE 1 Terwujudnya kesejahteraan masyarakat
nelayan
1 Nilai PDB Perikanan (%) 11
2 Nilai Tukar Nelayan (NTN) 112
3 Rata-rata pendapatan RTP/bulan (Rp. Juta/RTP/Bulan) 11.30
4 Rata-rata pendapatan nelayan/bulan (Rp.
Juta/nelayan/bulan) 3.26
COSTUMER PERSPECTIVE 2 Terwujudnya Pengelolaan UPT
Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan
5 Jumlah produksi perikanan tangkap di UPT PPS Belawan (Ton)
21.600 6 Nilai produksi perikanan tangkap di UPT PPS
Belawan (Rp.Milyar)
54.000 7 Jumlah penyaluran akses permodalan perikanan
tangkap (Rp. Triliun)
4,80 8 Jumlah WPP yang menerapkan Rencana
Pengelolaan Perikanan (WPP)
11 9 Nilai PNBP dari Sektor PT (Rp. Miliar) 600.02 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
3 Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang adil, berdaya saing dan
berkelanjutan
10 Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook
penangkapan ikan di UPT PPS Belawan(unit) 390 11 Jumlah kapal perikanan yang memenuhi standar laik
laut, laik tangkap dan laik simpan di UPT PPS Belawan(unit)
370
12 Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan di UPT PPS
Belawan yang memenuhi standar (%) 100
13 Tingkat penyediaan Data Perikanan Tangkap di UPT PPS Belawan sesuai kebutuhan (statistic dan logbook) (%)
100
14 Tingkat pelayanan kesyahbandaran UPT PPS
Belawan(%) 100
15 Rasio kecukupan fasilitas UPT PPS Belawan(%) 97 16 Nilai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di UPT
PPS Belawan(Rp.Milyar) 0.40
4 Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang profesional dan partisipatif
17 Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal
perikanan di UPT PPS Belawan(unit) 408
LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE 5 Terwujudnya aparatur sipil negara UPT
Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang kompeten, profesional dan berkepribadian
18 Indeks kompetensi dan integritas lingkup UPT
Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%) 81
6 Tersedianya manajemen pengetahuan DJPT yang handal dan mudah diakses
19 Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar lingkup DJPT (%)
66
7 Terwujudnya pranata dan kelembagaan birokrasi UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
20 Persentase Pemenuhan Dokumen Reformasi Birokrasi lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
81
21 Persentase Pemenuhan Dokumen AKIP lingkup UPT
Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%) 85 8 Terkelolanya anggaran pembangunan UPT
Pelabuhan Perikanan Samudera Belawansecara efisien dan akuntabel
22 Nilai kinerja anggaran lingkup UPT Pelabuhan
Perikanan Samudera Belawan (nilai) Baik (95)
23 Persentase penyelesaian temuan BPK Tahun 2017 lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%)
100
Program : Pengelolaan Perikanan Tangkap
Jumlah Anggaran Tahun 2018 : Rp.11.009.486.000,-
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
M. ZULFICAR MOCHTAR
Jakarta, Maret 2018 Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan
ARIEF RAHMAN LAMATTA A
No. Kegiatan Anggaran (Rp.)
1 Pengelolaan Kapal Perikanan,Alat penangkapan Ikan 80.000.000,-
2 Pengelolaan Pelabuhan Perikanan 835.657.000,-
3 Pengelolaan Perijinan dan Kenelayanan 64.752.000,-
4 Pengelolaan Sumber Daya Ikan 127.182.000,-
5 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap
9.901.895.000,-
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
M. ZULFICAR MOCHTAR
Jakarta Maret 2018 Kepala UPT PPS Belawan
Arief Rahman Lamatta
1.3 Komposisi Pegawai
Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan memiliki pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jumlah 54 orang. Dan pada periode berjalan terjadi mutasi dan pensiun pada struktur pegawai pelabuhan perikanan Samudera Belawan sebanyak 4(empat) orang, data tersebut dijelaskan sebagai berikut:
No Nama Pegawai Jabatan Keterangan 1 Chandra
Junaini.S.E
Pengadministrasi Keuangan
Pada Bulan April 2019 mutasi
2 Jatmoko A.Pi Kepala Seksi Kesyahbandaran
Pada Agustus 2018 Mutasi
3 Hasan Syahbandar Pada Agustus 2018
Mutasi 4 Ir. Arief Rahman
Lamatta
Kepala Pelabuhan pada November 2018 Purnabakti
Sehingga pegawai Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan per Desember 2018 berjumlah 50 orang, berikut komposisi pegawai berdasarkan golongan:
Komposisi Pegawai PPS Belawan berdasarkan Tingkat Golongan
Berdasarkan tabel diatas terlihat dari jumlah pegawai sebanyak 54 orang terdiri dari PNS golongan IV sebanyak 4 orang ( 7,6 %), golongan III sebanyak 34 orang ( 61,5), golongan II sebanyak 15 orang ( 29 %) dan golongan I sebanyak 1 orang ( 2%).
Grafik komposisi pegawai berdasarka Pendidikan
Dari Grafik di atas dapat dilihat bahwa jumlah pegawai dengan latar belakang pendidikan SD dan SLTP sebanyak 2 orang (4%), SLTA lebih banyak sejumlah
0 2 4 6 8 10 12 14 16
IV/c IV/a III/d III/c III/b IIIa II/d II/c II/a I/d
Jumlah Pegwai
0 5 10 15 20 25
S2 S1 DIII SLTA SLTP SD
PNS PTT
20 orang (40%), DIII sebanyak 2 orang (4%), S1/DIV sebanyak 22 orang (44%) dan S2 sebanyak 4 orang (8%). Adapun jumlah PNS per 31 Desember 2018 sebanyak 50 orang (55%) dari total pegawai sedangkan sisanya dari tenaga kontrak sebanyak 41 orang (45%). Keberadaan tenaga kontrak sebagian besar di petugas kebersihan dan petugas pengamanan. Grafik diatas menunjukkan bahwa pendidikan sarjana (S1) masih mendominasi tingkat pendidikan SDM PNS di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan.
1.4. PERMASALAHAN
Permasalahan yang dihadapi oleh PPS Belawan dalam rangka mendukung Program Pengelolan Perikanan Tangkap antara lain masalah sarana prasarana dan kepatuhan nelayan. Sarana dan prasana yang memadai sangat berpengaruh pada pengembangan usaha perikanan tangkap.
Adapun permasalahan-permasalahan tersebut antara lain :
1. Sertifikasi lahan pelabuhan seluas 24,509 m2 sedangkan lahan seluas 41,263 m2 dan masih belum dilakukan pengurusan sertifikat. Jadi luas lahan seluruhnya 65.772 m2
2. Kurangnya SDM terutama di Seksi Kesyahbandaran.
3. Masih terjadi pendangkalan pada kolam labuh sehingga menyebabkan jika air laut surut, kapal tidak dapat tambat di dermaga.
4. Kepatuhan nelayan terhadap pengisian logbook penangkapan ikan masih kurang.
5. Pintu akses masuk pelabuhan lebih dari satu sehingga peneriman PNBP untuk pas masuk belum maksimal.
6. Kepatuhan nelayan terhadap kelengkapan dokumen kapal untuk kegiatan penangkapan ikan masih kurang.
7. Gedung Pelayanan yang ada belum memenuhi standar pelayanan publik.
1.5. SISTEMATIKA LAPORAN
Laporan kinerja Tahun 2018 merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Pada dasarnya laporan kinerja disusun dengan menyajikan informasi tentang :
1. Uraian singkat organisasi
2. Rencana dan target kinerja yang ditetapkan
3. Pengukuran Kinerja
4. Evaluasi dan analisis kinerja untuk setiap sasaran strategis atau hasil program/kegiatan dan kondisi terakhir yang seharusnya terwujud.
Laporan Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah.
Laporan Kinerja Tahun 2018 ini bertujuan menginformasikan capaian kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan selama Tahun 2018 Capaian Kinerja (Performance Results) Tahun 2018 tersebut dibandingkan dengan Perjanjian Kinerja (Performance Plan) Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi.
Adapun sistematika penyajian laporan sebagai berikut:
1) Ikhtisar Eksekutif, pada bagian ini berisi ringkasan secara menyeluruh Laporan Kinerja Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan.
2) Bab I Pendahuluan, pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issue) yang sedang dihadapi oleh organisasi.
3) Bab III Perencanaan Kinerja, pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahunan (PK).
4) Bab IV Akuntabilitas Kinerja, pada bab ini berisi capaian kinerja organisasi pada Tahun 2018, Realisasi anggaran.
5) Bab IV Penutup, pada bab ini disajikan kesimpulan umum atas capaian kinerja Tahun 2018 organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untukmeningkatkan kinerja.
6) Lampiran.
Isi dari pada lampiran merupakan kumpulan dari Penetapan Kinerja, Pengukuran Kinerja yang telah ditandatangani oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan dan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
BAB III
PERENCANAAN KINERJA
2.1. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN PERIKANAN TANGKAP
engaruh utama prioritas nasional pada pengelolaan sumber daya kemaritiman dan kelautan semakin menguatkan peran sektor kelautan dan perikanan untuk mewujudkan cita-cita nasional.
Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sektor kelautan dan perikanan, peran sub bidang perikanan tangkap masih strategis, yakni sebagai:
(i) penyedia bahan pangan dari perairan yang mempunyai nilai tinggi dari, ditinjau dari aspek nutrisi maupun ekonomi, (III) penyedia lapangan kerja bagi masyarakat di daerah pesisir, (IV) salah satu bidang andalan dalam kegiatan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan yang turut serta dalam menjaga kedaulatan bangsa di laut, (IV) penyumbang potensial untuk mendorong peningkatan penerimaan negara, serta (V) identitas budaya negara maritim yang perlu dijaga dan dilestarikan. Untuk menjalankan peran strategis tersebut, visi pembangunan perikanan tangkap ditetapkan sebagai berikut:
“Terwujudnya Perikanan Tangkap yang Berdaulat, Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Nelayan” dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Berdaulat diartikan sebagai kemampuan penuh untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya perikanan untuk digunakan sebesar-besarnya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat demi mewujudkan kedaulatan secara ekonomi dari kegiatan perikanan tangkap.
2. Mandiri diartikan sebagai keadaaan untuk dapat berdiri sendiri tanpa bergantung dengan pihak lain dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya perikanan yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
3. Berdaya saing diartikan sebagai keunggulan dan kapasitas yang dimiliki untuk menghadapi persaingan dalam peta kompetisi global dalam pengelolaan sumber daya perikanan.
4. Berkelanjutan dimaksudkan sebagai upaya untuk mengelola dan melindungi sumber daya ikan agar dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan oleh generasi saat ini dan generasi mendatang.
5. Kesejahteraan diartikan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, khususnya nelayan.
P
Keempat hal dalam visi tersebut di atas merupakan prinsip utama yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam misi, strategi dan upaya-upaya pembangunan yang diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan.
Misi Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap ditetapkan adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan keberlanjutan sumberdaya perikanan 2. Mewujudkan keberlanjutan usaha perikanan tangkap
2.2. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS PEMBANGUNAN PERIKANAN TANGKAP
Tujuan pembangunan perikanan tangkap adalah untuk mendukung terwujudnya misi keberlanjutan sumber daya ikan dan usaha perikanan tangkap melalui pencapaian target kinerja yang akan dicapai dalam lima tahun (2015-2019). Pada akhir periode 2018, target capaian pembangunan diharapkan berupa pertumbuhan PDB perikanan dapat meningkat sebesar 5 persen, rata-rata pendapatan nelayan meningkat sebesar 30,22 persen, Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat sebesar 2 point, produksi perikanan tangkap meningkat sebesar 9,79 persen, nilai produksi meningkat sebesar 22,15 persen, nilai investasi perikanan tangkap meningkat sebesar 35,48 persen, dan penyaluran permodalan perikanan tangkap sebesar 19,05 persen, serta wilayah pengelolaan perikanan (WPP) yang dikelola sesuai rencana pengelolaan perikanan (RPP) sebanyak 11 WPP.
Untuk mewujudkan misi keberlanjutan sumber daya perikanan dilakukan dengan:
1. Mengelola sumber daya ikan secara berkelanjutan;
2. Mengendalikan penangkapan ikan.
Sedangkan untuk mewujudkan misi keberlanjutan usaha perikanan tangkap dilakukan dengan:
1. Mengoptimalkan pengelolaan kapal perikanan, alat penangkap ikan, dan pengawakan kapal perikanan;
2. Mengoptimalkan pengelolaan pelabuhan perikanan;
3. Mengelola kenelayanan dan keberlanjutan usaha nelayan.
Sasaran strategis pembangunan perikanan tangkap merupakan kondisi yang diinginkan dapat dicapai selama lima tahun sebagai suatu
outcome/impact dari program dan kegiatan yang dilaksanakan. Sasaran strategis ini menjabarkan misi keberlanjutan, yakni keberlanjutan usaha perikanan tangkap dan keberlanjutan sumber daya ikan. Sasaran strategis dibagi dalam 4 (empat) perspektif, yakni stakeholders perspective, customer perspective, internal process perspective, dan learning and growth perspective.
Isi Peta
1. Stakeholder Perspective
Sasaran strategis pertama (SS-1) yang akan dicapai “Terwujudnya kesejahteraan masyarakat nelayan”, dengan indikator kinerja :
a. Nilai PDB Perikanan (%).
b. Nilai Tukar Nelayan (Indeks) .
c. Rata-rata Pendapatan RTP/bulan (Rp /RTP/bulan)
d. Rata-rata Pendapatan Nelayan/bulan (Rp /nelayan/bulan) 2. Customer Perspective
Sasaran strategis kedua (SS-2) yang akan dicapai “Terwujudnya Pengelolaan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang
partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan”, dengan indikator kinerja :
a. Jumlah produksi perikanan tangkap di UPT PPS Belawan (Ton) b. Nilai produksi perikanan tangkap di UPT PPS Belawan (Rp.Milyar) c. Jumlah penyaluran akses permodalan perikanan tangkap (Rp. Triliun) d. Jumlah WPP yang menerapkan Rencana Pengelolaan Perikanan (WPP) e. Nilai PNBP dari Sektor PT (Rp. Miliar)
3. Internal proses Perspective
Sasaran strategis ketiga (SS-3) yang akan dicapai “Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang adil, berdaya saing dan berkelanjutan”, dengan indikator kinerja :
a. Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di UPT PPS Belawan(unit)
b. Jumlah kapal perikanan yang memenuhi standar laik laut, laik tangkap dan laik simpan di UPT PPS Belawan(unit)
c. Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan di UPT PPS Belawan yang memenuhi standar (%)
d. Tingkat penyediaan Data Perikanan Tangkap di UPT PPS Belawan sesuai kebutuhan (statistic dan logbook) (%)
e. Tingkat pelayanan kesyahbandaran UPT PPS Belawan(%) f. Rasio kecukupan fasilitas UPT PPS Belawan(%)
g. Nilai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di UPT PPS Belawan(Rp.Milyar)
Sasaran strategis keempat (SS-4) yang akan dicapai “Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang profesional dan partisipatif ”, dengan indikator kinerja : a. Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di UPT
PPS Belawan(unit)).
4. Learning and Growth Perspective
Sasaran strategis kelima (SS-5) yang akan dicapai “Terwujudnya aparatur sipil negara UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang kompeten, profesional dan berkepribadian”, dengan indikator kinerja :
Indeks kompetensi dan integritas lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%)
Sasaran strategis keenam (SS-6) yang akan dicapai “Tersedianya manajemen pengetahuan DJPT yang handal dan mudah diakses”, dengan indikator kinerja :
a. Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar lingkup DJPT (%)
Sasaran strategis ketujuh (SS-7) yang akan dicapai “Terwujudnya pranata dan kelembagaan birokrasi UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima”, dengan indikator kinerja :
a. Persentase Pemenuhan Dokumen Reformasi Birokrasi lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
b. Persentase Pemenuhan Dokumen AKIP lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
Sasaran strategis kedelapan (SS-8) yang akan dicapai “Terkelolanya anggaran pembangunan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawansecara efisien dan akuntabel ”, dengan indikator kinerja :
a. Nilai kinerja anggaran lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (nilai)
b. Persentase penyelesaian temuan BPK Tahun 2017 lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%)
2.3 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TAHUN 2018
Dalam mencapai sasaran strategis, pada tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai wujud Program Pengelolaan Perikanan Tangkap dengan anggaran sebesar Rp.
11.009.486.000,-. Pagu tersebut dilaksanakan untuk melaksanakan 5 (lima) kegiatan, sebagai berikut:
1. Pengelolaan Kapal Perikanan, Alat Penangkap Ikan, dan Sertifikasi Awak Kapal Perikanan (80.000.000,-);
2. Pengelolaan Pelabuhan Perikanan (Rp.835.657.000,-);
3. Pengelolaan Perijinan dan Kenelayanan (Rp. 64.752.000,-);
4. Pengelolaan Sumber Daya Ikan (SDI) (Rp. 127.182.000,-);
5. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (Rp. 9.901.895.000,-).
Lima kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran strategis yang telah ditentukan. Dalam rangka mengukur realisasi dari pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut, ditetapkan Rencana Kerja Tahun 2018 yang mengacu pada Balanced Score Card (BSC). Rencana Kerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Tahun 2018 dapat dilihat pada berikut
Tabel. 2 Sasaran strategis (SS), Indikator Kinerja Utama (IKU) 2018 sesuai dengan Balanced Score Card (BSC) pada Rencana Kerja PPS Belawan Tahun 2018.
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TARGET 2018 Stakeholder Perspective
1.
Terwujudnya kesejahteraan masyarakat nelayan
1 Nilai PDB Perikanan (%) 11
2 Nilai Tukar Nelayan (NTN) 112
3 Rata-rata pendapatan RTP/bulan (Rp. Juta/RTP/Bulan) 11.30 4 Rata-rata pendapatan nelayan/bulan (Rp.
Juta/nelayan/bulan)
3.26 Customer Perspective
2.
Terwujudnya Pengelolaan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan
5 Jumlah produksi perikanan tangkap di UPT PPS Belawan (Ton)
21.600 6 Nilai produksi perikanan tangkap di UPT PPS Belawan
(Rp.Milyar)
540.00 7 Jumlah penyaluran akses permodalan perikanan tangkap
(Rp. Triliun)
4,80 8 Jumlah WPP yang menerapkan Rencana Pengelolaan
Perikanan (WPP)
11 9 Nilai PNBP dari Sektor PT (Rp. Miliar) Peningkatan
8% dari PNBP 2016
600.02 Internal Perspective
3.
Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang adil, berdaya saing dan berkelanjutan
10 Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di UPT PPS Belawan(unit)
390 11 Jumlah kapal perikanan yang memenuhi standar laik laut,
laik tangkap dan laik simpan di UPT PPS Belawan(unit)
370 12 Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan di UPT PPS
Belawan yang memenuhi standar (%)
100
13 Tingkat penyediaan Data Perikanan Tangkap di UPT PPS Belawan sesuai kebutuhan (statistic dan logbook) (%)
100 14 Tingkat pelayanan kesyahbandaran UPT PPS Belawan(%) 100 15 Rasio kecukupan fasilitas UPT PPS Belawan(%) 97 16 Nilai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di
UPT PPS Belawan(Rp.Milyar)
0.40
4.
Terselenggaranya pengendalian dan
pengawasan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang profesional dan partisipatif
17 Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di UPT PPS Belawan(unit)
408
Learning and Growth Perspective 5. Terwujudnya aparatur sipil
negara UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawanyang kompeten, profesional dan
18 Indeks kompetensi dan integritas lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%)
81
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TARGET 2018 berkepribadian
6. Tersedianya manajemen pengetahuan DJPT yang handal dan mudah diakses
19 Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar lingkup DJPT (%)
66
7.
Terwujudnya pranata dan kelembagaan birokrasi UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
20 Persentase Pemenuhan Dokumen Reformasi Birokrasi lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
81 21 Persentase Pemenuhan Dokumen AKIP lingkup UPT
Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
85
8.
Terkelolanya anggaran pembangunan UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawansecara efisien dan akuntabel
22 Nilai kinerja anggaran lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (nilai)
95 23 Persentase penyelesaian temuan BPK Tahun 2017 lingkup
UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan(%)
100
2.3 RENCANA AKSI PENETAPAN KINERJA
Rencana aksi penetapan kinerja merupakan penjabaran lebih lanjut dari target – target yang telah disusun dan ditetapkan pada dokumen penetapan kinerja. Dokumen rencana aksi digunakan sebagai alat monitor secara berkala (triwulanan) terhadap pencapaian indikator output dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi sehingga dapat dilakukan upaya – upaya tindak lanjut guna mengeliminir permasalahan pada triwulan berikutnya. Rencana aksi disusun hanya untuk menjabarkan IKU pada perspektif internal proses dan learning and growth sebagaimana pada Tabel berikut ini.
Tabel. 3 Rencana Aksi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2018
No Indikator Kinerja Utama Rencana Aksi 1.
Jumlah kapal Perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (unit)
Kapal Perikanan yang menerapkan Logbook penangkapan ikan
Pengumpulan data logbook penangkapan ikan Pengolahan dan analisis data logbook penangkapan ikan
Pembuatan bahan dan penyajian data logbook penangkapan ikan
2. Tingkat Penyediaan data Perikanan Tangkap di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan sesuai kebutuhan ( Statistik dan Logbook)(%)
Penyiapan bahan koordinasi pengeolahan,verivikasi,validasi analisis data perikanan
3. Tingkat pelayanan kesyahbandaran UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
Penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan
Pelaksanaan Pelayanan SHTI
Pendampingan dan integrasi sistem perizinan pusat
4. Rasio kecukupan fasilitas UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan terhadap kebutuhan. (%)
Pemeliharaan gedung dan bangunan Langganan jasa dan daya
5. Nilai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (Rp.Miliar)
Koordinasi/Penyusunan Target PNBP dan Pengembngan SDM
6. Jumlah kapal perikanan yang memenuhi standart laik laut, laik tangkap dan laik simpan di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (Unit)
Penyiapan dan Pelaksanaan kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan
7. Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan di UPT PPS Belawan (%)
Penyusunan dan Penggandaan laporan PIPP
Publikasi Promosi Pelabuhan
8. Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (unit)
Kapal Perikanan yang terdaftar
Persetujuan pengadaan dan penandaan kapal perikanan
Pelaksanaan pemeriksaan dan penilaian hasil pemeriksaan fisik kapal penangkap dan pengangkut ikan
9. Indeks Kompetensi dan Integritas Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan.(indeks)
perjalanan, pertemuan dan koordinasi dan konsultasi
Evaluasi Penerapan Disiplin Dan Kinerja Pegawai
Pemantapan Tupoksi Dalam Rangka Pelayanan Prima
Sosialisasi Jabatan Fungsional P3T dan A3T Lingkup DJPT
10. Persentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Terstandar lingkup DJPT .(%)
Penyiapan dan penerapan PSM/ISO di Pelabuhan Perikanan
Publikasi dan Penyebaran Informasi Kegiatan Prioritas Ditjen Perikanan Tangkap
11. Persentase pemenuhan dokumen pendukung Reformasi Birokrasi lingkup DJPT (%)
Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001
12. Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup UPT PPS Belawan (
%) Laporan Lakip
13. Nilai Kinerja Anggaran lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (%)
Pelaksanaan Penerbitan SPM
14. Batas Tertinggi Persentase Nilai Temuan LHP BPK Atas LK DJPT dibandingkan Realisasi Anggaran DJPT TA. 2017
Pra Penyusunan Pelaporan Keuangan Semester I TA. 2018 Lingkup DJPT
BAB IV
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Pengukuran kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan pada Tahun 2018 tahun 2018 telah melaksanakan penilaian indikator kinerja utama sebanyak 23 (Dua puluh tiga) dengan mengacu pada Balanced Scorecard (BSC).Indikator Kinerja Utama terbagi dalam 4 (empat) perspektif :
1. Stakeholder Perspektif sebanyak 4 (empat) indicator.
2. Customer Perspektif sebanyak 5 (lima) indikator 3. Internal Perspektif sebanyak 8 (delapan) indikator
4. Learning and Growth Perspektif sebanyak 7 (tujuh) indikator Hal ini diwujudkan dengan pencapaian
dari 8 sasaran strategis dan 23 Indikator Kinerja Utama (IKU). Dari perhitungan angka realisasi terhadap indikator kinerjaPelabuhan Perikanan Samudera Belawan pada Tahun 2018 nilai pencapaian sasaran strategis
menurut Balanced Scorecard (BSC) sebesar 97.59% dengan rincian pada Table berikut.
Capaian Sasaran Strategis (SS) PPS Belawan Tahun 2018
Sasaran Strategis (SS) Nilai Sasaran Strategis (NSS)
SS1. Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Nelayan 82.06
SS2.
Terwujudnya Pengelolaan Perikanan Tangkap yang Partisipatif, Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan
89.74
SS3.
Terselenggaranya Tata Kelola UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang Adil, Berdaya Saing dan Berkelanjutan
110.42
SS4. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan
PPS Belawan secara profesional dan partisipatif 114.11 SS5.
Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang Kompeten, Profesional dan Berkepribadian
116.89
SS6. Tersedianya Manajemen Pengetahuan DJPT yang
handal dan mudah diakses 110.92
SS7. Terwujudnya Birokrasi UPT Pelabuhan Perikanan
Samudera Belawan yang Efektif, Efisien dan 103.92